Articles

JANGAN BUKA CELAH…

Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra

JANGAN BUKA CELAH…

Yohanes 14:21 AMPC
“Orang yang memiliki perintah-perintah-Ku dan memeliharanya adalah orang yang mengasihi Aku; dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku, dan Aku akan mengasihi dia dan akan menunjukkan diri-Ku kepadanya. [Aku akan membiarkan diri-Ku terlihat jelas olehnya dan menjadikan diri-Ku nyata baginya.]”

Mengapa kesembuhan belum termanifestasi dan berkat seolah tidak mengalir, padahal kita sudah memperkatakan Firman Tuhan?

Firman adalah sumber kehidupan kita.

Amsal 4:20-22 berkata,
“Hai anakku, perhatikanlah perkataanku… Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.”

Karena itu kita memperkatakan ayat-ayat kesembuhan, kelimpahan, perlindungan, dan janji-janji Tuhan. Kita merenungkannya sampai Firman memenuhi hati dan memperbarui pikiran kita.

Tetapi jangan berhenti di sana.

Setelah memperkatakan Firman, belajarlah diam dan dengarkan tuntunan Roh Kudus.

Roma 8:14 berkata, “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.”

Mungkin kita sedang percaya Tuhan untuk kesembuhan, tetapi Roh Kudus mengingatkan supaya beristirahat. Kita percaya untuk kelimpahan, tetapi Dia menunjukkan keputusan finansial yang harus diperbaiki. Kita berdoa agar keadaan berubah, tetapi Roh Kudus justru menunjukkan sikap hati yang perlu dibereskan.

Salah satu hal yang sering dianggap sepele adalah strife: pertengkaran, perselisihan, iri hati, dan kepahitan.

Yakobus 3:16 berkata,
“Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.”

Perhatikan: every evil work.

Strife bukan perkara kecil.

Bukan berarti Tuhan berkata, “Karena kamu bertengkar, Aku tidak mau memberkatimu.” Kasih karunia Tuhan tidak diberikan berdasarkan kesempurnaan perilaku kita. Yesus sudah membayar semuanya.

Namun ketika kita terus memelihara strife, kita sedang berjalan berlawanan dengan Firman dan membuka ruang bagi kekacauan. Kita memberi celah kepada iblis untuk memporakporandakan kehidupan kita.

Efesus 4:26-27 memperingatkan,
“Janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.”

Neither give place to the devil.

Artinya ada place yang jangan kita berikan.

Iblis memang berjalan berkeliling seperti singa yang mengaum mencari orang yang dapat ditelannya. Tetapi 1 Petrus 5:9 tidak menyuruh kita takut kepadanya. Justru dikatakan,

“Lawanlah dia dengan iman yang teguh.”

Jadi jangan hidup dengan kesadaran bahwa setan selalu mengawasi kita. Hiduplah dengan kesadaran bahwa Tuhan ada di dalam kita dan kita memiliki otoritas di dalam Kristus.

Musuh bukan pusat perhatian kita. Kristuslah pusat perhatian kita.

Ada orang berkata, “Kalau hidup kita mulus-mulus saja, mungkin karena kita berjalan searah dengan setan sehingga tidak perlu diganggu.”

Kita perlu berhati-hati dengan pemikiran seperti itu.

Yesus memang berkata, “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yohanes 16:33)

Tetapi kehidupan yang damai bukan bukti bahwa seseorang berjalan bersama setan. Amsal 3:17 justru menggambarkan jalan hikmat sebagai “jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera.”

Yang perlu kita lakukan bukan mencari-cari serangan musuh, tetapi menutup setiap celah dan hidup selaras dengan Firman.

Salah satu cara terpenting adalah walking in love.

Galatia 5:6 mengatakan,
“Faith which worketh by love.”

Iman bekerja melalui kasih.

Walking in love bukan harga yang kita bayar supaya Tuhan mau memberkati kita. Kita berjalan dalam kasih karena itulah natur kehidupan baru kita di dalam Kristus.

Ketika hati bebas dari strife, kepahitan, dan iri hati, energi kita tidak habis untuk memadamkan kebakaran yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

Energi, waktu, dan perhatian kita dapat dipakai untuk mengerjakan apa yang Tuhan percayakan kepada kita.

Itulah kehidupan yang efektif.

Bukan sibuk melawan setan sepanjang hari, tetapi sibuk berjalan bersama Tuhan.

Firman memenuhi hati kita.
Roh Kudus memimpin langkah kita.
Kasih menentukan respons kita.
Dan kita menolak memberikan tempat kepada musuh.

Ketika hidup semakin selaras dengan Firman, kita semakin bebas menikmati apa yang sudah Tuhan sediakan dan semakin efektif menjadi terang dan garam dunia.

Jadi setelah memperkatakan janji Tuhan, jangan hanya bertanya,

“Kapan manifestasinya?”

Tanyakan juga,

“Roh Kudus, apa langkahku selanjutnya?”

Lalu dengarkan.

Ketika Dia menunjukkan sesuatu, lakukan.

Firman memberi arah. Roh Kudus memimpin langkah. Kasih menjaga jalan kita tetap bersih.

“Walking in love is the way to victory.” -Kenneth E. Hagin.

“Berjalan dalam kasih adalah jalan menuju kemenangan.”- Kenneth E. Hagin.

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

“Musuh tidak selalu membutuhkan pintu yang terbuka lebar. Sebuah celah cukup. Tutup dengan kasih, jaga dengan Firman.”

“The enemy doesn’t always need a wide-open door. A foothold is enough. Close it with love, guard it with the Word.” – Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Rahasia Michelangelo & Patung Daud”
Apa Yang Terjadi Di Hadirat Tuhan?
Gambaran Kasih Allah, Bapa Yang Peduli….