Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Saat Kehidupan Rohani Makin Dewasa…


Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Saat Kehidupan Rohani Makin Dewasa…

Dulu saya sering bingung. Baca buku A, disarankan agar deklarasi tiap hari janji-janji Tuhan agar bisa mendapatkan jawaban doa.
Buku Joel Osteen “I Declare” membantu bagaimana caranya agar kita bisa mendeklarasikan janji-janji Tuhan.

Teringat saat baru mengenal Tuhan, saya menjadikan buku Stormie Omartian, sebagai panduan doa.
Bukunya unik, bagus dan saya belajar tentang pernikahan serta bagaimana menjadi orangtua dari buku “Kuasa Doa Seorang Istri” dan “Kuasa Doa Ayah Bunda.” Setiap bab diakhiri dengan doa.
Bertahun-tahun saya mengulang doa-doa itu setiap hari.

Ratusan buku Stormie Omartian saya beli dan bagikan kepada banyak teman-teman, baik teman lama mau pun baru. Bertemu siapa pun saya bercerita tentang buku-buku ini.
Sangat menolong ketika saya masih bayi rohani.

*****

Ketika membaca buku-buku penulis lain, mereka tidak lagi mengulang-ulang doanya. Bahkan ada yang mengatakan, tidak pernah lagi meminta!
Lho????

Padahal pemahaman saya saat itu, berdoa ya meminta perlindungan, berkat, dan berbagai laporan lain, setelah terlebih dahulu memuji dan menyembah Tuhan.
Kalau tidak meminta terus ngapain?
Meski belum paham, terselip tanya, rasanya ada sesuatu yang lebih daripada yang saya terima saat ini.

Mulailah ikut kelas pemuridan dasar Twenty Four Lessons (24 Pelajaran Dasar) dengan Bu Maria Kusumo. Baca firman, kadang menterjemahkan, ikut pelayanan yang sederhana.
Hubungan dengan Tuhan makin bertumbuh.
Doa Stormie, tetap saya jadikan doa syafaat. Takut keluarga tidak dilindungi kalau tidak mendoakannya.
Berpuluh-puluh tahun saya rutin melakukannya.

*****

Saat mengikuti retreat Shine pertama kali setelah pindah Surabaya, saya melihat alm. Mei Chen membaca firman. Ketika saya bertanya, Mei Chen menjelaskan, setiap hari dia membaca 4 pasal, jadi setahun seluruhnya selesai.

Saya pun terinspirasi, meski Mei Chen tidak mengajak atau mengatakan apa pun… Mulailah saya membaca juga 4 pasal setiap hari selama bertahun-tahun. Bahkan merasa bersalah kalau terlewat. Seperti punya hutang saja…
Besoknya langsung didobel.
Ditambah pula rajin membaca berbagai renungan harian.
Merasa ini kewajiban, sejujurnya, tidak betul-betul mengerti.

Belajar dari berbagai sumber jalan terus… Membaca dari berbagai buku pula.
Rindu untuk mengenal Tuhan lebih dekat…
Ada yang lebih daripada yang saya alami saat ini.

*****

Pertama kali Sekolah Charis, saya bingung. P. Irwan bilang saya harus merenungkan firman, hingga mendapatkan pewahyuan. Bagaimana caranya?

Semakin lama sekolah, semakin mengenal Tuhan dengan karakter-Nya.
Semakin mengenal-Nya, semakin mudah membedakan, mana yang dari Tuhan dan yang bukan.
Pewahyuan itu pun muncul dengan sendirinya. Firman menjadi sesuatu yang hidup dan sekarang paham apa yang dimaksud.
Terlebih lagi dengan teman-teman, kami kerap sharing. Belajar pula selain dari pengalaman para guru, belajar dari pengalaman teman sendiri. Punya kesempatan bertanya dan berdiskusi. Pergaulan yang baik sungguh sangat menolong perkembangan rohani saya.

Hubungan dengan Tuhan makin intim. Kerapkali dari pengalaman, sadar, Tuhan berbicara melalui keinginan kita.
Ternyata Tuhan mendownload keingingan-Nya, menjadi keinginan kita. Jadi sangat natural.

Itulah sebabnya, banyak orang kerap melewatkannya karena suara Tuhan terdengar seperti suara kita sendiri.
Tuhan berbicara kepada kita melalui roh kita.
Roh Allah berbicara kepada roh kita.
Akibatnya, bagi kita terdengar seperti suara kita sendiri. Padahal itu Suara Tuhan yang berbicara melalui roh kita.
Bagi kita seolah hanya ada dorongan untuk berbuat sesuatu yang baik, tetapi saat sudah berlalu, dan menengok ke belakang, baru sadar: itu Tuhan!

****
Ketika pandemi Covid sedang marak, banyak teman-teman yang setiap hari mendeklarasikan Mazmur 91. Janji  perlindungan Tuhan untuk seluruh aspek kehidupan kita.

Sekarang saya paham ketika Andrew Wommack bercerita, beliau tidak lagi menghafalkan atau mendeklarasikan Mazmur 91 saat serangan Covid sedang ganas-ganasnya.
Andrew mengatakan, Mazmur 91 sudah menyatu menjadi bagian dari dirinya.

Demikian pula alasannya, mengapa semakin dewasa rohani seseorang, dia tidak lagi sibuk minta berbagai hal.
Why?
Tanpa minta pun Tuhan sudah memberikan hal-hal yang jauh lebih baik daripada yang bisa kita pikirkan.
Justru kerap kali ‘kecele’, kata Orang Jawa, minta ABC…. ternyata akhirnya sadar, ada yang lebih baik daripada ABC…
Hhhmmm… untung Tuhan gak kasi ABC.

Semakin kita mengenal Tuhan dan firman-Nya, semakin gak ingin minta apa-apa, apalagi mengatur-atur Tuhan takut gak diberkati, atau gak dilindungi, seperti saat awal mengenal-Nya.

Tuhan itu Bapa yang jauh lebih baik daripada yang bisa kita pikirkan. Dia memberi yang lebih baik melampaui yang bisa kita doakan.
Setiap kali, tanpa meminta apa pun, sudah terpukau dengan kebaikannya. Ungkapan syukur tak henti-hentinya meluncur dari mulut ini.
Tuhan baik… Teramat baik.

Ketika jalan seolah buntu, dulu kuatir, galau…
Sekarang memilih menyerahkannya kepada Tuhan.
Ada ide solusi?
Gak ada, blas….
Terus bagaimana?
Ya sudah, percaya saja wong Tuhan yang memelihara saya.

Saya memang gak ada ide, tapi Tuhan punya ide yang lebih bagus.
Berulangkali terjadi, tiba-tiba ada jalan terbuka…
Atau dipertemukan dengan seseorang.
Butuh waktu dan proses, tapi ya sudah, jalani bersama Tuhan.
Akhirnya solusi tercipta.

*****

Hidup mulus dong?
Gak juga. Kadang dengan adanya berbagai kesibukan atau tantangan, tanpa sadar sudah menarik fokus kita menjauh dari Tuhan. Kualitas hubungan tidak lagi prima.
Damai sejahtera hilang.

Solusinya?
Kembali ke Laptop!
Kembali kepada Kebenaran Sejati.
Di sanalah damai sejahtera dan sukacita yang sejati berada.
Pulihkan hubungan, kedekatan dan fokus kepada-Nya.
Hidup memang misteri tetapi jika kita berkolaborasi dengan Sang Pemilik Kehidupan, semua akan beres!

Setuju? Praktik yuk….

“Right now, God is working all around you.”
– Henry T. Blackaby, Experiencing God

Saat ini, Tuhan sedang bekerja di sekitar Anda.”- Henry T. Blackaby, penulis buku “Experiencing God.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Rheva: Sembuh Dari Syaraf Terjepit Tanpa Operasi. Bisakah?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Rheva: Sembuh Dari Syaraf Terjepit Tanpa Operasi. Bisakah?

Rheva, marketing sebuah perusahaan asuransi yang besar. Sementara kliennya, banyak pabrikan di Karawang, Cikarang dsb. Cukup jauh dari rumahnya di Alam Sutera. Karenanya Rheva kerap duduk, menyetir berjam-jam.
Rheva pun menderita penyakit
SCIATICA

Dua puluh tahun silam, Rheva terjatuh di atas black ice, salju yang sudah kena air hujan, mengeras seperti balok es. Ternyata dengan berjalannya waktu, kondisinya terus memburuk. Di antara tulang, ada bantalan yang melindungi agar tulang tidak langsung bertemu tulang.

Dari hasil rontgen, terlihat bantalan sudah gepeng, sehinga nyaris tulang bertemu tulang. Bantalannya hancur. Di dalam bantalan ada cairan dan cairannya keluar, dan mengenai syaraf yang ada di belakangnya.

Rasa sakit yang dirasakan Rheva, dari pinggang hingga ke jari kaki. Sakitnya 24 jam sehari, selama 6 bulan. Bahkan tidur pun terasa sakitnya. Posisi yang paling ringan sakitnya, tidur tengkurap. Bisa dibayangkan, Rheva berdiri atau duduk lama, bahkan tidur pun gak bisa lama.

Pola hidup Rheva yang tidak sehat, nyetir berjam-jam, kalau stress hobinya ngemil, dan ini memperparah penyakitnya. Kelebihan berat badan 20 kg, selama 5 tahun. Ternyata menambah beban lagi pada cedera yang dialaminya.
Mulai sakit Maret 2019, mulai terapi apa saja dan painkiller menjadi konsumsi hariannya. Semakin hari, semakin parah sakitnya… Terutama saat bangun tidur, badan masih kaku, Rheva harus merangkak turun dari tempat tidur dengan berpegangan dinding, sampai masuk ke kolam renang. Setelah berenang, baru bisa sedikit normal.

Akhirnya di bulan September, Rheva berpikir kondisinya sudah mulai membaik karena sudah rutin terapi. Lalu dia bersin sekali, tiba-tiba… Badannya terkunci, tidak bisa bergerak. Mengangkat tangan saja mesti dihitung, ini gerakan pertama, ke dua..dan seterusnya, keringat bercucuran sebesar jagung, baju basah kuyup.
Akhirnya, dibawa ke rumah sakit.

Hal yang pertama diminta Rheva di sana adalah painkiller yang lebih kuat, dia sudah tidak tahan sakitnya.
Dokter yang memeriksa, langsung menyarankan besok operasi.
Kaget…
“Duh, operasi? Saya perlu mikir nich, ” sergah Rheva.

“Buat apa kamu menunda untuk sesuatu yang sudah membuat kamu menderita selama ini? Toh ini hanya operasi,” sang dokter menjelaskan.

“Dok, saya minta waktu untuk berpikir…”

Laser dan terapi selama di rumah sakit terus dilakukan.
Terlebih lagi Kak Sari menemani seharian, sambil sharing firman yang menguatkan. Keesokan harinya gantian Kak Helen yang menemani sambil sharing firman. Lalu selama opname, Rheva betul-betul bed-rest sambil mendengarkan pelajaran yang dikupas oleh Ps. Wendell Par tentang Kuasa Roh Kudus.
Perpaduan semua ini membuat kondisi Rheva membaik.
Firman itu roh, hidup dan menyembuhkan.

Teman-teman sekolah mau pun gereja yang bezuk, semua diajak perjamuan kudus.
Kebiasaan perjamuan sudah dilakukan selama 6 bulan. Karena untuk menginjak rem, Rheva perlu menahan rasa sakit yang tidak tertahankan. Oleh sebab itu, di tengah-tengah kemacetan, dari Alam Sutera sampai kantornya di Sudirman, dia perjamuan kudus sendiri dengan mengingat bahwa tubuh Yesus sudah hancur di kayu salib untuk kesembuhannya. Rheva berusaha fokus pada Tuhan, dan bukan pada rasa sakitnya. Sambil terus mengingatkan dirinya bahwa Yesus sudah mati di kayu salib untuk menebus dosanya, semua sakit penyakitnya sudah sembuh.

“Rheva kamu percaya gak sich?”, tanyanya pada diri sendiri.

“Rheva, kamu sudah menang bersama Yesus. Kamu sudah berdiri after The Cross. Kamu sudah sembuh. Hanya saja manifestasinya belum kelihatan,” demikian Rheva menegaskan pada dirinya sendiri,
“Realitanya tulang kamu rusak Rheva, tetapi kebenaran rohaninya, sesuai 1Petrus 2:24, kamu SUDAH SEMBUH. Oleh bilur-bilur-Nya aku sudah sembuh.”

Suatu ketika pulang sekolah, Rheva langsung terbang ke Singapore. Minggu kebaktian di suatu gereja, duduk dekat multimedia.
Kotbah hari itu sama sekali tidak berhubungan dengan healing, tetapi di tengah kotbah, tiba-tiba dia berhenti dan berkata,
” Saya akan berdoa bagi seseorang, yang sakitnya dari pinggang ke bawah,” sambil menunjuk tempat yang sakit,
“bahkan saat kamu tidur, sakit di bagian kanan tubuhmu tetap terasa.”

Rheva terkaget-kaget, karena diantara ribuan jemaatnya, sang pendeta menjelaskan secara detil, symptom yang dirasakan Rheva selama ini. Bahkan menunjuk dengan tepat, bagian yang sakit seperti yang dialami Rheva.
Dengan berurai airmata, Rheva berkata,
“Tuhan terimakasih ini betul-betul konfirmasi dan seolah ketok palu, bahwa saya sudah sembuh. Saya terima Tuhan, saya aminkan saya sudah sembuh.”

Uniknya, biasa Rheva duduk dengan rasa sakit, saat itu juga rasa sakit lenyap.
Dokter bilang, hari senin Rheva kembali dan hari Selasa operasi.

Hari Senin, Rheva tandatangan berbagai surat menjelang operasi. Di test ulang, angkat kaki dsb, tetapi sudah tidak ada rasa sakitnya. Dokter heran. Ngapain koq mau operasi?
Namun Rheva tetap bersiteguh hendak operasi. Dia ingin pulang Indonesia dalam keadaan sudah beres, sehat dan tuntas.

“Oke, besok siap jam 3pm. Nanti jam 4pm kita operasi,” ujar sang dokter.

Dalam perjalanan pulang dari Rumah sakit, Rheva heran melihat ada pelangi di langit. Pelangi biasa muncul sesaat, tetapi pelangi ini koq bertahan dari pagi hingga lama sekali, tetap di sana.

“Tuhan, pelangi ini kan lambang janji Tuhan ya? Saya mau tangkap hal ini sebagai janji-Mu buatku,” bisik Rheva dalam hati.
Saat itu ada telpon dari beberapa pengerja dari sebuah gereja, yang ingin mendoakan Rheva. Sambil didoakan, Rheva memandang pelangi itu sambil berkata dalam hati,
“Tuhan saya aminkan semua doa dari hamba Tuhan ini, dan saya akan melihat pekerjaan Tuhan itu sempurna dan tidak akan ada yang rusak lagi di dalam tulang saya. Di dalam Nama Tuhan Yesus. Amin.”

Rheva bekerja di perusahaan asuransi, tentu saja Rheva punya asuransi di perusahaan tsb. Tentunya semua beres, tidak ada masalah.
Rheva sudah mengimani bahwa jalan kesembuhannya melalui operasi, karena semua jalan nampak terbuka. Seolah konfirmasi dari Tuhan.

Tetapi begitu after dinner, Rheva mulai di chat dari kantor.
Tiba-tiba masalah mulai bermunculan.
Harus bayar cash dulu baru bisa diganti oleh asuransi.
Segera Rheva chat dengan minta approval kepada bossnya langsung. Yang satu oke, yang satu ragu-ragu dan yang satu lagi diminta menunggu.
Galau…

Sahabat Rheva mengajaknya berdoa.
“Iya aku sudah tau… Tuhan pasti buka jalan,” sergah Rheva sedikit kesal.

Tiba-tiba ada suara kecil lembut bertanya dalam hatinya,
“Waktu Yesus mati di kayu salib, pekerjaan-Nya sudah selesai belum?”

“Iya… Sudah…”
“Jadinya apa?”
“Yang sakit disembuhkan…”
“Kamu sudah sembuh, Rheva… Kamu percaya ga?”
“Iya.. Saya percaya tapi lewat operasi kan?”
” Saya punya yang lebih baik daripada operasi, kamu mau ga Rheva?”

Rheva baru sadar. Di bagian yang mau dioperasi itu dipenuhi oleh puluhan syaraf-syaraf halus. Jika saja saat operasi meleset sedikit, bisa berakibat kelumpuhan.

“Ya mau dong Tuhan…”

“Rheva jangan marah dan jangan maksa soal asuransi. Karena Aku save the best for you,” kata Roh Kudus.

Rheva ingat,
1 Yohanes 5:4 (TB) sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

Jadi dunia bilang, medical report bilang dan realitanya bilang, tulangnya Rheva rusak dan bisa disembuhkan melalui operasi. Tapi kalau Rheva punya iman kepada Kristus, yang telah menyembuhkan semua sakit penyakit di kayu salib, terjadilah menurut imanmu yang mengalahkan dunia.

Rheva langsung menangkapnya dan menerima kesembuhannya dengan sempurna. Tidak ada lagi rasa sakit dan no pain killer anymore.
Tuhan senantiasa menemui kita di level iman yang kita miliki.

Yeaaayyyy…. God is good all the time!

You have to be sick and tired of being sick and tired – Andrew Wommack.

Anda harus merasa sakit dan lelah karena mengalami sakit dan lelah selama ini. (Kesembuhan itu ada di dalam Yesus) – Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

2022… Here We Go!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

2022… Here We Go!

Mengutip ungkapan Bill Winston, yang di post Yuliadi:
Pepatah dunia mengatakan,
Hidup itu seperti roda yang berputar, kadang di atas dan kadang di bawah.
(Biasanya diembel-embeli, makanya jadi orang jangan sombong.)

Tetapi pepatah hidup orang yang dibenarkan oleh Tuhan itu berbeda.
Bagaimana dong?

Jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

Bahkan tidak hanya itu,
jika terus melekat kepada-Nya, kita akan menjadi serupa dengan Tuhan, dan dibawa dari satu kemuliaan kepada kemuliaan yang lebih besar.
Setiap orang yang melihat kita pun sadar, ini karya Tuhan… Demonstrasi kebaikan-Nya begitu nyata.
Dan mereka pun ingin mengenal Allah kita.

Pilih mana?

Raja Salomo mengungkapkan rahasia untuk hidup berkemenangan di tahun 2022.

Jalan orang fasik, artinya orang yang tidak mentaati Tuhan, itu seperti kegelapan; mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka tersandung.

Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku,” ujar Raja Salomo,
Janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.”

Raja Salomo menasehati kita agar senantiasa menyimpan hikmat-hikmat Tuhan yang tersimpan dalam firman-Nya. Inilah rahasia kesuksesan, kehidupan serta kesembuhan bagi tubuh kita.
Lengkap! Apa pun yang kita butuhkan, Tuhan sediakan.

Firman itu bukanlah perkataan biasa, yang sekedar kata-kata belaka. Firman Tuhan itu roh, hidup dan memiliki kuasa untuk menciptakan kehidupan. Firman itu adalah Allah sendiri.

Ingatkah kita bahwa Allah menciptakan dunia dengan firman-Nya?
Bahkan dunia ini pun ditopang oleh firman-Nya.

Itulah sebabnya, saat kita bersepakat dengan Tuhan, dan mendeklarasikan janji-janji-Nya, kita sedang mencipta seperti Allah mencipta.

As He is, so are we in this world.
Sama seperti Allah, demikianlah kita di dunia ini.

Karena itu berhati-hatilah dengan kata-kata sia-sia yang kadang keluar dari mulut kita..
Itu bisa menjadi kutuk tanpa disadari.

“Sedemikian pentingnya kata-kata, hingga setan kerap menunggu kita mengucapkan kata/kalimat tertentu yang sia-sia, supaya dapat dia gunakan supaya bekerja mendatangkan petaka dalam hidup kita,” jelas Dr. Sandra Kennedy.

Jika anda tidak puas dengan kondisi kehidupan anda saat ini, itu artinya Anda perlu mengubah kosa kata Anda,” Ps. Kenneth Hagin.

Karena, Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Mau hidup berkelimpahan?
Katakan kelimpahan.
Mau sembuh dan sehat?
Katakan kesembuhan dan kesehatan.

Say what you mean, mean what you say.
Katakan apa yang Anda maksud, maksudkan apa yang Anda katakan.
Pastikan Anda spesifik saat mengomunikasikan harapan atau membuat permintaan

Tahun 2022, masih sebuah misteri…
Kelihatan mengerikan bukan?
Tetapi sesungguhnya, setiap bagian hidup kita memang misteri. Apa yang akan terjadi 1 jam mendatang pun kita belum tahu…
Jadi tidak penting 2022 misteri atau tidak, tetapi bersama siapa kita menjalaninya itu yang terpenting.
Allah senantiasa menyertai kita, Dia sudah berjanji tidak akan meninggalkan atau membiarkan kita.
Aman!

Saat ada tantangan di tahun 2022, tidak usah sibuk mencari pertolongan ke kanan atau ke kiri, tapi angkat pandangan kita ke atas.
Tunggu arahan-Nya dan taati.

Pesan Raja Salomo lagi:
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Jangan biarkan hal-hal kecil, yang seringkali dianggap tidak penting, mengganggu suasana hati kita.
Jangan biarkan rubah-rubah kecil merusak keindahan kebun anggur kita.
Arahkan hati dan pikiran kepada-Nya, niscaya apa pun tantangan & halangan di tahun 2022 akan dapat kita lewati dan keluar sebagai pemenang.
Jika Tuhan ada di pihakku, siapa dapat melawan aku?

Happy New Year 2022.

Trust in the Lord with all your heart,
and lean not on your own understanding;
in all your ways submit to him,
and he will make your paths straight.

Percaya kepada Tuhan dengan segenap hatimu
dan jangan bersandar pada pemahaman Anda sendiri;
dalam segala jalanmu tunduklah kepadanya,
dan dia akan meluruskan jalanmu.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Potongan Puzzle Rencana Besar Tuhan di MB-Gen menjadi Go-ImET by CI-Gen.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Potongan Puzzle Rencana Besar Tuhan di MB-Gen menjadi Go-ImET by CI-Gen.

Hidup ini penuh misteri tetapi juga menarik, saat kita menjalaninya bersama Sang Pemilik Kehidupan.

Bermula dari Mission Trip, saya kebagian melayani di “Satu Hati Bagi Negeri”, kelompok marjinal yang pelayanannya dipimpin oleh Ibu Hanna yang cantik.
Oleh B. Hanna saya diperkenalkan pada Coach Kaki dengan MB-Gennya.

Ingin tahu siapa Coach Kaki & MB-Gen?
Klik:
http://www.MB-Gen.org

Mulai 1 Januari 2022, program IMeT by MB-Gen (Indonesia Millennial Entrepreneurship Training by Melangkah Bagi Generasi) akan berubah menjadi Go-ImET by CI-Gen (Generation of Impact Entrepreneurship Training by Christian Impact Generation).

Dan saya mendapatkan kesempatan sharing sebagai coach di sana.
Ingatan pun melayang pada Yayasan Pondok Hayat, yang merawat anak-anak yang ibunya hamil di luar nikah, bahkan nyaris digugurkan, serta Sekolah Pelita Permai, sekolah gratis untuk anak-anak miskin di Surabaya, yang dipimpin oleh Bu Monica Stephanus dan Bu Liana Kristanti.

Segera saya memperkenalkan Coach Kaki dengan B. Monica & B. Liana. Terjalin kerjasama sehingga mereka bisa membantu lebih banyak lagi anak-anak yang ingin sekolah ke Taiwan dengan beasiswa. Beberapa anak Pondok Hayat dan Pelita Permai pun, ikut bergabung dalam MB-Gen, bersiap meraih cita-cita di luar negeri.
Sesuatu yang awalnya nampak mustahil, mengingat besarnya biaya sekolah ke luar negeri, sekarang kesempatan pun terbuka. Yeaaayyyy….

Banyak orang beranggapan, membantu harus selalu berupa materi. Kadang informasi yang tepat, justru bisa membukakan kesempatan tanpa batas.

Sekolah di Taiwan ini sangat menarik. Mulai dari SMK, S1 hingga S2. Anak-anak bisa bekerja sambil sekolah. Mereka dipersiapkan menjadi entrepreneur di masa depan. 3 Bulan kerja dan 3 bulan sekolah. Bahkan untuk S1 jurusan IT, magang kerjanya 3 tahun di Taiwan dan 1 tahun di Jepang. (Saat berada di luar negeri) Orangtua tidak perlu membiayai mereka lagi.
Meski yang terbanyak memang beasiswa ke Taiwan, tetapi MB-Gen juga memberi beasiswa ke negara-negara lain seperti USA, Jepang, Korea.

MB-Gen melatih dan mempersiapkan para siswa yang hendak sekolah ke luar negeri, dengan pembinaan karakter, entrepreneurship, penguasaan bahasa dsb. Yang lebih keren lagi, para coach dari berbagai negara di dunia. Selain dari Indonesia, ada yang dari US, El Savador, Brazil dsb.
Program MB-Gen diadopsi oleh berbagai negara di dunia dan dipercaya di Taiwan untuk melatih siswa tidak hanya dari Indonesia tetapi berbagai negara lainnya.

Coach Kaki sharing, bagaimana beliau terpukau dengan perkembangan yang sedemikian cepatnya, serta kepercayaan besar yang diembannya dari Tuhan. Rencana-Nya jauh lebih besar dan dahsyat daripada yang bisa beliau pikirkan.

“Apakah saya mampu?”, gumam Coach Kaki dalam hati.

Kebetulan sekali saat itu saya tengah sharing, dan menekankan bahwa It’s all about God, not me.
Coach Kaki menimpali, “Dari pagi saya terus menerus diingatkan Tuhan, bahwa dalam menjalankan amanat besar Tuhan ini, semua adalah tentang Tuhan dan bukan saya. Salah satunya dari Coach Yenny.”

Wow…. Saya pun terpukau…. Allah Yang Mahabesar itu begitu personal, memahami kegalauan anak-anak-Nya. Dan tanpa saya sadari Tuhan memakai kalimat saya untuk meneguhkan Coach Kaki…
Terimakasih Tuhan…. Saya pun merasa istimewa. 🙂 , tanpa sengaja ikutan terbawa dalam rencana besar Tuhan memakai Coach Kaki dan MB-Gen, yang nama barunya: Go-ImET by CI-Gen.

Bukan kebetulan juga, B. Monica Stephanus, itu translater Top di Surabaya. Kerap menjadi penterjemah tokoh – tokoh Top dunia yang memberikan seminar di Surabaya. Brother Andrew,
Loren Cunningham, Reinhard Bonnke, Suzette Hattings, Tommy Barnett, John Bevere, Joyce Meyer, Marilyn Hacky adalah sebagian diantaranya.
Dengan MB-Gen go international, tentu kerjasama dengan beliau akan sangat membantu. Monica pun menjadi salah satu coach di sana.

Membayangkan pun tidak, tiba-tiba saya menyadari bahwa saya sudah menjadi salah satu potongan puzzle dari rencana Tuhan yang besar. Tuhan memakai teman-teman yang hebat, dan saya pun ‘katut’ kata Orang Jawa, tanpa sengaja terbawa di dalamnya. 🙂

“Siapakah aku ini, Tuhan?”, bisik hatiku.
Jika dirunut ulang, saya hanya menyediakan diri untuk dipakai Tuhan, tanpa ada ambisi mau pun pamrih apa pun. Sesuatu yang baik, saya bagikan, perkenalkan dan bantu, agar bisa terjalin hubungan yang baik dan luas antar teman, untuk kemuliaan Tuhan.
Itu saja… Selebihnya Tuhan yang memang dahsyat. Memakai orang-orang biasa, dengan cara yang luar biasa.
Supaya saat kesuksesan tercapai, semua orang tahu:
Itu karya Tuhan, bukan hebatnya kita!

Kita adalah tubuh Kristus. Setiap kita punya posisi dan peran khusus yang berbeda, tak tergantikan, namun saling melengkapi dan saling membutuhkan satu dengan yang lain. Tidak perlu bersaing atau iri hati. Tuhan memandang setiap kita sama pentingnya.

“Yenny, koq kamu beruntung sekali, dipakai dan diberkati Tuhan?”

Kan Barry Bennett bilang, hidup kita akan menjadi demonstrasi kebaikan Tuhan, jika hidup dekat dengan-Nya?

Sementara Andrew Wommack mengajarkan, hidup kita akan dipenuhi dengan hal-hal supernatural, jika tidak, artinya kita tidak benar-benar memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan.

Sesungguhnya, terhadap semua anak-anak-Nya, Tuhan memberi kesempatan yang sama. Allah itu adil dan tidak memandang muka. Anugerah diberikan gratis pada semua orang. Respon kitalah yang membedakannya.

Ketika kita setia dan pasrah mengikuti arahan Allah Yang Maha-besar, maka endingnya kita pun ‘katut’ tanpa sengaja terbawa ke dalam hal-hal yang besar.

Mau???
Yuk responi anugerah-Nya dengan hidup dekat kepada-Nya.

Meminjam salam MB-Gen:
Life is fun so let’s keep on Faithing, lol & rolling! Salam Juang!

We are just a puzzle piece in God’s master jigsaw plan. Like any puzzle piece, we seem unimportant by ourselves. But vital to the end of product.

Kita hanyalah potongan jigsaw puzzle dalam rencana Tuhan. Seperti potongan puzzle lainnya, kita sendiri merasa tidak penting. Tapi sesungguhnya penting bagi hasil akhir produknya.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Semuanya Akan Berlalu…. Dan Semua Baik-baik Saja!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Semuanya Akan Berlalu…. Dan Semua Baik-baik Saja!

Apa yang paling membuat manusia khawatir?
Tidak tahu apa yang ada di depan sana.
Tidak bisa mengantisipasi, yang tidak diprediksi mendadak terjadi, semua rencana gagal…
Ini yang paling membuat manusia stress.
Kehilangan kendali…

Pandemi, contohnya.
Semua galau, tidak tau apa yang harus diperbuat. Tidak pernah terjadi sebelumnya.
Tidak bisa tidur, stress…

Pandemi menimpa semua orang, tetapi respon masing-masing berbeda.
Why?
Ada yang bergantung dengan kekuatan sendiri dan ada yang betul-betul berserah kepada Tuhan.

Sahabat saya, Andreas Hartanto, mengirimkan perenungannya yang apik.
Setiap kita dilahirkan ke dunia memiliki suatu tujuan dan kita tengah berjalan menuju ke sana.
Tujuan besar semua orang, agar hidup kita mencerminkan Allah sendiri.
Tetapi ada tujuan spesifik masing-masing, sesuai dengan peran yang sudah ditetapkan Tuhan, bahkan sebelum kita berada di dalam kandungan ibu kita.
Nach kita tidak tahu detilnya.

Lalu bagaimana cara menemukannya?
Dengan menjalani hidup ini bersama Tuhan karena sesungguhnya, Tuhan itu sendiri adalah Jalannya.

Sejak kecil saya suka membaca dan berpotensi menulis, tapi tidak pernah menyadarinya. Kuliah di Teknik Sipil bertemu P. Indra… Gak ada hubungan dengan menulis.
Menikah, berbisnis pipa PVC dan tangki air di Solo.
Gak nyambung blas…

Tidak pernah terpikir sedikit pun akhirnya bisa pindah ke Surabaya, belajar menulis hingga punya beberapa buku. Gak mimpi pula, bisa Sekolah di Charis dan akhirnya pindah lagi ke Jakarta.

Banyak hal yang seolah-olah salah, tetapi akhirnya, talenta yang Tuhan tanamkan bermanfaat serta menemukan cara untuk merealisasikannya. Karena untuk itulah Tuhan menciptakan saya di dunia ini.
Ketika saya melekat pada Tuhan, Dia sendiri yang menuntun dan mengarahkannya.

“B. Yenny, di grup sekarang ada yang rutin menulis, tulisannya mirip lho.”

Meski pun mirip, tapi tidak mungkin sama. Pengalaman setiap orang berbeda dan unik. Pengalaman-pengalaman yang kelihatannya secara kasat mata ‘salah’, justru membentuk baik gaya mau pun isi tulisan saya. Tuhan sudah menyiapkan dan meramunya menjadi ciri khas Seruput Kopi Cantik.

Tidak perlu merasa tersaingi karena setiap penulis punya ‘pasarnya’ masing-masing. Perlu diingat, ini bukan tentang kita, tetapi tentang Allah. Jangan mencari nama untuk diri sendiri, demikian prinsipnya.
It’s all about God, not me.

“Endingnya di mana Bu Yenny?”
“Saya gak tahu… Selama saya menjalaninya bersama Tuhan, langkah demi langkah, saya tidak akan pernah tersesat. Saya melekat pada Sang Jalan dan Tujuan itu sendiri.”

“Hidup B. Yenny mulus dong?”
Sama sekali tidak!
Banyak tantangan dan rintangan.
Lho?

Kita hidup di dunia yang sudah jatuh dalam dosa, ‘si musuh’ tidak suka ketika kita hidup melekat kepada Tuhan.
Berbagai serangan dan rintangan dibuatnya.
Tetapi selama saya berjalan bersama-Nya, penghalang yang dibuat ‘si musuh’, justru diubah Tuhan menjadi batu pijakan untuk naik ke tempat yang tinggi, yang tidak dapat dicapai, tanpa adanya batu itu.
Dahsyat bukan?

Kadang kami (Tuhan dan saya) berjalan melalui terowongan yang gelap, pekat dan menakutkan. Tuhan tidak sekedar menggandeng tetapi menggendong saya.
So sweet…

Kadang timbul pertanyaan dalam hati,
“Berapa lama harus melewati jalan berliku yang gelap, Tuhan?”

“Percaya saja…”, jawab Tuhan.

Yach saya kan bukan Tuhan. Saya tidak perlu mengendalikan semuanya. Saya tidak sepintar itu dengan otakku yang hanya sebesar kacang.

Tidak penting ke mana, jauh lebih penting bersama siapa?

Hhhmm… Bukankah Tuhan sudah berjanji bahwa rancangan-Nya adalah rancangan damai sejahtera untuk memberikan hari depan yang penuh harapan.
Yang berjanji bukan abal-abal tetapi Sang Pencipta alam semesta. Terjamin!

Tidak penting apa yang saya lewati sekarang, pokoknya endingnya: “Semua akan baik-baik saja”, seperti kesaksian P. Solaiman Giyono.

Yang belum baca, bisa KLIK:
https://yennyindra.com/2021/09/semua-akan-baik-baik-saja-takut-mati-ini-pengalaman-pak-giyono/

Lamaaaa… Setelah itu, saya menoleh ke belakang.
Terlihat lukisan kehidupan saya yang indah.
Perpaduan warna gelap dan terang…
Jika semuanya mulus, berwarna terang, tidak indah bukan?
Silau mata kita memandangnya.

God is good, all the time.
All the time, God is good.

Seek God because you know you cannot navigate safely in this world without Him – Joyce Meyer.

Carilah Tuhan karena Anda sadar, tanpa Dia, Anda tidak bisa berjalan dengan aman di dunia ini – Joyce Meyer.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 216 217 218 219 220 416