Articles

Apa Yang Terjadi Di Hadirat Tuhan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Yang Terjadi Di Hadirat Tuhan?

French philosopher and mathematician Blaise Pascal obseved thar most of our human problems come because we don’t know how to sit still one on one with God at HIS sanctuary,” demikian chat sahabat saya, P. Hadi Pandunata.

Filsuf dan matematikawan Prancis Blaise Pascal mengamati bahwa sebagian besar masalah yang dialami manusia, disebabkan karena kita tidak tahu bagaimana caranya duduk diam hanya berdua dengan Tuhan di tempat kudus-NYA.

Demikian quotes yang dikirim sahabat saya, P. Hadi Pandunata, yang medorong saya merenungkannya.
Nyaris semua orang tahu berdoa dan ada saat dalam hidupnya di mana dia berdoa. Artinya semua orang merasa ‘tahu’ bagaimana caranya berdoa…
Tetapi tidak banyak orang yang paham bagaimana caranya duduk diam di hadirat Tuhan, untuk menikmati bait-Nya, seperti pujian Raja Daud.

Kebanyakan orang menganggap berdoa itu saat datang curhat, minta ini itu, lalu amin dan pergi.
Itulah sebabnya tidak ada kelegaan, kemenangan dan sukacita yang tercipta. Bahkan dia tidak berusaha mendengar dari Tuhan.
Darimana dia tahu tuntunan Tuhan?

Boleh saja curhat dan meminta, tetapi jika kita berpikir lebih dalam, sesungguhnya, sebelum kita meminta atau curhat sesuatu, Tuhan sudah tahu.

Nyanyian Raja Daud:
Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.
Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.

Wow… Betapa dahsyat & personalnya Allah kita.

Dari pengalaman pribadi, kalau terlalu lama curhat, justru membuat saya fokus pada masalah, akibatnya masalah jadi nampak lebih besar daripada ukuran sesungguhnya.
Tambah stress jadinya…
Beban terasa lebih berat dan makin loyo…

Sekarang prefer curhat sependek mungkin, berdoa minta tuntunan-Nya, lalu segera baca firman.
Firman adalah Allah sendiri.
Saat fokus pada firman, hhhmmm… makin paham isi hati-Nya.
Kerap tiba-tiba seolah ada firman yang hidup…
Itulah suara Tuhan.
Atau tiba-tiba ada pengertian yang baru, itu juga suara Tuhan.
Ketika menenggelamkan diri dalam firman-Nya, terasa betapa dekat dan personalnya Allah kita.
So sweet…

Tidak hanya saat duduk di hadirat Tuhan, tetapi sepanjang hari firman direnungkan. Apa pun yang dilakukan, Tuhan yang menjadi pusatnya. Senantiasa melihat Tuhan di balik setiap peristiwa yang kita alami.

Senang sekali saya memutar lagu instrumental yang lembut…
Terdengar suara deburan ombak… Teringat seorang anak kecil yang berjalan di tepi pantai dengan Bapanya…
Saat jalan sulit, berbatu, Sang Bapa menggendong anaknya.
Itulah gambaran Allah dengan saya…
Ke mana pun saya pergi, Tuhan menggandeng…
Ketika perjalanan hidup sulit, berbatu, berbahaya, Allah Sang Bapa menggendong saya…
Yeaaayyyy….
Bukan saya lagi yang harus memanjat, melewati jalan berbatu tajam atau serangan ombak yang ganas, melainkan Allah.
Saya aman dalam dekapan-Nya.
Mendengarkan detak jantungnya…
Merasakan hangat pelukan-Nya…
Bilur-bilur-Nya menyembuhkanku…
Darah-Nya membasuh dosaku…
Kasih-Nya melingkupi hidupku….

Dengan ceria kami bercakap-cakap di sepanjang jalan…
Menikmati kebersamaan yang sangat berharga…
Kadang kami diam,
Merasakan, menikmati kasih tanpa kata,
Sejuta kata tersirat dibalik keheningan.
Betapa indahnya, nyaman, tenteram dan damai….

Hingga Raja Daud bernyanyi,
Lebih baik satu hari di pelataran-Mu, daripada seribu hari di tempat lain…
Memuji-Mu, menyembah-Mu, Kau Allah yang hidup…
Dan menikmati semua kemurahan-Mu.”

Mindset, pola pikir awal ketika berdoa dipenuhi ketakutan, kegalauan dan beban yang berat,
Melihat masalah bagaikan raksasa,
Namun di hadirat-Nya, cara pandang saya berubah…
Mindset baru tercipta…
Pola pikir menyesuaikan cara pandang Allah secara natural,
Allah yang berperang ganti aku.
Allah menopangku dengan tangan kanan-Nya yang membawa kemenangan.
Tidak ada yang mustahil bagi Allahku.

Ketika janji-janji-Nya diperkatakan, di deklarasikan…
Saya sedang menciptanya bersama Allah yang berdiam di dalam rohku.
Saat mempercayai janji-Nya, maka Allah menyalurkan kuasa-Nya agar janji-janji-Nya tercipta.
Manttaaaappp….

You’ve gone into my future to prepare the way,
and in kindness you follow behind me
to spare me from the harm of my past.
With your hand of love upon my life,

you impart a blessing to me.

Engkau (Tuhan) telah pergi ke masa depanku untuk mempersiapkan jalan,
dan kebaikan-Mu mengikuti di belakangku untuk menyelamatkan aku dari bahaya masa laluku.
Dengan tangan kasih-Mu atas hidupku,
Engkau memberkatiku.

Selesai berdoa, saya berjalan dengan tegap…
Penuh semangat, antusias, pikiran jernih,
Hati pun peka mendengar hikmat Tuhan.
Meski saya tidak tidak tahu apa yang akan terjadi esok,
Tetapi saya tahu Allah yang memegang masa depanku.
Maka saya menyongsong masa depan dengan penuh harapan.

Siap? Praktik saran Blaise Pascal yuk….

Prayer does change us. When we get in contact with God, it changes us. We become more like him when we spend time with him. – Father Mike

Doa mengubah kita. Ketika kita membangun hubungan dengan Tuhan, hubungan itu mengubah kita. Kita lebih menyerupai Dia, ketika kita menghabiskan waktu bersama-Nya. – Father Mike.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Apakah Kita Merasa Bebas Untuk Hidup Dalam Kelimpahan?
Not Everyone Is Your Customer
Keyakinan (Iman) Sepenuh Hati.