Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Sudahkah Kita Menghargai Apa Yang Kita Miliki?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Sudahkah Kita Menghargai Apa Yang Kita Miliki?

“P. Indra luar biasa lho. Selain diminta semua share location, lalu aku ditelpon, ditanya masih ada ga mobil di belakangku? P. Indra ingin memastikan, mobilku mobil yang paling belakang dan tidak ada yang tersesat,” ujar Dacy, “Kita semua diminta berkumpul di suatu tempat, ketika akan masuk ke jalan yang lebih kecil dan agak membingungkan, dipandu agar tetap bisa konvoi.”

Oh … Itu sesuatu yang biasa bagi keluarga kami. P. Indra selalu minta share location supaya bisa dimonitor. Dan saya tidak pernah memperhatikan ini sebagai ‘tindakan kasih & perhatian’ P. Indra, sampai Dacy memujinya.

Familiar?
Sampai orang lain menunjukkan atau setelah kita kehilangan, baru sadar ternyata ‘milik’ kita sangat berharga.

Bahkan kadang anak-anak komplain karena dimonitor, klo salah jalan  jadi ketahuan, langsung ditelpon papanya. P. Indra ingin memastikan dalam perjalanan jauh Surabaya ke Jakarta, anaknya dalam keadaan aman. Klo terjadi sesuatu, bisa cepat dicarikan bantuan.
Dan butuh usaha, kemauan dan waktu untuk memonitor perjalanan, seandainya saja mereka menyadari serta bisa menghargainya.

Segala sesuatu tidak punya arti, sampai kita memberikan arti, ujar guru saya P. Prasetya M Brata.

Victor Frankl dari Austria berujar serupa, “The meaning of life is to give life meaning.”

Dacy memberikan arti tindakan P. Indra sebagai tanggungjawab seorang pemimpin yang peduli, sedangkan ada anak yang mengartikan sebagai kontrol dari papanya.

Putri seorang sahabat yang ingin membangun hotel, terkagum-kagum dengan P. Indra yang bisa membangun pabrik di 2 kota yang berbeda, hanya dengan monitor melalui HP, CCTV, dan foto serta video. Karena seringnya membangun pabrik dan gudang, P. Indra punya tukang-tukang sendiri. Sudah saling paham.
Papanya gak bisa.
Dia ingin punya papa seperti P. Indra. :-). Tetapi anak-anak kami nyaris tidak memperhatikan hal itu sebagai kelebihan papanya. 🙁 Dunia memang unik!

Akhirnya terbukti, ketika Elisa butuh tempat usaha yang baru, papanya yang mengurus dari kebutuhan rak, lift barang, gudang dsb. Demikian juga Chris saat mesin baru datang. Kebutuhan bangunan, fondasi dll, papanya yang mengurus. Ada kesulitan dan masalah, akhirnya datang pada ortu juga.

“Ada saatnya aku merasa kesal diatur-atur papa, tapi tanpa papa, aku gak jadi siapa-siapa,” Elisa bercerita dengan penuh syukur,
“Papa temanku baiiik sekali, tapi anaknya gak pernah diajarin apa-apa. Akhirnya, temanku ya gak jadi apa-apa, wong dia gak tau mesti ke mana?. Sekarang aku bersyukur punya papa yang mau ‘ngributi’ aku.”

Ada periode dimana anak-anak ingin bebas, bahkan ingin jadi anak orang lain. 🙁
Mungkin sebagian istri pun begitu. Suami orang lain nampak lebih oke dari suami sendiri.

Apakah P. Indra sempurna?
Sama sekali tidak!
Ada kalanya menjengkelkan…
Saya tidak menikahi malaikat.
P. Indra bukan romeo, yang pandai bermanis kata.  Tetapi dia bertanggungjawab, tahu apa yang harus dilakukannya dan bisa diandalkan.
Saya lebih menyukai Bukti Bukan Janji. Tidak seperti drama korea tentunya…
Tapi enak makan & enak tidur!

Ps. Jeffry Rahmat mengajarkan: Endingnya ke mana?
Ibarat nonton film, di fast-forward, akhir kisahnya bagaimana?

Ada berbagai karakter manusia di dunia ini.
Kalau kamu punya papa/suami yang pendiam vs cerewet, penakut vs justru suka nekad, bermulut manis vs sarkastik, gak romantis vs romantis ala sinetron, endingnya kamu di mana?
[Kalau punya papa/suami model P. Indra, endingnya di mana?]
Lalu kamu suka yang mana?
Ya pilihlah! Hidup itu pilihan.

Gak ada papa/suami yang bisa multi tasking, sukses, romantis seperti romeo pula.
Mengutip judul buku sahabat saya, Agus Setianto: Suami & papa kita bukan malaikat.

A double-edged sword, 2 sisi mata pedang, adalah hukum kehidupan – Linda Connors. Yang menguntungkan mau pun tidak menguntungkan itu Satu Paket. Orang yang rajin bekerja & logis, biasanya tidak romantis. Pria yang mendayu-dayu, biasanya tidak  rajin atau kurang trampil bekerja.

“Terima pasangan kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Karena di luar sana banyak lho wanita yang dengan senang hati menerima suamimu,” kata Joel Osteen.
Nasehat serupa untuk anak-anak, mau papa model apa? Semua ada kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Tuhan itu tahu masing-masing kita seperti apa karakternya dan apa yang kita butuhkan, sehingga diberilah kita suami atau papa sesuai kebutuhan masing-masing. Tujuannya agar kita bisa menjadi pribadi yang terbaik sesuai rencana-Nya.
Pertanyaannya:
Apakah kita dengan senang hati sepakat berjalan bersama atau mau jalan sendiri? Tuhan memberi kita kehendak bebas!


Kami mengendarai mobil bersama-sama karena mau refreshing bersama teman-teman. Pandemi gak bisa ke tempat yang keren-keren.

Kata Zig Ziglar, “Kalau hidup memberimu jeruk, buatlah limun.”

Yo wes….kami pun refreshing sekedar makan Sate Maranggi, nasi oncom, gorengan dan aneka es….lalu ke pasar induk grosir dan terakhir menikmati bunga anggrek. 🙂

Jangan khawatir, pasar sudah sepi menjelang sore… Di sana kalau beli buah minimum 1 peti atau 1 karung. Jeruk medan1 karung, salak pondoh 1 karung, mangga 1 peti. Beratnya bisa 40-an kg. Pas kami rame-rame, jadi bisa sharing.

Jeprat.. Jepret … Foto-foto di antara bunga-bunga anggrek yang cantik. P. Dolfi & B. Nini bak Romeo & Juliet diantara anggrek yang bermekaran. Setidaknya wall IG jadi ada isinya… 🙂

Dan bahagia itu memang sederhana koq, kalau saja kita mau living content – menikmati hidup bahagia dan damai, di mana pun kita berada.

Ternyata teman-teman begitu terpikat dengan sate maranggi, hingga sebelum pulang pun, ramai-ramai makan sate lagi.

“Kapan lagi?,” Kata Sari sambil tertawa.
“Baru kali ini sehari makan 2X di resto yang sama,” sahut Donna terbahak.
Lengkap dengan bakwan ndeso-bakwan isi sayur ala kampoeng.
Imam gak bosan-bosannya menikmati  tutut-kerang sawah …

Dan kami semua berbahagia. Sederhana ya?
Tetapi itu sebuah kemewahan di masa pandemi. Praise The Lord!

Life doesn’t come with an instruction book; that’s why we have fathers.(H. Jackson Brown, Jr). A father is neither an anchor to hold us back, nor a sail to take us there, but a guiding light whose love shows us the way. 

Hidup tidak hadir dengan buku petunjuk;  itu sebabnya kita memiliki ayah. (H. Jackson Brown, Jr).  Seorang ayah bukanlah jangkar untuk menahan kita, atau layar untuk membawa kita ke tujuan, tetapi cahaya penuntun yang menunjukkan jalan kepada kita melalui cintanya.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Hal-hal Yang tidak bisa Tuhan lakukan.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Hal-hal Yang tidak bisa Tuhan lakukan.”

Kita sering mendengar orang berkata, “Yah, kamu tahu Tuhan bisa melakukan apa saja.”
Biasanya dikatakan sebagai tanggapan atas beberapa malapetaka dalam hidup yang ‘seolah’ Tuhan tidak mau campur tangan. Artinya jelas; “Jika Tuhan dapat melakukan apa saja dan Dia tidak terlibat dalam situasi yang kita alami, itu dikarenakan Dia memiliki tujuan yang lebih besar dan ada tujuan misterius dalam kehilangan yang kita alami.”

Apakah Tuhan kurang tertarik, yang menjadi masalah yang sesungguhnya?
Apakah ada tujuan misterius di balik penderitaan kita ?
Mengapa Dia berkata, “Umat-Ku binasa karena kurangnya pengetahuan”? (Hosea 4:6)

Pertimbangkan apa yang Tuhan tidak bisa lakukan:
Tuhan tidak dapat berdusta:
“Allah tidak mungkin berdusta” (Ibr. 6:17-18)
Tuhan tidak dapat menyangkal diri-Nya:
“Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya sendiri.” (2 Tim. 2:11-13)
Allah tidak dapat dicobai dengan kejahatan:
“Allah tidak dapat dicobai oleh kejahatan” (Yak. 1:13)
Tuhan tidak dapat mencobai siapa pun:
“Dia sendiri tidak mencobai siapa pun.” (Yak. 1:13)

Tidak diragukan lagi kita bisa menemukan lebih banyak contoh. Intinya, Tuhan telah menyatakan dan menetapkan bagaimana manusia harus berinteraksi dengan-Nya dan dengan lingkungannya.
[Note: Tuhan telah menetapkan hukum-hukum-Nya, termasuk hukum alam yang berlaku untuk siapa saja. Kita harus mengikuti rambu-rambu yang telah ditetapkan-Nya, untuk berhubungan dengan Tuhan mau pun mendapatkan jawaban doa.]

Kasih karunia-Nya telah memperlengkapi kita agar kita bisa menjadi lebih dari pemenang.
Kita memiliki perjanjian-Nya,
darah-Nya,
Nama-Nya,
Roh-Nya,
perlengkapan senjata-Nya,
janji-janji-Nya,
kunci kerajaan-Nya,
wewenang untuk mengikat dan melepaskan,
iman-Nya dan Firman-Nya.
Hingga kita nyaris kewalahan dengan banyaknya penyediaan-Nya! Dan di atas semua itu, Dia telah memilih kita untuk hidup DI DALAM kita! (Yohanes 14:23).
[Note: Tuhan dengan segala kuasa -Nya berada di dalam roh kita]

Tuhan tidak dapat berbohong dan Dia tidak dapat menyangkal apa yang telah Dia tetapkan. Dia tidak akan tergoda untuk melanggar Firman-Nya atau Dia tidak akan mencobai mau pun menguji kita dengan kejahatan!
Dan kejahatan itu termasuk penyakit (Kisah Para Rasul 10:38, Lukas 6:6-11).
Dia ingin kita memerintah dalam hidup (Rom. 5:17).
Tapi Dia tidak akan melakukannya untuk kita.
Dia tidak bisa.
Dia telah memberi kita kekuasaan di bumi ini (Kej. 1:26-28, Maz. 8:3-6).
[Note: Kita telah diberi kuasa/otoritas oleh Tuhan untuk mengalahkan musuh. Kita yang harus melakukannya! Bukan minta atau bahkan menyuruh Tuhan (melalui doa) untuk melakukannya.]

Inilah saatnya untuk percaya kepada-Nya, berdiri dan berjalan dalam tujuan-Nya. Kita bisa melakukannya! Tuhan tidak bisa berbohong.

“Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”
Markus 9:23 (TB).

[Repost ; “Things God cannot do”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]]

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Read More
Articles

Apakah Hidup Kita Dibentuk oleh Ketakutan?

Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apakah Hidup Kita Dibentuk oleh Ketakutan?”

“Dengan cara itu Ia membebaskan orang-orang yang seumur hidup diperbudak karena takut kepada kematian.”
Ibrani 2:15 (BIMK).

Berapa banyak dari kehidupan kita yang telah dibentuk oleh rasa takut?
Ketakutan akan kematian, penyakit, tragedi, penolakan, dan kegagalan adalah tekanan yang kuat yang dapat mendominasi pikiran kita serta mencuri impian kita.
Ketakutan lainnya, seperti takut berbicara di depan umum, takut kemungkinan terkena penyakit, takut berada di tempat ketinggian, takut terbang (naik pesawat), takut tidur dalam kegelapan atau takut tidak memiliki cukup uang, dapat terus menerus membentuk kehidupan kita. Bahkan banyak diantara kita, mungkin saja tidak menyadari betapa kita telah membiarkan rasa takut membentuk dan membatasi diri kita sendiri.

Ketakutan merupakan reaksi awal Adam dan Hawa terhadap rasa bersalah yang mereka rasakan setelah berbuat dosa. Ketakutan itu kekuatan dominan dari jiwa manusia yang sudah jatuh dalam dosa.
Ketakutan merupakan produk yang paling efektif yang dijual oleh dunia. Berita-berita begitu berhasil mengeksploitasi rasa takut. Industri hiburan memperbesar ketakutan manusia melalui berbagai film dan pertunjukannya. Banyak keputusan-keputusan kita dalam hidup, yang kemungkinan besar dipengaruhi karena mempertimbangkan ketakutan yang telah ditaburkan ke dalam diri kita bahkan meski kita mengaku sebagai orang Kristen. Siksaan ketakutan merupakan diktator yang mengerikan!

“Orang yang menikmati kasih Allah, tidak mengenal perasaan takut; sebab kasih yang sempurna melenyapkan segala perasaan takut. Jadi nyatalah bahwa orang belum menikmati kasih Allah dengan sempurna kalau orang itu takut menghadapi Hari Pengadilan.”
1 Yohanes 4:18 (BIMK).

Ketika meluangkan waktu untuk merenungkan kekuatan ketakutan, kita mulai memahami mengapa kita sering kehilangan yang terbaik dari Tuhan dalam kehidupan kita. Apakah mungkin hidup bebas dari rasa takut?
Dapatkah kita benar-benar mengalami kehidupan yang berkelimpahan, sukacita dan kedamaian di dunia yang sudah jatuh dalam dosa?
Saya percaya bahwa jawabannya adalah YA.
Kasih-Nya telah tercurah di dalam hati kita dan potensi untuk hidup bebas dari ketakutan ada di dalam diri kita. Dia tidak memberi kita roh ketakutan tetapi roh yang membangkitkan kuasa, kasih dan pikiran yang dipenuhi damai sejahtera.

Mendapatkan pewahyuan sejati akan kasih Tuhan, satu-satunya hal yang dapat melepaskan cengkeraman rasa takut dari dalam kehidupan kita. Perlu merenungkan kasih-Nya siang dan malam sampai pikiran dan hati kita diperbaharui dan diubahkan hingga menjadi identitas sejati kita di dalam Kristus. Kasih-Nya akan membebaskan kita. Semakin kita mengenal kasih-Nya, semakin kita mengenali semua ketakutan yang telah mengikat diri kita, maka kita akan bebas sekali, untuk selamanya.

“Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.”
Mazmur 34:4 (TB).

[Repost ; “Have You Been Shaped by Fear?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Read More
Articles

Apakah Hidup Kita Dibentuk oleh Ketakutan?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apakah Hidup Kita Dibentuk oleh Ketakutan?”

“Dengan cara itu Ia membebaskan orang-orang yang seumur hidup diperbudak karena takut kepada kematian.”
Ibrani 2:15 (BIMK).

Berapa banyak dari kehidupan kita yang telah dibentuk oleh rasa takut?
Ketakutan akan kematian, penyakit, tragedi, penolakan, dan kegagalan adalah tekanan yang kuat yang dapat mendominasi pikiran kita serta mencuri impian kita.
Ketakutan lainnya, seperti takut berbicara di depan umum, takut kemungkinan terkena penyakit, takut berada di tempat ketinggian, takut terbang (naik pesawat), takut tidur dalam kegelapan atau takut tidak memiliki cukup uang, dapat terus menerus membentuk kehidupan kita. Bahkan banyak diantara kita, mungkin saja tidak menyadari betapa kita telah membiarkan rasa takut membentuk dan membatasi diri kita sendiri.

Ketakutan merupakan reaksi awal Adam dan Hawa terhadap rasa bersalah yang mereka rasakan setelah berbuat dosa. Ketakutan itu kekuatan dominan dari jiwa manusia yang sudah jatuh dalam dosa.
Ketakutan merupakan produk yang paling efektif yang dijual oleh dunia. Berita-berita begitu berhasil mengeksploitasi rasa takut. Industri hiburan memperbesar ketakutan manusia melalui berbagai film dan pertunjukannya. Banyak keputusan-keputusan kita dalam hidup, yang kemungkinan besar dipengaruhi karena mempertimbangkan ketakutan yang telah ditaburkan ke dalam diri kita bahkan meski kita mengaku sebagai orang Kristen. Siksaan ketakutan merupakan diktator yang mengerikan!

“Orang yang menikmati kasih Allah, tidak mengenal perasaan takut; sebab kasih yang sempurna melenyapkan segala perasaan takut. Jadi nyatalah bahwa orang belum menikmati kasih Allah dengan sempurna kalau orang itu takut menghadapi Hari Pengadilan.”
1 Yohanes 4:18 (BIMK).

Ketika meluangkan waktu untuk merenungkan kekuatan ketakutan, kita mulai memahami mengapa kita sering kehilangan yang terbaik dari Tuhan dalam kehidupan kita. Apakah mungkin hidup bebas dari rasa takut?
Dapatkah kita benar-benar mengalami kehidupan yang berkelimpahan, sukacita dan kedamaian di dunia yang sudah jatuh dalam dosa?
Saya percaya bahwa jawabannya adalah YA.
Kasih-Nya telah tercurah di dalam hati kita dan potensi untuk hidup bebas dari ketakutan ada di dalam diri kita. Dia tidak memberi kita roh ketakutan tetapi roh yang membangkitkan kuasa, kasih dan pikiran yang dipenuhi damai sejahtera.

Mendapatkan pewahyuan sejati akan kasih Tuhan, satu-satunya hal yang dapat melepaskan cengkeraman rasa takut dari dalam kehidupan kita. Perlu merenungkan kasih-Nya siang dan malam sampai pikiran dan hati kita diperbaharui dan diubahkan hingga menjadi identitas sejati kita di dalam Kristus. Kasih-Nya akan membebaskan kita. Semakin kita mengenal kasih-Nya, semakin kita mengenali semua ketakutan yang telah mengikat diri kita, maka kita akan bebas sekali, untuk selamanya.

“Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.”
Mazmur 34:4 (TB).

[Repost ; “Have You Been Shaped by Fear?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Read More
Articles

Apa Yang Kita Wariskan Bagi Generasi Mendatang?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Yang Kita Wariskan Bagi Generasi Mendatang?

“Setiap orang adalah pemimpin.”

“Tapi saya bukan siapa-siapa dan tidak punya jabatan apa-apa.”

Ini yang dipikirkan orang pada umumnya.
Pemimpin adalah pengaruh.
Mungkin saja kita tidak punya jabatan apa-apa, tetapi kalau kita mempengaruhi 1 orang saja, mungkin melalui kata-kata, sikap mau pun keteladanan kita, maka kita adalah seorang pemimpin. Setidaknya kita bisa mempengaruhi keluarga kita.
Dan banyak yang tidak menyadarinya, termasuk saya …

Orang-orang melihat kita, lebih dari yang kita sadari. Termasuk saat kita lepas kendali, emosi & marah….
Mungkin orang yang melihat kita, berkata dalam hatinya, “Lho katanya beribadah, duta Allah, koq sikapnya seperti itu ya?”
Tidak sinkron dengan branding sebagai anak Tuhan.

Bahkan saya dihadapkan dengan pertanyaan yang sungguh menempelak,
“Apakah saat berjumpa dengan saya, orang lain bisa melihat karakter Allah ada di dalam saya?”

Bagaimana dengan tulisan saya?
Post komentar saya di sosmed atau foto/video yang saya unggah, apakah mempermuliakan nama Tuhan?

Begitu banyak orang yang tidak menyadari, saat kita membuka mulut, itulah gambaran siapa diri kita.
Untuk jaman now, membuka mulut termasuk didalamnya komentar kita, postingan, foto dan video yang kita unggah di sosmed.

“Si ….. Nama belakangnya menunjukkan dia berasal dari keluarga terpandang yang terkenal di seantero negeri ini, overseas grad pula, kaya, cantik, tapi koq yang di post berita-berita covid yang menakutkan, gosip-gosip yang tidak jelas, video yang tidak berkelas sama sekali….tidak bermutu..,” seorang teman terheran-heran.
Kerap asal re-post tanpa di check ulang kebenarannya pula.
Sangat mengganggu!

Tentunya saat posting sesuatu, apalagi di sosmed, yang menjadi konsumsi publik, ada tujuannya.
Tujuan apa yang hendak dicapai?
Apakah orang yang melihatnya menjadi lebih baik atau sebaliknya?
Sebagai duta-duta Allah, yang di post bukan sekedar sensasi bukan? Biar asal nge-top melalui hal-hal yang negatif.
Nama Tuhan lho yang dipertaruhkan! Jika saja kita menyadarinya….

Apa yang kita tampilkan, sadar atau tidak, itu gambaran apa yang tersimpan di dalam hati kita. Dan ‘iklan terselubung’ yang menunjukkan siapa kita yang sesungguhnya.

Wow…. Wow…. Wow….
“Kamu adalah buku yang terbuka. Orang lain tidak bisa melihat Allah dengan kasat mata, tetapi bisa dengan gamblang melihat dirimu,  duta-duta-Nya,” kata sang bijak.

Andrew Wommack mengingatkan, kita seharusnya menerima peran kita sebagai pemimpin dengan penuh kesadaran sehingga kita tidak melewatkan kesempatan untuk mempengaruhi orang lain dengan hal-hal yang baik dan memuliakan Tuhan.

Berulangkali saya melihat Cupang Kebaikan di Instagram ‘adik angkat’ saya, Tommy Wong.

“Tom, apa sich Cupang kebaikan itu?”

“Itu Donasi Kebaikan Cici…Tempo hari sama Bang Andy F Noya pasang kaki palsu. Malam ini, buat Renovasi Panti Jompo Sragen yang sudah lapuk dan memprihatinkan.”

Nach, ini baru pemimpin sejati yang mempengaruhi banyak orang dengan kebaikan.  Memanfaatkan sosmed dengan bijak, menjawab kebutuhan orang yang membutuhkan. Menciptakan solusi.

Tommy dan Bang Andy F Noya melakukannya begitu saja, tanpa pamrih. Tetapi tanpa disadari, mereka sedang membangun legacy. Warisan yang abadi.

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama, demikian kata pepatah.

Hidup berjalan terus tanpa kita sadari. Setiap hari kita sedang menggoreskan lukisan:
saat meninggal nanti, kita akan dikenang sebagai siapa?

Old age with wisdom will crown you with dignity and honor, for it takes a lifetime of righteousness to acquire it.

Usia tua disertai hikmat akan memahkotai kita dengan martabat dan kehormatan, karena dibutuhkan kebenaran seumur hidup untuk mendapatkannya.

Inilah nasihat Raja Sulaiman bagi setiap kita.
Jangan sia-siakan waktu dan kesempatan untuk hal-hal yang sia-sia. Martabat dan kehormatan itu diciptakan dengan konsisten.
Manfaatkan setiap kesempatan untuk mempengaruhi orang lain dengan kebaikan dan membangun warisan yang abadi.

Raja Daud berkata, “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti.”
Apakah kita termasuk bilangan orang benar, yang memudahkan hidup anak cucu kita?

Mengapa ini penting?
Saya selalu terinspirasi dengan kisah yang diceritakan Joel Osteen tentang ayahnya, John Osteen.

John lahir dari keluarga miskin, petani kapas. Mereka minum susu yang separuhnya dicampur air. Saat John Osteen mengenal Tuhan, dia membaca janji-janji-Nya.
Hidup penuh kekurangan bukanlah kehendak Tuhan..

John memilih pergi meninggalkan kampung halamannya. Seluruh keluarga membujuknya agar tetap tinggal di sana. Itulah tempat yang mereka kenal dan cara hidup yang mereka ketahui.

John bergeming dan memilih merantau. Karena ada John Osteen, maka garis kemiskinan dalam beberapa generasi Osteen, diputuskan.
John menyadari dia memiliki DNA Allah yang penuh kemenangan, kemakmuran, kelimpahan dan kesehatan.

Lisa Osteen, putri John, lahir dengan penyakit cerebal palsy, sembuh secara supernatural karena John memahami kuasa yang Allah berikan.

Lakewood Church menjadi gereja terbesar di Amerika, dan Joel selalu berkata bahwa ayahnya yang menabur benih, dan Joel yang menuai buah berbagai kemudahan serta kesuksesan.
Sungguh kisah yang sangat menginspirasi dan menggetarkan hati.

Itulah tujuan Tuhan menciptakan setiap kita.
Saya pun ingin meninggalkan warisan yang berharga.

“Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya,” kata Raja Sulaiman.

“Aku akan membiarkan dia tetap menjadi raja seumur hidupnya, oleh karena hamba-Ku Daud yang telah Kupilih dan yang tetap mengikuti segala perintah dan ketetapan-Ku”, kata Tuhan.
Karena Tuhan mengingat ketaatan Daud, keturunannya diluputkan.

Dan satu lagi, pemimpin yang sukses adalah pemimpin  yang menghasilkan pemimpin yang lebih baik daripada dirinya.

Bagaimana dengan Anda?

Legacy is not what I did for myself. It’s what I’m doing for the next generation.-Vitor Belfort.

Warisan bukanlah apa yang saya lakukan untuk diri saya sendiri. Melainkan apa yang saya lakukan untuk generasi berikutnya.-Vitor Belfort.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 244 245 246 247 248 416