Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Apakah Allah Berjudi?


Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apakah Allah Berjudi?

Setiap orang bisa membeli buku bagus, tetapi tidak semua orang suka membaca. Ada yang punya buku, suka membaca, tetapi tidak ada waktu untuk membacanya.
Nach… Saya suka membaca dan punya waktu juga membacanya, jadi saya ingin menulis berkat yang saya dapatkan dari buku bagus yang sedang saya baca dalam Seruput Kopi Cantik.
Setuju?

Saat ini saya sedang belajar dari buku *”The Perfect You” – Dr. Caroline Leaf, untuk Menemukan Potensi Dari Identitas Kita.*

Konon Albert Einstein pernah berkata,
“Saya ingin mengenal pikiran-pikiran Allah, selebihnya hanyalah detil.”

Einstein menyadari pikiran Allah merupakan bagian yang tidak terpisahkan untuk memahami siapa diri kita yang sempurna. Sebab *di dalam Dialah kita hidup, bergerak dan ada*.
Setiap kita diciptakan Allah secara unik, satu-satunya, limited edition dan peran kita tak tergantikan.

Allah mendesain masing- masing kita memiliki diri kita yang sempurna, yang merupakan cerminan Allah, di mana dari situ muncul identitas dan tujuan kita sebagai penatalaksana ciptaan dan kemuliaan-Nya.

Kalau ingin mencari jati diri kita yang sejati, haruslah kembali kepada sang pencipta kita.

******
Einstein suatu kali berkata, Allah tidak berjudi ketika menciptakan alam semesta. Sebagai fisikawan klasik, Einstein percaya bahwa alam semesta diatur dengan hukum-hukum tertentu yang menentukan segala hal terjadi.
Einstein tidak menyukai konsep alam semesta yang terbuka dan kehendak bebas.
Itulah sebabnya, penganut faham ini menganggap apa pun yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Allah atau seijin Allah.

Tentu saja faham ini bertentangan dengan perkataan Tuhan sendiri:
*Pencuri (si musuh) datang untuk mencuri membunuh dan membinasakan. Tetapi Tuhan datang supaya kita mempunyai hidup, dan mempunyainya di dalam segala kelimpahan.*

Penyakit, malapetaka yang bisa merugikan, membunuh dan membinasakan, tentu bukan dari Tuhan.

Dengan Fisika Kuantum, terbukti, mungkin sekali Allah memang berjudi. Dengan kasih dan anugerah-Nya, Allah tidak memaksa kita untuk mengasihi dan melayani-Nya.
Allah mendesain kita menjadi cerdas, yang merupakan cerminan dari gambar diri-Nya yang mulia, memiliki kebebasan memilih dalam menjalani hidup kita.
Allah mengambil resiko memberi kita Free Will, kehendak bebas.

“Kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.” kata Tuhan.

Filsuf Keith Ward berkata,
“Kalau Allah ingin manusia hidup bebas, tidak didikte, mampu membuat pilihannya sendiri, maka Allah harus berjudi ketika menciptakan alam semesta agar kebebasan bisa diwujudkan.”

Kasih memang mengandung resiko.
Dan Allah mengambil resiko itu. Menciptakan manusia yang memiliki kehendak bebas, bukan boneka atau robot yang diprogram untuk mentaatinya.
Kebebasan yang diberikan-Nya, merupakan demonstrasi keinginan-Nya untuk membangun hubungan yang intim dengan manusia.
Manusia memilih mengasihi dan mentaati dengan kehendak bebasnya, bukan karena dipaksa.

******

Manusia diciptakan serupa dan segambar dengan – Nya, memiliki kuasa seperti diri-Nya.
As He is, so are we in this world.
Sama seperti Dia, demikian kita di dunia ini.
Wow…..

Apa arti diri kita yang sempurna?
Diri kita yang sempurna adalah cerminan Allah di mana dari situ muncul identitas dan tujuan kita sebagai penatalaksana ciptaan dan kemuliaan-Nya.

Diri kita yang sempurna adalah cara kita yang unik dalam berpikir, cara kita yang unik dan spesifik untuk merasa dan cara kita yang unik serta spesifik dalam memilih.

Ketika berpikir, itu mempengaruhi intelektual, emosi dan kehendak.
Pemikiran-pemikiran itu menentukan perkataan dan tindakan kita yang unik, memanifestasikan diri kita yang sempurna serta pandangan hidup kita yang spesifik.
Itulah kesejatian diri kita.

Kebebasan kreatif yang kita miliki dalam kesejatian diri kita, adalah realitas yang sungguh-sungguh bukan illusi.
Dengan kesejatian diri, kita membangun pikiran-pikiran kita menjadi realitas, menjadi nyata.

Pernahkah memperhatikan, apa yang kita takutkan, justru itu yang terjadi?
Kita mencipta atau menarik apa yang kita pikirkan.
Setiap pikiran kita mempengaruhi orang lain dan sebaliknya. Segala sesuatu diciptakan di dalam dan melalui Allah, maka ciptaan  Tuhan saling terkait.

John Bell dengan Teori Bell yang dirumuskannya di Geneva pada tahun 1964, mengatakan:
Ada Quantum Entanglement yang tidak bisa dipisahkan antara setiap bagian dengan bagian lainnya.
Tidak peduli seberapa jauhnya jarak dan waktu, semua partikel saling terhubung, mempengaruhi satu sama lain:
Relasi Itu Terjadi Melampaui Ruang & Waktu
.

Yess….
Artinya kita bisa mempengaruhi hingga ke belahan dunia lain, melampaui ruang dan waktu, dengan pikiran kita.

Pelajarannya:

Perhatikan apa yang kita pikirkan. Karena suka atau tidak, pikiran itu mencipta apa yang kita pikirkan. Entah itu pikiran yang baik, mau pun yang buruk.
As He is so are we in this world.

Tidak semua pikiran itu pikiran kita sendiri.
Ada 3 macam pikiran di kepala kita:
1. Pikiran Allah, ketika merenungkan firman dan mendengarkan-Nya. Saat hati dipenuhi iman, anugerah Allah lancar mengalir.
Anugerah adalah apa pun yang kita butuhkan, yang telah Tuhan sediakan.
2. Pikiran si musuh, ketika kita membuka celah atau membiarkan pikiran kosong, si musuh menggoda kita dengan pikiran jahatnya. Atau justru meneror, menakut-nakuti. Ketika takut, anugerah Allah terhambat mengalir.
3. Pikiran kita sendiri.

Dengan cara cerdas mengamati pikiran-pikiran kita dan memilih pikiran yang benar, kita tengah menciptakan kesuksesan, kebahagiaan dan kesehatan bagi diri kita sendiri.

Siap memikirkan kebenaran?
Yuk….

For as he thinks within himself, so is he.

Karena seperti apa yang dipikirkan seseorang di dalam dirinya, demikian dia.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Malapetaka Tidak Masuk Akal Terjadi?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Malapetaka Tidak Masuk Akal Terjadi?”

Dalam hidup kerap kita tidak mengerti, mengapa tiba-tiba malapetaka beruntun terjadi.
Ini yang dialami oleh Rick Renner. Partner pelayanannya, menghentikan supportnya secara tiba-tiba dari berbagai arah.
Undangan untuk berkotbah pun tiba-tiba sebagian besar dibatalkan.
Padahal beliau biasa melayani hingga 400 undangan lebih setiap tahunnya.
Tagihan menumpuk, apalagi beliau juga melayani di Televisi di Moscow, yang membutuhkan biaya besar.
Berdoa bersama istrinya, namun jawaban doa tak kunjung tiba.

Rick melayani undangan yang tersisa. Dengan harapan ada persembahan kasih untuk meringankan membayar tagihan.
Pelayanan sangat sukses, ratusan mungkin ribuan orang hadir.
Selesai melayani, Rick mendapatkan amplop persembahan. Dan sungguh mengejutkan isinya hanya $200.
Ketika Rick bertanya kepada teman yang mengundangnya, dia lupa, dulu mereka sepakat persembahan yang diperoleh akan digunakan untuk keperluan di gereja yang mengundangnya.

Rick bertanya kepada Tuhan, minta pertolongan bagi masalahnya.
“Tuhan, aku memiliki masalah keuangan…”

Tetapi 3x Tuhan menjawab,
“Kamu tidak punya masalah keuangan Rick…”

“Lalu apa masalah sesungguhnya Tuhan?”

Ketika Rick mempelajari kisah murid-murid yang diperintahkan Yesus ke seberang, dia sadar. Murid-murid Yesus itu kebanyakan nelayan handal dan sangat berpengalaman. Rupaya badai yang menerpa perahu mereka bukanlah badai biasa. Tetapi badai bergulung-gulung yang tiada hentinya, hingga air masuk ke dalam perahu.
Mereka pun panik. Luput melihat, bahwa meski air masuk ke dalam perahu, namun perahu tidak tenggelam, itu sebuah mujizat.
Mereka membangunkan Yesus.
Kata asli membangunkan dalam Bahasa Yunani adalah egeiro? yang artinya:
*to arouse from the sleep of death, to recall the dead to life. *
*membangkitkan dari kematian, untuk menghidupkan kembali orang mati. *

Sedemikian paniknya hingga para murid membangunkan Yesus bak membangunkan orang dari kematian.

Yesus bangun dan dihardiknya angin dan badai…
Badai itu pun reda.
Tuhan Yesus menegur mereka mengapa mereka kurang percaya?

Apa yang Yesus teladankan untuk kita lakukan?
Menggunakan OTORITAS kita sebagai orang percaya.

Si musuh menyerang murid-murid dan Yesus secara luar biasa, karena begitu tiba di daratan, Yesus mengusir ribuan setan yang mendiami tubuh pria gila yang ada di Gerasa. Konon ada 6000 setan lebih sehingga diberi nama Legion.
Si iblis tidak suka orang dibebaskan… Apalagi orang yang selama ini sudah dijajahnya bertahun-tahun.


Rick Renner sadar. Dia tidak punya masalah keuangan tetapi si musuh yang sedang menyerangnya sama seperti yang dialami para murid Yesus.
Segera Rick dan istrinya bersepakat, memerintahkan si musuh pergi.

Apa yang terjadi?
Partner-partner dan undangan kembali lancar. Sejak itu hingga hari ini, Rick tidak pernah mendapat masalah keuangan lagi.

Apakah kita juga tengah mengalami hal yang serupa?
Masalah beruntun yang tidak jelas ujung pangkalnya? Mungkin saja itu bukan sekedar masalah natural.
Bisa jadi ini saatnya menggunakan otoritas kita untuk menghancurkan musuh.

Tuhan sudah memberi kita semuanya.
Kita memiliki firman-Nya, roh-Nya, darah-Nya, otoritas-Nya, kita memiliki semua karunia-Nya, untuk mengalahkan semua tantangan dunia dan menjadi serupa dengan-Nya.
Sehingga kita berjalan dari satu kemuliaan kepada kemuliaan lainnya. Mendemonstrasikan bagaimana kehidupan orang percaya yang dipenuhi oleh Roh Kudus, mengalahkan dunia, meresponi tantangan dengan cara yg berbeda dgn dunia.
Hidup menurut God’s way not My way seperti dunia.

Saya sangat diberkati oleh pelajaran ini, oleh karena itu saya sharingkan kepada teman-teman semua.
Semoga menjadi berkat.

Most Christians speak to God about their mountain instead of speaking to their mountain about God!”? Andrew Wommack.

Kebanyakan orang Kristen berbicara (dalam doa) tentang gunung mereka kepada Tuhan, daripada berbicara kepada gunung mereka tentang Tuhan!”? Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Saat Tidak Mengerti: Mengapa Ini Terjadi…???

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Saat Tidak Mengerti: Mengapa Ini Terjadi…???

“Yenny, hidupmu sangat diberkati. Kelihatannya semua serba bagus, menarik dan lancar. Aku dan teman-teman lain yang tidak seberuntung kamu, bisa iri membaca kisahmu di Seruput Kopi Cantik…” kata seorang teman dengan terus terang.

Cukup mengagetkan!

“Mungkin yang pas kamu baca kisahku tentang hal-hal mulus. Sama seperti orang lain, hidup semua manusia itu ada gelap dan terangnya. Kata orang bijak, itu yang membuat lukisan hidup kita indah.”

Orang Jawa bilang, Wong Urip iku sawang sinawang – hidup orang hanya saling melihat luarnya saja.

Oke kali ini saya bercerita yang tidak mulus. Supaya seimbang.


November lalu, P. Hendry Mac Gyver dan Rosita, tetangga dan sohib kami tercinta, mengajak kami ke Medan, Simalem Resort, Parapat, Samosir, Danau Toba, Berastagi dll.
Tentu saja kami sangat bersukacita menerima tawaran ini.
Rosita pun bersiap mengajak teman-temannya dari Kalimantan yang ingin berlibur ke Medan dll, untuk bersama-sama berangkat pertengahan Desember 2021.

Entah ada angin apa, tiba – tiba saya sakit. Lelah dan tidur terus selama seminggu. Hingga saya membatalkan jadwal saya sharing di MB-Gen.
Ketika Ros melihat kondisi saya, segera rencana dibatalkan.
Padahal setelah itu saya sehat wal afiat…
Duh, menyesal sekali.

Bulan Maret, awal pandemi 2 tahun lalu, baik saya mau pun Ros rencananya liburan jalan sendiri ke Eropa. Tapi batal karena locked down.
Sejak itu kami belum liburan ke mana-mana. Rasanya mau ke Medan saja excited sekali…

“Ros, saya sudah sembuh lho….”
Tapi akhirnya P. Hendry & Ros ke Medan tanpa kami…
Lhah mereka sudah ke Medan, kapan mau ke Medan lagi?

Ya sudahlah… Tuhan tahu yang terbaik.


Tanpa dinyana, akhir Desember, Ros mengajak kami ke Medan tgl 10 Januari.
Yess…. Semangat.

Saya berpikir, ini mujizat Tuhan, desember P. Hendry & Ros baru pulang dari Medan tapi mau ke Medan lagi demi kami…
So sweet….
Thanks Ko Hendry & Ros…

Tour yang dirancang Rosita betul-betul komplit. Biasa kalau ke Simalem resort yang berada di gunung, gak ke Danau Toba yang berada di bawah.
Ros mengatur pergi ke dua tempat tsb. ditambah ke Berastagi, Parapat, melewati jalan yang berkelok-kelok, plus wisata makan durian dan kuliner Medan.
Hotel yang dipilih, hotel di mana P. Jokowi pernah menginap, dengan kamar yang menghadap danau.
Wow….
Komplit… Plit.. Plit… Plit… Ibarat nasi goreng plus telur.

Jauh-jauh hari saya sudah menyiapkan kopor dengan baju-baju yang hendak dibawa. Liburan adalah kegemaran saya…
Siap foto-foto. Sudah membayangkan betapa asyiknya.

5 hari sebelum keberangkatan, P. Indra bersama Christian & Ivana yang sedang mengunjungi kami, pergi.
Sore pulang, P. Indra tidak enak badan agak gemetar. Segera dikompres. Sedikit membaik.
Tengah malam makin parah, segera kami mencari IGD. Diberi obat maag dan penghilang nyeri.

2 hari berlalu, kepala tetap sakit. Seperti ditusuk-tusuk jarum, katanya. Segera ke IGD lagi, karena hari Sabtu. Setelah test darah, terkuak ternyata P. Indra kena demam berdarah.
Kami masih berharap tetap bisa ke Medan. Apalagi Sabtu malam P. Indra merasa sangat sehat.

Teringat beberapa tahun lalu, P. Indra bersama-sama teman-teman Kosayu reuni liburan ke Mongolia. Persis di hari keberangkatan, P. Indra masih sakit. Tapi tetap berangkat. Puji Tuhan sampai di Mongolia sembuh.

Kami pun berharap bisa seperti itu kali ini. Tetapi ternyata tidak. Trombosit P. Indra menurun. Hari keberangkatan ke Medan adalah hari ke 5, konon puncaknya Dbd.
Akhirnya kami betul-betul tidak bisa berangkat.

Kecewa? Ya sedikit, tetapi dari peristiwa ini, saya bisa melihat bahwa saya sudah berubah.
Saya legawa. Pasrah tanpa menggerutu atau berpikir: seandainya saja….

Kalau Tuhan tidak ijinkan kami pergi, pasti itu yang terbaik bagi kami.
Otak saya yang sebesar kacang, Peanut Brain, kata Greg Mohr, tidak bisa memahami rancangan Allah yang Maha-besar.
Ya sudah… Beriman & percaya, ini yang terbaik.
Apalagi sudah 2X mau ke Medan koq seolah-olah ada yang menghalangi.


Seharusnya saya sudah janjian bertemu P. Irsan di Medan. Sahabat sekaligus ‘Piala’ saya karena beliau inilah yang ingin memecahkan rekor saya menjadi Murid Koresponden Charis yang tercepat.

Saya menegaskan, pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang menghasilkan pemimpin yang lebih baik daripada dirinya.
Bagi saya, P. Irsan… top. Saya yang mengajaknya untuk Sekolah Charis Koresponden.

“P. Irsan memecahkan rekor Bu Yenny. Selesai pelajaran 1 level dalam 6 bulan”, Bu Angeline bercerita dengan bangga.

Saya sungguh kagum dengan P. Irsan. Konsisten, tekun dan betul-betul berkomitmen. Setiap hari saya menerima quotes dari pelajaran yang ditontonnya. Sungguh saya sangat diberkati.
Hidupnya berubah, bisnis maju dan imannya luar biasa.
Bahkan saat seluruh keluarganya kena Covid dan dirawat di rumah sakit, pagi saya buka hp, ada quotes dari P. Irsan!
Beliau tetap belajar….
Dahsyat abis dah… I am very proud of him!


Begitu tau kena demam berdarah, anak-anak langsung berkomentar,
“Pasti digigit nyamuk waktu main & kasi makan ayam…”

P. Indra setiap hari memberi jangkrik pada Ayam Serama. Apalagi ayam sedang bertelur banyak sekali. Setiap hari kami mencari di mana sang ayam meninggalkan telurnya. Ayam jantan berkokok dengan nada berbeda kalau si betina bertelur. Kami bergegas mencarinya.Seperti main petak umpet saja… mencari di mana telur tersembunyi.

Telur-telur itu awalnya dititipkan ke mesin penetas telurnya P. Hendry sambil belajar. Sekarang kami sudah punya mesin penetas telur sendiri. Ternyata setelah menetas, harus masuk ke inkubator seperti bayi. P. Hendry yang mengurusi, sebelum ke Medan, inkubator dikirim ke rumah kami.
Untunglah ada Guru soal ayam…: P. Hendry McGyver.


Untungnya lagi…. Ssst… Orang Jawa itu selalu untung…. 🙂
Selama demam berdarah hanya 3-4 hari pertama saja P. Indra mengeluh kepalanya sakit, selain itu sangat normal. Tidak ada mual, muntah atau gejala lainnya.
Bahkan di Rumah Sakit pun masih sempat-sempatnya minta video call ingin melihat perkembangan anak ayamnya… Sudah ada 8 ekor anak ayam. Masih banyak lagi telur-telur yang siap menetas.
Bagaimana nantinya taman kami dengan begitu banyak Ayam Serama? Anak ayam agak besar saja sudah bisa berantem.

Yang lebih lucu lagi, rupanya selain Kirey, anjing poodle kami yang kangen pada P. Indra, ayam-ayam pun bisa kangen.
Ayam-ayam bisa ‘gelesotan’ tiduran di depan teras kamar P. Indra, nungguin koq sudah lama bossnya ga kasi jangkrik….
Opo tumon?
Wkwkwk…. Lucunya!


Decy tertawa, bahkan saat opname, P. Indra seperti biasa, reportase tetap jalan, kirim video & foto kamar, pemandangan dari jendela, bahkan makanannya. Lalu infusnya juga. Langsung Imam semangat, seperti biasa mengomentari makanan…

Untung juga P. Indra gak sakit pas di Medan atau kota-kota kecil di sana. Bisa repot sekali….

Selama teman-teman ke Medan Danau Toba tour, di berbagai tempat P. Hendry video call & Ros rajin kirim foto, juga video supaya kami bisa sedikit menikmati keindahan berbagai spot di Medan, Danau Toba, Samosir, Berastagi, Parapat dan makanan-makanannya yang nampaknya nikmat sekali…
Lihat foto-fotonya pun kami ikut senang. ‘Menyantap’ makanan enak dan durian dengan iman… Wkwkwk….

P. Irsan setiap hari mendoakan dan menguatkan kami. Demikian juga teman-teman lainnya. Thanks semuanya… Sungguh kami merasa sangat dikasihi dan kaya, memiliki teman-teman yang care dan penuh kasih.

Hidup tidak selalu mulus. Asalkan kita berjalan bersama Tuhan, meski tidak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi kita percaya Tuhan akan membimbing melalui jalan terbaik, tercepat dan sampai hingga tujuan di mana Tuhan menciptakan kita.
Itulah iman: percaya meski tidak mengerti.

Kadangkala setelah lama dan look back, menengok ke belakang, baru mengerti alasan Tuhan.
But God is good all the time.
All the time, God is good.

God never said that the journey will be easy, but he did said that the arrival will be worthwhile”? Max Lucado

Tuhan tidak pernah mengatakan bahwa perjalanan itu akan mudah, tetapi dia mengatakan bahwa pencapaiannya akan sangat berharga”? Max Lucado

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Sukacita dan Damai Sejahtera.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Sukacita dan Damai Sejahtera.”

Apa rahasia kebahagiaan dan kedamaian?
Kita mungkin telah memperhatikan, begitu banyaknya orang yang tidak memiliki sukacita dan damai sejahtera.
Itu disebabkan oleh apa yang mereka yakini.

“Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.”
Roma 15:13 (TB).

Rahasianya adalah percaya.
“Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman.”
Percaya apa?
Apa yang kita yakini menentukan jalan hidup kita.
Apa yang kita yakini tentang Tuhan, diri kita sendiri dan dunia menciptakan fondasi di mana kita membangun masa depan kita.

“Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang.”
Amsal 12:25 (TB).

“Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.”
Amsal 23:7 (TB).

Banyak yang menjalani hidup mereka dengan bereaksi terhadap keadaan, tunduk kepada emosi yang lewat sesaat, bahkan secara tidak sadar percaya, bahwa Tuhan mengendalikan segala sesuatu di dunia.
Mereka menjalani kehidupan sebagai korban.
Pemikiran seperti itu menghilangkan sukacita dan damai sejahtera sejati dari kehidupan mereka. Mungkin saja ada saat-saat bahagia, namun damai sejahtera dan sukacita yang abadi entah ke mana. Mengatasi kecemasan merupakan tugas yang sulit.

“Tetapi buah Roh adalah kasih, sukacita, damai sejahtera… (Galatia 5:22).

Jika kita percaya bahwa kita harus hidup dengan kekuatan kita sendiri, tidak akan ada damai sejahtera dan sukacita.
Namun jika kita percaya bahwa kita bisa hidup oleh Roh Allah, maka damai sejahtera dan sukacita akan menopang kita.

“Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah.”
Mazmur 16:11 (TB).

Apakah kita percaya bahwa Tuhan mengasihi kita?
Apakah kita percaya bahwa kita dicintai?
Apakah kita percaya kita memiliki nilai kekal?
Apakah kita percaya bahwa Tuhan ingin memberkati, memakmurkan dan menyembuhkan kita?

Apa yang kita percayai?

Ini ada hubungannya dengan sisa hidup kita.
Apa yang kita yakini akan menentukan apakah kita hidup dalam sukacita dan damai sejahtera, atau tidak.

[Repost ; “Joy and Peace”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Suara Apa Yang Anda Percayai?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Suara Apa Yang Anda Percayai?

“Tahun 2022 tidak lebih baik dari 2021 lho… Bisa-bisa justru lebih berat, dunia makin tidak jelas… ” ujar seorang teman.

“Iya tuh Omicron juga makin marak….Anakku di US, masih ragu, pulang indo or ga. Entah kapan semua ini berakhir? ,” sahut yang lain dengan nada kelelahan.

Inilah komentar-komentar diluaran.


Chatt masuk dari sahabat saya, Andreas Hartanto.

Tuhan bilang, “Akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.”

Tuhan mengatakan hal-hal ini yang bakal terjadi atau melanda bumi kita di akhir zaman, tetapi yang perlu diperhatikan dengan seksama adalah … bahwa banyak orang mati bukan karena tertimpa malapetaka, tetapi mati ketakutan karena kecemasan.

Inilah yang paling berbahaya, sebab berita di medsos tidak bisa dipungkiri sangat mempengaruhi pikiran kita. Pada saat beberapa tahun lalu SARS melanda dunia, sepertinya kita gak terlalu kuatir-kuatir amat, memang penularan SARS tidak semasif COVID, tetapi pada waktu itu memang berita di Sosmed sangat minim, sehingga kita tidak terlalu kuatir dan cemas.

Beda dengan sekarang dimana berita-berita negatif bak bola panas dilemparkan ke semua orang, sehingga banyak yang terpengaruh dan mulai takut dan cemas. Tuhan sudah mengatakan ini, jadi kita memang harus hati-hati menyikapi berita apapun yang terjadi, kuncinya hanya satu saja, yaitu dekat dengan Tuhan sumber ketenangan kita.
Bukankah Raja Daud pernah berkata “Hanya dekat dengan Tuhan saja hatiku merasa aman….”

Yess… Kualitas teman kita akan menentukan ending kita dimana… Dan informasi apa yang kita terima?
Membuat kita takut, galau dan merasa tidak berdaya; atau menjadikan kita bijak dan waspada?

Teman yang salah bisa menyeret kita pada kecemasan yang tak berujung dan akhirnya membawa kepada kematian.


8 Januari 2022, hari sekolah yang pertama… Yeaaayyyy….
Setelah lama libur, bertemu teman-teman sungguh menyenangkan. Mereka antusias, menyambut masa depan dengan penuh harapan. Akibatnya, saya ikut ketularan semangatnya.

Saat P. Irwan Siregar, direktur Charis, berdoa… Saya diberkati.
P. Irwan mendoakan, agar tahun-tahun yang hasilnya menurun akibat pandemi yang dirancang oleh si musuh, diperintahkannya agar mengembalikanny 7 kali lipat sesuai apa yang tercatat dalam kitab Amsalnya Raja Salomo.

“Apakah seorang pencuri tidak akan dihina, apabila ia mencuri untuk memuaskan nafsunya karena lapar?
Dan kalau ia tertangkap, haruslah ia membayar kembali tujuh kali lipat, segenap harta isi rumahnya harus diserahkan.“, kata Raja Salomo.

Wow….
Bahkan dalam pembukaan devotion 9 januari, P. Irwan menambahkan,
“Saya yakin tahun 2022 adalah tahun di mana Tuhan akan mengembalikan apa yang telah hilang 2 tahun selama pandemi ini. Kalau Anda kehilangan uang atau kesempatan, Tuhan akan memastikan agar si musuh yang mencuri daripada kita, mengembalikannya 7X lipat. Kalau Anda kehilangan jemaat, karyawan, si musuh juga harus mengembalikannya 7X lipat. Kalau Anda kehilangan kerabat karena Covid, Tuhan akan mengubah dukacitamu menjadi sukacita tahun ini. Jadi tahun ini adalah tahun penebusan bagi anak-anak Tuhan. Menebus apa yang telah dicuri oleh musuh.
Kita tidak perlu lagi berada pada pesimisme, tetapi kita akan memasuki tahun ini dengan sukacita dan pengharapan yang datangnya dari Tuhan… “

Yeaaayyyy….
Hhhmmm… Mengapa saya melupakan hal ini?
Sungguh ini membuktikan, dengan siapa kita bergaul, apa yang kita dengarkan serta percayai, akan menentukan ending kita di mana. Sukses VS Gagal. Optimis VS Pesimis. Semangat VS Putus asa.

Yess… Kita mesti rebut kembali berkat kita yang sudah dicuri musuh….
Si musuh harus mengembalikannya 7 x lipat dari apa yang telah dicurinya.
Kita harus berharap, berindak serta meraihnya dengan iman.

Teringat akan janji Tuhan yang lain pula:
Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu.
Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.
Kamu akan mengetahui bahwa Aku ini, TUHAN, adalah Allahmu dan tidak ada yang lain; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.”

Sungguh janji yang luar biasa!

Apa syarat untuk menikmati janji-janji-Nya?
Bertobat dan mengikuti jalan-jalan-Nya Tuhan.


Apakah tahun 2022 akan menjadi tahun yang berat?
Tergantung kita memilih jalan yang mana?
Tuhan sudah memberikan pilihan di depan kita:
memilih jalan berkat yang memberikan kehidupan, dengan cara mengikuti jalan-jalan-Nya;
Atau
Memilih jalan dunia yang mengandalkan hikmat dunia, logika dan kekuatan sendiri?

God’s way or world’s way?

Pilihan kita menentukan apa yang kita peroleh.
Selamat memilih.

“The voice you believe will determine the future you experience.”— Steven Furtick.

“Suara yang Anda yakini akan menentukan masa depan yang Anda alami.”— Steven Furtick.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 214 215 216 217 218 416