Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

KLIMAKS Artikel “Sudahkah Hidup Kita Berdampak?”

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

KLIMAKS Artikel “Sudahkah Hidup Kita Berdampak?”

Ternyata kisahnya masih berlanjut lagi dan mencapai klimaksnya.

Hari ini saya post: “Kisah Unik Di Balik Artikel “Sudahkah Hidup Kita Berdampak?”
https://yennyindra.com/2022/02/kisah-unik-di-balik-artikel-sudahkah-hidup-kita-berdampak/

Dan B. Liana forward chat dari seseorang,
“Tolong sampaikan bu Yenny Indra. Ya benar, malaikatnya tergerak setelah baca tulisan seruput kopi cantik yang aku kirim.”

Rupanya artikel Seruput Kopi Cantik “Sudahkah Hidup Kita Berdampak?”, di share oleh teman B. Liana, hingga sampai ke tangan sang ‘malaikat penolong’.

Dan teman ini berbaik hati meyakinkan saya, menjawab pertanyaan saya selama ini, bahwa yang membangunkan saya di tengah malam serta mendorong saya mencantumkan no hp B. Liana, itu benar-benar Tuhan.
Thank you sis…. Luv u.

Ini sesuatu sekali bagi saya. Sangat berarti untuk pertumbuhan rohani saya di masa depan. Makin mengenal mana yang tuntunan Tuhan dan yang bukan.
Mata saya langsung berkaca-kaca membacanya….
Antara senang, terharu bercampur-aduk.

“Siapa aku ini Tuhan, sehingga Engkau berkenan melawatnya?”

“Aku ngak mau telpon..pasti nangis bombay,” chat B. Liana.

“Aku juga … Terharu banget…”, jawab saya.

Speechless!
Terpukau menyaksikan dan mengalami karya Tuhan yang dahsyat!
Solusi-Nya benar-benar beyond our thinking and imagination.
Thank you My Lord!

*******

Saat pelajaran Teaching Lab, sohib saya, Yuliadi, mendorong agar setiap kita sharing hal-hal baik apa saja.
Yuliadi bercerita, suatu ketika dia share artikel tentang kesehatan. Otak itu mempengaruhi neurotransmitter dan biochemical dalam tubuh. Orang yang merasakan kesedihan berlarut-larut akan mengalami ketidakseimbangan kimiawi dalam darah, dan menimbulkan gejala yang aneh-aneh, contohnya, otot berkedut-kedut, di grup keluarganya.

Tanpa dinyana, sekitar sebulan kemudian saudaranya berterima kasih.
Ternyata dia mengalami otot berkedut-kedut. Sudah sangat cemas, karena baca di google, itu ciri penyakit yang tak tersembuhkan.

Artikel itu menolong sekali. Oh ternyata karena ketidakseimbangan kimiawi saja. Dia pun sembuh karena tidak khawatir lagi.

Yuliadi teman yang rajin post di grup WA sekolah. Saya pun banyak diberkati dan dari bahan-bahannya, Seruput Kopi Cantik jadi lebih kaya.
Sebaliknya, saat saya berbagi melalui Seruput Kopi Cantik, Yuliadi pun mendapatkan resources baru.
Kami saling berbagi, membangun, satu dengan yang lainnya.
Inilah persahabatan yang dikehendaki Allah.

Prinsipnya, Tidak Ada Orang Yang Bisa Naik Ke Atas Sendirian.

P. Ronie, teman sekelas di Charis yang sama-sama arek Suroboyo, mengingatkan, jangan bosan-bosan membagikan apa yang kami pelajari di Charis.
Karena kami sekolah, berulang kali dengar dari guru-guru mau pun teman-teman.
Bagi kami, biasa sekali dan tidak ada istimewanya.

Tetapi tidak demikian bagi teman-teman di luar sekolah. Kerap yang biasa bagi kami, ketika diceritakan pada teman-teman di luar sekolah, menjadi pewahyuan yang menolong dia dalam mengatasi masalahnya.

Terbukti pula, karena teman B. Liana bersedia share artikel “Sudahkah Hidup Kita Berdampak?”, tanpa disangka ada seseorang yang tergerak, menjadi ‘malaikat’ penolong, sehingga murid-murid Pelita Permai bisa sekolah tatap muka di gedung milik sendiri.
Tidak perlu kuatir harus pindah-pindah lagi.

B. Liana – Monica & team, saya, teman B. Liana, sang ‘malaikat’ penolong serta murid-murid Pelita Permai, memiliki tempat dan perannya masing-masing di dalam puzzlenya Tuhan.
Kita hanya perlu taat.
Dan menjadi saksi karya Tuhan yang spektakuler.

******

Kita sering merasa, duh… aku gak punya apa-apa untuk dibagikan.
Padahal setiap orang punya kelebihan yang tidak dimiliki orang lain, sekecil apa pun itu.
Tukang kebun saya, lebih jagoan soal tanaman daripada saya.

Bahkan sekedar sharing artikel pun, berperan penting sehinga bisa tercipta Divine Connection, Koneksi Ilahi, bagi terciptanya solusi.

So… Tidak ada alasan, kita tidak bisa apa-apa. Semua bisa, hanya mau atau tidak?

Daud mengalahkan Goliat dengan umban, yang sama sekali tidak keren.
Dia menolak ketika ditawari Saul menggunakan pedang.
Percaya diri dengan apa yang ada di tangan kita.
Berita baiknya, Tuhan bisa memberikan kita kemenangan dengan apa yang ada di tangan kita.

Yang membuat tidak efektif, karena kita sibuk membandingkan diri dengan orang lain dan ingin menjadi seperti orang lain. Merasa tidak sehebat orang lain, lalu memilih stop. Berdiam diri. Pasif.

Mari kita menjadikan diri kita yang terbaik, sesuai versi kita sendiri. Setiap kita memiliki peran penting yang tidak tergantikan.
Kita ini unik, limited edition, satu-satunya di dunia ini.
Ada orang-orang yang menanti kita membagikan apa yang kita miliki, karena itulah jawaban bagi doa mereka.

Siap????

The miracle is this: The more we share the more we have.”— Leonard Nimoy.

Keajaibannya adalah: Semakin banyak kita berbagi, semakin banyak yang kita miliki.”— Leonard Nimoy

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC

MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Lho… Apa Hubungan Investasi Dengan Tuhan & Agama?

https://www.instagram.com/p/CGE-btnHF5_/?igshid=9eirlbzk3lwb

Seruput Kopi Cantik

Yenny Indra

Lho… Apa Hubungan Investasi Dengan Tuhan & Agama?

“Bu Yenny, saya memilih gak usah beribadah tetapi jaga hidup yang baik saja. Jaman sekarang agama dijadikan sarana untuk ‘membujuk atau menipu’ orang lain,” ujar seorang teman.

Saya paham sekali dan mengalaminya juga. Investasi bodong, pemimpinnya memanfaatkan tokoh-tokoh agama dan bahkan dia sendiri menunjukkan bahwa dia seorang yang sangat ‘rohani’ tetapi berakhir dengan menilap uang ribuan orang.

Beberapa teman membujuk, “Itu lho rohaniwan besar itu saja ikut berinvestasi. Pasti dia sudah tanya Tuhan dulu. Kita ini jemaat, lihat saja dan mengikuti tokoh yang sudah top dan tinggi rohaninya.”

Akibat salah investasi, ketika rugi, kita cenderung ‘menyalahkan’ Tuhan. Menyamakan tokoh agama itu dengan Tuhan, lalu kecewa meninggalkan Dia.

Saya pun pernah begitu.

Padahal gak ada ayat yang bilang begitu. Tuhan TIDAK PERNAH memerintahkan kita membabi-buta meniru dan mengikuti tokoh ‘hebat’, meski pun dengan dalih surga & agama.

“Cari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu,” demikian perintah Tuhan.

Terlanjur kecewa. Koq Tuhan tidak melindungi sich?

Ketika saya menjauh dari-Nya, hati saya semakin galau. Hidup terlalu berat untuk dijalani sendirian.

Saya merenung.

Sejak awal menikah dan berbisnis, hidup saya tidak lepas dari pertolongan Tuhan yang satu, kepada pertolongan Tuhan yang lain. Begitu banyak hal-hal mustahil terjadi. Dan saya sadar, Tuhanlah yang mencurahkan berkat-Nya.

Hidup tidak lepas dari masalah. Badai kadang datang tanpa diundang dan tanpa permisi pula. Dulu kerap stres, ga bisa tidur, akibatnya bad-mood. Betapa beratnya hidup.

Tetapi semakin saya mengenal-Nya, badai tetap ada namun saya bisa tidur nyenyak karena Tuhan menopangku.

Apakah saya akan meninggalkan-Nya karena ‘tertipu’ berinvestasi pada sesuatu yang dikelola orang yang menyalahgunakan nama Tuhan?

“Tidak,” saya memutuskan dalam hati, “Saya tidak mampu menjalani hidup ini sendirian.”

Ketika saya merenungkan hal ini lebih dalam, saya mendapatkan pemahaman baru. Sebetulnya, kesalahan ada di pihak saya. Tuhan sudah beri rambu-rambu, sekaligus saya diberi kebebasan memilih. Kalau saya sengaja memilih melanggar rambu-rambunya, lalu menerima konsekuensinya, itu bukan salah Tuhan. 100% salah saya!

“Bu Yenny sering sekali membahas tentang benih ya? Saya sampai hafal,” ujar teman lain.

“Iya pak, di sekolah saya belajar bahwa prinsip benih itulah prinsip dasarnya kehidupan. Kalau kita paham prinsip itu, segalanya jadi mudah dipahami, kata guru saya.”

Saya beberapa kali berinvestasi dan rugi. Mengapa?
Karena kerapkali saya terpukau dengan keuntungan besar.

Benihnya ‘keserakahan dan ingin cepat kaya’.
Padahal Raja Salomo / Sulaiman berkata,
Berkat dalam hidup menyertai orang yang jujur dan setia, tapi hukuman menghujani orang yang tamak dan tidak jujur.

Ada juga karena RM di Bank, yang saya anggap lebih jago, menyarankan investasi di produk tertentu. Ternyata bermasalah. Karena itu milik pemerintah, konon akan dibayar bertahap. Tapi sampai sekarang belum cair juga.

Dengan mulutnya orang fasik membinasakan sesama manusia,
tetapi orang benar diselamatkan oleh pengetahuan., tercatat di kitab amsal.

Salah memilih karena kurang pengetahuan.

Suatu ketika salah berinvestasi properti di negara tetangga. Kami semua berangkat sekitar 10 keluarga, ada yang dengan pasangan, sendiri dan dengan pasangan serta anak juga.

Kami berada di sana 3 hari 2 malam. Dikumpulkan bersama-sama. Keesokan harinya melihat properti, mempelajari penawaran, dan seingat saya hanya 1 orang yang tidak membeli. Nyaris semua teman membeli, jadi ada rasa kebersamaan, merasa pasti ini pilihan yang baik.

“Saat itu gengsi kita digelitik, masa yang lain beli dan kita tidak?,” ujar seorang teman setelah kami menyadari salah mengambil keputusan.

Kesimpulannya:
Alasan kami saat mengambil keputusan tidak bijak. Gengsi! Takut ditolak.

“Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. Supaya engkau terlepas dari jalan yang jahat, dari orang yang mengucapkan tipu muslihat.,” demikian ungkapan Raja Sulaiman/Salomo.

Setiap orang berjualan, apalagi properti tentu yang ditonjolkan keunggulannya.

“Nanti di seberangnya, pemerintah akan membangun fasilitas bla.. bla… Bla…”
Di mana-mana begitu. Perkara beneran fasilitasnya dibangun atau tidak, urusan belakangan. Pokoknya properti sudah terjual.
Beli apartemen, viewnya dahsyat. Sudah serah terima, ternyata di depannya dibangun tower baru, viewnya ganti dinding tower baru.
Itu sudah rahasia umum.

Kesalahannya, kami tidak mencari Tuhan terlebih dahulu. Tuhan tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Kami tidak mengumpulkan data yang valid pula, hanya modal percaya. Yang mengajari berinvestasi tokoh kaya dan punya nama besar. Masa bisa salah sich?
Padahal itu persepsi saya sendiri…

Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.

Istilah lainnya, perhatikan buahnya!, buah senantiasa menunjukkan jenis benih yang ditanam. Kalau buahnya mangga, yang ditanam pasti benih mangga. Gak mungkin durian.

Ketika memutuskan, juga tidak minta petunjuk Tuhan. Saya sempat extend, dalam hati sempat curiga, koq apartemen yang dibeli mahal sekali. Tapi kan sudah bayar DP. Kartu kredit sudah digesek.

“Ah, gak mungkinlah… Wong kita diajari berinvestasi. Belajar sama orang yang lebih sukses dan kaya daripada kita, menurut teori itu sudah jalur yang benar.” saya menghibur diri.

Tapi saat mengalami kerugian, cenderung menyalahkan Tuhan.

Saya belum sekolah waktu itu, gak paham juga hingga sedetil itu. Ternyata Tuhan benar-benar menghendaki, hidup kita betul-betul mengikuti arahan-Nya langkah demi langkah.
I did it God’s way, istilah kerennya.
Sejujurnya ini lebih mudah dikatakan daripada dipraktekkan. 

Andrew Wommack memberi contoh, kalau belum dapat jawaban Tuhan, ya tunggu. Sampai berbulan-bulan. Yakin, baru bertindak.
Bahkan Andrew saat sedang membangun sekolah, kehabisan dana, dia menunggu … Hingga 3 bulan kemudian dana terkumpul, lanjut lagi. Andrew ‘kekeuh’ tidak mau pakai kredit bank, meski bank sudah menawarkan, karena Tuhan mau Sekolah Charis dibangun tanpa hutang bank.

Pertanyaannya:
Beranikah saya bersikap seperti Andrew? Meski pun sekarang saya sudah sekolah dan tahu teorinya?

Ditanya seantero dunia, mengapa proyek mandeg? Malu kan? Kasi alasan apa dong?
Tentu teman-teman baik akan menawarkan bantuan dan solusi logis ala dunia.
Kalau saya bersikukuh bilang tunggu Tuhan, tentu saya dianggap gak waras. Gak logis.
Beranikah saya?

‘I did it God’s way’ butuh keberanian untuk taat. Melawan arus.

Saya pun sadar sekali ….
Seharusnya saya mengamati segala sesuatu dengan prinsip benih.

Meski yang berbicara, membujuk, itu tokoh besar, terkenal, pejabat top, memukau bahkan rohaniwan, kalau saya benar-benar menilainya dari buahnya, seharusnya tidak mungkin tertipu dan salah langkah.

Sebenarnya Tuhan sudah memberikan banyak sekali rambu-rambunya…. Saya juga sudah belajar dan membacanya bertahun-tahun, tetapi saat praktek, koq bisa lupa…

Saya pun menepuk jidat….
Yenny … Oh yenny…
Belajarlah lebih cerdik…. !

Fear and intimidation is a trap that holds you back. But when you place your confidence in the Lord, you will be seated in the high place.

Ketakutan dan intimidasi adalah jebakan yang membuat kita jatuh. Tetapi ketika  menaruh kepercayaan kepada Tuhan, kita akan didudukkan di tempat yang tinggi (dilindungi).

YennyIndra

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC

MPOIN PLUS & PIPAKU

PRODUK TERBAIK

PEDULI KESEHATAN

KLIK:
https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Sungai Kasih Karunia.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Sungai Kasih Karunia.”

“Kasih karunia: supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.
kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati…”
2 Korintus 9:8, 11 (TB).

Injil kasih karunia adalah pewahyuan dari penyediaan Allah yang berlimpah agar Anda memiliki semuanya dengan kecukupan dalam segala hal (roh, jiwa dan tubuh), supaya Anda berlimpah dalam pekerjaan baik, sehingga Anda akan diperkaya dalam segala hal untuk semua kemurahan hati. 

Kita bisa menyamakan kasih karunia dengan Air Terjun Niagara yang berlimpah dengan kasih, kekuatan, penyediaan, pengampunan, penerimaan, pembebasan, kedamaian dan sukacita. Semua mengalir terus menerus.
Selalu ‘ya’ dan ‘amin!’

“Barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”
Yohanes 4:14 (TB).

Kasih karunia mereproduksi dirinya sendiri! 
Saat Anda meminum anugerah Tuhan (air hidup), itu menjadi sumur air di dalam diri Anda! 
Yesus melanjutkan dengan mengatakan,
“Jika seseorang haus, biarkan dia datang kepada-Ku dan minum.  Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan Kitab Suci, ‘Dari batinnya akan mengalir sungai-sungai air hidup.’”
(Yohanes 7:37-38).

Rasa haus Anda tidak hanya terpuaskan, Anda menjadi sumber air hidup bagi orang lain! 
Itulah kasih karunia.

Kasih karunia adalah kasih Allah yang tak terbatas untuk ciptaan-Nya yang mengalir kepada Anda, muncul dalam diri Anda, dan memancar dari Anda kepada orang lain. 
Selalu tersedia lebih dari cukup!

“Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.”
Kisah Para Rasul 20:32 (TB).

[Repost ; “The River of Grace”, – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
*MPOIN PLUS & PIPAKU*
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kisah Unik Di Balik Artikel “Sudahkah Hidup Kita Berdampak?”

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kisah Unik Di Balik Artikel “Sudahkah Hidup Kita Berdampak?”

Sudah lama bersahabat dengan B. Liana dan Monica, tentu saya tahu pergumulan mereka mendapatkan gedung untuk Sekolah Gratis “Pelita Permai”, sekolah untuk anak-anak kaum marjinal.
B. Liana pernah bercerita sambil berlinang airmata karena begitu berat beban hatinya, anak-anak harus segera sekolah tatap muka, sementara gedung belum siap.
Kami pun berdoa sepakat minta pertolongan Tuhan.

“Ini pekerjaan Tuhan, visi Tuhan, untuk mengentaskan anak-anak yang terpinggirkan. Tuhan tidak akan terlambat. Mari kita buktikan…,” ujar saya menghibur.

Sempat sebelumnya ada gedung yang cocok sekali, tetapi harganya terlalu mahal. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, tetapi masalahnya, benarkah tempat ini yang dikehendaki Tuhan bagi Sekolah Gratis Pelita Permai?
Kami terus mendoakannya.

Sama seperti kita semua saat menghadapi masalah, kita perlu menunggu arahan, kadang mengalami trial & error, sebelum akhirnya mengerti yang mana yang betul-betul pilihan Tuhan.

Beberapa minggu tidak ada kontak, saya tidak tahu perkembangannya. Kesibukan masing-masing membuat saya lambat memonitornya.


Suatu hari saya tertarik dengan illustrasi tentang menyelamatkan bintang laut. Meski tidak bisa menjadi penolong banyak orang, tetapi setidaknya bisa menolong 1-2 orang.
Entah bagaimana, tanpa direncanakan, saya membahas tentang Pondok Hayat dan Pelita Permai. Saya tahu betul ke dua yayasan ini sungguh-sungguh dikelola dengan baik.

Saya pun kontak B. Liana menanyakan perkembangannya. Ternyata sudah ada gedung yang ditaksir dan harganya reasonable. Lengkap dengan data-datanya. Mereka tengah mendoakannya karena kekurangan dananya cukup besar.

Seperti biasa, saya hanya bercerita dalam Seruput Kopi Cantik, Pelita Permai butuh gedung baru dengan harga 5M, sementara dana yang tersedia baru 3M. Titik. Lalu saya membahas yang lain.

Malam itu sekitar pukul 00.20 saya dibangunkan Tuhan.
Duh Tuhan… ngantuk nich!
Ada dorongan untuk menuliskan data-data gedung yang akan di beli, lengkap dengan jumlah kelas, kantor dll.
Setelah ditulis, segera tidur lagi.

Subuh sekiar pk. 05.00 saya dibangunkan, dengan dorongan kuat untuk mencantumkan no hp B. Liana.
Padahal baru buka mata, antara sadar dan tidak sadar… ?

“Beneran Tuhan? Ini bukan style Seruput Kopi Cantik lho! Saya harus minta ijin dulu.”

Akhirnya, pagi itu saya telpon beliau. Disetujui untuk dicantumkan.

Saya amat sangat menjaga Seruput Kopi Cantik, tidak pernah sekali pun minta sumbangan atau dimanfaatkan untuk mengumpulkan dana bagi siapa pun.
Beberapa teman minta tolong untuk di post, “untuk membantu yang membutuhkan”, alasan teman tadi, tetapi dengan tegas saya menolaknya.

Selama ini justru saya yang kerap memberi buku gratis bagi teman-teman.
Sempat terbeban, betulkah ini ‘suara’ Tuhan?
Atau hanya terpengaruh emosi sesaat.
Saya berdoa, tidak ingin melakukan kesalahan.
Tetapi dorongan dalam hati begitu kuat, jadi saya belajar taat.

“Ci Liana, ini benar-benar pertama kalinya saya mencantumkan nomor hp untuk sumbangan. Seruput Kopi Cantik tidak pernah melakukannya. Hanya untuk Sekolah Gratis Pelita Permai. Saya belajar taat. Mari kita lihat, benarkah ini memang suara Tuhan yang mendorong saya mencantumkannya? Saya pun ingin tahu, bagaimana hasilnya? Ini petualangan rohani saya, dalam rangka mengenal Tuhan lebih dalam.” pesan saya pada B. Liana.

Saya belajar mengamati banyak hal yang terjadi dalam hidup, yang mana yang betul-betul dari Tuhan, dan mana yang tidak. Agar ke depannya bisa mentaati-Nya dengan lebih baik.

Ada beberapa teman menghubungi B. Liana minta nomor rekening dan menyumbang.
Ada teman-teman yang japri, lalu telpon saya, memastikan Pelita Permai betul-betul ladang subur yang dikelola dengan penuh tanggung jawab, untuk kemuliaan Tuhan.

Akhirnya ada yang bersedia meminjamkan dana untuk menutup kekurangannya, lalu Pelita Permai bisa mencicilnya 75juta/bulan.
‘Malaikat penolong’ ini tidak ingin diketahui namanya, anonim.
Adakah hubungannya dengan artikel yang saya tulis?
Tidak tahu juga.
B. Liana sungguh-sungguh menjaga rahasia ini.

No problem!
It’s all about God, not me.
Ini semua tentang Tuhan, bukan tentang saya atau Seruput Kopi Cantik.

Yang terpenting kami semua bersukacita, akhirnya murid-murid Pelita Permai bisa sekolah dengan baik.
Sekolah tatap muka bisa dilaksanakan.

“Terharu akan pekerjaan Tuhan yg besar…,” ujar B. Liana.

Perjalanan hidup bersama Tuhan itu bukan matematika, yang serba pasti. Cara Tuhan selalu baru dan unik. Kita tidak bisa meniru pengalaman orang lain untuk kasus yang kita alami.

Yang bisa dipegang, Janji-Nya selalu ditepati dan tidak pernah terlambat. Kalau kita mengerjakan kehendak Tuhan, provision tersedia. Apa pun yang kita butuhkan pasti Tuhan mencukupi.


Sesungguhnya setiap kita hanyalah sepotong puzzle dalam gambar kehidupan yang besar milik Sang Pencipta.
Tuhan yang menyambung-nyambungnya, sehingga kita terpukau, tidak sengaja mengalami Divine Connection, koneksi Ilahi, membentuk gambar-gambar indah dalam rancangan-Nya.
Sungguh Unik….
Beyond our thinking & imagination…

Jika Tuhan berkenan memakai dan kita bisa mentaatinya, itu sungguh suatu anugerah.
Tidak ada kebahagiaan dan kepuasan yang melebihi kesadaran, bahwa kita berada ditengah-tengah kehendak Tuhan, sedang terlibat, dan menjadi bagian penggenapan visi-Nya yang besar.

Setuju?

If you can trust a puzzle company to make sure every piece is in the box to complete the puzzle, than why can’t you trust God that every piece of your life is there for a reason?

Jika Anda dapat mempercayai perusahaan puzzle untuk memastikan, setiap bagian ada di dalam kotak untuk menyelesaikan puzzlenya, mengapa Anda tidak dapat memercayai Tuhan, bahwa setiap bagian dari hidup Anda ada dan terjadi, karena suatu alasan?

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Jangan Menyerah!”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Jangan Menyerah!”

Saya dan istri saya adalah Misionaris di Guatemala dan Chili dari tahun 1989 hingga 2001. Ketiga anak kami dibesarkan di Guatemala (10 bulan) dan di Chili (11+ tahun). Saat saya melihat ke belakang, saya dapat melihat tangan Tuhan di berbagai bidang kehidupan kami, padahal saat itu saya tidak begitu menyadari kehadiran-Nya. Kebijaksanaan harus meningkat saat kita melewati musim kehidupan.
Jika berjalan dengan Tuhan, kita dapat melihat tangan-Nya dalam hidup kita melalui musim-musim itu.

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”
Galatia 6:9 (TB).

5 tahun pertama kami sebagai Misionaris, sangatlah tertekan secara ekonomi. Saya tidak berjalan dalam pewahyuan yang sama, dengan pewahyuan yang saya miliki sekarang.
Dalam banyak hal, saya bukanlah pribadi saya yang sekarang. Dipenuhi dengan visi dan energi, tetapi beberapa jalan Tuhan tidaklah saya ketahui. Namun demikian, kasih karunia Tuhan membawa saya mampu melewatinya. Salah satu pewahyuan utama yang saya alami sekarang, hanyalah “pengajaran” yang saya pahami di masa menjadi misionaris. Saya memahami pengajaran tentang menabur dan menuai serta memberi dan menerima, tetapi itu bukan pewahyuan, dan buah dari pengajaran itu sangat minim dalam kehidupan kami saat itu.

Ketika saya melihat kembali tahun-tahun itu dan membandingkannya dengan tempat di mana Tuhan menempatkan kami hari ini, saya menyadari bagaimana saya telah berubah dan pemahaman saya semakin dalam.
Hidup terdiri dari musim-musim. Beberapa musim kehidupan, berisi pengalaman di mana lebih banyak menabur daripada menuai. Tetapi jika kita tetap setia pada tahun-tahun penaburan, akan ada peningkatan besar dalam keluarga dan pelayanan di masa depan.

Sementara di masa itu, saya tidak dapat memberikan banyak kesempatan berlibur untuk anak-anak selama di ladang misi, ternyata ada pengalaman lain ditaburkan ke dalam diri mereka, yang pada akhirnya membentuk kehidupan mereka.
Panen anak-anak saya hari ini dan berkat di setiap keluarga mereka, tidak salah lagi merupakan tuaiannya. Mereka berjalan dalam berkat hari ini karena kesetiaan kami di musim ketekunan.

Tahun-tahun menabur kehidupan kami ke dalam misi tampaknya sulit pada saat itu, tetapi musim panen sejak saat itu, sungguh luar biasa. Kita bisa dengan mudah melewati masa-masa sulit dan menjadi putus asa serta menyerah, atau kita dapat memahami gagasan tentang musim sehingga tidak menjadi lelah dalam berbuat baik. Kita akan menuai jika kita tidak menyerah!

Istri saya bersemangat untuk berkebun dan telah mencurahkan banyak waktu serta usaha untuk membangun taman bunga baru yang besar di halaman belakang rumah kami. Tapi dia tahu bahwa buah nyata dari kerja keras tahun ini, akan terlihat tahun depan. Ini adalah musim
mempersiapkan, bekerja dan menanam. Ada beberapa kenikmatan yang bisa dinikmati tahun ini, tetapi tahun depan dan tahun-tahun berikutnya akan lebih banyak lagi kenikmatan daripada kerja.

Hidup adalah tentang musim. Jangan menyerah!

[Repost ; “Don’t Give Up!”, – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 209 210 211 212 213 416