Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

“Jagalah Iman Anda Tetap Segar.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Jagalah Iman Anda Tetap Segar.”

Iman merupakan penyeimbang yang hebat di antara sesama manusia. Pendidikan, uang, dan pengaruh, mungkin memisahkan kita di dunia ini, tetapi iman memperlakukan kita semua sama rata. Segala sesuatu di dalam Kerajaan Allah dapat diakses dengan iman, dan iman tersedia bagi semua orang, hanya dengan cara mendengarkan Firman Tuhan.

”Jadilah kepadamu menurut imanmu.”
Matius 9:29 (TB).

Keterbatasan yang diberikan kepada kita, baik oleh dunia, masyarakat, mau pun oleh kelemahan kita sendiri, sirna di hadapan iman yang dari Tuhan!

“Siapa pun yang berkata kepada gunung ini,
Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.”
Markus 11:23 (TB).

Saya termasuk kategori ‘siapa pun’ dan Anda juga masuk kategori ‘siapa pun!’

Tuhan tidak membeda-bedakan orang tetapi Dia tentu saja membeda-bedakan iman. Faktanya, SEMUA orang yang percaya tanpa memandang ras, jenis kelamin, status sosial atau kondisi mereka, dapat menerima karunia kebenaran.

“Kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.”
Roma 3:22 TB

Tetaplah segar di dalam iman Anda.
Lepaskan segala batasan!
Satu kata dari Tuhan dapat mengubah hidup Anda selamanya.
Jangan terikat oleh pikiran, keraguan, dan ketakutan Anda sendiri. Biarkan Tuhan berbicara dalam hatimu.
“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
Roma 10:17 (TB).

Apa yang mungkin Anda ketahui tentang Tuhan, janji-janji-Nya dan subyek tentang iman, bukanlah iman yang sesungguhnya!
Iman bukan masalah mental.
Iman sesuatu yang rohani.
Iman itu dari hati, bukan dari kepala.
Yesus berjalan dengan iman yang sempurna tetapi Ia melakukannya dengan mendengar dan melihat apa yang dilakukan oleh Bapa.

”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
Yohanes 5:19 (TB).

Itulah kunci iman yang fresh, segar.
Jika Anda dapat “melihat” dan “mendengar”, dari Bapa, Anda percaya. Dan ”Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”
Markus 9:23 (TB).

[Repost ; “Keep Your Faith Fresh”. – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Hal-Hal Buruk Mencekam? Ini Faktanya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Hal-Hal Buruk Mencekam? Ini Faktanya!

Hidup penuh dengan tragedi dan persaingan bukan?
Itulah yang terjadi di dunia. Iblis kerap memanfaatkan hal-hal yang dibungkus dengan nama ‘tragedi’ untuk meneror orang-orang yang percaya Tuhan, agar berkecil hati lalu putus asa.
Terbawa emosi yang dibangun iblis, seolah-olah malapetaka yang akan terjadi.

Pada kenyataannya, apa yang terjadi kerap berbeda dengan apa yang kita khawatirkan. Ketakutan membuat kita meng-entertain kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi….
Semakin fokus kepadanya, itulah yang akan terjadi.
Bukankah prinsipnya, terjadilah menurut imanmu?
Kita melihat apa yang ingin kita lihat.

Semakin fokus pada hal-hal buruk, berbagai berita dan keadaan seolah mendukung kemungkinan terjadinya malapetaka. Semakin nyata terlihat.
Stress, bingung, galau pun menguasai hidup kita.
Tekanan darah naik, kesehatan pun kian menurun.
Familiar dengan kisah ini?

Padahal sumber berkat kita yang sejati adalah Tuhan.
Tidak ada seorang pun yang dapat mencuri berkat yang Tuhan sediakan bagi kita, asalkan posisi kita tetap di dalam Allah.

Bayangkan posisi kita saat berada di dalam pesawat terbang. Itulah gambaran yang paling simple tentang posisi kita yang dibenarkan oleh Allah dan tetap di dalam Dia.

Selama kita tetap di dalam pesawat, – hidup dengan cara mengikuti hukum-hukum-Nya dan terus bergantung kepada-Nya – , kita bisa terbang tinggi, naik ke ketinggian yang tidak bisa kita capai secara natural.
Ketinggian itu bisa kita capai, bukan karena kehebatan atau kemampuan kita, melainkan karena Allah yang membawa kita naik. Pesawat (Allah) yang membuat kita naik.
Selama kita tetap di dalam pesawat, semua aman.

Namun ketika kita mulai hidup menurut kemauan sendiri, terpengaruh dengan kebiasaan dunia, ibarat kita keluar dari pesawat terbang.
Jika ingin naik ke tempat yang tinggi, ke Gunung Semeru, misalnya, maka kita harus hiking…. Mendaki dengan susah payah, penuh keringat. Mengandalkan kekuatan sendiri.


Tahukah kita definisi lain dosa, yang baru saja saya pelajari?

Inti dosa adalah pergeseran dari kehidupan yang berfokus kepada Allah, kepada kehidupan yang berpusat pada diri sendiri.

Ternyata dosa bukan sekedar berzinah, mencuri atau membunuh, tetapi hidup yang berpusatkan pada diri sendiri itu pun dosa. Karena tanpa disadari, kita mengandalkan kekuatan diri sendiri.
Itu bukan rancangan Allah dalam menciptakan manusia.

Kita diciptakan untuk membangun hubungan dengan secara pribadi dengan Allah. Ini bagian vitalnya. Kita mengikuti arahan-Nya setiap hari, setiap saat terkoneksi dengan-Nya supaya kita bisa mengikuti arahan GPS Allah, melangkah sesuai kehendak-Nya.
Menjadikan Allah pusat kehidupan kita.

Nach agar bisa selamat, mengalami surga di bumi dan mendapatkan jaminan surga di kekekalan, kita harus menerima Tuhan sebagai Juruselamat pribadi serta kembali kepada kehidupan yang berpusat kepada Allah.

Arti lain dari bertobat adalah berbalik dari kehidupan yang berpusat pada diri sendiri, kepada hidup yang berpusat kepada Allah.

Jika kita berbuat demikian, maka Allah dapat mewujudkan rencana-Nya melalui kita, rencana yang sudah dimiliki-Nya sejak sebelum dunia dijadikan.


Kebenarannya, Tuhan menggunakan kekecewaan-kekecewaan, penundaan, langkah mudur, putar balik dalam hidup kita, untuk membawa kita bergerak kepada tujuan hidup kita – God uses disappointments, delays, setbacks, detours to move us into our purpose” – Joel Osteen.

Hidup itu bukan jalan toll, atau langit yang senantiasa biru…
Namun Joel Osteen menegaskan, bahkan hal-hal yang kelihatannya buruk, di tangan Tuhan dibuatnya menjadi sarana untuk membawa kita mencapai tujuan hidup yang sudah Tuhan rancangkan sejak semula.

Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia, yaitu bagi kita yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Apakah hal-hal buruk itu memang diatur Tuhan?
Tentu tidak!
Sebagian karena si musuh yang merencanakan untuk menjegal langkah kita, sebagian lagi akibat kesalahan kita dalam mengambil keputusan, karena manusia punya kehendak bebas alias Free Will. Sehingga Tuhan harus menyelamatkan kita, jika kita bersedia menyerahkan permasalahan ke dalam tangan-Nya.
Tuhan tidak pernah memaksa.

Tetapi ingat, Tuhan tidak pernah merancangkan yang jahat.
Prinsipnya jelas, yang jahat dari iblis dan yang baik dari Tuhan.

Tentunya kita tidak perlu galau lagi bukan?
Mari fokus membangun hidup yang berpusat kepada-Nya, maka setiap aspek hidup kita, akan berada di tempat yang seharusnya.

Let go of all your fears and worries and let God take over. Giving up control can be difficult but the changes you see in your life with be worth it. – Lisa Rusczyk.

Lepaskan semua ketakutan dan kekhawatiran, biarkan Tuhan mengambil alih. Menyerahkan kendali bisa jadi sulit, tetapi perubahan yang Anda lihat dalam kehidupan Anda, sungguh sepadan. – Lisa Rusczyk.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Anjing yang Terluka.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Anjing yang Terluka.”

Bertahun-tahun yang lalu di Chili, saya dan keluarga sedang berjalan pulang pada malam hari dari sebuah pertemuan gereja. Sekitar satu blok di depan, kami melihat seekor anjing berlari ke jalan dan tertabrak mobil. Anjing itu melanjutkan perjalanannya, dengan tertatih-tatih, menuju ke sisi jalan lainnya lalu ambruk di trotoar.

Ketika semakin dekat, saya mempertimbangkan bagaimana caranya bisa membantu anjing itu. Sementara kami masih berada agak jauh, seorang pria lain menghampiri anjing itu dan mengulurkan tangannya untuk menghiburnya. Anjing itu menggigitnya dan menolak bantuannya. Anjing itu nampak jelas sedang terluka, merasa bingung dan takut pada semua orang pada saat itu. Karena semakin banyak orang berkumpul, kami memutuskan untuk berbelok ke arah rumah kami dan meneruskan perjalanan.

Ketika merenungkan apa yang saya saksikan, saya menyadari, pelayanan pun kerap seperti peristiwa menghadapi anjing yang terluka. Kami menawarkan Firman Kehidupan kepada mereka yang terluka, tetapi yang sering kami terima, adalah tanggapan negatif bahkan kasar.

Seperti pepatah lama, “orang yang sakit, akan menyakiti orang lain.” Kita tidak tahu, masalah apa saja yang telah membentuk kehidupan seseorang. Mungkin ada pelecehan, rasa bersalah, masalah fisik, masalah emosional dan sakit hati. Terkadang reaksi negatif terhadap pertolongan yang kita tawarkan, tidak berarti mereka menolak Injil. Bisa saja artinya mereka sekedar merasa bingung dan takut.

Yesus datang untuk membalut orang-orang yang patah hati (Lukas 4:18), tetapi banyak yang menanggapi Yesus melalui filter budaya, politik, skandal gereja, dll. Mereka mungkin tidak melihat apa yang kita tawarkan sebagai bantuan yang tulus. Kita harus belajar bersabar dengan mereka yang membutuhkan Yesus. Berdoa untuk mereka. Bersikap baiklah terhadap mereka. Percayalah, bahkan setetes kasih Tuhan yang disalurkan melalui kita, dapat melembutkan hati mereka. Sementara, sebagian dari mereka merasa haus akan kehidupan baru, yang lain terluka dan bingung. Kita harus belajar untuk mengasihi, terlepas dari kemungkinan reaksi yang akan kita terima. Kita tidak pernah tahu apa yang bisa menyentuh hati mereka yang terluka.

“Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;”
Mazmur 147:3 (TB).

[Repost ; “The Injured Dog”. – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Mengalami Tuhan – Apa Kehendak Tuhan Bagi Hidupku? Ini Jawabannya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Kehendak Tuhan Bagi Hidupku? Ini Jawabannya!

Setiap kita sadar, jika kita bisa menggenapi rencana Tuhan dalam hidup kita, di situlah letaknya kepuasan dan sukacita hidup yang sempurna.
Idaman setiap insan manusia.

Masalahnya, bagaimana bisa menemukannya?
Kita sudah berdoa, bertanya kepada Tuhan bahkan melakukan yang terbaik yang kita bisa dan yang menurut pemikiran kita itu ‘kehendak Tuhan’, tetapi ujungnya justru mengalami jalan buntu.
Kuldesak, kata Orang Perancis!
Oh…..


“Jika kalian menanyakan pertanyaan yang salah, kalian akan mendapat jawaban yang salah,” ujar Gaines S. Dobbins.

“Apa kehendak Allah bagi hidupku?”, bukan pertanyaan yang bagus. Pusatnya adalah aku.
Pertanyaan yang tepat, seharusnya,
“Apa kehendak Allah?”
Allah yang menjadi pusatnya, kita mengikutinya.

Begitu saya tahu kehendak Allah, maka saya dapat mengikutinya, menyesuaikan hidup saya kepada jalan-jalan-Nya dan tujuan Tuhan dalam skala besar.
Big Picture Tuhan.

Bagaimana dengan tujuan hidupku?
Saya menggabungkan diri dalam proyek besarnya Allah, melakukan bagian yang saya bisa sesuai dengan tuntunan Allah, mungkin melakukan bagian yang kelihatannya kecil, tetapi ketika disertai Allah, yang kecil pun menjadi penting.
Nach dengan cara demikian, di samping saya menjadi bagian proyek besarnya Allah, Dia akan menuntun saya menggenapi peran hidup saya di dunia ini.

Yang terpenting dalam menemukan tujuan hidup kita dan kehendak Allah bagi kita, adalah hubungan kita secara pribadi dengan Allah. Ini bagian vitalnya. Kita mengikuti arahan-Nya setiap hari, setiap saat terkoneksi dengan-Nya supaya kita bisa mengikuti arahan GPS Allah, melangkah sesuai kehendak-Nya.

Kesalahan yang kerap dibuat oleh orang-orang yang mengasihi Tuhan, mereka melihat kebutuhan, misalnya ada anak-anak kurang mampu perlu sekolah.
Lalu karena mendirikan sekolah gratis.
Itu niat bagus, tentu saja. Mereka menganggap ini ‘kehendak Tuhan’. Mereka mendirikannya, merealisasikannya menurut cara mereka sendiri, tanpa bertanya kepada Tuhan.

Cara kerja Tuhan tidak demikian.

Kita membawa kebutuhan sekolah gratis kepada Tuhan.
Kita fokus membangun hubungan dengan-Nya.
Menantikan arahan-Nya.
Kapan waktu untuk membangun?
Di mana lokasinya?
Bagaimana cara membangunnya?
Siapa yang akan membangunnya?
Biarkan Tuhan yang menentukannya, BUKAN kita.
Rencana Tuhan tidak akan direalisasikan oleh satu orang, One Man Show.
Bukan begitu.
Tuhan yang akan mengirimkan orang-orangnya, bahkan provisionnya dari Tuhan.
Kalau itu project Tuhan, maka Tuhan akan mencukupinya.


Kerap karena kita punya talenta di bidang tertentu, lalu beranggapan Tuhan ingin berkiprah di sana.
Henry T. Blackaby penulis buku “Experiencing God”, menampik hal itu.
Fokus pada bakat alami, menyeret pada pemusatan terhadap diri sendiri, dan bukan kepada Allah!

Relationship dengan Tuhan, kuncinya.
Bukan talenta atau kemampuan alami kita. Tuhan memberi BAKAT ROHANI untuk menyelesaikan tugas-Nya.

Bakat rohani adalah pernyataan Tuhan yang bekerja melalui seseorang, agar mengerjakan tugas pemberian Allah. Biasanya orang itu tidak tahu bakat rohaninya, sebelum ia mendapat tugas dari Tuhan.

Membaca kesukaan saya sejak kecil. Ketika mulai mengenal-Nya, Tuhan menarik perhatian saya untuk membaca dan menggali buku-buku tentang Tuhan. Saya haus untuk mengenal-Nya dan terus membangun hubungan dengan Tuhan, sesuai dengan pemahaman saya saat itu.
Tapi sekedar untuk diri sendiri atau sekedar bercerita dengan teman-teman dekat saja. Tidak banyak teman yang suka membaca, saat saya di Solo.

Suatu ketika Tuhan mendorong P. Indra ingin pindah Surabaya. Ternyata Tuhan punya rencana khusus. Di MDC Surabaya saya baru sadar bahwa saya bisa dan suka menulis, karena diberi kesempatan. Buku-buku yang sudah saya baca selama bertahun-tahun, sekarang berguna menjadi bahan tulisan untuk warta jemaat.
Saya bergabung dalam project Tuhan, tanpa saya sadari.
Ketika membagikan apa yang saya miliki, Tuhan menambahkan lagi bahan-bahan untuk tulisan. Bahkan kerapkali Tuhan yang menarik perhatian saya pada berbagai bahan yang berlainan, untuk mengungkapkan isi hati-Nya.

Apakah kebetulan kami ke MDC Surabaya?
Tidak! Beberapa tahun sebelumnya secara ‘kebetulan’, P. Andreas Rahardjo, senior pastor MDC Surabaya, bertemu dengan Christian, putra saya yang berusia 12 tahun sedang sekolah, di Brisbane, Australia. Sama-sama suka golf, P. Andreas ingin berkenalan dengan ortu Christian dan mengunjungi kami di Kota Solo.
Tuhan sudah mempersiapkan dan mengarahkan jalannya.

God sets a time and has a purpose for everything that He does. There is nothing happens just accidentally to those who love The Lord and are called according to His calling – William Branham.

Tuhan menetapkan waktu dan memiliki tujuan untuk segala sesuatu yang Dia lakukan. Tidak ada yang terjadi hanya secara kebetulan bagi mereka yang menyintai Tuhan dan dipanggil sesuai panggilan-Nya – William Branham.


Sebagai orang yang percaya Tuhan, setiap kita tahu, bahwa Tuhan ingin kita diberkati untuk menjadi berkat bagi orang lain.
Ketika pindah Surabaya, saya mulai mengenal Pondok Hayat dan Sekolah Pelita Permai. Saya pun join menjadi donatur. Tidak besar tapi konsisten.

Lama kelamaan terbuka kesempatan untuk mengenal B. Liana dan B. Monica dengan lebih dekat. Paham visi mereka, perkembangan pelayanannya dsb.
Sungguh bersukacita ternyata tanpa sadar, saya telah menjadi bagian kecil dari project Tuhan menyelamatkan anak-anak yang nyaris di aborsi (Pondok Hayat) dan menolong anak-anak kurang mampu bersekolah melalui Sekolah Gratis Pelita Permai.

Ketika pandemi, anak-anak Pondok Hayat butuh laptop dan HP supaya bisa sekolah secara online. Saya menuliskannya di Seruput Kopi Cantik.
Demikian pula saat Sekolah Pelita Permai butuh gedung untuk anak-anak bersekolah secara tatap muka setelah pandemi.
Semua saling berkaitan dan saling mendukung.
Sesuatu yang tidak pernah disangka, ketekunan menulis Seruput Kopi Cantik selama bertahun-tahun, sekarang ada manfaatnya.

Siapa yang bisa mengaturnya?
Hanya Allah!
PROVIDENSIA DEI alias Penyelenggaraan Illahi terjadi.

Setelah berjalan sekian jauh, sekarang saya sadar. Tuhan sudah menuntun saya berjalan dalam kehendak-Nya sekian lama.
Saya berada di tengah-tengah kehendak Tuhan. Inilah yang Tuhan inginkan dalam hidup saya.
Tugas saya hanya mengikuti arahannya langkah demi langkah sambil terus melihat, pintu mana yang Tuhan bukakan. Atau bahan apa yang Tuhan sediakan, maka saya menuliskannya sebaik mungkin.

Prinsip yang berulangkali saya tulis,
Jika hidup memberimu jeruk, buatlah limun.
Quotes Zig Ziglar ini menjadi pegangan saya dalam mengikuti Tuhan.


Perjalanan hidup berlanjut, membawa saya Sekolah di Charis.
Pemahaman tentang Tuhan makin berkembang mendalam, tujuan hidup serta keteladanan saya temukan di sana.
Bahan-bahan tulisan pun kian beraneka ragam karena sekolah.
Tuhan yang menyediakan dengan membawa saya dari satu tempat ke tempat lain.
Pindah ke berbagai kota, membuka kesempatan mengenal banyak orang dari berbagai kalangan.
Saya hanya setia mengerjakan apa yang saya bisa dan ternyata, melalui tulisan, Tuhan membukakan kesempatan-kesempatan yang lebih luas, dampak yang lebih mendalam.

Beberapa hari lalu, saya menulis kisah Sekolah Pelita Permai:
https://yennyindra.com/2022/05/tuhan-yang-selalu-bisa-diandalkan-ini-buktinya/

Oleh rekan Bu Liana diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan dikirimkan pada seseorang di Singapura. Oleh orang tsb. artikel tentang Sekolah Pelita Permai di-submit untuk diterbitkan di Methodist Newsletter.

Saya melakukan bagian saya, B. Liana melakukan bagiannya, demikian juga teman B. Liana dan temannya yang Singaporeans. Siapa yang meramu semuanya? Tuhan!

PROVIDENSIA DEI alias Penyelenggaraan Illahi terjadi.


Di Sekolah Charis level 3, kami diwajibkan presentasi project sesuai ide masing-masing.
Project saya tereliminasi.
Hanya 6 project yang terpilih setelah didoakan, dipertimbangkan dan melalui proses voting.

Yang tidak terpilih, memilih dari pilihan 1 sd 6, mana project yang paling diminatinya sesuai urutannya.
Sementara teman-teman yang projectnya terpilih, akan memilih teman-teman yang preferensi utamanya pada project mereka, untuk menjadi anggota team, bekerjasama mengerjakan project tsb.
Sekarang masih dalam proses pemilihan.

Saya tidak tahu, akan menjadi team project mana. Tetapi saya percaya, di mana pun saya nanti bergabung, itu adalah rencana Tuhan dan yang terbaik pula dari Tuhan.
Saya menetapkan hati dan menyiapkan diri, bersedia diberi tugas apa saja dan melakukan yang terbaik yang saya bisa, karena ini sesungguhnya projectnya Tuhan.

Ketika saya bersedia tunduk, taat, belajar, merendahkan diri pada otoritas yang Tuhan tentukan, inilah saat saya dibentuk oleh Tuhan menjadi pribadi yang diinginkan-Nya. Tuhan menggunakan masa kini yang saya alami, untuk membentuk pribadi serta karakter saya, sebagai bekal bagi tugas saya di masa depan, baik di dunia mau pun di kekekalan kelak.

Untuk masa depan, bisa saja tugas berikutnya tetap di project ini, dengan mengemban peran yang lebih besar, misalnya, atau Tuhan menghendaki saya melangkah keluar untuk mengerjakan tugas lainnya.
Itu sepenuhnya wewenang Tuhan.

Bagian saya hanyalah taat, dari hari ke hari, membangun hubungan dengan-Nya serta mengikuti arahan-Nya.
Inilah penerapan pelajaran dari Henry T. Blackaby tentang bagaimana menemukan kehendak Allah bagi kita serta menghidupinya.

Praktik yuk….
Mari kita pusatkan hidup kepada Tuhan dan menggenapi rencana-Nya!

“You cannot stay where you are and go with God. You cannot continue doing things your way and accomplish God’s purpose in His ways. Your thinking cannot come close to God’s thoughts. For you to do the will of God, you must adjust your life to Him, His purposes, and His ways” – Henry T. Blackaby.

Anda tidak dapat tinggal di mana Anda berada sekarang, sekaligus pergi mengikuti Tuhan. Anda tidak dapat terus melakukan hal-hal dengan cara Anda yang lama, dan ingin mencapai tujuan Tuhan dengan cara-Nya. Pemikiran Anda berbeda, bahkan tidak dapat mendekati pikiran Tuhan. Agar dapat melakukan kehendak Tuhan, Anda harus menyesuaikan diri dengan hidup bagi-Nya, mengarah pada tujuan-Nya, dan mengikuti jalan-jalan-Nya” – Henry T. Blackaby.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“FONDASI.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“FONDASI.”

Kita semua harus tahu bahwa sebuah bangunan hanya sekuat fondasi yang menopangnya. Fondasi menentukan kemungkinan ukuran dan tinggi struktur. Sebuah bangunan indah yang memiliki fondasi yang lemah akan runtuh pada waktunya.

Sayangnya, kita hidup dalam masyarakat dengan fondasi yang selalu berubah. Kita dibombardir setiap hari dengan “kebenaran baru.” Apa yang disebut kebenaran ini berasal dari dunia sains, politik, Hollywood, Wall Street, “pakar” iklim, dan kedokteran.

Bisakah kita membangun hidup kita di atas “kebenaran” semu dan perasaan masyarakat yang terus berubah? Jelas tidak! Tetapi banyak yang melakukannya.

“Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.”
1 Korintus 3:11 (TB).

Satu-satunya fondasi masyarakat agar dapat berdiri teguh adalah Yesus. Tapi bukan hanya pengetahuan tentang Yesus atau doktrin Alkitab yang baik. Terlalu sering kita mengganti pengetahuan tentang Tuhan dengan hubungan dengan Tuhan. Bahkan pengetahuan yang benar pun, tidak dapat menggantikan pentingnya mendengarkan Dia setiap hari. Hanya dengan mendengarkan Dia, akan tercipta fondasi yang dapat menahan gempuran serangan dunia.

Salah satu cara untuk memeriksa fondasi kita, dengan cara memperhatikan bagaimana kita bereaksi terhadap keadaan, berita buruk, orang-orang yang sulit, cuaca, dll. Reaksi kita berasal dari fondasi yang ada di dalam kita. Bukan dari fondasi yang kita “pikir” kita miliki, tetapi dari mana kita benar-benar hidup.

Apa tanggapan Anda terhadap laporan negatif dokter?
Itulah fondasi Anda.
Apa tanggapan Anda terhadap perubahan di lingkungan kerja Anda?
Bagaimana Anda menangani orang yang mungkin mengatakan hal-hal buruk kepada Anda?
Dalam berbagai keadaan ini, fondasi sejati kita, terungkap. Mungkin kita berkata bahwa Yesus-lah batu karang kehidupan kita, tetapi apakah kita benar-benar bertindak seperti itu?
Jika dokter memberi Anda laporan buruk, apakah Firman Tuhan bangkit dari dalam hati Anda?
Ataukah Anda merasa putus asa dan tidak berdaya?

Beberapa kemenangan terbesar saya, terjadi ketika saya mendengar laporan negatif dokter, lalu Roh Tuhan bangkit dalam diri saya dan berkata “tidak!”
Landasan saya bukan hanya doktrin.
Saya sepenuhnya diyakinkan oleh kebaikan serta janji-janji Tuhan.
Fondasi yang saya miliki, memberi saya kemenangan.

“Ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.”
Lukas 6:48 TB

[Repost ; “Foundations”. – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 190 191 192 193 194 416