Articles

Di Tepi Ujung Dunia! Catatan dari Isfjorden, 78° 40′ Lintang Utara..

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Di Tepi Ujung Dunia! Catatan dari Isfjorden, 78° 40′ Lintang Utara..

Hari ini kami memilih menikmati Svalbard dari sudut yang berbeda.
Bukan dari jalan raya.
Bukan dari atas gunung.
Melainkan dari laut.

Pagi itu kami naik catamaran menyusuri Isfjorden, salah satu fjord terbesar dan terindah di Svalbard.
Perjalanan pulang pergi memakan waktu hampir lima jam.
Lama?
Ya.
Tetapi sungguh sepadan.

Begitu kapal meninggalkan Longyearbyen, pemandangan yang terbentang di depan mata terasa semakin spektakuler.
Gunung-gunung batu menjulang di kiri dan kanan.
Sebagian masih dihiasi salju yang belum mencair meski musim panas telah tiba.

Di kejauhan tampak gletser berwarna putih kebiruan yang berdiri megah di antara pegunungan Arctic.
Air fjord begitu tenang.
Sesekali memantulkan bayangan gunung dan langit seperti cermin raksasa.

Burung-burung camar dan berbagai burung laut beterbangan rendah mengikuti arah angin.
Beberapa reindeer tampak di kejauhan, kecil seperti titik-titik cokelat di lereng gunung.

Kami berulang kali berpindah tempat di kapal untuk mengambil foto.
Salah satu yang paling saya sukai adalah saat berfoto dengan bendera Norwegia yang berkibar gagah di buritan kapal.
Latar belakangnya gunung, salju, dan fjord Arctic yang luar biasa indah.
Rasanya seperti berada di halaman belakang dunia.

Setelah puas berfoto ria, kami menikmati makan siang hangat di dalam kapal sambil terus memandangi pemandangan di luar jendela.

Dan saat itulah kejutan berikutnya datang.
Di layar kapal ditampilkan peta rute perjalanan kami.
Barulah saya benar-benar menyadari betapa jauhnya kami telah berada di utara bumi.

Ternyata dari posisi kami di Isfjorden berada di sekitar garis lintang 78° Utara. Sementara itu, titik poros bumi atau Kutub Utara sejati terletak di 90° Utara. Sedekat itu rupanya…..
Menakjubkan!

Ketika melihat peta, rasanya berbeda.
Di atas Longyearbyen hampir tidak ada lagi kota.
Tidak ada jalan raya.
Tidak ada kehidupan seperti yang kita kenal.
Hanya lautan Arctic, es, dan akhirnya Kutub Utara.
Di sisi lain terlihat kawasan menuju Pyramiden yang terkenal karena sejarah komunitas Rusia di Svalbard.

Saya memandang peta itu cukup lama.
Dan untuk pertama kalinya benar-benar merasa:

Saya sedang berada di Tepi Ujung Dunia – Beyond The Edge.

Mungkin karena itulah Longyearbyen terasa begitu istimewa.
Kota kecil ini lahir karena seorang Amerika bernama John Munro Longyear datang ke Svalbard pada awal tahun 1900-an untuk mencari batu bara.
Ia memperoleh konsesi tambang dan membangun pemukiman bagi para pekerjanya.
Siapa sangka pencarian batu bara akhirnya melahirkan sebuah kota yang kini dikenal di seluruh dunia.

Longyear mencari batu bara.
Tetapi tanpa sadar ia meninggalkan sesuatu yang jauh lebih besar.
Sebuah kota di hampir ujung bumi.

Hari ini Longyearbyen dikenal sebagai salah satu komunitas permanen paling utara yang dihuni manusia.
Di lokasi 78° 13 N. 15° 38? E. posisinya berada jauh di atas Lingkaran Arktik yang terletak di 66° 33′ U.

Karena letak geografisnya yang sangat tinggi ini, kota ini mengalami fenomena ekstrem seperti Midnight Sun (matahari 24 jam) dari pertengahan April hingga Agustus, serta Polar Night (kegelapan total 24 jam) dari pertengahan November hingga akhir Januari.

Kami bahkan menginap di Radisson Blu Polar Hotel Spitsbergen yang memegang Guinness World Record sebagai hotel full-service Paling Utara di Dunia.

Saat melihat sertifikat itu, saya terpukau..
Terimakasih Tuhan untuk anugerah-Mu!

Di tengah perjalanan hari ini saya juga teringat pada Henri Rudi, tokoh legendaris Svalbard yang dijuluki Raja Beruang Kutub.

Setelah bertahun-tahun hidup di Arctic, ia pernah menulis:
“Tanah yang begitu telanjang, tandus, dan keras, namun seseorang justru bisa jatuh cinta padanya.”

Saat pertama kali membaca kalimat itu, saya tidak benar-benar mengerti.
Tetapi setelah beberapa hari berada di Svalbard, saya mulai memahaminya.

Tempat ini memang tidak menawarkan kemewahan.
Tidak banyak pohon.
Tidak banyak warna.
Tidak banyak keramaian.
Tetapi justru karena itulah kita mulai memperhatikan hal-hal yang sering terlewatkan.

Keheningan.
Kesederhanaan.
Dan keagungan alam yang begitu murni.

Ada tempat-tempat yang membuat kita kagum karena keindahannya.
Ada pula tempat-tempat yang membuat kita kagum karena keheningannya.

Svalbard termasuk yang kedua.

Dari atas catamaran yang membelah Isfjorden hari ini, saya kembali menyadari bahwa Tuhan tidak hanya berbicara melalui Firman-Nya.
Kadang Ia juga berbicara melalui ciptaan-Nya.

Melalui gunung yang diam.
Melalui laut yang tenang.
Melalui gletser yang berdiri kokoh selama ribuan tahun.
Dan melalui keheningan yang membuat kita akhirnya berhenti sejenak untuk mendengarkan.

Seperti kata Henri Rudi:
“Ketika badai mengamuk di luar dan teko kopi mendesis di atas tungku, saat itulah aku merasakan kedamaian yang tidak bisa dibeli dengan kekayaan apa pun di dunia.”

Hari ini, di Isfjorden, saya mulai mengerti apa yang ia maksud.

Di hari terakhir sebelum kami ke airport, kabut putih pekat…. dan salju turun.
Bayangkan hujan salju di musim panas!
Kami mendapatkan pengalaman yang sangat komplit. Tak henti-hentinya mulut ini mengucapkan syukur. 4 hari 3 malam di Longyearbyen langit cerah, matahari sedemikian terik sehingga kami menikmati Fjord dengan sangat jelas. Jika kabut, semua pemandangan tertutup kabut.

Bukankah itu cara-Nya mendemonstrasikan kasih-Nya bagi kami?

Speechless!!!

“Lord, I love you full…”, copy – paste Mbah Surip.

“Look deep into nature, and then you will understand everything better.” – Albert Einstein

“Pandanglah alam lebih dalam, maka engkau akan memahami segala sesuatu dengan lebih baik.”- Albert Einstein.

YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Paul Milligan: Ketika Integritas Menjadi Strategi Bisnis dan Pelayanan
Ini gratis dan masih tersedia lebih banyak lagi!
“Bagaimana kita dapat mengalahkan depresi, kebingungan, keraguan dan ketakutan?”