Tag Archives: #seruputkopicantik #yennyindra #InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan #mengenalTuhan #FirmanTuhan

Articles

“Masih Suka Mengeluh? Coba Jujur, Itu Bekerja atau Tidak?”

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

“Masih Suka Mengeluh? Coba Jujur, Itu Bekerja atau Tidak?”

Pernah gak kita berhenti sejenak dan tanya ke diri sendiri: “Sebenarnya, mengeluh itu bikin hidup kita lebih baik atau malah makin berat?”

Saya pernah ada di posisi itu. Dulu, mengeluh terasa seperti hal yang wajar. Bahkan terasa “benar”. Kita merasa, “Ini kan memang salah… saya cuma menyuarakan kebenaran.” Kita mengeluh tentang keadaan, orang lain, keluarga, pekerjaan, bahkan pelayanan.

Kelihatannya sepele. Tapi kalau jujur, ada sesuatu yang pelan-pelan rusak di dalam.

Mengeluh itu seperti kebiasaan kecil yang diam-diam menggerogoti. Bukan hanya suasana hati, tapi cara kita melihat hidup, cara kita merespon Tuhan, bahkan cara kita memperlakukan orang lain.

Dan sering kali, kita tidak sadar.

Kita pikir kita sedang “menilai dengan benar”, padahal sebenarnya kita sedang melatih hati untuk fokus pada yang salah.

Padahal Firman Tuhan jelas: dari hati yang penuh, mulut berbicara. Artinya, kata-kata kita itu bukan sekadar reaksi… tapi cermin isi hati.

Kalau yang keluar terus adalah keluhan, kritik, dan ketidakpuasan… mungkin masalahnya bukan di luar. Mungkin ada sesuatu di dalam yang perlu dibereskan.

Mengeluh bukan cuma kebiasaan buruk. Akar terdalamnya adalah ketidakpercayaan.

Kita mengeluh karena kita tidak benar-benar percaya bahwa Tuhan itu baik. Kita tidak yakin Dia pegang kendali. Kita tidak percaya bahwa Dia sanggup bekerja bahkan di tengah situasi yang tidak ideal.

Akhirnya kita mengambil posisi sebagai “hakim”. Menilai, mengkritik, menyalahkan.

Tanpa sadar, kita sedang mengambil peran yang salah.

Dan efeknya nyata.

Hati yang suka mengeluh tidak akan pernah bisa melihat kebaikan Tuhan dengan jelas. Bukan karena Tuhan tidak baik, tapi karena fokusnya sudah salah.

Sebaliknya, iman yang sehat menghasilkan kata-kata yang berbeda.

Bukan berarti hidup selalu mulus. Tapi ada sikap hati yang memilih percaya, memilih bersyukur, dan tetap berkata benar… sekalipun keadaan belum berubah.

Ini yang membedakan.

Iman sejati mengalir dari damai dengan Tuhan. Dari kepercayaan bahwa Dia adalah Sumber kita. Bukan keadaan, bukan sistem dunia, bukan orang lain.

Dan di titik ini, kita belajar satu hal penting: ketika ada ketidaksepakatan, tidak semua harus kita selesaikan dengan reaksi cepat.

Serahkan kepada Tuhan.

Tidak semua konflik perlu ditangani dengan emosi. Tidak semua perbedaan harus kita menangkan.

Kadang, justru yang paling rohani adalah… diam.

Diam bukan berarti lemah. Diam adalah memberi ruang bagi Tuhan untuk bekerja.

Kita sering terlalu cepat bicara, terlalu cepat bereaksi, terlalu cepat membela diri. Padahal Tuhan belum selesai bekerja di balik layar.

Biarkan Dia yang membereskan.

Pada waktu yang tepat, Tuhan akan menuntun kita. Bisa jadi kita tetap terlibat dalam penyelesaiannya, dengan hikmat dan damai. Tapi bisa juga Tuhan membereskannya lewat cara yang tidak kita duga… bahkan melalui orang lain.

Tuhan itu kreatif.

Dia tidak terbatas dengan cara kita. Tidak ada situasi yang terlalu rumit bagi-Nya. Tidak ada hati yang terlalu keras bagi-Nya.

Yang kita butuhkan bukan selalu jawaban cepat, tapi kepercayaan yang tenang.

Dunia bisa kacau. Orang bisa mengecewakan. Situasi bisa tidak masuk akal.

Tapi hati yang percaya akan tetap stabil.

Dan dari hati seperti itu, keluar kata-kata yang membangun. Kata-kata yang memberi hidup. Kata-kata yang membawa damai.

Firman Tuhan berkata, jangan biarkan kata-kata yang merusak keluar dari mulut kita, tapi hanya yang membangun dan memberi kasih karunia bagi yang mendengar.

Artinya sederhana: setiap kita bicara, harusnya ada sesuatu yang menjadi lebih baik… bukan lebih rusak.

Jadi ini bukan soal hidup tanpa masalah.

Ini soal pilihan.

Mau tetap hidup dalam pola lama: mengeluh, menyalahkan, dan kehilangan damai…

Atau mulai hidup dari atas: percaya, bersyukur, dan memberi ruang bagi Tuhan bekerja.

Karena pada akhirnya, bukan kita yang harus mengontrol segalanya.

Kita hanya perlu percaya… dan taat.

Dan Tuhan akan melakukan bagian-Nya dengan cara yang sering kali jauh lebih baik dari rencana kita.

“Lebih baik diam dan mempercayai Tuhan, daripada berbicara tanpa iman dan memperkeruh keadaan.”

“Never be afraid to trust an unknown future to a known God.”– Corrie ten Boom.

“Jangan pernah takut mempercayakan masa depan yang tidak kamu ketahui kepada Tuhan yang kamu kenal.” – Corrie ten Boom

YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Memberi Itu Membuka Jalan, Bukan Kehilangan.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Memberi Itu Membuka Jalan, Bukan Kehilangan.

Ada satu prinsip sederhana, tapi dampaknya bisa luar biasa besar dalam hidup: pemberian yang tepat bisa membuka jalan yang tidak bisa dibuka dengan usaha biasa.

Bukan manipulasi. Bukan sogokan. Tapi sebuah tindakan hati yang mengalir dari pengertian dan tujuan yang jelas.

Kita lihat kisah Ratu Syeba. Ia bukan orang miskin. Ia ratu, punya kekayaan, punya kuasa. Tapi menariknya, ketika ia mendengar tentang hikmat Salomo, ia tidak datang dengan tangan kosong. Ia datang membawa hadiah besar, sangat besar.

Seberapa besar?

Catatan sejarah menyebut ia memberi sekitar 120 talenta emas. Kalau dikonversi, itu kira-kira lebih dari 4.000 kg emas. Dengan nilai sekarang, itu bisa mencapai sekitar 2–3 triliun rupiah. Belum termasuk rempah-rempah dalam jumlah sangat besar dan batu permata yang mahal.
Jadi ini bukan pemberian kecil. Ini keputusan serius.

Sekilas, orang bisa salah paham. “Untuk apa memberi sebanyak itu kepada orang yang sudah kaya?”

Kalau kita pikir secara dangkal, memang terlihat tidak masuk akal. Tapi Ratu Syeba tidak berpikir pendek. Ia berpikir strategis.

Ia tahu, kalau ia bisa mendapatkan akses kepada hikmat Salomo – orang paling kaya dan paling bijak di seluruh muka bumi -, itu jauh lebih berharga daripada emas yang ia bawa. Hikmat itu bisa dibawa pulang. Hikmat itu bisa diterapkan. Hikmat itu bisa mengubah sistem, memperbaiki bangsa, dan pada akhirnya menolong jauh lebih banyak orang.
Dan itu yang sering kita lewatkan.

Pemberian Ratu Syeba, membuka kesempatan baginya mendapatkan aliran hikmat dan kelimpahan yang dimiliki Salomo.
Ada cara untuk sukses.
Sukses itu bukan kebetulan, karena itu belajarlah pada orang yang sudah sukses di depan kita.

Memberi bukan soal kehilangan. Memberi itu soal membuka jalan kepada sesuatu yang lebih besar.

Dalam hidup saya pribadi, saya sudah berkali-kali mengalami ini dengan cara yang sangat sederhana.

Saya sering pindah kota. Datang ke tempat baru, tidak kenal siapa pun. Nol relasi.

Kalau hanya menunggu, ya bisa lama sekali. Tapi saya belajar satu hal: jangan tunggu pintu terbuka, kita bisa “mengetuk” dengan cara yang baik.

Saya kirim kue ke youth leader. Sambil titip anak-anak masuk sekolah minggu.

Sederhana sekali. Tapi dari situ, percakapan mulai. Hubungan mulai. Tidak kaku. Tidak canggung.
Dan membuka jalan.

Saya juga belajar, setiap kali ada orang yang menolong kita, jangan diam saja. Beri sesuatu. Tidak harus mahal. Bisa kue, bisa sesuatu kecil. Tapi itu membuat hubungan jadi hangat. Lebih manusiawi. Lebih hidup.
Itu cara menghargai.

Dan saya pribadi, karena saya suka membaca dan belajar, saya sering memberi buku.
Buat saya, buku itu bukan sekadar barang. Itu isi. Itu nilai. Itu bisa mengubah cara pikir seseorang.
Saya punya akses dengan penerbit, jadi sering kali saya tinggal minta nomor orangnya, transfer, dan buku langsung dikirim.

Banyak pembaca Seruput Kopi Cantik yang saya kirimi buku, bahkan gratis.
Dan yang menarik, tidak sedikit dari mereka yang akhirnya jadi sahabat dekat.

Salah satunya Fenny Halim. Tersambung karena membaca Seruput Kopi Cantik
Awalnya hanya chat.
Lalu dia berpikir, “Kok bisa ada orang nggak kenal kirim buku gratis pula……”
Dari situ hubungan terbentuk. Hari ini, kami jadi sohib.

Ada lagi P. Irsan di Binjai. Awalnya dari Seruput Kopi Cantik juga. Waktu itu bisnisnya sedang bermasalah. Saya kirimi buku.
Ternyata dilahap habis. Satu buku, lanjut lagi. Sampai hampir sepuluh buku.

Melihat keseriusannya, saya bilang, “Sudah, sekolah saja.”
Program satu tahun, tapi karena online, selesai enam bulan.
Wow… keren ya?

Hasilnya? Bisnisnya bukan hanya pulih. Bertambah satu toko lagi. Dari jual jam, sekarang tambah toko kacamata. Bahkan jual tangki MPOIN juga… hahaha.

Dan sampai hari ini, kami ngobrol hampir setiap hari. Dari tidak kenal, jadi sahabat dekat.
Semua dimulai dari satu hal sederhana: memberi.

Jadi kalau mau jujur, memberi itu bukan soal uangnya. Tapi tentang hati, arah, dan tujuan.

Kalau memberi hanya karena kebiasaan, dampaknya kecil.
Tapi kalau memberi dengan pengertian, sesuai tuntunan Tuhan, itu bisa membuka pintu, memperluas relasi, bahkan mengubah hidup orang lain… dan hidup kita sendiri.

Tidak semua pemberian langsung kelihatan hasilnya. Tapi percayalah, tidak ada pemberian yang sia-sia.
Apa yang kita tabur, pasti kita tuai.
Bahkan segelas air yang kita berikan karena mengasihi-Nya, Tuhan perhitungkan. Membawa dampak natural mau pun rohani.
Karena setiap pemberian membawa sesuatu: akses, hubungan, favor, bahkan hikmat.

Penting untuk mengenali, ketika kita bermitra dengan sebuah pelayanan dan memberi dengan sengaja, kita dapat mengambil bagian dari berkat yang ada atas pelayanan itu.
Sama seperti petani, jika menabur di tanah yang subur, maka hasilnya tentu lebat.

Memberi bukan hanya untuk menerima, tapi memberi untuk membantu membawa ke tempat yang ingin kita tuju. Ketika kita melakukan itu, sebuah aliran supernatural dari keuangan Allah mulai mengalir kepada kita sehingga kita dapat memenuhi kebutuhan kita sendiri dan sekaligus melimpah dalam pelbagai kebajikan.

Dan sering kali, yang kita terima kembali jauh lebih besar daripada yang kita berikan.
Sungguh, gift itu benar-benar powerful.

“No one has ever become poor by giving.”- Anne Frank.

“Tidak seorang pun pernah menjadi miskin karena memberi.” – Anne Frank.

YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Angin Seolah Menahan Hujan… dan Kami Sampai di Puncak Fansipan”

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

“Angin Seolah Menahan Hujan… dan Kami Sampai di Puncak Fansipan”

Hari ini kami meninggalkan Hanoi menuju Sapa. Perjalanan panjang, sekitar 6 hours driving. Tidak sebentar… tapi justru di situ letak nikmatnya. Kita dipaksa melambat. Melihat. Menyerap.
Sepanjang jalan, pegunungan bergulung seperti lukisan. Kabut turun naik, kadang menutup, kadang membuka. Ada momen di mana kita diam saja… dan hati terasa penuh.

Setibanya di Sapa, rombongan langsung menuju Cat Cat Village, sebuah desa kecil milik suku Black H’Mong. Desa ini dikenal dengan kehidupan tradisionalnya yang masih terjaga. Di sana orang bisa melihat air terjun, aliran sungai, pembangkit listrik kecil, juga aktivitas seperti menenun, membuat perhiasan perak, menempa alat, sampai ukiran batu.
Tapi kali ini… saya tidak ikut turun.
Gerimis mulai turun. Dan separuh rombongan, termasuk saya, memilih tetap di atas. Kami menikmati pemandangan dari kejauhan, dari puncak, sambil santai melihat-lihat souvenir.

Dan anehnya… tidak ada rasa rugi.
Kadang kita pikir harus ikut semua supaya lengkap. Tapi ternyata, menikmati dari tempat kita berada… juga cukup. Bahkan bisa lebih tenang.
Cat Cat Village tetap indah, meskipun hanya dilihat dari atas.

Perjalanan dilanjutkan ke gereja batu di pusat Sapa.
Gereja ini sudah berdiri sejak zaman kolonial Perancis. Konon dibangun dari batu tanpa semen.
Bayangkan… batu disusun, tapi bisa bertahan puluhan bahkan ratusan tahun.
Saya berdiri di depannya cukup lama. Tidak besar. Tidak megah berlebihan. Tapi ada rasa kokoh yang sulit dijelaskan.
Seperti hidup… yang sebenarnya tidak perlu terlihat hebat, tapi harus dibangun dengan benar.

Malamnya, kami mencoba sesuatu yang unik. Tim ayam hitam dalam labu. Katanya ini makanan khas Sapa.
Setiap tempat selalu punya cerita lewat makanannya.

Keesokan harinya, kami pergi ke Moana Sapa, tidak jauh dari hotel. Tempat ini penuh spot foto yang cantik yang instagramable dan playful.
Ikonnya adalah patung wanita dengan kedua tangan terbuka. Seolah menyambut semua yang datang.
Di sekitarnya ada jembatan, ayunan, piano di atas air, bahkan sepasang bebek putih dan hitam yang lucu sekali.
Kami foto sana sini. Tertawa. Menikmati momen.
Simple… tapi penuh.

Setelah itu, perjalanan berlanjut menuju Fansipan.
Sepanjang jalan menuju cable car, mata dimanjakan oleh bunga warna-warni dan berbagai spot foto. Cantik sekali. Rasanya seperti masuk ke dunia lain.

Angin mulai terasa lebih kencang. Awan hitam sesekali melintas, lalu matahari muncul kembali.
Kami berbaris menuju cable car.
Naik… perlahan… meninggalkan dunia bawah.
Tapi ternyata perjalanan belum selesai.
Keluar dari cable-car station, masih ada tantangan berikutnya. Banyak anak tangga yang harus dilalui sebelum sampai ke furnicular.
Di tengah perjalanan, berdiri patung Buddha emas. Sementara di sisi kanan atas, jauh di atas, ada patung Buddha hitam yang jauh lebih besar, terlihat begitu megah.

Fansipan sendiri dikenal sebagai “The Roof of Indochina”, dengan ketinggian 3.143 meter. Dulu, hanya pendaki yang benar-benar kuat yang bisa mencapai puncaknya. Sekarang, aksesnya lebih mudah… tapi tetap butuh effort.
Angin bertiup sangat kencang. Serius. Beberapa kali rasanya tubuh ini terdorong, hampir kehilangan keseimbangan.
Awan gelap datang… lalu pergi.
Dan kami terus naik.
Sampai akhirnya…
Kami sampai di puncak.

Di sana berdiri menara dengan bendera Vietnam yang berkibar gagah. Dan tulisan yang sederhana tapi penuh arti: Fansipan 3.143m – Top of Indochina.
Jepret… jepret…. foto pun diabadikan.
Betapa leganya…
Tujuan tercapai. Dan… tidak hujan.
Padahal ramalan cuaca siang itu seharusnya hujan lebat.
Makanya angin bertiup sangat kencang. Seolah hujan itu “ditahan”.
Dan di situ, hati ini hanya bisa berkata pelan…
God is good all the time.
Lalu… seperti biasa…

Shopping time.
Kami berjalan santai, menikmati Sapa Night Market. Lampu-lampu, udara dingin, suara orang, semuanya terasa hidup.

Perjalanan ini sederhana.
Tapi justru di situ… kita belajar menikmati hidup, tanpa harus semuanya sempurna.

“If you’re going through hell, keep going.” – Winston Churchill.

“Jika kamu sedang melewati masa sulit, teruslah berjalan” – Winston Churchill.

YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
?PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
##mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apa Rahasia Cantik Sang Oma?

Seruput Kopi Cantik
?Yenny Indra

Apa Rahasia Cantik Sang Oma?

?Saat sedang asyik perawatan di salon, saya bertemu dengan seorang Oma yang luar biasa mempesona.
Bayangkan, Oma ini sudah berusia 92 tahun! Tapi sungguh, beliau adalah definisi keanggunan yang nyata.

Oma terlihat begitu cantik, cerdas, dengan tata bahasa yang sangat teratur dan sikap yang elegan. Beliau sejak kuliah sudah tinggal di berbagai kota di Australia. Terpelajar. Hingga 4 tahun lalu kembali ke Indonesia.

Hari itu, ternyata beliau sedang merayakan ulang tahunnya. Benar-benar momen yang spesial dan langka.

?Tentu saja, saya langsung “curi ilmu”. “Oma, apa sih rahasianya bisa tetap tampil anggun, cantik, dan segar di usia seistimewa ini?” tanya saya dengan antusias.

Oma itu tersenyum lembut, lalu berbagi satu mutiara kehidupan yang sangat berharga. Beliau bercerita bahwa Papanya, yang sudah meninggal puluhan tahun lalu, selalu menanamkan prinsip yang sangat kuat: “Jangan pernah simpan sakit hati kepada siapa pun. Sakit hati itu yang menimbulkan penyakit dan bikin kita tidak happy.” Oma juga mengenang Papanya sebagai seorang pembelajar sejati yang sangat hobi membaca buku.

Wow..! Suka sekali!

Saya pun langsung terpukau mendengarnya. Betapa menginspirasinya! Papa dari Oma itu sudah tiada selama puluhan tahun, tetapi keteladanan dan ajarannya masih hidup dalam diri Oma. Warisan yang sesungguhnya bukanlah harta, melainkan karakter dan prinsip hidup yang abadi.

?Cerita Oma ini sangat klik dengan kutipan dari AR Bernard yang sedang saya renungkan. Beliau menulis:

?”Have you ever felt hurt by something or someone, and you couldn’t let it go? That long-lasting anger, pain, and resentment is what we call bitterness. And it can easily grow in intimate relationships.”

“Pernahkah kamu merasa terluka oleh sesuatu atau seseorang, dan kamu tidak bisa membiarkannya berlalu? Kemarahan, rasa sakit, dan dendam yang bertahan lama itulah yang kita sebut kepahitan. Dan itu dapat dengan mudah tumbuh dalam hubungan intim.”

?AR Bernard mengingatkan kita bahwa ketika kita gagal melepaskan rasa sakit hati, perasaan itu akan berubah menjadi “bitterness” atau kepahitan. Kepahitan ini seperti racun yang mengendap lama di dalam jiwa. Ironisnya, kepahitan ini justru paling sering tumbuh subur dalam hubungan yang paling dekat dengan kita.

Maya Angelou menasehati,
“You should be angry. You must not be bitter – Kamu boleh marah. Tapi jangan menjadi pahit.”

Apa bedanya marah dan pahit hati?
Marah karena disakiti itu manusiawi. Tapi kalau marah itu dipelihara, dia berubah jadi karakter pahit.

Lalu Maya Angelou menambahkan,

“Bitterness is like cancer. It eats upon the host – Kepahitan itu seperti kanker. la menggerogoti orang yang menyimpannya.”

Nach lho!

?Nasihat Papa si Oma untuk “jangan sakit hati” sesungguhnya adalah perlindungan bagi kesehatan kita sendiri. Jika kita memelihara kepahitan, maka aura kecantikan dan kebahagiaan kita akan meredup. Sebaliknya, Oma ini membuktikan bahwa hati yang bersih dari rasa benci adalah “kosmetik” terbaik yang membuat seseorang tetap bercahaya bahkan di usia 92 tahun.

?Kira-kira, apakah masih ada “sampah” sakit hati yang kita simpan di pojok hati kita?

Yuk, kita belajar dari Oma cantik ini. Jangan biarkan luka masa lalu mencuri kebahagiaan dan kesehatan kita hari ini.
?Lepaskan pengampunan, jaga hati tetap bersih, dan biarkan hidup kita menjadi inspirasi bagi generasi mendatang, sama seperti Papa si Oma yang ajarannya tetap hidup melintasi zaman.

Selamat memanen kedamaian dalam hati Anda!

?”Bitterness is the fruit of refusing to let go of pain. Love is the fruit of choosing to let go of hurt.”— AR Bernard.

*”Kepahitan adalah buah dari penolakan untuk melepaskan rasa pedih. Cinta adalah buah dari pilihan untuk melepaskan rasa sakit.”?— AR Bernard.

YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kesembuhan, Medis & Tuhan. Inilah Rahasia Kesembuhan!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kesembuhan, Medis & Tuhan. Inilah Rahasia Kesembuhan!

Setiap kali ke dokter, sesungguhnya dokter mencoba menganalisa apa penyakit kita, berdasarkan info symptoms yang kita berikan. Lalu dokter berusaha mengobatinya dengan memberikan obat yang diperkirakan cocok.

Sesungguhnya, obat hanya mengendalikan gejalanya. Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan kita. Obat dapat membantu tubuh dan menahan rasa sakit sehingga tubuh dapat lebih mudah menyembuhkan dirinya sendiri dan menjauhkan dari infeksi..
Saat panas, dokter memberi obat penurun panas.
Ketika mual-mual, diberi obat anti muntah. Dst. Dst.

Pengobatan modern makin canggih. Konon penyakit sirosis, lever mengeras yang dulu mematikan, sekarang bisa disembuhkan. Demikian pula penyakit berat lainnya.

Namun jika tubuh tidak berespon dengan baik, secanggih apa pun pengobatannya, semahal apa pun obatnya, tidak akan menyembuhkan.

Saat ada bagian tubuh yang rusak, membutuhkan operasi dan perbaikan, dokter bertindak menolong. Kepandaian dokter berasal dari Tuhan. Dan tindakan dokter pun berasal dari hikmat Tuhan.
Sepintar apa pun dokternya, secanggih apa pun alatnya, jika tubuh tidak bisa recovery bekas sayatan atau operasi, ya gak bisa sembuh juga. Obat dan peralatan yang bagus, dokter yang ahli, menolong sekali dan memperbesar kemungkinan untuk sembuh. Tetapi pada akhirnya, tergantung kondisi tubuh pasien yang paling menentukan kesembuhannya.

Siapa yang menciptakan tubuh kita? Tuhan.
Dokter dan medis bisa membantu memperbaiki, tetapi tidak bisa menciptakannya.

Secara rohani kita tahu, kesembuhan sudah kita terima, bersama dengan keselamatan yang kita terima, saat kita lahir baru. Kesembuhan, kesehatan, kemakmuran, kelimpahan, sukacita, hikmat, kekuatan dll sudah tersedia di dalam roh kita.

Kita ini orang sehat yang sedang menolak penyakit. BUKAN orang sakit yang berusaha sembuh. Jadi kesembuhan dan kesehatan memang hak orang yang sudah lahir baru.

Ketika gejalanya kambuh, lebih mudah untuk percaya bahwa kita telah sembuh ketika kita tidak merasa sakit.
Itulah sebabnya, obat pun membantu membangun iman kita serta mengokohkan kita berdiri di atas pengakuan iman kita, bahwa kita sudah sembuh!
Dan terjadilah menurut imanmu!

Tindakan kita yang sesuai adalah mengucapkan terima kasih kepada Tuhan dan memuji Tuhan untuk itu serta mendeklarasikan firman iman itu.

Jika kita benar-benar memiliki iman sebagai benih, maka kita akan berkata-kata sesuai yang kita imani.

Kunci yang ampuh untuk hidup sehat dan berkelimpahan adalah mengisi hidup dengan hal-hal yang menginspirasi kita.

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Sering kali hati kita terbebani dengan hal-hal duniawi yang dapat diubah, jika kita dapat terinspirasi.
Kebenaran ini akan bekerja pada ketiga tingkat kehidupan, roh, jiwa, dan tubuh.
Apa yang akan membuat hati kita dipenuhi dengan sukacita? Sukacita Tuhan adalah kekuatanku.

Apakah kita merasa nyaman dengan pakaian yang kita kenakan?
Hhmmm….Mungkin kita membutuhkan pakaian baru yang dapat menginspirasi kita.
Apakah dekorasi rumah kita menyenangkan?
Apakah itu menginspirasi dan membuat kita bersemangat? Mungkin sudah waktunya untuk berubah.
Apakah hiburan yang kita pilih menginspirasi? Ketika mematikan TV, apakah kita merasa terinspirasi atau justru tertekan?

Apakah teman-teman serta komunitas kita menginspirasi dan membuat kita bergairah menjalani kehidupan?
Apakah mereka membawa sukacita dalam kehidupan kita, atau apakah mereka justru terus-menerus menguras energi kita dan membuat burn-out? Apakah tempat di mana kita beribadah menginspirasi kita, percaya kesembuhan Ilahi dan mendorong kita menggenapi rancangan terbaik Tuhan bagi kehidupan kita?
Itu tujuan Tuhan menciptakan kita di dunia ini.
Seharusnya, di sanalah tempat iman dan visi yang terus meningkat dan berbuah dalam kehidupan kita.

Kunci penting untuk hidup:

Akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Jangan hanya merenungkannya, tetapi berpakaianlah seperti ini, berhiaslah seperti ini, dan buatlah pilihan kita seperti ini. Semakin kita mengelilingi diri kita dengan hal-hal yang menginspirasi dan memberikan sukacita, semakin kita akan memiliki kekuatan-Nya untuk menghadapi tantangan hidup.
Dan yakin betul,
The Best Is Yet To Come – Yang Terbaik Masih Ada Di Depan Sana….Raihlah!

Tidak semua kesembuhan itu instan.

Umat-Ku binasa karena kurang pengetahuan.

Yakinlah selalu, kesembuhan, terobosan ekonomi, solusi selalu ada.
Semua jawaban kehidupan sudah disediakan & didepositkan Tuhan di dalam roh orang yang sudah lahir baru.
Masalahnya: ada hal-hal yang kita tidak tahu alias kurang pengetahuan.

Solusinya?
Datang kepada Tuhan, Sang Pencipta, minta bimbingan di mana kita meluputkan / miss, dan perbaiki.
Bangun hubungan pribadi yang konsisten dengan-Nya, di sanalah jawaban tersedia.

“Setiap tumbuhan yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di surga akan dicabut sampai ke akar-akarnya.”

Penyakit, kemiskinan, perpecahan, kecanduan, kebodohan dll TIDAK ditanam oleh Bapa kita di surga, akan dicabut sampai ke akar-akarnys jika kita bersedia bekerja sama.

Apa bagian yang harus kita lakukan?
“Only Believe” – Percaya saja. Beriman.

Iman timbul karena pendengaran, pendengaran oleh firman Allah.

*Rohlah yang memberi hidup. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.*

Tetapi Iman dilepaskan melalui perkataan yang dikeluarkan dari mulut kita.

Bartimeus, jelaslah dia seorang pengemis buta yang sedang berdiri di tepi jalan.
Berseru kepada Tuhan,
“Anak Daud, kasihanilah aku!”
Lalu Tuhan berhenti dan berkata: “Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.”
Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan-Nya.
“Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?”
Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!”
“Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!”
Pada saat itu juga melihatlah ia.

Mengapa Bartimeus perlu ditanya, bukankah terlihat kasat mata dia buta, tentunya dia ingin bisa melihat.
Ini prinsipnya:
Bartimeus Perlu Mengatakan Keinginannya agar Imannya bisa Dilepaskan.

Perhatikan, sebelum menghadap, Bartimeus menanggalkan jubah pengemisnya, tanda dia siap memasuki era baru: sebagai orang yang bisa melihat, tidak buta lagi.

Kesuksesan & Jawaban doa terjadi, saat persiapan bertemu dengan kesempatan.

Pertanyaannya:
Sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menerima jawaban doa, kesembuhan, terobosan ekonomi, naik level, dipakai Tuhan dengan lebih dahsyat, menjadi terang & garam dunia?

Mungkin jawaban doa tinggal satu langkah lagi, menanti kesiapan kita.

Mari kita mempersiapkan diri!

GOD’S WORD are not just information. They are POWER and ENABLEMENT – Keith Moore.

FIRMAN TUHAN bukan hanya sekadar informasi. Firman itu KEKUATAN dan MEMBERDAYAKAN – Keith Moore.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 2