Articles

Seperti Apa Tuhan yang Kita Kenal?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Seperti Apa Tuhan yang Kita Kenal?

A.W. Tozer pernah mengatakan sesuatu yang membuat saya berpikir.

*Kondisi moral sebuah bangsa akan mengikuti konsep bangsa itu tentang Tuhan. Tetapi ada kebenaran lain yang tidak kalah penting: ketika umat Tuhan mulai mempunyai pengertian yang keliru dan tidak memadai tentang siapa Tuhan, kemerosotan pun dimulai.*

Mak jleb!

Ternyata cara kita memandang Tuhan akan menentukan cara kita menjalani kehidupan.

Kalau kita membayangkan Tuhan sebagai Pribadi yang mudah marah, kita akan hidup dalam ketakutan.

Kalau kita berpikir Tuhan memberi penyakit untuk mengajar kita sesuatu, kita akan kesulitan mempercayai-Nya sebagai Penyembuh.

Kalau kita menganggap Tuhan sengaja membuat kita kekurangan supaya rendah hati, kita akan sulit percaya kepada-Nya sebagai Bapa yang menyediakan.

Kalau kita berpikir kasih Tuhan berubah mengikuti baik buruknya kelakuan kita, hubungan dengan-Nya akan seperti naik roller coaster.

Hari ini merasa Tuhan dekat.

Besok melakukan kesalahan, langsung merasa Tuhan menjauh.

Karena itu pertanyaan “Seperti apakah Tuhan?” bukan sekadar pertanyaan teologi.

Jawabannya memengaruhi seluruh kehidupan kita.

Lalu bagaimana kita mengetahui seperti apa Tuhan sebenarnya?

Di sinilah Tozer memberikan jawaban yang sangat sederhana tetapi powerful.

Lihatlah Yesus.

Yesus berkata bahwa barangsiapa telah melihat Dia, telah melihat Bapa.

Wow!

Berarti kita tidak perlu menebak-nebak karakter Tuhan.

Ingin tahu bagaimana Tuhan memandang orang sakit?

Lihat Yesus.

Orang sakit datang kepada-Nya dan Dia menyembuhkan mereka. Dia tidak pernah berkata, “Penyakit ini baik untukmu. Pertahankan supaya karaktermu bertumbuh.”

Ingin tahu bagaimana Tuhan memperlakukan orang yang gagal?

Lihat bagaimana Yesus memulihkan Petrus setelah menyangkal-Nya tiga kali.

Ingin tahu bagaimana hati Tuhan terhadap orang berdosa?

Lihat perempuan yang tertangkap berzinah. Yesus tidak menyetujui dosanya, tetapi Dia juga tidak ikut melemparinya dengan batu. Ada kasih sekaligus kebenaran.

Ingin tahu bagaimana Tuhan memandang kebutuhan manusia?

Lihat orang banyak yang kelaparan. Yesus tidak berkata bahwa kebutuhan jasmani tidak penting karena yang penting hanya rohani. Dia memberi mereka makan.

Inilah yang mengubah cara saya mengenal Tuhan.

Kita kadang membangun gambaran tentang Tuhan dari pengalaman.

Ketika doa belum terjawab, kita mulai menyimpulkan Tuhan tidak mau menjawab.

Ketika sesuatu yang buruk terjadi, kita berkata, “Mungkin Tuhan mempunyai maksud dengan memberikan ini.”

Ketika kehidupan terasa berat, tanpa sadar keadaan mulai menjadi kacamata untuk menafsirkan karakter Tuhan.

Padahal seharusnya terbalik.

Jangan menafsirkan Tuhan melalui keadaan. Tafsirkan keadaan melalui siapa Tuhan yang sudah dinyatakan kepada kita.

Pengalaman berubah.
Perasaan berubah.
Keadaan berubah.
Tetapi karakter Tuhan tidak berubah.

Tozer mengatakan, dalam Yesus pencarian manusia tentang seperti apa Allah sebenarnya telah mendapatkan jawabannya.

Yesus adalah gambaran sempurna dari Bapa.
Apa yang Yesus lakukan menunjukkan hati Bapa.
Apa yang Yesus katakan menyatakan pikiran Bapa.
Cara Yesus mengasihi menunjukkan kasih Bapa.
Cara Yesus menyembuhkan menunjukkan belas kasih Bapa.
Dan semakin kita mengenal-Nya, semakin banyak pemikiran lama tentang Tuhan yang perlu dibongkar.

Mungkin selama bertahun-tahun kita mengenal Tuhan terutama dari perkataan orang.

“Tuhan seperti ini.”

“Tuhan melakukan itu.”

“Tuhan memberikan masalah supaya…”

Tetapi kedewasaan rohani dimulai ketika kita berani bertanya:

Benarkah demikian? Apakah seperti itu yang saya lihat dalam kehidupan Yesus?

Karena iman tidak akan pernah bertumbuh melampaui pengenalan kita akan karakter Tuhan.

Sulit mempercayai seseorang yang kita curigai.

Sebaliknya, semakin kita mengenal hati-Nya, semakin mudah kita mempercayakan kehidupan kepada-Nya.

Kita tidak lagi datang kepada Tuhan sambil bertanya-tanya, “Apakah Dia sungguh baik kepada saya?”

Kita datang karena sudah mengenal jawabannya.

Dia baik.

Maka mungkin salah satu investasi terpenting dalam kehidupan bukan sekadar mengetahui lebih banyak tentang Tuhan.

Tetapi mengenal Tuhan sebagaimana Dia benar-benar ada.

Dan kalau suatu hari kita kembali bertanya,

“Seperti apakah Tuhan itu?”

Jangan menebak.

Jangan melihat keadaan.

Lihatlah Yesus.

Di sana kita menemukan jawabannya.

“What comes into our minds when we think about God is the most important thing about us.” – A.W. Tozer

“Apa yang muncul dalam pikiran kita ketika memikirkan Tuhan adalah hal terpenting tentang diri kita.” – A.W. Tozer.

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

“Masalah terbesar kita sering kali bukan tidak percaya Tuhan sanggup, tetapi belum sepenuhnya yakin bahwa Dia sungguh baik.”

“Our greatest struggle is often not believing that God can, but being fully convinced that He is truly good.” – Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Mau Terobosan Ekonomi? Ini Rahasianya!”
“Berkenan kepada Tuhan.”
Slender West Lake & Baisui Palace.