Category : Articles

Articles

Bagaimana Caranya Menghilangkan Kebiasaan Buruk?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Bagaimana Caranya Menghilangkan Kebiasaan Buruk?

Watuk iso mari tapi watak ora iso – Batuk bisa sembuh tapi sifat/karakter tidak bisa diubah, ini ungkapan terkenal yang kerap saya dengar sejak kecil.

Begitu banyak teman-teman yang ingin lepas dari kebiasaan merokok, tetapi tidak mudah.
Ada yang berhasil stop beberapa bulan, tetapi saat bertemu lagi, lho koq merokok lagi?
Dengan berbagai alasan, kembali merokok lagi.
Mengapa ya koq begitu?

Andrew Wommack membukakan rahasia solusinya.
Jangan mencoba berubah dengan kekuatan sendiri.
Yang terpenting bereskan dulu hubungan dengan Tuhan.

2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. …

Pemahaman saat kita menerima Tuhan sebagai Juruselamat pribadi, maka dosa-dosa lama kita sudah diampuni dan kita menjadi ciptaan baru, ini sangat penting.
Membebaskan sang pecandu.
Dia dikasihi tanpa syarat serta diterima apa adanya.
Konon orang yang kecanduan sesuatu, sesungguhnya dia punya masalah di bidang lainnya.
Berdamai dengan Allah sangat penting.

Tidak perlu terbeban untuk segera berubah. Fokus saja pada kasih dan penerimaan Tuhan, penuhi hati dengan firman Tuhan, lalu direnungkan siang dan malam.

Lho apa hubungannya dengan Firman Tuhan?
Nach Andrew Womnack membukakan  rahasianya.
Ternyata yang bisa mengubah sifat dan karakter kita adalah Firman Tuhan.
Ketika kita mengisi pikiran dan hati kita dengan firman-Nya, maka kita memiliki pikiran Allah.
Ketika pikiran kita sepakat dengan Allah, maka tindakan, sikap dan keinginan kita pun berubah menjadi serupa dengan keinginan Allah.
Berita hebatnya, itu terjadi secara otomatis.

Biji mangga, buahnya pasti mangga. Otomatis itu…
Benih (biji) firman, buahnya pasti kemerdekaan, kebebasan, kesehatan, kesembuhan.
Wow….

Nach kebalikannya,
Hati itu tidak bisa memilih.
Kita yang menentukan pilihan.

Apa yang kita ijinkan memenuhi pikiran dan hati kita (= biji), akan menjadikan kita sesuai dengan apa yang kita pikirkan. (= Buah).

Jika kita membiarkan berita negatif, jargon bahwa seseorang tidak akan bisa berhenti merokok, percaya merokok itu tanda macho dll.
Nach otomatis nilai-nilai ini pula yang tertanam, maka buahnya ya tidak bisa berhenti merokok dan konsekuensinya, berbagai penyakit pun muncul.

Pilih yang mana hayooo….?

Saya melihat buktinya dalam diri sahabat saya, Rudi.
Dulunya tidak hanya menjadi pecandu narkoba bahkan jadi pengedar juga.

Bermula terjadi kesalahpahaman terhadap papanya, Rudi merasa tidak dikasihi. Berontaklah dia. SMP sudah mulai mengenal ganja dan mabuk-mabukan. SMA lebih parah lagi, naik kelas, jualan ekstasi dan konsumsi juga. Dosisnya makin lama makin meningkat, variasinya makin lengkap termasuk kokain dan sabu-sabu.

Suatu ketika terjadi penggebekan, temannya satu persatu tetangkap polisi bahkan ada pula yang mati.
Rudi pun takut, apalagi dia sudah punya anak. Bagaimana masa depannya kelak?

Suatu ketika Rudi membaca buku judulnya “Dunia Roh”, dia ingin mendalami ilmu hitam supaya bisa lolos kalau ada penggrebekan. Ternyata buku itu buku Kristen, yang membahas firman Tuhan.
Rudi pun bertobat, mengaku dosa, supaya diampuni dosa-dosanya, menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadinya, sesuai anjuran di buku tersebut.

Malam itu Rudi tidur seperti biasa, dan baru bangun keesokan harinya pk. 16.00. Sambil makan, dia nonton TV. Alm Pdt. John Hartman sedang berkotbah tentang Daud yang ditolak keluarganya, namun dipilih Tuhan untuk mengalahkan Goliath, dan menjadi raja.
Rudi sadar kotbah ini untuk dirinya.

Di akhir acara, John Hartman berkata, “Saya melihat seorang laki-laki muda yang sedang risau, dosanya sudah Tuhan ampuni. ” Kalimat itu menusuk hati Rudi, air mata pun bercucuran tak tertahankan lagi.

Singkat cerita, sejak saat itu Rudi ingin lepas total dari narkoba. Pergilah dia ke berbagai KKR kesembuhan. Firman demi firman mulai mengisi hatinya. 17 Agustus 2006, dalam sebuah KKR, Rudi menerima Perjamuan Kudus dan dia mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus. Sejak saat itu, dia lepas dari narkoba dan ajaibnya, tidak ada efek samping yang diderita meski menjadi pecandu bertahun-tahun. Amazing!

Terbukti, ketika hubungan dengan Tuhan dibereskan, maka masalah kecanduan pun beres juga.

Hal pertama yang dilakukan Rudi selanjutnya, minta ampun kepada papanya. Pemulihan terjadi. Ternyata yang menyebabkan Rudi bisa lolos dari berbagai penggrebekan, karena papanya selama 8 tahun, setiap malam berdoa untuknya.
Tidak pernah ada doa yang sia-sia.
Percayalah!

Berita dahsyatnya, Rudi sekarang menjadi Pemberita Injil yang menyebarkan Kabar Baik.

Give up the struggle and the fight; relax in the omnipotence of the Lord Jesus; look up into His lovely face and as you behold Him, He will transform you into His likeness. You do the beholding–He does the transforming. There is no short-cut to holiness- Alan Redpath.

Serahkanlah perjuangan dan peperangan yang kita hadapi; beristirahatlah dalam kemahakuasaan Tuhan Yesus; pandanglah wajah-Nya yang mulia dan saat kita memandang-Nya, Dia akan mengubah kita menjadi serupa dengan-Nya. Kita mengamati–Dia yang melakukan transformasi. Tidak ada jalan pintas menuju kekudusan – Alan Redpath.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Ingin Menyumbang, Berbagi, TANPA Keluar Duit Dari Kantong? Ini Caranya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Ingin Menyumbang, Berbagi, TANPA Keluar Duit Dari Kantong? Ini Caranya!

The Republic of Svarga, pusat peralatan olahraga, mengadakan WORKOUT TO DONATE CHALLENGE yang unik.
Dari tgl 15 – 29 Juli 2021.

Hanya dengan post video saat sedang berolahraga sesuai jadwal yang ditetapkannya, The Republic of Svarga akan merogoh koceknya, mendonasikan uangnya untuk membantu 2 yayasan.

Contohnya:
Jumping Jack: 100K/IG Reels
Push Up: 200K/ IG Reels
Burpees: 300K/IG Reels

The Republic of Svarga berharap dengan adanya challenge ini, dapat membantu serta mendorong orang-orang di sekitar kita dan diri kita sendiri, bergerak dan berkeringat bersama.

Hhmmm… Simple!

Contohnya bisa dilihat di IG Story:
https://www.instagram.com/reel/CRYkjfAg-sn/?utm_medium=copy_link

Or

https://www.instagram.com/reel/CRVf4i0gQ5r/?utm_medium=copy_link

Pandemi membuat kita banyak berdiam di rumah saja. Dengan challenge ini, kita didorong untuk bergerak, berolahraga, agar tubuh kita sehat dan imun tubuh meningkat.
Bukankah yang terbaik justru meningkatkan imun tubuh kita sendiri, karena melawan virus itu obat terbaik ya… perlawanan dari imun tubuh kita sendiri?

Terms & Conditions:
• Wajib follow Instagram @therepublicofsvarga & @_febrian.
• Upload videomu melakukan gerakan challenge semampunya di Instagram Reels (30 detik).
• Instagram tidak boleh di private.
• Mention @therepublicofsvarga & @_febrian dan 5 teman kamu untuk join challenge ini.
• Berikan hashtag #bergerakuntukmereka & #workoutdonate.
• Wajib mengikuti challenge yang sudah ditentukan tim The Republic of Svarga & Febrian.

Semua yang berpartisipasi dalam challenge ini telah berkontribusi dalam memberikan support kepada yang membutuhkan di masa pandemi.
Dan efek sampingnya, ternyata selain diri kita sehat, video ini membantu BULLYID
& BALI MOTHER & BABY HOUSE pula.
Artinya lengkap, sehat secara jasmani dan menabur kebaikan pula secara rohani. Pahalanya di bumi & di surga.

Dana disumbangkan ke mana?

  1. Bullyid, yang memberikan dukungan Pengetahuan Hukum & Kesehatan Mental Gratis secara Online untuk Korban Cyberbullying.

Too often we underestimate the power of a kind word, a listening ear, or the smallest act of caring, all of which have the potential to turn a life around.” – Leo Buscaglia

Terlalu sering kita meremehkan kekuatan kata-kata yang baik, telinga yang mendengarkan, atau tindakan kepedulian terkecil, yang semuanya berpotensi mengubah kehidupan.” – Leo Buscaglia.

Dan Bullyid menjawab kebutuhan itu.

  1. Bali Mother & Baby House, yang didirikan pada tahun 2015 oleh seorang wanita Bali untuk mengenang putranya yang meninggal pada usia 16 tahun, merupakan tempat yang aman bagi wanita dan anak-anak yang tidak memiliki tempat untuk berlindung.
    Bayi korban perkosaan atau hasil hubungan incest kerap tidak diinginkan, tidak jarang ibunya seorang anak yang masih remaja. ?
    Korban perceraian, bayi dan anak yang cacat, wanita yang mengalami hal-hal di atas, bisa tinggal dan dirawat di Bali Mother & Baby House.

Safety and security of women and children will determine the well-being and strength of our nations.

Keselamatan dan keamanan perempuan serta anak-anak, akan menentukan kesejahteraan dan kekuatan bangsa kita.

Di sisi lain kehidupan kita, ada saudara-saudara yang membutuhkan bantuan dan kerap tidak kita sadari. Bekerjasama dengan The Republic of Svarga, kita berdonasi tanpa merogoh kocek, cukup berolahraga yang membuat tubuh kita sehat pula.

Asyiiik….
Kapan lagi?
Ikutan yuk….
Jangan lupa baca term & condition di foto terlampir…
Salam Sehat Indonesia…

Always have a willing hand to help someone, you might be the only one that does. – Roy T. Bennett

Milikilah senantiasa, tangan yang bersedia untuk membantu seseorang, Anda mungkin satu-satunya yang melakukannya. – Roy T. Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Sudahkah Kasih Allah Kita Aplikasikan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Sudahkah Kasih Allah Kita Aplikasikan?

“Saya sehat…lagi hepi dengan bagi-bagi berkat. Karena ga bisa masak, jadi aku minta beberapa teman belikan nasi bungkus di daerahnya, dibagi-bagi supaya mereka dan tetangganya bisa makan…,” B. Silvy, komisaris sebuah Rumah Sakit bercerita dengan ceria, saat saya menanyakan kabarnya,
“Kemarin aku borong gerobak gorengan di depan rumah sakit…siapapun yg beli gorengan, gratis…! Lalu ke mini market, tanya kuenya mana, kuborong senampan, dibagi 2 untuk satpam dan cleaning service…
Tukang ojek online kuberi masker ato uang…karena dari tiap hantaran mereka cuma dapat seribu perak … kebetulan banyak kertas/amplop bekas, kubuat kantong kecil2…kuisi 2000…memang sedikit, tapi berarti bagi mereka, kita diberkati untuk memberkati, bukan ? Hepi banget Yen, bisa berbagiii…”

Wow…. Ini tindakan nyata dari kasih Tuhan di dalam kita. Daripada tiap hari galau baca berita Covid, mengapa tidak meniru apa yang dilakukan B. Silvy?
Terbukti beliau hepi banget!

“Lhah kan hidup B. Silvy serba nyaman…”

Tidak juga. Anak, menantu, bahkan cucunya sempat kena Covid juga. Bedanya B. Silvy tidak fokus pada ‘malapetaka’ yang menimpa keluarganya, justru beliau diingatkan untuk peduli pada masyarakat di sekitarnya.

“Bu Yenny, bisnis saya gak lancar seperti biasanya… Masa mesti berbagi?”

Percayalah ketika seseorang pulang ke surga, semua harta akhirnya ditinggal di dunia. Justru tindakan kasih itu yang bisa kita bawa.
Lakukan apa yang kita bisa, sebagai persembahan kita kepada-Nya, dengan rela dan penuh sukacita karena memberi dengan terbeban, tidak menyukakan hati Tuhan.

Kasus yang sama menimpa banyak orang. Saya pun terdampak. Tetapi saya diingatkan Tuhan pada nasehat B. Lisa Wiharjo, salah satu mentor rohani saya di Kota Solo sekian puluh tahun lalu.

“Yenny, kita memberi sebagai ucapan syukur bahwa kita tidak perlu mengalami kecelakaan seperti teman kita ini. Kita cukup membagikan sebagian berkat titipan Tuhan,” ujar B. Lisa ketika mengumpulkan donasi untuk biaya operasi seorang teman yang cukup mahal, karena kecelakaan yang parah.

Ungkapan ini terngiang-ngiang di ‘telinga’. Bersyukur saya dan keluarga sehat. Ada teman-teman yang kena Covid. Rumah sakit penuh. Betapa repotnya, berjaga siang dan malam mengurus yang sakit, masih mikirin keluarga pula.
Kita bisa sekedar mengirimkan makanan, mengurangi sedikit kerepotannya.

Ada pula ortu di rumah sakit, sementara anak-anak dan sang kakek & nenek yang OTG isoman di rumah. Kita bisa memperhatikan mereka, mengirimkan apa yang mereka butuhkan, sebagai bukti kasih Allah yang ada di dalam kita. Zhang menawarkan membantu membelanjakan apa saja kebutuhannya.

P. Dolfi & B.Nini mencarikan oksigen yang langka di mana-mana, di samping obat. Mereka punya jalur. Terutama karena Tuhan yang membukakan jalan.
Terbukti Allah baik, senantiasa menjawab doa!

Pokoknya lakukan sesuatu….
Beberapa teman di daerah, kesulitan mendapatkan obat. Mungkin kita bisa membantu mencarikannya, bahkan memberinya. Kalau ada ‘obat’ atau ‘vitamin’ untuk meringankan mereka, coba tawarkan.
Transfer sedikit berkat yang kita punya, untuk teman yang sedang butuh dana pengobatan.
Ini masalah nyawa, hidup dan mati.

Nana memberi saya Avigan gratis, saat Christian membutuhkan.
Thanks Nana!
Dan kami sampai bengong, ketika mendengar, Avigan yang dulunya hanya 250rb/ strip sekarang dijual 7.5 jt rupiah/strip.
Hutang budi banget sama Nana…

Betul- betul sehat itu mahal harganya….
Oksigen kita hirup setiap hari dengan gratis, ketika harus membeli dalam tabung dan dirupiahkan, pusing kepala kita . .
Mahal banget!!!!
Langka pula….

“Ketika memberkati orang lain, aku baru sadar, ada istilah ‘pedang bermata 2’… tapi saat berbagi, kebaikan itu bermata 4 loh…yang dikasi seneng, yang bikin kuenya seneng, yang berjualan seneng, kita yang berbagi pun seneng…jadi malah geli and hepi aku…,”B. Silvy menjelaskan,
“Kemarin di persekutuan doa yang kupimpin, ku ajak nyanyi : mengasihi, mengampuni, melayani lebih sungguh….lagu lama, lalu aku minta dalam seminggu ke depan, kita semua praktek kebenaran: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku, kata Tuhan… dan jumat depan harus sharing, apa yang sudah kita lakukan di musim pandemi ini…sekecil apa pun…”

Kasih bukan cuma di bibir bukan?
Bagaimana dengan kita?
Ikutan challenge B. Silvy yuk….

“Love is the doorway through which the human soul passes from selfishness to service.” – Jack Hyles

Kasih adalah pintu yang melaluinya, jiwa manusia beralih dari keegoisan menuju ke pelayanan.” -Jack Hyles

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kriteria Wanita Cantik Ala P. Ken Sudarto.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kriteria Wanita Cantik Ala P. Ken Sudarto.

Berpuluh tahun lalu, saya membaca wawancara Alm. Bapak Kenneth Tjahjady Sudarto, terkenal dengan panggilan Ken Sudarto, Presiden Komisaris Matari Advertising Grup, di sebuah majalah wanita.
Beliau berasal dari Kebumen, kota kecil di Jawa Tengah, kampung halaman saya.

“Menurut P. Ken, wanita cantik itu seperti apa?”

“Ada wanita yang secara fisik sangat cantik. Bahkan nyaris sempurna. Tetapi ketika berbicara dengannya, dalam 5 menit, kita sudah kehabisan topik pembicaraan. Gak tau mau ngomong apalagi.”

Ungkapan P. Ken mengubah persepsi saya tentang kecantikan. Kalau diajak ngomong serba ga tahu, meski secara fisik cantik, dalam 5 menit luntur dah kecantikannya!
Blas gak menarik…. Saya paham sekarang.

P. Ken bukan orang sembarangan. Pengusaha sukses, lulusan Harvard Business School pula. Mungkin satu-satunya orang Kebumen yang lulus dari Harvard. Artinya, pendapatnya layak jadi panutan.

Mau cantik? Ayoo isi otak dan hati dengan pengetahuan dan kebenaran firman Tuhan. Wisdom itulah yang membuat kecantikan tak lekang oleh waktu.

“Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan Tuhan dipuji-puji,” pendapat Raja Salomo yang mempunyai 1000 istri.

Dengan bertambahnya usia, kecantikan fisik akan pudar tetapi kecantikan yang dari dalam, berupa kebijaksanaan, hikmat, pengertian, kepandaian, akal budi, akan terpancar dari dalam yang menyinarkan kecantikan sejati, yang menarik banyak orang di sepanjang masa.

Wanita diciptakan untuk menjadi penolong yang sepadan bagi pria. Penolong berarti wajib melebihi yang ditolong: lebih repot, lebih cerdik, lebih bijak supaya bisa menjadi penasehat yang handal, tetapi posisinya tetap yang nomor 2… Karena dia hanyalah penolong.
Unik bukan?
Itulah yang Tuhan kehendaki!

Nothing is more beautiful than a woman who is brave, strong and emboldened because of who God is in her.

Tidak ada yang lebih cantik dari seorang wanita yang berani, kuat, dan bersemangat karena siapa Tuhan yang ada di dalam dirinya.

Sesungguhnya, nilai-nilai ini tidak hanya berlaku untuk wanita saja tetapi untuk pria dan siapa saja.
Semakin lama saya hidup dan belajar, semakin sadar, yang membuat seseorang menarik adalah api semangat dan nilai-nilai hidupnya.
Wisdom alias kebijaksanaan seseorang dan semangat untuk berkarya bagi sesama, yang membuatnya menarik. ‘Membuat hidup lebih hidup’, kata iklan, bertambah ‘cantik or tampan’ pula. Kata-kata yang terucap dari mulutnya, menawarkan ‘kehidupan’. Semangatnya menarik orang mengikutinya.

Saat kita berjumpa dengan seseorang yang ‘ajubilah’ kekayaannya, tetapi itu hanyalah sisa-sisa kesuksesannya di masa lalu, tidak ada sesuatu yang menarik lagi. Ucapannya pasrah, tanpa mimpi yang hendak diraih, dan hidupnya seolah menunggu giliran dipanggil Tuhan saja.

Berbeda dengan P. Ken, sms terakhir yang dikutip oleh Blog Tokoh Indonesia, berbunyi:
“Hidup bagaikan bendera perang. Kadang-kadang berkibar megah, menantang. Kadang-kadang kotor, robek-robek, dan hampir jatuh ke tangan musuh. Tapi harus tetap dipertahankan dengan gagah berani, sampai ke tangan Tuhan”.

Wow…. Ungkapan seorang pejuang sejati yang cinta Tuhan. Imannya terpancar dalam setiap kata yang terucap. Bunda Dewi Motik pun menceritakan begitulah P. Ken yang hebat. Beliau memang bersahabat dan mengenal P. Ken secara pribadi.

Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.

Ingatlah senantiasa, selama kita masih diberi nafas oleh Tuhan, artinya masih ada tugas yang harus kita kerjakan.
Cari Tuhan sungguh-sungguh.
Apa tugas yang belum kita selesaikan?
Jadikan itu mimpi kita dan raih.
Do our best!
Itu yang membuat pribadi kita senantiasa menarik dan akan mempengaruhi orang-orang di sekitar kita dengan nilai-nilai kebenaran yang kekal.
Menjadi Terang dan Garam dunia, sehingga hidup orang-orang di sekeling kita, menjadi  lebih baik karena mengenal kita.

Saya tidak pernah mengenal P. Ken secara pribadi. Saat saya kecil, P. Ken sudah malang melintang di Jakarta. P. Ken tentu tidak menyangka, pendapatnya tentang kecantikan sudah mengubah hidup seseorang: saya…fans-nya dari jauh. Bahkan saat beliau sudah di surga, ungkapannya tetap memberkati banyak orang: pembaca Seruput Kopi Cantik YennyIndra.

Pelajaran yang saya ambil:
Kita pernah tahu, ungkapan mau pun tindakan kita akan berdampak seperti apa? Be wise… !

Sebagai penutup, inilah ungkapan Dr. Melvin Maxwell pada putranya, John Maxwell, saat beliau berusia 95 tahun:
“Son, remember… The best is yet to come – Anakku, ingat… Yang terbaik masih ada di depan sana.”

Wow… Sungguh teladan kehidupan yang berkualitas dan sangat menarik. Dr. Melvin Maxwell masih menantikan yang lebih baik lagi saat berusia 95 th. Dahsyat!

Pertanyaannya:
Sudahkah kita bermimpi dan giat meraihnya?

Becoming a woman of God does not happen overnight. To become the woman that God desires for us to be, He takes is through a lifelong journey that teaches us how to love Him with our heart, body, soul, and spirit. – Kendra Jackson.

Menjadi wanita yang berkenan kepada Tuhan tidak terjadi dalam semalam.  Untuk menjadi wanita yang Tuhan inginkan, Dia mengerjakannya di sepanjang perjalanan umur kita untuk mengajar bagaimana mencintai-Nya sepenuh hati, dengan tubuh, jiwa, dan roh kita.  – Kendra Jackson

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apa Rahasia Terciptanya Mujizat?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apa Rahasia Terciptanya Mujizat?

Ada sejumlah kunci untuk melihat mujizat Tuhan terwujud secara konsisten.  Salah satu yang paling sedikit dipahami, karena itu jarang dipraktikkan, adalah fakta bahwa *Kesembuhan berada di bawah otoritas orang percaya*. 
Tuhan telah menyediakan kuasa kesembuhan-Nya dan menempatkannya di dalam diri setiap orang percaya yang telah lahir baru.  Terserah kita untuk menggunakannya atau tidak.  *Memahami dan menggunakan otoritas kita adalah kunci untuk melihat mujizat terjadi.*

Lihatlah bagaimana Petrus dan Yohanes melayani kesembuhan orang lumpuh dalam Kisah Para Rasul 3:1-8 (TB):

“Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.
Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.
Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah.
Mereka menatap dia dan Petrus berkata: “Lihatlah kepada kami.”
Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.
Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!”
Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.
Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.”

Perhatikan Petrus *tidak berdoa* untuk orang ini.  Dia juga *tidak meminta* Tuhan untuk menyembuhkannya. 
Dia berkata, “Seperti yang telah kuberikan kepadamu.”  Ini tidak berarti bahwa Petrus adalah sumber penyembuhan ini.  Perhatikan apa yang Petrus katakan dalam Kisah Para Rasul 3:12 (TB),

“Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata: “Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri?”

Kuasa Tuhanlah yang menyembuhkan orang ini, tetapi kuasa itu berada di bawah otoritas Petrus.
Petrus melanjutkan dengan mengatakan dalam ayat 16 bahwa adalah *iman dalam nama Yesus yang telah menciptakan mukjizat ini.*

Tetapi Petrus tidak meminta Tuhan untuk menyembuhkan orang ini.  Dia percaya Tuhan telah melakukan bagian-Nya dan telah menempatkan kuasa itu di dalam dirinya.  Sekarang adalah tanggung jawab Peter untuk melepaskan kekuatan itu, dan itulah yang dia lakukan.

Tuhan tidak pernah menyuruh kita untuk berdoa bagi orang sakit dalam arti bahwa kita meminta Dia untuk menyembuhkan mereka. 
Dia menyuruh kami untuk menyembuhkan orang sakit.
Ada perbedaan BESAR antara keduanya.  Ini ada hubungannya dengan *beroperasi dalam otoritas* yang telah Dia berikan kepada kita.  Lihatlah perintah-perintah ini yang Tuhan berikan kepada murid-murid-Nya.

“Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.
Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang.” Lukas 9:1-2 (TB) 

“Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.”
Matius 10:1 (TB)

“Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”
Matius 10:7-8 (TB)

Yesus menyuruh kita untuk menyembuhkan orang sakit BUKAN mendoakan orang sakit.
Sungguh pernyataan yang radikal!  Ini akan membuat kita dikeluarkan dari kebanyakan gereja hari ini, tetapi ini adalah kata-kata yang persis, tepat yang diucapkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus. 
Dan inilah alasan tepatnya, mengapa banyak orang tidak melihat mujizat yang mereka doakan.
Mereka tidak menggunakan otoritas dan memerintah dengan kuasa Tuhan; sebaliknya, secara pasif meminta Tuhan untuk melakukan apa yang Dia perintahkan untuk mereka lakukan.

Saya tahu ini bertentangan dengan doktrin Kristen yang populer.  Kita terus-menerus diberitahu bahwa bukan kita tetapi Tuhanlah Sang Penyembuh, dan saya setuju dengan itu sepenuhnya.
Tetapi, saya juga percaya bahwa Tuhan telah menempatkan kuasa penyembuhan-Nya di bawah otoritas kita, dan terserah kepada kita untuk menggunakannya atau tidak.
Jika kita tidak mengambil otoritas kita serta berperan sebagai pemimpin (komandan) yang berkuasa, malahan memilih mengemis, minta pertolongan Tuhan, maka kekuatan Tuhan tidak akan dilepaskan. 
Perlu ada pembaharuan radikal pemikiran kita dalam menghadapi masalah ini.

Seorang teman baik saya, Dave Duell, mengadakan pertemuan di Afrika bertahun-tahun yang lalu.  Itulah pertama kalinya mereka melihat mujizat seperti orang buta dapat melihat dan orang tuli disembuhkan.  Orang-orang begitu bersemangat sehingga mereka mengerumuninya saat Dave berjalan di jalanan, mencoba menyentuhnya agar mereka bisa disembuhkan.  Pikiran pertamanya dipengaruhi oleh pemikiran religius yang saya coba ubah. 
Dia berpikir, Mereka seharusnya tidak melihat ke arahku.  Saya bukan penyembuh;  Yesuslah Sang Penyembuh.  Dia hendak menghentikan perbuatan mereka, ketika Tuhan berbicara kepadanya.  Tuhan berkata,
“Dave, apakah kamu ingat ketika Aku mengendarai keledai itu ke Yerusalem, dan semua orang meletakkan pakaian dan daun palem di jalanan serta berteriak, ‘Hosana… Hosana…’?  Apa yang akan kamu pikirkan jika keledai itu berbicara dan berkata, ‘Ini bukan saya!  Itu bukan saya’?
Sikap itu hanya akan mengungkapkan kesombongan si keledai. 
Tidak ada yang memuji keledai itu;  mereka memuji Dia yang menunggangi keledai itu.”

Ketika Dave menyadarinya, orang-orang tidak mencoba menyentuhnya tetapi menyentuh Yesus yang dia bawa, maka dibiarkannya mereka menyentuhnya semau mereka dan orang-orang disembuhkan.  Inilah yang terjadi dengan murid-murid abad pertama.  Petrus menyuruh orang-orang berbaris di jalan-jalan sehingga bayangannya menyentuh mereka pun, mereka disembuhkan (Kis. 5:15).

Lihatlah bagian Kitab Suci yang menakjubkan dalam Yesaya 45:11(TB):

“Beginilah firman TUHAN, Yang Mahakudus, Allah dan Pembentuk Israel: “Kamukah yang mengajukan pertanyaan kepada-Ku mengenai anak-anak-Ku, atau memberi perintah kepada-Ku mengenai yang dibuat tangan-Ku?

Sungguh ayat yang dahsyat! 
Apa maksud Tuhan ketika Dia menyuruh kita untuk memerintahkan Dia?  Yah, tentu tidak berarti kita lebih kuat dan lebih berkuasa dari Dia sehingga dapat memerintah-Nya.  Maksudnya, selaras dengan hal-hal yang telah dikerjakan-Nya, Tuhan ingin kita mengambil otoritas kita dan memerintahkan dengan kuasa-Nya.

Ibarat seperti listrik.  Perusahaan listrik PLN memproduksi listrik lalu mengirimkannya ke rumah kita. Tentu listrik itu bukan kekuatan kita, tetapi listrik itu berada di bawah kendali otoritas kita. 
Saat ingin menyalakan lampu, tentu kita tidak lagi menelepon PLN, meminta mereka untuk menyalakan lampu.
Tidak!  Mereka tidak akan melakukan itu. 
Mereka memproduksi aliran listrik, tetapi kekuatan listrik itu berada di bawah perintah kita. Sekarang kita cukup menekan sakelar di dinding dan memerintahkan daya listrik untuk bekerja. 
Apakah ini berarti kita adalah sumber listriknya? 
Tentu tidak! 
Kita dapat memasukkan bola lampu ke dalam mulut kita, dan itu tidak akan pernah menyala.  Kita bukanlah sumber kekuatan listriknya, tetapi kitalah yang mengendalikan apa yang dilakukan kekuatan itu. 
Kita dapat memohon kepada PLN semua yang kita inginkan, tetapi PLN tidak akan menekan tombol itu untuk kita. 
Tugas kita harus menerima otoritas  serta mengakuinya bahwa kekuatan  listrik itu berada di bawah komando kita.

Inilah yang Tuhan bicarakan. Tuhan telah menyembuhkan semua orang, yang akan membutuhkan kesembuhan di kemudian hari.  Dia telah melakukannya dua ribu tahun yang lalu ketika Yesus menanggung bilur-bilur kita di punggung-Nya.  Kemudian Dia menaruh kuasa kebangkitan-Nya di dalam setiap orang percaya (Ef. 1:19-20). 
Dia telah melakukan bagian-Nya, dan sekarang terserah kita, apakah kita melakukan bagian kita, atau tidak.  Kita perlu mengambil otoritas yang telah Dia berikan kepada kita dan menjadi komandan, bukan pengemis. 
Inilah kebenaran dahsyat yang terbukti berhasil, itulah alasan mengapa kita melihat begitu banyak mujizat. 
Kita tidak sekedar berdoa untuk orang sakit;  kita menyembuhkan mereka dalam nama Yesus.

Saya tahu pemikiran ini menimbulkan banyak pertanyaan, bukan sekedar jawaban, jadi saya telah menulis pengajaran tentang Otoritas Orang Percaya. 

Sumber: https://www.awmi.net/reading/teaching-articles/authority_releases/

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 2 3 88