Articles

Meminjamkan Uang Itu Tabu? Tergantung…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Meminjamkan Uang Itu Tabu? Tergantung…

Bersyukur sekali bisa Sekolah Charis, karena di sini bisa belajar secara seimbang, sukses dalam bisnis tanpa harus menginjak kaki orang lain.Sebaliknya, kami diajar untuk sukses dalam bisnis, tetapi dengan tujuan Ilahi: menjadi berkat bagi orang lain.
Nach ini yang langka!

Saat menjelang ajal pun, pribadi yang demikian akan tersenyum lebar karena mereka pulang kepada Allah dengan puas: sudah menggenapi rencana-Nya menjadi Terang Dunia dan telah memanfaatkan segala talenta yang dititipkan-Nya untuk kebaikan sesamanya.
Membawa mereka naik, bukan turun.

Menjadi kaya, sukses ala dunia dengan merugikan orang lain, sudah umum di dengar… dan justru membuat hati tidak nyaman.
Tetapi melihat prestasi pribadi-pribadi yang mengasihi Tuhan sungguh-sungguh, tidak hanya kata-kata semata, namun dibuktikan melalui karyanya….
Wow…. membuat hati berbunga-bunga! Menginspirasi!
Inilah yang disebut kesuksesan sejati.
Membawa dampak di dunia dan menjadi persembahan yang harum bagi Tuhan di kekekalan.

Billy Epperhart, guru saya mengajarkan Money Mastery, bagaimana caranya kita menguasai uang, bukannya uang yang mengusai kita.
Kita menggunakan uang untuk menggenapi rencana Allah agar kehidupan orang-orang yang Tuhan petcayakan bisa dibangun dan ditingkatkan kualitasnya sehingga mereka bisa melihat bahwa Allah itu baik.
Kita semua hanyalah bejana yang mengalirkannya.

Salah satu pengajaran Billy Epperhart yang menggigit, menjadi kaya adalah sebuah kebajikan.
Kita perlu hidup berkelimpahan, agar bisa menyalurkan kelimpahan kita kepada orang lain dan saat melayani bisa tulus, tanpa mengharapkan balas jasa … kan hidup kita sudah lebih dari cukup.

Banyak orang yang berkekurangan, justru gak mau belajar tentang keuangan. Mereka takut, merasa tidak nyaman dan akhirnya menganggap kekayaan itu jahat. Di sisi lain sesungguhnya mereka butuh bahkan mendambakannya.
Tanpa mau belajar, seseorang tidak akan ke mana-mana.
Dengan belajar, kita bisa memandang permasalahan dengan cara pandang yang benar dan kita bisa belajar untuk mengelola serta mengembangkannya.

Robert Kiyosaki, penulis “Rich Dad Poor Dad”, berkata
Kekayaan adalah Pola Pikir, bukan jumlah saldo di Bank.”

Salah satu contoh yang diajarkan, hiduplah dengan 80% pendapatanmu. Jangan dihabiskan.
10% nya gunakan untuk Tuhan. 5% untuk investasi membangun diri sendiri alias belajar, kursus, beli buku dan resources lainnya. 5% lagi diinvestasikan
Lebih bagus lagi hidup dengan 70% dari pendapatan kita. 10% untuk Tuhan, 10% untuk investasi mengembangkan diri dan 10% untuk investasi.

Dengan mempraktekkan hal ini, Billy Epperhart terbukti sukses menjadi pengusaha yang sukses berinvestasi di properti melalui perusahaannya, dan masih memiliki berbagai usaha-usaha lain yang sangat menguntungkan: Wealthbuilders Investments & Tricod Global.

Billy Epperhat masuk ke pasar Afrika. Di sana bunga bank bisa sampai 16%/ tahun. Sementara rentenir meminta bunga hingga 40%.
Apa yang Billy lakukan?
Membantu memberi uang secara cuma-cuma? NO!
Itu yang membuat mereka memiliki mental tunjangan, malas dan endingnya tidak ke mana-mana.
Itulah yang banyak dilakukan organisasi bantuan dari Amerika.

Beliau meminjamkan uang dengan bunga rendah, tetapi tidak stop di sana. Setiap bulan diadakan pelatihan bagi para nasabahnya. Ada program mentoring sehingga mereka dibimbing hingga mampu mandiri.
Cerita-cerita sukses para nasabahnya mengalir…. mereka berhasil dan makin maju berkembang.

Sejak dulu saya anti terima bunga dari uang karena itu Riba, dosa.
Akibatnya saya pun memilih, tidak mau meminjamkan uang.
Setelah mendengarkan pelajaran dari Billy, hhhmmm… bagus juga jika bisa meminjamkan uang melalui perusahaan yang legal, lalu diberikan pelatihan, sehingga orang-orang tidak sekedar belajar teorinya tetapi dibimbing hingga praktiknya.
Mengapa harus mengambil bunga?
Perusahaan kan butuh biaya untuk operasional. Dengan cara demikian investor tidak perlu terus menerus menambah uang di perusahaan tersebut, tetapi perusahaan itu bisa terus berkembang menjangkau serta membantu kalangan yang lebih luas.

Lebih memukau lagi, Billy bercerita, 100% penghasilannya di atas grafik keuangannya, dipersembahkan untuk Tuhan.
Simplenya, semua penghasilan setelah kebutuhannya tercukupi, semua untuk mengerjakan proyeknya Tuhan.
Grafik apa Bu Yenny?
Sekolah dong…. nanti tahu apa grafik apa yang dimaksud…
Keren ya?

“Wealth is not to feed our egos, but to feed the hungry and to help people HELP THEMSELVES” – Andrew Carnegie.

“Kekayaan bukan untuk memberi makan ego kita, tapi untuk memberi makan mereka yang lapar dan membantu mereka untuk MEMBANTU DIRI MEREKA SENDIRI” – Andrew Carnegie.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Apakah Anda Mendengarkan Dia?”
Percaya, atau mengeluh?
Kekuatan Pengaruh Sebuah Keraguan