Category : Articles

Articles

Sumber Iman Sejati – Saya Sudah Beriman. Mengapa Tidak Terjadi?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Sumber Iman Sejati – Saya Sudah Beriman. Mengapa Tidak Terjadi?

Ada persepsi umum di antara banyak orang Kristen mengenai masalah iman. Persepsinya adalah karena kita memahami iman dan setuju dengan potensi iman dan kehendak Tuhan, maka kita berada dalam kondisi beriman.

Namun, mungkin telah dibuktikan dalam seluruh hidup kita, ternyata ada kalanya apa yang kita “imani” tidak terjadi. Hal ini membuat orang-orang beriman bingung, dan yang paling buruk, merasa getir. Kepahitan. “Saya tahu saya memiliki keyakinan iman. Mengapa tidak berhasil?”

Bahkan pilihan kata (“mengapa tidak berhasil?”) mengungkapkan beberapa permasalahan.
Iman bukanlah suatu prinsip atau sistem kepercayaan yang berdiri sendiri, untuk digunakan ketika diperlukan.
Bagi orang percaya, iman menjadi ekspresi hubungan dengan Bapa. Ini bukanlah sistem kepercayaan yang tidak memiliki persekutuan dengan Tuhan.

“Have faith in God (Have God’s faith – Greek) – Berimanlah kepada Tuhan (Miliki imannya Tuhan – Yunani).
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.
Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.*
*Markus 11:22-24 (TB)

Pertama, kita melihat bahwa iman kita harus lahir pada Tuhan, bukan pada prinsip, peraturan, formula atau bahkan pembaharuan pikiran kita.

Paulus berkata, *“Aku tidak mendapat malu, sebab aku tahu kepada SIAPA yang kupercayai,”* (2 Timotius 1:12). Kita *harus mengenal Dia,* bukan sekedar kehendak-Nya. Percaya Tuhan berbeda dengan percaya “kepada” Tuhan. Setan percaya pada Tuhan dan gemetar! (Yakobus 2:19)

Markus melanjutkan dengan mengatakan, dalam dunia iman, kita tidak boleh ragu, tapi percaya dari hati. Di sinilah kita sering melewatkannya. Kita mencoba untuk percaya dengan otak kita atau dengan emosi kita, tapi mungkin kita tidak percaya dari hati. Iman kepada Allah tidak pernah diragukan.
“Mengapa tidak berhasil?” adalah tanda usaha manusia, bukan iman kepada Tuhan.

“Sebab dengan hati seseorang percaya . . .” (Rm. 10:10).*
Iman itu berasal dari hati, bukan dari kepala. Itu bersifat spiritual, bukan mental. Hal ini disebut “roh iman” dalam 2 Korintus 4:13, dan roh iman berbicara dari hati tanpa keraguan.

Kita sering kali berbicara kepada benda, keadaan, atau bahkan tubuh kita sendiri, namun apakah kita benar-benar mengungkapkan iman Tuhan? Jika kita yakin dengan apa yang kita nyatakan, maka hal itu akan terlaksana. Kalau tidak terlaksana, apakah ini kesalahan Tuhan atau kurangnya iman kita? Mungkin kita mencoba mengaktifkan sebuah prinsip selain “mendengarkan Dia” (Rm. 10:17).

Yesus hanya dapat melakukan apa yang Dia lihat dan dengar dari Bapa. Saya rasa kita pun harus demikian.

Setuju?

If you chase Jesus as hard as you chase the things you think you want, you will end up with more than you ever need.

Jika Anda mengejar Yesus sekuat Anda mengejar hal-hal yang Anda pikir Anda inginkan, Anda akan mendapatkan lebih dari yang Anda butuhkan.

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Sudahkah Kita Tahu Harta Karun Yang Dimiliki Saat Lahir Baru?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Sudahkah Kita Tahu Harta Karun Yang Dimiliki Saat Lahir Baru?

Ketika kita menerima Tuhan Yesus, sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi, rasanya biasa-biasa saja bukan?
Gak ada sesuatu yang spektakuler secara natural.
Yang dulunya gendut, tetap gendut. Yang dulunya kurus, juga tetap kurus.

Namun di alam roh, sesungguhnya sesuatu yang spektakuler terjadi.
Allah Tritunggal sekarang berdiam di dalam roh kita dan dimeteraikan oleh Roh Kudus, sehingga 1/3 dari diri kita sudah kekal.

Di dalam Kristus kita telah dimeteraikan oleh Roh Kudus untuk mendapatkan bagian dalam hidup kekal. Maka ijinkan diri kita dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga semua janji-janji Allah dapat kita hidupi, nikmati dan dipergunakan untuk menggenapi rancangan-Nya & bagi kemuliaan-Nya.

Pada saat lahir baru, kita menerima KEKUATAN, KUASA & KEMAMPUANNYA.
Kuasa itu melekat dan menjadi bagian alaminya orang percaya. Itulah sebabnya Tuhan memerintahkan:
Matius 28:18-20 (TB) Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Kita menerima KUASA untuk Melakukan MUJIZAT.
Itulah sebabnya Tuhan memberi tugas kepada murid-murid-Nya:
Matius 10:7-8 (TB)
Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Bukankah kita murid-murid Tuhan?
Jika kita benar-benar mengasihi Tuhan, maka hasrat dan misi Tuhan juga menjadi misi kita: rindu membawa Injil sampai ke ujung bumi dan memuridkan mereka.

Karena Allah ada di dalam roh kita, maka As He is so are we in this world – sama seperti Yesus, kita ada di dunia ini (1 Yoh 4:17)
Nach tentunya, kita pun memiliki KEKUATAN MORAL & KEUNGGULAN SEPERTI YESUS.

Kuasa yang menghasilkan mujizat, kuasa yang sama juga menolong, menuntun serta memampukan kita menjadi excellent dan outstanding – terbaik dan unggul – sehingga dunia di sekeliling kita pun terpengaruh oleh nilai-nilai Kerajaan Allah yang kita hidupi.

Dengan kuasa itu, kita pergi ke seluruh dunia mendemonstrasikan kuasa Tuhan, agar mereka bisa berbalik kepada Tuhan dan bertobat.
Apa arti *bertobat*?
*Perubahan pola pikir, perubahan paradigma, dari pola pikir dunia yang penuh kegelapan, berbalik arah menuju Terang Hidup yang sejati yaitu Yesus Kristus. Nilai-nilai Kerajaan Allah.*

Jika kita benar-benar taat, mengikuti God’s Way- Jalannya Tuhan-, hidup kita PASTI berkelimpahan.
Berkelimpahan berbeda dengan kaya raya.
Tidak sedikit orang yang kaya raya tetapi hidupnya tidak puas. Serba takut. Makan ini ga boleh, itu gak boleh. Padahal duitnya banyak. Insomnia. Stress.

*Berkelimpahan artinya apa pun yang dibutuhkannya selalu tersedia, Living Content : puas, penuh damai sejahtera & sukacita, sehat, ‘keberuntungan’ senantiasa mengejar hidupnya, semua ada, dan hebatnya tidak hanya sekedar cukup tetapi punya extra sehingga bisa dibagikan kepada orang lain. Diberkati untuk menjadi berkat.*

Kita menjadi representatif Allah, yang berjalan dari satu kemuliaan kepada kemuliaan yang lain, makmur, berkelimpahan, dan penuh hikmat & kasih Allah yang mengalir secara alami.

Semua ini adalah Harta Karun yang sudah tersedia di dalam roh kita dan apa yang dijabarkan di atas itulah yang sewajarnya ada di dalam kehidupan setiap orang percaya yang sudah lahir baru.

“Bu Yenny, koq hidup saya masih jauh ya dari yang seharusnya?”

Tuhan itu Allah yang sopan. Dia memberi kita free will dan free choice – kehendak bebas dan pilihan bebas- bagi setiap orang percaya.

Jika kita hanya menyerahkan 10% kehidupan kita kepada-Nya, Roh Kudus hanya dapat berkarya dan memimpin di ruang 10% yang kita serahkan.
Semakin banyak bagian hidup kita yang diserahkan, dan semakin kita mau belajar serta menghidupi kebenaran firman-Nya, semakin kita terampil – skillful – dalam menggunakan apa yang telah Tuhan sediakan bagi kita. Semakin paham Firman Tuhan, semakin lancar komunikasi kita dengan-Nya. Roh Kudus dapat berkarya dengan maksimal dalam mengarahkan & menuntun kita.
Tetapi tetap kita yang harus mengerjakannya dengan iman. Roh Kudus tidak bisa mengerjakannya untuk kita.

ANUGERAH – apa pun yang kita butuhkan dalam hidup ini- sudah dikaruniakan Tuhan GRATIS di dalam roh kita, termasuk kuasa yang membangkitkan Yesus dari kematian.
Tetapi dibutuhkan RESPON IMAN, dari pihak kita UNTUK MENERIMANYA.

Nach Iman itu timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Roma 10:17 (TB)

Agar kita tahu cara untuk memanifestasikan, membawa kelimpahan di dalam roh kita ke alam natural, perlu mendengar firman Tuhan.
Bukan sembarangan firman yang kita pilih sesuai selera kita, melainkan FIRMAN YANG KITA DENGAR SECARA PRIBADI SPESIAL UNTUK KITA, ITULAH YANG DISEBUT RHEMA. Suara Tuhan untuk kita.
RHEMA TIDAK PERNAH GAGAL.
Rhema itu diperoleh melalui Hubungan Pribadi kita dengan Tuhan.

Prinsipnya:
Firman Tuhan itu YA & AMIN.
Jika kita BELUM mendapatkan jawaban doa, kesalahan pasti di pihak kita.
– Ada hal-hal yang kita belum tahu.

Hosea 4:6 Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah ( kurang pengetahuan).

Karenanya, perlu belajar dan menimba Hikmat serta Pengertian.
Caranya, datang kepada Tuhan dan bertanya.
Jawabannya di mana?
Bisa saat baca firman, tiba-tiba ada ayat yang seolah-olah hidup dan kita paham secara pribadi, maksud dan tuntunan Tuhan untuk kita. Bisa juga melalui berbagai sarana lain, bertemu orang yang tidak terduga dan memberi solusi, saat baca buku, nonton TV dll.
Yang jelas kita tahu, tahu dan tahu…..KNOWING, tahu saja apa yang Tuhan maksudkan. Meski buat orang lain itu tidak berarti apa-apa.

Hhhmmmm…. sekarang jelas bukan?
Mari kita praktikkan.

Being a Christian is more than just an instaneous conversion: it is like a daily process whereby you grow to be more and more like Christ. – Billy Graham.*

*Menjadi seorang Kristen lebih dari sekedar pertobatan instan: melainkan proses sehari-hari di mana Anda bertumbuh menjadi semakin serupa dengan Kristus. – Billy Graham.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Mau Jawaban Doa Secara Express? Ini Rahasianya!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Mau Jawaban Doa Secara Express? Ini Rahasianya!

Kerap tanpa disadari, kita lebih sering memperkatakan apa yang ‘Tidak kita Inginkan’, daripada yang kita inginkan.
Berdoa minta supaya hubungan dipulihkan, tetapi pikiran tetap berpegang pada keyakinan “Ah, itu tidak mungkin.”
Atau tetap mengingat-ingat, betapa menjengkelkan sikap orang itu, atau mengingat penyebab pertengkaran mereka, sehingga rasanya mustahil bin mustahal….
Kehilangan harapan.
Lalu keluar ungkapan negatif.
Akibatnya tidak beriman.

Dalam Roma 8:24-25 (TB) dikatakan, Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?
Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

Menarik sekali, kesaksian Bu Upie, yang berprofesi sebagai bidan di doa pagi BBL hari ini.

Setelah memilih ikut Yesus di usia 18 tahun, Bu Upie dibenci oleh keluarganya. Apalagi Bu Upie menikah di gereja, maka tidak menerima restu dari orangtua dan keluarganya.
Restu baru diberikan setelah anak Bu Upie berusia 17 tahun.

Situasi makin memburuk setelah kedua orangtuanya meninggal. Bu Upie anak tertua dari 8 bersaudara. Adik-adiknya menolak mengenal tidak hanya pada Bu Upie, tetapi anak-anaknya pun dikucilkan.

Tahun pertama setelah bapak Bu Upie meninggal, -ibu sudah terlebih dahulu meninggal-, pada perayaan hari Idul Fitri, Bu Upie datang untuk bersilaturahmi pada adik-adiknya tetapi mereka semua menolak bertemu. Bu Upie pulang dengan hati hancur, setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, namun sia-sia.

Pada tahun ke dua perayaan Idul Fitri, Bu Upie mengajak adik ke 2 & 3 pergi berlibur setelah bersilaturahmi. Ke dua adik ini sudah bisa menerima Bu Upie dan keluarganya.
Salah seorang keponakan, posting foto liburan mereka, akibatnya tidak hanya Bu Upie yang dimusuhi, tetapi adik-adiknya yang ke 2 & 3 juga.

Bu Upie mulai berjemaat di TLW dan ikut doa pagi BBL secara rutin. Pemahaman Bu Upie berubah.
Hatinya rindu untuk taat kepada Firman Tuhan. Kasih Allah mengalir dari hatinya dengan tulus, Bu Upie mengampuni serta mendoakan adik-adiknya dengan cara yang berbeda.

Bu Upie secara konsisten memperkatakan bahwa adik-adik dan keluarganya, merindukan, menantikan, membutuhkan dia.

Tahun ke tiga lebaran- tahun 2024, Bu Upie mengunjungi mertua adik ke 4 yang sedang sakit. Tanpa diduga, satu persatu adiknya datang menemui Bu Upie, memeluk, menangis tersedu-sedu, meminta maaf dan mengatakan dia rindu serta merasa kehilangan selama ini…..

Speechless!
Apa yang diperkatakan Bu Upie terjawab persis apa yang didoakannya.
Wow…..

Sungguh Tuhan itu Allah yang menjawab doa!

Doa adalah Revolusi yang tidak kelihatan,
Semua nampak tenang,
Seolah tidak terjadi apa pun…
Tetapi tiba-tiba… MENYERANG!

“Kasih Tuhan sungguh luar biasa. Karena saya bersedia memaafkan dan melupakan sikap mereka yang menyakiti, maka segala kepahitan dan beban pun lenyap setelah saya belajar di TLW & BBL,” ujar Bu Upie, “Dan pemulihan keluarga dinyatakan saat lebaran kemarin.Karena saya memiliki kasih Kristus , keluarga besar ku bisa dipulihkan…”

?Philemon 1:6 KJV?
[6] that the communication of thy faith may become effectual by the acknowledging of every good thing which is in you in Christ Jesus.

Filemon 1:6 KJV
[6] supaya penyampaian imanmu dapat menjadi efektif dengan mengakui segala kebaikan yang ada padamu di dalam Kristus Yesus.

Inilah yang dilakukan Bu Upie, mengakui segala kebaikan yang ada pada Bu Upie dan apa yang diinginkan serta didoakannya, di dalam Kristus Yesus.

Berdoa sesuai Firman Tuhan, adalah doa yang terbaik. Tidak butuh waktu lama, doanya pun terjawab.

Jika selama ini doa kita belum terjawab, mungkin karena kita salah berdoa.
Saya pun terinspirasi, tidak lagi berdoa berulang-ulang minta hal yang sama, namun sekarang konsisten mengakui jawaban doa kita.

Bukankah sesungguhnya saat kita meminta, doa kita sudah dijawab tetapi masih -on the way-, dalam perjalanan dari alam roh untuk dimanifestasikan di alam natural.

Ketika kita memperkatakan dan mendeklarasikannya, itu mempercepat tercipta di alam natural.
Menarik bukan?
Saya pun bersemangat, berkobar-kobar untuk copy – paste teknik doa Bu Upie.
Praktik yuk….

“God can restore what is broken and change it into something amazing. All you need is faith. -Joel 2:25”

“Tuhan mampu memulihkan apa yang rusak dan mengubahnya menjadi sesuatu yang menakjubkan. Yang Anda butuhkan hanyalah iman. -Yoel 2:25”

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Bagaimana Strategi Rajawali Mengalahkan Musuh?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Bagaimana Strategi Rajawali Mengalahkan Musuh?

Hidup butuh strategi bukan?
Demikian juga dengan rajawali yang gagah, anggun dan berwibawa.
Rajawali enggan melawan ular di tanah.
Why?
Di tanah ular punya pijakan dan kekuatannya memang di sana. Jika rajawali melawan ular di tanah, maka dia yang akan mati.

Lalu apa yang dilakukan oleh rajawali?
Dia membawa ular ke udara dan berperang di sana.
Di udara, ular tidak berdaya. Dengan mudah rajawali mengalahkannya.

Demikian juga dengan kita. Saat kita menghadapi masalah dan tantangan yang berat, jangan berperang dengan cara dunia. Itu kekuatannya musuh kita si iblis.

Lalu bagaimana dong?
Kita bawa permasalahan kepada Tuhan.
“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.”

Iblis kerap digambarkan dengan si ular tua, kadang seperti singa yang mengaum-aum.

Ketika permasalahan dibawa kepada Tuhan, di alam roh, meski kelihatannya secara kasat mata seolah tidak ada perubahan, namun srsungguhnya permasalahan itu sedang berubah bentuk, mengalami transformasi, dari yang melawan kita, menjadi jalan untuk memberkati kita.

*Tidak semua badai itu untuk menghalangi jalan kita. Kadang justru untuk membersihkan jalan yang akan kita lalui dan membawa kita naik ke tempat yang tinggi, yang tidak bisa dicapai jika tidak ada penghalang itu.*

Tuhan itu baik dan selalu baik.

Masih ingat kisah Daud & Goliat?
Bukankah Goliat itu masalah yang superbesar?
Tetapi sesungguhnya, Goliat itu membukakan jalan sehingga Daud bisa menjadi menantu raja, hadiah karena mengalahkan Goliat.
Dan pada jangka panjangnya, justru membawa Daud menjadi raja.
Dahsyat bukan?

Segala sesuatu yang terjadi di alam natural, didahului apa yang terjadi di alam roh. Jika di dalam roh, permasalahan sudah ditaklukkan, karena kita membawanya kepada Tuhan, maka tinggal tunggu kemenangan yang kita raih di alam natural.

Siap praktik? Buktikan sendiri!

Except the LORD build the house, They labour in vain that build it: Except the LORD keep the city, The watchman waketh but in vain. It is vain for you to rise up early, to sit up late, to eat the bread of sorrows: For so he giveth his beloved sleep.

Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

seruputkopicantik
yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Pentingnya Gereja Lokal Yang Kerap Dilupakan!


Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Pentingnya Gereja Lokal Yang Kerap Dilupakan!

Saat di Sekolah Charis, kami disarankan agar mendoakan orang-orang yang datang meminta dukungan doa tetapi tidak memberikan konseling.
Saat itu saya berpikir, kenapa ya?
Tapi ya sudah, taat saja. Tugas murid kan harus bersedia diajar.

Nach sekarang saya tahu jawabannya.

Ternyata memang semestinya, seseorang konseling dengan gembala di gereja lokalnya. Ibaratnya, yang mendidik seorang anak ya orangtuanya, bukan minta saran kepada orangtua tetangganya.
Wow… makes sense.

Saat seseorang konseling dengan orang luar, meski dia tokoh rohani yang hebat, sesungguhnya si konselor hanya bisa memberi saran sesuai info yang disajikan orang itu.
Jika masalah yang dihadapi menyangkut orang lain, berarti si konselor hanya bisa mendengar dari satu sisi saja yang pasti tidak berimbang dan belum tentu sesuai fakta.

“Tapi saya beneran gak bohong B. Yenny.. saya jujur apa adanya”

Yess, saya percaya banget.
Petrus pun merasa begitu, saat dia berjanji, “Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!”
Tetapi Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku.” Lukas 22:33-34 (TB)

Tuhan tahu sampai di mana batas-batas iman Petrus, demikian juga iman kita.

Hati kita sendiri dapat menipu (Yeremia 17:9) Kita sering menilai diri sendiri lebih tinggi dari yang sebenarnya tentang iman dan kesetiaan kita kepada Tuhan serta tentang niat baik kita sendiri. Info kita selalu condong membenarkan diri sendiri, entah disadari atau tidak.

Amsal 18:17 (TB) Pembicara pertama dalam suatu pertikaian nampaknya benar, lalu datanglah orang lain dan menyelidiki perkaranya.

Sedangkan gembala gereja lokal, mengenal pasangan dan mungkin juga teman dengan siapa orang itu bermasalah. Bisa check & recheck kebenaran dan kesalahpahaman yang terjadi. Melihat permasalahan dengan lebih tepat. Sang gembala gereja lokal dapat memberikan saran yang lebih jujur, lebih tepat sasaran juga, karena mengenal orang itu sejak bertahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, seorang gembala gereja lokal, itu diberi urapan khusus oleh Tuhan, untuk mengarahkan jemaatnya. Karena jemaat itu semestinya ditetapkan Tuhan di gereja tertentu. Menjadi bagian Tubuh Kristus yang berfungsi dengan baik.

Bukan seperti sekarang, banyak orang yang memilih gereja lokalnya tanpa berdoa dan bertanya kepada Tuhan. Bahkan tersinggung sedikit, memilih pindah gereja.

Di gereja lokal inilah kita dibentuk, diproses: besi menajamkan besi, belajar melayani, saling mengampuni, bertoleransi dll.
Tersinggung merupakan bagian dari proses, bagaimana kita bisa mengelola emosi, ketersinggungan, belajar mengampuni, mengendalikan diri, mengakui kesalahan dan bertobat.
Tidak menjadi bagian gereja lokal dan Tubuh Kristus, juga membuat kita rentan terhadap serangan si iblis.

Tidak ada gaun indah tercipta, tanpa ada gunting yang melukai kainnya.

Saat tidak tertanam di gereja lokal, artinya kita tidak pernah diproses dan dibentuk. That’s why, hidup kita pun tidak ke mana-mana.
Berkat, promosi, dipercaya mengelola hal-hal besar, berkaitan langsung serta berbanding lurus dengan ketrampilan dan kedewasaan rohani kita.

Setiap orang percaya yang lahir baru, memiliki ukuran iman dari Allah yang sama, memiliki urapan yang sama. Allah itu adil, tidak memandang muka. Tetapi ketrampilan kita, our skillful, masing-masing berbeda, tergantung apakah kita melatihnya atau tidak.

Ibarat, setiap bayi lahir dengan jumlah otot yang sama. Namun Ade Ray melatihnya sehingga terampil mengangkat beban yang berat, otot-ototnya terbentuk bagus bahkan mendapatkan juara body builder. Sementara kebanyakan kita tidak.

Inilah alasannya, semestinya gembala gereja lokal yang mengonseling jemaatnya.
Konon jika konselor luar yang mengonseling jemaat itu, bisa jadi saran-sarannya bertentangan dengan saran sang gembala gereja lokal. Justru menimbulkan masalah baru. Nach konselor luar kan ketemunya jarang-jarang, tentu kelihatan lebih oke.

Jika si jemaat memang merasa tidak cocok di gereja lokal tsb, better berdoa, tanya Tuhan, mesti ke gereja mana yang tepat di mana dia bisa tertanam, bertumbuh dan makin skillful sehingga hidupnya berkemenangan.
Itu lebih baik daripada setengah hati berjemaat di gereja lokal tsb.

Bagaimana pendapat Anda?

*When a person becomes a Christian, he doesn’t just join a local church because it’s a good habit for growing in spiritual maturity. He joins a local church because it’s the expression of what Christ has made him—a member of the body of Christ. – Mark Dever.*

*Ketika seseorang menjadi seorang Kristen, dia tidak hanya bergabung dengan gereja lokal karena itu merupakan kebiasaan yang baik untuk bertumbuh dalam kedewasaan rohani. Dia bergabung dengan gereja lokal karena itu adalah ekspresi dari apa yang Kristus telah menjadikan dia—anggota tubuh Kristus. – Mark Dever.*

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 77 78 79 80 81 319