Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Hutang Tidak Dibayar? Bagaimana Dong?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Hutang Tidak Dibayar? Bagaimana Dong?

Ani kembali bertanya dan menceritakan kepahitan, sehubungan dengan beberapa kasus hutang yang dialaminya.
Yang berhutang ada tokoh gereja yang dihormati dan ada pula kerabat, keduanya berjanji hendak melunasi tapi bulan demi bulan, hingga tahun berganti, janji tinggal janji. Padahal Ani butuh uang itu.
Sungguh menyebalkan dan mengecewakan.

Prinsip Hutang yang harus disadari, saat memberi hutang, pastikan jumlahnya mampu kita tanggung, jika tidak dibayar nantinya.
Sejak dulu saya tidak mau memberi hutang. Lebih baik beri saja serelanya. Tidak kepikiran.

Menghindari ribuan pertempuran dan sakit hati yang tidak perlu. Sudah uang gak kembali, kita yang sakit hati padahal yang berhutang justru santai saja. Rugi dobel!

*****
Manusia terdiri dari roh, jiwa dan tubuh.
Jiwa itu terdiri dari Pikiran, Emosi, Kehendak dan Imajinasi.
Perasaan jengkel, marah, kecewa yang dialami Ani terjadi di level jiwa. Terjadi karena Ani terus menerus memikirkan berbagai skenario di kepalanya dan mengimajinasikannya.
Akibatnya Ani yang stress dan tidak bahagia.

Sesuatu yang tidak disadari, Ani berada di Teritori Musuh/ si iblis.
Tuhan TIDAK BISA bekerja saat kita berada di Teritori Musuh, di tengah kepahitan dan kekecewaan.
Jika ingin mendapatkan pertolongan Tuhan, mujizat, kelimpahan, Ani harus kembali ke Teritori Tuhan.
Dalam teritori Tuhan hanya ada kasih, sukacita, damai sejahtera dll.

Apakah berarti hutang tidak ditagih?
Tidak juga.
Pertama, 1 Petrus 5:7 (TB) Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
dan betul-betul percaya, Tuhan akan memberikan jalan keluar bagi kita.
Jaga pikiran jangan terus menerus terjebak mengulang-ulang kemungkinan kasus ini atau mengingat janji-janji yang tidak ditepati.
Alihkan fokus, Tuhan mampu menolong, bisa dengan menjamah orang itu agar bersedia membayar, atau dengan memberkati kita dengan cara lain.

Amsal 6:30-31 (TB) Apakah seorang pencuri tidak akan dihina, apabila ia mencuri untuk memuaskan nafsunya karena lapar? Dan kalau ia tertangkap, haruslah ia membayar kembali TUJUH KALI LIPAT, segenap harta isi rumahnya harus diserahkan.

Pencuri itu si iblis, yang memakai orang-orang untuk menyakiti kita, tetapi kita bisa klaim si iblis harus mengganti 7X lipat dari harta milik kita yang hilang, asalkan kita berada di dalam teritorinya Tuhan. Singkirkan kepahitan.
Jaga hati dan fokus berharap kepada Tuhan karena Tuhanlah sumber berkat kita yang sejati. Dia bisa menggunakan berbagai cara yang tak terpikirkan, untuk melimpahkan berkat-Nya bagi kita.

Boleh tetap ditagih?
Tentu saja tetapi libatkan Tuhan. Minta hikmat apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya.
Mungkin dengan sikap dan strategi yang dari Tuhan, Ani bisa menagihnya dengan cara yang lebih kreatif, yang membuat orang yang berhutang sekarang sungkan dan mulai membayar.

Kalau tetap gak mau bayar bagaimana?
Toh kejadian ini sudah cukup lama dan selama ini Ani tetap survive. Mampu bertahan.
Lakukan apa yang kita bisa, diselesaikan secara hukum jika perlu, tetapi pastikan jaga hati tetap damai.
Why?
Karena lebih penting kita berada di teritori Tuhan, hati yang damai itu buktinya.
Saat berada dalam teritori Tuhan, Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. (2 Kor 9:8)
Bahkan apa yang hilang bisa dikembalikan 7X lipat.

“Bu Yenny gak mengalami sich…”
Siapa bilang?
Yang korupsi justru penatua dan aktivis gereja. Ya tetap diproses secara hukum. Tetapi setelah belajar prinsip ini, saya tidak membiarkan hati terseret dalam berbagai emosi yang mengharubiru, sebaliknya MEMILIH menyerahkan kepada Tuhan dan mengingatkan diri sendiri, sumber berkat saya yang sejati itu Tuhan, bukan bisnis atau pekerjaan saya.
Tetaplah berharap kepada-Nya!

Janji Tuhan itu Ya dan Amin. Asalkan kita memenuhi syaratnya, janji-Nya pasti terealisasi.

Siap praktik? Buktikan sendiri!

When you feel tempted to be angry to the point of wrath, talk to Jesus, and let the Holy Spirit calm you down and His Peace – Rick Renner.

Ketika kamu merasa tergoda untuk marah sampai pada titik murka, bicaralah kepada Yesus, dan biarkan Roh Kudus menenangkanmu dan memberikan Damai-Nya – Rick Renner

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Transform Into the Best Version of Yourself.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Transform Into the Best Version of Yourself.

Dalam sebuah kelas, sang guru membawa sebuah kotak tertutup, lalu dia berkata,
“Di dalam kotak ini saya sudah menaruh gambar salah seorang pemimpin terbesar dalam 100 tahun terakhir. Siapa pun yang bisa menebaknya, saya akan membebaskannya dari tugas berikutnya.”

Semua murid mengangkat tangannya.
“Joe, apa jawabmu?”
“Steve Jobs.”
“Oke, bagus.”
“Cassie….”
“Bunda Teresa.”
“Nathaniel…”
“Tentu saja Dr. Martin Luther King Jr.”
“Jawaban yang bagus. Pertanyaan selanjutnya, kualitas apa yang menjadikan seseorang pemimpin yang hebat?”
Kembali semua mengangangkat tangan.
“Katie…”
“Seseorang yang baik, menghargai dan mendengarkan apa yang orang lain katakan.”
“Sangat baik. Nathaniel…”
“Percaya diri, pintar dan keren.”
“Keren… o bagus. Saya suka itu.
Saya akan menunjukkan kotak itu dan kalian lihat di dalamnya, siapa pemimpin hebat itu. Saya berikan, lalu operkan kepada temanmu”
Lalu satu persatu membuka kotak itu lalu menutupnya kembali dan memberikan kepada temannya.
“Apa yang kamu lihat Joe?”, tanya sang guru.
“Saya melihat sebuah cermin. Saya melihat diri saya sendiri.”
“Apa yang kita dapatkan dari pelajaran ini?
Ya… Katie”
“Kita semua adalah pemimpin.
Kita bisa menjadi pemimpin masa depan jika kita menggunakan potensi kita secara maksimal.”
“Tepat sekali. Hanya ada satu orang yang bisa menghalangimu untuk menjadi versi terbaik dari dirimu. Orang itu adalah dirimu sendiri. Hanya kamu yang bisa mengubah dirimu. Hanya kamu yang bisa mempengaruhi kebahagiaan dan kesuksesanmu. Hidupmu tidak berubah ketika bosmu dan karirmu berubah. Hidupmu berubah ketika kamu berubah. Ketika kamu yakin pada dirimu. Ketika kamu menyadari, hanya kamulah yang bertanggungjawab atas dirimu. Buatlah dirimu menjadi versi terbaik dari dirimu. Saat ini dunia butuh pemimpin hebat lebih daripada masa sebelumnya. Saya percaya kepada kalian, dan sekarang adalah waktunya, kalian percaya pada diri kalian sendiri.”

Video apik yang dikirim B. Silvy membust hati saya berkobar-kobar…. Yes, hanya kita sendiri yang menentukan seberapa tinggi kita hendak naik dan pencapaian apa yang hendak kita raih?
Tidak ada orang yang bisa merealisasikan mimpi kita, selain diri kita sendiri.
Hanya kita pula yang bisa menentukan Dampak & Jejak yang akan kita ukir di dunia ini.
Hidup hanya sekali dan tidak dapat diulang. Kita ingin dikenang sebagai siapa? Itu yang kita kerjakan saat ini.

Mengutip dari Steven Covey, “Begin With the End in Mind”, merupakan kebiasaan ke dua dari 7th Habits yang diajarkannya.

Kebiasaan 2: Memulai Dengan Pikiran Akhir didasarkan pada imajinasi—kemampuan untuk membayangkan dalam pikiran kita apa yang saat ini tidak dapat dilihat dengan mata kita. Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa segala sesuatu diciptakan dua kali. Ada penciptaan mental (pertama), dan penciptaan fisik (kedua). Penciptaan fisik mengikuti mental, seperti sebuah bangunan mengikuti cetak biru atau blueprintnya.

Dalam kelas P. Prasetya M. Brata, kami diminta membayangkan saat meninggal nanti. Lalu meminta anak kita menuliskan speech/ ungkapan untuk mengenang kita. Pengalaman itu sangat membekas di hati saya. Momen itu membangkitkan kegairahan, saya ingin menjadi versi terbaik diri saya, menjadi berkat untuk orang lain, meraih apa yang saya inginkan, merealisasikan mimpi.
Terlebih lagi saat makin mendekat kepada Tuhan, inilah persembahan yang dapat kita bawa saat berjumpa dengan-Nya. Menjadi pribadi terbaik sesuai rancangan-Nya dan menggenapi rencana-Nya dalam menciptakan kita.

Steven Covey menyarankan agar kita membuat pernyataan Misi Pribadi yang berfokus pada apa yang kita inginkan: menjadi siapa dan apa yang akan dilakukan. Ringkasnya, rencana kita untuk sukses. Ini menegaskan kembali siapa kita, menempatkan tujuan dalam fokus, dan mewujudkan ide-ide kita ke dalam dunia nyata. Pernyataan misi ini menjadikan kita sebagai pemimpin dalam hidup kita sendiri. Kita yang menciptakan takdir kita sendiri dan mengamankan masa depan yang kita impikan.

Hhhmmm…. jangan lupa, saat kita sibuk membangun diri, pikiran menjadi positif, hidup pun jadi menarik: selalu ada hal-hal baru yang kita kejar dan realisasikan!
Terlebih lagi saat apa yang kita lakukan ternyata memberkati orang lain, bahkan mengubah hidup orang lain, kebahagiaannya tidak ternilai harganya.
Sadar kita berada di jalur yang benar – on tge right track – dan sedang menggenapi rancangan Tuhan dalam kehidupan kita.
Wow…. Tuhan berkenan. Hidup yang berarti!

Mari menjadi pribadi terbaik versi kita, realisasikan mimpi dan jadilah berkat bagi dunia.

Only you can control your future.- Dr. Seuss.

Hanya Anda yang bisa mengendalikan masa depan Anda.- Dr. Seuss.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apa yang Dilakukan Oleh Kasih?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apa yang Dilakukan Oleh Kasih?

Apa yang memberi kehidupan dan berkat pada pemberian kita? Hanya hati kita yang dapat menentukan apakah pemberian ini merupakan suatu kewajiban, pengorbanan, atau benih yang menghasilkan berkat.

Kebutuhan gereja kita tidak menentukan sifat pemberian kita. Kebutuhan orang-orang di sekitar kita tidak akan menghidupkan pemberian kita. Rasa bersalah yang mungkin kita rasakan jika tidak memberi, tidak melepaskan iman atau berkat. Satu-satunya cara memberi untuk menyentuh alam alami dan spiritual adalah pemberian dengan dimotivasi oleh kasih.

Sebab begitu besar Allah mengasihi dunia ini, sehingga Dia memberikan. . . (Yohanes 3:16). Pemberian yang membawa potensi spiritual dimotivasi oleh kasih.
Benih alami mengandung sifat dan kehidupan dari sumbernya.
Benih uang juga mengandung sifat dan kehidupan dari sumbernya.
Hati si pemberi menentukan sifat dan masa depan benih uang, atau tindakan memberi, memberkati atau melayani.

Banyak orang Kristen yang memberi dengan patuh dan pikiran mereka dipenuhi dengan ajaran memberi dan menerima, namun jika hati mereka tidak dimotivasi oleh kasih, mereka mungkin hanya melakukan apa saja yang diminta. Kasih selalu memberi, tetapi tidak semua pemberian itu lahir dari kasih.

Memberi dengan kasih adalah memberi iman.

Memberi dengan iman memahami bahwa benih-benih kasih, baik benih pengabdian maupun benih pemberian, akan mendatangkan kelimpahan dalam kehidupan, baik bagi yang menerima maupun yang memberi. Pemberian dengan kasih melepaskan Anugerah.

2 Korintus 9:7-10 (TB) Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.*
*Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

Seperti ada tertulis: “Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya.”
Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;

Uang dan sumber daya kita bisa menjadi ekspresi kasih, atau sebaliknya, justru berfokus pada ketakutan, stres, dan kepahitan. Mereka yang berada dalam ketakutan, stres dan kepahitan biasanya akan menolak pesan memberi dan menerima. Orang yang hidup karena kasih akan dengan senang hati masuk ke dalam Kelimpahan Kerajaan Allah.

Sumber: Barry Bennett.

*******

Banyak orang yang terpaku pada jumlah yang harus diberikan, merasa sungkan dan malu saat memberi yang dirasanya hanya ‘sedikit’.
Sesungguhnya, bagi Tuhan jauh lebih penting motivasi dan sikap kita dalam memberikan sesuatu.
Memberi dengan sukacita dan dengan rela hati, sebagai ungkapan syukur kepada-Nya, jauh lebih berkenan dan menyentuh hati Tuhan.

Memberi dengan dasar ketakutan, terpaksa karena kebutuhan, bukanlah motivasi yang baik.
Ini memberi dari teritori si musuh/setan, kuasa Allah tidak dapat mengalir di sana.

Pertengkaran, offended, ketersinggungan, kebencian, semua itu karakteristik musuh, yang menghalangi benih yang ditabur tidak dapat berbuah maksimal, atau justru membuatnya menjadi mandul. Tanpa ada buah.
Inilah penyebabnya, ada orang yang terus menerus menabur, tetapi tidak beranjak dari posisi lamanya: tetap berkekurangan.

Hanya orang-orang yang berjalan di dalam Kasih yang bisa berjalan di dalam roh – walking in the spirit.

1 Yohanes 4:18 (TB) Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Di dalam teritori Allah, yang ada damai, sukacita, kasih…
Memberi dengan posisi yang benar, akan membukakan pintu-pintu berkat yang sudah Allah janjikan bagi kita.

Siap menerima kelimpahan Allah? Yuk….

Walking in Love should be the distinguishing mark of a believer – Jerry Savellemin.

Berjalan dalam Kasih seharusnya menjadi ciri khas seorang yang percaya Tuhan – Jerry Savellemin.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

The Power of Words!


Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

The Power of Words!

Kerapkali saat bercanda antar teman, tidak sedikit yang sengaja membully, dengan nada guyonan sedikit ‘merendahkan’ rekannya. Atau justru ada orang yang suka merendahkan dirinya untuk melucu.
Sesuatu yang biasa terjadi di masyarakat dan saya pun menganggap itu biasa saja.

Dan sungguh mengejutkan ketika saya belajar sebuah prinsip
baru: Alam roh tidak bisa membedakan, apakah kata-kata kita itu sungguh-sungguh atau sekedar candaan. You don’t mean it. Kita tidak berniat sungguh-sungguh dengan apa yang kita ucapkan. Berkat dan Kutuk ada di mulut kita, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. Meski bercanda, perkataan sia-sia akan tercipta.

Dieeeenk……

Meski sekedar candaan, setiap perkataan mempunyai kuasa untuk menciptakan sesuai dengan perkataan itu. Dan memprogram di alam pikiran bawah sadarnya, apa yang dikatakannya itu.

Budi beberapa kali jatuh dari motornya saat masih remaja. Lalu dia kerap mengatakan, sial selalu mengikutinya. Karena berulang-ulang Budi mengatakannya, maka perkataan itu menjadi keyakinannya. Dan sejak remaja hingga dewasa, hidup Budi berjalan dari satu kesialan kepada kesialan yang lain.
Semakin terjadi, semakin Budi yakin, memang itu sudah suratan takdirnya.

Hingga Budi mengenal Tuhan, belajar kebenaran firman-Nya.
Sadar ketika dia mempercayai Tuhan, dia menjadi ciptaan baru. DNAnya sekarang bukan DNA ayah ibunya lagi, melainkan DNA Allah dengan masa depan yang penuh harapan menanti.

Meski sekarang Budi memiliki mindset baru yang berkemenangan, namun tidak serta merta hidupnya berubah dalam sekejap.
Why?
Ibarat orang yang mengendarai mobil, ketika akan putar balik, tentu tidak bisa serta merta…
Kecepatan dikurangi dulu, hingga cukup lambat untuk putar balik dengan mulus.

Budi perlu mengubah kata-katanya sesuai pribadi dengan DNA Allah yang positif, sesuai dengan doanya, masa depan yang berkemenangan dan penuh harapan.
Perlu waktu bagi Budi untuk mengubah program yang ada di pikiran bawah sadarnya, tentang jati dirinya yang baru. Pada awalnya, hanya merupakan perkataan atau deklarasi dari kepalanya semata.
Tetapi dengan berjalannya waktu, semakin tertanam dalam rohnya, hingga menjadi perkataan & deklarasi imannya.
Maka terjadilah menurut imanmu.

Ketika Budi konsisten mempraktikkannya, secara bertahap hidupnya berubah. Kemenangan demi kemenangan diraih dan keberhasilan pun tercipta.

******
Teman lain, sebut saja Ani, yang sakit parah dan tak tersembuhkan menurut dokter.
Ketika mendengar bahwa mujizat kesembuhan masih ada hingga kini, dia antusias untuk memperolehnya.

Apa yang Ani lakukan?
Menonton kesaksian orang-orang yang sembuh dari betbagai penyakit yang menurut medis ‘tidak dapat disembuhkan’ namun terbukti sembuh.
Semakin banyak menontonnya, semakin Ani yakin bahwa dia pasti sembuh juga.
Harapan menyala di dalam hatinya.

Ani terus belajar dan mendengarkan pengajaran tentang kesembuhan. Mengambil prinsip-prinsipnya, lalu mempraktikkannya. Menabur Benih Firman, tanpa menanamnya di dalam hatinya, tidak akan ada hasilnya.
Ani memilih fokus pada firman dan kebenaran saja, dan menolak untuk membaca, browsing google tentang penyakitnya, atau bergaul dengan teman-teman yang negatif serta tidak berpengharapan. Ani mencipta kesembuhan.

Banyak orang gagal menerima kesembuhan Ilahi karena bergaul dengan orang-orang yang salah: orang yang tidak percaya kesembuhan Ilahi. Perlu memiliki lingkungan yang mendukung apa yang ingin kita ciptakan.

Sesungguhnya, siapa orang yang paling kita percayai di dunia ini?
Diri kita sendiri!
Ketika Ani memahami prinsip ini, mulailah dia mendeklarasikan janji-janji kesembuhan Tuhan dengan bersuara hingga telinganya mendengar dengan jelas, apa yang diucapkannya.

Saat sendiri, Ani membiasakan diri berkata-kata kepada dirinya sendiri, keyakinan akan kesembuhannya.
Kebanyakan orang berkata seolah yakin dan percaya akan menerima kesembuhan Ilahi, tetapi saat sendiri, pikirannya berputar-putar meragukannya. Itulah sebabnya, kesembuhan tidak terjadi. Perasaan mendominasi.

Tuhan memberi perasaan untuk mewarnai hidup kita agar manis dan menarik. Tetapi perasaan TIDAK diciptakan untuk memimpin hidup kita. Hanya Firmanlah yang menjadi standar kebenaran dan Tuhan sendiri yang memimpin hidup kita. Itulah kunci Hidup yang Berkemenangan!

Ketika bersekutu dengan Tuhan, Ani kerap membicarakan firman-Nya dengan Allah. Menjadikannya lifestyle hidupnya dan ucapan-ucapan yang keluar dari mulutnya, firman yang menghidupkan.

Dengan konsisten Ani melakukan langkah-langkah di atas, dan sembuh.
Anugerah kesembuhan Ilahi sudah dikaruniakan Tuhan di dalam roh orang percaya, tetapi dibutuhkan respon iman untuk merealisasikannya.

Siap praktik?

“Don’t look at what the devil has done, LOOK AT WHAT GOD IS DOING.” – Kenneth Copeland.

“Jangan lihat apa yang iblis lakukan, LIHATLAH APA YANG TUHAN LAKUKAN.” – Kenneth Copeland.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN


#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Rahasia Doa yang Terjawab Part 4: Mengatasi Kekerasan Hati.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Rahasia Doa yang Terjawab Part 4: Mengatasi Kekerasan Hati.

Merenungkan bahwa Kesembuhan itu Hasil Panen , membawa pada terkuaknya pewahyuan, “Rahasia Doa yang Terjawab”
Menyambung artikel sebelumnya, penghalang menerima jawaban doa karena cara pikirnya masih ala dunia. Sementara bagi orang pola pikir Kerajaan Allah, hal-hal Supernatural adalah normalnya mindset Kerajaan Allah.
Mujizat bagi orang dunia, itu biasa di Kerajaan Allah.
Artinya, jawaban doa menjadi sesuatu yang terjadi setiap hari, karena pola pikir orang-orang Kerajaan Allah selaras dengan Pikiran Tuhan & Firman-Nya.
Sehingga kesembuhan, kesehatan Ilahi, kelimpahan, kemakmuran, hikmat, sukacita, damai sejahtera menjadi naturalnya warga negara Kerajaan Allah dan dengan mudah terealisasi. Tanpa halangan.

Penghalangnya apa?
Yang paling pertama adalah Kekerasan Hati.
Sudah kita bahas sebelumnya.
Orang yang hanya percaya kepada yang natural, masuk logika dan bisa diterima oleh pancaindra saja.

Penghalang selanjutnya yang menentukan doa terjawab atau tidak adalah kondisi tanah hati kita.(Matius 13:3 – 23).

Nach sekarang kita belajar bagaimana caranya menyingkirkan kekerasan hati agar tanah hati kita menjadi tanah hati yang baik, sehingga mujizat dan jawaban doa dengan mudah tercipta.

Murid-murid Yesus gagal mengusir setan.
Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?”
Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu KURANG PERCAYA. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan BERDOA dan BERPUASA.” Matius 17:19-21 (TB)

Mereka gagal mengusir setan karena KURANG PERCAYA alias UNBELIEF.
Jika percaya, tidak ada yang mustahil.

Kunci untuk mengatasinya dengan BERDOA & BERPUASA.
Bukan supaya setannya takut atau pergi tetapi supaya UNBELIEF & KETIDAKPERCAYAANnya yang hilang.

Nach apa arti Berdoa & Berpuasa?
Berdoa itu untuk menyamakan persepsi kita dengan Tuhan. Bagi Tuhan, setan itu enteeeng… maka saat sepakat dengan Tuhan, kita melihat bahwa setan itu kecciiiillll….

Berdoa itu tidak berhenti sampai disitu saja, melainkan menimba hikmat Tuhan, apa yang harus dilakukan selanjutnya untuk mengusir si setan. Caranya bagaimana?

Ketika Yesus mengusir orang yang kerasukan setan di Gerasa, saat dihardik, setan tidak langsung pergi. Yesus tahu, mesti lebih spesifik. Lalu ditanya, siapa namanya. “Legion”, jawabnya. Barulah setelah itu setan-setan itu pergi masuk ke tubuh babi-babi. (Markus 5: 1-20).

Lalu apa gunanya berpuasa?
Agar lebih fokus kepada Tuhan.
Ketidakpercayaan tercipta karena kita menghargai hal lain lebih daripada firman Tuhan.
Distraction, perhatian kita terpecah, fokus pada hal-hal yang bukan dari Tuhan.
Untuk mengatasinya, perlu keputusan dan niat sungguh-sungguh supaya hanya fokus kepada Tuhan dan kebenaran-Nya.

Dengan berpuasa, diharapkan perhatian kita diarahkan sepenuhnya kepada Tuhan dan firman-Nya. Waktu yang biasa digunakan untuk makan, diganti menjadi waktu berkualitas bersama Tuhan.

Saat berdiskusi dengan Imam diingatkan, banyak orang yang skip makan bukan masalah. Sudah biasa diet.
Tetapi waktunya justru habis untuk bersosmed-ria.
Oleh karena itu, puasa yang dimaksud bisa jadi lebih efektif puasa sosmed, atau puasa hal lain yang selama ini menyita perhatiannya sehingga gak bisa fokus Tuhan.

Ada cara yang sangat efektif untuk mengatasi kekerasan hati, dengan Berdoa Berbahasa Lidah atau Berdoa Berbahasa Roh.
Why?
Korintus 14:2 (TB) Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

Roma 8:26-27 (TB) Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

Siapa orang-orang kudus? Kita semua yang sudah lahir baru.

Roma 8:28-30 (TB) Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi SERUPA DENGAN GAMBARAN ANAKNYA, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Kehendak Tuhan agar kita SERUPA dengan Yesus, anak-Nya, yang hatinya baik dan senantiasa taat kepada Bapa. Skillful, terampil menggunakan otoritas untuk berjalan penuh kemenangan di dunia ini.

Hhm…. Praktik yuk…

When we try to live from our own strength and ability, we limit God in our lives. Let God be your sufficiency. Receive His love and forgiveness. He is praying that your faith fail not. – Barry Bennett.

Ketika kita mencoba hidup dari kekuatan dan kemampuan kita sendiri, sesungguhnya kita membatasi Tuhan dalam kehidupan kita. Biarkan Tuhan yang mencukupkan kebutuhan kita. Terimalah kasih dan pengampunan-Nya. Dia berdoa senantiasa agar iman kita tidak gagal. – Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 92 93 94 95 96 416