Category : Articles

Articles

Saran Siapa Yang Kita Dengarkan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Saran Siapa Yang Kita Dengarkan?

Mencengangkan sekali ketika saya mendengar saran seorang pemimpin yang punya jabatan tinggi dalam sebuah perusahaan besar, mengaku anak Tuhan, dan justru menyarankan kami untuk menuntut pihak lain.
Orang ini yang punya wewenang dan otoritas untuk menengahi saat kami diperlakukan tidak adil, tetapi dia justru menyarankan hal yang sama sekali tak terduga.

Mak Jleb….

Teringat pengajaran Carrie Picket, hati-hati memilih teman dan minta saran.
Kita bisa mendapatkan saran yang sama sekali tidak rohani, yang keluar dari mulut orang yang mengaku cinta Tuhan, bahkan beribadah rutin serta memiliki kedudukan yang penting pula di gerejanya.

Bukannya mematikan api kecil tetapi justru menyarankan untuk membakar hutan. Saran yang keluar dari mulut pemimpin yang berpendidikan tinggi, dengan kedudukan setinggi itu, dari sebuah perusahaan multinasional pula.

Saya melongo….

Padahal semua agama mengajarkan kebaikan dan perdamaian, bukan bertikai dan saling membantai.

Hal ini menyadarkan, betapa banyaknya orang-orang yang memisahkan antara kehidupan rohani dengan kehidupan jasmaninya.
Tidak heran banyak orang yang di tempat ibadah bak malaikat, tapi dalam kehidupan sehari-harinya sangat berbeda.
Apa pun dilakukannya demi keuntungan diri sendiri.

Di Sekolah Charis kami diajarkan bahwa pelayanan kami ya melayani Tuhan.
Yang utama, bangun hubungan kita dengan Tuhan. Berdoa, menyembah, baca firman hingga karakter Tuhan tertanam dalam kehidupan kami dan melimpah sehingga bisa memberkati orang lain.

Jumlah orang yang kita berkati, bisa sama banyaknya dengan jumlah orang yang kita sakiti.

Nach lho…..
Tergantung apa yang tersimpan dalam hidup kita. Jika yang tersimpan adalah Kerajaan Allah, berkat pun mengalir.
Sebaliknya, jika yang tersimpan pikiran duniawi, perpecahan, peperangan dan carut marut yang mengalir.

Kami tidak sibuk mencari pelayanan, atau  bersaing ingin menonjolkan diri. Kami sadar, kami hanyalah alatnya Tuhan.
Biarkan Tuhan yang mengatur apa  yang harus masing-masing lakukan.
Run your own race – berlarilah di lintasan masing-masing, dan jadilah yang terbaik di sana.

It’s all about God not us.
Semua tentang Tuhan, bukan kami.

Kalau ada teman yang hebat dan menonjol, ya yang lain support. Kami ikut bangga. Semua dengan satu tujuan, Nama Tuhan yang dipermuliakan.

Tidak usah iri hati, ingin seperti teman itu.
Kita semua satu tubuh yang saling bekerjasama dan mendukung, demi tercapainya tujuan serta misi Allah.

Kaki tidak perlu komplain kepada mata yang tidak perlu berlelah-lelah menopang beratnya tubuh.
Semua anggota tubuh saling membutuhkan dan wajib bekerjasama agar tubuh bisa berfungsi maksimal.
Kaki terinfeksi, kepala pun pusing.

Kami diajarkan untuk menyadari peran masing-masing serta menghidupi kebenaran firman-Nya: kami satu kesatuan.

Pelayanan kami bukan melalui jabatan, tugas dan peran yang dilihat oleh banyak orang. Pelayanan kami ya hidup kami sehari-hari. Apa yang kami pikirkan, rasakan, katakan serta tindakan yang dilakukan.

Setiap orang yang kami temui, bukan kebetulan. Itulah orang-orang yang harus kami layani.
Targetnya, apakah orang di sekeliling kita bisa melihat ada terang Allah dalam hidup kita?
Atau justru melihat iblis dengan topeng wajah Allah?

Yang Tuhan inginkan, agar kita sungguh-sungguh menjadikan Tuhan sebagai Allah kita.
Melibatkan-Nya dalam setiap aspek kehidupan kita. Tuhan yang memimpin, sementara kita mengikuti arahan-Nya langkah demi langkah.
Termasuk saat kita diperlakukan tidak adil, dicurangi, diinjak….Dizolimi!

Nach ini dia tantangannya…
Tidak mudah tetapi ini kesempatan mempraktekkannya.
Saya menyerahkan masalah ini ke dalam tangan Tuhan.
Saya percaya, sesuatu yang nampak buruk, ketika diserahkan kepada Tuhan, maka Dia akan mengubahnya menjadi kebaikan bagi masa depan saya.
Miliki perspektif Allah, meski pun mungkin saja kita tidak sepenuhnya mengerti. Karakter dibentuk oleh masa sukar.

Apa kebaikkannya?
Ya belum tahu…. Masih proses.
Bukankah Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat?

Saya menantikannya dengan percaya bahwa everything happens for a good reason – segala sesuatu terjadi untuk alasan atau tujuan yang baik. Karena Tuhan yang memegang hidup saya dengan tangan kanan-Nya yang membawa kemenangan.

Setuju?

There’s a seasons when things happen and you just stay faithful and God comes through” – Dennis Capra.

“Ada saatnya ketika sesuatu terjadi dan Anda tetap setia, hingga Tuhan datang (menyelesaikannya)” – Dennis Capra.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Setiap Tetes Air Mata

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Setiap Tetes Air Mata

Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.”
Wahyu 7:17 (TB)

Bagaimana jika kita masuk surga dan menyadariberbagai kesalahan kita?
Mungkin saja pendekatan kita terhadap kehidupan sepenuhnya salah. Kita mengira Tuhan menggunakan penyakit dan kehilangan untuk mengajar dan menyempurnakan kita, tetapi ternyata kita baru menyadarinya saat berada di hadirat Tuhan bahwa Dia memberi Firman-Nya dan Roh-Nya untuk mengajar kita. (Apa yang seharusnya kita lakukan).
Padahal kita mengira, kita seharusnya menderita merasakan tikaman panah api musuh tanpa mengeluh, dan sekarang kita menemukan, ternyata kita dapat mengangkat perisai iman (untuk menepisnya) .

Kita selama ini mengira Tuhan datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan sesuai dengan kedaulatan kehendak-Nya, tetapi sekarang kita baru memahami bahwa Dia ingin memberkati kita. Iblislah yang merampok makan siang kita dan sesungguhnya, kita bisa menolaknya.

Di hadapan Tuhan kita baru memahami bahwa Dia telah memberi kita otoritas atas penyakit, namun kita tidak menggunakannya. Kita mengarang teologi yang menjadikan alasan terjadinya penyakit dan kematian dini.

Bagaimana jika kita selama ini mempunyai gambaran Bapa sebagai Allah yang misterius, kasar dan penuh tuntutan tetapi sekarang menyadari bahwa Dia telah mengungkapkan diri-Nya sepenuhnya di dalam Yesus yang penuh kasih dan pemaaf?

Ketika semua kebenaran ini meledak dalam bentuk pemahaman di dalam diri kita, maka kita akan mengulas kembali hidup kita, lalu mulai menangis.
Mengapa semua bisa terjadi?
Tetapi jangan bersedih.
Tuhan akan menghapus setiap air mata. (Wahyu 7:17)

[Repost ; “Every Tear”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Face The Problem.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Face The Problem.

Sepasang sahabat, suami istri, bercerita melayani seorang pria yang stres ingin bunuh diri gara-gara tabungan ludes main forex.
Tiap hari telpon, curhat dan nangis-nangis… Stres dan ketakutan.

Sudah berbulan-bulan naik turun bak yoyo… Tidak jelas perkembangannya. Dia menyesali apa yang sudah terjadi, tetapi tidak berani menghadapi masalahnya.

“Kalau saya, tidak sanggup tiap hari ‘diteror’ dilempari sampah emosi seperti itu”, saya berkomentar.

Anugerah Penugasan dari Tuhan bagi tiap orang memang berbeda. Dan itu memang anugerah penugasan pasangan sahabat saya ini.


B. Jane, wanita cantik dari Manado berbeda.
Awalnya masalahnya mirip dengan sang pria di atas, dia tidak berani menghadapi masalahnya. Suaminya berselingkuh dengan wanita lain selama 33 tahun.
B. Jane takut bercerai sehingga memilih menutup sebelah mata, pura-pura tidak tahu.
Ketika dosa dibiarkan, melebar ke mana-mana. Pengaruh ke anak-anak tidak baik. Makin lama makin melebar…

Akhirnya, setelah bergumul dan berdoa, B. Jane mengambil keputusan untuk menghadapi masalahnya. Face the problem.

“Pa, memang Tuhan membenci perceraian … Tetapi komitmen pernikahan itu harus dipegang oleh ke dua belah pihak. Bukan hanya satu pihak. Anak-anak mendapat teladan buruk dari apa yang terjadi dalam rumah tangga kita,” ujar B. Jane tegas,
“Sekarang silakan diputuskan, kalau papa memang masih menemui perempuan itu, lebih baik kita bercerai. Saya sudah siap!”

Suaminya terpekur cukup lama. Kaget. Tidak menyangka! B. Jane yang selama 33 tahun menurut, sekarang tiba-tiba berubah menjadi wanita yang cantik, tegas, anggun dan menyampaikan ultimatum dengan dingin dan… tanpa emosi.
Gubraaaakkkkk….

Akhirnya mereka berbaikan kembali.
Secara bertahap, anak-anak dipulihkan.

“Kadang justru karena kita gak berani menghadapi kenyataan, maka masalah jadi berlarut-larut, menimbulkan kerusakan yang lebih besar di berbagai bidang,” B. Jane menjelaskan pelajaran dari pengalamannya,
“Demikian pula ketegasan dalam menghadapi anak-anak. Tidak perlu takut saat terjadi konflik. Kadang itu perlu untuk mengobati penyakit sesungguhnya. Hanya orang yang tegar dan cerdas yang berani menghadapi masalah dan menyelesaikannya dengan cara bijak serta anggun.”


Saya pernah membaca sebuah buku, lupa judul dan penulisnya, tetapi saya tetap menyimpan intinya.

Diantara begitu banyak tentara Amerika yang tertawan musuh dalam perang Vietnam, tentara ini yang berhasil survive, bertahan hidup. Sebagian besar tentara lainnya mati.
Karena disiksa?
Ternyata bukan!
Di penjara yang berjarak ribuan kilometer dari negaranya, mereka merindukan keluarganya. Mereka membangun harapan, saat Natal mereka bisa bebas. Ternyata tidak!

Lalu berharap, Paskah nanti mereka bebas. Ternyata tidak!
Harapan yang tidak kesampaian ini, membuat mereka kehilangan harapan hidup. Itu yang menyebabkan mereka meninggal dengan sendirinya.

Tentara yang bertahan hidup, memutuskan dia tidak akan bebas, baik saat Natal mau pun Paskah. Dia fokus bagaimana bisa bertahan hidup, entah nantinya bisa pulang ke Amerika atau pun tidak. Pokoknya hidup!


Yang membuat kita stres dan terombang-ambing, karena kita mendua hati.
Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.
Sebentar kita berpikir A, kemudian berpikir B. Berbagai kemungkinan menari-nari di pikiran, diramu dengan berbagai perasaan dan emosi. Kejengkelan, kecewa, penyesalan dan ketersinggungan menari menggoda di pikiran dan memicu kemarahan.

Kalau tidak dibenahi, bisa meledak sewaktu-waktu, apalagi saat bertemu dengan orang yang dengannya kita bermasalah.

Atau dalam kasus tentara Amerika, menimbulkan keputusasaan. Hilang harapan dan lebih baik mati.

Dibutuhkan keberanian menghadapi masalahnya, terima kemungkinan buruk yang mungkin terjadi.
Setelah kita berani menghadapi kemungkinan terburuknya, ternyata apa yang kita takutkan, tidak semenakutkan seperti anggapan kita pada awalnya.

Berita baiknya, kemungkinannya kecil sekali kita mengalami hal yang terburuk yang mungkin terjadi.
Hasil statistik mengungkapkan, 90% ketakutan kita, tidak pernah terjadi.

Saya pernah mengalami hampir mati terjebak di padang gurun Western Australia.
Pengalaman yang saya tulis dalam artikel berjudul:
” Sleeping With Kangoroos”.

Pengalaman tidur semalaman dengan kangguru- kangguru Australia dan nyaris mati, membuat saya lebih berani saat menghadapi tantangan yang berat.

“Apa kemungkinan terburuknya?,” saya bertanya pada diri sendiri.

“Bla… Bla… Bla…. hhmmm masih lebih ringan daripada mati di Western Australia. Kalau dalam situasi kritis di sana saja, Tuhan bisa kirim penolong yang tak terduga, maka sekarang pun bisa. Ini masih jauh lebih ringan daripada urusan hidup dan mati.”

Bagi saya pribadi, sebelum menuliskan keputusan saya, hati saya galau.
Menulis adalah bagian dari terapi dan cara saya mengobati diri sendiri.
Ketika menuliskannya, keadaannya menjadi jelas.
Pilihan apa saja yang saya miliki?
Lalu value, nilai-nilai saya apa saja?
Setelah jelas, saya memiliki beberapa pilihan yang bisa diambil.
Yang mana yang terbaik untuk saya?
Ketika saya sudah memutuskan apa yang saya mau dan menuliskannya, emosi saya reda. Pikiran tenang.

“Kutahu yang kumau…”, I know what I want.
Case Closed.

  • The End –

Sesimple itu sebenarnya…

Mungkin ada orang lain yang butuh curhat dengan seseorang untuk melihat permasalahan dengan jernih dan menentukan keputusannya, sementara untuk saya, cukup dengan menuliskannya.

Face The Problem, keberanian untuk menghadapi masalahnya adalah langkah pertama untuk menyelesaikan masalah.
Setelah jelas langkah-langkah yang bisa diambil, kita bisa menyelesaikan permasalahan dengan cara yang lebih mudah.

Apalagi jika kita sungguh-sungguh menyertakan bahkan bergantung pada Tuhan dalam melewati proses ini, kita akan terpukau bagaimana Tuhan bisa mengubah masalah yang seolah buntu dan maha berat itu, dengan memberikan solusi sederhana yang tidak terpikirkan oleh otak kita yang hanya sebesar kacang.

Dia Allah, apa yang sulit bagi-Nya?

What do you think?

Therefore, believe, pray, and know that if adversity touches your life, God is at work, and He will bring you through this season of difficulty victoriously! – Charles F. Stanley

Oleh karena itu, percayalah, berdoa, dan ketahuilah bahwa jika kemalangan menyentuh hidup Anda, Tuhan sedang bekerja, dan Dia akan membawa Anda melewati masa kesulitan ini dengan kemenangan! – Charles F. Stanley

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Vertikal dan Horizontal.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Vertikal dan Horizontal.”

Saya sering merujuk pada aspek vertikal dan horizontal dari hubungan kita dengan Tuhan. Kasih Tuhan, kasih karunia-Nya yang tidak bersyarat, kebenaran, kebebasan dari rasa bersalah dan ketakutan, dll., Adalah realitas hubungan ‘vertikal’ kita dengan-Nya.

Aspek horizontal dari iman kita berhubungan dengan hubungan kita dengan dunia. Amanat Agung, karunia Roh, pengampunan terhadap orang lain, memberi, melayani, menabur dan menuai, dll., Berbicara tentang ekspresi kasih dan anugrah Tuhan melalui kita kepada orang lain.

Meskipun tindakan kita di dunia horizontal tidak memengaruhi kasih dan anugrah Tuhan kepada kita, tindakan itu dapat memiliki konsekuensinya sendiri.
Misalnya, meskipun dosa kita tidak diperhitungkan dalam pengertian ilahi (kasih karunia Tuhan), itu mungkin masih memiliki konsekuensi dalam pengertian alami.
Mengemudi dalam keadaan mabuk menghasilkan potensi bencana yang sama, baik bagi orang percaya maupun orang yang tidak percaya.
Menabur dalam daging masih menuai kerusakan di horizontal, meskipun diampuni secara vertikal.

Meskipun Tuhan telah memberkati kita dengan segala berkat (Efesus 1:3) dalam arti vertikal, banyak yang tidak menikmati berkat tersebut karena kurangnya hikmat tentang bagaimana menerimanya di dunia horizontal.
Meskipun tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus, ada penghukuman diri bagi mereka yang tidak memahami kasih karunia dan pengampunan.

Dosa tidak diperhitungkan atau dihakimi oleh Tuhan karena Dia telah mencurahkan semua penghakiman atas dosa kepada Yesus, tetapi dosa membawa benih kehancurannya sendiri di alam semesta, yang dapat menghasilkan tuaian kerusakan.

Ketika kita tidak memahami kedua dimensi ini, kita dapat dengan mudah menjadi bingung dan bahkan tertekan karena terputusnya hubungan antara kebenaran mulia penebusan dalam arti ‘vertikal’ versus realitas kehidupan di dunia ‘horizontal’.
Yesus menyembuhkan semua orang dengan bilur-bilur-Nya dalam pekerjaan penebusan-Nya, tetapi orang Kristen masih sakit dan mati sebelum waktunya. Mengapa? Realitas vertikal penebusan mungkin tidak diterapkan dengan iman pada keadaan horizontal penyakit. Kurangnya pemahaman bisa berakibat fatal.

Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga,
[Matius 6:10 (TB)]. Pola ini dapat ditemukan di seluruh Perjanjian Baru. Sebuah pewahyuan dari berkat penebusan vertikal harus memperlengkapi kita untuk meraih kehidupan yang berkemenangan di dunia horizontal.

“Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini.”
Titus 2:11-12 (TB).

[Repost ; “Vertical and Horizontal”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apa Yang Kita Lakukan Saat Bermasalah?

Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Yang Kita Lakukan Saat Bermasalah?

“Instead of going to the phone, you need to go to the throne” – Rick McFarland

“Alih-alih pergi ke telepon, Anda seharusnya menghampiri takhta Allah.” – Rick McFarland

Dienk…..

Ini yang dulu kerap saya lakukan. Begitu dengar ada masalah besar datang, segera otak berputar: siapa yang harus saya telpon?
Atau biar kelihatan sedikit rohani, telponnya minta didoakan.

Mengapa kita senang sekali minta didoakan orang lain?
Karena kita sadar sekali, tidak punya hubungan yang dekat dengan Tuhan. Setidaknya menurut anggapan kita sendiri.
Lalu seperti cara orang dunia, kalau ada jalur pejabat penting atau orang yang punya hubungan dekat dengan orang yang berwenang, maka urusan jadi cepat beres.

Jadilah kita mencari orang yang dianggap punya hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan, melebihi kita, supaya jawaban doa kita dipercepat jawabannya.
Ibarat lewat jalan toll!

Yang lebih heboh lagi, karena ‘merasa’ tidak bisa mendengar suara Tuhan, maka berharap mendapatkan arahan Tuhan dari orang yang lebih ‘rohani’ itu.
Pas terjawab.
Nach lain kali lebih percaya lagi. Kalau tidak didoakan orang itu, pokoknya gak mantap.
Tanpa disadari, tidak lagi bergantung pada Tuhan tetapi bergantung kepada orang itu.

Tuhan bilang, kita sudah memberhalakan orang itu….

Familiar?
Dulu saya juga menganggap hal seperti itu wajar. Itu yang biasa saya lihat di mana-mana.
Karena itu antrian konseling selalu ramai.

Berbeda dengan guru saya Rick McFarland, saat ada orang yang minta didoakan atau konseling, beliau akan bertanya di awal,
“Apa yang Tuhan katakan kepadamu?”

Dienk….
Banyak yang bengong…. Bingung dan melihat dengan tatapan kosong!

Kebenarannya, Tuhan akan memberitahu kita, tentang solusi masalah yang kita alami.
Tuhan tidak akan memberitahukannya kepada orang lain.

Nach saat kita belum yakin, dan butuh peneguhan, maka Tuhan bisa memakai orang lain untuk meneguhkannya.
Nach ini rahasia pentingnya!

Pernah dinubuatkan oleh seseorang, sesuatu yang tidak pernah timbul dalam hati kita?
Tolak itu!

Koq?
Karena Tuhan tidak akan tiba-tiba mengatakan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah diberitahukannya kepada kita.
Nubuatan itu peneguhan dan tidak akan berlawanan dengan firman Tuhan.

Kita harus mengecheck dan mendoakannya.

Kita boleh koq minta jawaban Tuhan jika merasa ragu-ragu. Tuhan itu Allah yang menjawab doa.
Tidak usah menunggu lama, kita akan tahu dengan sendirinya, melalui cara Tuhan berkomunikasi dengan kita, benarkah itu dari Tuhan.

Barry Bennett mengatakan, mengapa orang segera lari menelpon saat terlibat masalah? Karena dia tidak bisa mendengar dari Tuhan. Mungkin bukannya tidak bisa, tetapi karena tidak melatihnya, meski Tuhan berbicara, dia tidak yakin.

Menelpon orang yang dianggap lebih rohani tidaklah salah. Perlu itu. Tetapi Rick menyarankan, yang pertama dan menjadi prioritas, seharusnya kita datang kepada Tuhan terlebih dahulu.
Berdiam diri dalam doa dan firman. Fokus menanti jawaban-Nya.
Tanya Tuhan dulu, baru minta peneguhan, klo dirasa perlu.
Hubungan pribadi dengan Tuhan yang paling utama.

Menyadari hal ini, sangatlah penting untuk melatih telinga rohani kita agar dapat mendengarkan suara-Nya.
Bahasa yang digunakan Tuhan adalah firman-Nya. Saat kita terbiasa dengan firman-Nya, maka lebih banyak kosakata untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Kita lebih mudah mengerti kehendak-Nya.

Ketika kita fokus pada sesuatu, kita akan menyerupai apa yang kita fokuskan, demikian bunyi hukum fokus.

Muka Musa bercahaya ketika berada di Gunung Sinai 40 hari 40 malam, menerima 10 Perintah Allah.

Dengan cara yang sama, kita akan menyerupai Allah saat berfokus kepada-Nya. Tahu membedakan mana yang baik, berkenan kepada Allah dan yang sempurna, di tengah riuhnya dunia.

Yang lebih hebat lagi, saat kita bergembira dalam Tuhan ( bergembira karena firman-firman-Nya), maka Tuhan akan memberikan segala keinginan hati kita.

Maksudnya, apa pun yang kita inginkan Tuhan berikan?
Ya. Karena ketika kita bergembira dalam firman-Nya, keinginan Tuhan di download menjadi keinginan kita.
Sepakat.
Jadilah kita mendapatkan semua yang kita inginkan.

Amazing, right?

I cried to God in my distress     and he answered me. He freed me from all my fears!

Saya menangis kepada Tuhan dalam kesusahan saya dan dia menjawab saya.  Dia membebaskan saya dari semua ketakutan!

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 242 243 244 245 246 319