Articles

Anda Clark Kent Or Superman?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Anda Clark Kent Or Superman?

Pernah menonton film Superman? Aktor yang memerankan Superman, bernama Clark Kent. Berwajah kalem, culun dan sedikit kuno.
Tetapi ketika berubah menjadi Superman, wow…. Berubah menjadi pria pemberani dan mengorbankan diri untuk membantu orang yang membutuhkan. Pahlawan yang gagah perkasa.
Sungguh menarik dan menyenangkan.
Semua orang ingin menjadi pahlawan dan berbuat baik, menolong orang lain. Diberkati untuk memberkati.

P. Irsan mengingatkan saya, salah satu inti pelajaran guru kami: Wendell Par.
Orang yang percaya Tuhan ibarat Clark Kent yang masuk sebuah bilik telepon, tetapi dalam sekejap keluar sebagai Superman.
Karena sesungguhnya setiap kita hanyalah seperti Kent yang culun, kuno, lugu tetapi ketika kita masuk ‘bilik telepon’ – hadirat Tuhan, saat keluar kita bak Superman.

Jikalau kita tinggal di dalam Tuhan, dan firman Tuhan tinggal di dalam kita, kita menjadi Superman. Karena kuasa, hikmat, kepandaian, kebijaksanaan Tuhan, mengalir melalui kita.
Sesungguhnya setiap kita hanyalah wadah, yang seharusnya mengalirkan Tuhan, melalui kita.
Sehingga setiap orang yang melihat kita, melihat Allah di dalam kita.

Baunya koq harum ya jika berada di dekat kita, karena Tuhan itu harum.
Hati koq damai ya jika di dekat kita, karena Tuhan itu Raja Damai.
Bijak sekali ya…. Karena Tuhan itu Sumber Hikmatnya.

Sayangnya, banyak di antara kita yang tidak punya waktu masuk dan diam di dalam bilik telepon.
Untuk membangun hubungan berkualitas dengan Tuhan, menggali firman-Nya, memahami hati serta kehendak-Nya…
Akibatnya, tidak pernah berubah menjadi Superman. Tetap menjadi Clark Kent.

Tuhan sudah merancangkan tujuan hidup yang luar biasa, di sisi lain banyak orang yang membutuhkan pertolongan, uluran tangan atau sekedar informasi dari kita, agar mereka bisa bertemu dengan kebaikan, takdir atau apa pun namanya, yang mereka butuhkan.
Semua tertunda, karena kita tidak membayar harga, menyediakan waktu, untuk mendengarkan arahan-Nya. Sayang sekali bukan?

Padahal kepuasan dan kebahagiaan sejati tercipta, saat kita menggenapi tujuan Tuhan dalam hidup kita dan membuat kehidupan orang lain menjadi lebih baik Karena mengenal kita.
Tuhan bisa saja memilih orang lain yang taat dan kita kehilangan kesempatan besar.

Raja Daud bukanlah pilihan pertama Tuhan. Saul yang semula dipilih Tuhan. Karena Saul tidak taat, dan enggan bertobat, akhirnya, dipilihlah Daud untuk menggantikannya.
Sayang ya….

Tidak hanya Saul, jika kita tidak bersedia dipakai, Tuhan juga akan memilih orang lain.
Agar bisa dipakai, kita perlu menyediakan waktu meneladani Daud yang terus membangun hubungan pribadi dengan Tuhan ketika menggembalakan domba.
Melatih diri menjadi yang terbaik, dengan apa yang Tuhan taruh di tangan kita.
Daud melatih diri menggunakan batu dan umban, alat sederhana yang tidak sehebat pedang, dalam pandangan masyarakat umum, tetapi melalui batu dan umban, pada akhirnya membawa Daud menjadi seorang raja.

*****

P. Jacob teman sekelas di Charis post tulisan apik Steven R Covey,
Jika kita tidak berhati-hati untuk selalu meminum ‘air kehidupan’ (firman Tuhan) setiap hari, lambat laun kita akan mudah merasa asing kepada Tuhan dan jalan-jalan-Nya, serta identitas serta tujuan Ilahi kita sendiri – Steven R Covey.

Dan tulisan ini menempelak saya.
Mudah sekali bagi kita, *merasa* mengenal Tuhan, berdoa dan bahkan dengan fasih bercerita tentang Tuhan atau menggunakan istilah-istilah rohani, tanpa benar-benar membangun hubungan pribadi dengan Tuhan.
Dari sisi luar, orang lain pun tidak ada yang tahu. Kelihatannya aktif beribadah dan melayani.

Hubungan dengan Tuhan Wajib dan Harus dibangun setiap hari. Fresh from the oven.
Kita tidak dapat hidup dengan urapan, hikmat, serta perkenanan kemarin atau seminggu yang lalu, untuk hidup hari ini.

Darimana kita bisa melihat perbedaannya?
Apakah kita tetap Clark Kent atau sudah jadi Superman?
Jawabannya yang membedakannya.

Ada perbedaan antara orang yang beribadah kepada Tuhan dan yang tidak.
Kita menjadi serupa dengan apa yang terus menerus kita lihat, dengar dan fokuskan.

Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri adalah karakter Allah yang seharusnya muncul, jika kita sungguh-sungguh menghidupi firman-Nya. Damai sejahtera yang melampaui segala akal yang akan memenuhi hidupnya.

Apa yang keluar dari mulut kita?
Gossip, ujaran kebencian, emosi, kata-kata sia-sia atau hal-hal baik yang membawa keharuman bagi Nama Tuhan, dan membuat orang lain bersemangat penuh dengan harapan baru? Apa yang keluar dari mulut, meluap dari dalam hatinya.

Mari kita bersama-sama check dan re-check, masihkah kita berada di jalur yang benar?
Atau hanya diluar saja kita kelihatan mengasihi Tuhan tetapi buahnya tidak ada?

Though we cannot see the heart, we can see the life.”
? David Paul Kirkpatrick

Meskipun kita tidak dapat melihat hati, namun kita dapat melihat kehidupannya.”- David Paul Kirkpatrick

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Bijak Memberi Makna, Menghindari Ribuan Pertempuran Yang Tidak Perlu.
“Apakah Kita dipimpin Oleh Tuhan?”
Let Go, Let God….