Monthly Archives: Dec 2021

Articles

Potongan Puzzle Rencana Besar Tuhan di MB-Gen menjadi Go-ImET by CI-Gen.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Potongan Puzzle Rencana Besar Tuhan di MB-Gen menjadi Go-ImET by CI-Gen.

Hidup ini penuh misteri tetapi juga menarik, saat kita menjalaninya bersama Sang Pemilik Kehidupan.

Bermula dari Mission Trip, saya kebagian melayani di “Satu Hati Bagi Negeri”, kelompok marjinal yang pelayanannya dipimpin oleh Ibu Hanna yang cantik.
Oleh B. Hanna saya diperkenalkan pada Coach Kaki dengan MB-Gennya.

Ingin tahu siapa Coach Kaki & MB-Gen?
Klik:
http://www.MB-Gen.org

Mulai 1 Januari 2022, program IMeT by MB-Gen (Indonesia Millennial Entrepreneurship Training by Melangkah Bagi Generasi) akan berubah menjadi Go-ImET by CI-Gen (Generation of Impact Entrepreneurship Training by Christian Impact Generation).

Dan saya mendapatkan kesempatan sharing sebagai coach di sana.
Ingatan pun melayang pada Yayasan Pondok Hayat, yang merawat anak-anak yang ibunya hamil di luar nikah, bahkan nyaris digugurkan, serta Sekolah Pelita Permai, sekolah gratis untuk anak-anak miskin di Surabaya, yang dipimpin oleh Bu Monica Stephanus dan Bu Liana Kristanti.

Segera saya memperkenalkan Coach Kaki dengan B. Monica & B. Liana. Terjalin kerjasama sehingga mereka bisa membantu lebih banyak lagi anak-anak yang ingin sekolah ke Taiwan dengan beasiswa. Beberapa anak Pondok Hayat dan Pelita Permai pun, ikut bergabung dalam MB-Gen, bersiap meraih cita-cita di luar negeri.
Sesuatu yang awalnya nampak mustahil, mengingat besarnya biaya sekolah ke luar negeri, sekarang kesempatan pun terbuka. Yeaaayyyy….

Banyak orang beranggapan, membantu harus selalu berupa materi. Kadang informasi yang tepat, justru bisa membukakan kesempatan tanpa batas.

Sekolah di Taiwan ini sangat menarik. Mulai dari SMK, S1 hingga S2. Anak-anak bisa bekerja sambil sekolah. Mereka dipersiapkan menjadi entrepreneur di masa depan. 3 Bulan kerja dan 3 bulan sekolah. Bahkan untuk S1 jurusan IT, magang kerjanya 3 tahun di Taiwan dan 1 tahun di Jepang. (Saat berada di luar negeri) Orangtua tidak perlu membiayai mereka lagi.
Meski yang terbanyak memang beasiswa ke Taiwan, tetapi MB-Gen juga memberi beasiswa ke negara-negara lain seperti USA, Jepang, Korea.

MB-Gen melatih dan mempersiapkan para siswa yang hendak sekolah ke luar negeri, dengan pembinaan karakter, entrepreneurship, penguasaan bahasa dsb. Yang lebih keren lagi, para coach dari berbagai negara di dunia. Selain dari Indonesia, ada yang dari US, El Savador, Brazil dsb.
Program MB-Gen diadopsi oleh berbagai negara di dunia dan dipercaya di Taiwan untuk melatih siswa tidak hanya dari Indonesia tetapi berbagai negara lainnya.

Coach Kaki sharing, bagaimana beliau terpukau dengan perkembangan yang sedemikian cepatnya, serta kepercayaan besar yang diembannya dari Tuhan. Rencana-Nya jauh lebih besar dan dahsyat daripada yang bisa beliau pikirkan.

“Apakah saya mampu?”, gumam Coach Kaki dalam hati.

Kebetulan sekali saat itu saya tengah sharing, dan menekankan bahwa It’s all about God, not me.
Coach Kaki menimpali, “Dari pagi saya terus menerus diingatkan Tuhan, bahwa dalam menjalankan amanat besar Tuhan ini, semua adalah tentang Tuhan dan bukan saya. Salah satunya dari Coach Yenny.”

Wow…. Saya pun terpukau…. Allah Yang Mahabesar itu begitu personal, memahami kegalauan anak-anak-Nya. Dan tanpa saya sadari Tuhan memakai kalimat saya untuk meneguhkan Coach Kaki…
Terimakasih Tuhan…. Saya pun merasa istimewa. 🙂 , tanpa sengaja ikutan terbawa dalam rencana besar Tuhan memakai Coach Kaki dan MB-Gen, yang nama barunya: Go-ImET by CI-Gen.

Bukan kebetulan juga, B. Monica Stephanus, itu translater Top di Surabaya. Kerap menjadi penterjemah tokoh – tokoh Top dunia yang memberikan seminar di Surabaya. Brother Andrew,
Loren Cunningham, Reinhard Bonnke, Suzette Hattings, Tommy Barnett, John Bevere, Joyce Meyer, Marilyn Hacky adalah sebagian diantaranya.
Dengan MB-Gen go international, tentu kerjasama dengan beliau akan sangat membantu. Monica pun menjadi salah satu coach di sana.

Membayangkan pun tidak, tiba-tiba saya menyadari bahwa saya sudah menjadi salah satu potongan puzzle dari rencana Tuhan yang besar. Tuhan memakai teman-teman yang hebat, dan saya pun ‘katut’ kata Orang Jawa, tanpa sengaja terbawa di dalamnya. 🙂

“Siapakah aku ini, Tuhan?”, bisik hatiku.
Jika dirunut ulang, saya hanya menyediakan diri untuk dipakai Tuhan, tanpa ada ambisi mau pun pamrih apa pun. Sesuatu yang baik, saya bagikan, perkenalkan dan bantu, agar bisa terjalin hubungan yang baik dan luas antar teman, untuk kemuliaan Tuhan.
Itu saja… Selebihnya Tuhan yang memang dahsyat. Memakai orang-orang biasa, dengan cara yang luar biasa.
Supaya saat kesuksesan tercapai, semua orang tahu:
Itu karya Tuhan, bukan hebatnya kita!

Kita adalah tubuh Kristus. Setiap kita punya posisi dan peran khusus yang berbeda, tak tergantikan, namun saling melengkapi dan saling membutuhkan satu dengan yang lain. Tidak perlu bersaing atau iri hati. Tuhan memandang setiap kita sama pentingnya.

“Yenny, koq kamu beruntung sekali, dipakai dan diberkati Tuhan?”

Kan Barry Bennett bilang, hidup kita akan menjadi demonstrasi kebaikan Tuhan, jika hidup dekat dengan-Nya?

Sementara Andrew Wommack mengajarkan, hidup kita akan dipenuhi dengan hal-hal supernatural, jika tidak, artinya kita tidak benar-benar memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan.

Sesungguhnya, terhadap semua anak-anak-Nya, Tuhan memberi kesempatan yang sama. Allah itu adil dan tidak memandang muka. Anugerah diberikan gratis pada semua orang. Respon kitalah yang membedakannya.

Ketika kita setia dan pasrah mengikuti arahan Allah Yang Maha-besar, maka endingnya kita pun ‘katut’ tanpa sengaja terbawa ke dalam hal-hal yang besar.

Mau???
Yuk responi anugerah-Nya dengan hidup dekat kepada-Nya.

Meminjam salam MB-Gen:
Life is fun so let’s keep on Faithing, lol & rolling! Salam Juang!

We are just a puzzle piece in God’s master jigsaw plan. Like any puzzle piece, we seem unimportant by ourselves. But vital to the end of product.

Kita hanyalah potongan jigsaw puzzle dalam rencana Tuhan. Seperti potongan puzzle lainnya, kita sendiri merasa tidak penting. Tapi sesungguhnya penting bagi hasil akhir produknya.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Semuanya Akan Berlalu…. Dan Semua Baik-baik Saja!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Semuanya Akan Berlalu…. Dan Semua Baik-baik Saja!

Apa yang paling membuat manusia khawatir?
Tidak tahu apa yang ada di depan sana.
Tidak bisa mengantisipasi, yang tidak diprediksi mendadak terjadi, semua rencana gagal…
Ini yang paling membuat manusia stress.
Kehilangan kendali…

Pandemi, contohnya.
Semua galau, tidak tau apa yang harus diperbuat. Tidak pernah terjadi sebelumnya.
Tidak bisa tidur, stress…

Pandemi menimpa semua orang, tetapi respon masing-masing berbeda.
Why?
Ada yang bergantung dengan kekuatan sendiri dan ada yang betul-betul berserah kepada Tuhan.

Sahabat saya, Andreas Hartanto, mengirimkan perenungannya yang apik.
Setiap kita dilahirkan ke dunia memiliki suatu tujuan dan kita tengah berjalan menuju ke sana.
Tujuan besar semua orang, agar hidup kita mencerminkan Allah sendiri.
Tetapi ada tujuan spesifik masing-masing, sesuai dengan peran yang sudah ditetapkan Tuhan, bahkan sebelum kita berada di dalam kandungan ibu kita.
Nach kita tidak tahu detilnya.

Lalu bagaimana cara menemukannya?
Dengan menjalani hidup ini bersama Tuhan karena sesungguhnya, Tuhan itu sendiri adalah Jalannya.

Sejak kecil saya suka membaca dan berpotensi menulis, tapi tidak pernah menyadarinya. Kuliah di Teknik Sipil bertemu P. Indra… Gak ada hubungan dengan menulis.
Menikah, berbisnis pipa PVC dan tangki air di Solo.
Gak nyambung blas…

Tidak pernah terpikir sedikit pun akhirnya bisa pindah ke Surabaya, belajar menulis hingga punya beberapa buku. Gak mimpi pula, bisa Sekolah di Charis dan akhirnya pindah lagi ke Jakarta.

Banyak hal yang seolah-olah salah, tetapi akhirnya, talenta yang Tuhan tanamkan bermanfaat serta menemukan cara untuk merealisasikannya. Karena untuk itulah Tuhan menciptakan saya di dunia ini.
Ketika saya melekat pada Tuhan, Dia sendiri yang menuntun dan mengarahkannya.

“B. Yenny, di grup sekarang ada yang rutin menulis, tulisannya mirip lho.”

Meski pun mirip, tapi tidak mungkin sama. Pengalaman setiap orang berbeda dan unik. Pengalaman-pengalaman yang kelihatannya secara kasat mata ‘salah’, justru membentuk baik gaya mau pun isi tulisan saya. Tuhan sudah menyiapkan dan meramunya menjadi ciri khas Seruput Kopi Cantik.

Tidak perlu merasa tersaingi karena setiap penulis punya ‘pasarnya’ masing-masing. Perlu diingat, ini bukan tentang kita, tetapi tentang Allah. Jangan mencari nama untuk diri sendiri, demikian prinsipnya.
It’s all about God, not me.

“Endingnya di mana Bu Yenny?”
“Saya gak tahu… Selama saya menjalaninya bersama Tuhan, langkah demi langkah, saya tidak akan pernah tersesat. Saya melekat pada Sang Jalan dan Tujuan itu sendiri.”

“Hidup B. Yenny mulus dong?”
Sama sekali tidak!
Banyak tantangan dan rintangan.
Lho?

Kita hidup di dunia yang sudah jatuh dalam dosa, ‘si musuh’ tidak suka ketika kita hidup melekat kepada Tuhan.
Berbagai serangan dan rintangan dibuatnya.
Tetapi selama saya berjalan bersama-Nya, penghalang yang dibuat ‘si musuh’, justru diubah Tuhan menjadi batu pijakan untuk naik ke tempat yang tinggi, yang tidak dapat dicapai, tanpa adanya batu itu.
Dahsyat bukan?

Kadang kami (Tuhan dan saya) berjalan melalui terowongan yang gelap, pekat dan menakutkan. Tuhan tidak sekedar menggandeng tetapi menggendong saya.
So sweet…

Kadang timbul pertanyaan dalam hati,
“Berapa lama harus melewati jalan berliku yang gelap, Tuhan?”

“Percaya saja…”, jawab Tuhan.

Yach saya kan bukan Tuhan. Saya tidak perlu mengendalikan semuanya. Saya tidak sepintar itu dengan otakku yang hanya sebesar kacang.

Tidak penting ke mana, jauh lebih penting bersama siapa?

Hhhmm… Bukankah Tuhan sudah berjanji bahwa rancangan-Nya adalah rancangan damai sejahtera untuk memberikan hari depan yang penuh harapan.
Yang berjanji bukan abal-abal tetapi Sang Pencipta alam semesta. Terjamin!

Tidak penting apa yang saya lewati sekarang, pokoknya endingnya: “Semua akan baik-baik saja”, seperti kesaksian P. Solaiman Giyono.

Yang belum baca, bisa KLIK:
https://yennyindra.com/2021/09/semua-akan-baik-baik-saja-takut-mati-ini-pengalaman-pak-giyono/

Lamaaaa… Setelah itu, saya menoleh ke belakang.
Terlihat lukisan kehidupan saya yang indah.
Perpaduan warna gelap dan terang…
Jika semuanya mulus, berwarna terang, tidak indah bukan?
Silau mata kita memandangnya.

God is good, all the time.
All the time, God is good.

Seek God because you know you cannot navigate safely in this world without Him – Joyce Meyer.

Carilah Tuhan karena Anda sadar, tanpa Dia, Anda tidak bisa berjalan dengan aman di dunia ini – Joyce Meyer.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Kamp Pelatihan.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Kamp Pelatihan.”

“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”
Amsal 22:6 (TB).

Ketika seorang anak lahir ia memiliki identitas genetik yang berasal dari orang tuanya. Sebagai contoh dalam menjelaskan tujuan ini, kita dapat mengatakan, memang dia memiliki sifat orang tuanya. Namun, hanya karena seorang anak adalah keturunan orang tuanya, tidaklah berarti secara otomatis dia akan menjadi seperti mereka, baik dalam perilaku, pengertian, kebijaksanaan, dan tujuan. Anak-anak yang dibiarkan sendirian merasa tidak bahagia, hidup tanpa arah dan kurang baik dalam keterampilan mau pun pengetahuan sosial. Mereka harus dilatih.

Begitu pula ketika kita dilahirkan kembali.
Hanya karena kita memiliki kodrat Illahi, tidaklah berarti secara otomatis kita akan bertumbuh menjadi anak Tuhan yang bijaksana, dewasa, setia, serta berkemenangan.
Orang yang lahir baru harus dilatih.
Yang harus kita lakukan adalah melihat orang percaya lainnya di sekeliling kita, dan perbedaan luar biasa dalam kehidupan mereka, sehingga menyadari, hanya dengan lahir baru oleh Tuhan tidaklah berarti keinginan dan tujuan Tuhan bagi hidup kita akan terwujud.
Bagaimana pelatihan yang dibutuhkan ini dapat dicapai?

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”
2 Timotius 3:16-17 (TB).

Kesimpulannya sudah jelas. Para pria atau wanita Tuhan, TIDAK akan lengkap dan diperlengkapi sepenuhnya, jika terpisah dari pelayanan Firman yang memberikan doktrin, teguran, koreksi dan instruksi dalam kebenaran. Tidak peduli seberapa bersihnya jiwa kita, tujuan manusia baru kita akan hilang, jika tidak menjadi bagian dari program pelatihan Tuhan.

Itulah sebabnya Yesus memberikan lima jawatan pelayanan kepada gereja.
Kita memiliki Rasul, Nabi, Penginjil, Gembala (Pendeta) dan guru “untuk menyempurnakan orang-orang kudus, dan memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan Tubuh Kristus”
Efesus 4:12 (TB).
Orang percaya harus dilatih. Para Pendeta menggunakan Firman Tuhan untuk memperlengkapi orang-orang kudus.

Ini bukanlah legalisme bila dikerjakan sesuai dengan kasih dan anugerah Tuhan. Ini sungguh-sungguh rencana Tuhan untuk mendewasakan umat-Nya. (Lihat 1 Korintus 3:1-4).

[Repost ; “Boot Camp”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Be Yourself!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Be Yourself!

Berawal dari kata ini, saya sudah menulis puluhan artikel. Tetapi pemahaman saya menjadi Be Yourself – menjadi diri sendiri ini, sesungguhnya terus berkembang mengiringi pertumbuhan rohani dan pengenalan pribadi saya dengan Tuhan.

Salah satu yang ditekankan Peter Scazzero:
Quit pretending to be something we are not.
Berhentilah berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan diri kita.

Kita pasti menolak bahkan tersinggung saat dianggap pencitraan, menjadi seseorang yang sesungguhnya bukan kita.
Tetapi sejujurnya, setiap kita pernah mengalaminya bahkan meski pun pertumbuhan rohani kita kian dewasa, kita terus menerus dituntut menjadi seseorang sesuai harapan orang lain.

Ketika kecil, ingin jadi anak kebanggaan mama. Maka yang selalu ditampilkan hal-hal yang baik. Yang nakal, jail, ditutup rapat-rapat.
Saat dewasa, kita dituntut untuk mengenakan brand tertentu, atau mobil kelas tertentu supaya bisa diterima di kalangan tertentu.
Suka bergaul dengan kalangan tertentu, supaya dianggap satu level dengan mereka.
Itulah sebabnya, banyak yang bangga jika berteman dengan orang yang terkenal, kaya, pejabat atau anaknya.

Dan sesungguhnya, itu melelahkan. Mengenakan berbagai topeng setiap hari.
Berusaha memenuhi harapan orang lain, ingin menjadi seseorang yang bukan kita.

What is perhaps more tragic is that so many of us who are followers of God also remain trapped within the layers of our false self. – Peter Scazzreo

Apa yang mungkin lebih tragis adalah bahwa begitu banyak dari kita yang adalah pengikut Tuhan juga tetap terperangkap di dalam lapisan-lapisan diri kita yang palsu. -Peter Scazzero

Bersyukur semakin memahami Tuhan dan kebenaran-Nya, semakin saya paham bahwa Tuhan sudah memberi tujuan serta tugas spesial bagi setiap orang. Saya tidak perlu menjadi orang lain.

Arthur Meintjes kagum dengan Andrew Wommack, yang dengan tanpa perasaan bersalah, menolak pelayanan yang ditawarkan kepadanya, jika dia merasa itu bukan kehendak Tuhan. Artinya, Andrew mengecewakan banyak orang.

Saya pun belajar mencoba di berbagai kesempatan, tugas dan pelayanan, sambil mengamati dengan jujur, di mana Tuhan menempatkan saya.

Menulis itu kehendak Tuhan yang saya yakini memang diperuntukkan bagi saya. Saya suka, mengerjakannya tanpa beban dan nyaris selalu antusias.
Setiap kali Nana memberi tugas, atau Denny memberi artikel untuk di translate, dengan senang hati saya kerjakan bahkan selalu menemukan hal-hal baru yang memperkaya saya, saat menuntaskannya.

Konseling, saya bukan tipe yang telaten mendengarkan curhat orang-orang yang berputar terus tanpa jelas ujung pangkalnya, terutama masalah rumah tangga. Apalagi dengan orang-orang yang hanya ingin buang sampah tapi tidak ingin berubah.

Saya prefer berdiskusi, sharing, menurut saya ini masalahnya. Sudah baca buku “bla bla bla?”.
Kalau belum, saya kirim free of charge. Dibaca, apa yang kamu pelajari, lalu kita diskusi lagi, kalau memang perlu.
Saya ingin ada tindakan yang nyata.
Atau saya kirim video dan tontonlah.

Prinsipnya, yang bisa mengubah keadaan itu Tuhan dan firman-Nya. Bukan saya… 🙂
Saya 100% yakin, jika “Pekerjaan Rumah (PR)” dikerjakan pasti perubahan terjadi.
Tidak perlu nasehat yang panjang-panjang apalagi membicarakan detil permasalahannya.
Permasalahan setiap orang berbeda-beda, apalagi yang sudah
menikah bertahun-tahun: bak benang ruwet.

Jika permasalahan menyangkut hukum, kesehatan dll, saya sarankan bertanya langsung pada ahlinya. Ibarat sakit gigi, jangan minta nasehat dokter jantung. Sama-sama dokter, keahliannya berbeda-beda.

Masalah buntu?
Berdoa dan cari jawabannya dengan membaca firman dan hidup melekat kepada-Nya. Perubahan pasti terjadi. Janji Tuhan Ya dan Amin.
Kalau tidak berubah, kesalahan pasti di pihak kita, bukan Tuhan.
Terbukti banyak teman-teman yang masalahnya terselesaikan secara ‘supernatural’ setelah PR diselesaikan.
Tuhan Allah yang menjawab doa dan selalu bisa diandalkan.


Seorang sahabat papanya sakit dan butuh didampingi. Saya bisa mendoakannya, tetapi kalau harus telaten mendampingi, saya tahu persis, karunia saya bukan di sana.

Dulu saya sungkan. “Duh, apa kata orang? Koq saya tidak bisa jadi anak Tuhan yang penuh kasih seperti si anu…”
Merasa bersalah.

Sekarang tidak lagi. Belajar jujur.
Sahabat ini saya perkenalkan dengan Priscilla, ketua bagian Healing di Sekolah Charis. Itu memang kekuatannya Cilla… Saya tidak perlu berusaha menjadi Cilla. 🙂

Butuh fondasi untuk terima kesembuhan?
Saya ajak Yuliadi, sohib di Charis yang memang mendalami tentang kesembuhan.

Saya support kirim artikel, video-video yang dibutuhkan. Saya bisa membantu menguatkan sesuai dengan kapasitas saya.
Hidup jadi jaaauuuhh lebih enteng.

Apakah Tuhan tidak marah?
Tuhan mengasihi dan menerima saya sejak masih dalam kandungan mama. Belum bisa apa-apa.
Dan kasih-Nya tidak pernah berubah.

In the coming world, they will not ask me: ‘Why were you not Moses?’ they will ask me, ‘Why were you not Zusya?'”, quotes terkenal Rabbi Zusya.

Di dunia yang akan datang, mereka tidak akan bertanya kepada saya: ‘Mengapa kamu bukan Musa?’ mereka akan bertanya kepada saya, ‘Mengapa kamu bukan Zusya?'”, ujar Rabi Zusya menjelang kematiannya.

Rabbi Meshulam Zusha of Hanipol or Meshulum Zusil of Anipoli, demikian nama lengkap Rabbi Zusya, tokoh terhormat dan disegani, yang hidup pada tahun 1718–1800.

Saya bertanggung jawab menjadi YennyIndra, bukan yang lain!
Menjadi YennyIndra yang otentik.

Saya melayani Tuhan atau tidak, Dia tetap mencintai dan menerima saya apa adanya.
Saya melayani sebagai ungkapan kasih kepada-Nya dan hidup saya akan puas ketika menggenapi rancangan-Nya dalam hidup saya.
Tuhan yang merancang, bukan saya.

Ketika saya memilih melayani-Nya sesuai dengan apa yang saya yakini sebagai kehendak-Nya, justru saya bisa melayani dengan lebih efisien dan efektif.
Hasil dari pelayanan bukan tergantung saya.
It’s all about God, not me.
Semua tentang Tuhan, bukan saya.
Saya hanyalah bejana yang dipakai Tuhan sesuai kehendak-Nya.
Alias Pena Di Tangan Tuhan, istilah dari sis Elma Roux.

Tugas saya adalah hidup di dalam Tuhan dan firman-Nya.
Apa yang harus saya lakukan, yaitu berjalan bersama-Nya, sesuai arahan-Nya dalam menyelesaikan setiap tantangan kehidupan, sehingga hidup jadi rest, santai, tetapi terus terkoneksi dengan-Nya.
Be yourself!

Bagaimana pendapat Anda?
Praktik yuuuukkkk…
Jadi diri kita yang unik dan otentik!

Be yourself, no matter what other people think. God made you the way you are for a reason. Besides, an original is always worth more than a copy.

Jadilah diri sendiri, tidak peduli apa yang orang lain pikirkan. Tuhan menjadikan kita seperti kita saat ini, karena suatu alasan (tujuan). Selain itu, ingatlah, yang asli selalu lebih berharga daripada yang sekedar salinan alias copy-an.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

The Meaning You Give, The life You live

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

The Meaning You Give, The life You live

Tengah mengobrol santai bersama teman-teman, ketika P. Dolfi mengingatkan saya pada peristiwa bertahun-tahun yang lalu.

Dalam salah satu artikel, saya mengutip quotes TD. Jaked yang terkenal, bahwa dibalik masalah besar, tersembunyi berkat yang besar.

“Kalau begitu, terima saja masalah yang lebih besar lagi, supaya menerima mujizat yang lebih besar,” komentar P. Dolfi, “Kalau saya sich ga mau… Saya mau hidup bebas masalah.”

“Wow… P. Dolfi seperti sudah tidak hidup di dunia lagi,” saya menimpali.

Saat awal saya masuk sekolah Charis, banyak mindset lama yang selama ini saya pikir, itulah rumusan hidup secara umum, ternyata itu mindset yang salah.
Saya baru masuk kelas koresponden, sementara P. Dolfi sudah duluan sekolah sekitar 1 tahun. Kalah level, kalah ilmu… Meski di level 2 akhirnya kami satu kelas. 🙂

Ini salah satunya.
Sejak dulu saya berpikir, masalah itu ya wajarnya yang dialami orang yg masih hidup di dunia ini. Bukankah ada quotes yang mengatakan bahwa hanya orang mati yang tidak punya masalah.

Sakit sekali-sekali itu wajar, entah pusing, flu atau penyakit ringan lainnya. Normalnya orang hidup. Kalau sakit berat, baru heboh.
Sampai saya mendengar kesaksian Andrew Wommack yang 50 tahun tidak pernah sakit, barulah saya sadar, ternyata hidup tanpa pernah sakit itu reachable, bisa koq…
Saya sadar, mindset lama saya itu salah.

Umat-Ku binasa karena kurang pengetahuan, kata Tuhan.

Kadang kita celaka karena mindset kita salah, sehingga salah pula dalam berpikir, mengambil keputusan serta bertindak.


Tanpa terasa sudah 4.5 tahun saya sekolah di Charis. Pengenalan akan Tuhan kian mendalam dan pewahyuan-pewahyuan makin bertambah banyak.

Terakhir ini, Tuhan memberikan pewahyuan bahwa seharusnya sebagai anak-anak Tuhan, hidup saya di bumi ini seyogyanya seperti di sorga.

Saya merenung.
Di surga itu ada resesi ga? Ga ada.
Mestinya hidup anak Tuhan juga ga ada resesi.
Di surga ada yang sakit ga? Ga ada.
Mestinya hidup anak Tuhan juga ga ada yang sakit apalagi stress hingga sakit jiwa.
Dst.

Tiba-tiba saya sadar, mindset itu sangat penting.

Ada kalanya tenggorokan sedikit gatal dan kurang enak. Ketika melihat itu, iblis mulai menggoda,
“Berarti kamu radang tenggorokan, gejala awal Covid tuh…”
Ketika saya menganggap sakit itu lumrah, normal dan wajar,
saya pasrah…

Berbeda ketika mindset saya: sehat adalah hak saya, maka saya ini orang sehat yang sedang digoda dan ditipu supaya sakit.
Segera rancangan iblis dilawan.
Saya usir penyakit dari tubuh, karena penyakit tidak berhak nge-kost di tubuh saya.

The Meaning You Give, The life You live (Makna yang Anda berikan, menentukan Hidup yang Anda jalani), tertulis pada kaos yang dikenakan Bro Irvan Irawan Jie, dalam video kiriman P. Prasetya M. Brata.

Bergaullah dengan teman-teman yang positif dan membawa Anda maju… Kaos pun mengajarkan hal yang penting. 🙂


Hidup di bumi seperti di surga, artinya hidup bebas dari masalah, bebas dari kekurangan, sakit penyakit, stres dsb.
Segala yang terbaik dari Tuhan yang tersedia di surga, dapat kita nikmati sekarang, asalkan kita hidup selaras dengan Hukum Kerajaan Allah.

Ada perlindungan supernatural dalam kehidupan orang yang percaya Tuhan. Kalau hidup kita tidak supernatural, artinya kita tidak sungguh-sungguh memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan, kata Andrew Wommack.

Wow…

Ketika saya menerima dan meng-amin-kan pewahyuan bahwa hidup saya di bumi seperti di surga, tanpa sadar saat ada teman yang menceritakan ramalan buruk th 2022, lalu ada yang memberikan info kemungkinan buruk akibat omicron yang mungkin saja terjadi, sekarang respon saya berbeda.

“Hhhmmm…. Itu untuk orang-orang yang hidup menurut hukum dunia, tetapi bukan bagian saya yang hidup menurut Hukum Kerajaan Allah.”

Ada perlindungan supernatural Tuhan bagi orang-orang yang hidup menurut Hukum Kerajaan Allah.
Saya biji mata Tuhan, meniru ungkapan Raja Daud. Kesayangannya Allah.
Tuhan yang menopang dengan tangan kanan-Nya yang membawa kemenangan.
Dan….
Terjadilah menurut imanmu. Demikian hukumnya.
Mindset yang kita percayai, menentukan kualitas hidup kita.
Pilihan ada di tangan kita sendiri.
Melegakan bukan?

Your philosophy controls the outcome of your life.

Filosofi Anda mengendalikan hasil yang diperoleh dalam hidup Anda.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 2 3 5