Tag Archives: #seruputkopicantik #yennyindra #InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan #mengenalTuhan #FirmanTuhan

Articles

“Angin Seolah Menahan Hujan… dan Kami Sampai di Puncak Fansipan”

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

“Angin Seolah Menahan Hujan… dan Kami Sampai di Puncak Fansipan”

Hari ini kami meninggalkan Hanoi menuju Sapa. Perjalanan panjang, sekitar 6 hours driving. Tidak sebentar… tapi justru di situ letak nikmatnya. Kita dipaksa melambat. Melihat. Menyerap.
Sepanjang jalan, pegunungan bergulung seperti lukisan. Kabut turun naik, kadang menutup, kadang membuka. Ada momen di mana kita diam saja… dan hati terasa penuh.

Setibanya di Sapa, rombongan langsung menuju Cat Cat Village, sebuah desa kecil milik suku Black H’Mong. Desa ini dikenal dengan kehidupan tradisionalnya yang masih terjaga. Di sana orang bisa melihat air terjun, aliran sungai, pembangkit listrik kecil, juga aktivitas seperti menenun, membuat perhiasan perak, menempa alat, sampai ukiran batu.
Tapi kali ini… saya tidak ikut turun.
Gerimis mulai turun. Dan separuh rombongan, termasuk saya, memilih tetap di atas. Kami menikmati pemandangan dari kejauhan, dari puncak, sambil santai melihat-lihat souvenir.

Dan anehnya… tidak ada rasa rugi.
Kadang kita pikir harus ikut semua supaya lengkap. Tapi ternyata, menikmati dari tempat kita berada… juga cukup. Bahkan bisa lebih tenang.
Cat Cat Village tetap indah, meskipun hanya dilihat dari atas.

Perjalanan dilanjutkan ke gereja batu di pusat Sapa.
Gereja ini sudah berdiri sejak zaman kolonial Perancis. Konon dibangun dari batu tanpa semen.
Bayangkan… batu disusun, tapi bisa bertahan puluhan bahkan ratusan tahun.
Saya berdiri di depannya cukup lama. Tidak besar. Tidak megah berlebihan. Tapi ada rasa kokoh yang sulit dijelaskan.
Seperti hidup… yang sebenarnya tidak perlu terlihat hebat, tapi harus dibangun dengan benar.

Malamnya, kami mencoba sesuatu yang unik. Tim ayam hitam dalam labu. Katanya ini makanan khas Sapa.
Setiap tempat selalu punya cerita lewat makanannya.

Keesokan harinya, kami pergi ke Moana Sapa, tidak jauh dari hotel. Tempat ini penuh spot foto yang cantik yang instagramable dan playful.
Ikonnya adalah patung wanita dengan kedua tangan terbuka. Seolah menyambut semua yang datang.
Di sekitarnya ada jembatan, ayunan, piano di atas air, bahkan sepasang bebek putih dan hitam yang lucu sekali.
Kami foto sana sini. Tertawa. Menikmati momen.
Simple… tapi penuh.

Setelah itu, perjalanan berlanjut menuju Fansipan.
Sepanjang jalan menuju cable car, mata dimanjakan oleh bunga warna-warni dan berbagai spot foto. Cantik sekali. Rasanya seperti masuk ke dunia lain.

Angin mulai terasa lebih kencang. Awan hitam sesekali melintas, lalu matahari muncul kembali.
Kami berbaris menuju cable car.
Naik… perlahan… meninggalkan dunia bawah.
Tapi ternyata perjalanan belum selesai.
Keluar dari cable-car station, masih ada tantangan berikutnya. Banyak anak tangga yang harus dilalui sebelum sampai ke furnicular.
Di tengah perjalanan, berdiri patung Buddha emas. Sementara di sisi kanan atas, jauh di atas, ada patung Buddha hitam yang jauh lebih besar, terlihat begitu megah.

Fansipan sendiri dikenal sebagai “The Roof of Indochina”, dengan ketinggian 3.143 meter. Dulu, hanya pendaki yang benar-benar kuat yang bisa mencapai puncaknya. Sekarang, aksesnya lebih mudah… tapi tetap butuh effort.
Angin bertiup sangat kencang. Serius. Beberapa kali rasanya tubuh ini terdorong, hampir kehilangan keseimbangan.
Awan gelap datang… lalu pergi.
Dan kami terus naik.
Sampai akhirnya…
Kami sampai di puncak.

Di sana berdiri menara dengan bendera Vietnam yang berkibar gagah. Dan tulisan yang sederhana tapi penuh arti: Fansipan 3.143m – Top of Indochina.
Jepret… jepret…. foto pun diabadikan.
Betapa leganya…
Tujuan tercapai. Dan… tidak hujan.
Padahal ramalan cuaca siang itu seharusnya hujan lebat.
Makanya angin bertiup sangat kencang. Seolah hujan itu “ditahan”.
Dan di situ, hati ini hanya bisa berkata pelan…
God is good all the time.
Lalu… seperti biasa…

Shopping time.
Kami berjalan santai, menikmati Sapa Night Market. Lampu-lampu, udara dingin, suara orang, semuanya terasa hidup.

Perjalanan ini sederhana.
Tapi justru di situ… kita belajar menikmati hidup, tanpa harus semuanya sempurna.

“If you’re going through hell, keep going.” – Winston Churchill.

“Jika kamu sedang melewati masa sulit, teruslah berjalan” – Winston Churchill.

YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
?PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
##mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apa Rahasia Cantik Sang Oma?

Seruput Kopi Cantik
?Yenny Indra

Apa Rahasia Cantik Sang Oma?

?Saat sedang asyik perawatan di salon, saya bertemu dengan seorang Oma yang luar biasa mempesona.
Bayangkan, Oma ini sudah berusia 92 tahun! Tapi sungguh, beliau adalah definisi keanggunan yang nyata.

Oma terlihat begitu cantik, cerdas, dengan tata bahasa yang sangat teratur dan sikap yang elegan. Beliau sejak kuliah sudah tinggal di berbagai kota di Australia. Terpelajar. Hingga 4 tahun lalu kembali ke Indonesia.

Hari itu, ternyata beliau sedang merayakan ulang tahunnya. Benar-benar momen yang spesial dan langka.

?Tentu saja, saya langsung “curi ilmu”. “Oma, apa sih rahasianya bisa tetap tampil anggun, cantik, dan segar di usia seistimewa ini?” tanya saya dengan antusias.

Oma itu tersenyum lembut, lalu berbagi satu mutiara kehidupan yang sangat berharga. Beliau bercerita bahwa Papanya, yang sudah meninggal puluhan tahun lalu, selalu menanamkan prinsip yang sangat kuat: “Jangan pernah simpan sakit hati kepada siapa pun. Sakit hati itu yang menimbulkan penyakit dan bikin kita tidak happy.” Oma juga mengenang Papanya sebagai seorang pembelajar sejati yang sangat hobi membaca buku.

Wow..! Suka sekali!

Saya pun langsung terpukau mendengarnya. Betapa menginspirasinya! Papa dari Oma itu sudah tiada selama puluhan tahun, tetapi keteladanan dan ajarannya masih hidup dalam diri Oma. Warisan yang sesungguhnya bukanlah harta, melainkan karakter dan prinsip hidup yang abadi.

?Cerita Oma ini sangat klik dengan kutipan dari AR Bernard yang sedang saya renungkan. Beliau menulis:

?”Have you ever felt hurt by something or someone, and you couldn’t let it go? That long-lasting anger, pain, and resentment is what we call bitterness. And it can easily grow in intimate relationships.”

“Pernahkah kamu merasa terluka oleh sesuatu atau seseorang, dan kamu tidak bisa membiarkannya berlalu? Kemarahan, rasa sakit, dan dendam yang bertahan lama itulah yang kita sebut kepahitan. Dan itu dapat dengan mudah tumbuh dalam hubungan intim.”

?AR Bernard mengingatkan kita bahwa ketika kita gagal melepaskan rasa sakit hati, perasaan itu akan berubah menjadi “bitterness” atau kepahitan. Kepahitan ini seperti racun yang mengendap lama di dalam jiwa. Ironisnya, kepahitan ini justru paling sering tumbuh subur dalam hubungan yang paling dekat dengan kita.

Maya Angelou menasehati,
“You should be angry. You must not be bitter – Kamu boleh marah. Tapi jangan menjadi pahit.”

Apa bedanya marah dan pahit hati?
Marah karena disakiti itu manusiawi. Tapi kalau marah itu dipelihara, dia berubah jadi karakter pahit.

Lalu Maya Angelou menambahkan,

“Bitterness is like cancer. It eats upon the host – Kepahitan itu seperti kanker. la menggerogoti orang yang menyimpannya.”

Nach lho!

?Nasihat Papa si Oma untuk “jangan sakit hati” sesungguhnya adalah perlindungan bagi kesehatan kita sendiri. Jika kita memelihara kepahitan, maka aura kecantikan dan kebahagiaan kita akan meredup. Sebaliknya, Oma ini membuktikan bahwa hati yang bersih dari rasa benci adalah “kosmetik” terbaik yang membuat seseorang tetap bercahaya bahkan di usia 92 tahun.

?Kira-kira, apakah masih ada “sampah” sakit hati yang kita simpan di pojok hati kita?

Yuk, kita belajar dari Oma cantik ini. Jangan biarkan luka masa lalu mencuri kebahagiaan dan kesehatan kita hari ini.
?Lepaskan pengampunan, jaga hati tetap bersih, dan biarkan hidup kita menjadi inspirasi bagi generasi mendatang, sama seperti Papa si Oma yang ajarannya tetap hidup melintasi zaman.

Selamat memanen kedamaian dalam hati Anda!

?”Bitterness is the fruit of refusing to let go of pain. Love is the fruit of choosing to let go of hurt.”— AR Bernard.

*”Kepahitan adalah buah dari penolakan untuk melepaskan rasa pedih. Cinta adalah buah dari pilihan untuk melepaskan rasa sakit.”?— AR Bernard.

YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kesembuhan, Medis & Tuhan. Inilah Rahasia Kesembuhan!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kesembuhan, Medis & Tuhan. Inilah Rahasia Kesembuhan!

Setiap kali ke dokter, sesungguhnya dokter mencoba menganalisa apa penyakit kita, berdasarkan info symptoms yang kita berikan. Lalu dokter berusaha mengobatinya dengan memberikan obat yang diperkirakan cocok.

Sesungguhnya, obat hanya mengendalikan gejalanya. Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan kita. Obat dapat membantu tubuh dan menahan rasa sakit sehingga tubuh dapat lebih mudah menyembuhkan dirinya sendiri dan menjauhkan dari infeksi..
Saat panas, dokter memberi obat penurun panas.
Ketika mual-mual, diberi obat anti muntah. Dst. Dst.

Pengobatan modern makin canggih. Konon penyakit sirosis, lever mengeras yang dulu mematikan, sekarang bisa disembuhkan. Demikian pula penyakit berat lainnya.

Namun jika tubuh tidak berespon dengan baik, secanggih apa pun pengobatannya, semahal apa pun obatnya, tidak akan menyembuhkan.

Saat ada bagian tubuh yang rusak, membutuhkan operasi dan perbaikan, dokter bertindak menolong. Kepandaian dokter berasal dari Tuhan. Dan tindakan dokter pun berasal dari hikmat Tuhan.
Sepintar apa pun dokternya, secanggih apa pun alatnya, jika tubuh tidak bisa recovery bekas sayatan atau operasi, ya gak bisa sembuh juga. Obat dan peralatan yang bagus, dokter yang ahli, menolong sekali dan memperbesar kemungkinan untuk sembuh. Tetapi pada akhirnya, tergantung kondisi tubuh pasien yang paling menentukan kesembuhannya.

Siapa yang menciptakan tubuh kita? Tuhan.
Dokter dan medis bisa membantu memperbaiki, tetapi tidak bisa menciptakannya.

Secara rohani kita tahu, kesembuhan sudah kita terima, bersama dengan keselamatan yang kita terima, saat kita lahir baru. Kesembuhan, kesehatan, kemakmuran, kelimpahan, sukacita, hikmat, kekuatan dll sudah tersedia di dalam roh kita.

Kita ini orang sehat yang sedang menolak penyakit. BUKAN orang sakit yang berusaha sembuh. Jadi kesembuhan dan kesehatan memang hak orang yang sudah lahir baru.

Ketika gejalanya kambuh, lebih mudah untuk percaya bahwa kita telah sembuh ketika kita tidak merasa sakit.
Itulah sebabnya, obat pun membantu membangun iman kita serta mengokohkan kita berdiri di atas pengakuan iman kita, bahwa kita sudah sembuh!
Dan terjadilah menurut imanmu!

Tindakan kita yang sesuai adalah mengucapkan terima kasih kepada Tuhan dan memuji Tuhan untuk itu serta mendeklarasikan firman iman itu.

Jika kita benar-benar memiliki iman sebagai benih, maka kita akan berkata-kata sesuai yang kita imani.

Kunci yang ampuh untuk hidup sehat dan berkelimpahan adalah mengisi hidup dengan hal-hal yang menginspirasi kita.

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Sering kali hati kita terbebani dengan hal-hal duniawi yang dapat diubah, jika kita dapat terinspirasi.
Kebenaran ini akan bekerja pada ketiga tingkat kehidupan, roh, jiwa, dan tubuh.
Apa yang akan membuat hati kita dipenuhi dengan sukacita? Sukacita Tuhan adalah kekuatanku.

Apakah kita merasa nyaman dengan pakaian yang kita kenakan?
Hhmmm….Mungkin kita membutuhkan pakaian baru yang dapat menginspirasi kita.
Apakah dekorasi rumah kita menyenangkan?
Apakah itu menginspirasi dan membuat kita bersemangat? Mungkin sudah waktunya untuk berubah.
Apakah hiburan yang kita pilih menginspirasi? Ketika mematikan TV, apakah kita merasa terinspirasi atau justru tertekan?

Apakah teman-teman serta komunitas kita menginspirasi dan membuat kita bergairah menjalani kehidupan?
Apakah mereka membawa sukacita dalam kehidupan kita, atau apakah mereka justru terus-menerus menguras energi kita dan membuat burn-out? Apakah tempat di mana kita beribadah menginspirasi kita, percaya kesembuhan Ilahi dan mendorong kita menggenapi rancangan terbaik Tuhan bagi kehidupan kita?
Itu tujuan Tuhan menciptakan kita di dunia ini.
Seharusnya, di sanalah tempat iman dan visi yang terus meningkat dan berbuah dalam kehidupan kita.

Kunci penting untuk hidup:

Akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Jangan hanya merenungkannya, tetapi berpakaianlah seperti ini, berhiaslah seperti ini, dan buatlah pilihan kita seperti ini. Semakin kita mengelilingi diri kita dengan hal-hal yang menginspirasi dan memberikan sukacita, semakin kita akan memiliki kekuatan-Nya untuk menghadapi tantangan hidup.
Dan yakin betul,
The Best Is Yet To Come – Yang Terbaik Masih Ada Di Depan Sana….Raihlah!

Tidak semua kesembuhan itu instan.

Umat-Ku binasa karena kurang pengetahuan.

Yakinlah selalu, kesembuhan, terobosan ekonomi, solusi selalu ada.
Semua jawaban kehidupan sudah disediakan & didepositkan Tuhan di dalam roh orang yang sudah lahir baru.
Masalahnya: ada hal-hal yang kita tidak tahu alias kurang pengetahuan.

Solusinya?
Datang kepada Tuhan, Sang Pencipta, minta bimbingan di mana kita meluputkan / miss, dan perbaiki.
Bangun hubungan pribadi yang konsisten dengan-Nya, di sanalah jawaban tersedia.

“Setiap tumbuhan yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di surga akan dicabut sampai ke akar-akarnya.”

Penyakit, kemiskinan, perpecahan, kecanduan, kebodohan dll TIDAK ditanam oleh Bapa kita di surga, akan dicabut sampai ke akar-akarnys jika kita bersedia bekerja sama.

Apa bagian yang harus kita lakukan?
“Only Believe” – Percaya saja. Beriman.

Iman timbul karena pendengaran, pendengaran oleh firman Allah.

*Rohlah yang memberi hidup. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.*

Tetapi Iman dilepaskan melalui perkataan yang dikeluarkan dari mulut kita.

Bartimeus, jelaslah dia seorang pengemis buta yang sedang berdiri di tepi jalan.
Berseru kepada Tuhan,
“Anak Daud, kasihanilah aku!”
Lalu Tuhan berhenti dan berkata: “Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.”
Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan-Nya.
“Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?”
Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!”
“Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!”
Pada saat itu juga melihatlah ia.

Mengapa Bartimeus perlu ditanya, bukankah terlihat kasat mata dia buta, tentunya dia ingin bisa melihat.
Ini prinsipnya:
Bartimeus Perlu Mengatakan Keinginannya agar Imannya bisa Dilepaskan.

Perhatikan, sebelum menghadap, Bartimeus menanggalkan jubah pengemisnya, tanda dia siap memasuki era baru: sebagai orang yang bisa melihat, tidak buta lagi.

Kesuksesan & Jawaban doa terjadi, saat persiapan bertemu dengan kesempatan.

Pertanyaannya:
Sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menerima jawaban doa, kesembuhan, terobosan ekonomi, naik level, dipakai Tuhan dengan lebih dahsyat, menjadi terang & garam dunia?

Mungkin jawaban doa tinggal satu langkah lagi, menanti kesiapan kita.

Mari kita mempersiapkan diri!

GOD’S WORD are not just information. They are POWER and ENABLEMENT – Keith Moore.

FIRMAN TUHAN bukan hanya sekadar informasi. Firman itu KEKUATAN dan MEMBERDAYAKAN – Keith Moore.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Makna & Respon Bijak Dalam Kehidupan Part 1.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Makna & Respon Bijak Dalam Kehidupan Part 1.

Sahabat saya, P. Sjahsjam post quotes di grup Edy Zakheus Writing Community:
“Jangan pernah menerima pemaknaan hidup Anda dari orang lain. Ini adalah hidup Anda, maknailah hidup Anda sendiri.”

Dan B. Sri Julianti menanggapi, “Setuju Pak Sjam. Orang lain terkadang merasa lebih pintar dari diri kita. Saya punya teman, suaminya demensia parah jadi harus tinggal di Rumah Sakit. Teman-teman dan famili menyalahkan dia. Dia jadi susah sekali dan membuka file-file lama untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah. Dia seorang perawat. Hidupnya jadi susah sekali. Kasihan….”

“Menuding kan memang lebih mudah hanya butuh 1 jari, dibanding menepuk dada yang butuh lima jari, telapak tangan dan introspeksi diri sebagai sikapnya to, bu Sri”,
P. Aurelius menimpali,
“Saya juga pernah di situasi itu waktu anak saya, Robby sakit.
Namun setelah saya sadari dan amati… yang nuding itu ora pernah nomboki, mung isone ngeploki (yang menuding itu tidak ikut merawat apalagi membiayai, hanya bisa berkomentar dan bertepuk tangan sambil menyalahkan). Akhirnya (walau butuh waktu), ya saya cuek saja…”

Bagaimana kisah Robby? Kita baca besok di part 2 ya…

“Ya Bu Sri, tekanan sosial memang kebanyakan membuat beban bagi yg mengalaminya.

Yang bisa dilakukan adalah mengacu lagi seberapa peran serta orang-orang tsb pada kehidupan dirinya, jika tidak ada sama sekali, maka ia perlu mengubah cara pandangnya sendiri atas situasi tsb. Mengapa omongan org lain lebih menjadi momok sementara ia sendiri yang tau persis situasinya.”, ulas P. Sjam dengan bijak bak pendekar silat.

Familiar dengan kisah ini?

Saya terkesan dengan Nancy Dufresne yang berkomentar, beliau mengambil keputusan BUKAN berdasarkan perasaannya, karena perasaan itu berubah-ubah dan perasaan TIDAK diciptakan Tuhan untuk memimpin kita. Apalagi apa kata orang…. Beliau mengambil keputusan berdasarkan apa kata Firman Tuhan. Itu kebenaran yang sejati!
Perasaan & personality memberi warna dalam kehidupan tetapi – setelah lahir baru, percaya Tuhan, menjadi ciptaan baru, – kita harus berpikir seperti Allah berpikir. Itulah yang disebut *Renewing Our Mind alias memperbaharui pikiran sesuai dengan Firman Tuhan.* Semakin selaras dengan pikiran Allah & firman-Nya, semakin hidup kita berkemenangan.

Saya trenyuh membaca komentar B. Sri.
Daripada temannya sibuk membuka file-file lama sekedar mengcounter dia tidak bersalah, mengapa tidak datang saja kepada Tuhan, menyerahkan segala kekuatiran, kepedihan yang dialaminya kepada-Nya? Karena Tuhanlah yang memelihara kita.

Tuhan mengajarkan,
“Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan.
Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.”

Tuhan yang akan membuat orang yang menyalahkan sadar, itu bukan salah sang istri dengan cara-Nya yang tidak terpikirkan.

Mengapa si istri disalahkan?
Karena suaminya menderita dimentia parah, yang dianggap tidak bisa disembuhkan. Si istri dituduh penyebabnya.

Benarkah demikian?
Bersama Tuhan sesungguhnya tidak ada sesuatu yang mustahil.
Kita menganggap dimentia tidak bisa disembuhkan, karena kita belum tahu cara penyembuhannya.
Sesungguhnya dimentia bisa disembuhkan, tetapi kita kurang pengetahuan seperti apa yang dikatakan oleh Hosea:

“Umat-Ku, umat Tuhan, binasa karena kurang pengetahuan.”

Apakah pengetahuan ada? Ada!
Tetapi menanti untuk ditemukan manusia. Seperti juga saat Penicilin ditemukan.

Menyadari hal itu, kita tidak kehilangan harapan. Tuhan bisa membuka jalan saat tidak jalan. Melegakan sekali!

Sebelum penicillin ditemukan, banyak orang meninggal akibat infeksi yang sederhana seperti luka kecil atau penyakit seperti pneumonia, tuberkulosis, dan sepsis.

Di era itu, tanpa antibiotik yang efektif, infeksi bakteri sering menyebar dengan cepat dalam tubuh, menyebabkan kematian dalam hitungan hari atau minggu. Luka akibat perang, persalinan, atau prosedur medis sangat rentan terhadap infeksi yang tak terkendali.

Penemuan Penicillin terjadi secara kebetulan pada tahun 1928 oleh Alexander Fleming, seorang ilmuwan Inggris. Fleming memperhatikan bahwa bakteri Staphylococcus yang ia kembangkan di laboratoriumnya mati di sekitar jamur Penicillium notatum yang tumbuh secara tidak sengaja di salah satu cawan petri. Dari situ, ia menyimpulkan bahwa jamur tersebut mengeluarkan zat yang mampu membunuh bakteri, yang kemudian disebut penicillin.

Penelitian lebih lanjut selama tahun 1930-an dan 1940-an oleh ilmuwan seperti Howard Florey dan Ernst Boris Chain memungkinkan penicillin diproduksi secara massal, terutama selama Perang Dunia II. Penicillin kemudian digunakan untuk mengobati tentara yang terluka di medan perang, menyelamatkan nyawa mereka dari infeksi yang mematikan. Sebelum itu, infeksi akibat luka di medan perang hampir selalu berakibat fatal.

Setelah digunakan secara luas, penicillin terbukti sangat efektif melawan berbagai infeksi bakteri, dan diperkirakan telah menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia. Penggunaannya membuka jalan bagi era antibiotik modern, memungkinkan pengobatan banyak penyakit yang sebelumnya tidak bisa disembuhkan dan mengurangi angka kematian secara signifikan.

Daripada terluka dan tertuduh, datang saja kepada Tuhan yang bisa membawa pada “coming to the end of herself” alias “dia menyadari dirinya sendiri,” agar ‘penipuan, kesalahpahaman, sesuatu yang salah’ tidak mengganggu dirinya lagi. Dia bisa melanjutkan hidup dengan damai & sukacita karena damai Allah melampaui segala situasi yang kita alami.

To change your life, you must change the way you think – Untuk mengubah hidup Anda, Anda harus mengubah cara Anda berpikir

Mau? Yuk…..

Nothing in the world is more dangerous than sincere ignorance and conscientious stupidity.” – Martin Luther King Jr.

Tidak ada di dunia ini yang lebih berbahaya daripada ketidaktahuan yang tulus dan kebodohan yang teliti. – Martin Luther King Jr.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More