Articles

Mengapa Masalah Kecil Bisa Jadi Seumur Hidup?

Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra

Mengapa Masalah Kecil Bisa Jadi Seumur Hidup?

Kita sering berkata, “kita harus menyelaraskan pikiran dengan Tuhan.” Kedengarannya benar. Tapi dalam kehidupan sehari-hari, justru di sinilah banyak orang tersandung.

Bukan karena tidak percaya Tuhan. Tapi karena cara berpikirnya masih bertentangan dengan Firman.

Firman Tuhan sudah sangat jelas. Dalam 2 Korintus 4:17-18 dikatakan:

“_Penderitaan dan kesulitan yang kita alami ini sebenarnya ringan saja dan tidak akan berlangsung lama._ Namun, masa singkat penderitaan ini akan menghasilkan berkat Tuhan yang luar biasa dan kekal bagi kita selama-lamanya. Karena itu, kita tidak memusatkan perhatian pada apa yang terlihat sekarang…”

Tuhan menyebut masalah kita ringan dan sementara. Tapi banyak orang justru mengalaminya sebagai berat dan berkepanjangan.

Why?

Karena kita tidak sepakat dengan cara Tuhan melihatnya.

Kita melihat masalah, memikirkannya terus, membicarakannya berulang-ulang. Tanpa sadar, kita sedang memperbesar sesuatu yang Tuhan sebut kecil.

Padahal *prinsipnya sederhana: apa yang kita perhatikan, itu yang kita besarkan.*

Bangsa Israel adalah contoh nyata. Tuhan hanya merencanakan perjalanan 11 hari. Tapi mereka berputar 40 tahun. Bahkan banyak yang tidak pernah sampai.

Masalahnya bukan di jarak. Tapi di pikiran. Mereka sibuk komplain, mengingat masa di Mesir lalu menyesal minta kembali.

Padahal masa lalu sudah dipaku di kayu salib. Hidup kita adalah hari ini dan masa depan.

1 Kor 3: 22b
He has given you all of the present and all of the future. All are yours.

Dia telah memberikanmu semua masa kini dan semua masa depan. Semua adalah milikmu.

Perhatikan yang disebutkan oleh Tuhan hanya masa kini dan masa depan.
Masa lalu sudah selesai. Lupakan!

Mereka tidak membangun Firman di hati. Mereka lebih percaya apa yang terlihat daripada apa yang Tuhan katakan. Akibatnya, sesuatu yang seharusnya sesaat menjadi seumur hidup.

Ini sangat relevan untuk kita.

Banyak orang terjebak terlalu lama dalam satu situasi. Bukan karena tidak ada jalan keluar, tapi karena pikirannya terus memberi perhatian pada masalah itu.

Padahal, apa yang tidak kita beri perhatian, akan lewat….
Sebaliknya, apa yang terus kita fokuskan, akan tinggal.

Paulus mengerti hal ini. Dia berkata, *“Aku telah belajar mencukupkan diri.”*

Artinya, ketenangan itu dipelajari. Bukan menunggu keadaan berubah, tapi memilih untuk tetap stabil di tengah keadaan.

Dia tidak memberi tempat bagi tekanan untuk tinggal dalam pikirannya.

Dan di sinilah kunci banyak orang gagal. Mereka tidak sadar bahwa mereka “memelihara” masalah mereka sendiri. Dipikirkan terus, diceritakan terus, bahkan didoakan dengan ketakutan.

Padahal Tuhan berkata:
1 Petrus 5:7, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab la yang memelihara kamu.” (TB)

Why?
Supaya Tuhan bisa membereskannya.

Kalau masih kita pegang di pikiran, kita yang akan terus terbeban. Tapi kalau kita lepaskan, Tuhan mulai bekerja.

Lihat bagaimana Yesus bekerja. Dia tidak pernah membuat sesuatu jadi rumit.

Yesus selalu menyelesaikan masalah dengan sederhana:

– Kepada pegawai istana:
“Pergilah, anakmu hidup.”

– Kepada orang kusta:
“Aku mau, jadilah tahir.”

– Kepada Lazarus yang sudah mati 4 hari:
“Lazarus, keluarlah.”

Selesai.

Tidak ada drama. Tidak ada proses berbelit-belit. Tidak ada analisa panjang.

Artinya jelas: di tangan Tuhan, tidak ada yang rumit.

Yang membuatnya terlihat rumit seringkali bukan situasinya, tapi cara kita memikirkannya.
Kita terlalu banyak memberi kata pada masalah. Terlalu banyak memberi perhatian. Terlalu lama memutarnya dalam pikiran.
Padahal Tuhan tidak pernah mendesain hidup kita untuk berat.
Yesus berkata kuk-Nya ringan dan beban-Nya enak.

Jadi kalau hidup terasa berat, jujur saja, ada yang tidak selaras.
Bukan di Tuhan. Tapi di cara kita melihat.

Masalah bukanlah “big deal”.
Yang “big deal” adalah Firman Tuhan, nama Yesus, dan kuasa yang ada di dalam kita.

Kalau kita fokus pada masalah, kita akan hidup dalam tekanan.

Tapi kalau kita mulai mengalihkan perhatian kepada Tuhan, sesuatu berubah.

Yang tadinya berat jadi ringan.
Yang tadinya lama jadi singkat.
Yang tadinya rumit jadi sederhana.

Bukan karena masalah langsung hilang, tapi karena kita akhirnya melihat seperti Tuhan melihat.

Dan saat itu terjadi, kita berhenti menghambat pekerjaan-Nya.

Hari ini, pilih sederhana saja.

Berhenti membesarkan masalah.
Berhenti memberi perhatian berlebihan.

Mulai sepakat dengan Tuhan.

Kalau Dia bilang ringan, ya ringan.
Kalau Dia bilang sesaat, ya sesaat.

Dan dari situ, kita akan mulai melihat: ternyata bersama Tuhan, semuanya memang jauh lebih sederhana dari yang kita kira.

Your focus determines your reality more than your circumstances do.” – Andrew Wommack.

“Fokusmu lebih menentukan realitas hidupmu daripada keadaanmu.” – Andrew Wommack.

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Jangan Berdoa Saat Takut!
Bagaimana Strategi Menghadapi Pengritik?
“Telah Ditakdirkan?”