Articles

APA YANG TERTINGGAL DARI NAMA KITA?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

APA YANG TERTINGGAL DARI NAMA KITA?

Kemarin saya menulis tentang orang-orang yang berjasa dalam hidup kita. Tentang kebaikan yang jangan sampai dilupakan hanya karena waktu sudah berlalu. Lalu saya berpikir dari sisi sebaliknya. Kelak, ketika nama kita disebut, apa yang orang ingat tentang kita?

Ada seseorang bernama Hoentoro. Ko Hoen, demikian saya memanggilnya, yang sampai hari ini saya ingat dengan rasa hormat. Beliau terkenal murah hati, suka membantu orang, sangat berbakti kepada orangtua dan peduli kepada keluarga. Kalau mencari teladan tentang u hao, berbakti kepada orangtua dan keluarga, Ko Hoen salah satunya.

Papa Ko Hoen bersama empat sahabatnya, termasuk papa saya, mengangkat saudara. Mereka menamakan persaudaraan itu Panca Saudara. Yang mengesankan, persaudaraan itu tidak berhenti ketika salah seorang meninggal.

Setelah papa saya meninggal, Ko Hoen secara berkala menelepon Mama, sekadar menanyakan kabar keluarga. Kalau melewati Kebumen, kota tempat keluarga kami tinggal, beliau menyempatkan diri menjenguk. Setelah Mama meninggal pun kebiasaan itu tidak berhenti. Ko Hoen menelepon Ay Cen, adik ipar yang meneruskan usaha Papa di Kebumen, menanyakan kabar keluarga. Padahal Ko Hoen jauh lebih tua. Seharusnya yang muda yang memperhatikan beliau. Kenyataannya justru beliau yang terus memperhatikan kami.

Kualitas karakter yang langka. Dan bukan hanya kepada keluarga kami. Kepada keluarga lainnya pun demikian.

Wow….

Ko Hoen meninggal pada masa Covid. Tetapi bertahun-tahun kemudian, karakter seperti itu ternyata tidak ikut terkubur bersama kepergiannya. Namanya masih membawa cerita tentang kebaikan.

Saya belajar, ternyata manusia meninggalkan jejak jauh sebelum meninggalkan dunia ini. Ada orang yang ketika namanya disebut, kita tersenyum. “Wah, dia baik sekali. Dulu ketika saya kesulitan, dia yang membantu.”

Tetapi ada pula nama yang setelah puluhan tahun disebut, ceritanya masih sama. “Dulu kami begitu percaya kepadanya. Justru karena percaya, kami tidak banyak bertanya. Belakangan baru sadar ternyata kami dirugikan.” Uangnya mungkin sudah lama habis. Tetapi rasanya masih tertinggal.

Dalam bisnis, tentu mencari keuntungan itu wajar. Saya pun pebisnis. Tidak ada yang salah dengan profit. Tetapi ada perbedaan besar antara mendapatkan keuntungan yang wajar dan mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan kepercayaan seseorang. Apalagi ketika orang itu percaya kepada kita sehingga tidak mengecek harga, tidak membandingkan, bahkan tidak banyak bertanya.

Secara hukum mungkin semuanya sah. Secara hitungan mungkin kita untung. Tetapi apakah setiap keuntungan layak diambil? Saya rasa tidak.

Dan tentu prinsip ini berlaku dua arah. Jangan pula menuduh seseorang tidak fair hanya karena kita tidak mendapatkan harga yang kita inginkan. Fair bukan berarti selalu murah. Fair berarti tidak mengambil keuntungan secara tidak patut dari ketidaktahuan atau kepercayaan orang lain.

“A good name is more desirable than great riches; to be esteemed is better than silver or gold.”

“Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar; dihormati lebih baik daripada perak dan emas.”

Semakin berumur, saya semakin mengerti mengapa. Apa artinya sejumlah uang masuk ke rekening kita, kalau pada saat yang sama kepercayaan seseorang keluar dari hidup kita?

Lebih menyedihkan lagi, mungkin kita sudah lupa peristiwanya. Tetapi orang yang pernah merasa dirugikan belum tentu melupakannya, bahkan puluhan tahun kemudian. Terkadang ceritanya diteruskan kepada anak-anaknya. Bukan karena sengaja menyimpan dendam, tetapi karena pengalaman mengajarkan mereka: lain kali hati-hati.

Tiba-tiba saya sadar, setiap transaksi bukan sekadar pertukaran uang. Kita sedang membangun reputasi. Setiap kali seseorang mempercayakan sesuatu kepada kita, sebenarnya dia sedang meletakkan sesuatu yang jauh lebih mahal daripada uang di tangan kita: kepercayaan. Jangan disia-siakan.

Saya tidak ingin suatu hari orang menyebut nama saya lalu berkata, “Saya percaya kepadanya, justru karena itulah saya dirugikan.” Saya ingin ketika nama saya disebut, orang berkata, “Saya pernah berurusan dengannya. Dia fair.”

Tidak harus selalu murah. Tidak harus selalu mengalah. Bisnis tetap bisnis. Tetapi fair. Uang bisa dicari lagi. Kesempatan bisa datang lagi. Namun sekali seseorang merasa kepercayaannya dimanfaatkan, membangunnya kembali tidak semudah mentransfer uang kembali ke rekeningnya.

Ko Hoen mungkin dahulu tidak pernah berpikir bahwa kemurahan hatinya masih akan diceritakan bertahun-tahun kemudian. Tetapi ternyata begitulah kehidupan. Kita sedang menulis kenangan tentang diri kita di hati orang lain setiap hari.

Karena itu jangan hanya bertanya, “Berapa keuntungan yang saya dapat?” Sesekali tanyakan juga, “Setelah semuanya selesai, apa yang tertinggal dari nama saya?”

Sebab pada akhirnya, mungkin bukan berapa banyak yang pernah kita miliki yang paling lama diingat orang, melainkan bagaimana kita memperlakukan mereka.

Dan saya memilih: lebih baik kehilangan sedikit keuntungan daripada kehilangan sebuah nama baik.

“A good name is more desirable than great riches; to be esteemed is better than silver or gold.” — Proverbs

“Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar; dihormati lebih baik daripada perak dan emas.”— Proverbs

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopiCantik #yennyindra #BruneiDarussalam #TravelJournal #InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan #RasaSyukur

“Jangan hanya menghitung berapa banyak yang masuk ke rekening kita. Hitung juga apakah setelah semuanya selesai, orang masih mempercayai nama kita.” — Yenny Indra

“Don’t only count what enters your bank account. Count whether, when it is all over, people can still trust your name.” — Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Fenny Halim & Aaron – Bukti Kesetiaan Tuhan!
“Fokus pada jawaban Anda, bukan pada masalah!”
Duri Dalam Daging Paulus, Yang Banyak Disalahpahami.