Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Rahasia Iman

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Rahasia Iman

“Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (Markus 11:24)

Janji-janji Tuhan terdengar terlalu indah untuk menjadi kenyataan. Apakah Yesus benar-benar bermaksud seperti yang Dia katakan? “Mintalah, maka kamu akan menerima, supaya sukacitamu menjadi penuh.” (Yohanes 16:24) “Karena Bapamu berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.” (Lukas 12:32)

Pikiran kita mungkin terkejut dengan implikasinya! Jika ini benar, mengapa masih ada kekurangan dalam hidup kita?

Apakah kita benar-benar memahami apa artinya berdoa dalam iman? Apa artinya percaya dan menerima? Jarak antara apa yang kita inginkan dan apa yang kita miliki ditentukan oleh iman atau ketidakpercayaan kita. Iman diaktifkan oleh mendengar firman Tuhan (Roma 10:17). Hanya mendengar Dia yang dapat membangkitkan iman yang menerima janji-janji Tuhan. “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibrani 11:1)

Dengan kata lain, satu-satunya yang menjadi penghalang antara kita dan sumber daya surga adalah iman. Dan iman datang dari mendengar Tuhan. Oleh karena itu, mendengar Tuhan (ketika Roh menghidupkan janji-janji-Nya dalam roh kita) adalah kunci untuk percaya dan menerima dari-Nya.

Manusia percaya dengan hati. Dari hatilah terpancar kehidupan. Hati kita adalah pabrik iman atau ketidakpercayaan. Kita mendengar Tuhan dengan hati kita. Dari kelimpahan hati, mulut mengucapkan. Doa adalah cara kita membawa janji yang Tuhan nyatakan dalam hati kita menjadi kenyataan dalam kehidupan kita.

Mata iman melihat penyediaan Tuhan. Kata-kata iman memanggilnya ke dalam keberadaan. Sikap iman mengucap syukur sebelum jawaban itu terwujud secara fisik. Iman membawa sumber daya surga ke dalam dunia nyata yang penuh kebutuhan.

Inilah cara Yesus melayani. “Maka kata Yesus: ‘Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat sesuatu dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal yang diajarkan Bapa kepada-Ku.'” (Yohanes 8:28)

Yesus hanya berbicara dan melakukan apa yang Dia terima dari Bapa dalam doa. Itulah rahasia iman.

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.” (Yohanes 5:19)

Apa yang kamu lihat Bapa lakukan? Apa yang Dia katakan dalam hatimu? Itulah rahasia iman.

*********

Kerapkali kita merasa beriman tetapi ternyata itu bukan iman.
Melainkan hanya pengetahuan di kepala saja.
Iman itu ada di dalam roh karena Tuhan itu roh, iman timbul ketika kita mendengar Tuhan di dalam roh kita.
Itulah sebabnya, iman pun ada di dalam roh kita.

Bagaimana caranya membedakan, apakah iman kita hanyalah iman di kepala atau sungguh-sungguh iman yang muncul dari dalam roh kita?

“It is not about what you believe, it’s about what you SAY and what you ACT ON that shows What You Believe” – Morgan Dufresne.

“Ini bukan tentang apa yang Anda percayai, ini tentang apa yang Anda KATAKAN dan apa yang Anda LAKUKAN yang menunjukkan Apa Yang Anda Percayai.” – Morgan Dufresne

Dieeenk…..

Kerap kita merasa, “Saya percaya koq saya Sudah sembuh…”

Namun pikiran kita tetap melanglang buana, bagaimana seandainya…..bla… bla… bla…
Pertanda lainnya, mengaku sudah sembuh tetapi terus mencari obat, nach sesungguhnya belum yakin sembuh.

Jika kita sungguh-sungguh percaya, perkataan dan tindakan kita akan selaras dengan apa yang kita percayai…

Makes sense?
Yuk praktik……

But someone will say, “You have faith; I have deeds.” Show me your faith without deeds, and I will show you my faith by my deeds. James 2:18 NIV.

Tetapi seseorang akan berkata, “Kamu memiliki iman; Aku memiliki perbuatan.” Tunjukkanlah imanmu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan imanku kepadamu dengan perbuatanku. Yakobus 2:18 NIV.

Sumber Barry Bennett

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN


#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Inikah Penyebab Doamu Tak Terjawab?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Inikah Penyebab Doamu Tak Terjawab?

Kerap kita bertanya-tanya, semua saran, tips, pelajaran yang kita tahu, sudah dilakukan.
Mengapa doa belum juga terjawab?

Saya belajar sesuatu yang kerapkali kita ‘miss’, kelewatan, sehingga jawaban doa belum juga termanifestasi.

Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.

Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.

Dieeeeenk….

Saya sadar sekarang.
Kita meminta berkat yang baru, tanggungjawab serta kepercayaan yang lebih besar, perusahaan yang lebih maju, pelayanan yang menjangkau lingkup lebih luas…
Semua doa ini sudah didengar Tuhan, sejak saat pertama kali kita memintanya.

Lalu apa yang kerap kita lakukan?
“Sit back & relax…”
Duduk santai dengan manisnya, menantikan jawaban doa.
Kita berpikir, sekarang tugas Tuhan menjawab doa kita…

Teringat doanya Yabes, seorang pria yang namanya berarti “kesakitan”, karena ibunya melahirkannya dengan susah payah. Padahal nama dalam budaya bangsanya, menunjukkan nubuatan akan nasibnya.

Begini doanya:
”Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan dahsyatnya: Allah mengabulkan permintaannya itu.

Membaca doa Yabes sejak bertahun-tahun lalu, saya berpikir, Allah mengabulkan permintaannya itu, INSTAN. Kesannya demikian.

Ternyata tidak.
Anggur baru – Berkat yang spektakuler itu, tidak bisa dimasukkan dan ditampung ke dalam ‘kantong kulit yang lama.’ Alias tidak bisa dikelola dengan ‘pola pikir yang lama.’

Bukan Tuhan yang harus menyediakan kantong kulit yang baru, – kapasitas baru, mindset baru – melainkan kita sendiri!

Meski berkat Tuhan bak air terjun yang mengalir siang dan malam tanpa henti, jika wadah kita hanyalah botol 1 liter, maka maksimal yang bisa ditampung cuma 1 liter.

Gubrraaaaakkkk….
Inilah penyebab doa belum terjawab!

Tuhan menanti, kapan kapasitas kita diperbesar, agar mampu mengelola jawaban doa kita sendiri. Klo tidak, berkat spektakuler itu justru dapat mencelakakan kita.

Cara mengubah mindset & kapasitas?
1. Baca dan renungkan Firman setiap hari.
2. Ganti pemikiran negatif dengan janji Tuhan.
3. Deklarasikan Firman Tuhan dengan iman, bukan berdasarkan perasaan.
4. Jangan khawatir tentang kebutuhan-percayalah Tuhan telah menyediakan.
5.Berikan dan tabur dalam Kerajaan Tuhan, karena ekonomi Tuhan berbeda dengan ekonomi dunia.
6. Fokus pada tujuan Kerajaan Tuhan, bukan hanya keinginan pribadi.
7. Lalu bertindaklah sesuai tuntunan-Nya. Iman tanpa perbuatan itu sia-sia…

Tuhan ingin kita sukses, utuh, berkelimpahan dan bahagia, melebihi keinginan kita.
Siap praktik? Yuk….

Your level of blessing is determined by your level of capacity. Expand your faith, and God will fill it.

Level berkat yang kita terima tergantung pada kapasitas kita. Perbesar imanmu, dan Tuhan akan mengisinya.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan
#MotivasiKebaikan

Read More
Articles

Bertha Benz – Menggali Harta Karun Di Dalam Kita!


Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Bertha Benz – Menggali Harta Karun Di Dalam Kita!

Di tahun 1880-an, Karl Benz adalah seorang jenius yang terjebak dalam keputusasaan. Ia menciptakan sesuatu yang belum pernah dilihat dunia: kendaraan bermotor pertama yang digerakkan bensin.

Tapi, bukannya mendapat pujian, Karl justru dicemooh. Orang-orang menyebutnya gila karena menciptakan “becak aneh” yang tak berguna. Depresi pun menyelimutinya, dan Karl mencari pelarian dalam alkohol.

Di tengah kondisi ini, ada Bertha, istrinya. Bertha adalah sosok yang luar biasa—tangguh, pintar, dan setia. Sambil merawat lima anak mereka di rumah kecil di Mannheim, ia melihat suaminya perlahan tenggelam.

Tapi Bertha tidak menyerah. Dia tahu bahwa penemuan Karl punya potensi besar, dan hanya butuh satu hal: pembuktian.

Suatu pagi, Bertha bangun dengan tekad bulat. Dia memutuskan untuk mengambil alih nasib keluarga mereka. Tanpa memberitahu Karl, dia mengambil kendaraan itu—yang dianggap orang-orang hanya mainan mewah—dan bersiap melakukan perjalanan ke rumah orang tuanya di Pforzheim, hampir 100 kilometer jauhnya.

“Buat apa kita punya penemuan ini kalau cuma diparkir di garasi?” pikirnya. “Kalau orang-orang nggak percaya sama Karl, aku yang akan membuktikannya.”

Dengan anak-anaknya membantu mendorong kendaraan keluar, Bertha memulai perjalanan. Mesin berderak pelan, dan kendaraan itu bergerak, meskipun lambat.

Di sepanjang jalan, Bertha menghadapi banyak tantangan. Tangki bahan bakar hampir kosong? Dia berhenti di apotek terdekat untuk membeli bensin—ya, dulu bensin dijual di apotek! Rem mulai aus? Dia mendatangi tukang penyamak kulit untuk menciptakan bantalan rem pertama. Ada rantai transmisi yang putus? Dia meminta bantuan pandai besi.

Bahkan, ketika saluran bahan bakar tersumbat, Bertha memperbaikinya dengan menggunakan peniti dari gaunnya!

Bayangkan, seorang wanita di abad ke-19, sendirian di jalan, memperbaiki kendaraan revolusioner di tengah tatapan bingung orang-orang. Tapi Bertha tidak gentar. Dia melanjutkan perjalanan hingga akhirnya tiba di Pforzheim menjelang malam.

Keesokan harinya, kabar tentang perjalanan Bertha mulai menyebar. Di sepanjang rute pulang, orang-orang berkumpul untuk melihat “becak aneh” itu. Mereka mulai memahami bahwa kendaraan ini bukan sekadar mainan mewah, melainkan alat transportasi yang praktis.

Setibanya di rumah, Bertha langsung menemui Karl. Dengan penuh semangat, dia menceritakan pengalamannya dan memberi masukan: tambahkan gigi tambahan agar kendaraan lebih cepat, tingkatkan rem, pasang roda keempat untuk stabilitas, dan jangan lupa filter bahan bakar. Karl mendengarkan istrinya dengan seksama—dan dari situlah, lahir mobil seperti yang kita kenal sekarang.

Perjalanan Bertha bukan hanya perjalanan fisik, tapi juga bukti cinta dan keyakinan yang tak tergoyahkan. Karena keberanian Bertha, dunia akhirnya melihat potensi penemuan Karl. Pesanan kendaraan mulai berdatangan, dan nama Benz menjadi simbol inovasi.

Kini, setiap kali kita melihat logo Mercedes-Benz, ingatlah bahwa di balik semua itu, ada seorang wanita pemberani yang tidak takut melawan dunia demi cinta dan impiannya. Bertha Benz—sang pelopor, sang legenda.

**********
Kisah di FB ini sangat menginsiprasi.
Banyak orang yang berpikir, ketika mendengar kata “MEMBERI”, langsung pikirannya tentang uang atau hal-hal yang bersifat materi.

Bertha Benz memberi kepercayaan pada karya Karl dan tidak berhenti sampai di situ, dia membantu Karl membuktikan karyanya berguna, serta memotivasinya.

Pemberian terbesar yang bisa kita berikan kepada seseorang, seringkali bukanlah uang atau materi. Namun membimbing orang itu, mempercayai prosesnya, hingga orang itu bisa menemukan harta karunnya sendiri. Karena Tuhan sudah mendepositkan ‘harta karun’ pada setiap orang sesuai rancangan-Nya yang tidak tergantikan.
Hanya dengan menggenapi rancangan-Nya, hidup kita akan penuh, utuh dan memuaskan.

Setuju?

We have this treasure in earthen vessels, that the excellence of the power may be of God and not of us.

Kita memiliki harta ini dalam bejana tanah, di mana keunggulan kuasa itu mungkin dari Tuhan dan bukan dari kita.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Pemilik atau Hanya Mengambil Bagian Saat Perlu?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Pemilik atau Hanya Mengambil Bagian Saat Perlu?

Ada perbedaan halus antara menjadi pemilik sesuatu dan mengambil bagian dalam apa yang kita miliki. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin memiliki banyak hal yang jarang kita gunakan. Kita tidak benar-benar mengambil bagian dalam kepemilikan tersebut, tetapi kita tahu di mana menemukannya ketika membutuhkannya.

Dari sekian banyak janji Tuhan, berapa banyak yang benar-benar telah kita nikmati?

Paulus memuji jemaat di Filipi karena “kamu semua turut mengambil bagian dalam kasih karunia ini bersamaku” (Filipi 1:7). Ada perbedaan antara memiliki kasih karunia dan benar-benar mengambil bagian dalam kasih karunia-Nya.

Titus 2:11 (TB) Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.

Bisa dikatakan bahwa kasih karunia Tuhan tersedia bagi semua orang, dan dalam arti tertentu, semua orang adalah pemilik anugerah ini. Tuhan tidak memperhitungkan dosa manusia (2 Korintus 5:19), dan kita hidup dalam “tahun rahmat Tuhan,” “hari keselamatan.”

Namun, hanya sedikit yang benar-benar mengambil bagian dalam kasih karunia-Nya.

Bagaimana kita mengambil bagian di dalamnya?
“Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini, di dalam mana kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan kemuliaan Allah” (Roma 5:2).

Kita mengambil bagian dalam kasih karunia melalui iman. Kita dilahirkan kembali oleh iman.
Kita menerima janji-janji-Nya melalui iman.
Kehendak Tuhan terlaksana dalam hidup kita melalui iman.
Dan iman datang dari mendengar firman-Nya (Roma 10:17). Harus ada persekutuan dengan Sang Pencipta dan Penyempurna iman kita (Ibrani 12:2), di mana kita “mendengar” dan “melihat” potensi kasih karunia Tuhan.

Tidak cukup hanya mengetahui tentang kasih karunia atau menyadari keberadaannya. Untuk menerima manfaat dari penyediaan Tuhan, kita harus percaya agar dapat menerimanya.

Tuhan tidak terbatas pada apa yang bisa kita lihat dengan mata jasmani. Janji-janji Tuhan adalah jendela menuju kasih karunia-Nya yang melimpah. Hanya mata rohani yang dapat melihat apa yang benar-benar mungkin. Pilihlah untuk menjadi pengambil bagian dalam kasih karunia-Nya. Ini bukan sekadar teologi, tetapi kenyataan rohani yang siap memberkati siapa saja yang percaya.

Dan kita akan menerima apa yang kita percayai. Sadarkah kita?

“Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (Markus 11:24)

Jika kita menanggalkan segala beban religius yang sering dikaitkan dengan doa dan memahami doa sebagai persekutuan dengan Tuhan—atau persekutuan dengan dunia—maka kita bisa dengan cepat memahami prinsip percaya dan menerima. Izinkan saya menjelaskan.

Jika kita lebih banyak bersekutu dengan berita negatif, gejala penyakit, kekurangan, serta kepahitan dan kekecewaan, meskipun kita tidak menyebutnya “doa” dalam arti tradisional, sebenarnya kita sedang berdoa kepada hal-hal tersebut. Jika berita mengabarkan tentang ekonomi yang memburuk, berapa banyak orang yang langsung percaya bahwa mereka akan menerima dampak negatifnya?

Jika kita lebih sering bersekutu dengan laporan medis dan diagnosa dokter, ketika dokter menyatakan kondisi penyakit yang parah atau bahkan mendekati kematian, seberapa sering kita langsung percaya bahwa kita akan menerima kenyataan tersebut?

Saya sering mendengar orang percaya berkata bahwa mereka telah berdoa sesuai dengan Markus 11:24, tetapi tidak terjadi apa-apa.
Apa masalahnya?
Masalahnya, mereka mungkin tidak benar-benar bersekutu dengan Tuhan dalam doa, melainkan lebih banyak bersekutu dengan kekhawatiran, ketakutan, dan berita negatif. Akhirnya, doa mereka hanya sekadar kata-kata kosong tanpa dasar iman, yang diucapkan hanya untuk “melihat apakah sesuatu akan terjadi.”

Kita akan menerima apa yang kita minta dalam doa jika doa kita adalah persekutuan yang sejati dengan Bapa dalam firman-Nya, peka terhadap suara-Nya, dan digerakkan oleh Roh Kudus.

Prinsip “percaya bahwa kita telah menerima” benar-benar bekerja, tetapi sering kali kita lebih percaya pada hal-hal negatif dan hanya berharap untuk hal-hal yang positif.

Apa atau siapa yang kita jadikan sebagai tempat bersekutu akan membentuk visi dan iman kita. Kita bisa berkata bahwa kita telah “berdoa” untuk kesembuhan, tetapi apakah doa itu merupakan buah dari persekutuan dengan Sang Penyembuh, atau hasil dari persekutuan dengan ketakutan dan keraguan?
Apa yang kita sering renungkan dan percayai akan menentukan tingkat iman kita dan efektivitas doa kita.

If you remain in me and my words remain in you, ask whatever you wish, and it will be done for you. John 15:7 NIV.

“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan itu akan diberikan kepadamu.” (Yohanes 15:7)

Sumber Barry Bennett

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Don’t Limit God! Let Him Do It His Way…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Don’t Limit God! Let Him Do His Way…

Beberapa teman minta didoakan di doa pagi BBL, masalahnya sama: kesulitan keuangan. Penyebabnya betbeda-beda. Ada yang salah investasi bodong, crypto, meminjamkan uang tidak dibayar dsb.
Mereka terlanjur mengambil jalan keluar sesaat, menutup kerugian dengan meminjam uang dari pinjol, kartu kredit, rentenir dll.
Intinya, utangnya sudah berkembang-biak karenanya.
Lalu mereka ingin menjual rumah atau aset lain yang dimilikinya, untuk menyelesaikan hutangnya. Tidak tahan diteror siang malam oleh debt collector.
Nach di doa pagi, mereka minta didoakan agar asetnya segera terjual sehingga masalah selesai.

Tidak ada yang salah dengan rencana itu.
Tetapi dari pengalaman, jalan Tuhan bukanlah jalan kita.
Rancangan Tuhan, bukanlah rancangan kita.
Berita baiknya, rancangan Tuhan jauuuuh lebih baik daripada rancangan kita.

Bu Atresia (Ati), memiliki hutang besar karena membiayai suaminya yang sakit cukup lama, sebelum meninggal.
Saat itu, sama dengan teman-teman yang saat ini minta didoakan, Bu Ati ingin menjual rumahnya untuk melunasi hutangnya.
Beliau ikut doa pagi, tapi fokusnya selalu bagaimana caranya rumahnya segera terjual, bukan fokus mencari Tuhan dan tuntunannya.
Semakin hari semakin galau, karena rumah tidak juga laku.

Akhirnya, B. Ati sadar, dia harus mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semua yang dibutuhkan akan ditambahkan ke dalam hidupnya.

Mulailah B. Ati datang mencari Tuhan sungguh-sungguh.
Menyerahkan permasalahannya kepada Tuhan dan memberi kesempatan bagi Tuhan untuk membereskan masalahnya.
B. Ati sibuk menggali firman-Nya dan mengenal-Nya sesuai dengan kebenaran.
Keadaan masih seperti biasa, belum ada terobosan, tetapi ada damai sejahtera yang melampaui pikiran di dalam hatinya.

Suatu ketika ada pertemuan keluarga dari pihak alm. suami. Biasa B. Ati tidak hadir tetapi kali ini ada dorongan anak-anak ingin hadir. Ada Om dan Tante Maria di sana. Sambutan keluarga sangat baik dan penuh kasih.

Tante Maria membawa kue panada yang lezat. Lalu Tante menawari untuk mengajari B. Ati membuatnya. Konon kue panada itu, sekian tahun lalu menjadi penolong keluarga Tante Maria saat susah.

Keesokkan harinya B. Ati ke rumah Tante Maria, belajar membuat kue panada. Dan sisa bahan dibawakan pula agar B. Ati bisa berlatih membuatnya di rumah. Ketika dijual, langsung habis. Itulah awal B. Ati berjualan kue panada dan lariiis manis. Perekonomian keluarga meningkat.

B. Ati sadar dia butuh mixer agar bisa membuat dalam jumlah yang lebih banyak lagi.
Telepon dari seorang teman tiba-tiba masuk, menawari mixernya yang sudah lama tidak dipakai….
B. Ati menangis terharu….
Tuhan begitu baik. Apa pun yang dibutuhkan, Tuhan menyediakan bahkan sebelum B. Ati memintanya.

Tidak hanya itu, berjualan kue setiap hari kelihatannya tidak ada yang spektakuler, namun setiap bulan uang dikumpulkannya untuk mencicil hutangnya di bank.
B. Ati setia dan konsisten melakukannya.

Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Tuhan pun akan mempercayakan hal-hal yang besar bagi orang yang bisa dipercaya.

Ketika saya berjumpa, dengan penuh sukacita dan antusias B. Ati bercerita,
“B. Yenny, Puji Tuhan…. saya sudah berhasil melunasi hutang saya di bank. Sertifikat sudah ada di tangan saya sekarang. Tidak ada yang luar biasa sich bu… tetapi rejeki ada saja yang tidak terduga. Dan tanpa saya sadari, hutang yang awalnya seolah tidak mungkin terbayar, kecuali dengan menjual rumah itu, ternyata bisa dilunasi…”

Wow…. kisah nyata yang sangat membesarkan hati.
Hutang lunas dan rumah dengan sertifikatnya masih di tangan. Jauh lebih nyaman tinggal di rumah sendiri.
Bukankah jawaban doa dari Tuhan jauuuuh lebih baik melampaui apa yang bisa B. Ati pikirkan mau pun bayangkan?

Pelajarannya:
Jangan membatasi Tuhan dengan pemikiran kita.
Don’t Limit God!
Bagian kita adalah mengenal Tuhan dan kebenaran firman-Nya, lalu bertindaklah sesuai tuntunan-Nya!
Iman tanpa petbuatan itu sia-sia.

Siap meneladaninya?

God’s way is _Better_ than your way. His plan is _Bigger_ than your plan. His dream for your life is _More_ rewarding, _More_ fulfilling, better than you’ve ever dreamed of. Now stay _Open_ and let God to do It _His_ way.

Cara Tuhan itu _Lebih Baik_ daripada caramu. Rencana-Nya _Lebih Besar_ daripada rencanamu. Impian-Nya untuk hidupmu _Lebih memuaskan_, lebih membahagiakan, dan lebih indah daripada yang pernah kamu bayangkan. Sekarang, tetaplah _Terbuka_ dan biarkan Tuhan melakukannya dengan _cara-Nya_.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan
#MotivasiKebaikan

Read More
1 51 52 53 54 55 410