Jangan Tunggu Sampai Mati Untuk Berterima Kasih.
Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra
Jangan Tunggu Sampai Mati Untuk Berterima Kasih.
George Clooney pernah melakukan sesuatu yang kedengarannya seperti adegan film.
Ia mengundang 14 sahabatnya makan malam.
Mereka bukan sekadar teman sesama selebriti. Mereka adalah orang-orang yang sudah bersamanya selama puluhan tahun, termasuk ketika Clooney belum menjadi siapa-siapa.
Saat masih berjuang sebagai aktor di Los Angeles, ada yang meminjamkan uang. Ada yang membiarkannya tidur di sofa rumah mereka. Ada yang menolong ketika hidupnya masih jauh dari nyaman.
Clooney tidak lupa.
Tanggal 27 September 2013, keempat belas sahabat itu diundang ke rumahnya. Di setiap tempat duduk sudah tersedia sebuah koper hitam.
Ketika koper dibuka…
US$1 juta tunai!
Untuk setiap orang.
Total US$14 juta.
Dan pajaknya pun ditanggung Clooney.
Bayangkan suasananya.
Beberapa sahabatnya saat itu memang sudah mapan. Tetapi sebagian lainnya masih berjuang secara finansial. Rande Gerber bahkan bercerita bahwa salah seorang dari mereka bekerja di sebuah bar di bandara Texas dan naik sepeda ke tempat kerja untuk menghidupi keluarganya.
Rande sendiri sudah kaya. Ia merasa tidak pantas menerima uang itu dan mencoba menolak.
Clooney memberi ultimatum sederhana: kalau Rande tidak menerimanya, yang lain juga tidak mendapatkannya.
Akhirnya Rande menerima, lalu menyumbangkan uang tersebut untuk amal.
Tetapi bagian yang paling menyentuh bagi saya justru alasan Clooney melakukannya.
Bertahun-tahun kemudian ia menjelaskan, tanpa sahabat-sahabat itu ia tidak akan memiliki semua yang sekarang dimilikinya. Mereka toh akan masuk dalam surat wasiatnya jika sesuatu terjadi kepadanya.
Lalu mengapa harus menunggu sampai mati?
Jleb.
Bukankah kita sering begitu?
Kita begitu mudah mengingat orang yang mengecewakan kita, tetapi kadang lupa kepada mereka yang pernah menolong ketika kita sedang susah.
Ada guru yang dahulu memberi kesempatan.
Sahabat yang menemani ketika belum punya apa-apa.
Orang yang memperkenalkan kita kepada seseorang sehingga sebuah pintu terbuka.
Karyawan yang ikut berjuang ketika perusahaan masih kecil.
Orangtua yang berkorban diam-diam.
Pasangan yang berdiri di samping kita selama puluhan tahun.
Setelah sukses, semuanya terlihat seolah-olah hasil perjuangan kita sendiri.
Padahal tidak ada seorang pun yang sampai di tempatnya hari ini sendirian.
Yang saya sukai dari kisah Clooney bukan angka US$14 juta itu.
Tidak semua orang mampu memberikan sejuta dolar, dan rasa terima kasih memang tidak diukur dari besarnya hadiah.
Yang mengesankan adalah: dia ingat.
Kesuksesan tidak membuatnya lupa pada sofa tempat ia pernah menumpang tidur.
Itulah karakter.
Memberi kepada orang yang bisa membalas kita adalah transaksi.
Memberi untuk mendapatkan nama adalah promosi.
Tetapi menghargai orang yang pernah berjasa, bahkan ketika dunia sudah tidak tahu apa yang pernah mereka lakukan bagi kita, namanya tahu berterima kasih.
Saya jadi belajar sesuatu.
Kalau ada orang yang berjasa dalam hidup kita, jangan menunggu pemakamannya untuk menceritakan betapa baiknya dia.
Jangan menunggu terlambat untuk berkata, “Terima kasih. Saya tidak akan berada di sini tanpa bantuanmu.”
Telepon selagi dia masih bisa mendengarnya.
Peluk selagi dia masih bisa merasakannya.
Balas kebaikannya selagi kita masih mempunyai kesempatan.
George Clooney memilih tidak menunggu warisan berbicara setelah ia mati.
Ia ingin sahabat-sahabatnya mendengarnya langsung dari mulutnya:
Saya ingat.
Dan mungkin itulah salah satu tanda kesuksesan yang sesungguhnya.
Bukan sekadar seberapa jauh kita berhasil naik.
Tetapi apakah setelah berada di atas, kita masih ingat siapa yang pernah membantu kita berdiri.
“Feeling gratitude and not expressing it is like wrapping a present and not giving it.” – William Arthur Ward.
“Merasakan rasa syukur tetapi tidak mengungkapkannya seperti membungkus hadiah tetapi tidak memberikannya.” — William Arthur Ward.
YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopiCantik #yennyindra #BruneiDarussalam #TravelJournal #InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan #RasaSyukur
“Success shows how far we have traveled. Character shows whether we still remember those who walked with us when we had nothing.”
“Kesuksesan menunjukkan seberapa jauh kita telah melakukan perjalanan. Karakter menunjukkan apakah kita masih mengingat mereka yang berjalan bersama kita ketika kita tidak punya apa-apa.” — Yenny Indra