Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Terus Melangkah Hingga Mencapai Kemenangan.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Terus Melangkah Hingga Mencapai Kemenangan.

Menyambung artikel kemarin tentang menetapkan tujuan, saya ingin mengulas kembali, kutipan dari Lao Tzu:
“The journey of a thousand miles begins with a single step – Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah pertama.”

Mengambil langkah pertama itu mudah. Tetapi untuk terus konsisten maju itu tidak mudah.
Perjalanan tidak selalu lancar. Kadang halangan merintangi, badai menerpa, hujan dsb.
Saat-saat berat, godaan untuk menyerah sangat masuk akal.

Menarik sekali….
Tuhan mengingatkan, apa pun yang terjadi, sesungguhnya posisi kita secara rohani, di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga. Efesus 2:6 (TB)
Artinya, ending kita menang.

Jangan khawatir tentang memiliki kekuatan untuk terus berjalan – bagian kita hanyalah fokus untuk bangkit kembali. Tuhan akan mebemui kita di sana dan memberi kekuatan untuk mengambil langkah berikutnya.
Asalkan kita terus bergantung dan melangkah bersama-Nya.
Dan setisp langkah merupakan suatu mujizat.

Saya terinspirasi sekali dengan pengajaran P. Irwan Siregar, bahwa kita tidak perlu sempurna saat berjalan bersama Yesus.
Just show up….. istilah masa kininya: pokoknya setor muka…
He…he..he…

Tuhan menghargai koq ketaatan kita!

Contohnya, Abraham. Hidupnya tidak sepenuhnya sempurna. Banyak kesalahan yang diperbuatnya.

Suatu ketika, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Kejadian 12:1 (TB)

Apa yang Abraham lakukan?
Abraham taat tetapi dia membawa pula istrinya, ayahnya dan lot keponakannya.
Blas gak sesuai yang diperintahkan Tuhan tetapi tetap pergi dan tidak pernah meoleh ke belakang, mau pun kembali ke kampung halamannya.

Ketika timbul kelaparan, Abraham dan Sarai mengungsi ke Mesir. Karena Sarai cantik, Abraham takut dibunuh jika mereka tahu Sarai itu istrinya.
Abraham bersepakat dengan Sarai berbohong bahwa Sarai itu adiknya.
Raja Mesir, Firaun, membawa Sarai ke istananya hendak dijadikan istri.
Allah yang menegur Firaun sehingga mengembalikan Sarai pada Abraham.

Tetapi Allah berkenan kepada Abraham karena ketaatannya. Bahkan dijuluki sebagai bapa orang beriman meski Abraham tidak sempurna. Dengan berjalannya waktu, Abraham makin taat dan beriman.

Demikian juga dengan kita. Datang saja dengan keadaan kita apa adanya, tetapi terus membangun hubungan intim dengan Allah seperti Abraham dengan taat dan setia.

Dengan berjalannya waktu, dalam perjalanan bersama Tuhan dan kehidupan, pribadi kita pun dibentuk semakin hari semakin dewasa dan bijak. Pengalaman membentuk kita.
Tuhan sendiri yang akan membimbing kita menuju masa depan yang penuh harapan, sesuai janji-Nya!

Desember lalu, saya betul-betul merasa lelah dan burn-out. Dikejar oleh berbagai tugas dan tanggung jawab.

Bagaimana hubungan dengan Tuhan, koq bisa burn-out?
Sejak sekolah, fokus hidup kami, para murid selalu kepada Tuhan.
Menulis, mengajar, berdiskusi dengan teman-teman selalu tentang Tuhan.

Tetapi tetap butuh waktu khusus berdua dengan Tuhan tanpa dibebani target berbagai tugas.
Tuhanlah sumber segalanya.

Akhirnya, saya memutuskan Seruput Kopi Cantik dan Gospel’s Truth, hanya muncul dari senin hingga jum’at.
Sabtu hari khusus untuk belajar dan membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, tanpa harus dikejar harus post artikel.
Minggu biasa seharian di gereja.

Ternyata perubahan ini menimbulkan semangat dan ide-ide baru. Menulis jadi lancar dan menyenangkan.

Just Show Up!
Roh Kudus akan membimbing kita melakukan penyesuaian-penyesuaian selaras dengan yang terbaik bagi kondisi kita.
Dia akan membawa kita kepada masa depan yang penuh harapan.

“God doesn’t require us to be perfect. He only asks us to follow Him with our whole hearts.” – Rick Warren.

Tuhan tidak mengharuskan kita untuk menjadi sempurna. Ia hanya meminta kita untuk mengikuti Dia dengan segenap hati.” – Rick Warren

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Mau Menetapkan Tujuan Hidup? Ini Caranya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mau Menetapkan Tujuan Hidup? Ini Caranya!

Dalam doa pagi BBL, Dhamma bercerita, pada awal desember kami menerima kertas yang di design apik, agar menuliskan harapan apa yang ingin kita doakan dan capai untuk tahun 2025.
P. Dolfi menjelaskan, terbukti banyak yang keinginan tercapai setelah menulis resolusi untuk tahun depan.

Dan Dhamma memilih tidak menuliskan apa-apa karena dia berpikir, Tuhan tahu yang terbaik.
“Klo saya menuliskan keinginan saya, kan belum tentu itu yang terbaik. Jadi lebih baik kosong saja.

Benarkah pendapat Dhamma?
Tentu saja tidak.

Artinya, Dhamma tidak memiliki visi atau tujuan yang hendak dicapai.
Apa kata Tuhan?
“Where there is no vision, the people perish – Dimana tidak ada visi, orang-orang binasa.”

Hidup itu perlu tujuan. Jika tidak ada tujuan, apa yang akan terjadi?
Lucius Annaeus Seneca berkata,
“If one does not know to which port one is sailing, no wind is favorable. – Jika seseorang tidak tahu ke pelabuhan mana ia akan berlayar, tidak ada angin yang menguntungkan.”

Dengan kata lain, Tidak Akan Pernah Sukses!

Bahkan ketika kita berdoa, penting untuk decide – memutuskan apa yang kita inginkan.

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan”, demikian janji Tuhan.

Artinya, kita harus meminta dengan jelas apa yang kita inginkan.

Timbul pertanyaan, bagaimana jika ternyata keinginan saya bukan yang terbaik dari Tuhan?
Nanti saya gak dapat yang terbaik…. gak mau dong!

Kuncinya, terletak pada hubungan pribadi yang kita bangun dengan Tuhan dari hari lepas hari.
Semakin intim hubungan kita dengan Tuhan, maka semakin selaras hubungan kita dengan Tuhan.
Tanpa disadari, keinginan kita = keinginan Tuhan.
Kan sehati….

Mungkin saja pada awalnya kita menetapkan tujuan, yang di kemudian hari ternyata bukan yang terbaik.
Jangan kuatir.
Mulai melangkah saja dengan iman, karena
“The journey of a thousand miles begins with a single step – Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah pertama.”

Ketika kita mengambil langkah pertama, sama artinya kita sudah membuka langkah pertama menuju kesuksesan.
Jika kita terus menerus berjalan bersama-Nya, Tuhan akan mengarahkan kita, meluruskan jalan kita menuju tujuan yang terbaik. Taat saja dengan hati yang tulus.

Bagaimana jika kita kurang peka mendengar-Nya sehingga salah mengartikan kehendak Tuhan?
Tenang saja, Tuhan mampu mengubah kesalahan menjadi kebaikan bagi masa depan kita.

Mengapa harus meminta dengan jelas? Bukankah Allah Mahatahu?
Allah tahu yang terbaik tetapi kita tidak.

Saat kita meminta A, maka kita tahu ketika A muncul, artinya ini yang saya minta, ini lho jalan menuju goal yang sudah saya tetapkan.
Sehingga kita tahu jalan mana yang harus kita pilih.

Dengan cara yang sama, mengapa kita perlu mengucap syukur kepada Tuhan setelah meminta sesuatu?
Untuk mengingatkan kita, yang kita minta itu A, jadi jika yang muncul itu B, berarti bukan yang kita minta.

Dengan bersyukur dan mendeklarasikan janji-janji-Nya, menyadarkan kita bahwa kita SUDAH menerima apa yang kita minta, tetapi masih on the way – dalam perjalanan sampai kita menerimanya.

Dengan demikian iman menjadi teguh dan kita bisa berdiri teguh di atas janji-Nya hingga terealisasi.

Tuhan itulah jalan dan kebenaran dan hidup. Di dalam Dia kita akan berada di jalan yang benar, menuju masa depan yang penuh damai sejahtera.

Siap? Yuk… praktik.

“People with goals succeed because they know where they’re going.” — Earl Nightingale.

“Orang-orang dengan tujuan berhasil karena mereka tahu ke mana mereka akan pergi.” — Earl Nightingale.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Serahkan Masalahmu….”

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

“Serahkan Masalahmu….”

“Terkadang engkau terjatuh, itu karena ada sesuatu di bawah sana yang harus engkau temui.”

Bukankah tidak menyenangkan saat terjatuh?
Sakit, terluka dan tidak nyaman.

Apa yang biasa kita lakukan?
Komplain, marah, mengomel, bersungut-sungut, ‘menuduh’ Tuhan tidak mengasihi, sambil berusaha membereskannya sesuai cara kita sendiri, mengikuti persepsi kita yang belum tentu benar.

Bahkan kita tidak punya waktu, untuk berhenti sejenak dan merenung, lalu bertanya,
“Tuhan, apakah ada sesuatu yang harus saya pelajari dari peristiwa ini?”

Ketika kita sibuk terus bergerak, berjalan, maka tidak lagi ada waktu untuk evaluasi diri.

Tidak ada asap, jika tidak ada api.

Jika kita tidak tahu penyebabnya, kemungkinan akan jatuh ke lubang yang sama lagi.
Atau tahu tetapi tidak bisa membereskannya.
Mengapa tidak menuruti saja perintah-Nya?

Menarik sekali, Tuhan memerintahkan kita,
“Serahkanlah segala kekhawatiranmu, masalahmu, stresmu dst kepada-Nya, sebab Tuhan yang memeliharamu.”

Tuhan tidak mengomel, menyalahkan atau membuat kita merasa bersalah, tetapi Dia hanya meminta kita mempercayai-Nya agar Dia dapat membereskan masalah kita.

Seperti seorang anak kecil yang mainannya rusak, lalu datang kepada ayahnya.
Segera dengan terampil ayahnya membenahi bagian-bagian yang rusak.
Menjelang mainan hampir selesai diperbaiki, anak kecil itu mengambil mainan dari tangan ayahnya, sambil berkata,
“Papa saya bisa menyelesaikannya!”

Tentu saja sekarang sang ayah tidak bisa menyelesaikan perbaikannya.
Sementara anak kecil itu, yang merasa tinggal bagian finishing yang mudah, saat dia mencoba membereskannya, tidak semudah yang diduganya.

Bukankah kita kerap bersikap seperti anak kecil itu?
Kita menanti jawaban doa yang tak kunjung tiba, karena sebelum selesai kita mengambilnya lagi karena tidak sabar.
Caranya?
Dengan bertindak melalui cara yang kita pikir ‘baik’, akibatnya merusak semuanya.

Ada masalah yang ketika kita berdoa, memang tidak ada sesuatu pun yang bisa kita lakukan.
Tugas kita tinggal menanti dengan percaya, – menanti dengan iman.
Dan ini tidak mudah.
Jauh lebih mudah jika kita sibuk melakulan sesuatu. Diam dan sabar butuh iman yang besar.

Bagaimana caranya agar kita bisa bersabar?
Penuhi hati dengan firman dan janji-janji-Nya.
Saat hati penuh dengan firman Tuhan, tidak ada ruang untuk keraguan.

Dia Allah yang Mahabesar. Dia tahu yang terbaik.
Dia sedang mengatur waktu yang paling tepat agar doa terjawab dengan sangat baik melampaui apa yang bisa kita minta, pikirkan mau pun kita doakan.
Dahsyat bukan?

Namun ada pula masalah, yang saat diselesaikan, perlu kita mengerjakan bagian kita.
Penuhi juga hati dengan firman dan janji-janji-Nya.
Saat membangun hubungan yang intim dengan Tuhan, kita akan peka, kapan kita harus mengerjalan sesuatu?
Apa yang harus dikerjakan?
Bagaimana cara mengerjakannya?
Dst.

Dengan demikian kita akan menjadi orang yang tepat, pada saat yang tepat, dengan cara yang tepat dan bersama Tuhan,
yang dulunya kita anggap masalah, justru sekarang menjadi berkat luar biasa yang tidak terpikirkan.

******

Di sebuah desa kecil, seorang petani yang memiliki ladang gandum subur mengalami tragedi ketika api melahap seluruh ladangnya.
Hancur dan putus asa, dia bertanya-tanya mengapa ini terjadi.
Namun, dia tetap berdoa dan percaya bahwa Tuhan memiliki rencana lebih besar.

Beberapa minggu kemudian, tim arkeolog datang ke desa tersebut. Mereka mendengar tentang ladang yang terbakar dan tertarik untuk melakukan penelitian.
Ternyata, di bawah tanah ladang yang terbakar itu, tersembunyi sisa-sisa peninggalan sejarah yang sangat berharga. Penemuan ini membuat desa kecil itu terkenal, dan pemerintah memberikan kompensasi besar kepada petani tersebut.

Tak hanya itu, ladang baru yang dibeli oleh si petani setelah insiden tersebut, ternyata jauh lebih subur daripada ladang yang sebelumnya. Panennya menjadi berlipat ganda, dan hidupnya berubah menjadi lebih baik dari yang pernah ia bayangkan

Kisah ini mengajarkan, masalah sering kali membawa berkat tak terduga, ketika kita menyerahkannya kepada Tuhan.
Dia bekerja di balik layar, mengubah malapetaka menjadi kesempatan.

Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk kebaikan mereka yang mengasihi-Nya. Tetaplah percaya, berdoa, dan bersabar, karena Tuhan selalu memiliki rencana yang lebih baik.
Siap?

“God never lets us walk alone in the storm. He is always present to turn the storm into a rainbow of blessings.” – Max Lucado.

“Tuhan tidak pernah membiarkan kita berjalan sendirian dalam badai. Dia selalu hadir untuk mengubah badai itu menjadi pelangi berkat.” – Max Lucado.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Kita Memiliki Kuasa!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Kita Memiliki Kuasa!

Pernahkah kamu merasa tak berdaya menghadapi tantangan di dunia yang jatuh ini? Apakah Tuhan meninggalkanmu tanpa kuasa? Atau mungkin suara keraguan dan ketidakpercayaan meyakinkanmu bahwa kamu tidak memiliki pilihan. Apa yang akan kamu lakukan jika kamu tahu bahwa kamu memiliki kuasa untuk mengubah hidupmu dan mempengaruhi keadaan di sekitarmu?

Jika kamu lahir baru, hatimu adalah rumah bagi kuasa Tuhan!

Sebab aku tidak malu akan Injil Kristus, karena Injil itu adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya… (Roma 1:16)

Injil yang telah mengubahmu membawa kuasa untuk mengubah mereka yang mendengarkanmu dan percaya.

Bagi Dia yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari apa yang kita minta atau pikirkan, sesuai dengan kuasa yang bekerja di dalam kita, (Ef. 3:20)

Apa itu “kuasa yang bekerja di dalam kita”? Kita bisa berbicara tentang iman, Roh Kudus, Nama Yesus, kebenaran Allah, dan banyak aspek lain dari kuasa ini. Bagaimana dengan kata-kata kita?

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. (Ams. 18:21)

Jika kamu memiliki lidah, kamu memiliki kuasa atas hidup dan mati! Ketika kamu dipenuhi dengan Roh Allah, kata-katamu membawa kuasa. Banyak dari kita telah mengalami “kematian” yang datang dari kata-kata yang menyakitkan atau kata-kata yang penuh ketakutan, tetapi kita juga bisa mengalami kemenangan, penyembuhan, kehidupan, dan damai dari berbicara kata-kata iman dan kehidupan. Kita memiliki kuasa di dalam diri kita!

Mendengar dan percaya pada kata-kata Injil membuatmu diselamatkan. Kamu mengaku Yesus dengan mulutmu (Roma 10:9-10). Itu adalah awal dari kuasa untuk hidup. Apa yang kamu lakukan dengan kata-katamu sekarang?

Begitu kita menyadari bahwa kuasa untuk menyembuhkan, untuk bebas dari ketakutan, dari depresi, dan dari kemiskinan ada di dalam diri kita, kita akan menjadi jauh lebih proaktif dalam menyatakan firman Tuhan dan melepaskan kuasa tersebut.

“Bukankah firman-Ku seperti api?” firman TUHAN, dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?” (Yer. 23:29)

Kita memiliki kuasa!
Pergunakanlah!

Jangan ubah keyakinan kita untuk mengakomodasi penderitaan dan kepahitan yang ada. Tuhan bukanlah masalahnya. Penderitaan tidak datang dari Sang pemberi kehidupan. Kita harus memahami dan percaya bahwa Tuhan telah menyediakan segala kebutuhan, dan bahwa ketika iman kita dihidupkan dengan mendengarkan Dia, kita akan memperoleh kemenangan!

Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Rm. 10:17) Tetapi Yesus menjawab, katanya: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Mat. 4:4)

Sudahkah kita hidup dari Firman?

“Faith in God’s power, working through us, is the key to living in victory.” – Andrew Murray

“Iman dalam kuasa Allah, yang bekerja melalui kita, adalah kunci untuk hidup dalam kemenangan.” – Andrew Murray

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Bagaimana Cara Mengatasi Terror Ketakutan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Bagaimana Cara Mengatasi Terror Ketakutan?

Dina begitu terteror ketakutan pada setan.
Tidur sendirian takut. Kerap ‘merasa’ melihat sesuatu dibalik gorden jendela kamarnya.
Tidak jarang terbangun di malam hari dengan berkeringat dingin. Mimpi buruk, dikejar setan. Takut celaka. Naik pesawat, kuatir pesawat jatuh.
Pesawat delay, cemas pertanda buruk apalagi saat hujan berkabut putih.
Semua serba takut….

Benarkah iblis, setan dan kawan-kawannya sehebat itu?
Sama sekali tidak!

Tuhan sudah memberi mahkota kemenangan atas segala sesuatu di dunia ini, kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya.
Karena itu Tuhan berpesan,
“Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu.”

Mengapa Tuhan berpesan demikian?
Karena tujuan setan & iblis adalah merebut mahkota kemenangan kita dengan cara menipu. Persis seperti saat menipu Hawa dan kemudian Adam ikut juga.

Iblis itu sudah dikalahkan. Senjatanya hanya satu yaitu Menipu.

Mengapa dia perlu menipu?
Karena iblis Tidak Bisa berbuat apa-apa Tanpa persetujuan kita.

Kalau kita takut, sepakat menerima tipuannya, maka mahkota kemenangan kita direbutnya dan kalah.

Kerapkali ada pikiran negatif, pikiran ketakutan yang masuk di kepala. Banyak orang yang tidak paham, mengira itu pikiran ketakutan kita.
Sesungguhnya, itu pikiran negatif, pikiran jahat yang ditawarkan oleh iblis.
Saat pikiran menakutkan muncul, itu pikiran ketakutan yang ditawarkan oleh si iblis.
Pikiran dendam, mengasihani diri sendiri, ingin membalas, padahal kita tidak memikirkannya tetapi muncul begitu saja.
Itu bukan pikiran kita sendiri.
Tergantung pilihan kita, apakah hendak diterima atau ditolak?

Jika diterima, jadilah pikiran jahat itu milik kita dan makin dipikirkan, direnungkan berulang-ulang makin merasuki
jiwa dan makin melebar ke mana-mana.

Keputusan yang cerdas, adalah menolaknya.
“Iblis enyah…. aku memiliki pikiran Allah yang suci, benar, kudus dan penuh kasih. Hikmat Allah ada padaku. Pikiran-pikiran jahat semacam itu tidak ada tempat di dalamku, karena tubuhku adalah Bait Allah. Berani-beraninya kamu mengganggu milik Allah.”

Asalkan kita hidup dengan menundukkan diri kepada Allah, lalu menjawab dan mengusirnya dengan keras dan tegas, maka iblis akan lari dari kita.

Wrong Thinking- Pikiran yang Salah adalah penyebab iblis, setan dkk bisa merasuki kehidupan kita.

Tuhan sudah mengajarkan agar kita memikirkan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Dengan menjaga pikiran agar hanya hal-hal yang baik yang boleh masuk, tentu buahnya juga kehidupan yang baik, yang membawa damai dan sukacita.
Pertanda kita berada di teritorinya Tuhan, di sana ada damai – Peace. Allah itu kasih dan pembawa damai.

Teringat sahabat saya sis Rosti yang menikah dengan pria Belanda bercerita, suami dan anak-anaknya, meski melewati kuburan di malam hari, tidak takut.
Mungkin karena mereka dibesarkan tanpa pernah ditakut-takuti oleh dongeng-dongeng nenek tua.
Sebaliknya pada jaman kami kecil dulu, sering ditakut-takuti supaya cepat tidur atau menurut pada mereka.

Kita diajar fokus pada iblis, dipenuhi ketakutan, karenanya imajinasi yang menguasai pikiran juga hal-hal yang menakutkan. Sadar iblis bukan sadar Tuhan.
Alamak……

Menarik sekali membaca kisah Smith Wigglesworth, mantan tukang ledeng yang cinta Tuhan, hidup di awal abad ke 19.
Beliau dipakai Tuhan secara luar biasa dan kerap menyembuhkan bahkan membangkitkan orang mati.

Suatu ketika beliau terbangun di malam hari, dan menyadari ada setan di kamarnya.
Apa yang beliau lakukan?
Dia tidak berdoa, berteriak atau mengusirnya.
Dia hanya berkata,
“Ah, cuma kamu…..” lalu membalikkan badannya dan tidur lagi dengan pulas.

Dibutuhkan iman yang besar dan tahu siapa identitas dirinya agar dapat bersikap seperti Smith. Si setan tidak bisa berbuat apa-apa pada orang yang tidak bisa ditipunya, bahkan tidak peduli kepadanya.
Keren ya?
Bagaimana dengan kita?

“The devil trembles when he sees the weakest saint upon their knees.” – Charles Spurgeon.

“Iblis gemetar ketika melihat orang paling lemah berlutut dalam doa.” – Charles Spurgeon.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
1 53 54 55 56 57 410