Dua Kata yang Mengubah Segalanya!
Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra
Dua Kata yang Mengubah Segalanya!
Ada kalanya yang paling kita takuti bukanlah kegagalan itu sendiri.
Melainkan pulang setelah gagal.
Kita takut dihakimi.
Takut dipersalahkan.
Takut mendengar kalimat, “Sudah kubilang, kan?”
Rasa malu sering kali membuat seseorang menjauh, bukan hanya dari keluarga, tetapi juga dari Tuhan.
Saya teringat sebuah kisah yang dibagikan Ruth Graham pada pemakaman ayahnya, Billy Graham, tahun 2018.
Setelah menjalani pernikahan selama 21 tahun yang berakhir dengan perceraian, Ruth mengambil keputusan yang terburu-buru. Ia menikah lagi, meskipun orang tua dan anak-anaknya telah menasihatinya untuk tidak melakukannya.
Sehari setelah pernikahan itu berlangsung, ia mulai sadar bahwa ia telah membuat kesalahan besar.
Lima minggu kemudian, ia meninggalkan hubungan itu.
Dengan hati yang hancur, dipenuhi rasa malu dan penyesalan, ia mengemudikan mobil menuju rumah orang tuanya di Montreat, North Carolina.
Sepanjang perjalanan ia membayangkan berbagai kemungkinan.
Bagaimana jika ayahnya kecewa?
Bagaimana jika ia dimarahi?
Bagaimana jika ia dianggap telah mempermalukan keluarga?
Ruth sadar apa yang dilakukannya, mencoreng nama besar ayahnya, yang terkenal di seluruh dunia.
Namun ketika mobilnya memasuki halaman rumah, pemandangan yang ia lihat sama sekali di luar dugaannya.
Billy Graham sudah berdiri di luar rumah, menunggunya.
Begitu Ruth turun dari mobil, ayahnya memeluknya erat dan hanya mengucapkan dua kata.
“Welcome home.”
“Selamat datang di rumah.”
Hanya itu.
Tidak ada ceramah.
Tidak ada kalimat yang menyalahkan.
Tidak ada penghukuman.
Yang ada hanyalah pelukan seorang ayah.
Saat membaca kisah ini, hati saya langsung teringat kepada perumpamaan anak yang hilang.
Ketika anak itu pulang, ia telah menyiapkan pidato panjang. Ia siap menjadi seorang hamba karena merasa dirinya tidak lagi layak disebut anak.
Tetapi sebelum ia sempat menyelesaikan kata-katanya, ayahnya sudah berlari memeluknya.
Kasih selalu lebih cepat daripada rasa bersalah.
Bukankah sering kali kita membayangkan Tuhan seperti hakim yang sedang menunggu untuk menegur kita?
Padahal firman menggambarkan Dia sebagai Bapa yang merindukan anak-anak-Nya kembali pulang.
Bukan karena Dia menganggap dosa tidak penting.
Tetapi karena pengampunan-Nya lebih besar daripada kegagalan kita.
Sering kali yang membuat kita tetap terikat bukanlah dosa itu sendiri.
Melainkan rasa malu.
Kita merasa sudah terlalu jauh.
Sudah terlalu banyak kesalahan.
Sudah terlalu mengecewakan Tuhan.
Namun Kasih Kristus berkata sebaliknya.
Anugerah selalu membuka jalan pulang.
Saya percaya setiap kita pernah mengalami musim ketika merasa gagal.
Gagal sebagai orang tua.
Gagal sebagai pasangan.
Gagal dalam pekerjaan.
Bahkan mungkin merasa gagal sebagai orang percaya.
Kalau hari ini Anda sedang berada di titik itu, jangan biarkan rasa malu menjauhkan Anda dari Bapa.
Justru datanglah kepada-Nya.
Karena kasih Allah tidak dimulai ketika kita berhasil.
Kasih-Nya sudah ada bahkan ketika kita masih penuh kegagalan.
Mungkin kita membayangkan Tuhan akan berkata, “Mengapa kamu melakukan itu?”
Tetapi saya percaya, hati Bapa lebih dahulu berkata,
“Selamat datang di rumah.”
Itulah Anugerah….
Kasih yang tidak menunggu kita sempurna, sebelum menerima kita.
Kasih yang memulihkan, mengangkat, lalu memberi kita kekuatan untuk melangkah lagi.
Karena rumah Bapa bukanlah tempat bagi orang-orang yang tidak pernah gagal.
Rumah Bapa adalah tempat bagi mereka yang mau pulang.
“When we honestly ask ourselves which person in our lives means the most to us, we often find that it is those who, instead of giving advice or solutions, have chosen rather to share our pain and touch our wounds with a warm and tender hand.” – Henri Nouwen.
“Ketika kita jujur bertanya siapa yang paling berarti dalam hidup kita, sering kali jawabannya adalah mereka yang tidak buru-buru memberi nasihat atau solusi, melainkan memilih hadir, ikut merasakan luka kita, dan menyentuhnya dengan kasih.” – Henri Nouwen.
YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopiCantik #yennyindra #InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan #Karakter #Hikmat #RasaSyukur
“Anugerah tidak menunggu kita layak untuk pulang. Kasih karunia justru membuka pintu agar kita berani pulang.”
“Grace doesn’t wait until we are worthy to come home. Grace opens the door so we have the courage to come home.” — Yenny Indra
