Articles

“Anjing yang Terluka.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Anjing yang Terluka.”

Bertahun-tahun yang lalu di Chili, saya dan keluarga sedang berjalan pulang pada malam hari dari sebuah pertemuan gereja. Sekitar satu blok di depan, kami melihat seekor anjing berlari ke jalan dan tertabrak mobil. Anjing itu melanjutkan perjalanannya, dengan tertatih-tatih, menuju ke sisi jalan lainnya lalu ambruk di trotoar.

Ketika semakin dekat, saya mempertimbangkan bagaimana caranya bisa membantu anjing itu. Sementara kami masih berada agak jauh, seorang pria lain menghampiri anjing itu dan mengulurkan tangannya untuk menghiburnya. Anjing itu menggigitnya dan menolak bantuannya. Anjing itu nampak jelas sedang terluka, merasa bingung dan takut pada semua orang pada saat itu. Karena semakin banyak orang berkumpul, kami memutuskan untuk berbelok ke arah rumah kami dan meneruskan perjalanan.

Ketika merenungkan apa yang saya saksikan, saya menyadari, pelayanan pun kerap seperti peristiwa menghadapi anjing yang terluka. Kami menawarkan Firman Kehidupan kepada mereka yang terluka, tetapi yang sering kami terima, adalah tanggapan negatif bahkan kasar.

Seperti pepatah lama, “orang yang sakit, akan menyakiti orang lain.” Kita tidak tahu, masalah apa saja yang telah membentuk kehidupan seseorang. Mungkin ada pelecehan, rasa bersalah, masalah fisik, masalah emosional dan sakit hati. Terkadang reaksi negatif terhadap pertolongan yang kita tawarkan, tidak berarti mereka menolak Injil. Bisa saja artinya mereka sekedar merasa bingung dan takut.

Yesus datang untuk membalut orang-orang yang patah hati (Lukas 4:18), tetapi banyak yang menanggapi Yesus melalui filter budaya, politik, skandal gereja, dll. Mereka mungkin tidak melihat apa yang kita tawarkan sebagai bantuan yang tulus. Kita harus belajar bersabar dengan mereka yang membutuhkan Yesus. Berdoa untuk mereka. Bersikap baiklah terhadap mereka. Percayalah, bahkan setetes kasih Tuhan yang disalurkan melalui kita, dapat melembutkan hati mereka. Sementara, sebagian dari mereka merasa haus akan kehidupan baru, yang lain terluka dan bingung. Kita harus belajar untuk mengasihi, terlepas dari kemungkinan reaksi yang akan kita terima. Kita tidak pernah tahu apa yang bisa menyentuh hati mereka yang terluka.

“Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;”
Mazmur 147:3 (TB).

[Repost ; “The Injured Dog”. – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Tawanan Perang.”
Apa Yang Kita Wariskan Bagi Generasi Mendatang?
“Kesehatan Mental.”