Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles, Relationship, Self Motivation

PEMILU: Kita Bersaudara. Jangan Lupakan Itu!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

PEMILU: Kita Bersaudara. Jangan Lupakan Itu!

“Milih nomor berapa, bro?”

+ Pemilu masih LUBER kan? (langsung, umum, bebas, rahasia)

“Gue pengen tahu lu dukung siapa.”

+ Kalau lu yakin dukungan lu lebih bagus, gue menghormati siapapun yang lu dukung. Gue aja nggak pengen tahu lu dukung siapa.

“Tapi dari dua keyakinan, pasti ada satu keyakinan yang mendekati kebenaran.”

+ Semua keyakinan benar bagi para fans.Fakta atau opini yang tidak mendukung keyakinannya akan diabaikan.

“Seenggaknya gue tahu pendapat lu lah.”

+ Buat apa?

“Gue jadi tahu kemana lu berpihak.”

+ Ruginya apa kalau lu nggak tahu kemana gue berpihak? Kita berada di pihak yang sama : membangun negeri ini.

“Ini kan soal membuat perubahan bro.”

+ Kalau pilihan ogut sama dengan pilihan lu, lu seneng. Kalau pilihan ogut nggak sama dengan pilihan lu, juga nggak bakal mengubah keyakinan lu. Dimana perubahannya?

“Kebenaran itu hitam putih bro.”

+ Kebenaran di mana? Pada soal apa? Kebenaran di pemilu ini adalah kebenaran menurut siapa? yang punya kepentingan apa? Wibisana membelot membela pasukan Rama karena setia kepada nilai-nilai yang ia anut karena nggak setuju dengan sikap kakaknya Rahwana yang menculik Shinta, berhadapan melawan Kumbakarna adik Rahwana satu lagi yang juga tidak setuju dengan sikap kakaknya tapi berperang untuk membela negaranya yang diserang pasukan Rama dan Hanoman, yang benar yang mana?”

“Jangan pake referensi pewayangan dong, pakai referensi agama.”

+ Ada ulama yang meminta umat mendukung pilihan yang sama dengan pilihan lu, sekaligus ada ulama yang mendakwahi umat mendukung pilihan yang berbeda dengan pilihan lu. Setiap calon ada ulama yang mendukungnya. Mana yang benar?”

“Jadi lu itu netral atau nggak punya sikap?”

+ Sikap gue jelas : LUBER

“Jangan sampai yang mimpin negara ini orang-orang yang punya syahwat kekuasaan, nggak amanah.”

+ Lu sendiri punya syahwat besar agar calon lu punya kekuasaan. Lu nggak amanah dengan prinsip LUBER, terus maksa gue bocorin rahasia pilihan gue.

“Lu tuh emang susah.”

+ Lu yang nyusahin diri lu sendiri. Ini kopi mau nambah atau udah?

Saya menjawab: Menikmati Seruput Kopi Cantik saja P. Pras…

Tulisan apik P. Prasetya M. Brata, guru Neurosemantic saya di FB. Wuih…. suka banget!

*******

Nach P. Dolfi Sondakh, gembala saya, terbeban usai membaca detik.com ada 334 pasangan bercerai gara-gara beda pandangan politik. Antar teman dan saudara tersinggung, bahkan saling “Unfriend”, usai nonton debat capres. Ternyata fenomena ini tidak hanya di Indonesia saja, termasuk di luar negeri. Hingar bingar Pemilu. Lumrah.

Menurut artikel tersebut, mengapa pandangan politik bisa lebih penting daripada hubungan persahabatan, keluarga bahkan pernikahan? Karena orang-orang mengasosiasikan pandangan politiknya dengan identitas diri dan perasaan “belonging” atau menjadi bagian dari sebuah kelompok.
Dua hal ini: identitas dan “belonging/rasa memiliki” merupakan kebutuhan tiap orang. Sehingga, bila pandangan politiknya dikritik, maka ia menganggap dirinya diserang, lalu timbullah reaksi emosional, tersinggung, yang bisa menyebabkan putusnya hubungan.

Kita ini warga negara Indonesia sekaligus warga Kerajaan Sorga. Kitalah Pembawa Damai dan Terang Dunia, kasih Tuhan semestinya terpancar melalui kita. Yuk…. buktikan.

Setiap pilihan tergantung info, mindset, pengalaman, harapan, asumsi masing-masing. Belum lagi perbedaan latar belakang suku, ras, agama, golongan dan kepentingan, yang membuat Keputusan setiap orang sangat berlainan. Plus Media Sosial dengan bunga rampainya, yang mengharubirukan perasaan.
Banyak hal terjadi di belakang panggung yang tidak kita mengerti. Deal-deal politik dan kepentingan kalangan petinggi negeri yang mengatur negeri ini. Pemikiran kita gak nyampe mikir yang sekelas itu.
Percayalah, sebenarnya yang bisa kita lihat hanya packaging alias bungkusnya saja.
That’s why, Gak usah offended, tersinggung karena pilihan berbeda.

Ijinkan setiap orang memilih sesuai hati nuraninya masing-masing setelah berdoa. Ini pilihan pribadi kita setelah berkonsultasi dengan Tuhan. Hormatilah!

Jika salah bagaimana?
Jangankan kita, sekelas Nabi Samuel saja salah memilih Raja Saul, yang ternyata di belakang hari tidak mentaati Tuhan. Diperintahkan Tuhan mengurapi raja penggantinya, terpesona dengan kakak-kakak Daud yang tampan dan gagah. Ternyata Tuhan memilih Daud yang kecil dan cuma penggembala domba.
Apa pun yang terjadi, anugerah Allah cukup untuk kita, asalkan kita terus bersandar dan menjalani hidup bersama-Nya. God’s Way.

Biarlah pada hari pemilu, kita benar-benar berpesta. Namanya juga “Pesta Demokrasi”, artinya kita perlu bersukacita bahwa ada pemimpin-pemimpin baru yang akan membawa negara kita tercinta: Indonesia, menjadi lebih maju, makmur dan sentosa seperti yang Tuhan inginkan.

Dengar apa kata Tuhan: Pilih dan Bersukacita.

Ingat, siapa pun yang terpilih nanti, Tidak Mungkin Sempurna. Terima dengan lapang dada.
Berita baiknya, masa depan kita tidak tergantung pada pemerintah dan pemimpin, melainkan kepada Allah, Sang Sumber Berkat yang Sejati.
Jika kita nempel -Abide- kepada Allah, saat kekeringan pun Tuhan bisa membuat panen 100x lipat. Dia Allah Sang Pencipta, apa yang sulit bagi-Nya?

Dan siapa pun yang terpilih, suka atau tidak, kita tetap akan bersama-sama membangun negeri ini dan menikmatinya. Seberapa pun kualitasnya, bagus atau jelek, kita akan menjalaninya bersama-sama.
Kita ini saudara selamanya …. Jangan lupakan itu!

Mari bergandeng tangan membangun negara Indonesia tercinta dan menikmatinya bersama-sama pula! Yuuuuk…

The peace of God, which surpasses all understanding, will guard your hearts and minds in God. So finally, brothers, whatever is true, whatever is noble, whatever is just, whatever is pure, whatever is lovely, whatever is admirable, whatever is excellent and praiseworthy, think about these things.

Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Allah. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN


#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Rahasia Doa yang Terjawab Part 3: Tanah Hati.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Rahasia Doa yang Terjawab Part 3: Tanah Hati.

Merenungkan bahwa Kesembuhan itu Hasil Panen, membawa pada terkuaknya pewahyuan, “Rahasia Doa yang Terjawab”
Menyambung artikel sebelumnya, penghalang menerima jawaban doa karena cara pikirnya masih ala dunia. Sementara bagi orang pola pikir Kerajaan Allah, hal-hal Supernatural adalah normalnya mindset Kerajaan Allah.
Mujizat bagi orang dunia, itu biasa di Kerajaan Allah.
Artinya, jawaban doa menjadi sesuatu yang terjadi setiap hari, karena pola pikir orang-orang Kerajaan Allah selaras dengan Pikiran Tuhan & Firman-Nya.
Sehingga kesembuhan, kesehatan Ilahi, kelimpahan, kemakmuran, hikmat, sukacita, damai sejahtera menjadi naturalnya warga negara Kerajaan Allah dan dengan mudah terealisasi. Tanpa halangan.

Penghalangnya apa?
Yang paling pertama adalah Kekerasan Hati.
Sudah kita bahas sebelumnya.
Orang yang hanya percaya kepada yang natural, masuk logika dan bisa diterima oleh pancaindra saja.

Penghalang selanjutnya yang menentukan doa terjawab atau tidak adalah tanah hati kita.(Matius 13:3 – 23). Perumpamaan tentang penabur.

Benih itu menggambarkan Firman Tuhan yang semuanya sama. Namun ada yang menghasilkan panen 30X, 60X atau 100X lipat atau justru mati sebelum benih itu tumbuh adalah tanahnya. Kondisi hati kita, itulah tanahnya.

1. Tipe Pertama – Di Pinggir Jalan
Matius 13:3-4 (TB) “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis
.

Di pinggir jalan tentu tanahnya keras dan penuh dengan batu.
Orang yang Mendengar Firman tetapi Tidak Mengerti. Iblis pun merampas firman itu dan tidak bisa tumbuh. Orang yang Keras hati tidak bisa memahami hal-hal yang rohani.

2. Tipe Kedua – Di Tanah yang berbatu-batu.
Mendengar Firman tetapi Tanahnya tipis dan Akarnya Tidak kuat
. Akar ingin lebih dalam, terhalang batu, kekerasan hati. Dengan mudah tercabut. Tidak benar-benar menghargai firman Tuhan dan rela bayar harga untuk menghidupinya.

Matius 13:5-6 (TB) Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.

3. Tipe Ketiga – Di Tengah Semak Duri
Matius 13:7 (TB) Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.

Sesungguhnya tanahnya baik dan banyak.
Tetapi saat benih Firman tumbuh, ada semak duri (dunia) yang menghimpitnya hingga mati.

Orang yang Mendengar Firman, Tumbuh, tetapi BUKANNYA Firman itu yang Membentuk Kehidupannya, sebaliknya dia memakai firman itu Disesuaikan dengan Nilai-Nilai Dunia, Pengalaman masa lalunya dan kebiasaan dunia di sekelilingnya.
Mengambil firman untuk kepentingan yang menguntungkannya saja, tetapi tidak ingin mentaati perintah Tuhan yang menjadi kewajibannya, yang dianggapnya ‘merugikannya.’

4. Tipe keempat – Tanah Yang Baik

Orang yang membiarkan Firman Tuhan menjadi yang Utama dalam kehidupannya, menjadi Panduan untuk mengambil keputusan serta mengarahkan hidupnya.
Itulah sebabnya buahnya melimpah. 30X, 60X hingga 100X lipat.

*****
“B. Yenny, mengapa saya sudah berdoa bertahun-tahun tidak terjawab, tetapi teman yang berdoa sepakat sekali di BBL langsung dijawab Tuhan?”, tanya seorang teman.

Sebagian besar doa yang terjawab, karena orang itu sudah punya benih firman yang tumbuh di tanah yang baik sehingga iman sudah ada di sana.
Tuhan itu merespon iman, bukan merespon panjang atau detilnya doa!

Benny Hinn dalam bukunya bercerita, bahwa orang-orang yang sembuh dalam acaranya, sebagian besar adalah orang-orang yang Sudah Siap menerima mujizat & jawaban doa. Mereka sudah membangun iman. Saat mereka didoakan atau mendengar firman yang disampaikan, suasana iman dan pengharapan yang besar diantara hadirin di sana, menarik iman mereka melonjak sehingga dengan mudah jawaban doa dan mujizat itu tercipta.

Ada beberapa orang yang bisa mengalami mujizat karena murni Karunia Iman sang pendoa. Ini tidak selalu terjadi. Yang umum terjadi, dibutuhkan respon iman dari si sakit.
Tetapi untuk mempertahankan kesembuhannya, orang itu harus membangun imannya sendiri.

Jika tidak, si iblis akan mengajak 7 temannya yang lebih jahat, agar masuk kembali ke tubuh orang itu karena ‘rumah’ hati orang itu kosong. Tidak ada Firman di sana. (Lukas 11:26).

Hhhmmm… dengan belajar semua jadi makes sense dan tau cara merealisasikannya.
Menarik bukan?

Anytime you are asking God to do something, you must follow His Commands. – John Hagee.

Kapan pun Anda meminta Tuhan melakukan sesuatu, Anda harus mengikuti Perintah-Nya. – John Hagee.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Benar & Salah Berdasarkan Standar Tuhan, Bukan Dunia.


Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Benar & Salah Berdasarkan Standar Tuhan, Bukan Dunia.

Banyak orang yang masih memiliki pemahaman, seolah doa adalah penyelesaian segala-galanya, tanpa ada tindak lanjut lagi, seolah melempar tanggung jawab kepada Tuhan.

Pokoknya, jika sudah berdoa maka tugas selesai.
Sekarang jadi tugasnya Tuhan untuk membereskan.
Sesungguhnya doa adalah cara untuk kita menimba hikmat-wisdom, agar dapat melihat permasalahan dengan cara pandang Tuhan dan tahu tindak lanjut apa yang harus dilakukan supaya solusi tercipta dan rencana-Nya digenapi.

*****

Budi melakukan pencurian, menggunakan uang perusahaan, tertangkap dan dilaporkan kepada pihak yang berwajib.
Mengherankan sekali, ketika Budi dan keluarganya, bersikap seolah-olah ini pencobaan dari Tuhan, supaya mereka belajar lebih sabar dan tahan uji.
Tanpa malu dan tanpa rasa bersalah. Justru bersikap sebagai korban-victim seakan-akan dia yang perlu dikasihani.

Gubraaakkk….

Itu bukan pencobaan dari Tuhan, melainkan konsekuensi karena mencuri milik orang lain.
Selama berbulan-bulan mark-up nota pembelian, kongkalikong dengan bengkel mobil, yang dibeli sparepart baru, dapat notanya, tetapi ternyata spare-part tsb tidak dipasang, melainkan dijual lagi dan uangnya masuk kantong.
Yang dipasang tetap sparepart lama, yang dilaporkan rusak, padahal masih bisa digunakan. Sedikit diperbaiki, lalu dipasang lagi.
Sampai di audit, ketahuanlah modus penipuannya.
Dan jumlahnya cukup besar. Itu dosa bro…. ! Tuhan tidak suka!

Semua sudah direncanakan, dilakukan dengan sengaja.
Tetapi dipertontonkan sedemikian rohaninya, seolah-olah dia diperlakukan tidak adil dan Tuhan yang salah.
Tuhan yang mencobai….

Hebohnya lagi, mereka berdoa puasa, supaya dilepaskan dari konsekuensi korupsinya.
Tidak ada rasa malu sama sekali, didukung teman-teman yang biasa ikut menikmati traktiran dari uang korupsi itu.

Tuhan berduka melihat tingkahnya!

Standar kebenaran sejati itu Tuhan dan Firman-Nya, yang tidak berubah, dahulu, sekarang sampai selamanya.
Meski keluargamu dan teman-temanmu menganggapmu tidak berdosa, tetapi Tuhan tidak bisa ditipu.

******
Masih banyak orang yang tidak paham, bahwa dalam hubungan kita dengan Tuhan, ada bagian kita dan ada pula bagian Tuhan.

Teman lain minta didoakan agar dapat bersikap lebih sabar, tidak terburu-buru mengambil keputusan.
Akibat tergesa-gesa, dia salah mengambil keputusan yang mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah. Menyesal.

Menjadi sabar, tidak ‘grusa-grusu’ kata Orang Jawa, alias tidak terburu-buru, itu bukanlah hasil didoakan melainkan buah yang didapat akibat perubahan Pola Pikir- Mindset baru, karena mengadopsi nilai-nilai baru, yaitu Kebenaran Firman Tuhan.

Guru-guru Charis senantiasa mengajarkan, Lebih baik terlambat daripada terlalu cepat.
Jika apa yang kita inginkan diambil orang bagaimana dong?
Tuhan senantiasa punya stok yang lebih dari cukup, kan seluruh alam semesta itu milik-Nya.
Tuhan menghargai kesetiaan dan motivasi hati kita untuk mentaatinya. Tuhan bisa memberikan gantinya yang jauh lebih baik daripada apa yang bisa kita pikirkan.

Dengan membaca, mendengarkan dan mempraktikkan Firman Tuhan, kita sedang memprogram pikiran kita dengan cara pikir Tuhan, menangkap hikmat – wisdom-Nya, dan menjadikannya menjadi bagian kehidupan kita.

Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri, merupakan buahnya.

Ini bukan usaha semalam lho….
Dibutuhkan kerja, kemauan dan konsistensi untuk mengerjakannya hari demi hari agar dapat Rest In The Lord, beristirahat di dalam Tuhan.

Ini keputusan yang diambil dan kemauan untuk mentaati Firman Tuhan, seberapa pun harganya karena kita mau menjadi pribadi sesuai kehendak-Nya.
Tentu ada saatnya tergoda untuk berespon sesuai emosi dan keinginan sesaat, namun disitulah tantangannya, agar tetap memilih berdiri teguh di atas firman-Nya.
Dari pengalaman, mesti latihan. Trial & error. Tdk langsung lulus. Bahkan saat sudah lulus pun bisa sesekali terpeleset.

“Ga bosan Bu Yenny?”

Perubahan karakter semakin menyerupai karakter Tuhan itu, membuat kita menyukai diri kita sendiri. Orang-orang disekeliling kita merasakan perubahan itu, makin mengasihi dan menaruh rasa hormat. Mereka melihat Allah ada di dalam kita. Mereka ingin mengalaminya juga.
Semakin kita merasakan kemenangan-kemenangan pribadi yang diraih, perubahan karakter itu makin membuat kita bergairah ingin menjadi lebih dan lebih lagi, makin menyerupai Tuhan. Hidup jadi lebih ‘semeleh’, pasrah, penuh sukacita dan damai sejahtera.

Apa yang kita tabur itu kita tuai.
Hal-hal baik mengelilingi dan mengejar kita. Keberuntungan demi keberuntungan mengalir dan mengalir lebih lagi.
Tidak perlu seperti teman dalam kisah di atas, yang harus mencuri dan berbuat curang, demi memperoleh uang yang tidak halal, dengan menghidupi cara Tuhan – God’s Way, berkat mengalir dengan cara yang terhormat, manis, memuaskan, karena berjalan bersama Tuhan setiap hari dan kita bangga menjadi anak Tuhan.
Tuhan pun bangga: kita menjadi Terang Dunia!

Mau? Praktuk yuk….

It is our job to listen to God and let Him tell us what is going on and what we are to do about it – leaving the rest to Him to work out according to His knowledge and will, not ours – Joyce Meyer.

Tugas kita adalah mendengarkan Tuhan dan membiarkan Dia memberi tahu kita apa yang sedang terjadi dan apa yang harus kita lakukan – menyerahkan sisanya kepada-Nya untuk bekerja sesuai dengan pengetahuan dan kehendak-Nya, bukan sesuai dengan pengetahuan dan kehendak kita – Joyce Meyer.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

Rahasia Doa yang Terjawab Part 2: Kekerasan Hati.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Rahasia Doa yang Terjawab Part 2: Kekerasan Hati.

Merenungkan bahwa Kesembuhan itu Hasil Panen, membawa pada terkuaknya pewahyuan, “Rahasia Doa yang Terjawab”
Menyambung artikel sebelumnya, penghalang menerima jawaban doa karena cara pikirnya masih ala dunia. Sementara bagi orang pola pikir Kerajaan Allah, hal-hal Supernatural adalah normalnya mindset Kerajaan Allah.
Mujizat bagi orang dunia, itu biasa di Kerajaan Allah.
Artinya, jawaban doa menjadi sesuatu yang terjadi setiap hari, karena pola pikir orang-orang Kerajaan Allah selaras dengan Pikiran Tuhan & Firman-Nya.
Sehingga kesembuhan, kesehatan Ilahi, kelimpahan, kemakmuran, hikmat, sukacita, damai sejahtera menjadi naturalnya warga negara Kerajaan Allah dan dengan mudah terealisasi. Tanpa halangan.

Penghalangnya apa?
Yang paling utama adalah Kekerasan Hati.
Orang yang keras hatinya, bisa jadi justru orang yang terlihat lembut tutur katanya. Tidak seperti asumsi kita, orang yang suka membantah.
Lho?

Orang yang Keras Hati adalah orang yang sangat terikat pada apa yang bisa ditangkap oleh Pancaindra alias orang yang hanya percaya pada hal-hal yang bersifat natural dan diterima oleh logika saja.Menghargai fakta melampaui Firman Tuhan.

Jika tidak melihat, tidak percaya. Itu Keras Hati.
Klo belum mengalami sendiri, gak percaya. Itu juga Keras Hati.
Banyak orang-orang yang rajin ke gereja, tetapi keras hati, akibatnya tidak memperoleh apa-apa.
Jawaban doa, mujizat yang diharapkan itu butuh iman.
Iman itu Percaya dulu sebelum Melihat!

Mereka mendengar Firman, tetapi tidak membiarkan Firman itu membentuk Pola Pikir serta membangun kehidupan mereka di atas firman itu. Akibatnya, firman itu masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan. Endingnya, tersinggung & sakit hati, saat doa orang lain terjawab, sedangkan doanya tidak!

Mungkin kita berdoa sepakat untuk kesembuhan hari ini. Begitu sendiri di rumah, bertanya-tanya mengapa Tuhan tidak menyembuhkan Karena tubuh terasa sakit dan laporan dokter seolah meneror. Ragu-ragu, itu keras hati.

Tidak peduli berapa lama kita menjadi orang percaya atau mempraktikkan prinsip-prinsip iman— dengan mudah kita bisa tergelincir ke dalam ketidakpercayaan terhadap janji-janji Tuhan.

Ibrani 4:11 memberi tahu kita: “Karena itu marilah kita bekerja keras untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan ada orang yang mengalami contoh ketidakpercayaan (unbelief) yang sama” (NKJV).

Kita harus bekerja! Caranya?
Dengan berpegang teguh pada janji-janji Allah dengan iman hari demi hari.

******
Dasar dari semua ketidakpercayaan adalah rasa takut. Jika tidak diatasi, akan mulai mempengaruhi pikiran kita sehingga kita akan mulai mempertanyakan Firman Tuhan.

Tahukah kita bahwa tidak mungkin khawatir dan percaya pada Tuhan pada saat yang bersamaan? Kekuatiran adalah salah satu bentuk ketidakpercayaan; hal ini menyebabkan kita meragukan kasih Tuhan dan kemampuan-Nya untuk menolong ketika kita membutuhkan-Nya.

Meski percaya di kepala, pikiran paham, tapi ketika rasa takut mengusai, iman pun lumpuh.

Filipi 4:6 (TB) Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Faith cancels fear. – Iman mengalahkan ketakutan.
Caranya, nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Lalu ‘Only Believe’- Percaya Saja, jangan dipikiri tapi fokus janji-Nya.

??Matthew? ?6:31? ?KJV?? Therefore take no thought …..- Jangan dipikiri alias jangan kuatir.

Kenneth Copeland suatu ketika terbeban dengan tagihan yang berjumlah sangat besar. Suatu hari dia terkejut, ternyata hanya 1-2 divisi yang menyebabkan hutang besar. Sementara divisi lainnya, semuanya menguntungkan. Dan divisi yang rugi besar, adalah divisi di mana dia kuatir, salah satunya biaya Program Televisi.
Sejak itu Kenneth Copeland berubah dan menyerahkan divisi yang mengkuatirkan ini kepada Tuhan, Only Believe, sekarang sangat menguntungkan bahkan beliau support banyak pendeta lain di acara televisinya. Provision, penyediaan Tuhan tersedia berlimpah. Provision, penyediaan Tuhan tersedia berlimpah saat beriman.

Iman kunci menikmati penyediaan Tuhan.

*****
Cara paling ampuh mengatasi Unbelief-ketidakpercayaan, dengan mengenal Kasih Allah.

“And we have known and believed THE LOVE that God has for us.” –1 John 4:16 (NKJV)

1 Yohanes 4:16 (TB) Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Perhatikan ungkapan “THE LOVE.” “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita”
Kita tidak berbicara tentang sembarang kasih, tapi KASIH-NYA. Mengapa? Karena Tuhan ADALAH KASIH. Dia tidak memiliki kasih. DIA ADALAH SANG KASIH itu sendiri!

Semakin mengenal Tuhan dan kasih-Nya, semakin banyak pengalaman hidup dengan-Nya, semakin mudah kita percaya & beriman.

Kasih Tuhan adalah kekuatan dahsyat yang memberi kehidupan berkelimpahan, penuh, utuh. Whole.
Yesus mati di kayu salib bagi kita saat masih berdosa, apalagi sekarang, ketika kita mengasihi dan mengejar-Nya.

Mari singkirkan ketidakpercayaan, dengan mengisi hidup kita Full Firman dan mengambil keputusan HANYA fokus pada Tuhan & firman-Nya.
Jika Unbelief – Ketidakpercayaan hilang, ibarat pipa yang mengalirkan air tanpa ada kotoran di dalamnya, aliran air hidup akan mengalir lancar, melimpah dalam kehidupan kita.
Buktikan sendiri hasilnya. Siap?

A Gospel without power is not the gospel that Jesus preached – Bill Johnson.

*Injil tanpa kuasa bukanlah Injil yang diberitakan Yesus – Bill Johnson.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Doa Saja Cukup? NO! Simak Rahasianya

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Doa Saja Cukup? NO! Simak Rahasianya

“Bu Yenny, saya sudah taat, setia dan berdoa lho… Tuhan berjanji jika Dia yang memberkati saya dengan rumah ini, sehingga saya bisa menyicil hingga lunas, maka Dia akan menyelesaikan permasalahan saya juga”, ujar seorang teman.

Teman ini mengambil KPR bertahun-tahun lalu. Dia tertib, tekun, setia membayar cicilannya hingga lunas. Permasalahannya, dia tidak tahu, saat ada pemberitahuan agar mengurus administrasi perumahannya supaya bisa bebas pajak. Beberapa tahun berlalu, saat lunas hendak membereskan sertifikatnya, dia dibebani pajak baik pembeli mau pun penjual, karena developer itu sudah pindah tangan kepada orang lain. Kira-kira begitu permasalahannya.

Teman ini sudah berdoa minta Tuhan, agar masalahnya bisa segera selesai, tentunya tanpa harus membayar dobel pajak.
Dan ditunggu hingga 5 tahun, masalah tak kunjung selesai.

Nach ini contoh kasus yang disebut ‘My Way’ – cara saya.
Teman ini berdoa dan berharap jawaban doa sesuai caranya.
Dia berpikir, ini kan bukan salahnya. Kan gak tahu. Gak adil dong, klo dia mesti bayar pajak penjual & pembeli yang jumlahnya cukup besar.

*****
Dalam hidup, aturan mainnya gak begitu.
Hutang wajib dibayar, meski karena kesalahan tidak disengaja dan ketidaktahuan, selalu ada konsekuensinya.
That’s Why, wajib selalu belajar dan mengembangkan diri.
Umat-Ku binasa karena kurang pengetahuan, kata Tuhan.

Pernah staf saya teledor tidak memasukkan pembelian mobil kami dalam laporan pajak. Padahal sudah dibayar. Tapi sudah lewat tahun, baru ketahuan dan sudah tidak bisa dibukukan lagi.
Terpaksa harus bayar plus dendanya.

Jika salah, ya mesti bayar. Hutang wajib dibayar. Makin ditunda, denda makin besar. Apalagi jika berurusan dengan instansi pemerintah… “Maaf, aturannya begitu..”, jawabnya.

Masih ingat kisah Syahroni?
Salah mengelola uang investor, proyek macet. Sebetulnya, itu kesalahan yang tidak disengaja, kan dia hanya marketing yang menjualkan.

Tetapi dia baca firman Tuhan, tahu kebenaran, hatinya tidak sejahtera. Hutangnya terlalu besar. Dihitung-hitung dicicil 10 tahun baru lunas.
Duh… keputusan apa yang mesti diambil?
Lalu memilih menjual rumah, mobil dan aset lainnya untuk membayar hutangnya. Masih tidak cukup. Hutangnya masih sisa banyak.

Apa boleh buat, Syahroni mesti naik kendaraan umum, kerja rajin untuk melunasi sisa hutang yang masih besar sekali jumlahnya.

Tuhan melihat KETAATAN pemuda ini, sikap hatinya yang ingin hidup sesuai jalan-jalan Tuhan. Meski berat, rela bayar harga.
Tanpa dinyana, 9 bulan kemudian, closing project dan hutang yang seharusnya lunas puluhan tahun, tiba-tiba lunas dalam sekejap. Itu mujizatnya!

Saat Syahroni melakukan yang natural dan apa yang dia bisa, untuk mentaati Tuhan, maka Tuhan mengerjakan yang *supernatural* membuat percepatan pelunasan hutangnya.

*******

Banyak orang berpikir, saat sudah berdoa, maka selesai. Itu endingnya. Sesungguhnya berdoa itu sesi untuk melihat masalah dari kacamata Tuhan, lalu mendengarkan arahan-Nya, melalui komunikasi dan firman-Nya.

Masih ingat, Anugerah- apa pun yang kita butuhkan, SUDAH Tuhan karuniakan, tersedia di dalam roh kita. Dibutuhkan Respon Iman untuk memanifestasikan di alam natural.

Berdoa dan membaca Firman, tujuannya agar memperoleh hikmat -wisdom, langkah apa yang harus diambil sebagai Respon dan Tindakan Iman.

Saat kita bertindak dengan iman sesuai arahan-Nya, maka Tuhan pun menyatakan pertolongan-Nya yang melampaui segala akal.

Praktik yuk….

People often interpret Scripture through the lens of THEIR OWN EXPERIENCE – rather than allowing Scripture to SHAPE THEIR EXPERIENCE. – John Bevere.

Orang sering menafsirkan Firman Tuhan melalui kacamata PENGALAMAN MEREKA SENDIRI – daripada membiarkan Firman Tuhan yang MEMBENTUK PENGALAMAN MEREKA. – John Bevere.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 93 94 95 96 97 416