Category : Articles

Articles

Keyakinan (Iman) Sepenuh Hati.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Keyakinan (Iman) Sepenuh Hati.

Dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.
Roma 4:21 (TB)

Apa artinya ‘diyakinkan sepenuh hatinya?’ Jika seseorang dapat diyakinkan sepenuh hatinya, itu menyiratkan bahwa mungkin juga untuk diyakinkan hanya sebagian hatinya saja. Yakin sepenuh hati menggambarkan tentang iman:

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Ibrani 11:1 (TB)

Tampaknya orang yang hanya yakin sebagian hatinya saja, mengakui kebenaran dan memiliki pemahaman yang baik tentang kebenaran, tetapi tidak berkomitmen untuk hidup sesuai dengan kebenaran.

Sebagian hatinya tergoda hidup di dalam dua dunia; dunia di mana dia berusaha dengan kekuatan dirinya sendiri, dipenuhi ketakutan serta keraguan, dan sisanya, masuk ke dalam dunia iman.
Bukannya bertumbuh dalam iman, sebaliknya mereka memaknai iman sebagai frekuensi darurat yang mungkin saja bisa mendapatkan hasil yang diinginkan, tetapi mungkin juga tidak.
Untuk amannya, sebisa mungkin sebagian kepercayaan digantungkan kepada diri mereka sendiri.

(Note: gampangnya, punya Plan B. Kalau Plan A tidak berhasil, ada cadangannya).

Abraham tidak selalu yakin sepenuh hatinya. Dia berusaha merealisasikan janji Tuhan melalui usahanya sendiri.
Setelah mengalami kegagalan yang nyata, barulah Abraham bertumbuh dalam keyakinan penuh terhadap janji Tuhan. Dia bertumbuh kuat dalam iman.

Sampai kita menyadari bahwa Tuhanlah sumber segalanya dan Firman-Nya merupakan penyediaan bagi setiap kebutuhan kita, maka kita tidak akan diyakinkan sepenuh hati.

Seperti yang kata Paulus:
“Aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah.”
Galatia 2:20 (TB)
Inilah artinya diyakinkan sepenuhnya, alias beriman sepenuh hati. Utuh.

Yakobus menyatakan, “Sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
Yakobus 1:6-7 (TB)

Saya yakin bahwa diyakinkan sepenuhnya atau iman yang bulat & utuh, adalah sebuah keputusan.
Keputusan untuk mempercayai Firman Tuhan di atas segala-galanya.
Keputusan untuk hidup dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Matius 4:4 (TB)
dan bukan hidup dari kata-kata duniawi.
Itulah satu-satunya cara untuk berdiri teguh di dunia yang sudah jatuh dalam dosa.

[“Fully Persuaded”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Sosmed, Dua Sisi Pisau….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Sosmed, Dua Sisi Pisau….

“Pikiran saya berubah  semua Bu…. Saya merasa tidak sendirian. Saya menangis, gemetar, berkeringat dingin membaca motivasi dari ibu dan teman-teman semua. Saya punya semangat baru…. Saya mau Tuhan ubah saya, Bu Yenny, “
ujar B. Ida ketika saya mengirimkan beberapa komentar dari teman-teman yang membaca artikel:

“Amiiin , sharing yg begitu menguatkan kita .
Doaku utk bu Ida , bersandar terus pada Tuhan,  pasti Tuhan tolong dan bukakan jalan. Thank’s Yen untuk sharingnya.GBU.,” komentar Nanik Indriyati teman SMA, salah satu yang saya forward ke B. Ida.

“Terima kasih banyak Bu buat semua nya… Baik kebaikan Bu Yenny mau pun teman-teman …”.


Saya hanya hadir menjadi teman, yang menemani Bu Ida melewati saat-saat berat kehidupannya.
Nanik mendoakan dan itu berarti sekali bagi B. Ida.

“Kita bisa merasakan apa yg dialami bu Ida saat ini , karena aku juga pernah menghadapi masalah yg sulit juga . Tetapi setelah semua teratasi dan menengok ke belakang memang jalan itu yang harus kujalani, Yen.
Kuncinya, menempel terus pada Tuhan.,” kata Nanik.

Yang awalnya terpuruk, merasa sendirian dan takut… Ketika B. Ida menyadari, betapa banyak teman-teman yang bersimpati dan mendoakannya, itu menguatkan hatinya.
B. Ida ingin berubah.
Memulai hidup baru bersama Tuhan.

Surga bersorak-sorai dan siap membukakan jalan keluar….


Banyak orang berpikir, menolong selalu berkaitan dengan materi. Padahal tidak.
Kita bisa membagikan apa saja yang kita miliki, agar kehidupan orang lain menjadi lebih baik karena mengenal kita.

Bahkan kadangkala kita tidak perlu mengucapkan sepatah kata pun, hanya sekedar hadir menjadi pendengar yang tidak menghakimi, itu sudah cukup.

Cukup banyak teman-teman di sosmed, yang saya gak pernah berjumpa sekali pun juga, curhat hal-hal yang membebani hatinya.

Justru karena saya tidak kenal teman-teman mau pun orang-orang di lingkungannya, maka mereka merasa bebas untuk mengungkapkan isi hatinya. Apalagi sebagian besar tinggal di berbagai kota di penjuru Indonesia, bahkan ada teman di Eropa juga yang curhat.

Tidak takut diviralkan, istilah masa kini. Tidak takut dihakimi, digosipkan atau dinilai jelek. Dan gak perlu jaga gengsi juga…. Pokoknya plong….

Kami bisa berdiskusi, melihat pilihan-pilihan yang ada dengan lebih baik. Saat mereka berani jujur dan terbuka, kita tidak salah menilai situasinya.
Bagaimana kalau tidak tau solusinya?
Setidaknya kita bisa berdoa sepakat.
Tuhan berjanji, 2-3 orang berdoa sepakat maka Tuhan hadir serta mengabulkan doanya.

Nanik tidak mengenal B. Ida tetapi dia bisa ikut mendoakannya.
Dan Doa sangat besar kuasanya.

Sesungguhnya, ini pelayanan yang setiap orang bisa melakukannya.
Dan mudah. Kita gak perlu ke mana-mana, tidak membutuhkan biaya besar dan tidak butuh banyak waktu juga.

Sosmed bisa positif, bisa pula negatif. Tergantung siapa yang memanfaatkannya.

Sebarkan kasih Allah yang ada di dalam roh kita. Ijinkan itu mengalir melalui kita.
Tidak ada kebetulan di dunia ini. Termasuk orang-orang yang kita temui di sosmed.
Ketika kita bertemu seseorang, ada tujuan Ilahi dari Tuhan.
Ya sudah, nurut saja sama Tuhan.
Tujuan Ilahi harus dicapai dengan cara Ilahi, caranya Tuhan. God’s way…

Kata-kata positif yang berisi firman Tuhan, sangatlah luar biasa.
Karena firman adalah Allah itu sendiri.
Firman itu roh, hidup dan berkuasa untuk mengubah keadaan seseorang.

Rahasia kerennya, ketika kita menaburkan benih firman ke dalam hidup seseorang, pada saat yang sama kita sendiri memperoleh berkat dari firman itu.
Ibarat pedang bermata dua.

Oleh karena itu, setiap ada kesempatan, taburkan benih firman, perhatian, kasih, pertolongan di mana saja.

When you flow with The Lord, you will find all things fall into place.

Ketika Anda mengalir bersama Tuhan, Anda akan menemukan segala sesuatu jatuh pada tempat yang seharusnya.

Meneladani Daud, kalau yang ada di tangan kita hanya batu dan umban, ya sudah … manfaatkan dengan cara terbaik di dalam Nama Tuhan, artinya kita mengerjakannya dengan bergantung kepada Tuhan.

Tidak usah menunggu mampu memainkan pedang seperti Raja Saul. Nanti kita hanya membuang waktu, berusaha menjadi pribadi orang lain. Jadilah diri kita sendiri, apa adanya. Meski pun batu dan umban tidak se-glamour pedang, terbukti mampu mengalahkan Goliath.

Mari kita memanfaatkan apa pun yang Tuhan percayakan di tangan kita, sekarang.
Jangan menunda waktu lagi.
Siap?

Prayer is the most powerful resource we have in this life; yet, many only turn to it as a last resort – Franklin Graham

Doa adalah sumber yang paling berkuasa yang kita miliki dalam hidup ini; namun, banyak orang memakainya sebagai pilihan terakhir – Franklin Graham

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kapan Sesungguhnya Kesembuhan Terjadi?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kapan Sesungguhnya Kesembuhan Terjadi?

Saya mengalami allergi dan tak kunjung sembuh. Padahal Tuhan sembuhkan saya dari Hipertiroid.
Saya sudah mempraktekkan segala yang saya tahu, tapi belum kunjung sembuh.
Di mana letak kesalahannya Tuhan?

Suatu ketika Tuhan memberikan pewahyuannya sehingga saya sadar rahasianya.

Ketika Tuhan berkata bahwa oleh bilur-bilur Tuhan saya SUDAH sembuh maka saya wajib MENERIMAnya dengan IMAN. Artinya, tidak peduli symptomnya masih ada atau tidak, pokoknya saya sudah sembuh.

Selama ini saya sudah berdoa dan deklarasi kalau saya sudah sembuh tetapi ketika saya melihat masih merah dan gatal, lalu saya merasa belum sembuh.
Di sinilah letak kesalahannya!!!

Sembuh dan symptom yang hilang adalah 2 hal yang berbeda.
Saya Sembuh karena Tuhan bilang saya Sudah sembuh. Tidak peduli masih ada symptom atau tidak. Masih merah & gatal, atau tidak.

Ketika saya MEMUTUSKAN SEPAKAT dengan Tuhan bahwa saya sudah sembuh, maka symptomnya bertahap menghilang dan saya sembuh: bebas merah dan gatal.

Prinsipnya, yang Rohani kita terima dulu, maka yang jasmani mengikuti.
Penyakit dan segala symptomnya Harus Tunduk kepada Kuasa Tuhan!

Wow dahsyat…
Saya paham sekarang.


B. Jane merasa tenggorokannya kering, gatal hingga disekitar pipi dan hidungnya kaku, sulit untuk membuka mulutnya.
Kebanyakan orang, begitu mengalami gejala seperti itu, buru-buru SWAB.

Apakah test Swab salah?
Tidak!
Tetapi secara tersirat, mengakui klo kemungkinan kena Covid 19.
Dan iblis pun tidak menunda serangannya, entah cuma radang tenggorokan atau beneran Covid, dicovidkan oleh iblis.
Terjadi sesuai imanmu, apa yang kita percayai, hukumnya begitu.

B. Jane berbeda.
Segera dia berdiri di depan kaca dan mendeklarasikan janji-janji Tuhan.

“Hai iblis, tubuhku adalah Bait Tuhan. Kamu tidak berhak tinggal di sini.
Pergi…. Dalam Nama Tuhan aku usir engkau pergi!”, ujar B. Jane.

Tidak hanya itu, dia menutup mulutnya, tidak pernah sekali pun mengakui kalau dia sakit.
Karena tahu prinsipnya, kalau mengakuinya, iblis punya pijakan untuk menimpakan penyakit yang diakui ke dalam tubuhnya!

B. Jane membuat minuman jahe, sereh, daun salam untuk menghangatkan tubuhnya.

Keesokkan harinya, keadaannya membaik.
Tapi kaki masih linu-linu, sehingga minta dipijit Mamiek, sang asisten rumahtangga.

Beberapa hari kemudian, rombongan temannya dari Jakarta berkunjung ke Bali. B. Jane sempat ragu, pergi liburan dengan mereka atau tidak. Dibilang sembuh, ya sembuh tapi belum merasa fit total.
B. Jane berdoa bertanya kepada Tuhan…

“Kalau kamu percaya kamu sudah sembuh, bertindaklah sebagai orang sehat,” suara dalam hatinya berbisik lembut.
Pergilah B. Jane liburan dengan teman-temannya, sehat wal-afiat.

Sepulang dari liburan, B. Jane mengajak Mamiek belanja ikan ke pasar.
Dalam perjalanan, Mamiek bercerita.

“Setelah Ibu pergi, badan saya meriang seperti ibu. Mulut rasanya terkancing sulit dibuka. Tenggorokan sakit sekali.
Bapak sempat tanya, apakah saya sakit?
Saya ingat nasehat ibu, jangan akui kalau sakit, nanti iblis punya pijakan, jadi sakit beneran.
Saya langsung meniru apa yang ibu lakukan, deklarasi janji-janji kesembuhan seperti ibu.

Saya sudah tidak kuat.
Langsung tidur siang itu. Bangun tidur, sembuh total lho bu ..
Wow… Tuhan dahsyat.. Yang ibu ajarkan bener-bener jos bu…”


Kejadian di atas semua kisah nyata dan terbukti berhasil.
Mau sembuh?
Mari kita buktikan!

Grace is God’s provision for every need. Wisdom is knowing what to do with God’s provision – Barry Bennett.

Kasih karunia adalah penyediaan Tuhan untuk setiap kebutuhan kita.  Hikmat adalah mengetahui apa yang harus dilakukan dengan penyediaan yang Tuhan karuniakan – Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Jangan Bersikap Pasif!”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Jangan Bersikap Pasif!”

Baru-baru ini saya menemukan pepatah yang kedengarannya cukup saleh tetapi sebenarnya sepenuhnya salah (dan bisa menipu anak-anak Tuhan).

“Kadang-kadang Tuhan menempatkan kita dalam pertempuran dengan tangan kosong sehingga ketika mendapatkan kemenangan, kita tahu bahwa itu bukan kita, tetapi Dia.”

Begitu banyak Teologi Kristen modern yang didasarkan pada kesimpulan yang salah tentang sifat Allah, sifat manusia, dan tujuan manusia di bumi. Praktis semua dalam kutipan di atas salah dalam setiap sisi aspeknya.

  1. Tuhan tidak menempatkan kita dalam pertempuran. Pertempuran (saya berasumsi ini mengacu pada pencobaan, kesengsaraan, godaan, dan mungkin bahkan penyakit atau kesulitan ekonomi), adalah bagian dari dunia yang jatuh di mana kita hidup.
    Tuhan tidak pernah mengirimkan masa-masa sulit apa pun, untuk mengajari kita. Dia mengirimkan Firman-Nya untuk mengajar dan menyempurnakan kita (2 Timotius 3:16-17).
    Pencobaan dan godaan bukan dari Tuhan (Yakobus 1:13-17)
  2. Kita tidak pernah berada pada posisi ‘tangan kosong!’
    Kita telah diberi Nama Yesus (yang berkuasa), ikatan janji yang lebih baik (the better covenant), janji-janji yang lebih mulia, darah Yesus, Roh Kudus, perlengkapan senjata Allah, Firman Allah, iman kepada Allah, kuncikunci Kerajaan, otoritas untuk menginjak semua pekerjaan musuh, karunia Roh, dan kita satu roh dengan Dia!
    Kita berada pada posisi menang, duduk bersama Dia di tempat surgawi!. Kita lebih dari pemenang!.
    Bagaimana mungkin kita bisa melihat diri kita sendiri sebagai seseorang bertangan kosong?
    Pemikiran ini berasal dari mentalitas ‘Tuhan yang berdaulat’ yang percaya bahwa Tuhan mengendalikan segala sesuatu dan kita hanyalah boneka dalam permainan-Nya.
  3. Kita tidak berada pada posisi berusaha ‘mendapatkan kemenangan!’ (kita SUDAH menang).
    Kita dipanggil untuk menegakkan kemenangan yang dimenangkan di kayu salib. Selama kita berpikir bahwa kita berusaha untuk meraih kemenangan, artinya kita tidak akan pernah masuk ke dalam kemenangan yang sesungguhnya sudah dimenangkan. Kita memulainya dari tempat kemenangan!
    Yesus sudah duduk di sebelah kanan Allah dan telah memberikan kepada gereja-Nya, kemenangan atas semua musuhnya. Sekarang terserah kita dalam memanfaatkan apa yang telah diberikan kepada kita.
  4. Poin terakhir lebih halus tetapi sama pentingnya.
    Meskipun kemenangan atas kegelapan sudah pasti karena Dia, peran kita sebagai penegak hukum sepenuhnya tergantung pada keputusan kita sendiri!. Ketika kita menegakkan kehendak Tuhan baik dalam kehidupan kita mau pun kehidupan orang lain, itu ADALAH karena kita!.

“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.”
Efesus 3:20 (TB).

Kehendak Tuhan agar kita senantiasa berkemenangan dalam segala hal, pada akhirnya berada di tangan kita sendiri.
Kita bisa hidup dengan iman, atau hidup berdasarkan takdir.
Kutipan pepatah di atas lebih berkaitan dengan takdir daripada iman.

Begitu banyak orang Kristen yang niat hatinya baik, tetapi dilucuti dari kapasitas mereka untuk memerintah dalam hidup, karena Fatalisme Teologi yang diungkapkan dalam kutipan tersebut diatas.
Jangan mudah tertipu. Kita sudah diperlengkapi untuk menegakkan kemenangan Kristus. Kita tidak pernah hidup dalam keadaan bertangan kosong.

[Repost ; “Don’t Be Passive!”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Saran Siapa Yang Kita Dengarkan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Saran Siapa Yang Kita Dengarkan?

Mencengangkan sekali ketika saya mendengar saran seorang pemimpin yang punya jabatan tinggi dalam sebuah perusahaan besar, mengaku anak Tuhan, dan justru menyarankan kami untuk menuntut pihak lain.
Orang ini yang punya wewenang dan otoritas untuk menengahi saat kami diperlakukan tidak adil, tetapi dia justru menyarankan hal yang sama sekali tak terduga.

Mak Jleb….

Teringat pengajaran Carrie Picket, hati-hati memilih teman dan minta saran.
Kita bisa mendapatkan saran yang sama sekali tidak rohani, yang keluar dari mulut orang yang mengaku cinta Tuhan, bahkan beribadah rutin serta memiliki kedudukan yang penting pula di gerejanya.

Bukannya mematikan api kecil tetapi justru menyarankan untuk membakar hutan. Saran yang keluar dari mulut pemimpin yang berpendidikan tinggi, dengan kedudukan setinggi itu, dari sebuah perusahaan multinasional pula.

Saya melongo….

Padahal semua agama mengajarkan kebaikan dan perdamaian, bukan bertikai dan saling membantai.

Hal ini menyadarkan, betapa banyaknya orang-orang yang memisahkan antara kehidupan rohani dengan kehidupan jasmaninya.
Tidak heran banyak orang yang di tempat ibadah bak malaikat, tapi dalam kehidupan sehari-harinya sangat berbeda.
Apa pun dilakukannya demi keuntungan diri sendiri.

Di Sekolah Charis kami diajarkan bahwa pelayanan kami ya melayani Tuhan.
Yang utama, bangun hubungan kita dengan Tuhan. Berdoa, menyembah, baca firman hingga karakter Tuhan tertanam dalam kehidupan kami dan melimpah sehingga bisa memberkati orang lain.

Jumlah orang yang kita berkati, bisa sama banyaknya dengan jumlah orang yang kita sakiti.

Nach lho…..
Tergantung apa yang tersimpan dalam hidup kita. Jika yang tersimpan adalah Kerajaan Allah, berkat pun mengalir.
Sebaliknya, jika yang tersimpan pikiran duniawi, perpecahan, peperangan dan carut marut yang mengalir.

Kami tidak sibuk mencari pelayanan, atau  bersaing ingin menonjolkan diri. Kami sadar, kami hanyalah alatnya Tuhan.
Biarkan Tuhan yang mengatur apa  yang harus masing-masing lakukan.
Run your own race – berlarilah di lintasan masing-masing, dan jadilah yang terbaik di sana.

It’s all about God not us.
Semua tentang Tuhan, bukan kami.

Kalau ada teman yang hebat dan menonjol, ya yang lain support. Kami ikut bangga. Semua dengan satu tujuan, Nama Tuhan yang dipermuliakan.

Tidak usah iri hati, ingin seperti teman itu.
Kita semua satu tubuh yang saling bekerjasama dan mendukung, demi tercapainya tujuan serta misi Allah.

Kaki tidak perlu komplain kepada mata yang tidak perlu berlelah-lelah menopang beratnya tubuh.
Semua anggota tubuh saling membutuhkan dan wajib bekerjasama agar tubuh bisa berfungsi maksimal.
Kaki terinfeksi, kepala pun pusing.

Kami diajarkan untuk menyadari peran masing-masing serta menghidupi kebenaran firman-Nya: kami satu kesatuan.

Pelayanan kami bukan melalui jabatan, tugas dan peran yang dilihat oleh banyak orang. Pelayanan kami ya hidup kami sehari-hari. Apa yang kami pikirkan, rasakan, katakan serta tindakan yang dilakukan.

Setiap orang yang kami temui, bukan kebetulan. Itulah orang-orang yang harus kami layani.
Targetnya, apakah orang di sekeliling kita bisa melihat ada terang Allah dalam hidup kita?
Atau justru melihat iblis dengan topeng wajah Allah?

Yang Tuhan inginkan, agar kita sungguh-sungguh menjadikan Tuhan sebagai Allah kita.
Melibatkan-Nya dalam setiap aspek kehidupan kita. Tuhan yang memimpin, sementara kita mengikuti arahan-Nya langkah demi langkah.
Termasuk saat kita diperlakukan tidak adil, dicurangi, diinjak….Dizolimi!

Nach ini dia tantangannya…
Tidak mudah tetapi ini kesempatan mempraktekkannya.
Saya menyerahkan masalah ini ke dalam tangan Tuhan.
Saya percaya, sesuatu yang nampak buruk, ketika diserahkan kepada Tuhan, maka Dia akan mengubahnya menjadi kebaikan bagi masa depan saya.
Miliki perspektif Allah, meski pun mungkin saja kita tidak sepenuhnya mengerti. Karakter dibentuk oleh masa sukar.

Apa kebaikkannya?
Ya belum tahu…. Masih proses.
Bukankah Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat?

Saya menantikannya dengan percaya bahwa everything happens for a good reason – segala sesuatu terjadi untuk alasan atau tujuan yang baik. Karena Tuhan yang memegang hidup saya dengan tangan kanan-Nya yang membawa kemenangan.

Setuju?

There’s a seasons when things happen and you just stay faithful and God comes through” – Dennis Capra.

“Ada saatnya ketika sesuatu terjadi dan Anda tetap setia, hingga Tuhan datang (menyelesaikannya)” – Dennis Capra.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 2 3 78