Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Tuhan Yang Selalu Bisa Diandalkan! Ini buktinya…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Tuhan Yang Selalu Bisa Diandalkan! Ini buktinya…

Masih ingatkah teman-teman, kisah Sekolah Pelita Permai yang membutuhkan gedung untuk sekolahnya?
Saya menulisnya dalam 4 artikel berseri, yang saya tutup dengan artikel:
“Sadarkah kita titipan Tuhan harus dipertanggungjawabkan?”

Inti kisah itu, Sekolah Pelita Permai, mendapatkan pinjaman uang 2 Milyar dari seorang ‘malaikat’ sehingga bisa mendapatkan gedung untuk sekolah gratis anak-anak yang tidak mampu. Mereka berjanji mencicil 75 juta/ bulannya.


Minggu lalu Novie, Dewi, jesslyn, saya dengan bertemu Bu Liana. Kebetulan beliau akan menghadiri acara wisuda putrinya. Seperti biasa kami sharing tentang Pondok Hayat, Pelita Permai dan ada berita gembira…
Yeaaayyyy….

Beberapa waktu sebelumnya B. Liana sedang zoom dengan beberapa temannya, yang punya Sekolah Gratis di kota lain tetapi kurang jalan. Mereka ingin belajar bagaimana caranya agar sekolah gratisnya bisa berhasil dan berdampak bagi banyak orang seperti Sekolah Pelita Permai. Apalagi fasilitas hingga gedungnya sudah lengkap tersedia.

Di tengah-tengah zoom, ada peserta yang menawarkan,
bersediakah Pelita Permai mengajukan proposal agar bisa mendapatkan bantuan dari sebuah perusahaan di Eropa?
Tentu saja mau…

Mulailah proposal dibuat, dengan berbagai persyaratannya dibuat. Lalu dilanjut dengan interview dan mengirimkan berbagai dokumen yang diperlukan untuk membuktikan bahwa Sekolah Pelita Permai ini memang betul-betul ada, dikelola dengan baik dan terbukti memberkati masyarakat di sekitarnya.
Setelah proses yang cukup panjang, akhirnya disetujui.

Dan….. Baru saja Chat masuk dari Bu Liana.
Dana bantuan dari Eropa sudah masuk rekening Sekolah Pelita Permai. Benar – benar sudah cair.
Dari rencana hutang 2 Milyar, dengan adanya bantuan kurang lebih 1.35 Milyar, sisanya tinggal 650 jutaan. Itu pun sudah dicicil beberapa bulan, beberapa bulan lagi lunas.

Wow…. Sungguh terharu.
Tuhan selalu bisa diandalkan!
Jalan-Nya tidak terduga. Tuhan bisa mengirimkan penyediaannya dari belahan dunia lainnya.
Dia Allah…. Apa yang sulit bagi-Nya?


Yang lebih membuat saya bangga, B. Liana segera memberi kabar tentang bantuan dari Eropa ini.
Seandainya, diam-diam saja, para donatur pun tidak tahu.
Inilah bukti bahwa Yayasan dan Sekolah ini dikelola dengan baik dan jujur.

Apa yang ditabur, itu pula yang dituai.
Buah tidak lari dari jenis benihnya!

Penyediaan Tuhan selalu tersedia.
Janji Tuhan YA dan AMIN.

Begitu mendapatkan kabar dana masuk, segera saya menuliskannya dalam artikel Seruput Kopi Cantik, agar para donatur pun tahu dan bersukacita bersama, terutama bagi teman-teman yang telah mengambil bagian dalam proyeknya Tuhan. Beberapa teman-teman pembaca Seruput Kopi Cantik mengirimkan dana untuk Sekolah Pelita Permai.

Inilah pertama kalinya saya mencantumkan nomor hp untuk sumbangan dalam sejarah Seruput Kopi Cantik, nomor HP B. Liana.
Saya yakin setelah mendapatkan konfirmasi (baca https://yennyindra.com/2022/02/klimaks-artikel-sudahkah-hidup-kita-berdampak/ ), memang Tuhan yang membangunkan saya di tengah malam mau pun subuh keesokan harinya, agar mencantumkan HP B. Liana.
Pengalaman menyentuh yang membuat air mata berlinang, Tuhan benar-benar hadir dalam setiap pergumulan yang kita alami.

Wow…. Betapa dahsyatnya!


Awalnya, mendapat pinjaman 2 Milyar yang bisa dicicil 75 juta/bulan, sudah merupakan mukjizat. Cara mendapatkan pinjamannya unik dan ‘supernatural’ pula….
Kami sudah terpukau, memuji-muji kebaikan Tuhan.
Namun Tuhan jauuuuh lebih baik daripada yang bisa kita pikirkan.

Dibuka-Nya jalan melebihi yang bisa kita pikirkan.
Hibah dana bantuan dari Eropa sebesar 1.35 M.
Dahsyatnya Allah kita!

B. Liana menjelaskan, sampai sekarang uang pinjaman 2 Milyar BELUM diambil dari sang ‘malaikat’
Selama ini mereka masih mencicil ke penjual langsung dengan menggunakan dana yang ada di Yayasan Kasih Pengharapan, yang menanungi Sekolah Pelita Permai.

“Masih cukup,” ujar B. Liana, “Uang pinjaman nanti diambil kalau memang betul-betul butuh. Klo sudah kepepet saja…”

Wow….. Sungguh kagum saya melihat bagaimana caranya mereka mengelola dana.
Tidak Ada aji mumpung….
Mumpung ada yang mau meminjamkan uang, lalu dihambur-hamburkan seperti kebanyakan organisasi lainnya.
Mereka mengelolanya dengan penuh tanggung jawab, seperti mengelola harta miliknya sendiri, sesuai yang diajarkan Tuhan.

Jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

Pelajarannya:
Sekolah Pelita Permai adalah rencana Tuhan untuk membantu dan mengentaskan saudara-saudara kita yang kurang mampu.
B. Liana, B. Monica dan B. Evy Christanty menanggapi tugas dari Tuhan dengan penuh kasih dan ketaatan.
Mereka mengelolanya dengan kejujuran dan mengandalkan Tuhan sepenuhnya.
Dan inilah buktinya, jika pekerjaan Tuhan dikerjakan dengan cara Tuhan.

Benih yang baik, – benih kebenaran-, tentu menghasilkan buah yang manis. Memberkati tidak hanya murid-murid, tetapi orangtua dan lingkungannya juga.

B. Liana berbagi kebaikan, membantu sekolah lain yang membutuhkan bantuan, dan dari sana terbuka link untuk bantuan dari Eropa.
Tuhan tidak pernah berhutang!

Anda sedang mengalami beban keuangan dan berbagai masalah lainnya?
Andalkan Tuhan saja.
Lakukan kehendak Tuhan yang Anda tahu. Taburkan benih kebaikan dan kebenaran, karena untuk itulah kita ada di dunia ini.
Dia Allah yang senantiasa menjawab doa.
Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Kejar Tuhan dan hidup sesuai rencana-Nya yuk…

“God’s work done in God’s way will never lack God’s supply.”? Hudson Taylor.

Pekerjaan Tuhan yang dilakukan dengan cara Tuhan, tidak akan pernah kekurangan persediaan Tuhan.”- Hudson Taylor.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Sifat Alami Kemakmuran.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Sifat Alami Kemakmuran.”

Jika Anda lahir baru, Anda telah memasuki kemakmuran Tuhan. Anda telah pindah dari kematian kepada kehidupan, dan dari kegelapan kepada terang. Dihidupkan dari kematian merupakan makna dari kemakmuran.

Jika Anda mengasihi Firman Tuhan, kemakmuran adalah jaminan masa depan Anda. Anda tidak dapat menghindarinya. Satu-satunya cara untuk menghindari kemakmuran, yaitu melalui ketidakpercayaan, kepasifan, atau kehidupan duniawi.

“Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”
Yesaya 55:11 (TB).

Anda telah dilahirkan kembali oleh benih Firman Tuhan yang tidak fana, dan setiap benih firman Tuhan itu dikemas dengan kemakmuran. Saat Anda mengenyangkan diri Anda dengan Firman Tuhan, setiap janji, setiap kebenaran, setiap pernyataan bekerja di dalam Anda dan berbuah sifatnya, yaitu makmur.

“…. sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi – dan memang sungguh-sungguh demikian – sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.”
1 Tesalonika 2:13 (TB).

Firman itu hidup dan tujuannya untuk melimpahkan kemakmuran. Di dalam tanah hati Anda, benih Firman dirancang untuk berkembang.

“Disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur.”
Mazmur 107:20 (TB).

“Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.”
Yohanes 6:63 (TB).

“Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku,”
Yeremia 15:16 (TB).

Jika Anda bersekutu dengan Tuhan melalui firman-Nya, Anda akan makmur. Pikiran Anda akan makmur. Emosi Anda akan stabil dan makmur. Tubuh Anda akan makmur. Hubungan-hubungan Anda akan berhasil dan makmur. Firman Tuhan pada dasarnya makmur. Ketika menemukan tanah yang baik di dalam hati Anda, maka Anda tidak bisa tidak makmur.

“Aku gembira atas janji-Mu, seperti orang yang mendapat banyak jarahan.”
Mazmur 119:162 (TB).

[Repost ; “The Nature of Prosperity”. – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Ingin Hidup Meningkat dan berkembang? Ini Rahasianya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Ingin Hidup Meningkat dan berkembang? Ini Rahasianya!

Nyaris setiap orang di dunia ini, percaya kepada Tuhan. Bahkan atheis pun secara naluri memahami ada sesuatu yang lebih besar daripada dirinya, yang menciptakan alam semesta.

 “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.”, demikian nyanyian Raja Daud.

Nahasnya meski semua orang mempercayai adanya Tuhan, tidak semua orang mempercayai firman Tuhan.
Padahal sesungguhnya, firman itu adalah Allah sendiri.
Dengan memahami firman Tuhan, kita dengan jelas dan pasti, dapat mengerti kehendak Tuhan yang tidak berubah.

Adam percaya kepada Tuhan. Bahkan setiap hari dia bercakap-cakap dengan Allah. Sayangnya Adam tidak mempercayai apa yang Tuhan katakan kepadanya (firman), sebaliknya Adam justru mempercayai bujukan setan. Itulah sebabnya, Adam melanggar perintah Tuhan dan makan buah pohon pengetahuan baik dan jahat, sehingga harus menanggung konsekuensinya.
Rohnya ‘mati’ alias terpisah dari Allah.
Sungguh mengenaskan!

Firman yang tertulis sungguh merupakan berkat yang luar biasa. Kita bisa mempelajari, merenungkan kebenaran dan berubah menyelaraskan diri dengannya.


Setiap kita ingin hidupnya berubah, meningkat, jadi lebih baik, berkembang, sukses, sehat dan sembuh.
Allah sendiri sudah menyediakan segala kelimpahan, kesehatan, kesembuhan, hikmat dan apa pun yang kita perlukan, di dalam roh kita.
Karena Allah sendiri dengan segala kekayaannya yang tinggal di dalamnya.

Lalu bagaimana cara untuk memanifestasikan apa yang sudah tersedia di dalam roh kita agar termanifestasi di alam natural?
Dengan memperbaharui pikiran kita sesuai dengan firman-Nya.
Jika yang tersimpan di dalam hati kita adalah firman Tuhan dengan segala hikmat dan kekayaannya, maka kelimpahan itu pula yang akan mengalir dalam kehidupan kita.

“Jagalah hatimu dengan penuh kewaspadaan, karena dari sanalah terpancar kehidupan” ujar Raja Salomo.

Masalahnya bukan apakah Tuhan berkenan memberi kita, – Tuhan SUDAH memberikan semuanya bagi kita, – tetapi permasalahan sesungguhnya, apakah kita bisa menerimanya.

Agar bisa menerimanya, kita harus menyamakan frekuensi kita dengan frekuensi Allah, barulah segala kemakmuran, kelimpahan, kesehatan, kesembuhan dapat mengalir ke dalam kehidupan kita.

Bagaimana cara menyamakan frekuensinya?
Kita wajib memperbaharui pikiran kita sesuai Hukum Kerajaan Allah, supaya pikiran, mindset, cara hidup kita selaras dengan cara pikirnya Tuhan.

Problemnya, cara pikir Tuhan seringkali berlawanan dengan cara pikir dunia. Kerap dianggap tidak masuk akal.
Pertanyaannya: Maukah kita mentaatinya?

Karena cara Tuhan berbeda dengan cara kita, Tuhan kerap memakai orang-orang yang tidak diperhitungkan oleh dunia, menjadi alat-Nya untuk melakukan hal-hal yang spektakuler, sehingga dunia tahu: hanya Tuhan yang bisa melakukannya.

Orang yang tidak diperhitungkan dunia, lebih nurut, gak ngeyel dan gak merasa jagoan… Jadi dengan lugu, dia percaya saja dengan iman seperti anak kecil.

Tuhan suka orang yang rendah hati, yang bergantung sepenuhnya pada kekuatan-Nya, hikmat-Nya serta taat kepada-Nya.


Kita suka sekali dengan kupu-kupu yang cantik. Bahkan ada tempat wisata di mana kita bisa menikmati keindahan beraneka ragam kupu-kupu dengan sayapnya yang unik.
Cantik memukau….

Padahal kupu-kupu itu dulunya ulat yang menjijikkan. Hidupnya di tempat-tempat di bawah yang tidak disukai orang. Merayap.

Andrew Wommack menjelaskan, jika kita berada di tempat yang bawah, kotor dan tidak disukai orang, seperti si ulat, lalu ingin berkembang menjadi kupu-kupu cantik yang bisa terbang kian kemari di tempat yang tinggi, maka rahasianya adalah dengan memperbaharui pikiran kita sesuai dengan firman Tuhan.

Saat pikiran diperbaharui, wawasan bertambah luas, cara kita memandang dunia dengan berbagai persoalannya pun berbeda. Kita menjadi berhikmat.
Hikmat itulah kunci keberhasilan dalam hidup ini.

Wisdom is not a product of schooling, but of a lifelong attempt to acquire it.
Kebijaksanaan (hikmat) bukanlah produk dari sekolah, tetapi dari usaha seumur hidup untuk mendapatkannya. – Einstein.

Not until we have become humble and teachable, standing in awe of God’s holiness and sovereignty. Acknowledging our own littleness, distrusting our own thoughts, and willing to have our minds turned upside down, can divine wisdom become ours.
Sampai kita menjadi rendah hati dan mau diajar, berdiri dalam kekaguman akan kekudusan dan kemahakuasaan Allah, mengakui betapa kecilnya diri kita, tidak lagi mengandalkan pikiran kita sendiri, dan rela pikiran kita dijungkirbalikkan, barulah Hikmat Ilahi menjadi milik kita.
– J.I. Packer

Sederhananya, Hikmat yang membuat kita berada di tempat yang tepat, menjadi orang yang tepat, pada saat yang tepat, dengan pengetahuan serta kemampuan yang tepat, untuk mengambil keputusan, mengeksekusi dan menyelesaikan tugas/project yg ada.

Dan hasilnya? Tentu dahsyat!

Siapa yang bisa melakukannya? Hanya Tuhan!

Firman Tuhan itu roh, hidup dan berkuasa untuk mencipta mau pun mengubah kehidupan.
Makin kita memahami firman Tuhan, maka kita makin mengenal Tuhan. Dengan sendirinya hikmat itu ada di dalam kita.

Mau sukses? Bahagia? Sehat?
Perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh, perolehlah pengertian….untuk menjalani hidup dengan berkemenangan.

“To have faith is to trust yourself to the water. When you swim you don’t grab hold of the water, because if you do you will sink and drown. Instead you relax, and float.” – Alan Watts.

Beriman bagaikan mempercayakan diri Anda pada air (Tuhan). Ketika Anda berenang, Anda tidak memegang air, karena jika Anda melakukannya, Anda akan tenggelam dan mati. Sebaliknya Anda rileks, dan mengapung. ” – Alan Watts.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Orang-orang percaya, ‘yang tidak percaya’.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Orang-orang percaya, ‘yang tidak percaya’ .”

“Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!”
2 Timotius 3:5 (TB).

Selalu ada orang yang mengaku beriman kepada Tuhan, padahal kenyataannya, hatinya dipenuhi dengan ketidakpercayaan.
Mereka tidak percaya pada kebaikan Tuhan, mereka tidak percaya pada janji-janji-Nya, mereka tidak percaya pada kuasa-Nya, mereka tidak percaya pada karunia Roh, mereka tidak percaya pada kesembuhan, dan mereka tidak percaya pada hal-hal yang akan datang, kehidupan berkelimpahan.

Mereka percaya pada penderitaan, sakit penyakit, kekurangan, dan kesengsaraan. Mereka berjalan menyimpang, justru menaburkan keraguan di hati orang-orang yang telah memilih untuk mempercayai kepada Tuhan.

Seperti ular di Taman Eden, kata-kata orang percaya yang tidak percaya pada dasarnya adalah,
“Apakah Tuhan berfirman . . .?”

Yesus memberikan janji-Nya yaitu hidup yang berkemenangan serta berkelimpahan di tengah pendudukan dan penindasan oleh bangsa Romawi. Keadaan politik mau pun kesulitan ekonomi tidak menghentikan janji-Nya bahwa sukacita kita menjadi penuh, dengan apa pun yang kita minta dalam Nama-Nya, karena Dia akan melakukannya, juga Dia akan menyertai pemberitaan Firman-Nya dengan tanda-tanda serta mukjizat.

Orang percaya yang tidak percaya mencoba untuk menyingkirkan kuasa Roh, karunia, mukjizat, dan potensi iman. Mereka bahkan telah mendefinisikan ulang iman menjadi “fatalisme”. Dalam pikiran mereka, orang percaya hanyalah korban putus asa dari dunia yang sudah jatuh, tanpa jalan lain selain “bertahan di sana”, lalu pasrah menerima apa yang akan terjadi. Orang percaya yang tidak percaya suka berbicara tentang penganiayaan padahal sebenarnya merekalah yang menganiaya orang-orang yang memiliki iman pada janji dan kuasa Tuhan!

Jangan menyerah pada ketidakpercayaan para peragu ini! Berdirilah teguh diatas janji-janji Allah, Nama Yesus, dan kuasa Roh.
“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita . . .” (Ef. 3:20).

[Repost ; “Unbelieving “believers”. – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Pengaruh Apa Yang Kita Sebarkan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Pengaruh Apa Yang Kita Sebarkan?
(How To Teach – Barry Bennett)

Setiap manusia memengaruhi manusia lainnya, sadar mau pun tidak. Artinya, setiap kita itu ‘guru’, meski mungkin tidak mengajar secara resmi. Menulis, sharing, bercerita pun termasuk di dalamnya.

Jalal ad-Din Rumi Penyair terkenal dari Persia berujar,
“There is a voice that doesn’t use words. Listen.”

“Ada suara yang tidak menggunakan kata-kata. Dengarkanlah.”

Bahkan yang tidak bersuara dan tidak menggunakan kata-kata pun mampu mempengaruhi orang lain… Ini level yang lebih tinggi. Melalui sikap, bahasa tubuh, terpancar pengaruh pada orang lain.
Dahsyatnya!!!

*****
Nach saat ini pelajaran ‘How To Teach’, oleh Barry Bennett, sangatlah cocok diterapkan di dalam kehidupan ini.

Secara umum, kita adalah makhluk perkataan. Yang menyampaikan maksud hati melalui perkataan.
Nach sesungguhnya, rancangan awal saat di Taman Eden, Allah yang akan mengajar manusia secara langsung bagaimana manusia menjalani kehidupan. Saat itu tidak ada hal-hal negatif, sehingga seluruh komunikasi dan perkataan semuanya positif.

Ketika Adam & Hawa memboikot rencana Tuhan, mengambil jalan pintas dengan makan buah pengetahuan baik dan jahat, maka perkataan kerap dipergunakan untuk menyampaikan hal-hal yang negatif. Demikian pulalah kehidupan manusia, karena kita mencipta melalui perkataan.

Sebagai orang yang percaya Tuhan, seyogyanya kita kembali kepada rancangan awal Allah. Berbicara selaras perkataan Tuhan, yang membawa kesembuhan serta membantu orang lain mengalami kasih Tuhan. Perkataan yang kita sharingkan seharusnya menginspirasi agar kehidupan orang lain menjadi lebih baik dan makin mengasihi Allah.

Mengajar itu meruntuhkan benteng-benteng.
Dulu saya menganggap sakit itu sesuatu yang wajar. Sampai saya mendengar Andrew Wommack saat mengajar bercerita, dia selama 40 tahun tidak pernah sakit.
Cling…. Di kepala saya! Benteng pun runtuh.
Ternyata orang bisa hidup sehat berpuluh-puluh tahun tanpa sakit.
Mindset berubah, kehidupan juga berubah. Ekspektasi meningkat. Kualitas hidup pun jadi lebih baik.

Apa sich berkat dan sukacita jadi seseorang pengajar?
Tidak ada yang lebih membahagiakan melebihi menyaksikan mata teman yang semula redup putus asa, menjadi berkilau penuh sinar karena apa yang kita sampaikan.
Ikatan kegelapan dilepaskan. Mereka mengalami kemerdekaan.
Hidup orang lain berubah menjadi lebih baik karena mengenal kita.

Barry Bennett bercerita, ada orang-orang yang datang kepadanya minta didoakan. Tetapi Barry menyadari, sesungguhnya yang dibutuhkan adalah pengetahuan. Butuh diajar agar memperoleh pewahyuan baru, benteng diruntuhkan, sehingga menemukan jalan-jalan yang semula tertutup.

Umat-Ku binasa karena kurang pengetahuan alias tidak mengenal Allah.

Mengapa hidup jadi ruwet penuh masalah?
Karena manusia tidak mengenal jalan-jalan Tuhan, akibatnya hidup menurut kebiasaan orangtua, lingkungan dan dunia di sekelilingnya. Ketika prinsip mereka salah, maka tidak heran seluruh kampung, hidupnya salah semua.
Repotnya, karena semua orang terjebak dalam situasi yang sama, lalu dianggap ya memang hidup sewajarnya begitu.

*****

Mengajar entah secara resmi atau tidak, disadari atau tidak, memiliki peran yang sangat penting.
Setiap kata yang kita ucapkan, mempengaruhi orang lain.
Informasi salah yang kita berikan, bisa membuat orang lain salah mengambil keputusan, yang bisa saja memporakporandakan hidupnya.

Karena itu Barry Bennett berpesan, jika sakit hati, memiliki masalah pribadi dan belum bisa berkemenangan di bidang itu, jangan mengajar.
Apa pun yang keluar dari mulutnya, menjadi pahit dan meracuni.
Jangan menyebarkan kepahitan, tetapi sebarkan kebaikan.

Jangan buang sampah, rasa frustrasi, menceritakan kisah pilu, apalagi endingnya bikin orang sungkan klo tidak kirim uang untuk membantu.
Ini tabu!

Mengajar itu kesempatan emas dan kehormatan, sebagai duta Allah. Pastikan kita mengasihi orang-orang yang kita ajari.
Tunjukkan bahwa kita tidak berharap kepada manusia namun hanya berharap kepada Allah. Buktikan bahwa kita benar-benar hanya mengandalkan Allah saja. Menjadi teladan.

Jika yang kita ajarkan kebenaran firman Tuhan, maka hidupi dulu, baru diajarkan.
Sesuatu yang sudah dihidupi, saat disampaikan itu powerful, terasa kuasanya. Orang yang mendengar atau membaca, bisa merasakannya. Lalu terinspirasi meneladaninya.

Hhm… Untung sekolah ya… Jadi prinsip-prinsipnya jelas.

Menurut Barry, pengajaran yang aneh-aneh dan menyimpang dimulai dari sakit hati.
Pastikan saat mengajar, motivasi hati kita tulus, ingin memberkati orang lain dan membukakan jalan supaya orang lain hidup lebih dekat dengan Tuhan.
Membawa orang kepada Tuhan, bukan supaya bergantung kepada kita!
Don’t play God.
Kita bukan Allah. Kita hanya berbagi pengalaman, menunjukkan jalan yang sudah kita lalui untuk menemukan Tuhan.
It’a all about God, not me. Ini semua tentang Tuhan, bukan saya.

Seruput Kopi Cantik kerap menceritakan pengajaran dari guru-guru Charis, karena tidak semua orang punya waktu untuk sekolah dan tidak semua tinggal di Jakarta. Sementara ini, Sekolah Charis hanya di Jakarta. Kecuali mau ambil kelas koresponden.

******

John Osteen bercerita, dia dibesarkan dalam lingkungan petani kapas yang sangat miskin akibat great depression di Amerika. Mereka memiliki “mentalitas kemelaratan.”
Suatu ketika John mengenal Tuhan dan sadar, dalam firman diungkapkan, Tuhan sudah mengaruniakan kelimpahan serta apa pun yang dibutuhkan oleh orang-orang yang mengasihi – Nya.
John Osteen pun bertekad keluar dari lingkungannya dan membuktikan kebenaran firman Tuhan.

Orangtua dan saudara-saudaranya mencegah,
“John, inilah cara hidup kita turun temurun. Jangan pergi. Dunia di luar sana amat jahat.”

Tetapi John bersiteguh keluar, dan membuktikan kebenaran firman Tuhan serta menghidupinya. John bersumpah, tidak akan ada anak mau pun keturunannya yang hidup miskin lagi.

Karena ada John Osteen yang berani bertindak sesuai imannya, DNA keluarga Osteen berubah!
Terbukti Lakewood Church yang dirintis oleh John Osteen dari sebuah gudang dengan 90 orang jemaat, sekarang menjadi gereja terbesar di Amerika. Lakewood Church memiliki gedung Compact Center, stadion olahraga kota Houston, yang dibelinya menjadi tempat ibadah.

Karena belajar dan bersedia diajar, John Osteen mengubah nasib keturunannya. Tidak hanya itu, jutaan orang di Amerika bahkan sampai ke seluruh dunia, hidupnya berubah karena pengajaran John Osteen. Terutama di India. John Osteen rutin melayani dan mengadakan pelayanan kesembuhan di India. Berbagai mukjizat terjadi.
Setelah John meninggal dunia, kiprahnya dilanjutkan, makin berkembang lagi di tangan Joel Osteen, putranya.

Pertanyaannya:
Pengaruh apa yang kita tinggalkan bagi generasi mendatang?
Seberapa besar hidup kita berdampak bagi kehidupan orang lain?

Penting diingat:
Uang, fasilitas, koneksi, jabatan, pengaruh dan sebagainya, itu BUKAN Tujuan, melainkan Sarana yang diberikan Tuhan, agar kita dapat menggenapi rancangan Tuhan di dalam hidup kita.

Apakah hidup orang lain menjadi lebih baik karena mengenal kita?

One of the best ways to influence people is to make them feel important. Most people enjoy those rare moments when others make them feel important. It is one of the deepest human desires.– Roy T. Bennett

Salah satu cara terbaik untuk mempengaruhi orang adalah dengan membuat mereka merasa penting.  Kebanyakan orang menikmati saat-saat langka ketika orang lain membuat mereka merasa penting.  Itu adalah salah satu keinginan terdalam manusia.– Roy T. Bennett

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC

*MPOIN PLUS & PIPAKU*
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 191 192 193 194 195 416