Category : Articles

Articles

“Apakah Anda hidup dari jiwa atau dari roh?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Apakah Anda hidup dari jiwa atau dari roh?”

Sebagian besar dari kita begitu terbiasa hidup dari jiwa, sehingga ketika lahir baru, kita tidak benar-benar berubah.
Kita tetap hidup dari jiwa kita, bahkan saat menggunakan kosakata rohani sekali pun. Perasaan dan emosi, terus mendominasi kita, kemudian kita bertanya-tanya mengapa janji Tuhan tidak terealisasi dalam kehidupan kita.

Bagaimana kita bisa menentukan jika kita hidup dari jiwa kita?

  1. Perasaan menjadi motivasi kehidupan kita.
    Perasaan sedih, marah, kepahitan, takut, depresi, duka, dll, merupakan sesuatu yang normal, bahkan diharapkan.
    Kita mengevaluasi hari-hari kita berdasarkan perasaan. Maka berdoa atau membaca Firman hanya dilakukan jika kita menginginkannya. Akibatnya kita mudah lelah.
  2. Kehidupan doa (seandainya ada waktu untuk berdoa) dimotivasi oleh emosi.
    Berdoa hanya karena ingin terlepas dari ketakutan, kesedihan, simpati atau perasaan berduka. Doa didasari oleh reaksi emosional bukannya didorong oleh visi rohani.
  3. Membiarkan pancaindra yang mengevaluasi pertumbuhan rohani dan berkat-berkat Tuhan dalam kehidupan kita.
    Percaya hanya pada apa yang dilihat dan dirasakan. Membiarkan tubuh memberi tahu apakah kita sudah sembuh atau belum. Firman Tuhan bukanlah otoritas utama dalam kehidupan. Iman hanya bergantung pada apa yang terlihat kasat mata, bukan pada yang tak terlihat (rohani)

Hidup dari Roh adalah dimensi kehidupan yang berbeda.

  1. Kita dimotivasi oleh Firman.
    Mempercayai apa yang tertulis dalam firman Tuhan, di atas apa yang kita rasakan. Memilih bersyukur, bersukacita dan bersikap positif. Mengevaluasi hari-hari kita berdasarkan benih yang telah kita taburkan dalam kehidupan orang lain. Bahkan kita rela mempersembahkan korban pujian, jika perlu. Menolak membiarkan emosi mengalihkan perhatian kita dari Kebenaran.
  2. Kehidupan doa kita dimotivasi oleh visi kemenangan, janji-janji Tuhan serta kasih.
    Kita mengizinkan Tuhan menunjukkan kemenangan, bahkan sebelum kita berdoa. Doa merupakan kerja sama kita dengan kehendak Tuhan, bukannya mengemis, mengeluh dan takut untuk berharap. Memutuskan untuk berdiri teguh di atas kebenaran firman Tuhan dan memilih mengabaikan berbagai laporan negatif. Pewahyuan jauh lebih penting dibandingkan informasi.
  3. Percaya bahwa Firman Tuhanlah yang mengatur jalan hidup kita. Mengevaluasi hidup berdasarkan visi dari janji-janji serta berkat Tuhan yang bekerja untuk kita. Memiliki pandangan positif yang didasari oleh Firman Tuhan, bukannya oleh emosi dan keadaan yang bersifat sementara. Memahami bahwa kita lebih dari pemenang dan hidup berkelimpahan sudah menjadi milik kita karena iman.

Hidup dalam Roh tersedia bagi semua orang.
Pertanyaannya : Apakah kita memilihnya?

[Repost ; “Are you living from your soul or from your spirit?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Read More
Articles

Kata-Kata Itu Berkuasa. Berhati-hatilah Apa Yang Kita Katakan Pada Diri Kita Hari Ini.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kata-Kata Itu Berkuasa. Berhati-hatilah Apa Yang Kita Katakan Pada Diri Kita Hari Ini.

Saya membaca kesaksian seseorang yang sudah mengenal Tuhan selama 40 tahun, namun hidupnya jauh sekali dari gambaran seorang yang mengenal Tuhan.

Hidupnya amburadul. Kecanduan minuman keras dan ketergantungan obat tidur karena insomnia.
Menderita depresi dan membenci dirinya sendiri pula.

“Saya kehilangan ibu dan teman baik saya, lebih dari 25 tahun. Kehilangan pekerjaan, rumah bahkan anggota keluarga saya lainnya,” tuturnya dengan nada pilu,
“Putra saya yang berusia 25 tahun, terdampar di penjara karena menjual dan mengkonsumsi narkoba.”

Pada suatu hari dia menonton pengajaran tentang Anugerah Kasih Allah di televisi.
Dia menangis… Menyadari meski pun hidupnya kacau balau, namun Tuhan tetap mengasihi dan menerimanya tanpa syarat. Semua dosa-dosanya sudah diampuni. Dosanya yang merah seperti kirmizi, diubah Tuhan menjadi seputih salju.
Hal itu melegakan hatinya.
Untuk pertama kalinya, seolah dia dilepaskan dari beban ribuan ton yang menindih hidupnya selama ini.

Sadar, dia dibenarkan karena beriman pada pengorbanan Tuhan baginya dan bagi seluruh umat manusia. Bukan karena apa yang harus dilakukannya.

Mulailah dia menyadari siapa dirinya di dalam Tuhan. Identitas barunya di dalam Tuhan.
Dia adalah ciptaan yang baru. Yang lama sudah berlalu dan sesungguhnya, yang baru sudah datang.

Uniknya, ketika dia memahami hal itu, dan rutin mendeklarasikan bahwa dirinya orang yang benar didalam Tuhan dan sudah memiliki segala karakter sesuai yang Tuhan berikan, maka semakin hari hidupnya berubah.

Ketika mulutnya sendiri yang berbicara dan telinganya mendengar, saat itulah iman timbul!

Alkohol tidak lagi menarik hatinya. Tidur lelap tidak menjadi masalah lagi.
Kesembuhannya dimulai dari dalam ke luar.
Healing from The Inside Out.

Ketika pikiran dan hatinya terus menerus diisi kebenaran Firman Tuhan, maka kebenaran itulah yang membebaskannya.
Karena firman itu roh dan hidup, serta berkuasa untuk mengubah situasi dan permasalahan kita.
Sekarang dia sembuh dari kecanduannya secara natural. Dia pun mengajarkan hal yang sama kepada putranya.
Kemerdekaan dan kelepasan pun terjadi.

Sungguh melegakan menyadari bahwa kasih dan penerimaan tanpa syarat Tuhan sudah menjadi milik orang-orang yang menerima  Tuhan sebagai Juru Selamat pribadinya. Kemerdekaan, kemakmuran, kelimpahan, kesembuhan, hikmat, kemenangan dan apa pun yang kita butuhkan, sudah menjadi warisan kita.
Wow…

Tetapi mengapa kita kerap tidak mengalaminya?

Kesaksian ini membukakan pengertian di benak saya, betapa sering kita justru mengakui keadaan kita saat ini, apa yang kita lihat dan kita rasakan saat ini. Keadaan yang tidak kita inginkan, justru terus menerus diucapkan. Terjadilah menurut imanmu. Hal-hal yang tidak kita sukai itulah yang tercipta!

Pria ini sembuh dan keadaan ekonominya pun membaik, karena dia mengakui jati dirinya sesuai yang Tuhan firmankan.

Pria ini berkata,
Saya dibenarkan Tuhan karena saya beriman kepada-Nya. Saya dibebaskan dari kecanduan alkohol. Oleh bilur-bilur-Nya saya sudah sembuh.
Saya kepala dan bukan ekor. Tetap naik dan bukan turun. Diberkatilah aku, yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harap kepada Tuhan. Aku seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air… Yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun- tahun kering, yang tidak berhenti menghasilkan buahnya. Apa saja yang aku perbuat menjadi berhasil. Aku memiliki pikiran Allah. Aku lebih dari pemenang karena Tuhan didalamku.”

Saat pria ini mendeklarasikan hal ini, bagaimana keadaannya?
Kecanduan, bangkrut dan super-amburadul.
Tetapi ketika pria terus menerus memperkatakan apa yang dikatakan Tuhan tentang dia, maka dia menjadi sesuai apa yang diucapkannya.

Yang tidak kelihatan (rohani), menciptakan apa yang kelihatan (jasmani).

Bukankah kita mencipta melalui perkataan kita, seperti juga Allah menciptakan alam semesta dengan perkataan-Nya?

Ingin mujizat kesembuhan, lepas dari kecanduan, mengalami terobosan keuangan, menjadi pribadi yang berhikmat?
Sepakat dengan Tuhan dan deklarasikan!

Setuju?

Fear will always rely on memories and not promises to guide you.
Forget the former things; do not dwell on the past. See, I am doing a new thing!

Ketakutan selalu bergantung pada ingatan masa lalu, dan bukan pada janji-janji Tuhan untuk membimbing Anda.
Lupakan hal-hal yang dulu;  jangan memikirkan masa lalu.  Lihat, Aku melakukan hal baru!

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Penyembuhan dari Dalam, Keluar.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Penyembuhan dari Dalam, Keluar.”

Yesus berkata,
“Roh Tuhan ada padaku, karena Dia telah mengurapi Aku untuk memberitakan Injil kepada orang miskin; Dia telah mengirim Aku untuk menyembuhkan yang patah hati, untuk memberitakan pembebasan kepada para tawanan, dan memulihkan penglihatan bagi yang buta, untuk membebaskan mereka yang terluka.”

Yesus memperhatikan setiap aspek kehidupan, roh, jiwa dan tubuh Anda.

Kita hidup di dunia yang jatuh dalam dosa dan kehancuran.
Kita tidak diciptakan agar terus menerus mengalami berbagai serangan kejahatan, sakit penyakit dan kekalahan.
Bagaimana cara kita menghadapi tantangan mental, emosional mau pun fisik, memainkan peran besar dalam menjaga kesehatan mau pun penyembuhan fisik kita dari waktu ke waktu.
Rasa bersalah, kesedihan, depresi, stres, ketakutan, dan hubungan yang rusak, semua itu dapat menekan kita hingga ke titik yang menyebabkan terjadinya kerusakan mental, emosional, dan fisik.

Banyak penyakit yang berhubungan dengan stres. Berita tentang kecelakaan, bencana alam, perang, pelecehan dan kekerasan dapat membanjiri indra kita, mengakibatkan penyakit berakar, sampai-sampai tubuh kita rusak

Puji Tuhan, urapan Tuhan di dalam diri kita dirancang untuk membawa pembebasan bagi para tawanan, menyembuhkan hati kita yang hancur dan memberikan kemerdekaan serta membebaskan jiwa mereka yang terluka.

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”
Yohanes 5:24 (TB).

Biarlah Firman Tuhan menjadi Sumber kehidupan kita .Maka kita dapat beralih dari kerusakan dunia ini ke dalam sukacita Tuhan, jika kita bersedia mentaatinya. Dia datang untuk membalut hati yang hancur, membebaskan dan menyembuhkan tubuh kita. Seringkali penyembuhan secara emosional, dapat melepaskan pula penyembuhan fisik.

“Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.”
Roma 15:13 (TB).

Tuhan akan memenuhi hati kita dengan segala sukacita dan damai sejahtera melalui hati kita yang PERCAYA kepada-Nya.
Daripada mempercayai berbagai berita negatif, yang menimbulkan berbagai ketakutan dan keraguan, mulailah mempercayai Firman Tuhan dan biarkan firman itulah yang menyembuhkan kita dari dalam, ke luar.

[Repost ; “Healing from the Inside, Out”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Mission Trip Yang Tak Terlupakan.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mission Trip Yang Tak Terlupakan.

Salah satu tugas yang harus dipenuhi sebelum lulus dari Sekolah Charis adalah Mission Trip.
Saya menjadi anggota di grup 1, yang mengerjakan Mission Trip duluan, sementara grup 2 yang kemudian.

Persiapan cukup panjang dan ada gesekan di sana sini. Namanya juga manusia , tetapi di sini kami belajar untuk mengalahkan ego, menundukkan diri pada otoritas, bekerjasama dan support satu sama lain. Dan berhasil!

Saat Mission Trip tiba, semua kompak. Allah itu senantiasa menjawab doa.
Tidak berarti segala sesuatu berjalan mulus sempurna bak di jalan toll, tetapi lancar.
Kami merasakan Tuhan hadir dengan campur tangan-Nya.

Bayangkan saat giliran saya membawakan materi, ternyata TV untuk pembicara mati. Saya tidak bisa melihat slide yang ditampilkan pada penonton. Padahal Yuliadi & Imam sudah repot-repot memastikan memberi alas agar TV pembicara sejajar dengan mata saya.

Zig ziglar bilang,
ketika hidup memberimu jeruk, buatlah limun.

Ya sudah … Dengan gaya pede, saya membawakan sambil melihat di layar HP yang kecil. Untunglah lancar…
Itulah bedanya klo bergantung pada Tuhan, pokoknya pasrah ‘bongkokan’ sama Tuhan.

Keberhasilan saya tidak lepas dari jasa sohib saya, Puji Rahayu, yang tidak hanya bikinin PPT tapi tidak henti-hentinya mengingatkan,
“Jangan Lupa ini, kak…”
“Jangan lupa itu, kak…”
Puji supporter sejati yang ingin saya sukses.???

Kami satu kelas, belajar pelajaran yang sama. Namun uniknya, ketika setiap teman mengupasnya, kami mendapatkan pemahaman yang baru.
Itulah dahsyatnya firman Tuhan.
Apalagi dilengkapi kesaksian pengalaman hidup masing-masing, menjadi hidup dan menyuguhkan santapan rohani yang bergizi penuh serta membangkitkan semangat baru. Setiap orang unik pemaparannya dengan sisi pandang yang berbeda, bahkan untuk topik yang sama.

Bagian saya tanggal 1 Mei 2021, melayani komunitas “Satu Hati Bagi Negeri” yang dipimpin oleh Ibu Yohana.

Diawali dengan kesaksian apik Joey Johannes Mantiri, dengan aksen bulenya… . Joey lebih fasih berbahasa Inggris daripada berbahasa Indonesia. Saya menjulukinya sebagai James Gwee-nya Charis

Kezia Holid menanamkan fondasi, bagaimana anugerah Tuhan sudah menjadi milik kita. Banyak yang tidak paham betapa sesungguhnya kekayaan Allah sudah dimiliki setiap anak-anak Tuhan. Plus kesaksian putranya yang tidak bisa mendengar sejak lahir, mendapatkan terobosan baru. Amazing!

Skit, drama apik yang disutradarai oleh B. Henny Oetami, menggambarkan bagaimana dosa menjerat melalui minuman keras, narkoba, dunia malam yang gegap gempita, hingga dibebaskan oleh kasih dan penerimaan Tuhan yang tak bersyarat. Banyak penonton menitikkan air matanya. Kisah yang nampak sederhana, saat diurapi Tuhan, menyentuh hati para pemirsa.

Kesaksian Marlina, dengan pengalamannya terjerat hutang kartu kredit sangat bagus dan klop dengan pembahasan saya membawakan topik “Rahasia Hidup Makmur dan Berkelimpahan.”
Padahal kami gak janjian lho…
Tuhan dahsyat!

Bukan pembahasan yang heboh sich, sekedar mengingatkan nilai-nilai serta prioritas sederhana dalam mengatur keuangan. Hiduplah sesuai kemampuan. Simple tetapi banyak dilupakan orang.

Tidak sedikit yang mengira kredit itu uang mereka!
Mereka lupa, kredit ada bunganya. Klo bunga hanya dibayar minimum payment, maka sisa bunganya menjadi pokok, yang berbunga lagi.  Jadilah bunga berbunga. Dan bunga kredit itu tidak kenal hari minggu atau hari libur bahkan pandemi, tetap bertambah kewajiban membayar bunganya.
Nach kalau sudah terjerat begitu, bergeser pada gali lubang, tutup lubang.
Yang akhirnya, tidak sedikit yang membawa kebangkrutan dalam hidup banyak keluarga.

Pengalaman nyata Marlina, hutang kartu kredit digunakan untuk membeli barang-barang yang merupakan ‘keinginan’ bukan kebutuhan yang pokok.
Makin stres justru makin sering digesek, kata Marlina dengan raut kocaknya. 🙂

Kemampuan untuk membedakan mana yang merupakan keinginan dan mana yang merupakan kebutuhan, kerap blur di mata sebagian orang.
Demi gengsi, akhirnya menghancurkan keluarga.

Bukannya Tuhan tidak memberkati kita, tetapi Tuhan mengajarkan pula bijak mengelola apa yang Tuhan percayakan di tangan kita.

Untunglah Marlina datang kepada Tuhan dan menyerahkan permasalahan ke dalam tangan-Nya. Yang seolah buntu, menemukan jalan keluarnya.
Uniknya, solusinya justru dengan menabur, alias memberi. Terbelit hutang koq justru memberi?
Itulah …. Cara Tuhan kerap terbalik dengan cara pikir kita. Tidak hanya itu saja tentunya. Perubahan cara pikir yang selaras dengan firman Tuhan, itu yang paling utama.
Firman itu roh, hidup dan berkuasa mengubahkan hidup seseorang.
Hidup Marlina sekarang makmur & berkelimpahan sesuai janji-Nya.

Berkat ada yang ‘roti’ untuk dimakan alias untuk kebutuhan pribadi kita, tetapi ada pula yang berupa ‘benih’ untuk ditabur dalam kehidupan orang lain.
Kalau kita tidak menabur benih, kita tidak akan menuai bukan?

Dahsyatnya, saat kita menanam 1 biji mangga, ketika panen kita menerima lebih dari 1 buah mangga. Bisa puluhan, bahkan ratusan. Hebatnya lagi, setiap musim mangga, kita panen lagi… Yeaaay….

Ada orang-orang tertentu yang hanya mau berdoa tapi malas bekerja. Kalau kita tidak bekerja, usaha kita = nol (0)
Meski pun Tuhan mau melipatgandakan 30, 60 atau 100 kali lipat, jika kita tidak bekerja, artinya dikalikan Nol, hasilnya semua Nol.

Kesimpulannya, untuk menerima berkat Tuhan, ada bagian yang harus kita kerjakan dan bagian Tuhan adalah melipatgandakannya.

Menurut hukum dunia, klo usaha saya 10, maka hasil kerja saya juga 10. Paling-paling bisa bertambah hingga 12.

Tetapi ketika saya berkolaborasi dengan Tuhan, usaha saya 10 dilipatgandakan Tuhan 30 kali lipat sesuai janji-Nya:
10 X 30 = 300
Kalau dilipatgandakan 60 atau 100 X:
10 X 60   = 600
10 X 100 = 1000

Inilah bedanya, berusaha dengan kekuatan sendiri, dibandingkan berkolaborasi dengan Tuhan.

Pada akhir acara 1 Mei, beberapa orang didoakan.
B. Henny Oetami mendoakan B. Upi yang datang dengan terpincang-pincang karena pinggangnya sakit.
Keesokkan harinya, 2 Mei, seusai acara, B. Upi sudah bisa menari-nari… Sakitnya sudah sembuh total.
Wow….
Kami pun bersukacita.

Bersyukur sekali masih bisa sekolah dan menimba ilmu serta pengalaman baru. Mendapat komunitas pembelajar yang positif serta cinta Tuhan. Hidup jadi jauh lebih indah dan menyenangkan. Rest in God’s presence. Beristirahat dalam hadirat Allah.
Sungguh sebuah privilege ….

My Words have The Power of Change. Speak Life. – Charisleighdurham.

Kata-kataku memiliki Kekuatan Untuk Mengubah Situasi.  Katakan Kata-Kata Yang Membawa Kehidupan.  – Charisleighdurham.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Tuhan itu baik!”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Tuhan itu baik!”

Tuhan itu terang dan di dalam Dia tidak ada kegelapan sama sekali.
Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.
Merupakan kesukaan hati Bapa untuk menganugerahkan kerajaan-Nya kepada kita. Karena semua janji Tuhan di dalam Dia adalah Ya, dan di dalam Dia adalah Amin, untuk kemuliaan Tuhan melalui kita. Dari kepenuhan-Nya maka kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia.
Oh, manusia akan bersyukur kepada Tuhan karena kebaikan-Nya, Dan untuk pekerjaan-Nya yang luar biasa bagi anak-anak manusia! Karena Dia memuaskan jiwa yang dahaga, serta memenuhi jiwa yang lapar dengan kebaikan!

Orang percaya di bawah ikatan janji (covenant) bukanlah orang yang sedang berusaha memperbaiki diri agar terjadi perubahan perilaku. Kita adalah ciptaan baru yang sepenuhnya sempurna di bawah karya salib yang sudah selesai.

Kita memiliki ikatan janji (Covenant) di dalam anugerah, berkat dan otoritas untuk mengatasi semua pekerjaan musuh. Orang percaya seharusnya tidak mengidentifikasikan dirinya dengan Ayub, tetapi dengan Yesus.
Kita tidak sedang diuji oleh Tuhan. Kita telah diperlengkapi oleh Tuhan untuk mengatasi segala permasalahan yang terjadi di dunia yang jatuh dalam dosa.

Kita bukan orang sakit yang berusaha sembuh.
Sebaliknya kita adalah orang yang sudah disembuhkan sedang mengusir penyakit.
Sampai kita melihat diri kita sebagai ciptaan baru, diciptakan dalam kebenaran,- jika tidak demikian, kita akan terus melihat diri kita sebagai pribadi yang tidak lengkap, membutuhkan pertolongan dan tidak berdaya.

[Repost ; “God Is Good!”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 240 241 242 243 244 319