Monthly Archives: Sep 2021

Articles

Pernahkah kita menyadari bahwa ekspresi dan bahasa tubuh kita, menentukan kesuksesan dan kegagalan kita?

https://mpoin.com/

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Pernahkah kita menyadari bahwa ekspresi dan bahasa tubuh kita, menentukan kesuksesan dan kegagalan kita?

Buku “Tipping Point”, karya Malcolm Gladwell, membuktikan hal itu!
Wow….

Sekelompok pemirsa TV yang dipilih secara acak diminta untuk menilai ekspresi wajah dari tiga penyiar berita paling terkenal pada zaman itu, yang disiarkan di Acara Televisi ABC, NBC, dan CBS.
Yang dinilai persepsi “positif” atau “negatif” ekspresi para penyiar berita ini, saat mendiskusikan calon presiden tahun 1980: 
Ronald Reagan dan Jimmy Carter.

Studi tersebut menemukan bahwa Peter Jennings sang pembawa berita ABC news memiliki “bias wajah” ketika membahas tentang Ronald Reagan—Jennings tampak sedikit lebih bahagia mendiskusikan Reagan dibandingkan saat mendiskusikan Carter di dalam berita yang dibacakannya
Dan bias wajah Jennings secara halus mempengaruhi pemirsa TV ABC untuk memilih Reagan.

Banyak ahli statistik membantah kesimpulan ini.
Padahal ABC mungkin jaringan TV yang paling memusuhi Reagan pada tahun 1980—pemirsa ABC seharusnya tidak memilih Reagan.

Gladwell berpendapat bahwa ekspresi wajah sang penyiar, berpotensi memainkan peran utama dalam meyakinkan pemirsa, siapa yang seharusnya mereka pilih.
Ekspresi wajah Peter Jennings-lah yang membuat pemirsa ABC berpikir lebih positif terhadap Ronald Reagan, sehingga akhirnya, memilih Reagan dalam pemilihan umum.

Dalam terminologi Gladwell, Jennings memenuhi syarat bertindak sebagai Salesman (mungkin saja dia tidak sengaja, “menjual” Reagan kepada para pemirsanya).

Inilah contoh , kemungkinan ribuan pemirsa yang memilih Reagan karena persuasi alias bujukan yang terjadi di alam bawah sadarnya.
Meski pemirsa ABC mengklaim bahwa mereka memilih Reagan karena kebijakannya.
Tetapi sesungguhnya tidak!

Menarik bukan?


Dengan cara yang sama, sesungguhnya ekspresi, penampilan dan bahasa tubuh yang kita tampilkan, itu mempengaruhi orang-orang di sekitar kita.
Apakah mereka akan berada di sisi kita atau justru berseberangan memusuhi kita?

Carrie Pickett menekankan, cara kita memandang orang lain akan secara langsung mempengaruhi cara kita memperlakukan mereka setiap hari.
Jika secara umum kita memandang orang lain bodoh dan tidak layak diperlakukan dengan baik, maka kita akan memperlakukan mereka demikian.

Kita harus memutuskan apakah orang lain semata sumber daya yang dapat kita manfaatkan demi mencapai tujuan dan membangun kerajaan kita sendiri; Atau kita memandang mereka sebagai panggilan untuk dikasihi dan dilayani?

Orang lain akan merasakannya dan kita pun akan menuai buahnya sesuai ‘benih’ perlakuan kita terhadap orang lain.

Kita dipanggil Tuhan untuk menjadi terang dan garam di dunia ini. Sehingga dunia sekeliling kita menjadi lebih baik karena kehadiran kita.
Itulah yang diharapkan Tuhan terhadap kita, yang mengaku beribadah dan mengasihi-Nya.

Pertanyaannya:
Apakah orang disekeliling kita juga merasakan persuasi yang sama, -seperti yang dirasakan oleh pemirsa TV ABC yang menonton berita yang dibawakan oleh Peter Jennings-, sehingga merasakan kehadiran Allah melalui kehidupan kita?


Begitu banyak orang-orang yang menghalalkan segala cara untuk mengejar ‘kekayaan’, ‘kesuksesan’ dan demi meraih ‘keuntungan’ materi.
Sedihnya, begitu banyak yang justru memakai jubah ‘rohani’, kata-katanya seolah sudah tidak menginjak bumi, karena demikian sucinya, tetapi justru orang-orang yang seperti inilah yang akhirnya mengecewakan bahkan menyalahgunakan kepercayaan kita bahkan menilap duit kita.

Sebuah ungkapan lama mengatakan, “Jika Anda mengejar kupu-kupu, Anda tidak akan pernah bisa menangkapnya. Tapi jika Anda diam, kupu-kupu itu akan menghampiri Anda.”

Ketika kita berdiri diam dan mematuhi perintah-perintah Allah, kita akan menyaksikan Tuhan membukakan pintu-pintu kesempatan dan berkat-berkat-Nya akan datang ke atas, menguasai bahkan mengejar kita.

Hebatnya, berkat Tuhan tidak sebatas materi semata. Kesehatan mengejar kita. Kebaikan juga mengejar kita.

Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia, digenapi di dalam kehidupan kita.

Bagaimana cara meraih semua ini?
Isi hati dan pikiran dengan kebenaran firman Tuhan. Karena apa yang tersimpan dalam hati, terpancar melalui ucapan mulut, bahasa tubuh serta ekspresi wajah kita.
Mempengaruhi pula cara kita memperlakukan orang lain.
Apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai…

Seperti Peter Jennings yang mempengaruhi penonton TV ABC untuk memilih Ronald Reagan, bisakah dibayangkan jika yang terpancar melalui kepribadian kita adalah kasih dan karakter Allah sendiri?
Apa pun yang tidak pernah timbul dalam hati manusia, yang melampaui mimpi-mimpi kita sekali pun, akan Tuhan sediakan bagi kita yang mengasihi-Nya.

Mau? Belajar yuk…

“We choose what attitudes we have right now. And it’s a continuing choice.” – John Maxwell.

“Kita yang memilih sikap kita saat ini. Dan itu merupakan pilihan yang berkelanjutan.” – John Maxwell

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Being VS Doing

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Being VS Doing

Kecenderungan seseorang saat mengasihi Tuhan, kebanyakan mengaitkan dengan apa yang dilakukan untuk menyatakan kasihnya. Alias Doing.

Benarkah itu yang Tuhan kehendaki?
Sedangkan yang diperhitungkan Tuhan itu motivasi dibalik apa yang kita lakukan, bukan apa yang kita kerjakan.

Kita memberikan sumbangan besar, tetapi dengan motivasi supaya dipuji orang, maka Tuhan bilang, ya pujian itu upahnya.
Sebaliknya, kita memberi sumbangan, mungkin jumlahnya tidak banyak, tetapi dengan penuh ucapan syukur karena ingin menghormati Tuhan, itu lebih berkenan.

Tuhan ingin kita mengasihi sesama. Padahal kasih itu ya Allah itu sendiri. Artinya, agar dapat mengasihi sesama, kita perlu memiliki Sang Kasih, yaitu Allah sendiri.
Tanpa melekat kepada Allah, kita tidak bisa mengasihi dengan tulus sesuai yang Tuhan inginkan.
Itulah sebabnya Tuhan ingin kita menjadi Being dari diri-Nya.

Caranya?
Dengan melekat kepada-Nya.
Ibaratnya, kita ini ranting pohon anggur. Sementara Tuhan adalah pokok anggurnya.
Ranting bisa menghasilkan buah anggur yang manis, selama ranting itu menempel pada pokok anggurnya. Jika ranting itu dipotong, dia akan layu dan mati.

Kuncinya, menjadikan diri kita persembahan yang hidup yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna, sesuai dengan Roma 12: 2 dengan cara memperbaharui pikiran kita selaras dengan firman-Nya.


Banyak orang menilai kesuksesan pelayanan seorang pendeta dari berapa banyak jemaatnya?
Seberapa besar gerejanya?
Seberapa top dia dikenal di dalam dan luar negeri?

Bagi jemaat, seberapa besar pengaruhnya? Seberapa banyak kegiatannya? Dst.

Tetapi apakah kriteria Tuhan tentang pelayanan seseorang seperti itu?
Belum tentu!

Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan:
Ananias!”
Jawabnya: “Ini aku, Tuhan!”
Kisah Para Rasul 9:10 (TB)

Saya puluhan kali membaca bagian ayat ini tetapi saya tidak pernah memahami keistimewaannya, hingga Andrew Wommack membahasnya.

Sungguh luar biasa, ketika Tuhan memanggil Ananias, dia langsung menjawab,
Ini aku, Tuhan!”

Ananias senantiasa Siap, hingga saat Tuhan memanggilnya, dia sudah ready.
Wow… Ini sikap yang luar biasa.

Sementara sebagian besar dari kita selalu sibuk dengan berbagai hal ‘penting’ berkaitan dengan kebutuhan hidup masing-masing, Ananias senantiasa berjaga-jaga, awas dan fokus pada Tuhan.

Tugas Ananias adalah mendoakan Paulus yang buta setelah mengalami perjumpaan pribadi di jalan dengan Tuhan, saat dia tengah menganiaya jemaat Tuhan.
Setelah didoakan Ananias, selaput yang menutupi mata Paulus gugur dan dia bisa melihat kembali. Ananias pula yang membaptis Paulus.

Yang tercatat dalam Alkitab, hanya itu pelayanan Ananias. Tetapi betapa dahsyatnya pelayanan Ananias ini, dia dipakai Tuhan untuk melayani Paulus yang menulis 13 surat atau 1/3 Alkitab Perjanjian Baru.

Pelayanan Ananias ini penting dan signifikan sekali.
Di mata Tuhan, tidak kalah pentingnya dibandingkan pelayanan Paulus, meski Paulus jauh lebih terkenal.

Terbukti bagi Tuhan bukan banyaknya pelayanan atau apa yang kita kerjakan yang terpenting. Melainkan seberapa baik kita melekat dan menyerap dari Allah.
Satu pelayanan dengan kekuatannya Allah akan berdampak lebih dahsyat daripada seribu pelayanan yang mengandalkan kekuatan kita sendiri.
Diluar Tuhan, kita tidak dapat berbuat apa-apa.

Andrew menekankan, ketika seseorang yang disertai Tuhan masuk ke dalam satu ruangan, atmosfir ruangan itu langsung berubah.
Saat Tuhan hadir, atmosfir berubah.
Kehadiran Allah itu nyata.

Bukan banyaknya pelayanan atau jemaat yang hadir yang menjadi tolok ukur, tetapi seberapa banyak kehidupan yang diubahkan sehingga menyerupai Allah yang penting.

Allah berdiam sempurna di dalam roh kita. Tetapi kerap pikiran, emosi dan kehendak kita menghalangi kuasa Allah terpancar melalui hidup kita.
Hanya pembaharuan pikiran yang selaras dengan firman Tuhanlah yang memungkinkan kita memancarkan karakter Allah melalui hidup kita.
Being living sacrifice (menjadikan diri kita persembahan yang hidup bagi Tuhan) jauuuh Lebih Penting daripada Doing (apa yang kita lakukan) mau pun Having (apa yang kita miliki).

Belajar sama-sama yuuuk…

Therefore I exhort you, brothers and sisters, by the mercies of God, to present your bodies as a sacrifice – alive, holy, and pleasing to God – which is your reasonable service. Do not be conformed to this present world, but be transformed by the renewing of your mind, so that you may test and approve what is the will of God – what is good and well-pleasing and perfect.

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Boundaries ….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Boundaries ….

“Thanks for your love and continuous support. I am a blessed wife, woman, mother and mother in laws,” ujar B. Linda Rahardjo,
Tugas orang tua terhadap anak :
1. Memberi nama.
2. Mendidik.
3. Menikahkan.
*SELESAI!*
4. Mendoakan anak dan cucu seumur hidupku. Sampai dipanggil Tuhan. (Bonus)
Sekarang sisa hidup ini. Belajar jadi wanita bijak sesuai kehendak Tuhan.
Kita melahirkan anak untuk dilepaskan.
Yg tak boleh dilepaskan hanya doa-doa  kita. Itu yang bernilai kekekalan. Benar ga ya?”

Dr. Paulus dan B. Linda Rahardjo adalah pasangan pemimpin yang menjadi panutan bagi saya. Harmonis, cinta Tuhan, sukses, anak-anaknya berprestasi luar biasa dan hidup mereka sungguh-sungguh memberi dampak positif dalam pekerjaan mau pun komunitas.
Jawaban ini sebagai balasan saat saya chat mengucapkan Happy Wedding Anniversary.

Apakah kebetulan?
Saya yakin tidak!
Tuhan sedang berbicara dan mengajar saya melalui chat beliau.
Saya pun merenung.

Anak dilahirkan untuk dilepaskan.
Anak itu titipan Tuhan. Dia tidak bisa memilih siapa ortunya, demikian juga sang ortu tidak bisa memilih siapa anaknya.
Tentunya Tuhan tahu mana yang paling pas untuk keduanya. Ada tujuan tertentu, mengapa Tuhan mengatur demikian.

Anak diberi nama, dididik sesuai dengan pengertian sang ortu. Tidak ada ortu yang sempurna. Keduanya saling belajar dan dibentuk dalam perjalanan hidup baik ortu mau pun sang anak.

Setelah anak menikah, dilepaskan. Tugas orangtua tinggal mendoakan hingga ajal menjemput.
Anak telah mendirikan negaranya sendiri, negara yang merdeka.
Cara saya berhubungan, tidak lagi ibu dengan anak, melainkan antar negara.

Bagaimana dengan cucu?
“Itu milik negara lain. Kita bisa memberikan usulan dan pendapat, tetapi keputusan di tangan mereka.
Jangan pernah merasa cucu itu milik kita. Itu bukan ranah kita,” ujar Rosita sahabat saya kerap memberi nasihat.

Hhhmmm Tuhan baik, mengirim banyak mentor untuk saya.

Boundaries (batas-batas alias pagarnya) menjadi jelas sekarang.
Boundaries yang jelas, menghindarkan kita dari ribuan pertempuran yang tidak perlu.
Thanks Ci Linda & Rosita!
Saya belajar.

*****
Prinsip anak bukan milik kita, pertama saya dengar saat mengikuti seminar Mother Wise.
Cukup mengagetkan para peserta karena sebagai orang Asia, sudah menjadi kewajiban anak untuk memelihara dan merawat orangtuanya di masa tua.
Itu tanda bakti sang anak.

Baik pengajaran leluhur mau pun firman Tuhan mengajarkan, ada berkat (hoki) tersendiri untuk anak yang berbakti.

Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu, merupakan salah satu perintah dalam 10 Perintah Allah.

Tinggal di Panti Jompo, merupakan ketakutan dari beberapa teman.
Dan sebagian menganggap anaknya durhaka jika tidak bersedia merawat orangtuanya di masa tua.

“Menurut Bu Yenny bagaimana?”, tanya seorang teman.

“Saya tidak tahu bu… Saya bukan Tuhan. Kadang kita begitu sibuknya memikirkan apa yang mungkin terjadi di masa depan, sementara apa yang akan terjadi 1 jam lagi saja, kita tidak pernah tahu.”

Selama masih mampu mandiri, kami memilih hidup mandiri. Idola saya Bu Magdalena Sukartono. Meski sudah berusia 80 tahun masih aktif bersosmed, cerdas, sehat, kreatif dan menjadi motivator terkenal. Masih menjadi pendamping beberapa perusahaan besar. Hidup sendiri secara mandiri bersama Ling Ling anjingnya.

Saat sepuh dan butuh pertolongan, tentu saya lebih senang jika ada anak yang bersedia merawat. Tetapi kalau tidak pun, saya percaya, itu yang terbaik bagi saya.

Di Panti Jompo yang bagus, mereka senang koq hidup dengan teman-teman segenerasinya.
Sahabat saya, Vannessa, melayani di Panti Jompo di Belgia. Mereka diperlakukan dengan baik, penuh kasih dan dihormati. Terlebih Vannessa memang pelayan Tuhan yang penuh kasih dan peduli.

Saya meminta kepada Tuhan, jangan sampai hidup saya merepotkan siapa pun. Tidak ingin berhutang budi juga.

Hidup saya ada di tangan Tuhan. Sejak muda saya sudah mengikut Tuhan dan saya percaya, Allahku mengasihi saya lebih daripada saya bisa mengasihi diri saya sendiri.
Dia sudah berjanji, merancanglan bagi saya, hari depan yang penuh harapan.
Dan saya percaya.

Sepanjang hidup saya berusaha taat dan menabur berbagai benih kasih dan kebaikan baik dalam hidup anak-anak, keluarga, teman dan orang-orang yang saya kenal, semampu saya dan sesuai dengan pengertian saya pada saat itu. Sempurna? Tentu tidak! Tetapi Tuhan tahu sikap dan ketulusan hati saya.

Dan saya selalu percaya, apa yang saya tabur, itulah yang saya tuai. Termasuk saya berusaha konsisten menulis Seruput Kopi Cantik, sebagai benih inspirasi kebaikan yang saya tabur selama bertahun-tahun.

Saya senang sekali dengan komentar Novi yang sangat bijak,
“Aku bilang ke anak tunggalku, papi mami tidak akan membebani kamu harus memelihara kami. Papi mami akan hidup sendiri setelah kamu menikah. Kami juga sudah membeli asuransi kesehatan agar tidak membebani kamu kelak. Kalau perlu, Papi mami tidak keberatan jika harus tinggal di Panti Jompo. Tentunya dengan harapan panti jompo yang nyaman seperti di luar negeri.”

Kembali saya belajar…

Hidup itu bukan saya yang mengatur. Saya bukan Tuhan.

Yang bisa saya lakukan adalah hidup berhikmat.
Saya percaya kesembuhan Tuhan, tetapi saya tetap menyiapkan asuransi kesehatan, sebagai payung.
Menabung agar bisa mencukupi kebutuhan hingga akhir hayat nanti.
P. Indra dan saya berusaha semaksimal mungkin menyiapkan masa depan yang terbaik, agar jangan sampai saat meninggal nanti, meninggalkan berbagai beban yang memberatkan anak-anak dan keluarga.
Terus menerus belajar dan berkarya, agar setidaknya saat kami sudah tidak di dunia ini, mereka punya kebanggaan tersendiri menjadi keturunan kami.

*Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.*

Saya selalu bangga menjadi anak papa dan mama saya dan menjadi menantu dari ortu P. Indra.
Ke mana pun kami pergi, berbagai kesaksian bagaimana papa-papa kami menolong orang lain. Mama- mama yang murah hati senang berbagi.
Itu menjadi teladan kami.

Hidup hanyalah meresponi secara positif apa pun yang disodorkan oleh kehidupan.
Ketika hidup memberimu jeruk, buatlah limun, demikian quotes Zig Ziglar.

Saya tidak sibuk memikirkan yang nun jauh di sana.
Tugas saya memastikan setiap langkah hidup saya setiap hari,  betul-betul mengikuti arahan Tuhan dan mengerjakan yang terbaik sesuai kehendak-Nya.
Saya yakin dan beriman, saya akan berada di tempat yang terbaik dan menjadi pribadi terbaik yang menggenapi rancangan-Nya dalam hidup saya.

I do my best and God will do the rest.
Itulah kesuksesan yang sejati!

Bagaimana pendapat Anda?

Your call will become clear as as your mind is transformed by the reading of Scripture and the internal work of God’s Spirit. The Lord never hides His will from us. In time, as you obey the call first to follow, your destiny will unfold before you. The difficulty will lie in keeping other concerns from diverting your attention. – Swindoll Charles R.

Panggilan hidup kita menjadi jelas ketika pikiran kita diubahkan selaras dengan  firman Tuhan dan pekerjaan internal Roh Allah.  Tuhan tidak pernah menyembunyikan kehendak-Nya dari kita.  Pada waktunya, saat kita mendahulukan, mematuhi dan mengikuti panggilan-Nya, takdir akan terbentang di hadapan kita.  Kesulitannya adalah menjaga agar perhatian kita tidak teralihkan pada hal yang lain. – Swindoll Charles R.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kematian karena Stres.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Kematian karena Stres.

Jika saya harus memilih kata modern untuk menggambarkan kondisi manusia yang terpisah dari Tuhan, saya mungkin akan memilih kata “stres.”

Banyak yang percaya bahwa stres adalah penyebab utama sakit penyakit dan saya cenderung setuju.
Begitu kita memahami berbagai segi stres, jelaslah terlihat, ternyata sebagian besar dari kita menjalani kehidupan yang dipenuhi stres dan menderita akibatnya.

Pertimbangkan stres karena hal-hal berikut.

  1. Stres merasa bersalah.
  2. Stres ditolak.
  3. Stres dilecehkan.
  4. Stres keuangan.
  5. Stres perceraian.
  6. Stres pernikahan.
  7. Stres sebagai orangtua.
  8. Stres politik.
  9. Stres keresahan sosial.
  10. Stres diet yang buruk.
  11. Stres karena pilihan gaya hidup yang buruk.
  12. Stres karena tersinggung, kepahitan dan marah.
  13. Stres dihantui rasa takut.
  14. Stres karena gagal.
  15. Stress Tekanan pelayanan.

Seperti yang bisa kita bayangkan, daftar itu bisa berlanjut terus dan terus.

Setiap bidang kehidupan kita yang terlepas dari kehidupan-Nya tunduk pada tekanan,
atau sebagaimana Alkitab menyebutnya,
“hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.”
2 Petrus 1:4 (TB).

Nafsu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri, secara terpisah dari Tuhan.

Yesus ingin agar kita menikmati hidup yang berkelimpahan, tetapi hidup itu tidak dapat dijalani dengan cara kita sendiri. Kita harus menarik dari kehidupan-Nya.

“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”
Yohanes 15:5 (TB).

Ada perbedaan antara menghasilkan buah (berbuah) dengan mengerjakan pekerjaan yang menghasilkan.

^Buah datang dengan damai yang datang dari dalam.
^Sementara pekerjaan biasanya dihasilkan oleh stres dan dirancang untuk membuktikan kemampuan diri sendiri, membela diri, atau melindungi diri sendiri.

Buah kehidupan yang berkelimpahan tidak akan pernah tumbuh di ‘tanah stres’.

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”
Yohanes 14:27 (TB).

Yesus mewariskan damai sejahtera-Nya bagi kita. Itu bukan kedamaian ala dunia. Dunia tidak memiliki kedamaian sejati untuk diberikan. Jika kita berharap kepada dunia untuk memperoleh ketenangan dan kedamaian, maka kita akan gagal. Kesehatan kita pun akan gagal, baik secara fisik, mental mau pun emosional.

“Janganlah gelisah hatimu.”
Ini adalah perintah! Hanya kita yang bisa melakukannya.

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Amsal 4:23 (TB).

Stres adalah pilihan.
Damai adalah pilihan.
Kematian karena stres bisa melelahkan dan panjang, bisa juga cepat dan tidak terduga.
Satu-satunya jawaban adalah tinggal di dalam Dia.
Hanya Tuhan yang memiliki kehidupan sejati.
Kita bisa hidup melampaui tekanan dunia dan menjadi sumber pengharapan bagi orang lain.
Itu pilihan kita!

[Repost : “Death by Stress”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Allah Yang Menyediakan! Yeaaaayyyyy….

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Allah Yang Menyediakan! Yeaaaayyyyy….

Petrus, Yohanes dan kawan-kawannya letih setelah semalaman berusaha menangkap ikan, namun hasilnya nihil.

Saat mendekati pantai, terdengar suara,
“Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?”

Jawab mereka: “Tidak ada.”

“Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.”
Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.

Kisah ini menggelitik hati saya, di tempat yang sama, dengan cara yang sama, di mana mereka berusaha menangkap ikan semalaman dan hasilnya nihil, tetapi sekarang mereka memperoleh banyak sekali ikan.

Luar biasanya lagi dicatat, Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.
Yohanes 21:11 (TB)

Mujizat terjadi mengikuti penyediaan yang berkelimpahan.

Keberhasilan tidak ditentukan oleh tempat mau pun caranya, melainkan karena ‘sepatah kata’ dari Tuhan. Dia tahu saat yang tepat dan lokasi yang pas, – di sebelah kanan perahu-, untuk memperoleh ikan. Tempatnya sama, tapi karena sepatah kata dari Tuhan, hasilnya berbeda.
Itulah sebabnya kita perlu mengikuti-Nya dan melakukan sesuai dengan cara-Nya, agar kesuksesan tercipta.


Mengharukan sekali, saat murid-murid yang kelelahan tiba di pantai, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti.

Yesus tahu kelelahan murid-murid-Nya. Sebelum mereka tiba, Yesus sudah menyiapkan roti panggang dan ikan…

Soo Sweet….

Betapa seringnya saya kuatir tentang banyak hal. Padahal sebelum membutuhkannya, Tuhan sudah menyediakan jawabannya.

Isaiah 65:24 [NLT]
I will answer them before they even call to me.
While they are still talking about their needs,
I will go ahead and answer their prayers!

Aku akan menjawab bahkan sebelum mereka memanggilKu.
Sementara mereka masih membicarakan kebutuhan mereka, Aku akan menjawab doa mereka!

Tuhan mengerti apa yang saya butuhkan, meski saya belum mengatakannya.
Sungguh pemahaman yang sangat memerdekakan!

Andreas Hartanto, sahabat saya mengingatkan, banyak orang berdoa karena mengharapkan sesuatu.
Entah pertolongan, berkat, perlindungan, dan seterusnya. Sibuk menyampaikan berbagai list permintaan.

Mengapa kita tidak berdoa dan membaca firman karena ingin mengenal-Nya lebih dalam lagi?
Ketika kita menyelaraskan diri kita dengan Tuhan, pikiran kita sama dengan pikiran Tuhan, perkataan kita sama dengan perkataan Tuhan, perasaan kita sama dengan perasaan Tuhan, – kita di dalam Tuhan & firman-Nya tinggal di dalam kita-, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya, demikian janji Tuhan. Yohanes 15:7 (TB)

Sesungguhnya, tanpa kita minta pun, Tuhan sudah menyediakan apa pun yang kita butuhkan, melebihi apa yang bisa saya pikirkan.
Dia Bapa Yang Maha Baik!

Bagaimana pendapat Anda?

Psalms 23:6 (NET) Surely your goodness and faithfulness will pursue me all my days, and I will live in the Lord’s house for the rest of my life.

Mazmur 23:6 (TB) Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 2 3 5