Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Meminjamkan Uang Itu Tabu? Tergantung…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Meminjamkan Uang Itu Tabu? Tergantung…

Bersyukur sekali bisa Sekolah Charis, karena di sini bisa belajar secara seimbang, sukses dalam bisnis tanpa harus menginjak kaki orang lain.Sebaliknya, kami diajar untuk sukses dalam bisnis, tetapi dengan tujuan Ilahi: menjadi berkat bagi orang lain.
Nach ini yang langka!

Saat menjelang ajal pun, pribadi yang demikian akan tersenyum lebar karena mereka pulang kepada Allah dengan puas: sudah menggenapi rencana-Nya menjadi Terang Dunia dan telah memanfaatkan segala talenta yang dititipkan-Nya untuk kebaikan sesamanya.
Membawa mereka naik, bukan turun.

Menjadi kaya, sukses ala dunia dengan merugikan orang lain, sudah umum di dengar… dan justru membuat hati tidak nyaman.
Tetapi melihat prestasi pribadi-pribadi yang mengasihi Tuhan sungguh-sungguh, tidak hanya kata-kata semata, namun dibuktikan melalui karyanya….
Wow…. membuat hati berbunga-bunga! Menginspirasi!
Inilah yang disebut kesuksesan sejati.
Membawa dampak di dunia dan menjadi persembahan yang harum bagi Tuhan di kekekalan.

Billy Epperhart, guru saya mengajarkan Money Mastery, bagaimana caranya kita menguasai uang, bukannya uang yang mengusai kita.
Kita menggunakan uang untuk menggenapi rencana Allah agar kehidupan orang-orang yang Tuhan petcayakan bisa dibangun dan ditingkatkan kualitasnya sehingga mereka bisa melihat bahwa Allah itu baik.
Kita semua hanyalah bejana yang mengalirkannya.

Salah satu pengajaran Billy Epperhart yang menggigit, menjadi kaya adalah sebuah kebajikan.
Kita perlu hidup berkelimpahan, agar bisa menyalurkan kelimpahan kita kepada orang lain dan saat melayani bisa tulus, tanpa mengharapkan balas jasa … kan hidup kita sudah lebih dari cukup.

Banyak orang yang berkekurangan, justru gak mau belajar tentang keuangan. Mereka takut, merasa tidak nyaman dan akhirnya menganggap kekayaan itu jahat. Di sisi lain sesungguhnya mereka butuh bahkan mendambakannya.
Tanpa mau belajar, seseorang tidak akan ke mana-mana.
Dengan belajar, kita bisa memandang permasalahan dengan cara pandang yang benar dan kita bisa belajar untuk mengelola serta mengembangkannya.

Robert Kiyosaki, penulis “Rich Dad Poor Dad”, berkata
Kekayaan adalah Pola Pikir, bukan jumlah saldo di Bank.”

Salah satu contoh yang diajarkan, hiduplah dengan 80% pendapatanmu. Jangan dihabiskan.
10% nya gunakan untuk Tuhan. 5% untuk investasi membangun diri sendiri alias belajar, kursus, beli buku dan resources lainnya. 5% lagi diinvestasikan
Lebih bagus lagi hidup dengan 70% dari pendapatan kita. 10% untuk Tuhan, 10% untuk investasi mengembangkan diri dan 10% untuk investasi.

Dengan mempraktekkan hal ini, Billy Epperhart terbukti sukses menjadi pengusaha yang sukses berinvestasi di properti melalui perusahaannya, dan masih memiliki berbagai usaha-usaha lain yang sangat menguntungkan: Wealthbuilders Investments & Tricod Global.

Billy Epperhat masuk ke pasar Afrika. Di sana bunga bank bisa sampai 16%/ tahun. Sementara rentenir meminta bunga hingga 40%.
Apa yang Billy lakukan?
Membantu memberi uang secara cuma-cuma? NO!
Itu yang membuat mereka memiliki mental tunjangan, malas dan endingnya tidak ke mana-mana.
Itulah yang banyak dilakukan organisasi bantuan dari Amerika.

Beliau meminjamkan uang dengan bunga rendah, tetapi tidak stop di sana. Setiap bulan diadakan pelatihan bagi para nasabahnya. Ada program mentoring sehingga mereka dibimbing hingga mampu mandiri.
Cerita-cerita sukses para nasabahnya mengalir…. mereka berhasil dan makin maju berkembang.

Sejak dulu saya anti terima bunga dari uang karena itu Riba, dosa.
Akibatnya saya pun memilih, tidak mau meminjamkan uang.
Setelah mendengarkan pelajaran dari Billy, hhhmmm… bagus juga jika bisa meminjamkan uang melalui perusahaan yang legal, lalu diberikan pelatihan, sehingga orang-orang tidak sekedar belajar teorinya tetapi dibimbing hingga praktiknya.
Mengapa harus mengambil bunga?
Perusahaan kan butuh biaya untuk operasional. Dengan cara demikian investor tidak perlu terus menerus menambah uang di perusahaan tersebut, tetapi perusahaan itu bisa terus berkembang menjangkau serta membantu kalangan yang lebih luas.

Lebih memukau lagi, Billy bercerita, 100% penghasilannya di atas grafik keuangannya, dipersembahkan untuk Tuhan.
Simplenya, semua penghasilan setelah kebutuhannya tercukupi, semua untuk mengerjakan proyeknya Tuhan.
Grafik apa Bu Yenny?
Sekolah dong…. nanti tahu apa grafik apa yang dimaksud…
Keren ya?

“Wealth is not to feed our egos, but to feed the hungry and to help people HELP THEMSELVES” – Andrew Carnegie.

“Kekayaan bukan untuk memberi makan ego kita, tapi untuk memberi makan mereka yang lapar dan membantu mereka untuk MEMBANTU DIRI MEREKA SENDIRI” – Andrew Carnegie.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kekhawatiran Akan Dunia Ini….

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Kekhawatiran Akan Dunia Ini….

“. . . lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.” Markus 4:19 (TB)

Selalu ada kekhawatiran dan gangguan. Kejatuhan, sifat manusia tidak berubah. Ketika Yesus mengucapkan kata-kata ini, ada “kekhawatiran” dan “keinginan” yang hidup di hati pria dan wanita pada zaman-Nya. Pada saat ini, seperti pada masa kita ini, kekhawatiran dunia menghimpit kata-kata tersebut. Dengan kata lain, apa yang kita “ketahui” menjadi tidak efektif.
Iman sejati berasal dari hati, dan hati yang dipenuhi kekhawatiran dan keinginan dunia tidak akan peka terhadap Roh atau kuat dalam iman.

*Hati yang penuh kekhawatiran dan keinginan dunia, berarti ada di dalam teritori si musuh. Kuasa Tuhan terblokir di sana. Gelap dan terang tidak dapat bersatu.*

Di zaman kita sekarang, gangguan semakin meningkat. Teknologi zaman kita telah menambahkan radio, TV, internet, streaming film, email, ponsel pintar, dan aplikasi untuk segala hal. Pilihannya tidak terbatas, dan gangguan itu dianggap perlu.
Manusia jaman ini tidak bisa jauh dari internet dan ponsel pintar.
Namun berapa harga yang harus kita bayar?

Begitu banyak orang percaya yang tulus bertanya:
Mengapa mereka tidak sembuh?
Mengapa hubungan mereka tidak sejahtera?
Mengapa anak-anak mereka berantakan?
Mengapa mereka tidak memiliki kedamaian?
Dan di manakah tepatnya kehidupan berkelimpahan yang Yesus berikan kepada kita?
Saya percaya bahwa “kekhawatiran” dan “keinginan” dunia telah mengeraskan hati kita terhadap hal-hal yang berasal dari Allah.
Kita terlalu sibuk untuk memiliki hubungan sejati yang berkualitas dengan-Nya.
Kita terlalu sibuk untuk menghabiskan waktu membaca Firman dengan hati yang lapar.
Kita terlalu sibuk untuk berdoa, saat teduh bahkan untuk mengucap syukur.
Kita semua sudah menjadi terlalu sibuk.

Akibatnya?
Kehidupan menjadi panik, dipenuhi dengan kecemasan, ketakutan, keraguan, kepahitan, dan kepasrahan.
Kekhawatiran dunia adalah serangan yang digunakan musuh untuk mencuri, membunuh, dan menghancurkan.

Walaupun banyak orang yang perhatiannya teralihkan oleh kekhawatiran dan keinginan, ada pula yang menikmati buah dari hubungan yang tulus dengan Tuhan.

Teknologi bisa dimanfaatkan untuk memperoleh hal-hal dari Tuhan yang membawa berkat.
Ribuan jam pengajaran, buku audio, dan tulisan tentang penjabaran ayat-ayat firman Tuhan tersedia secara online.
Kita tidak boleh membiarkan teknologi mencuri waktu dan hati kita. Kita dapat menggunakannya untuk mengisi diri kita setiap hari dengan Firman dan wahyu.
Banyak yang tidak mendengarkan Tuhan karena mereka mendengarkan hal-hal lain. Dia selalu berbicara, namun apakah kekhawatiran dunia menghambat hati dan iman kita?

Sumber: Barry Bennett

******
Setuju sekali dengan ungkapan Barry Bennett: saya mendapatkan banyak sekali manfaat dari internet dan ponsel pintar saya.
Why?
Saya follow tokoh-tokoh rohani yang saya tahu persis, pengajarannya bagus dan buahnya nyata.
Hidup kita tidak akan jauh dari hidup orang-orang ‘terdekat’ kita, termasuk kehidupan tokoh-tokoh yang kita ikuti (follow) & serap pengajarannya.

Setiap membuka ponsel, muncul quotes-quotes apik dan berbagai pengajaran yang membangun iman saya.
Ke mana pun mata melihat, atau telinga mendengar, maka yang ditabur adalah benih firman Tuhan.
Wow….
Keberuntungan yang bisa dialami orang-orang di jaman ini, yang tidak dimiliki di jaman kakek-nenek kita.

Hidup adalah Pilihan.
Tergantung keputusan kita sendiri, memilih fokus pada dunia atau kepada Tuhan.
Keputusan kita, menentukan buah yang akan kita nikmati.
Apa pilihan Anda?

You have to face circumstances through the eyes of eternity – Morgan Dufresne.

Kita harus melihat & mengatasi keadaan sekeliling kita melalui sudut pandang kekekalan – Morgan Dufresne.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Nasib? NO!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Nasib? NO!

Ani bercerita bagaimana nasib sial senantiasa mengejar keluarganya. Bisnis membaik sebentar, baru bisa mengumpulkan sedikit tabungan, lalu kesialan datang lagi…
Akhirnya, tabungan terpakai.

Banyak orang seperti Ani, yang terjebak dalam lingkaran setan seperti itu, tanpa tahu jalan keluarnya. Yang tidak mereka sadari, mereka sepakat dengan label bahwa mereka memang orang sial, nasibnya memang begitu. Om & tantenya selalu sial. Kakek & neneknya selalu sial. Ayah & ibunya sial juga. Ani pun percaya memang dia keturunan sial.
Pasrah. Sudah nasib.

As a man think in his heart, so is he….
Seperti orang berpikir dalam dirinya, demikianlah ia…

Sesungguhnya, saat Ani menerima Tuhan sebagai Juruselamat pribadinya, dia menjadi Ciptaan Baru.
Ani sekarang menjadi Warga Negara Kerajaan Allah, DNA Ani sekarang adalah DNA Allah, yang penuh kemenangan. Janji Allah untuk Musa & Daud, janji Allah untuk Ani juga.

The Battle is in your mind. Peperangan ada di kepala Anda.
Kitalah pengendali pikiran kita, maka kita yang bisa memilih pikiran apa yang kita ijinkan bercokol di kepala kita.

Bagaimana cara mengubah nasib?
Deklarasikan Identitas kita di dalam Tuhan.
– Karena Tuhan menyertaiku, maka aku seperti Daud yang mampu mengalahkan Goliat. Bahkan menjadi ‘raja’ yang mampu menguasai daerah yang luas.
Dihargai, dihormati dan disegani oleh kawan dan lawan.

– Tuhan menyertaiku seperti menyertai Musa. Saat di depan terbentang laut merah dan di belakang Firaun & tentaranya mengejar, Tuhan menyertai hingga laut merah terbelah, Musa dan bangsanya menyeberang di tanah kering.
Intinya, tanamkan ke dalam diri kita bersama Tuhan kita pasti menang. Tuhan sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkan atau membiarkan kita.

– Deklarasikan janji-janji kemenangan Tuhan dengan bersuara. Awalnya, terasa seolah gak mungkin. Tetapi iman timbul karena pendengaran, dan pendengaran akan Firman Tuhan. Firman Tuhan itu bukan kata-kata biasa, melainkan roh, hidup dan berkuasa.
Semakin kita fokus dan terus mendengarnya, kita akan menjadi seperti apa yang dikatakannya.
Secara bertahap Firman Tuhan menjadi mindset kita. Mindset Kerajaan Allah.

Pikiran itu mengikuti apa yang kita programkan.
Jika kita membiarkan pikiran dunia, dan kebiasaannya yang terus menerus didengarkan, maka mindset kita menjadi mindset dunia.
Demikian pula sebaliknya.
Pilihan di tangan kita sendiri.

Selftalk, apa yang kita katakan kepada diri sendiri itu penting.
Jangan biarkan pikiran mengembara liar, memikirkan ketakutan, perasaan bersalah, perasaan tertuduh.
Serahkan kepada Tuhan dan move on, maju terus.
Kita yang berkuasa mengendalikan pikiran kita, mau diarahkan ke mana? Mau memikirkan apa?
Pikirkan Tuhan dan kebenaran firman-Nya tentu saja!

Raja Daud menulis:
You’ve gone into my future to prepare the way, and in kindness you follow behind me to spare me from the harm of my past. You have laid your hand on me!

Engkau (Tuhan) telah pergi ke masa depanku untuk mempersiapkan jalan,
dan kebaikan-Mu mengikuti di belakangku untuk menyelamatkan aku dari bahaya masa laluku.
Dengan tangan kasih-Mu atas hidupku,
Engkau memberkatiku.

Tuhan sudah berjanji untuk melindungi dari bahaya masa lalu kita, artinya Tuhan yang akan membereskan akibat kesalahan kita, jika kita mau berserah kepada-Nya.
Bahkan Tuhan memberkati kita sekarang dan sudah menyiapkan jalan kesuksesan bagi masa depan kita.
Renungkan ini secara mendalam, maka hati lega dan mujizat besar menanti di depan sana.
Bergaul dengan teman-teman yang menghidupi firman-Nya maka kita pun akan menjadi seperti mereka: Hidup Berkemenangan.

Semakin kita membangun Mindset Kerajaan Allah, hidup makin dipenuhi damai sejahtera dan sukacita. Kasih Allah, kesabaran, kelemahlembutan, kebaikan pun mengalir secara natural dalam kehidupan kita.
Hidup jadi enteng dan menyenangkan.
Dan semakin melekat kepada Tuhan, kita menyadari, berbagai hal berada di tempat yang seharusnya, tanpa harus ‘ngoyo’ atau bersusah payah.
Rasa syukur pun mengalir dari mulut serta hati kita.
Berkat yang mengejar kita.
Kesuksesan tercipta tanpa harus menjegal kanan kiri atau menggunakan trik dunia yang licik.
Ke mana pun pergi, dipertemukan dengan orang-orang yang baik. Orang-orang berlomba-lomba ingin menjadi saluran berkat bagi kita, karena kita sudah terlebih dahulu menabur berbagai kebaikan dan kasih.

Dengan kondisi demikian, tentu saja kita lebih sehat, tenteram dan bahagia bukan?
Inilah kehidupan di bumi seperti di surga.Mau? Praktik yuk…

We cannot embrace God’s forgiveness if we are so busy clinging to past wounds and nursing old grudges – Bishop T.D. Jakes.

Kita tidak bisa menerima pengampunan Tuhan jika kita begitu sibuk berpegang teguh pada luka masa lalu dan menyimpan dendam lama – Bishop T.D. Jakes.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Seperti Apakah Surga Itu?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Seperti Apakah Surga Itu?

Beberapa tahun yang lalu, saya, -Barry Bennett-, sedang mempelajari topik surga dan kehidupan kekal. Setelah sekitar dua minggu merenungkan banyak ayat, Tuhan mempercepat saya untuk “melihat” dengan hati saya sesuatu yang berdampak selamanya bagi hidup saya selanjutnya. Seiring berjalannya waktu, saya terus mengingat momen itu. Itu mengubah saya dalam banyak hal. Saya memasuki dimensi baru damai sejahtera dan sukacita yang baru.

Saya percaya ayat-ayat di bawah ini paling menggambarkan apa yang saya “lihat” di dalam hati saya.
Saya sering membacanya dan itu memberkati saya

“Engkau memahkotai tahun ini dengan kebaikan-Mu, dan jalan-jalan-Mu dipenuhi dengan kelimpahan.” (Mzm. 65:11)

Jalan-jalan Tuhan penuh dengan kelimpahan. Hatinya berlimpah kehidupan, berlimpah kedamaian, dan berlimpah kegembiraan. Dalam kebaikan-Nya tidak ada kekhawatiran, tidak ada kegalauan, dan tidak ada rasa takut.

“Mazmur 16:11 (TB) Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.”

Saya rasa kita tidak bisa benar-benar merasakan “kepenuhan sukacita” di dunia ini. Mungkin dalam Roh, kita dapat mengalaminya sampai taraf tertentu. Namun dapatkah kita membayangkan kepenuhan sukacita ilahi? Kehidupan mutlak tanpa kutukan, tanpa kegelapan, tanpa rasa sakit, tanpa kehilangan, dan tanpa kerusakan, menanti kita.

“Mereka merasa puas dengan kepenuhan rumah-Mu, dan Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu.” (Mzm. 36:8)

Tidak ada kekurangan atau tanda-tanda kekurangan di “Rumah-Nya.” Tuhan mengetahui keinginan kita, dan air kehidupan dipenuhi dengan nikmat-Nya bagi anak-anak-Nya.

“Dan dia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan yang murni, jernih bagaikan kristal, mengalir dari takhta Allah dan takhta Anak Domba. Di tengah jalannya, dan di kedua sisi sungai, ada pohon kehidupan. . .” (Wahyu 22:1-2)

Kehidupan kekal bersama-Nya tidak dapat dijelaskan secara memadai, namun saya percaya ayat-ayat ini memberi kita gambaran sekilas tentang apa yang akan terjadi. Dan Dia menghendaki agar kita juga mempunyai kehidupan yang berkelimpahan di kehidupan ini. Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu.

Sumber: Barry Bennett.

*******
Dalam Doa Bapa Kami, Tuhan Yesus mendoakan kita agar mengalami hidup di bumi seperti di surga. Berarti itu bisa dicapai. Reachable!

Caranya?
Ternyata semakin kita mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus [Yohanes 17:3 (TB)] dan benar-benar Walking in The Spirit, hidup dengan sungguh-sungguh Berjalan Dalam Roh, maka kita semakin merasakan hidup di bumi seperti di surga.

Berdoa Berhasa Lidah (Speaking in Toungue), salah satu cara yang membuat jiwa dan tubuh kita tunduk kepada roh.
Jika ingin memiliki hubungan yang lebih berkualitas bersama Tuhan dan bertumbuh secara rohani, mulailah berdoa dalam roh satu jam setiap hari. Hasilnya, kita akan melihat begitu banyak kekuatan, kedamaian, hikmat dalam kehidupan kita, sehingga kita tidak akan pernah mau mengambil keputusan tanpa berdoa lagi dalam roh. Ini adalah rahasia pewahyuan dalam kehidupan kita. Faktanya, Alkitab memberitahu kita bahwa Tuhan akan menyingkapkan misteri kepada kita ketika kita berdoa dalam roh.
Wow…. dahsyatnya!

Roma 8:26-27 (TB) Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

Kita jadi lebih peka mendengarkan suara dan tuntunan-Nya. Melihat permasalahan seperti hitam putih, jauh lebih mudah membedakan serta mengambil keputusan karenanya. Perlindungan extra terjadi ketika kita melekat kepada Tuhan.

Mau? Praktik yuk….

God can create this world in six days, imagine what He can do with your life?

Tuhan menciptakan dunia ini dalam enam hari, bayangkan apa yang dapat Dia lakukan di sepanjang hidup Anda?

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Soal Hutang Lagi…..

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Soal Hutang Lagi…..

Ketika menulis tentang hutang, banyak japri dari sana sini.
“Bagaimana ya B. Yenny, saat ada yang ingin meminjam uang, hati ini berbelas kasihan, gak tega. Ternyata setiap kali orang berhutang, lupa mengembalikannya. Bahkan lupa klo punya hutang…. malahan saya yang meminjamkan uang sampai sungkan menagihnya tetapi yang berhutang justru santai saja…”

Familiar dengan kisah ini?
Kerap orang itu merasa sungkan jika tidak memberi hutang. Tidak berani menolak, apalagi jika yang hendak meminjam uang itu orang yang kita hormati. Orang-orang yang memiliki otoritas dalam kehidupan kita.

Kerapkali kita mengambil keputusan berdasarkan PERASAAN.
Dulu saya pun begitu. Serba sungkan dan tidak berani menolak. Apalagi saya dibesarkan dengan lingkungan adat Jawa yang budaya “ewuh pekewuh”-nya tinggi.
Sampai saya belajar kebenaran Firman Tuhan.

Tuhan memberi kita perasaan agar hidup kita berwarna dan menarik tetapi Perasaan TIDAK di dimaksudkan untuk memimpin hidup kita. Kita dipimpin oleh Roh Tuhan, sesuai firman-Nya, BUKAN oleh perasaan.

Perasaan itu tidak tetap dan tidak bisa diandalkan. Perasaan senantiasa berubah mengikuti apa yang kita pikirkan.
Ubah Pikiran kita maka Perasaan pun ikut Berubah.

Itulah sebabnya Tuhan mengajari kita agar hidup dipimpin oleh kebenaran firman-Nya, yang tidak berubah, dari dulu, sekarang sampai selama-lamanya.

Sesungguhnya, sebelum mengambil keputusan, hendaknya kita berhitung dulu.
Mempertimbangkan kemungkinan yang bisa terjadi.
– Siapa orang yang hendak meminjam uang? Berapa besar kemungkinannya dia bisa mengembalikan hutangnya?
– Bagaimana reputasinya selama ini?
– Jika tidak dibayar, apakah saya rela? Yang dipinjamkan, uang lebih atau uang kebutuhan pokok hidup kita?
– Apakah ada jaminan yang diberikan? (Jika nilainya besar). Perlukah membuat kesepakatan di notaris?
Atau minta diberikan Bilyet Giro sebagai jaminan? Jika sampai tidak ada dananya, bisa dijadikan barang bukti untuk dilaporkan ke polisi.
– Dsb.

Dengan mempertimbangkan hal ini, tentunya keputusan yang diambil sudah didasari oleh pertimbangan yang matang. Jangan lupa libatkan Tuhan dalam memutuskan. Kita hanya bisa memandang sejauh mata memandang, Tuhan melihat hingga jauh ke depan.
Dan yang mengambil keputusan mau meminjamkan atau tidak, itu kita sendiri, dengan segala resikonya. Jadi saat resiko terjadi, seharusnya kita sendiri yang bertanggung jawab, tidak bisa menyalahkan orang lain.

Dieeennnkkk……

Mita sudah mengumpulkan uang untuk membelikan rumah untuk anaknya. Kakak kandung Mita datang minta tolong untuk meminjam uang karena keperluan mendesak.
Pinjam 2 bulan saja, demikian janjinya. Nanti 2 bulan ada pembayaran dari customernya, uang akan dikembalikan.
Mita percaya.

2 bulan berlalu, bahkan hingga kini tidak kunjung dibayar.
Suaminya marah dan selalu menjadi bahan pertengkaran mereka. Anaknya kecewa dan marah pula. Hubungan Mita dengan suami dan anaknya sangat memburuk. Dia merasa rumahnya bak neraka sekarang.

Tentu Mita kecewa dan marah sekali kepada kakaknya. Saat Mita memuntahkan rasa frustrasinya dengan marah pada sang kakak, perang tidak dapat dielakkan lagi. Hubungan persaudaraan mereka putus.

Lebih runyam sekarang. Lebih baik melawan rasa sungkan sejak awalnya, keadaan akan jauh lebih baik.

Masih ingat prinsip 6 Keranjang 7 Langkah dari Tung Ning?
Selalu ada pos bagian uang kita. Setiap penghasilan yang kita miliki sudah ada pos masing-masing.
Kita bisa meminjamkan uang dari pos dana sosial, bukan dari keperluan pokok keluarga.

Sssttt…. dari pengalaman pribadi selama ini, orang justru respect koq klo kita berani jujur dan jika perlu, menolak dengan tegas.
Saya memang TIDAK MAU meminjamkan uang, lebih baik beri serelanya. Mau silakan diterima, gak mau ya gpp.

Pernah teman yang yang ‘sangat’ mampu ingin meminjam dalam mata uang USD. Saya tawarkan untuk memberi saja semampu saya. Dia menolak.
“Klo cuma segitu saya ada koq….”, jawabnya.
Sungkan sebentar sich, tapi sesudahnya baik-baik saja tuh….
Daripada pusing di belakang hari, mendingan begitu.
Berani gak? ?
Dengan enteng sambil tersenyum pula saya bilang,
“Sejak dulu saya berprinsip, ga mau putus hubungan dengan teman gara-gara hutang piutang….”.

Banyak juga teman-teman yang konon pinjam uang dengan teman lain dan tetap dibayar. Baik-baik saja.
Tapi saya memilih tidak masuk kelompok itu.

Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Bagaimana pendapat Anda?

“Many delight more in giving of presents than in paying their debts.”- SIR PHILIP SYDNEY

“Banyak orang yang lebih senang memberi hadiah daripada membayar utangnya.” – SIR PHILIP SYDNEY

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 91 92 93 94 95 416