Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Firman Yang Menjadi Manusia.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Firman Yang Menjadi Manusia.”

Saat Tuhan berbicara, firman-Nya mengikat—seperti kontrak yang tidak dapat dibatalkan. Dia selalu mengatakan dengan tepat apa yang Dia maksudkan, Dia tidak pernah berbohong, dan Dia tidak pernah berkata, “Ups, Aku telah berubah pikiran.”

Ibrani 1:3 mengatakan,
“Menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kuasa.” dan
Mazmur 89:34 mengatakan,
“Aku tidak akan mengingkari perjanjianku, dan tidak mengubah apa yang keluar dari bibirku.”

Seluruh alam semesta ini disatukan oleh kuasa firman Tuhan. Firman-Nya yang menciptakan bumi dan segala sesuatu yang hidup di atasnya, dan dengan firman-Nya, Dia menciptakan Adam dan Hawa.
Dia tidak menjadikan mereka atau bagian mana pun dari dunia ini dengan tangan-Nya; Dia berbicara, maka semuanya menjadi ada.
Kemudian, setelah menciptakan semua ini, Dia berkata,
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
Kejadian 1:28 (TB).

Dia memberikan kekuasaan mutlak kepada Adam dan Hawa. Ketika Dia berkata “Aku memberimu otoritas dan kekuasaan,” Dia mengambil kekuasaan-Nya—hak-Nya untuk memerintah dan mengendalikan bumi—dan memberikannya secara fisik kepada manusia.
Dalam arti tertentu, Dia mengecualikan diri-Nya untuk memerintah atas bumi.

Saya tahu ini akan menimbulkan kerutan baru di otak Anda, tetapi itu benar, dan itu menjawab banyak pertanyaan tentang kedaulatan Tuhan.
Dalam Mazmur 15:4, Alkitab mengatakan bahwa orang yang saleh akan berpegang pada sumpah, meski pun rugi dan tidak akan berubah. Kata ketuhanan berarti menyerupai Tuhan. Tuhan akan bersumpah atas luka-Nya sendiri dan tidak berubah. Jadi, ketika Adam dan Hawa tidak menaati Tuhan, Dia tidak melanggar firman-Nya untuk menyelamatkan manusia dari masalah mengerikan yang akan datang akibat keputusan mereka. Manusia diberi bumi untuk dimanfaatkan sesuai keinginan mereka. Namun, ini tidak mengejutkan Tuhan; Dia tahu itu akan terjadi dan sudah memiliki rencana untuk mendamaikan manusia kembali dengan diri-Nya.

“Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.”
Roma 5:17-19 (TB).

Dalam Wahyu 13:8 (TB) , dikatakan,
“Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.”
(saya garis bawahi).
Ayat suci ini menjawab dua pertanyaan yang sangat penting:
Satu, mengapa Yesus harus datang ke bumi, dan dua, jika Dia perlu datang, mengapa Tuhan menunggu 4.000 tahun untuk mendapatkan Dia di sini?

Ini disebabkan seorang pria—manusia fisik (Adam) —yang telah diberi otoritas di bumi oleh Tuhan.
Ketika manusia membiarkan dirinya ditipu dan ketika dia menyerahkan kekuatannya kepada Iblis, dia, dalam arti tertentu, menjadi ahli waris bersama iblis. Iblis harus bekerja melalui manusia. Manusia, melalui tubuh fisiknya, memberi Iblis otoritas di bumi ini.
Oleh karena itu, perlu bagi seorang pria dengan tubuh fisik pula, untuk mengambil kembali otoritas itu.
Allah harus menjadi manusia, supaya diberikan kepada-Nya wewenang untuk melaksanakan penghakiman di bumi: “
“Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.”
Yohanes 5:27 (TB).

Tuhan tidak dapat mematahkan atau mengubah firman-Nya, jadi tindakan-Nya dibatasi oleh firman yang telah Dia ucapkan.
Tapi mengapa butuh 4.000 tahun?

Inilah logikanya :
Ketika Tuhan menciptakan manusia pertama, Dia berkata,
“Marilah kita menjadikan manusia menurut gambar kita”
(Kejadian 1:26).
Dia benar-benar berbicara maka tubuh Adam menjadi ada. Pada saat itu, Dia memiliki hak yang sah untuk melakukannya karena Dia belum memberikan otoritas atas bumi ini kepada manusia. Namun, begitu Dia memberikan otoritas itu kepada manusia, Dia tidak bisa membiarkan perkataan-Nya keluar dengan cara yang sama.
Adam terakhir, yaitu Yesus, masih harus diucapkan menjadi ada oleh Tuhan, tetapi Dia harus berbicara melalui manusia. Tuhan tidak lagi memegang kendali langsung, dan manusia harus menjadi suara firman-Nya.
Mazmur 115:16 (TB) menjelaskan—
“Langit itu langit kepunyaan TUHAN, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia.”

Itu adalah pernyataan yang kuat. Dengan kata lain, segala sesuatu di luar bumi adalah milik Tuhan, tetapi bumi diberikan-Nya kepada anak-anak manusia. Tuhan benar-benar membatasi diri-Nya melalui kata-kata-Nya sendiri. Dia harus bekerja melalui orang-orang, dan hanya sedikit orang yang cukup peka untuk mendengar Dia di dalam hati mereka, yang kemudian menubuatkan apa yang mereka dengar.

Tuhan harus menciptakan Adam baru melalui kata-kata yang diucapkan oleh seseorang dengan tubuh fisik.
Galatia 4:4 mengatakan,
“Tetapi setelah genap waktunya, Allah mengutus Anak-Nya.” Jika Anda mempelajarinya, itu artinya pada saat yang tepat. Sampai saat itu, semua ucapan kenabian belum diucapkan. Yesus tidak bisa datang ke tempat kejadian sampai semua yang harus dikatakan.
Misalnya, harus dinubuatkan bahwa Yesus akan lahir dari seorang perawan. Itu penting karena Yesus bukan hanya orang baik—Yesus adalah Allah yang berinkarnasi dalam daging. Melalui Maria, Yesus menerima tubuh fisik, tetapi itu adalah darah Allah Bapa yang mengalir melalui Dia. Dia adalah manusia-Tuhan.

Kata Maria kepada malaikat itu:
“Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.”
Lukas 1:34-35 (TB).

Inilah yang saya yakini terjadi. Maria bertanya, “Bagaimana ini akan terjadi?”
Dia tidak mempertanyakan kemungkinan itu; namun hanya bertanya bagaimana caranya. Dan malaikat itu berkata bahwa firman Allah adalah benih yang tidak fana:
“Semua firman yang diucapkan selama 4.000 tahun, melalui ratusan orang, akan dikandung di dalam kamu.”
1 Petrus 1:23 (TB) mengatakan,
“Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.”

Kata Yunani untuk ”benih” dalam ayat ini adalah spora.
Itu berasal dari akar kata yang sama dengan sperma, yang berbicara tentang benih seorang pria. Kelahiran Yesus dari perawan itu merupakan sesuatu yang benar-benar alami dalam segala hal kecuali satu: Itu bukan benih manusia.
Benih itu adalah firman Tuhan. Firman itu menjadi daging (manusia)! Semua yang telah dinubuatkan tentang Yesus menjadi spora, atau benih.

Apakah itu literal atau simbolis, saya percaya bahwa kita masing-masing memiliki rahim spiritual.
Kita mengambil firman Tuhan yang supernatural—benih mukjizat yang kita butuhkan—dan kita merenungkannya hingga mengandung janji itu, sampai kita dapat melihat hasilnya di dalam hati kita. Kemudian, saat kita dapat melihatnya, kita dapat mengucapkannya, menjadi ada.
Inilah yang Yesus bicarakan dalam Markus 11:23 (TB) :
‘Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.”

Firman Tuhan hidup dan menghidupkan.
Firman-Nya adalah kesehatan bagi seluruh daging Anda dan menghidupkan mereka yang menemukannya.
Dia mengirimkan Firman-Nya untuk menyembuhkan dan membebaskan dari kehancuran dan berbagai hal merusak lainnya. Dan bagi mereka yang menempatkan firman-Nya di dalam hati mereka serta membiarkan benih-benih itu untuk mengandung, pada waktunya mereka akan melihat manifestasi dari apa yang mereka percayai dan ucapkan.

[Repost : “The Word Became Flesh”, – Andrew Wommack, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Read More
Articles

Ingin Menang Terhadap Masalah? Ini Rahasianya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Ingin Menang Terhadap Masalah? Ini Rahasianya!

Sadarkah kita bahwa dunia di mana kita hidup sedemikian negatifnya?

Ketika omset sedikit menurun, orang cenderung berkomentar seolah tidak ada harapan… Bak siap bangkrut saja.

Saat tenggorokan terasa tidak enak disertai sedikit batuk, kecurigaan terkena Covid merebak. Teman-teman menghindar takut tertular.

Inilah dunia yang sudah jatuh dalam dosa dan dibawah kuasa si iblis. Si jahat berusaha agar kita putus asa, kehilangan harapan dan kalah.
Kalau sudah begitu, koq kebetulan berita TV, surat kabar, berita di sosmed pun semua negatif. Membombardir, mencengkeram membuat nyali ciut.

Godaan untuk takut tentu sangat besar tetapi tergantung kita, perbendaharaan apa yang tersimpan di dalam hati kita?
Jika kita terbiasa menyimpan berita-berita negatif, tentu di saat terjepit, yang muncul berita negatif.
Galau, bingung, gak rasional lagi.

Sebaliknya, jika kita terbiasa membangun menara peringatan: menyimpan ingatan pada pertolongan-pertolongan Tuhan di masa lalu, tentu berbeda.
Kalau dulu saya ditolong, sekarang juga!

Apalagi jika kita terbiasa menginventarisasi janji-janji Tuhan, kita makin berbesar hati.
Yusuf waktu bertemu Raja Firaun, statusnya sebagai narapidana. Tetapi pulang dengan status sebagai orang nomor 2 paling berpengaruh di Mesir.
Status saya sekarang masih berperang, tapi endingnya, akan jadi pemenang: orang yang berkuasa.
Daud bisa mengalahkan Goliat, karena Tuhan menyertainya. Kalau Tuhan menyertai saya, maka goliat-goliat masalah pun akan mati.

Prinsipnya:
Jangan perkuat perkataan si iblis. Lawan dengan janji-janji Tuhan.

“Omset turun? Ah, itu sekedar mundur beberapa langkah untuk ancang-ancang melesat maju karena Tuhan sudah berjanji menjadikan saya kepala dan bukan ekor. Tetap naik dan bukan turun. Hebatnya lagi, Tuhan yang berperang untuk saya dan saya diam saja. Kalau Tuhan di pihakku, siapa yang dapat melawan aku?

“Tenggorokan sakit disertai batuk? Saya perintahkan segala penyakit dan kekurangan pergi dari tubuhku. Hai penyakit, aku ini Biji Mata Allah… engkau tidak berhak menyentuh aku! Allah Sang Penyembuh tinggal di dalam rohku, maka aku sehat sempurna… “

Ingat Allah tinggal dalam roh kita. Kalau Sang Penyembuh, Sang Pemilik Alam Semesta, Sumber Kelimpahan ada di dalam kita, maka apa pun yang kita butuhkan pastilah tercukupi.

Semakin memahami siapa diri kita di dalam Tuhan, semakin kita menyadari otoritas yang kita miliki, dan mampu menghidupi kehidupan yang berkemenangan dengan jauh lebih mudah.

Mari counter serangan musuh dengan Firman Allah yang membawa kemenangan!

Words have the power to bless or curse, heal or destroy. They bring hope or defeat and they last an entire lifetime. Remember this; every word you speak will boomerang right back to you. Every blessing or cursing, please be wise and caring when you speak.

Kata-kata memiliki kekuatan untuk memberkati atau mengutuk, menyembuhkan atau menghancurkan. Kata-kata bisa memberi harapan atau justru kekalahan dan akan bertahan seumur hidup. Ingat ini; setiap kata yang Anda ucapkan akan menjadi bumerang yang akan kembali kepada Anda. Bijaksana dan berhati-hatilah dengan setiap berkat atau kutukan yang terlontar ketika Anda berbicara.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Praying In Tounges.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Praying In Tounges.

Saya menerima baptisan Roh Kudus sekitar 30 tahun yang lalu. Tetapi selama ini hanya menggunakannya saat bersekutu bersama di gereja, persekutuan doa dsb. Sekali-sekali digunakan dalam doa pribadi, tetapi saya lebih suka berdoa dalam Bahasa Indonesia, di mana saya bisa curhat kepada Tuhan.
Doa yang lebih banyak saya yang berbicara, hanya sedikit waktu untuk mendengarkan Tuhan 🙂 . Bahkan kadang ga punya waktu blas untuk mendengarkan Tuhan. Habis curhat, langsung amin dan pergi.
Itulah saya, saat masih bayi rohani.

Sampai saya sekolah di Charis, barulah saya mengerti betapa powerful-nya berdoa dalam roh.

Rasul Paulus menulis 2/3 Kitab Perjanjian Baru. Bahkan lebih banyak pewahyuannya daripada rasul-rasul lain yang selama 3.5 tahun bersama-sama Yesus secara fisik.
Apa rahasianya?

1 Korintus 14:18 (TB) Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua.

Ternyata, Rasul Paulus banyak berbahasa roh. Karena saat berbahasa roh, kita menimba hikmat, pikiran serta kehendak Allah. Tuhan meluruskan jalan-jalan kita dan membuat segala sesuatu berada di tempat seharusnya.

Roma 8:26 (TB) Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

Roh Kudus yang menolong menyampaikan keluhan, beban, keinginan dan kebutuhan kita, yang bahkan kita sendiri belum tentu bisa mengungkapkannya.
Kita tidak pernah betul-betul tahu situasi yang kita hadapi, tetapi Allah mahatahu.
Roh Kudus yang menolong serta membimbing kita agar melangkah di jalan yang benar.

Kadang saya berdoa kepada Tuhan minta X, baru berdoa ternyata sadar X bukan yang terbaik. Y lebih baik. Berdoa lagi minta Y. Bertemu pakar yang lebih paham, ternyata Y mengandung resiko besar, luput sedikit, malapetaka terjadi. Waduh… Bagaimana ini?
Tetapi dengan pertolongan Roh Kudus, Dia akan menolong memilihkan yang terbaik dan bebas dari berbagai resiko yang tidak diinginkan.

In the same way, the Spirit helps us in our weakness. We do not know what we ought to pray for, but the Spirit himself intercedes for us through wordless groans.
Rom 8:26 NLT.

Saya baru belajar dari Rick Renner yang ahli dalam Bahasa Yunani.
Kata INTERCEDES salah satu artinya, adalah:
» to fall into a ditch with someone else, to join them in their dillema
alias jatuh ke parit dengan seseorang, dan bergabung bersamanya dalam dilema yang dihadapinya.

Wow… Itulah yang dilakukan Roh Kudus untuk kita.

Bukankah hidup kita sehari-hari bagaikan berada di dalam parit? Tantangan, halangan datang silih berganti.
Jadi kita cocok sekali mendapatkan pertolongan Roh Kudus.

Roh Kudus akan menemui kita saat kita terperosok di dalam parit permasalahan yang mengepung kita dari segala penjuru, turun ikut masuk dalam situasi serta dilema yang kita alami. Roh Kudus ikut merasakan pergumulan emosi yang kita alami, rasa sakit yang tidak bisa kita ungkapkan dengan kata-kata, lalu Roh Kudus membagikan emosi-Nya, menguatkan serta menghibur kita, sehingga kita menjadi lega. Lalu menolong kita membenahinya serta membawa kita keluar dari situasi kita yang porak poranda.

Sekarang saya paham ketika Andrew Wommack mendorong kita untuk berdoa dalam roh hingga beban kita terlepas, dan kelegaan menguasai hati kita
Bahkan Andrew mengatakan, dengan berdoa dalam roh 30 menit, kita sudah mendoakan seluruh dunia.
Karena Roh Kudus yang menyampaikan doa yang melampaui segala pengertian, melalui kita.

“Kan kita gak ngerti B.Yenny apa yang kita katakan?”

Memang benar. Sambil berdoa dalam roh, saya memfokuskan pikiran kepada Tuhan, dengan menyampaikan doa dalam Bahasa Indonesia dalam hati, mendeklarasikan janji Tuhan dan meyakini bahwa saat itu Roh Kudus tengah meluruskan jalan yang bengkok, membuka jalan yang tertutup, membukakan tingkap-tingkap langit serta mengurapi kepala saya dengan minyak.
Memenuhi saya dengan kuasa, hikmat, dan anugerah-Nya.
Membayangkan saya berjalan di pasir pantai bersama Yesus, saat ombak besar menerpa, Yesus menggendong saya…
Atau beristirahat bagaikan anak kecil yang meletakkan kepala di pundak Bapa, menikmati kedamaian dan kasih-Nya. Menikmati kebersamaan dan waktu yang berkualitas dengan-Nya.


Dalam keseharian, sesungguhnya kita punya banyak sekali waktu di mana kita tidak melakukan apa-apa. Di ruang tunggu, di mobil, naik turun lift, saat membereskan kamar, mandi dll.
Kita bisa membiasakan diri untuk berbahasa roh sambil mengerjakannya.

Betapa dahsyatnya hidup kita jika setiap saat kita terkoneksi dengan Sang Pencipta bukan?
Kita bisa menghindari ribuan pertempuran yang tidak perlu.

Menimba Hikmat Tuhan sehingga membuat kita berada di tempat yang tepat, menjadi orang yang tepat, pada saat yang tepat, dengan pengetahuan serta kemampuan yang tepat, untuk mengambil keputusan, mengeksekusi dan menyelesaikan tugas/project yg ada.

Hidup tidak lagi dikendalikan oleh emosi dan berbagai hal yang tidak perlu karena saat kita terhubung dengan Roh Kudus, Filipi 4:8 akan kita hidupi secara natural.
Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Tantangannya, saat-saat awal, mudah untuk fokus kepada Tuhan. Tetapi dalam perjalanan kehidupan sehari-hari, berbagai kesibukan kerap membuat kita menjauh dari-Nya.
Seolah semua tetap dilakukan tetapi kualitas hubungan tidak lagi prima.

Menetapkan prioritas untuk menjadikan hubungan dengan Tuhan menjadi yang utama & terutama dalam hidup kita, itu rahasia utama untuk meraih hidup yang berkemenangan di dalam Tuhan.

Belajar sama-sama yuk….

When you speak in other tongues, no one understands what you’re saying, because you’re speaking to God. It’s a direct communication between your spirit and God. You’re speaking the language that only He understands. – Chris Oyakhilome.

Ketika Anda berbicara dalam bahasa lain (bahasa roh), tidak ada yang mengerti apa yang Anda katakan, karena Anda berbicara kepada Tuhan. Ini adalah komunikasi langsung antara roh Anda dan Tuhan. Anda berbicara dalam bahasa yang hanya dimengerti oleh Dia. – Chris Oyakhilome.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Big Picture!


Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Big Picture!

Ketika pertama mengenal Tuhan, hati ini berkobar-kobar dengan kasih dan kerinduan untuk menyenangkan hati Tuhan. Tetapi saya belum mengenal diri sendiri dan belum juga mengenal Tuhan secara mendalam.

Apa yang terjadi?
Saya meniru apa yang dilakukan para leader dan orang-orang yang sudah berpengalaman melayani Tuhan. Ikut-ikutan melayani di berbagai bidang, jatuh bangun dst.
Mulailah dimuridkan sehingga fondasi pun dibangun.
Euforia ada masanya… Sedikit demi sedikit mulai redup saat mengalami berbagai tantangan kehidupan.

Sampai suatu ketika seolah menabrak tembok. The Wall, istilah Peter Scazzero atau para pujangga menyebutnya sebagai “The Dark Night of The Soul”, sisi gelap jiwa manusia.
Ternyata, ini sesuatu yang wajar dalam kehidupan rohani seseorang, bahkan itu menjadi siklus yang akan membawa kita naik ke level berikutnya, jika kita berhasil melewatinya dengan cara Tuhan.

Sayangnya, ada orang-orang yang terjebak dan mandeg di sana. Itulah sebabnya ada orang-orang yang sudah mengenal Tuhan berpuluh-puluh tahun, tetapi karakternya masih seolah berusia dua tahun, menurut Peter Scazzero.
Dieeeenk….
Kegagalan memahami siklus alami ini, akan menimbulkan rasa sakit jangka panjang dan menimbulkan kebingungan.
Gagal melihat big picture, gambar besar kehidupan.
Tetapi dengan menerima anugerah Tuhan saat menghadapi tembok, akan mengubah hidup kita selamanya.

Kebanyakan orang, termasuk saya dulu, beranggapan bahwa hidup itu kita yang mengendalikannya. Sehingga kita berusaha mati-matian untuk mempersiapkan bahkan mengatur sedemikian rupa, kalau perlu dengan cara apa saja, agar rencana kita berhasil.
Sukses itu tergantung saya.
Uang adalah segalanya, apa yang ga bisa dibeli dengan uang?
Tidak ada kawan atau lawan sejati, semua tergantung kepentingan.

Mindset seperti inilah yang membebani hidup kita. Stres berkepanjangan. Sikut sana, sikut sini. Tidak memiliki rule kehidupan yang jelas. Tidak mengenal kebenaran.
Uang panas yang diperoleh, terbang tidak jelas ke mana?
Hati selalu panas dan tidak tenang.

Mencoba mengkompromikan Tuhan dan kebenarannya dengan hukum dunia. Di mixed. Berharap bisa memperoleh ketenangan jiwa sesaat.
Beribadah pun seolah berbisnis dengan Tuhan. Saya beri persembahan X, nanti Tuhan memberkati dengan 100 X ya Tuhan?

Anugerah dan cara Tuhan itu berbeda.
Jauh dari cara pikir manusia.
Masih ingat kisah Yusuf yang dijual oleh saudara-saudaranya?
Difitnah istri Potifar karena Yusuf mempertahankan kebenaran. Dibuang ke penjara, dilupakan oleh juru minuman yang ditolongnya.
Tetapi ketika waktunya tiba, dalam sehari kehidupannya berubah. Pagi Yusuf berangkat menemui Raja Firaun, statusnya sebagai narapidana, namun pulang dengan status sebagai orang nomor 2 paling berkuasa di Mesir, setelah raja.
Hanya karena Yusuf mengartikan mimpi.

Banyak orang yang terjebak seumur hidup di depan tembok, the wall, karena hanya memikirkan masalah yang didepan mata. Mengasihani diri sendiri, frustrasi dan berputar-putar dalam lingkaran setan.

Apa yang dilakukan Yusuf?
Yusuf mengingat Big Picture dari Allah: masa depannya adalah masa depan yang penuh damai sejahtera..
Visi dalam mimpi, dia akan berkuasa, menjadi orang besar.
Yang dilihat secara kasat mata, dijadikan budak. Tetapi Yusuf tidak mengasihani diri sendiri dan terjebak.
Yusuf mengerjakan apa pun dengan excellent, kualitas yang terbaik. Baik sebagai budak mau pun narapidana. Tidak heran di mana pun Yusuf berada, selalu dipercaya. Oleh Potifar, mau pun kepala penjara.

Selama menjalani perannya, Yusuf juga tidak paham, bagaimana caranya dia bisa keluar dari keruwetan ini.
Yusuf tidak mencoba memberontak atau menciptakan solusi menurut logikanya. Yusuf taat dan menanti dengan iman.
Dan jalan Tuhan senantiasa berbeda dengan jalan kita.
Dengan cara yang tak terpikirkan, Tuhan menjadikan penguasa di Mesir.

Dahsyat bukan?
Mari kita teladani Yusuf, senantiasa ingat janji-janji Allah sebagai frame Big Picture hidup kita dan biarkan Allah yang mengatur kehidupan kita, sementara bagian kita adalah menjadi yang terbaik, di mana pun Tuhan menempatkan mau pun mengarahkan kita.

Faith does not remove you from the picture. It only allows you to follow a clear path, with a clear picture of the bigger picture. – Gift Gugu Mona, The Essence of Faith.

Iman tidak menghapus Anda dari gambar.  Iman memungkinkan Anda untuk mengikuti jalan yang jelas, dengan gambaran yang jelas dari gambaran yang lebih besar. – Gift Gugu Mona, The Essence of Faith.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Ketika Ketidakpercayaan Menjadi Sesuatu Yang Baik.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Ketika Ketidakpercayaan Menjadi Sesuatu Yang Baik.”

Diberitahukan agar saya membereskan semua urusan karena akan mati, adalah momen yang tidak nyata.
Saya teringat bagaimana kedamaian supernatural yang saya rasakan melingkupi hati ini serta Roh yang menghidupkan, bahwa saya tidak akan mati karena kanker yang besar ini.
Maka saya memilih untuk tidak mempercayai kata-kata dokter. Dalam artian tertentu, saya berada dalam ketidakpercayaan.

Terlalu sering kita memercayai setiap berita buruk yang kita terima. Kalau pun menghadap Tuhan, seringkali dengan keadaan panik atau takut. Kita tidak hanya mempercayai laporan negatif, bahkan mulai bergumul dengan iman kita kepada Tuhan.
Mengapa Dia tidak melakukan sesuatu?
Di mana Tuhan saat kita membutuhkan-Nya?

Mengapa iman kita pada kabar buruk tampaknya lebih kuat daripada iman kita pada ”kabar baik?”
Saya bersyukur kepada Tuhan bahwa hubungan saya dengan-Nya, dilandasi oleh Firman, dan pengakuan saya tentang kebaikan-Nya, telah menjadi penghalang terhadap “kabar buruk.”
Ketidakpercayaan saya pada berita buruk sangat kuat! Bukannya tumor itu tidak nyata atau tubuh saya tidak bermasalah. Hanya saja iman saya kepada Tuhan secara bersamaan, telah menempatkan saya di tempat ketidakpercayaan yang kuat terhadap laporan negatif dokter.

“Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya. Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN.
Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya.”
Mazmur 112:6-8 (TB).

Ketika suara-suara di sekitar kita menyatakan ketidakmungkinan dalam menanggapi keadaan yang kita alami, adalah sesuatu yang baik untuk memiliki ketidakpercayaan terhadap suara-suara itu.
Mengapa kita lebih memperhatikan suara-suara keraguan daripada janji-janji Allah?
Jangan percaya ketakutan.
Jangan percaya hal yang negatif.
Jangan percaya bahwa ada sesuatu yang mustahil.
Tetaplah bertahan dalam ketidakpercayaan menanggali apa yang sementara.
Jauh lebih mudah untuk percaya pada ketentuan dan anugerah Tuhan jika kita mulai dengan menolak percaya pada apa yang datang dengan tujuan untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan.

[Repost ; “When Unbelief is Good”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 215 216 217 218 219 416