Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Jangan Percaya Semua yang Anda Pikirkan…..

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Jangan Percaya Semua yang Anda Pikirkan…..

Saya baru membaca ringkasan buku “Don’t Believe Everything You Think: Why Your Thinking is the Beginning & End of Suffering by Joseph Nguyen” – “Jangan Percaya Semua yang Anda Pikirkan: Mengapa Pemikiran Anda adalah Awal & Akhir Penderitaan”, dan saya tertarik untuk membahasnya.

Salah satu poinnya, pikiran bukanlah realitas atau fakta.
Pikiran kita sering mendistorsi realitas, alias mengubah atau memutar sesuatu dari keadaan aslinya.
Akibatnya, kita salah mengerti, salah memahami lalu menciptakan penderitaan yang tidak perlu. Belajar untuk melihat pikiran sebagai interpretasi daripada fakta dapat menyebabkan kejernihan mental dan kedamaian.

Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, apa yang hilang?
Kemampuan berkomunikasi langsung dengan Allah.
Nach …iblis sekarang dengan mudah menipu kita.
Caranya?
Dengan memberi persepsi yang salah.
Ketika informasi dan pemahaman kita keliru, tentu saja keputusan kita pun keliru.
Dan terjadilah kacau balau…
Iblis bertepuk tangan….

**********
Anda bukan pikiran Anda
Realisasi penting adalah kesadaran Anda terpisah dari pikiran Anda. Mengamati pikiran Anda tanpa mengidentifikasi dengan mereka menciptakan ruang untuk kebebasan dan pertumbuhan, tulis buku itu.

Setuju sekali.
Tidak semua pikiran yang ada di kepala kita, itu pikiran kita sendiri.
Si musuh kerap menawarkan pikiran-pikiran yang merusak dan sedihnya, sebagian besar orang tidak menyadari hal itu.
Bahkan ada teman yang merasa bersalah, terteror koq dia bisa memiliki pikiran seburuk itu.
Lalu bagaimana cara mengatasinya?
Answer It! Jawab…. dengan suara keras, tegaskan itu bukan pikiran kita dan kita menolak menerimanya.

Gantikan dengan pikiran Allah yang tertulis dalam firman-Nya.
Manusia diberi free will dan free choice, kita bisa memilih apa yang hendak kita pikirkan dan putuskan.
Keputusan ada di tangan kita.

**********
Poin lainnya, Kesadaran diri memberdayakan.
Memahami pola pikiran dan emosi Anda memberi Anda kekuatan untuk mengubahnya. Kesadaran diri adalah langkah pertama menuju transformasi. Cara Anda berpikir tentang peristiwa membentuk bagaimana perasaan Anda tentang peristiwa itu. Dengan mengubah perspektif, Anda dapat mengubah respons emosional Anda terhadap tantangan hidup.

Nach ….kesadaran memahami pola pikiran dan emosi, memang menolong.
Tetapi saya ingin menawarkan, dari pengalaman saya pribadi, perubahan sejati tidak bisa diusahakan dari luar. Yang dari luar hanya berubah sementara.
Saya lebih memilih perubahan dari dalam dengan menyerahkan segala permasalahan kita kepada Tuhan, lalu bergantung kepada-Nya bagaimana cara mengatasinya.

Cara praktisnya, dengan mengubah pikiran kita denhan pikiran Allah yang tertulis dalam firman-Nya.
Ketika pikiran kita berubah, maka respon kita pun otomatis berubah.
Kesabaran, kasih, kelemahlembutan itu Buah Roh, artinya buah yang dihasilkan dari hubungan pribadi kita yang intim dengan Allah. Semakin dekat dengan Tuhan, semakin kita serupa dengan Dia.

As a man thinks in his heart, do is he.
Seperti orang berpikir dalam dirinya, demikianlah dia.

Manusia dibentuk dari hasil dari pikirannya sendiri. Pikiran seperti benih yang ditanam di tanah kehidupan. Pikiran positif menghasilkan kebahagiaan dan kesuksesan, sementara pikiran negatif membawa kesulitan dan penderitaan.

Benih yang kita tanam, menentukan buahnya. Tidak mungkin biji mangga yang ditanam, lalu buahnya durian.
Itu mustahil.

Nach cara termudah untuk memperoleh buah yang diinginkan, ya dengan cara menanam benih yang sesuai dengan buahnya.

Firman Tuhan itu roh dan hidup, sifatnya kekal. Dengan menanamkan nilai-nilai yang terdapat dalam firman-Nya, kita tidak hanya sedang membangun pikiran dan karakter Tuhan, terjamin pula dampaknya kekal dan akan menciptakan masa depan yang penuh harapan.

Pikiran membentuk karakter. Berpikir jujur, berani, penuh kasih, dan pengendalian diri akan mencerminkan kualitas tersebut. Dengan tidak mudah terpancing emosi dan mengikuti pikiran sesuai Firman-Nya, hikmat Tuhan akan memimpin hidup kita.

********
Pikiran dan Pengalaman Hidup
Pikiran membentuk pengalaman hidup. Mengubah cara berpikir dapat mengubah respons emosional terhadap tantangan. Keadaan hidup adalah hasil dari pola pikir yang dipelihara. Pikiran positif menciptakan peluang, sementara pikiran negatif menimbulkan hambatan. Mengendalikan pikiran membutuhkan disiplin diri, karena setiap orang bertanggung jawab atas hidupnya. Penderitaan sering muncul dari persepsi dan makna yang keliru.

Dengan bergantung kepada Tuhan, kita bisa memiliki cara pandang dari perspektif Tuhan.
Manusia hanya bisa memandang sejauh mata memandang, dan dalam banyak hal, pengertian kita dibatasi oleh apa yang bisa ditangkap oleh pancaindra.
Sementara cara pandang dan pikiran Tuhan melampaui semua itu.

Dengan berserah, Rest in God – beristirahat dalam Tuhan, kita bisa menjalani hidup bebas stress, namun hasilnya seukuran Allah.
Hhmmmm …. menarik bukan?

Mari kita praktikkan…

The measure of intelligence is the ability to change.” – Albert Einstein

“Ukuran kecerdasan seseorang adalah kemampuannya untuk berubah.” – Albert Einstein

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Perusahaan Keluarga, Pendidikan & Suksesi…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Perusahaan Keluarga, Pendidikan & Suksesi…

If GOD does not change your situation, He will transform you THROUGH it!

Jika Tuhan tidak mengubah situasi Anda, Dia akan mengubah Anda MELALUI itu!

Dieeenk….

Kerap kita mengeluh, marah kepada Tuhan, mengapa doa tidak kunjung terjawab.
Menganggap Tuhan tidak peduli, tidak setia dan tidak sedikit yang kecewa lalu meninggalkan-Nya.

Ketika semakin dewasa rohani, kita menoleh ke belakang, ternyata karakter dan kualitas kita yang outstanding, luar biasa, tercipta saat melewati saat-saat sulit, bertahan dan jadilah kita pribadi yang ulet, tahan banting dan pantang menyerah.

Sama seperti melatih otot, tidak ada otot kuat yang terbentuk tanpa latihan beban dan tentu saja menimbulkan rasa sakit. Terus konsisten melatihnya… melawan rasa sakit, ternyata makin lama beban yang semula berat, sekarang makin ringan…
Yeeeeaaaayyy…. sudah naik kelas!
Kita bangga dengan hasil yang dicapai.

Dalam setiap bidang prosesnya sama.
Pernah dengar istilah dalam bisnis: generasi pertama membangun, generasi ke dua mengembangkan, dan generasi ke tiga menghancurkan?

Istilah“generasi pertama membangun, generasi kedua mengembangkan, dan generasi ketiga menghancurkan” sering digunakan dalam konteks bisnis keluarga dan warisan keluarga. Ini mencerminkan siklus umum yang dialami banyak perusahaan keluarga di seluruh dunia.

Generasi Pertama: Membangun
Generasi pertama biasanya adalah pendiri perusahaan atau keluarga yang memulai usaha dari nol.
Mereka bekerja keras, penuh semangat, dan rela berkorban untuk membangun bisnis.
Fokus mereka menciptakan pondasi yang kuat untuk masa depan.

Generasi Kedua: Mengembangkan.
Generasi kedua menerima warisan bisnis yang sudah terbentuk. Mereka cenderung memiliki pendidikan yang lebih baik dan akses ke teknologi baru. Fokusnya adalah mengembangkan bisnis, memperluas pasar, dan memperkenalkan inovasi.

Sedangkan Generasi Ketiga: Menghancurkan.
Why?
Generasi ketiga sering kali tumbuh dalam kenyamanan finansial. Kebanyakan dari mereka, kurang memahami kerja keras yang diperlukan untuk membangun bisnis.
Tanpa bimbingan yang baik, mereka berisiko menghabiskan atau merusak apa yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya.

Mengapa Siklus Ini Terjadi?
Beberapa alasan umum siklus ini meliputi, kurangnya pendidikan dan pelatihan bisnis untuk generasi penerus.

Konflik keluarga dan kepentingan pribadi yang bertentangan. Dan perubahan nilai-nilai dan kurangnya rasa tanggung jawab.

Jika ditelusuri ulang, mengapa generasi pertama bisa sukses?
Karena mereka bekerja keras memulai dari nol. Bahkan sebagian besar konglomerat pun memulai dari kondisi yang sangat miskin.
Tiap hari makannya hanya bubur dan ikan asin, agar hemat.

Justru tekanan inilah yang ‘memaksa’ mereka berjuang agar bertahan hidup dan meraih kemajuan. Jatuh bangun, berulangkali gagal dNan bangkit kembali, yang membuat mereka menjadi pribadi yang kuat dan tahan uji.

Sementara generasi ke tiga, generasi yang lahir dalam kenyamanan. Semua serba tersedia, bahkan memperoleh fasilitas melampaui apa yang dibutuhkan.
Akibatnya, tidak sedikit yang menghambur-hamburkan uang orangtuanya, karena merasa itu uangnya pribadi. Mengira harta orangtua adalah harta miliknya.

Sungguh menarik apa yang diajarkan Nancy Dufresne, dalam mendidik anaknya.
Dengan tegas dijelaskannya, bahwa baju, makanan dan faslitas apa pun yang dinikmati anak, adalah milik orangtuanya. Sehingga anak lebih bertanggungjawab, tahu terimakasih karena sadar dia berhutang budi pada orangtuanya.
Wow….

Terbukti tekanan, masalah, perjuangan merupakan bagian yang diperlukan dalam kehidupan. Tidak ada otot kuat tercipta, tanpa latihan beban yang berat.

Itulah sebabnya, kadang Tuhan tidak menolong kita agar terlepas dari tantangan dan persoalan yang kita hadapi, sebaliknya Dia menguatkan, memberikan pewahyuan, mempertemukan kita dengan ‘pelatih kehidupan’ agar kita mampu melewatinya menjadi pemenang dan menjadi pribadi yang tangguh. Naik level, makin terampil.
Sehingga kelak kita bisa membagikan pengalaman ini kepada generasi mendatang dan menjadi berkat bagi sesama.
Apa pun yang kita alami, itu masa persiapan karena Tuhan sedang mempersiapkan kita mencapai hal-hal yang besar bagi kemuliaan-Nya.

Hidup kita menjadi demonstrasi kebaikan-kebaikan Tuhan dan apa yang bisa dicapai oleh seseorang yang sungguh-sungguh bersedia menyerahkan diri dan diproses, dari batu yang buruk rupa menjadi ‘permata’ yang mahal.

Lalu, bagaimana cara menghindari agar generasi ke tiga bisa tetap melanjutkan bisnis keluarga yang bertahan bahkan makin sukses lagi?

Dalam hal pendidikan, ajarkan keterampilan bisnis kepada generasi berikutnya.
Tanamkan nilai-nilai kerja keras dan tanggung jawab.
Buat rencana suksesi yang jelas untuk mengelola transisi kepemimpinan.

Istilah ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak bisa dianggap remeh dan membutuhkan upaya berkelanjutan dari setiap generasi.

Warren Bennis berujar, “Pemimpin sejati tidak menciptakan pengikut, mereka menciptakan lebih banyak pemimpin.

Sementara Lee lacocca berpesan, “Anda harus memandang suksesi seperti perlombaan estafet. Penting untuk menyerahkan tongkat dengan lancar agar tim bisa terus maju.”

Mari kita mempersiapkan para pemimpin masa depan dan suksesi yang sukses!

“Succession planning is the primary job of every leader. If you don’t have a successor, you haven’t done your job as a leader.” — Jack Welch.

“Suksesi adalah pekerjaan utama setiap pemimpin. Jika Anda tidak mempersiapkan penerus, berarti Anda gagal sebagai pemimpin.” – Jack Welch.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Pelajaran Dari Kehidupan Anthony Robbins & Ayahnya…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Pelajaran Dari Kehidupan Anthony Robbins & Ayahnya…

Putri bungsu saya, Michelle, baru saja join seminar Anthony Robbins di NYC “Unleash The Power Within”. Menarik sekali ceritanya. Dan betul-betul bisa mengubah pola pikir Michelle dengan cara pandang yang baru.

Memancing rasa penasaran saya untuk menggali, mengapa Tonny Robbins bisa sedemikian hebat. Meski sesungguhnya saya sudah membaca buku-bukunya puluhan tahun lalu.

Dan apa yang diceritakan Tonny Robbins tentang masa lalunya, membuat saya terperangah.

Kisah hidup Tony Robbins merupakan bukti nyata transformasi dari kesulitan menuju keberhasilan.
Lahir dalam keluarga miskin, Tony tumbuh dengan empat ayah tiri yang berbeda dan seorang ibu yang bermasalah dengan alkohol serta kekerasan.

Sejak kecil, ia sering menghadapi situasi sulit, seperti kelaparan dan konflik keluarga. Namun, pengalaman ini membentuk tekadnya untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Saat Tony berusia 11 tahun, keluarganya sedang kekurangan makanan pada Hari Thanksgiving, seorang pria asing datang membawa kantong penuh bahan makanan.
Bagi Tony, momen ini memberi harapan bahwa kebaikan masih ada di dunia.
Namun, ayahnya melihat bantuan itu sebagai penghinaan terhadap harga dirinya.
Perbedaan pandangan ini menyoroti dua respons yang sangat kontras terhadap kesulitan: penghargaan versus penolakan.
Pengalaman tidak menyenangkan ini justru mendorong Tony belajar fokus pada rasa syukur dan peluang, bukan rasa malu. Bantuan tak terduga, pertanda Tuhan itu peduli. Harapan bagi masa depan masih ada.

Kejadian itu menjadi pemicu pertengkaran sang ayah dengan sang ibu.
“Kamu laki-laki yang tidak berguna, tidak bisa mencukupi kebutuhan keluargamu…”, demikian kata ibu Tony dalam murkanya.

Di Usia 17 Tahun, Tony, yang saat itu bekerja sebagai tukang bersih-bersih dengan gaji $40 per minggu, memutuskan untuk menghabiskan $35 untuk menghadiri seminar Jim Rohn. *Ia terinspirasi oleh ajaran Rohn tentang tanggung jawab pribadi dan potensi manusia.*
Investasi ini menjadi titik balik dalam hidupnya, memicu minat besar untuk memahami apa yang membuat seseorang berhasil sementara yang lain gagal.

Wow…. sungguh teladan yang sangat baik. Sementara banyak orang merasa sayang membeli buku, belajar dan mengikuti seminar, justru memilih untuk menghabiskan dananya untuk sekedar makan dan bersenang-senang.

Perubahan mindset dan pola pikir ke arah yang baik itu tidak tergantikan. Dan akan membawa kita naik level yang tinggi serta berkualitas. Apalagi saat kita membangun relationship yang dekat dan intim dengan Tuhan, maka tidak ada yang mustahil bagi orang percaya.

Nach … Tony bercerita, menjelang ayahnya meninggal dunia, dia mengungkapkan hidupnya yang penuh penyesalan.
Dia berujar, “I am a bastard, – saya seorang bajingan”. Kata-kata ini mencerminkan rasa gagal dan kekecewaan yang mendalam…. namun sepanjang hidupnya, dia memilih menjadi victim – korban. Makian ibu Tony, membuatnya terluka tetapi dia memilih membiarkan dirinya terpuruk di sana. Tidak berusaha berubah.

Sebaliknya, Tony Robbins memilih jalan yang berlawanan: ia berkomitmen untuk memberi makna pada hidupnya dengan melayani orang lain dan menyebarkan pesan harapan.

Tony Robbins menjadi penulis buku terlaris, pembicara internasional, dan pelatih kehidupan. Ia telah membantu lebih dari 100 juta orang di 195 negara melalui seminar, buku, dan program pelatihannya.

Prinsip utamanya: “Rahasia kehidupan adalah memberi.” Ia percaya bahwa dengan memberi, seseorang menemukan makna sejati dalam hidup.

Hhhmmm… ternyata pepatah “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” tidaklah selalu benar.
Tony Robbins buktinya. Bahkan dia mampu menjadi pribadi yang sangat sukses dan mempengaruhi dunia, bertolak belakang dengan ayahnya. Semua tergantung pilihan masing-masing.

********
Michelle bertanya apa bedanya belajar pada motivator seperti Tony Robbins dan belajar melalui firman Tuhan?

Kita membutuhkan keduanya dan saling melengkapi.
Sesungguhnya semua ilmu pengetahuan dan buku bagus yang ditulis, hikmatnya dari Tuhan dan firman-Nya.

Guru saya, Dean Radtke, yang merupakan konsultan bisnis di tingkat dunia, menjabarkan bahwa prinsip-prinsip dari buku bisnis serta program pelatihannya yang terkenal, sumbernya Kitab Amsal yang hikmatnya dari Raja Salomo alias Raja Sulaiman, raja terkaya yang pernah hidup di dunia ini.

Guru yang lain, Billy Epperhart pemilik Wealth Builders dan berbagai bisnis lainnya, bersama Paul Milligan pengusaha sukses yang hobbinya jual beli perusahaan, mereka sebegitu suksesnya karena mampu menerjemahkan prinsip-prinsip yang Tuhan ajarkan ke dalam bisnisnya.

Nach buku-buku pengembangan diri, buku bisnis dan berbagai pengetahuan lainnya, menolong dan memudahkan kita menerapkan prinsip-prinsip firman secara praktis. Sudah dikemas sesuai situasi masa kini, lengkap dengan contoh-contoh kasusnya.

Tetapi semua ini dimulai dari luar, lalu diusahakan masuk ke dalam diri kita. Bergantung pada kekuatan dan kemampuan kita menyerapnya dan seberapa banyak bisa mengubah pola pikir dan cara pandang kita.
Dengan cara demikian, kesabaran, pengendalian diri itu diusahakan oleh kita sendiri. Biasanya tidak bertahan lama. Bisa sich sabar sementara…. dengan menekan emosi melalui pertimbangan rasional. Tetapi kemarahan yang ditekan, suatu ketika bisa meledak.

Ketika kita membangun hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan, maka Tuhan melalui firman-Nya yang akan mengubah kita secara natural dari dalam ke luar.
Why?
Karena firman Tuhan itu roh, hidup dan berkuasa mengubah kita semakin hari semakin serupa dengan-Nya.
Effortless Change tercipta. Perubahan tanpa usaha.
Kita menjadi sabar dan mampu mengendalikan diri, bukan dengan kekuatan kita sendiri, melainkan karena Tuhan yang mengerjakannya dari dalam.
Kasih, Sukacita, Damai sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan, Kesetiaan, Kelemahlembutan, Penguasaan diri adalah Buah Roh karena kita memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, semua itu muncul sebagai buahnya.

Yang ideal, kita membangun baik dari dalam mau pun dari luar.
Sehingga karakter Allah terbentuk dari dalam, dan ketrampilan menggunakan strategi yang praktis, aktual dan tepat sasaran untuk mengatasi permasalahan di jaman ini, kita pelajari dari luar ke dalam.

Mari kita menjadi pribadi bijak yang terampil baik dari luar mau pun dari dalam.
Setuju?

“Each life is made up of mistakes and learning, waiting and growing, practicing patience and being persistent. At the end of it, we must ask ourselves: Did we live for God’s glory?” – Billy Graham.

Setiap kehidupan terdiri dari kesalahan dan belajar, menunggu dan bertumbuh, berlatih kesabaran dan menjadi gigih. Pada akhirnya, kita harus bertanya pada diri sendiri: Apakah kita hidup untuk kemuliaan Allah? Billy Graham.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas
#BerkatBagiSesama

Read More
Articles

Bermasalah? Cari Tuhan, BUKAN Manusia!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Bermasalah? Cari Tuhan, BUKAN Manusia!

“Bu, bagaimana saya ini, sedang mengalami lelah “rohani”……,” ujar Bu Hetty Rasong,
“Bu Yenny, ingatkah? Waktu saya terlilit hutang Kartu Kredit 2 tahun lalu, awal saya join BBL. Tuhan sudah membebaskan saya berkat doa-doa di BBL (doa pagi Berdoa Berbahasa Lidah).

Lalu Tuhan memberikan pekerjaan menjadi pembantu. Ternyata profesi pembantu tidak “seseram” yang saya pikirkan. Hanya menemami seorang akong yang masih mandiri. Membacakan Alkitab, dan menjelaskan seperti “khotbah” kecil. Selama 6 bln saya menemai Akong, hingga Akong meninggal.

Tidak punya pekerjaan lagi, tetapi lumayanlah tidak punya hutang.

Tidak punya tempat tinggal (nebeng – nebeng di rumah jemaat gereja yang sudah spt anak saya sendiri), hingga suatu hari kehilangan motor. Pinjam motor dan motornya hilang dicuri. Selesai masalah motor.

Lalu adik saya (laki2), panggil saya untuk membantu jualan nasi goreng di rumahnya, di Bekasi. Daripada gak punya tempat tinggal, ya lumayanlah ikut adik.
Rumahnya kecil, sulit untuk ikut BBL.
Warung nasi goreng juga sepi.

Inilah Bu Yeny yang membuat sy lelah rohani.
Mau berdoa ; gak tahu mau ngomong apalagi ke Tuhan. Mau merenungkan Firman meditasi juga hampa……Apa yg mesti saya sepakati dg Tuhan….
1. Usia sdh 56 th
2. Tdk punya pekerjaan/ penghasilan.
3. Tidak punya tempat tinggal.
4. Ikut adik, tambah melas
5. Mau pelayanan / ke gereja dekat rumah gak berani Bu, karena gak punya uang utk kolekte.
(Di gereja kami, TLW, tidak ada kantong kolekte yang diedarkan. Disediakan amplop dan nomor rekening bagi yang ingin memberi persembahan).
6.Sebenarnya yg masih semangat adalah memberitakan Injil kpd orang2 yang belum kenal Yesus. Inipun perlu uang untuk jalan”

Wow….

Secara umum pikiran kita pasti, ah… Bu Hetty butuh uang. Bisa saja kirim sedikit uang, tetapi tidak.

“Bu, minggu kita ketemu ya… biar dibikinkan flyer untuk mencari pekerjaan … bisa jadi perawat orang tua. Sudah dapat tempat tinggal, makan dan biasa wifi juga,” demikian saya berpesan pada Bu Hetty.

Koq ga kasi transport ke gereja?
Iman tanpa perbuatan itu sia-sia, klo Bu Hetty memang beriman, dia akan berusaha dengan segala cara agar bisa ke gereja.

******
Ternyata Bu Hetty chat bro Denny.
Bu Hetty mengeluh,
“Hidupku sangat mengerikan saat ini. Tidak bisa deklarasi Firman Tuhan, tidak bisa merenungkan firman-Nya…. pokoknya mau mengingat Tuhan saja …. rasanya seperti “menakutkan” …..
Sungguh mengerikan hidup saya satu bulan terakhir ini. Selama menjadi orang percaya, belum pernah hati saya sedingin ini.”

Sejak B. Hetty di rumah adiknya, karena rumah kecil, dia tidak ingin mengganggu keluarga ini. Bu Hetty tidak berdoa BBL lagi… menjauh dari komunitas yang sungguh-sungguh mengejar Tuhan. Itulah sebabnya hatinya dingin.

“B. Hetty kesayangan Tuhan… abaikan pikiran yang mengintimidasi, Mat 6: 33.” bro Denny menasehati.

Di gereja, Bu Hetty didoakan bro Denny dan 3 orang kawannya. Mereka bergandengan tangan.
Doanya tentu bukan doa yang meminta-minta, tetapi doa yang penuh kuasa dan otoritas, yang memerintahkan hal-hal yang tidak diinginkan menyingkir, sebaliknya hal-hal yang diinginkan, diperintahkan untuk datang.

Yang tak terduga….beberapa hari berlalu…

“Papa Pavo (bro Denny, maksudnya), saya mendapat pekerjaan. Kuasa doa sepakat kita kemarin.”

Dan tidak tanggung-tanggung, jawaban doanya demikian dahsyat.
“Kerjanya di Sulawesi Selatan , Kab Luwuk Timur. Ada teman yang dapat tender dari Pak Prabowo, makan siang gratis. 1 Kec. 3000 kotak per hari. Saya mengawasi beberapa titik di sana. Masih bisa ikut BBL Bu. Dan akan cari murid di sana.”, demikian Bu Hetty melapor ke saya,
“Masih diizinkan pula untuk ikut Misi ke Badui dan India Utara di bln Feb 2025”

Wow….. jawaban Tuhan sungguh melampaui akal pikiran kita.
Pikiran saya mencarikan B. Hetty pekerjaan merawat orang-orang tua, tetapi Tuhan memberikan pekerjaan yang jauh lebih baik plus tetap bisa menjalankan visi ke India.

Saya belajar dari pengalaman ini, sesungguhnya setelah kita lahir baru, hubungan kita dengan Tuhan, dipulihkan seperti hubungan Adam dengan Tuhan di Taman Eden.
Apa pun kebutuhan kita, Tuhan yang mencukupinya.
Bagian kita hanyalah, Percaya Saja – Only Believe.

Tuhan sudah berkata, Serahkan segala kekuatiranmu kepada Tuhan, karena Ia yang memelihara kamu.

Klo kita kuatir, Andrew Wommack bilang, kita sombong karena tidak percaya, Tuhan mampu membereskannya.

Nach yang banyak terjadi, ketika ada kebutuhan, langsung pikirannya, siapa yang bisa dimintai pertolongan, bantuan, sumbangan, proposal dll?

Itu artinya Mengandalkan Pikiran dan Kekuatannya sendiri.
Meski pun berdoa, tapi harapannya kepada manusia dan BUKAN kepada Tuhan.

Jika Bu Hetty berharap kepada manusia, endingnya paling jadi perawat manula dan pekerjaan-pekerjaan yang umum terpikirkan oleh kita. Tentunya gak bisa cuti pelayanan ke India utara dsb.

Tetapi ketika berharap kepada Tuhan, bisa nyambung ke Proyek Presiden, Misi ke Badui dan India Utara.

Saya pun belajar….
Kepada siapa kita berharap?

God is able to do far more than we ask or imagine, according to His power at work within us.” – Ephesians 3:20

“Allah mampu melakukan jauh lebih banyak dari yang kita minta atau pikirkan, sesuai dengan kuasa-Nya yang bekerja dalam kita.” – Efesus 3:20

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Attitude is Everything.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Attitude is Everything.

Tidak ada yang bisa menghentikan seseorang dengan sikap mental yang tepat untuk mencapai tujuannya bahkan jika dia menemukan dirinya di padang gurun, dia bisa mengubahnya menjadi surga;

Sebaliknya, tidak ada di bumi yang dapat membantu seseorang dengan sikap mental yang salah, bahkan jika kita memberinya seluruh dunia, dia akan tetap kehilangannya!

Buktinya?
Tuhan menjanjikan Tanah Perjanjian, tanah yang berlimpah susu dan madunya. Bahkan sedemikian suburnya, konon hingga setandan anggur harus dipikul oleh dua orang.
Wow….

Musa mengirimkan 12 pengintai untuk melihat apa yang tersedia di Tanah Perjanjian yang dijanjikan Tuhan.

Apa yang terjadi?
10 pengintai mengakui tanah itu luar biasa baiknya.
Tetapi mereka mengeluh,
menceritakan kepadanya: “Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya.

Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.

Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut dan sepanjang tepi sungai Yordan.”

Mereka tahu betul, tanah ini sudah dijanjikan Tuhan akan diberikan kepada mereka. Jika saja mereka merenungkan, Tuhan itu tidak pernah gagal. Jika Dia berjanji, pasti sanggup menepati.
Tetapi mereka MEMILIH Tidak Sepakat dengan Tuhan!

Sebaliknya, Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!”

Hanya Yosua dan Kaleb yang MEMILIH Sepakat dengan Tuhan dan Mengandalkan-Nya!

Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.”
Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.
Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.”

Bahkan 10 pengintai itu MEMILIH melihat diri mereka seperti belalang.
Ini pilihan mereka sendiri. Sikap mental mereka.
Tidak heran, akhirnya mereka semua, para angkatan tua, semua mati di padang gurun kecuali Yosua dan Kaleb.

Sesungguhnya, mereka sendiri yang menentukan nasib dan masa depan mereka sendiri.

Sangat berbeda dengan Kaleb,
dia mengingatkan Yosua di Gilgal tentang janji Tuhan kepada Musa. Saat berusia 40 tahun, ia diutus mengintai Kanaan dan tetap setia kepada Tuhan meskipun yang lain membuat Israel tawar hati. Musa berjanji tanah yang diinjak Kaleb akan menjadi miliknya karena ketaatannya.

“Jadi sekarang, aku telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini;
pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.”

Wow….

Kini, pada usia 85, Kaleb tetap sekuat dahulu, saat berusia 40 tahun…. siap merebut tanah pegunungan yang dijanjikan Tuhan meskipun dihuni orang Enak dengan kota berkubu. Ia yakin Tuhan menyertainya untuk menghalau mereka sesuai firman-Nya.* Iman, kesetiaan, dan keberanian Kaleb tak tergoyahkan dalam janji Tuhan.

Dan Kaleb mendapatkan warisannya dengan berperang mengalahkan penduduk Hebron. Warisan harus didapat dengan usaha.

Mental dan sikap yang menentukan posisi kita.
Tuhan sudah berjanji,
“Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu.”

Seberapa tinggi kita naik, seberapa besar tanggung jawab yang hendak kita kelola, tergantung kesepakatan kita dengan Tuhan dan seberapa baik kita mampu mengelolanya.

Agar menjadi sukses, kita harus berani menerima tantangan yang datang menyertainya, dengan cara kita.
Saat dalam perjalanan mengalahkan tantangan itulah, kita mengalami Tuhan, belajar mengandalkan-Nya, berdoa, mendapatkan pewahyuan-pewahyuan melalui firman yang kita renungkan. Mengalahkan kecemasan dan membuktikan, ternyata Tuhan sedemikan dekatnya dengan kita. Di sanalah kualitas hubungan kita dengan Tuhan makin dalam, mengenal Tuhan dengan lebih baik dan makin menjadi serupa dengan-Nya.

Menarik bukan?

“God created you with a great purpose, but only you can choose whether to walk in His will or not.” – DL Moody.

“Tuhan menciptakan Anda dengan tujuan besar, tetapi hanya Anda yang bisa memilih untuk berjalan dalam kehendak-Nya atau tidak.” – DL Moody.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 55 56 57 58 59 410