Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Di Mana Kita Mencari Kunci Yang Hilang?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Di Mana Kita Mencari Kunci Yang Hilang?

Saya mendengar kisah yang menggelitik.
Ada seorang pria yang kehilangan kunci mobil di rumahnya.
Hari sudah mulai magrib. Dan listrik di rumahnya mati.
Dia mencoba mengingat-ingat dan mencari si kunci. Makin lama makin gelap… tidak juga ketemu.
Lalu dia memandang ke luar jendela…
Bukankah di luar lebih terang?
Mengapa tidak mencarinya di luar saja?
Maka keluarlah sang pria ini mencari kunci mobilnya di luar rumah.
Padahal kunci mobilnya hilang di dalam rumah.
Kita menertawakannya….
Tetapi sesungguhnya, kita kerap melakukan hal yang sama.
Masa?

Dalam hidup banyak permasalahan yang terjadi karena masalahnya ada di dalam diri kita sendiri, tetapi kita sibuk mencari solusi di luar.

“Bu, saya merasa takut dan tidak beriman. Ketakutan mencekam dan berbagai symptom meneror… Padahal saya sudah membaca berbagai buku dan mengikuti berbagai saran.”

Kapan ketakutan hilang? Saat kita memahami besarnya kasih Allah.
Kalau menerapkan berbagai teori dan saran tidak berhasil,  cobalah duduk diam berdoa, baca firman dengan sikap hati menantikan -Nya karena ingin mendengar arahan-Nya.

Surrender your anxiety! Be silent and stop your striving and you will see that I am God.

Serahkan kecemasanmu!  Diam dan hentikan segala usahamu dan kamu akan melihat bahwa Akulah Tuhan.

Benih atau biji itu ciptaan Tuhan. Di dalamnya terdapat potensi kehidupan. Benih yang ditabur di tanah, akan bertumbuh.

Bisakah manusia menciptakan benih? Bisa.
Jagung buatan misalnya. Warnanya persis seperti biji jagung asli. Rasanya juga. Tetapi ketika ditabur di tanah, tidak bisa hidup.
Mengapa?
Karena biji buatan tidak mengandung kehidupan.
Hanya biji/benih ciptaan Tuhan yang mengandung kehidupan.

Andrew Wommack mengajarkan hal yang sederhana, tetapi menusuk hati saya serta menempelak.

Kunci kesuksesan, kesembuhan, kemakmuran, kepandaian atau hikmat, adalah firman Tuhan. Karena firman itu adalah Allah sendiri, Sang Kehidupan yang sejati.
Ketika kita menyimpan firman-Nya seperti menabur benih, dan merenungkannya, maka dengan sendirinya benih itu akan bertumbuh dan berbuah. Tinggal tunggu waktunya, kita pasti akan panen.

Andrew bersaksi dari bukan siapa-siapa, sekarang dia dikenal di seantero dunia. Mengenal dan dikenal orang-orang penting, bahkan tokoh-tokoh penting dari politik serta sosial, dari berbagai negara.
Dan semua itu diperolehnya, bukan karena dia melakukan strategi-strategi khusus, melainkan karena Andrew fokus menabur benih firman Tuhan dalam hatinya serta merenungkannya.
Tuhan membukakan pintu-pintu kesempatan yang tidak terpikirkan. Satu demi satu, kesuksesan dan promosi datang bertubi-tubi.

“Saat Anda menabur firman dan merenungkannya, seketika itu juga terjadi perubahan dalam hidup Anda, meski Anda tidak melihatnya secara kasat mata,” jelas Andrew, “Ingin sembuh? Tabur firman kesembuhan. Ingin makmur? Tabur firman tentang kemakmuran. Benih itu tidak bisa menipu. Biji mangga akan berbuah mangga. Biji tomat akan menghasilkan buah tomat.”

Ini proses alami yang terjadi dalam kehidupan. Penting dicatat: semua membutuhkan waktu dan proses. Antara benih ditabur dan panen, butuh waktu serta proses.
Dalam hal ini kita semua paham dan bisa menerima.
Tetapi jika berhubungan dengan kehidupan, kebanyakan orang tidak mengerti. Termasuk saya.

Banyak yang ingin instan.
Seperti kisah kunci mobil yang hilang, permasalahannya ada di dalam, kita  perlu perubahan pola pikir dan tindakan sesuai dengan kebenaran firman Tuhan yang hakiki. Maka kesuksesan, kemakmuran, kesembuhan, kepandaian akan mengikutinya secara natural.

Yang banyak dilakukan, karena ingin instan, orang-orang mencarinya dari luar dirinya. Gak sabar menanti prosesnya.
Dunia menawarkan iming-iming kaya dalam sekejap, sembuh seketika, membuat banyak orang terpesona.
Ibaratnya mereka ‘membeli’ biji jagung buatan manusia.
Saat ditanam, tentu saja tidak bisa tumbuh.

Bisa kaya?
Bisa sich tetapi kaya cara manusia, banyak yang penuh intrik dan menghalalkan segala cara. Saat ini kelihatannya baik, tetapi tidak sedikit yang menimbulkan konsekuensi di kemudian hari. Keluarga, teman dikorbankan demi kekayaan materi. Tidak menjanjikan damai sejahtera.

God’s way selalu yang terbaik.
Tanpa menimbulkan kepedihan di belakangnya.

Ibarat kita ini seperti HP merk Apple.
Siapa yang tau cara penanganan yang terbaik saat terjadi kerusakan?
Pabrik HP Apple tentunya.
Siapa yang paling tahu fungsi dan cara mengoptimalkan HP Apple itu?
Pabrik HP Apple tentunya. Sang penciptanya!

Dengan cara yang sama, kita ini buatan Allah. Dialah Sang Pencipta kita
Tentu Allah yang paling tahu cara menyembuhkan penyakit kita dan cara mengoptimalkan kerja kita supaya kemakmuran dan kesuksesan tercipta.
Make sense?

Ikuti God’s way saja yuk… Dengan rajin menabur benih firman dalam hati, serta merenungkannya siang dan malam.

We’re called to do more than believe in God, we’re called to live in God-Ann Voskamp.

Kita dipanggil untuk melakukan lebih daripada sekedar percaya Tuhan, kita dipanggil untuk hidup di dalam Tuhan -Ann Voskamp.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Agar Kita Tahu…..”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Agar Kita Tahu…..”

Dunia mungkin menyebutnya intuisi. Beberapa orang akan mengatakan itu adalah indera keenam. Mungkin di area pengalaman manusia ada hal-hal seperti itu. Tetapi di dalam kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus, kita dipanggil ke dalam persekutuan yang jauh lebih mendalam, di mana hal-hal dari Allah dapat diungkapkan kepada manusia. Kita telah menerima Roh Allah agar kita mengetahui hal-hal yang telah diberikan-Nya kepada kita.

“Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.”
1 Korintus 2:12 (TB).

Pengetahuan yang diperoleh dari pewahyuan akan firman Tuhan adalah kunci iman dan kemenangan dalam kehidupan Kristen. Inilah fondasi untuk mengatasi masalah-masalah dalam kehidupan!

Ada dua jenis pengetahuan di dunia: pengetahuan alami, yang bersifat jasmani, dan pengetahuan rohani. Sebagian besar dari apa yang kita jalani adalah yang alami; bahkan pengetahuan Alkitab pun dapat dipelajari dan ditumpuk di kepala, tanpa memberikan dampak nyata pada kehidupan kita. Banyak diantara kita yang tahu apa yang kita percayai dengan pikiran kita, tetapi sering kali apa yang kita yakini tidak terwujud seperti yang kita pikirkan.

“Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.”
Roma 8:16 (TB).

Roh dapat mengungkapkan apa pun kepada roh kita dan pewahyuan itu menjadi bagian dari diri kita.
“Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” 1 Korintus 6:17 (TB)>
Karena kita satu roh dengan Dia, maka hanyalah masalah kecil bagi Roh-Nya untuk menggerakkan roh kita dan membawanya ke alam jasmani, untuk memenuhi kebutuhan kita di dalam Dia.

Pengetahuan pewahyuan bersifat rohani dan tidak mudah untuk membuatnya terjadi. Kita mengetahuinya ketika kita benar-benar mengetahuinya.
(Note: Istilah umumnya: kita tahu, tahu dan tahu… Hati kita tahu kalau kita tahu)
Semua ini melampaui kemampuan intelektual mau pun emosi, masuk ke dalam ranah visi rohani.

“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”
2 Korintus 4:18 (TB).

Pengetahuan pewahyuan itu melampaui akal manusia serta dunia nyata yang kasat mata. Inilah tempat lahirnya iman yang sejati.

Ketika kita menciptakan lingkungan yang tepat agar pengetahuan pewahyuan dapat diperoleh, dengan cara menghabiskan waktu dalam Firman, doa, pujian dan perenungan, maka pewahyuan akan datang. Kita akan ‘melihat’ kesembuhan. Kita akan ‘melihat’ otoritas kita bekerja. Yang tadinya bersifat mental (jasmani), akan menjadi spiritual (rohani), dan kehidupan yang berkemenangan pun akan menjadi kenyataan.

Pengetahuan pewahyuan akan mendorong iman kita untuk menyatakan apa yang kita tahu sebagai kebenaran. Ketika kita berbicara memerintah tubuh kita, itu tidak menjadi sekedar formula, melainkan kesepakatan yang kuat dengan apa yang telah kita terima melalui pewahyuan.
(Note: contohnya ketika kita memerintahkan kesembuhan pada bagian tubuh kita yang sakit, kita tahu perintah itu bukan sekedar formula yang kita akui, tetapi ada keyakinan iman dalam hati, bahwa kata-kata kita memang memiliki otoritas untuk menyembuhkan sesuai Markus 11:23).

Ada perbedaan antara sekedar memiliki doktrin ‘oleh bilur-bilur-Nya aku sembuh,’ dengan pengungkapan kebenaran yang sama. Yang pertama, bisa sekedar kita ajarkan. Yang kedua, kita melepaskan kuasa otoritas melalui kata-kata yang dipenuhi iman.

Hanya dengan pengetahuan pewahyuanlah kita dapat benar-benar memahami sifat Tuhan di dalam diri kita dan semua yang telah Dia berikan ke dalam roh kita yang sudah lahir baru. Pengetahuan di kepala saja tidak cukup.

“Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna.”
Kolose 1:9 (TB).

[Repost ; “That We Might Know”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

??YennyIndra??
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Read More
Articles

“Akankah Kita Mengejarnya?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Akankah Kita Mengejarnya?”

Paulus membuat keputusan pribadi untuk mencapai potensi maksimalnya di dalam Kristus.

“Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”
Filipi 3:12-14 (TB).

Dia tidak hanya mengakui bahwa Yesus telah ‘menangkapnya’, dia juga menyadari kebutuhannya untuk ‘menangkap’ tujuan ilahi-Nya. Untuk melakukannya Paulus memilih untuk ‘terus maju’, ‘melupakan hal-hal yang di belakang,’ dan ‘mengarahkan diri kepada apa yang di hadapannya’.
Paulus memutuskan untuk ‘berlari-lari’ mengejar kepada tujuan untuk memperoleh hadiah yaitu panggilan sorgawi dari Allah.

Tujuan apa?
Hadiah apa?
Panggilan apa?
Mengapa Paulus harus ‘berlari-lari’ dan mengejar panggilan ini?

Pertimbangkan pilihan yang dibuat Paulus:
1) Mengejar terus.
2) Bertahan.
3) Melupakan masa lalu.
4) Mengejar ke depan.

Bukannya puas dengan keadaan yang biasa-biasa saja karena dia telah diampuni, Paulus menyadari bahwa pengampunan membuka lembaran yang baru. Mengejar panggilan Tuhan agar dapat memerintah dalam hidup sekarang ini, sesuatu yang dimungkinkan.Tetapi tergantung keputusan masing-masing: keputusan untuk sepenuhnya mewujudkan kemuliaan panggilan Tuhan dalam hidupnya. Paulus tidak puas dengan hidup pasif. Kita harus mengikuti teladannya.

Jika merasa ingin menyerah, maka kitalah calon penerima anugerah Tuhan. Pertanda kita telah mencapai akhir dari diri kita sendiri, jadi pergilah ke hadapan takhta kasih karunia.

“Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.”
Ibrani 4:16 (TB).

Mulailah mempersembahkan korban pujian.
Bertekadlah untuk memuji Tuhan sepanjang hari, terlepas dari keadaan yang kita alami.
Berdoalah dalam Roh. Lalu, Tersenyum!
Beri Tuhan kesempatan untuk membalikkan keadaan.
Lupakan masa lalu dan lanjutkan!

[Repost ; “Will You Press On?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Read More
Articles

Every Problem Has A Solution….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Every Problem Has A Solution….

Adik saya curhat, galau karena traffic light dipasang di perempatan jalan, sementara tokonya persis berada di perempatan itu.
Tentunya antrian kendaraan di perempatan, akan mengganggu pembeli yang datang ke tokonya.

“Ketika hidup memberimu jeruk, buatlah limun,” demikian ungkapan terkenal Zig Ziglar.

Hidup bisa menyajikan sesuatu yang tidak kita inginkan. Satu-satunya yang bisa kita lakukan, ya mencari hal-hal positif yang bisa dipetik, dengan cara yang kreatif.

Ingatan melayang pada acara gathering Aspirasi tahun 2018 silam, dengan narasumber P. Perry Tristianto, pengusaha dari Bandung. Topiknya tentang Disruption & Shifting.

Selama ini jika membicarakan topik Disruption & Shifting, selalu dikaitkan dengan start up, yang perlu membakar uang milyaran bahkan hingga triliunan rupiah.
Tetapi P. Perry Tristianto membahas Shifting secara sederhana, bagaimana mengoptimalkan 4P: Product, Price, Place dan Promotion. Rasanya lega sekali… kalau yang ini bisa ditiru dan diterapkan.

Saya belajar ada 2 hal yang tak tergantikan oleh teknologi: kreatifitas dan hospitality.
Manusia tetap membutuhkan komunikasi dan hubungan interpersonal. Ini yang menjadi ujung tombak pemasaran beliau.

Selain itu, sebelum bisnis menurun, beliau sudah mempersiapkan bisnis berikutnya. Pengamatan yang teliti lalu menemukan problem dan harapan dari target market, itulah caranya menemukan bisnis barunya dengan menetapkan 4P secara jeli.

Beliau bercerita, di Bandung banyak tempat-tempat yang macetnya panjang.
Nach justru di tempat-tempat yang paling macet, sengaja beliau berinvestasi mendirikan Mushola, agar para pengendara bisa berhenti untuk sembahyang.

Nach di sana beliau menjual minuman, makanan-makanan kecil dan tahu susu. Setelah pengendara selesai sembahyang, biasa berhenti minum, makan serta tak lupa membeli oleh-oleh untuk keluarga. Beristirahat sambil menunggu macet terurai…
Terciptalah simbiosis mutualisme. P. Perry menjawab kebutuhan para pengendara yang terjebak macet, dan karena kepeduliannya, dia menciptakan bisnis baru.

Every problem contain within itself the seeds of its own solution. – Stanley Arnold.

Setiap masalah mengandung benih-benih pemecahannya sendiri. – Stanley Arnold.

Teladan lain yang saya pelajari, beliau murah hati dan tidak mau merugikan orang lain. Bahkan saat hendak menjual properti, beliau bertanya dulu pada calon pembelinya: mau dimanfaatkan untuk apa?
Jika beliau merasa propertinya kurang cocok, dilarangnya untuk dibeli.
Prinsipnya, tidak mau merugikan orang lain.
Banyak orang sukses dan kaya raya, tetapi berapa banyak yang punya karakter seperti ini? Benar-benar langka! Tidak heran Tuhan berkenan dan memberkatinya secara luar biasa.

Mendengarkan berbagai ulasan dan contoh-contoh kasusnya, semua sederhana, bisa dilakukan siapa saja dan yang penting, berhasil. Make sense!

Mengutip istilah P. Mindiarto Djugorahardjo, sohib saya, ini bukan sekedar pemikiran Out of The Box tetapi pemikiran Without Box. ?

Hmmm… Betul sekali ungkapan pepatah, jika ingin sukses, bergaullah dengan orang sukses.
Bagaimana pendapat Anda?

When you stop seeing the problem you are faced with, and start seeing the promise of God for you; that becomes a good start towards a solution to your problem.

Ketika Anda berhenti melihat masalah yang sedang dihadapi, dan mulai melihat janji Tuhan untuk Anda; itulah awal yang baik menciptakan solusi bagi masalah Anda.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Berjalan dengan Iman.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Berjalan dengan Iman.”

“Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.” —
2 Korintus 5:7 (TB).

Apa artinya hidup dengan iman?
Sementara indera dan emosi kita dibombardir setiap hari oleh dunia di mana kita hidup, -dunia yang sudah jatuh dalam dosa-, Paulus menyatakan bahwa kehidupan Kristen seharusnya berpusat di sekitar yang tidak terlihat (rohani), bukannya yang terlihat (jasmani).

“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”
2 Korintus 4:18 (TB).

Terlepas dari nasihat yang gamblang ini, banyak yang mengakui, betapa mereka jauh lebih dipengaruhi oleh pancaindera, informasi dan logika (alias apa yang kasat mata) daripada oleh yang “tak terlihat” (yang rohani). Bahkan, apakah kita yakin dengan apa yang “tak terlihat” (rohani)?

Sangat menarik, dalam dunia “yang kasat mata” banyak orang yang membangun kehidupan mereka di atas hal-hal yang tidak dapat mereka lihat, tetapi mereka yakin bahwa hal-hal itu nyata.

Contohnya, jika dokter menyatakan ada kanker di dalam tubuhnya, sesungguhnya si pasien tidak dapat “melihat” kankernya, tetapi dia mempercayai kata-kata dokter.
Kita tidak melihat dengan mata kepala sendiri, apa yang sedang terjadi di Washington, tetapi kita mempercayai kata-kata mereka yang menulis berita dan membiarkan emosi kita dimanipulasi.

Di sisi lainnya, ketika seseorang menyatakan bahwa mereka mempercayai Firman Tuhan, melebihi mereka mempercayai keadaan fisik atau gejala penyakit (symptom) yang mereka alami di tubuhnya, maka mereka sering dituduh kehilangan akal alias kurang waras.

Berjalan dengan iman nerupakan keputusan untuk mempercayai Firman Tuhan diatas informasi dunia, baik yang terlihat mau pun yang tidak terlihat. Keputusan untuk memilih melihat sesuai dengan apa yang Tuhan lihat.
Ini merupakan bukti dari janji Tuhan yang tidak kita lihat
(Ibrani 11:1).

Berjalan dengan iman, artinya tidak bergantung pada emosi atau logika manusia tetapi memilih membebaskan diri dari ikatan emosi serta logika, lalu hidup dalam dimensi mempercayai kebenaran Firman Tuhan sebagai yang tertinggi diatas segala sesuatu, baik yang mewakili penyakit, kehilangan, kecemasan, depresi, ketakutan dan kemiskinan.

Berjalan dengan iman merupakan keputusan untuk tunduk kepada Tuhan, tidak takut, tidak khawatir, tidak depresi, tidak mempedulikan symptom/gejala-gejala penyakit dan tidak mengimajinasikan gambaran tentang kekurangan dan kegagalan.

Program ulang hati kita agar melihat janji-janji Tuhan dan tidak ada yang lain. Inilah pilihan yang harus kita buat jika kita ingin agar hidup kita berjalan dalam kemenangan.

[Repost ; “Walking by Faith”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Read More
1 245 246 247 248 249 416