Bagi kebanyakan kita, memahami kehendak Tuhan sangatlah penting. Kehendak-Nya adalah cerminan dari tujuan-Nya bagi keberadaan kita. Saat kita mempelajari Kitab Suci, kita dapat menemukan bahwa ada kehendak ilahi yang umum untuk semua umat manusia (yaitu kehidupan yang berkelimpahan), dan kita juga menemukan panggilan dan karunia yang lebih spesifik serta arahan yang tepat dalam beberapa kasus. Apakah ada ‘aturan praktis’ secara umum untuk mengetahui kehendak Tuhan ketika kita tidak memiliki arahan khusus?
“Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelemahlembutan.” 1 Timotius 6:11 (TB).
Tahukah kita bahwa kita dapat dipimpin oleh kebenaran, kesalehan, iman, kasih, kesabaran, dan kelemahlembutan? Kebenaran berbicara tentang identitas baru kita di dalam Kristus, yang bebas dari rasa bersalah dan penghukuman. Ikutilah hal-hal yang berbicara tentang kebenaran dan hindari hal-hal yang memicu perasaan bersalah.
Kesalehan merupakan penunjuk arah lainnya. Tetaplah dengan aktivitas-aktivitas serta mengejar apa yang murni. Menabur dalam Roh di setiap kegiatan sehari-hari kita maka kedagingan (keinginan duniawi) akan menjadi merana kelaparan.
Ikuti dorongan hal-hal yang mengilhami iman kita. Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Roma 10:17 (TB), dan jika iman kita dihidupkan untuk melakukan beberapa usaha, mungkin dikarenakan kita telah mendengar Tuhan meskipun mungkin saja kita tidak tahu kapan itu terjadi. Rancangan dalam masa penantian.
Biarkan kasih menuntunmu. Allah adalah kasih dan kasih-Nya merupakan kekuatan dibalik penebusan. Biarkan kasih-Nya di dalam kita menjadi kekuatan penebusan bagi orang lain. Saat kita mengasihi orang lain, lebih banyak cahaya akan menyinari hidup kita sendiri dan jalan kita akan makin jelas.
Beristirahatlah dalam kesabaran-Nya. Kesabaran adalah senjata ampuh menghindari keputusan-keputusan bodoh. Tetap setia pada Firman dan ketahuilah bahwa dengan iman dan kesabaran kita mewarisi janji-janji Allah. (Ibrani 6:12).
Pilihlah kelembutan. Biarkan kedamaian kita mengalahkan ketakutan orang lain. Kita dapat memilih bersikap baik, lembut dan rendah hati terlepas dari apa pun situasinya.
Kita benar-benar tidak memerlukan tiga mimpi dan visi hanya untuk memahami kehendak Tuhan. Asalkan kita tetap selaras dengan kebenaran, kesalehan, iman, kasih, kesabaran dan kelembutan, kita akan berada pada pusat kehendak-Nya dan menjadi berkat bagi banyak orang.
[Repost : “Knowing God’s Will”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Conflict Resolution – Cara Menangani Berbagai Konflik Dengan Cara Yang Anggun.
Judul pelajaran pertama di Level 3 Sekolah Charis. Lulus Level 2 itu sudah selesai. Tetapi ada Level 3, level lanjutan dimana kami belajar menerapkan hal-hal rohani yang sudah dipelajari, bagaimana penerapan praktisnya ke dalam dunia nyata, dunia sekuler, menjadi terang dan garam bagi dunia. Kami belajar kepemimpinan, Leadership.
Bukankah setiap kita adalah pemimpin? “Saya hanya ibu rumah tangga..” Itu pun pemimpin, setidaknya memimpin anak-anak dan keluarga. Pemimpin adalah orang yang memiliki pengikut.
Dan pelajaran pertamanya adalah Conflict Resolution.
Resolusi bisa diartikan sebagai ketetapan diri untuk berubah. Resolusi adalah keinginan untuk melanjutkan praktik yang baik, mengubah sifat atau perilaku yang tidak diinginkan, untuk mencapai tujuan pribadi, dan memperbaiki kehidupan mereka.
Nach Conflict resolution simplenya, bagaimana menangani konflik agar kehidupan dapat menjadi lebih baik dan berkualitas.
Banyak orang yang salah kaprah, menganggap jika fondasi kita dalam berhubungan dengan orang lain adalah kasih, maka pintu maaf selalu terbuka dan tidak ada konsekuensi.
Mengampuni, memaafkan itu wajib tetapi konsekuensi juga Harus!
Carrie Pickett, guru kami, mengajarkan berbagai prinsip disertai contoh-contoh kasus yang nyata. Menarik sekali.
Ketika seseorang tidak bisa memahami visi organisasi, bertindak semaunya, apa yang harus dilakukan?
Evaluasi awalnya: Apakah dia sudah ditraining? Mengerti tujuan dan visinya? Sudah paham apa yang diharapkan darinya? Dst.
Kalau Ya, ajak bicara dengan kasih. Dimulai dengan kata-kata positif, tunjukkan potensi dan kelebihannya, lalu ingatkan akan visi serta tujuan peraturan itu dibuat, tunjukkan kesalahannya dengan cara tidak menghakimi, jelaskan apa yang diharapkan, beritahu konsekuensinya jika masih diteruskan.
Jika ini sudah dilakukan dan tetap dilanggar, maka terapkan konsekuensinya dengan tegas!
Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum sepakat?
Ini prinsip penting. Kalau tidak sepakat, lebih baik jalan sendiri-sendiri, untuk menghindari ribuan pertempuran yang tidak perlu. Energi tidak dihabiskan untuk mengurusi hal-hal yang tidak perlu sehingga menghambat kemajuan organisasi atau perusahaan.
Kasih dan Disiplin harus seimbang!
Menarik sekali, Carrie Pickett memberi contoh, ketika hendak menegur seseorang, tidak serta-merta. Diajaknya orang itu makan dulu beberapa kali, hingga terbangun relationship…Tanpa menyinggung hal yang hendak dikoreksi.
Setelah persahabatan terjalin, barulah teguran disampaikan dengan halus, dijelaskan apa yang kita harapkan, apa akibatnya jika hal itu dibiarkan…
“Biarkan mereka melihat hati kita terlebih dahulu, lalu tanyakan apakah kita diijinkan menyebutkan sesuatu yang mungkin tidak nyaman mereka dengar…,” Saran Carrie Pickett sebelum menegur.
Ini kerap dilakukan saat Carrie membimbing anak-anak muda. Wow…
Ibaratnya kita tidak bisa menarik uang di bank, kalau sebelumnya kita tidak pernah menabung.
Nach banyak orang yang kita kenal, yang tiba-tiba muncul saat butuh sumbangan. Proposal nongol… Padahal selama ini, menyapa juga tidak. Ini banyak terjadi di dalam pelayanan.
Bagaimana mungkin seseorang bisa mengharapkan orang lain support pelayanannya, jika dalam keadaan biasa dia tidak pernah menabur sesuatu? Hukum kehidupan itu, Tabur & Tuai.
Biasakan saat kita tidak butuh apa-apa, tetap menabur hal-hal baik dalam kehidupan orang lain. Tulus saja lakukan sesuai dorongan Tuhan. Selain rutin membagikan Seruput Kopi Cantik, saya suka beri buku gratis. Bahkan sebagian saya hadiahkan pada orang-orang yang saya belum pernah bertemu muka.
Bagi saya, itu cara saya menggelar karpet merah kehidupan. Saya tidak tahu kapan butuh sesuatu. Tetapi saya percaya, kalau rajin menabur berbagai benih-benih baik, pasti saat saya atau anak-anak memerlukan sesuatu, ada buah-buah yang bisa dipetik di sepanjang jalan kehidupan. Jika yang saya tabur itu baik, ke mana pun saya pergi, akan dipertemukan dengan orang-orang yang baik.
Andrew Wommack bercerita, beliau mengajar di radio dan televisi dengan gratis. Andrew terkenal dengan bahan-bahan gratis yang boleh di download oleh siapa saja. Free of charge. Tidak hanya itu, CD, buku dan bahan-bahan lain juga dibagikan dalam berbagai kesempatan.
Bahkan Andrew juga tidak takut mendorong murid-muridnya support juga pelayanan dan pembangunan gedung milik tamu-tamu undangannya, meski Andrew sendiri sedang membangun gedung yang membutuhkan biaya jutaan dollar. Masih butuh dana. Dia tidak khawatir kekurangan.
Inilah rahasia kelimpahan yang diungkapkan Andrew, – mindset kelimpahan, bahwa Allah selalu memiliki lebih untuk semua orang, tidak perlu bersaing secara tidak sehat. Dengan cara ini, Andrew menabur benih di mana-mana.
Saat Andrew sharing, apa yang Tuhan katakan sebagai langkah penggenapan Visi selanjutnya dari Tuhan, donatur dari berbagai belahan dunia support. Mereka tahu kredibilitasnya. Orang-orang ingin terlibat dalam pencapaian Visi besar dari Tuhan.
Andrew menegaskan, dia bisa ‘menarik’ support banyak orang, karena sebelumnya dia sudah ‘menabung’ terlebih dahulu. Sudah menyebar benih. Sekarang tinggal panennya.
Ada staff Carrie yang terlibat perselingkuhan hingga hamil. Tetapi mereka bersedia bertobat dan berubah. Carrie tetap mengasihi dan membimbing mereka, tetapi mereka harus dicopot dari jabatannya. Karena ini akan mempengaruhi banyak orang.
Namun tidak disingkirkan serta didiamkan, dianggap tidak ada. Tetap dilibatkan dalam organisasi, diberi tugas, tetapi yang tidak berhubungan dengan banyak orang.
Trust must be earn. Kepercayaan (kembali) itu harus dibuktikan terlebih dahulu.
“It takes 20 years to build a reputation and five minutes to ruin it. If you think about that, you’ll do things differently.” – Warren Buffett
“Dibutuhkan 20 tahun untuk membangun reputasi dan lima menit untuk merusaknya. Jika Anda memikirkannya, Anda akan melakukan hal yang berbeda.” – Warren Buffett.”
Kepercayaan itu mahaaalll harganya, sekali hilang…. Nyaris mustahil untuk mendapatkannya secara utuh kembali.
“Kalau sudah mengampuni, kita lupain ga?”, tanya Surya dalam group discussion.
Paulo Coelho Quote: “Forgive but do not forget, or you will be hurt again. Forgiving changes the perspectives. Forgetting loses the lesson.”
“Maafkan tapi jangan melupakannya, atau Anda akan terluka lagi. Memaafkan mengubah perspektif. Melupakan kehilangan pelajarannya.” – Paulo Coelho.
Sekolah dan belajar memang penting. Segala sesuatu ada ilmunya. Kalau mau belajar, kita tidak perlu jatuh untuk mengalaminya. Cukup belajar dari pengalaman orang lain atau belajar dari sejarah. Itulah sebabnya ada pelajaran sejarah di sekolah.
Jujur saja, sudah belajar pun kadang masih lupa. Terpeleset pula…. Guuubraaaaaakkkk ….Alamak!
Sekolah dan belajar yuk….
Anyone can become angry—that is easy, but to be angry with the right person at the right time, and for the right purpose and in the right way—that is not easy. – Aristotle.
Siapa pun bisa menjadi marah—itu mudah, tetapi marah kepada orang yang tepat pada waktu yang tepat, dan untuk tujuan yang benar dan dengan cara yang benar—itu tidak mudah. – Aristoteles.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Sebagian besar dari kita terlalu akrab bekerja demi mendapatkan gaji. Kita menginvestasikan 40 jam waktu selama seminggu ke dalam bisnis kita sendiri, atau usaha seseorang untuk mendapatkan kompensasi alias gaji atau keuntungan. Apa yang kita lakukan dengan uang itu, benar-benar cerminan dari apa yang kita pikirkan tentang diri kita dan keluarga. Beberapa mungkin menghambur-hamburkan gaji mereka, yang lain mungkin menimbunnya dan yang lain lagi dengan rajin melakukan apa yang mereka bisa untuk mengurus keluarga atau kebutuhan lainnya.
Kita memahami tanggung jawab bekerja untuk menyediakan kebutuhan. “Jika seseorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.” (2 Tesalonika 3:10) “Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.” 1 Timotius 5:8 (TB).
Apakah sumber daya kita terbatas hanya pada kompensasi sederhana dari hasil kerja kita semata? Apakah ada dimensi lain dari berkat dan sumber daya yang tersedia? Paulus mengungkapkan janji luar biasa yang dapat mengubah kompensasi yang kita terima, menjadi pelipatgandaan. “Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;” 2 Korintus 9:10 (TB).
Pertama, kita harus mengakui bahwa uang yang kita peroleh berasal dari Tuhan. Pekerjaan kita hanyalah saluran, yang melaluinya, Tuhan memenuhi kebutuhan kita. Namun, Tuhan tidak hanya menyediakan roti untuk dimakan, tetapi juga benih untuk ditabur. Di sinilah letak rahasia kelimpahan!
Bagaimana kita ‘melihat’ uang kita (roti untuk dimakan) menentukan potensi kita untuk mengalami pelipatgandaan. “Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.” 2 Korintus 4:18 (TB)
Jika kita dapat membuka mata rohani kita dan ‘melihat’ uang kita lebih dari sekadar roti, tetapi juga sebagai benih, mulailah kita berjalan dalam kelimpahan yang telah disediakan Tuhan.
Apa yang kita tabur ke dalam hidup orang lain dan ke dalam perkabaran Injil adalah benih. Setiap benih mengandung potensi untuk memperoleh panen. Tuhanlah yang memberikan peningkatan. Inilah cara Tuhan mengangkat kita dari keterbatasan kehidupan alami dan mendorong kita ke dalam pelipatgandaan berkat.
“Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.” 2 Korintus 9:8 (TB).
[Repost : “FROM COMPENSATION TO MULTIPLICATION”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].
YennyIndra TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC *MPOIN PLUS & PIPAKU* PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Entah mengapa ketika sedang belajar pelajaran “Conflict Resolution”, Tuhan mendorong saya membaca ulang buku-buku karya William Ury dari Harvard University.
3 Seri buku:“Getting To Yes” , yang ditulis bersama Roger Fisher dan Bruce Patton, “Getting Past No”dan “The Power of Positive No.” Saya pernah membaca buku-buku ini puluhan tahun lalu dan bukunya ada di Surabaya.
Nach saya punya ‘library’ di Jakarta… 🙂 Segera saya mengontak sahabat saya, P. Abu Lora dan teng…teng…teng… E-booknya pun dikirimkan ke HP saya… Hanya buku yang ke 3, yang tidak berhasil ditemukan. Saya minta dikirim dari Surabaya.
Thanks P. Abu Lora! You are my angel.
Saya dibesarkan di Jawa Tengah dan lama tinggal di Jogja dan Solo. Jadi bisa dibayangkan, betapa sulitnya bagi saya untuk mengatakan, TIDAK alias NO. Ewuh pekewuh. Sungkan.
Sampai saya membaca serial 3 buku ini, yang membuat saya Pede menolak, jika diperlukan, dan ternyata ada cara menolak yang anggun. Ada pula cara untuk mengubah kata TIDAK dari lawan, supaya bisa diubah menjadi YA. Menarik ya?
Kata falsafah Jawa, ini cara “Ngalahke Tanpo Ngasorake” – “Mengalahkan Tanpa Merendahkan”.
Dan tidak berarti kalau kita menolak, lalu timbul permusuhan. Kadang justru menimbulkan respect, rasa hormat, bahkan bisa juga menjadi kesempatan untuk naik kelas. Tidak percaya?
Sila simak kisah berikut ini yang dikutip dari buku The Power of Positive NO:
Emily Wilson, pembantu rumah tangga yang telah bekerja sangat lama untuk keluarga ekonom terkenal John Kenneth Galbraith. Suatu ketika Presiden Lyndon Johnson menelpon, mencari sang profesor.
“Apakah Bapak Galbraith ada?” “Beliau sedang tidur siang dan telah memberi perintah untuk tidak diganggu.” “Yah, saya adalah Presiden. Bangunkan dia!” “Saya minta maaf, Bapak Presiden, tetapi saya bekerja untuk Bapak Galbraith, dan bukan untuk Anda.” Dan, Emily pun menutup telepon.
Ketika Galbraith ditelepon kembali setelah terjaga dari tidur siangnya, Johnson memberitahu dia: “Siapa perempuan itu? Saya ingin dia bekerja untuk saya.”
Wow…. Emily mungkin bertubuh kecil, tetapi dia memahami batas-batas wilayahnya dengan jelas dan mempertahankannya dengan cara yang anggun mengatakan: NO! terhadap usaha pihak lain yang berusaha membuatnya menyerah dan mengakomodasi.
Keren ya? Kebanyakan kita rela mengkompromikan apa saja demi dekat dengan orang-orang Top dan berpengaruh. Ditelpon presiden? Langsung heboh!
Nilai-nilai dan batas-batas kebenaran yang dipertahankan, pada saatnya akan membuat seseorang naik. Emas murni akan selalu berkilau, sementara kuningan hanya mengkilap sesaat, lalu luntur. Promosi datang dari Tuhan.
Photographer Phillipe Halsman terkenal suka memotret orang yang tengah melompat di udara. Richard Nixon, Robert Oppenheimer, Grace Kelly, Marilyn Monroe dan Duke serta Duchess of Windsor sebagian nama besar yang dipotretnya dengan pose melompat.
Why? Menurut Hallsman, saat seseorang sedang melompat, dia akan fokus pada lompatannya sehingga semua topengnya hilang. Kepribadian aslinya terpancar.
Suatu ketika Hallsman meminta pianist Van Cliburn untuk berpose yang sama. Dan Van Cliburn menolak. Ketika Hallsman menanyakan alasannya… Sang pianist menaruh tangan ke dua tangannya ke punggungnya, mengangkat dagunya, dan berkata, “There is no need for explanation. – Tidak perlu ada penjelasan.”
Hallsman begitu terkesan dengan pernyataan ini, segera diambilnya gambar Van Cliburn dengan pose ini, dan tetap menyertakan foto Van Cliburn di dalam Jump Book-nya yang terkenal. Judul untuk foto itu: “Van Cliburn Won’t Jump.”
Meski ditolak, Hallsman menghargai privacy Van Cliburn dan dia terpesona dengan sikap penolakannya yang anggun.
Inilah 2 kisah yang telah mengubah kehidupan saya, hingga tidak ragu-ragu untuk menolak, jika memang diperlukan.
Kebiasaan lama, kalau menolak selalu disertai alasan. Kadang pusing cari alasan biar gak sungkan. Khas Wong Jowo, demi kesopanan. Sekarang tidak lagi. Meniru Van Cliburn, “NoExplanation.”
“Maaf ya… Saya ga bisa hadir ” Titik! Tidak perlu dijelaskan, klo memang tidak perlu penjelasan.
Belajar membuat wawasan kita makin luas dan menyadari ternyata begitu banyak pilihan-pilihan yang selama ini tidak kita ketahui, bahwa pilihan itu ada.
Dengan cara demikian, kita bisa ‘bergaul’ dengan berbagai orang-orang hebat, yang akan membawa hidup kita kian berkualitas. Hidup kita tidak lagi ikut-ikutan apa kata orang tetapi setiap keputusan sudah dipertimbangkan masak-masak, dan dipilih dari berbagai kemungkinan yang ada. Sudah diperhitungkan untung ruginya Hidup tidak lagi dikendalikan oleh perasaan tetapi oleh nilai-nilai kebenaran dari Allah. Hidup yang berhikmat.
Belajar sama-sama yuk….
The other often much prefers a clear answer, even if it is No, than continued indecision and waffling. William Ury.
Pihak lain sering kali lebih menyukai jawaban yang jelas, meski pun jawabannya TIDAK, daripada terus-menerus ragu-ragu dan bertele-tele -William Ury
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
“Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” Roma 8:32 (TB).
Bagaimana jika sebagian besar hidup kita merupakan cerminan dari cara kita melihat Tuhan? Jika kita melihat Tuhan yang pemarah, suka mengutuk, pelit, tidak mau melepaskan berkat-Nya, atau selalu ingin menguji, maka hidup kita seperti budak tuan yang temperamental. Kita tidak pernah tahu apakah kita sudah cukup baik.
Bagaimana jika Tuhan lebih baik dari yang kita pikirkan? Bagaimana jika reputasi-Nya dirusak oleh orang-orang yang tidak benar-benar mengenal-Nya? Mari kita lihat beberapa ayat yang melukiskan gambaran yang berbeda.
“Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.” Yohanes 4:10 (TB).
Karunia Air Hidup.
“Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” Kisah Para Rasul 2:38 (TB) .
Karunia Roh Kudus.
“Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.” Matius 10:8 (TB).
Karunia Penyembuhan dan Pembebasan.
“Mereka yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.” Roma 5:17 (TB).
Karunia Kasih Karunia dan Kebenaran.
“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,” Efesus 2:8 (TB.)
Karunia Keselamatan oleh Iman.
“Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” Yakobus 1:17 (TB).
Setiap Pemberian yang Baik.
“Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.” Lukas 12:32 (TB.)
“Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.” Yohanes 16:23 (TB).
Apapun yang kita minta dalam Nama-Nya.
“Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi.” 2 Petrus 1:3-4 (TB).
Karunia janji-janji-Nya dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan.
Apakah kita percaya kepada kebaikan-Nya? Iman dimulai ketika kebaikan Tuhan yang luar biasa direngkuh. Semua yang kita butuhkan sudah diberikan. Dia sebaik itu!
[Repost : “God is kinder than you think”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN