Monthly Archives: Mar 2022

Articles

Bijak Memberi Makna, Menghindari Ribuan Pertempuran Yang Tidak Perlu.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Bijak Memberi Makna, Menghindari Ribuan Pertempuran.

“Chat gak dibalas tapi online? Positive Thinking saja, siapa tahu HP-nya nyala tapi orangnya mati!”

Tertulis di wall Fb seorang teman. Rupanya dia kesal, chat di sosmed tapi tidak dibalas. Padahal orang itu bisa online.

Diiieeennnkkk!!!
Padahal itu saya banget. Pie Jal?
Saya punya seratus grup lebih, kadang chat tertumpuk.

Teman kuliah saya, Lanniawati Matita, suatu ketika chat tanya tentang Iceland. Dan tertumpuk chatnya. Kami jarang japri. Lanni diam saja.
Suatu ketika saya perlu japri lanni, baru sadar, ada chat japri dari lanni. Dan sudah setahun yang lalu. Alamaaak!
Cepat-cepat saya telpon lanni, minta maaf, untung tidak marah.

“Lan, kalau gak saya jawab, telpon… Ingatkan saya. Please.. “

Demikian juga Adinda. Chat japri Agustus 2021, baru saya baca Januari 2022. Duh… Sungkan abis.

“Adinda, kalau japri tidak saya baca, tolong telpon ya…. Pasti chatnya tertindih chat lainnya.”

“Iya… Gapapa Bu Yenny…”

Bisa beneran disangka saya sudah mati nanti, tapi HP masih menyala. Padahal beneran gak sengaja…

Hhhmmmm….
Saya membayangkan, bagaimana tuh P. Wiliam Wiguna yang mengaku punya lebih dari 350 grup Whatsapp.
Maklum beliau kan Ketua Aspirasi dan aktif di berbagai organisasi.
Di kalangan teman-teman motivator dan penggemar seminar, grup WA pasti banyak. Mereka bilang, kalau Hp lemot gara-gara kebanyakan grup, artinya harus ganti HP yang lebih canggih. Bukannya left group.


Sedang heboh kasus Will Smith menampar Chris Rock yang menyinggung Jada, istri Will Smith, seperti “GI Jane.”

Mengapa Smith sedemikian tersinggung?
Karena Smith memberi makna, mengartikan kalimat Chris sebagai penghinaan.
Sebaliknya, kalau Smith mengartikan kalimat Chris sebagai kesempatan untuk mengangkat karier Jada, tentu reaksinya berbeda.

Segala sesuatu tidak memiliki Makna, sampai kita yang memberi Makna. Ini prinsip dasar pelajaran Inti Makna guru saya, P. Prasetya M. Brata.

“Pingin bertanya Om.. masih terkait dengan Will Smith. Di pidato kemenangannya, terlontar statement.. ‘cinta memang bisa membuat kalian melakukan hal-hal gila’ apa iya ini tentang cinta ya Om? Apa yang membuat orang berucap atau berperilaku yang kurang ekologis secara spontan? Apa betul dorongan dari cinta akan membuatnya lebih mudah terjadi?”, tanya seorang teman pada P. Pras.

“Dalam pemahaman keilmuan yang kupelajari, itu lebih condong ke excuse (alasan), bukan reason (penyebab)… reason-nya soal proses pemaknaan yang menyebabkan dorongan emosi dan ia ‘tanpa sadar’ melakukan tindakan berdasarkan pemaknaan dan emosi itu. Buktinya ketika ‘sadar’, ia minta maaf.”

Sama juga teman yang sedikit kurang suka chatnya tidak dijawab, karena memberi makna temannya ‘sengaja’ tidak membalas. Padahal pada kasus saya, beneran keselip.
Maafken!


Bagi yang tidak mengenal dekat P. Indra, bisa salah persepsi.
P. Indra kalau sedang berjalan dengan keluarga, dia suka jalan duluan ke depan.
Nach nanti dia balik, dengan info, di depan sebelah kiri ada bla bla bla… dan di sebelah kanan ada ABC.. Mau yang mana? “

Saat menunggu, daripada nganggur, P. Indra suka membawa mobilnya putar-putar melihat situasi. Pokoknya bak intel yang sedang melihat gambar besarnya, demi keamanan. Saya kerap diomeli, kurang tanggap terhadap situasi sekitar.

Itulah sebabnya saat di Spanyol, dompet saya dicuri, P. Indra langsung tahu. Oleh ibu Spanyol di depan saya, sudah dioper ke pria muda di belakangnya. Si pencuri dikejarnya, dompet saya kembali dengan utuh.

Bahkan setiap ada jalan baru dibuka di daerah yang kami cukup familiar, P. Indra ingin tahu, ke mana ujung jalan ini?
” Ooo ternyata sampai ke sana, yang ada tol sedang dibangun. Daerah ini ke depannya akan berkembang. Bagus ini”

Sampai seorang teman berkomentar di balik punggung P. Indra,
“Koq bisa… Jalan dengan anak istri, terus jalan sendirian ke depan…”
Teman ini tipe suami yang setia mengikuti anak istri berbelanja.
Mana yang benar?
Gak ada yang benar dan yang salah. Semua ada plus minusnya. Masalahnya style dan karakter mereka berbeda.

Inilah penyebab terjadinya gesekan, pertengkaran bahkan hingga bercerai. Karena kebanyakan orang menilai orang lain menurut persepsinya, kacamatanya sendiri, sepatunya, atau makna yang diberikannya.

Dan tidak sedikit yang menuntut orang lain berubah!
Dia ingin orang lain yang menyesuaikan diri dengan nilai-nilai yang dianutnya, persepsinya, caranya dst.

Sampai mati pun, kita Tidak Akan Pernah bisa mengubah orang lain. Kita hanya bisa Mengubah Diri Kita Sendiri. Ketika kita berubah, orang lain serta dunia di sekeliling kita pun berubah.
Ini prinsip kehidupan.

Belajarlah memahami orang lain dan tidak cepat menghakimi. Mencoba berjalan di sepatu orang lain.
Bijak Dalam Memberi Makna, kata P. Pras.
Itu akan menghindarkan kita dari ribuan pertempuran yang tidak perlu.

Ada tips mudah untuk menghindari kesalahpahaman, yaitu bertanya.
Sebelum mengambil kesimpulan menurut persepsi kita sendiri, bertanyalah mengapa dia bertindak demikian?
Kerap saya terpukau mendengarnya, ternyata banyak hal yang luput dari pandangan saya. “Huh untung saya tanya…”

Itulah sebabnya, ketika terjadi kesalahpahaman, saya lebih suka membicarakan langsung dengan orangnya. Saya bisa menyampaikan permasalahan dari persepsi saya dan memberinya kesempatan menjelaskan dari persepsinya. Mencoba memahaminya.
Lebih clear.

Kalau memang kita yang salah, ya akui dan minta maaf. Gak usah excuse, cari alasan untuk membenarkan diri, apalagi menyalahkan orang lain. Justru bikin masalah makin melebar dan sulit diselesaikan.

Dan gak bisa kita menuntut orang lain harus minta maaf.
Biasanya, tapi tidak 100% demikian, ketika dengan rendah hati kita bersedia mengakui kesalahan kita, maka pihak lawan pun ikut mengakui kesalahannya dan minta maaf juga.
Entah dengan ungkapan yang verbal, mau pun tidak.
Yang penting kesalahpahaman selesai.
Setelah itu, mau terus berhubungan or tidak, terserah masing-masing pihak.

Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum sepakat? Daripada harus membebani karena perbedaan nilai-nilai yang ekstrem.

Ada orang tertentu yang memang lebih bijak untuk ‘loving from a distance’ – dikasihi dari kejauhan, kata Joel Osteen.

Bagaimana pendapat Anda?

The reality of life is that your perceptions – right or wrong – influence everything else you do. When you get a proper perspective of your perceptions, you may be surprised how many other things fall into place.” Roger Birkman.

“Kenyataan dalam hidup tergantung persepsi Anda – baik itu benar atau salah – akan memengaruhi semua hal lain yang Anda lakukan. Ketika Anda memilih perspektif yang tepat, Anda mungkin terkejut betapa banyaknya hal lain yang kemudian terjadi, dan berada di tempat yang seharusnya” Roger Birkman.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Cara Hidup Yang Dikehendaki Tuhan…

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Cara Hidup Yang Dikehendaki Tuhan…

Kerap kita memahami bahwa dosa Adam dan Hawa karena memakan buah pohon pengetahuan baik dan jahat.
Separuh betul.
Lho?

Itu buah tindakan yang dilakukan oleh Adam dan Hawa, tetapi akar dari tindakan itu sesungguhnya, Adam dan Hawa meragukan kebaikan Allah.
Dengan kalimat yang lebih tegas:
Adam dan Hawa Tidak Mempercayai Allah.

Itulah sebabnya ketika setan memberi umpan, godaan, jika makan buah pohon pengetahuan baik dan jahat mereka bisa seperti Allah, mereka pun memakannya.
Adam & Hawa Tidak Percaya mereka SUDAH diciptakan serupa dan segambar dengan Allah!

Di Taman Eden ada ratusan bahkan ribuan pohon buah yang lainnya, tetapi fokus mereka justru kepada yang dilarang.
Di sana mereka hidup dengan aman, apa pun yang dibutuhkan, sudah tersedia. Tidak ada sakit penyakit, semua makhluk hidup bersama dengan rukun, semuanya sempurna.
Mereka bekerja, tetapi bukan karena terpaksa seperti setelah dunia jatuh ke dalam dosa, melainkan sebagai kesukaan.
Hidup mereka tenang, tenteram dan bahagia karena mereka memiliki relationship (hubungan) yang harmonis serta fokus hanya kepada Allah.
Inilah rumus kebahagiaan dan kepuasan hidup yang sejati.

Hingga Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, tatanan hidup manusia berubah. Dosa membuat roh manusia terpisah dengan Roh Allah. Ketakutan masuk. Adam & Hawa bersembunyi menyadari ketelanjangannya.
Dulunya mereka juga telanjang tetapi kemuliaan Allah melingkupi mereka dan fokus mereka hanya kepada Allah, sehingga ketelanjangannya tidak menjadi masalah.

Iri hati, kebencian, tidak puas, sakit penyakit, dll masuk ke dalam kehidupan manusia, akibat dosa. Binatang berubah secara genetik sehingga ada yang menjadi buas, saling memakan, ada virus, bakteri dsb.
Hidup harus dijalani manusia dengan susah payah.

Kejadian 3:17-19 (TB) Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”

Sadarkah kita, akar yang sama, kita tidak mempercayai Allah, itulah akar segala permasalahan yang menimpa kita?

Kita tidak percaya Tuhan mampu memelihara kita dengan cara-Nya. Karena itu kita sibuk berupaya menurut cara dunia, caranya Adam, padahal kita anak-anak Tuhan, yang punya Perjanjian Baru, seharusnya kita bisa hidup menurut Cara Tuhan, yang jauh lebih mudah.

Itulah sebabnya, kita harus bertobat.
Artinya, berbalik arah, dari hidup menurut cara dunia, berbalik hidup menurut caranya Tuhan.


Musa memberikan Hukum Taurat bagi manusia di Perjanjian Lama. Berbagai aturan, persembahan dan ‘pekerjaan’ yang harus dilakukan agar berkenan kepada Allah.
Dan manusia selalu gagal mentaati semuanya.

Lalu Yesus datang ke dunia, mati di Kayu Salib menanggung dosa seluruh isi dunia, menggantikan kita.
Covenant yang baru tercipta saat kita lahir baru. Roh Penolong, Roh Kudus menyertai kita.

Sekarang tugas kita hanya satu saja, Hidup menurut God’sWay:
Percaya kepada-Nya dan Rest (beristiharat), beriman kepada Karya Salib Kristus yang Sudah Selesai.

Bukan lagi mengandalkan diri sendiri atau mengikuti cara dunia.

Apa pun yang kita butuhkan, ada di sana.
Dengan kata lain, Anugerah tersedia di sana.
Anugerah itu diperoleh karena percaya bukan usaha kita.
Ketika kita Rest, hikmat datang, Anugerah mengalir.

Sebaliknya, saat ketakutan datang, artinya kita mengandalkan diri sendiri, Anugerah Berhenti Mengalir.
Ketakutan muncul disebabkan kita tidak mempercayai Tuhan.

Come unto me, all ye that labour and are heavy laden, and I will give you REST.
Mat 11:28 (KJV)

Datanglah kepada-Ku, kamu semua yang letih, lesu, bekerja dan berbeban berat, dan Aku akan membiarkanmu beristirahat.

Tuhan ingin kita beristirahat, Rest, beriman dan percaya, karena Anugerah Karya Salib Kristus sudah mencukupi segala kebutuhan kita.

Tahukah kita ketika hidup menurut God’s Way maka Tidak Ada Kegagalan, Tidak Ada Kekurangan dan Tidak Ada Penyakit di sana? Tuhan Yesus sudah membayar lunas semuanya!

Jika kegagalan dan kekurangan terjadi, check dan recheck, Anda hidup menurut My Way atau God’s Way?
Begitu ketakutan menguasai hati seseorang, iblis akan segera menekan tombol ketakutan, menyerang bagian yang ditakuti. Yang ditakuti, justru itu yang terjadi.


Tuhan sudah menegaskan ratusan kali, “Jangan Takut…”*
Umumnya manusia takut tentang ekonomi, kesehatan dan anak-anak.

Apa kata Tuhan?
Janganlah khawatir dan berkata, ‘Apa yang akan kita makan’, atau ‘apa yang akan kita minum’, atau ‘apa yang akan kita pakai’?
Hal-hal itu selalu dikejar oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah. Padahal Bapamu yang di surga tahu bahwa kalian memerlukan semuanya itu.
Jadi, Usahakanlah dahulu Supaya Allah Memerintah atas Hidupmu dan Lakukanlah Kehendak-Nya. Maka semua yang lain akan diberikan Allah juga kepadamu.
Matius 6:31-33 (BIMK)

Kehendak yang mana?
Kehendak Allah yang tertulis dalam Firman-Nya, yang penerapannya diberikan sesuai hikmat yang diberikan-Nya karena kita menjalani hidup langkah demi langkah bersama-Nya.

Sambil menanti manifestasinya, kita perkatakan janji-janji Tuhan.
BUKAN supaya Tuhan bergerak, tetapi untuk mengingatkan diri kita sendiri akan janji-Nya, agar kita teguh berdiri di dalam iman.
Suara dunia terlalu bising, perhatian kita kerap teralihkan karenanya. Deklarasi adalah tips praktis agar kita fokus pada janji-Nya.

Bagaimana dengan kesehatan dan anak-anak?
Bawa anak-anak, bisnis, kesehatan serta setiap aspek hidup kita ke altar Tuhan, serahkan kepada-Nya, lalu tinggalkan di sana. Biarkan Tuhan yang membereskannya dan kita Rest In The Lord!
Tuhan mampu membereskannya jauh lebih baik daripada kita.

Hidup tenang, tenteram dan bahagia karena memiliki relationship (hubungan) yang harmonis, fokus serta bergantung hanya kepada Allah, adalah rumus kebahagiaan dan kepuasan hidup yang sejati sejak Allah menciptakan manusia di Taman Eden. Itulah yang harus kita hidupi, inilah yang disebut hidup menurut God’s Way.

Setuju?

Contentment gives peace and joy in our minds and hearts, which is the reward of living God’s way. – Charles L Allen.

Kepuasan yang memberikan kedamaian dan sukacita dalam pikiran serta hati kita, merupakan buah dari menjalani hidup sesuai jalan Tuhan – Charles L Allen.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Pertimbangkan Perumpamaan Tentang Semut.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Pertimbangkan Perumpamaan Tentang Semut.”

Bertahun-tahun yang lalu ketika tinggal di Guatemala, kami baru saja pulang dari perjalanan harian kami ke pasar. 
Saat memasuki pintu depan rumah, saya melihat sepotong popcorn di lantai. Saya suka popcorn dan ternyata ada sepotong yang jatuh saat makan sebelumnya.

Ketika melihatnya, saya perhatikan bahwa popcorn itu berputar dalam lingkaran. Saya belum pernah melihat popcorn berputar sebelumnya, jadi saya membungkuk untuk melihat lebih dekat.  Potongan popcorn itu diangkat oleh lima semut kecil yang berusaha membawanya ke rumah mereka. Namun, setiap semut telah memposisikan dirinya sedemikian rupa untuk mengikuti semut yang ada di depannya. Hasilnya, semut-semut itu berjalan berputar-putar. Lebih lucu lagi adalah fakta, ada semut lain di atas popcorn. Saya berasumsi dia harus menjadi pemimpin yang mendorong semut lain untuk terus bekerja dengan baik.

Semut-semut itu benar-benar tidak tahu bahwa upaya besar, ketertiban, dan kerja sama mereka sia-sia. Selama mereka saling membuntuti satu dengan yang lain, mereka tidak akan kemana-mana. Banyak usaha yang dikeluarkan tetapi tidak ada kemajuan yang dicapai.

Ketika memikirkan hal ini, saya menyadari bahwa banyak pula dari kita yang menjalani hidup dengan cara yang sama. 
Kita mengikuti caranya semut juga, di mana  di mata orang-orang di sekitar kita nampak sibuk, tetapi sesungguhnya tidak ke mana-mana. Kita tidak dipimpin oleh Roh Tuhan.Malahan menjadi serupa dengan dunia. 
Apakah kita berani melepaskan ‘popcorn’ nya?

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
Efesus 2:10 (TB).

Apakah kita berjalan di dalam hal-hal yang telah Tuhan siapkan bagi kita, ataukah hanya berpegangan pada ‘popcorn’ dan menjalani hidup berputar-putar semata?

Mendengarkan Tuhan adalah kunci untuk memiliki iman yang membawa kita bergerak ke dalam tujuan dan karunia ilahi kita.  Kita diciptakan untuk mendengarkan Dia! 
Jangan abaikan hak istimewa itu.

“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.”
Yohanes 10:27 (TB).

[Repost ; “Consider the Ant (a parable)”, – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
*MPOIN PLUS & PIPAKU*
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Mengapa Rajin Beribadah Dan Baca Firman, Tetapi Hidup Tetap Tidak Berubah?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mengapa Rajin Beribadah Dan Baca Firman, Tetapi Hidup Tetap Tidak Berubah?

Saya baru belajar sebuah rahasia yang sangat powerful.

“Bu Yenny, saya rajin beribadah, melayani dan membaca firman, tetapi mengapa hidup saya tidak seperti orang lain? Janji-janji Tuhan seolah berlaku untuk orang lain tapi tidak untuk saya. Kalau baca tulisan Bu Yenny, saya iri…Enak sekali Bu Yenny terima jawaban doa. Koq rasanya Tuhan pilih kasih.”

Dieeeeenk…..
Benarkah????
Tentu tidak!
Tuhan itu Allah yang adil dan tidak memandang muka.
Di mana letak kesalahannya?

Andrew Wommack dengan tegas berkata,
“Berkat dan kesembuhan itu seperti Hukum Gravitasi. Siapa saja yang memenuhi persyaratannya, otomatis akan menerimanya.”

Dan sekarang saya tahu jawabannya.
Banyak orang tidak menyadari bahwa Firman itu adalah Tuhan sendiri. Firman itu berbicara, merasa dan bertindak pula.
Kebanyakan orang memperlakukan Firman sebagai sekedar informasi seperti berita di koran atau majalah.
Seolah ada jarak antara dirinya dengan Sang Firman. Setelah dibaca, lalu dilupakan.

Firman adalah Pribadi Allah. Ketika kita memperlakukan firman sebagai Pribadi yang sedang berbicara kepada kita, dan kita menerimanya, itu menjadi hidup. Kita bisa berdiskusi dengan-Nya, mempraktikkannya, lalu menghidupinya. Akhirnya Firman itu menjadi hidup di dalam kita. Firman mengubah cara pandang dan saat kita merenungkannya siang dan malam, disertai berdoa dalam roh maka Tuhan sendiri menyampaikan pewahyuan-Nya, yang aktual untuk situasi yang kita hadapi setiap hari.

Tidak Mungkin ada orang betul-betul mencari Tuhan melalui firman dan menghidupinya, tetapi tidak menerima manifestasinya.
Firman Tuhan itu Ya dan Amin.
Kalau sampai terjadi, kita tidak menerima jawaban doa, kesalahan pasti di pihak kita. Check & recheck.

Ada lagi teman-teman yang membaca firman dan menerimanya tetapi dengan sikap mau berkat, kesembuhan dan pertolongan-Nya.
Istilah umum mengatakan, hanya mencari tangan Tuhan, tetapi bukan Pribadi Tuhan sendiri.

Tidak sedikit pula, yang hanya mencari Tuhan ketika bermasalah saja. Bahkan awalnya, mencari solusi ke seluruh dunia, ketika tidak ada jalan keluar, barulah datang kepada Tuhan sebagai pilihan terakhir.
Setelah ditolong pun, lalu Tuhan ditinggalkan. Dianggap ban serep, hanya dicari saat mobil mogok.

Ini cara pandang yang membuat seseorang tidak bisa mengalami janji Tuhan: Hidup Di Bumi Seperti Di Surga.

Tahukah kita, saat kita betul- betul menghargai Firman dan menghidupinya seperti yang dikehendaki Tuhan, maka berkat, kesehatan Ilahi, kelimpahan, kemakmuran dan damai sejahtera yang sempurna, secara otomatis akan mengejar kita?

“Koq bisa Bu Yenny?”

“Karena berkat, kesehatan Ilahi, kelimpahan, kemakmuran dan damai sejahtera yang sempurna, itu adalah Pribadi Allah sendiri. Ketika Sang Pencipta yang ada di dalam roh kita, diijinkan beroperasi tanpa halangan, semua termanifestasi dalam hidup kita tanpa halangan. Makes sense?”

Kehendak Tuhan itu menjadikan hidup kita di bumi seperti di surga. Hidup kita menjadi demonstrasi kebaikan-kebaikan-Nya. Sehingga setiap orang yang melihat kita, melihat betapa dahsyatnya Allah kita. Orang lain pun ingin memiliki hidup seperti kita.

Caranya?
Hidup yang bukan mengandalkan sistim dunia yang saling jegal, tetapi hidup berdasarkan God’s Way, cara Tuhan. Setiap saat bergandengan tangan dengan-Nya, menjalani kehidupan ini.
Karena Sumber Berkat kita adalah Tuhan.
Tuhan yang membuat apa pun yang kita kerjakan menjadi berhasil. Jika Tuhan menyertai kita, siapa dapat melawan kami?

Meminjam istilah Nabi Musa, Nama Tuhan disebut atas kita sehingga bangsa-bangsa di sekeliling takut kepada kita. Tuhan membukakan tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat sampai berkelimpahan. Kita memberikan pinjaman kepada banyak bangsa tetapi kita sendiri tidak meminta pinjaman.
Kita menjadi kepala dan bukan ekor, tetap naik dan bukan turun. Diberkati saat masuk dan diberkati saat keluar. Bersatu jalan musuh-musuh menyerang kita, tetapi bertujuh jalan mereka lari dari hadapan kita.

Wow…. Dahsyatnya!
Yes kita bermegah di dalam kekuatan Allah!
Kita menang, dahsyat dan sejahtera bukan karena hebatnya kita, tetapi karena Allah kita yang perkasa!
Kemuliaan hanya bagi Dia!


“Bu Yenny, mana mungkin saya bisa seperti itu, saya tidak punya uang….”

Banyak orang yang membatasi Tuhan dengan pemikirannya, lalu membentengi diri, sehingga saat Tuhan menawarkan alternatif yang tidak sejalur dengan pemikirannya, langsung ditolaknya.

“Is anyone thirsty?     Come and drink—     even if you have no money! Come, take your choice of wine or milk—     it’s all free! Why spend your money on food that does not give you strength? Why pay for food that does you no good? Listen to me, and you will eat what is good.     You will enjoy the finest food. Come to me with your ears wide open.     Listen, and you will find life. I will make an everlasting covenant with you.”  

“Apakah ada yang haus? Datang dan minum— bahkan jika Anda tidak punya uang! Ayo, ambil anggur atau susu pilihanmu— semuanya gratis! Mengapa menghabiskan uang Anda untuk makanan yang tidak memberi Anda kekuatan? Mengapa membayar makanan yang tidak bermanfaat bagi Anda? Dengarkan aku, dan kamu akan makan apa yang baik. Anda akan menikmati makanan terbaik. Datanglah pada-Ku dengan telinga terbuka lebar. Dengarkan, dan Anda akan menemukan kehidupan. Aku akan membuat perjanjian abadi denganmu.”

Siapa yang bilang semua harus diperoleh dengan uang?
Masih ingat kisah Hanna?

Tuhan bisa membukakan jalan dengan cara yang tak terduga, syaratnya Dengarkan Tuhan…
Tentunya kita bisa mendengarkan suara Tuhan, jika kita membangun hubungan yang intim dengan-Nya. Menjadikan-Nya prioritas utama dalam kehidupan kita.

Datanglah pada-Ku dengan telinga terbuka lebar. Dengarkan, dan Anda akan menemukan kehidupan. Aku akan membuat perjanjian abadi denganmu. Kalau yang berjanji adalah Sang Pencipta alam semesta, apalagi yang mesti kita khawatirkan?

Hhhhmmm…. Semua masuk akal dan bisa dipraktikkan bukan?
Yuk…..

Living God’s way means putting away your self-centeredness and committing yourself to follow God’s Word in spite of any feelings to the contrary. — John C. Broger

Menjalani hidup dengan cara Tuhan berarti menyingkirkan keegoisan dan berkomitmen mentaati Firman Tuhan meski bertentangan dengan perasaan. — John C. Broger.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apa yang Tuhan izinkan?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apa yang Tuhan izinkan?”

Setelah terjadinya beberapa jenis tragedi atau bencana alam, kita sering mendengar orang Kristen berkata bahwa Tuhan mengizinkan bencana ini terjadi demi tujuan yang lebih besar. Konsep seperti itu menunjukkan bahwa Tuhanlah yang sebenarnya bertanggung jawab atas tragedi itu.
Jika Dia mengizinkannya, Dia pasti menyetujuinya.
Benarkah?

Ketika orang tua memiliki seorang anak remaja, lalu si remaja tersebut memutuskan untuk mengambil mobil milik keluarganya, merampok bank, melindas pejalan kaki serta terlibat dalam kejar-kejaran yang berbahaya dengan polisi, apakah berarti si orang tua yang membiarkan hal ini terjadi? Apakah itu kehendak orang tuanya, dengan mempercayai, ada kebaikan yang lebih besar yang akan dicapai melalui kematian orang lain?

Mungkin ini akan membantu kita memahami sedikit lebih baik, sifat dan hati Tuhan sesungguhnya.
Dia menciptakan manusia menurut gambar-Nya dan memberikan bumi kepada manusia (Mzm 115:16).
Namun, Dia secara tegas melarang manusia untuk makan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat.
Dia TIDAK mengizinkannya. Dia melarangnya.

Keputusan manusia untuk tidak taat, tentu tidak seharusnya menimpakan tanggung jawabnya kepada Tuhan, mau pun segala konsekuensi yang harus ditanggung karena ketidaktaatan itu.

Malaikat (–iblis) juga memberontak melawan Tuhan dan diusir dari surga. Tuhan memberikan ‘free will’, kemampuan memilih, bagi malaikat-Nya dan manusia yang Dia ciptakan menurut gambar-Nya sendiri.
Pilihan itu memberikan kesempatan kepada manusia untuk menunjukkan kesetiaan dan kasih mereka kepada Tuhan, atau justru menunjukkan kemandirian mereka, memilih hidup terpisah dari Tuhan.
Tanpa pilihan, tidak akan ada hubungan persekutuan yang sejati dengan Tuhan.

Jadi, apakah Tuhan mengizinkan pemberontakan, dosa, korupsi, kegelapan dan bencana? TIDAK.
Kodrat manusia mencakup kemampuan untuk memilih (free will) . Kemandirian (hidup terpisah dari Allah) dan penderitaan bukanlah kehendak Tuhan saat itu, dan itu juga bukan kehendak Tuhan sekarang. Dia tidak membiarkan penderitaan dan tragedi terjadi di bumi. Dia membiarkan manusia menjadi manusia. Kesalahan dilakukan oleh Adam, bukan Tuhan.

Cuaca yang merusak, korupsi, penyakit, kematian, perang, kebencian, perselisihan, imoralitas, kejahatan dan pelanggaran hukum merupakan akibat dari apa yang diizinkan oleh manusia. Tuhan tidak mengizinkannya. Tetapi Dia harus menghormati keputusan manusia.

Guna menebus dosa umat manusia dan memberikan kesempatan untuk menjalani hidup yang baru, Tuhan pun menjadi manusia. Hanya seorang manusia yang secara hukum dapat menebus apa yang telah diperbuat oleh dosa manusia.
—— Yesus-lah Manusia itu.
Hanya mereka yang memilih percaya bahwa manusia dapat dipulihkan kembali dengan keinginan Tuhan untuk membawa kehidupan serta terang bagi umat manusia.
Tuhan bukanlah pencipta penderitaan, tetapi Dialah Sang Pencipta penebusan, kehidupan baru, penyembuhan, pembebasan, kedamaian, sukacita dan kelimpahan.

Kapasitas untuk memilih masih ada di dalam diri kita.
Dia mengizinkan kita kembali kepada-Nya dengan damai.

[Repost ; “What does God allow?”, – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 2 3 5