Articles

Gak Berani Bermimpi? Jangan Takut. Mimpilah!


Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Gak Berani Bermimpi? Jangan Takut. Mimpilah!

Hanna, sahabat yang setia antar jemput saya ke sekolah. Hanna memiliki mobil dan dijadikan taxi online. Dalam perjalanan, kami selalu sharing materi pelajaran di Charis dan betapa dahsyatnya Tuhan dalam kehidupan kami.
Hanna sudah lulus Charis level satu.

“Hanna, ada MB-Gen yang memberi beasiswa bagi anak-anak yang mau belajar ke Taiwan. Di sana mereka bisa 3 bulan sekolah dan 3 bulan kerja. Ortu gak perlu kirim uang lagi. Penghasilannya cukup untuk hidup dan bayar uang sekolah. Bahkan tahun pertama, anak-anak diharuskan menabung, supaya tahun berikutnya bisa membiayai mamanya datang ke Taiwan. Melihat kegiatan mereka di sana,” ujar saya memberikan informasi kepada Hanna.

Wow… Hanna excited dan bersemangat sekali. Dia ingin mengirimkan Stevan anaknya yang ke dua, belajar di SMK di Taiwan. Kebetulan Stevan tertarik pada jurusan food & beverage. Dan membayangkan bisa mengirim Stevi, putri sulungnya ambil S2  setelah lulus kuliah.
Sayangnya Stevan tidak tertarik.

“Kita bawa dalam doa saja Hanna. Kalau ini yang terbaik untuk Stevan, Tuhan bisa mengubah hati Stevan,” hibur saya.

Hanna seorang ibu yang baik. Meski putranya tidak tertarik, dia tetap ikut berbagai zoom acara MB-Gen, sehingga dia mendapat informasi yang mumpuni.

Sekitar sebulan kemudian, Hanna dengan ceria memberi kabar,
“Stevan sekarang tertarik ikut MB-Gen. Dia rajin ikut zoom. Sayangnya, Stevan sudah terlambat jadi bisanya ikut rombongan yang berangkat tahun 2023. Rombongan yang berangkat 2022 sudah tutup.”

“Gapapa Hanna, kita bawa dalam doa saja. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Dan lagi Tuhan pasti mengatur yang terbaik bagi Stevan.”

“Iya… Saya terus berdoa, fokus pada firman Tuhan dan deklarasi janji-janji-Nya.”

Beberapa minggu kemudian, kebetulan saya ada meeting dengan Coach Kaki, CEO & Founder MB-Gen. Di tengah perbincangan, kami menyinggung tentang Stevan. Coach Kaki tertarik untuk interview Stevan.

Yang belum kenal Coach Kaki, ini linknya:
https://yennyindra.com/2021/06/coach-kaki-mb-gen/

Dengan antusias Hanna bercerita,
“Coach Kaki sudah interview Stevan, Ci Yenny… Asalkan Stevan disiplin mengikuti program MB-Gen, Stevan dipertimbangkan bisa diberangkatkan ikut rombongan tahun 2022.”

Yeaaayyyy…..

Beberapa bulan kemudian, berita baik pun tiba lagi.
Stevan terpilih menjadi salah seorang murid yang bisa berangkat ke Taiwan tahun 2022.
Dengan wajah ceria, Stevan secara khusus menemui dan mengucapkan rasa terimakasihnya kepada saya.

Saya sungguh terharu.
Apa sich yang saya lakukan?
Hanya memberikan informasi dan ternyata ini menjadi sarana bagi Stevan bisa bertemu Coach Kaki dan sekolah ke Taiwan.
Tuhan…. Saya merasa terhormat.
Air mata pun siap menetes….
Dahsyatnya Tuhanku…

Tiba saatnya Stevan harus mengumpulkan paspor. Hanna segera mencari travel agent untuk membuat paspor Stevan.
Semua berjalan lancar, hingga saat pengambilan foto paspor.
Petugas imigrasi, menginterview Stevan.
Ketika sang petugas tahu papa dan mama Stevan sudah bercerai, maka dia berkata,
“Seharusnya papanya yang datang. Kecuali mamanya membawa surat cerai.”

Hanna chat saya. Segera saya telpon balik.
“Saya gak urus surat cerai karena saya ga ada pikiran untuk menikah lagi. Gak pentinglah, pikir saya.”

“Hanna saya juga gak tahu solusinya. Tetapi Tuhan tahu. Kita berdoa sepakat saja, minta pertolongan Tuhan. Kita sehati percaya dan deklarasi, Tuhan yang sudah memulai, maka Tuhan yang akan menyelesaikan dengan sempurna. Tuhan tidak pernah mempermalukan orang-orang yang menaruh harap kepadanya. Jangan lupa terus berdoa dalam roh.”

Hanna segera berangkat ke kantor Pengadilan Negeri. Menunggu cukup lama, bersamaan dengan jam makan siang. Saat petugas datang, ternyata prosesnya lama. Dari mulai mengajukan permohonan hingga dapat surat cerai memakan waktu setidaknya sebulan lebih.
Oh…
Tidak bisa… Terlambat. Tinggal beberapa hari lagi pengumpulan paspor ditutup.

Tiba-tiba muncul di kepala Hanna hikmat Tuhan. Kan papa Stevan punya surat cerainya, mengapa tidak pinjam saja? Jauh lebih cepat.
Hanna minta tolong Stevi untuk ambil surat cerai papanya.

Setelah menerima surat cerainya, Hanna galau lagi.
“Ci, di surat cerai ternyata di ujung kanan atas tertulis:
“Untuk Suami.” Bagaimana ya?”

“Kita berdoa sepakat saja supaya Tuhan butakan mata petugas, sehingga tidak melihat tulisan” Untuk Suami.” Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.”

Keesokan harinya, Hari Senin, Stevan foto paspor tanpa masalah. Petugas betul-betul tidak melihat tulisan itu. Tuhan baik.
Duh, leganya hati Hanna.

Saat bertemu Hanna lagi, ada cerita baru lagi.
“Saya mesti bayar extra 300 ribu rupiah. Ternyata paspor Stevan E-paspor.”

“Saya kalau bikin paspor, selalu minta E-paspor. Enak gak usah ngantri. Di airport besar, seperti Soekarno-Hatta, bisa scan langsung keluar,” saya menjelaskan,
“Kalau punya E-paspor, mengurus Visa Jepang 1x berlaku 3 tahun. Bisa ke Jepang anytime. ‘Kekeliruan’ ini nubuatan untuk Stevan nanti bisa ke Jepang dan negara-negara lain Tuhan sudah mempersiapkan masa depan yang dahsyat untuk Stevan.”

Kami semua makin excited. Siap meraih masa depan yang penuh harapan bagi Stevan dan Hanna sekeluarga.
Dana untuk keberangkatan pun sudah disediakan adik Hanna. Tuhan menjamah adik Hanna dan memperlengkapi apa pun yang dibutuhkan Stevan.

Minggu lalu, Hanna mendatangi saya,
“Coach kaki sudah memastikan Stevan berangkat Juli 2022, Ci Yenny. Saya mimpi pun tidak, bisa menyekolahkan anak ke luar negeri…,” ucap Hanna dengan penuh syukur.

Kami semua bersukacita sekaligus terpesona….
Hanna tidak pernah bermimpi bisa menyekolahkan Stevan ke luar negeri, tetapi mimpi Tuhan bagi Hanna lebih besar.
Tidak hanya mimpi, tetapi Tuhan menyediakan apa pun yang dibutuhkan, melebihi harapan Hanna.

God is good all the time.
All the time, God is good.

Allah kita adalah Allah yang adil. Tidak pilih-pilih atau memandang muka.
Tidak hanya Hanna yang diberi kesempatan dan mujizatnya, tetapi setiap kita.
Pertanyaannya:
Bersediakah kita meresponi Dia dan terus bergantung kepada- Nya seperti Hanna?

The lovers of God who chase after righteousness, will find all their dreams come true: an abundant life drenched with favor.

Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Jangan Melihat Ke Belakang!”
“Apa Yang Anda Lihat?”
SAMPAH