Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Thank You Pak Wepe…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Thank You Pak Wepe…

Drg. Iwan menampilkan gambar kura-kura di atas pagar.
Lho…. bagaimana naiknya?
Tentu ada orang yang mengangkat kura-kura ke atas pagar, sehingga kura-kura yang biasanya hanya bisa memandang sejauh 1-2 meter, sekarang pandangannya luas bisa melihat hingga puluhan meter ke depan karena berada di ketinggian.

Moral Cerita, jangan lupa pada orang-orang yang sudah membawa kita naik, ke tempat yang tidak bisa kita capai sendiri.

Berkelebat ingatan pada P. Wepe alias P. Wahyu Pramudya, founder dari portal Ribut Rukun yang terkenal.

Saya sudah bertahun-tahun menulis, sebelum mengenal beliau. Menulis apa saja karena saya memang suka menulis.
Suatu ketika saya diperkenalkan oleh P. Yahya Juanda pada P. Wepe, dan mulailah saya ikutan menulis di Ribut Rukun (RR).

P. Wepe mengajari saya, agar menulis yang personal, pengalaman pribadi.
Alasannya, di sosmed banyak sekali artikel serupa. Harus yang khas YennyIndra. Jadi ga ada yang menyamainya.

Hhhmmm… Betul juga ya… Kalau saya ikut-ikutan menulis tentang Bill Gates, misalnya, tentu saya mengambil bahan dari tulisan orang lain. Dan ada orang-orang yang mengenal Bill Gates secara pribadi, tentu saja tulisannya akan jauh lebih unik, lengkap dan lebih bagus dari tulisan saya. Makes sense.

Sejak itu mulailah saya berlatih menulis pengalaman bidup saya sendiri. Apa yang saya pelajari dari sekolah, dari kehidupan atau pengalaman teman-teman dekat saya, yang betul-betul saya kenal secara pribadi… Masih ada syarat lagi, saya tergerak untuk menulisnya.

Kadang ada teman yang ingin kisahnya ditulis, tetapi saat saya tidak tergerak, saya memilih menolaknya.
Seruput Kopi Cantik adalah sarana yang Tuhan percayakan, jadi saya harus taat pada Sang Boss.
Kalau Sang Boss tidak memberikan damai sejahtera, lebih baik tidak.

Ternyata resep P. Wepe sangat jitu.
Dalam dunia tulis menulis, copy paste sangat mudah, nantinya tidak jelas lagi siapa penulis yang sebenarnya. Banyak yang akhirnya dianggap tulisan orang yang posting.

Menulis di Indonesia nyaris ga ada keuntungannya secara materi. Karena itu P. Edy Zakheus, guru menulis saya, selalu menekankan, menulis itu untuk Personal Branding. Jangan mengharapkan duitnya dari sana. Kecuali penulisnya benar-benar tokoh besar.

Darimana duitnya?
Ketika dijual bersama seminar atau produk lainnya.

Bagi saya pribadi, tulisan adalah warisan saya untuk generasi mendatang. Warisan yang abadi. Hope oneday, anak cucu atau generasi selanjutnya, membaca tulisan saya dan mendapat berkat serta mengadopsi dengan nilai-nilai yang saya sampaikan, sehingga hidup mereka menjadi lebih baik. Hasil pembelajaran puluhan tahun.
Karena itu saya prefer blast gratis di mana-mana.

Banyak teman-teman mendorong saya untuk menulis buku lagi. Artinya, pembaca harus membeli bukunya. Tetapi dengan membagikannya gratis, jauh lebih banyak yang bisa diberkati. Bisa di share lagi kepada teman dan kerabat mereka.
Rasanya senang sekali, jika ada pembaca yang hidupnya menjadi lebih baik karena Seruput Kopi Cantik. Tuhan yang memberi upahnya di surga kelak.

Karena itu, please klo di share lagi, *Nama Penulis Jangan Dihilangkan* teman-teman, supaya tujuan menjadi warisan abadi bisa tercapai.

******

Suatu ketika saya menawarkan kepada sahabat saya, jika butuh resources bisa ambil dari Seruput Kopi Cantik.

“Ga bisa Yenny, Seruput Kopi Itu Yenny banget…. Sangat personal…” jawabnya.

Dan saya terpukau dan berterima kasih sekali dengan rahasia yang P. Wepe ajarkan, sehingga tidak mudah karya saya untuk dibajak.
Berkat ilmu P. Wepe, tulisan saya ibarat diberi water mark. Masih bisa sich dicopy tanpa nama, tetapi pembaca setia ‘merasakan’ ini style YennyIndra.

Mungkin P. Wepe juga tidak menyangka bahwa apa yang diajarkannya bisa membuat pembeda yang besar serta memunculkan ke-khas-an versi saya.
Thank you P. Wepe….

Melalui hal ini, tanpa sengaja, P. Wepe sudah mengangkat saya, bagaikan mengangkat kura-kura ke atas pagar.
Melalui Seruput Kopi Cantik, saya mendapatkan wawasan, teman-teman dan kesempatan yang dulunya sulit saya dapatkan.

Perjalanan saya menulis, mengalami berbagai fase hingga kini. Kegagalan, kesalahan dan berbagai pengalaman lainnya, tetapi waktu yang kita jalani bersama Tuhan, tidak pernah sia-sia. Tuhan membentuk karakter, sikap dan gaya tulisan saya di sepanjang jalan.

Demikian juga dalam bidang kehidupan lainnya. Selama kita menjalaninya bersama Tuhan, endingnya selalu baik.
Karena kebahagiaan dan kesuksesan adalah perjalanan, bukan tujuan.

Prinsip dalam hidup: Tidak ada orang yang bisa naik ke atas sendirian. Selalu ada orang- orang yang berinvestasi di sepanjang jalan kehidupan kita. Jangan pernah lupakan itu!
Tanpa mereka, kita tidak akan pernah naik setinggi ini.
Ungkapkan penghargaan dan rasa syukur atas jasa-jasa mereka dalam membentuk kita menjadi pribadi yang sekarang ini.

Dan jangan pula pelit berbagi. Mungkin sekarang giliran kita dipakai Tuhan untuk mengangkat orang lain, melalui hal-hal sederhana yang kita bisa. Lakukan dengan tulus!

Quotes TD. Jakes yang terkenal,
You can’t explain to a turtle, giraffe decision – Anda tidak dapat menjelaskan kepada kura-kura, keputusan sang jerapah.

Tetapi sekarang berbeda, karena ada pahlawan-pahlawan yang mengangkat kura-kura ke atas pagar, maka sekarang apa yang dilihat oleh kura-kura kurang lebih sama dengan apa yang dilihat Jerapah.


Saat memilih foto P. Wepe, saya menemukan foto lawas bersama teman-teman RR. Ada alm. Martha Pratana, yang berjasa mengajari saya menulis buku, sekaligus menjadi editor 2 buku saya.

Ada pula P. Xavier Quentin Pranata, sohib yang mendorong saya untuk menulis, saat saya masih belajar menulis. Bukan siapa-siapa. Padahal P. Xavier sudah sangat top dengan ratusan bukunya.

Wow… Betapa banyaknya pahlawan yang berjasa dalam hidup saya dan teman-teman di sepanjang kehidupan… Thanks semuanya.


Menarik bukan? Yuk… Praktik!

We rise by lifting others.? Robert Ingersoll

Kita naik dengan cara mengangkat orang lain.? Robert Ingersoll.

??YennyIndra??
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Rekor Dipecahkan & Menjadi Murid Kristus.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Rekor Dipecahkan & Menjadi Murid Kristus.

Tentu saja saya merasa menjadi murid Kristus. Saya sudah lulus 24 lessons saat di Solo dan lulus pula DK di Surabaya, fondasi pelajaran kekristenan.
Berpuluh-puluh tahun rutin ke gereja, kadang ikut melayani, setia berdoa dan baca firman. Alkitab tahunan lunas dibaca selama 15 tahun.
Kurang apa coba?
Pantas kan disebut murid Kristus?

Sampai saya belajar “How To Diciple” dari Greg Mohr.

“It costs nothing to be born again, But it costs everything to be a diciple of Jesus.”
Tidak perlu bayar apa-apa untuk lahir baru, tetapi perlu menyerahkan segala-galanya agar bisa menjadi murid Kristus.

Billy Graham menulis hal serupa:
Salvation is Free But Dicipleship Costs Everything We Have.

Diiiieeeeenk……

Menjadi murid artinya, menyerahkan hidup, keinginan, rencana bahkan mimpi kita kepada Tuhan.
Hidupku bukan aku lagi, tetapi Kristus yang ada di dalamku.

Menjadi seorang murid artinya menjadikan Yesus yang utama dan terutama, di atas hubungan-hubungan lainnya, baik ayah, ibu, anak bahkan diri kita sendiri. Di atas kepentingan yang lain-lain pula. Dalam segala sesuatu, wajib bercermin pada kebenaran firman Tuhan.

Ternyata selama ini saya masih sangat…. sangat….. jauh dari kriteria seorang murid
Duh…. Malunya….


Visi Tuhan bagi semua orang adalah untuk memuridkan. (Matius 28 Amanat Agung dan 2 Timotius 2).

Greg Mohr menegaskan,
Kesuksesan Tanpa Penerus adalah Sebuah Kegagalan.

Greg bercerita, dalam sebuah konferensi besar para pastor, Bishop Ken Ulmer D. Min, Ph. D, mantan President of The King’s University di Los Angeles bersaksi:

Pada suatu hari Roh Kudus mengingatkan dia dalam mimpinya, pada pengalamannya semasa masih menjadi mahasiswa.

Dr. Ulmer pada saat itu harus menyelesaikan mata kuliah pilihan, yang tidak mempengaruhi perolehan gelarnya. Beliau enggan mengikuti pelajarannya, maka dia hanya datang untuk mencatat tugas yang harus dikerjakannya.
Hhmm hanya menulis makalah…
Dr. Ulmer jago menulis makalah. Entenglah…!

Saat makalah itu dikembalikan, tertulis catatan besar:
Riset yang bagus sekali.
Isinya bagus, makalah yang bagus sekali.
Nilai: F.
Tugas yang salah

Diiieeeenk…..

3 kali Roh Kudus membangunkan Dr. Ulmer di tengah malam dan mengingatkannya akan peristiwa itu.
Dengan berkeringat dingin Dr. Ulmer bertanya, dan Roh Kudus menjawab:

Ibadah yang bagus sekali.
Penyembahan yang luar biasa.
Kotbah yang hebat.
Nilai : F
Tugas yang salah.

Beliau sadar, tugas dari Tuhan adalah memuridkan anak-anak-Nya, bukan sekedar mengumpulkan orang sebanyak-banyaknya hadir dalam ibadah di gerejanya.

Langsung Dr. Ulmer mengadakan rapat besar, semua bagian tetap melakukan bagiannya dengan cara yang terbaik tetapi tujuan utamanya adalah memuridkan!
Semua pelayanan disatukan untuk menghasilkan murid-murid Kristus, yang serupa dan segambar dengan-Nya!


“kalau malam ini pelajaran ke 30, video ke 8 selesai, lalu ujian, berarti rekor Sucouw terpecahkan. Apakah sebaiknya saya tunda dahulu?,” chat P. Irsan galau,
“Saya masih sangat segan dan sungkan ini…”

“Ya Jangan dong….Justru generasi dibawah saya harus lebih baik dari saya. Klo P.Irsan memecahkan rekor saya, berarti saya pemimpin yg sukses. Berhasil menghasilkan penerus yg lebih baik dari saya,”
ujar saya memberikan penjelasan,
“Dalam pelajaran How To Diciple, Greg Mohr mengajarkan:
Kesuksesan Tanpa Penerus, Itu adalah Kegagalan.
Ayoo selesaikan! P. Irsan itu piala dan kebanggaan saya.. Bukti bahwa saya pemimpin yang sukses!”

“Siap laksanakan titah Sucouw…”

Yeaaayyyy… P. Irsan menjadi murid koresponden Charis dengan predikat Lulus Paling Cepat.

Tepat di Malam Tahun Baru Imlek…Nilainya juga bagus-bagus lho…
Dan yang paling penting, perubahan hidupnya nyata. Berkemenangan mengatasi berbagai masalah kehidupan, terbukti tokonya sekarang 2 dan menjadi panutan yang mempengaruhi kehidupan teman-teman mau pun lingkungannya.
Dahsyat abis….

“Saya telah menyelesaikan tugas yang telah di berikan Sucouw kepadaku…saya telah mengakhiri level 1 dengan baik…
Malam ini saya merasa sangat Perlu ber Terimakasih kasih kepada Sucouw…atas setiap doa, kasih, perhatian, bantuan, dukungan yg diberikan
Malam ini kami berbahagia…selama 5 tahun imlek,baru ini kami kembali kumpul makan sepuasnya, nginap di rumah lama. Rumah yg banyak kenangan…
Teringat waktu pandemi , susah tak terucap kan,
Wendell Par selalu bilang ; kesusahan tidak datang 2 x .
Salam Hormat kami sekeluarga “

Duh… Sama P. Irsan beneran serasa di dunia persilatan saja… Wkwkwk….
Nach ini salah satu berkat menulis Seruput Kopi Cantik…


Saya itu sangat terpukau dengan karya Tuhan dalam kehidupan ini.
Setiap di sekolah sedang belajar sesuatu, koq ya pas… apa yang butuh, jawabannya ada di sana.

Pas P. Irsan akan mengajukan pertanyaan tentang memecahkan rekor, koq kebetulan Greg Mohr mengajarkan tentang pemuridan dan quotes “kesuksesan tanpa penerus adalah kegagalan”, adalah jawaban yang sangat tepat sasaran untuk P. Irsan.
Kebetulan?

“Coincidence is God’s way of remaining anonymous.- Kebetulan adalah cara Tuhan untuk tetap anonim.” kata Albert Einstein.

So sweet….

Dan ini tidak hanya terjadi dengan saya tetapi semua teman-teman. Setiap kami dapat giliran presentasi di kelas. Uniknya, setiap topik koq ya bisa paling pas bagi yang membawakannya. Padahal kami tidak tahu apa judul pelajaran yang akan datang.

Tuhan itu begitu peduli dan romantis ya…
Karena itu mengapa kita tidak memilih menjadi murid: menyerahkan diri, rencana mau pun mimpi-mimpi kita kepada-Nya?
Tuhan jauh lebih peduli kepada kita, daripada kita bisa peduli pada diri kita sendiri.

What do you think?

Our Lord’s conception of dicipleship is not that we work for God, but that God works through us. – Oswald Chambers.

Yang dimaksud Tuhan sebagai pemuridan, bukanlah kita bekerja untuk Tuhan, melainkan membiarkan Tuhan bekerja melalui kita – Oswald Chambers.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Masalah Saya Banyak, Ngapain Bantu Orang Lain…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Masalah Saya Banyak, Ngapain Bantu Orang Lain…

Bertahun-tahun yang lalu, saya ikut kelas Mother Wise. Setelah memdengarkan prinsip-prinsip pengajarannya, kami dibagi-bagi dalam kelompok kecil.
Sekitar 5-7 orang dalam tiap kelompok. Masing-masing diberi waktu untuk sharing permasalahannya dan yang lain menanggapi.

Seorang teman sebut saja Ani, baik sekali dengan saya. Kebetulan rumahnya tidak terlalu jauh dari apartemen tempat saya tinggal.
Ani menolak hadir lagi.

“Yenny, masalahku itu sudah ruwet. Datang Mother Wise, ingin belajar menjadi ibu dan istri yang baik bagaimana caranya? Aku butuh solusi untuk masalahku,” curhat Ani sambil menghela nafas panjang,
“Lha koq di grup disuru dengerin lagi curhat teman-teman yang tidak kalah beratnya. Aku sudah gak sanggup…. Sudah gak ada tempat lagi buat menampung curhat teman-teman.”

Oh…. Saat itu saya tidak tahu cara bijak menanggapinya. Pewahyuan saya belum sampai ke sana.


Saat ini kami sedang belajar “How To Diciple”, guru saya Greg Mohr membagikan kesaksian hidup yang sangat memberkati.

Brian, putra sulung Greg Mohr, adalah anak yang berkemauan keras. Greg kesulitan mengatasinya.
Greg selalu berkomentar, jika saja Dr. James Dobson bertemu dengan Brian, beliau harus menambah setidaknya 3 bab baru dalam bukunya.
Dr. James Dobson adalah pakar dalam bidang pendidikan anak.

Kebanyakan orang, ketika merasa masih ada yang dirasa kurang sempurna dalam hidup dan keluarganya, tidak berani melayani Tuhan. Kuatir dianggap tidak bisa menjadi teladan dan menjadi batu sandungan.
Padahal sesungguhnya, hidup setiap kita masih dalam proses. Kita tumbuh bersama dengan orang-orang yang kita layani.
Justru orang-orang yang dilayani bisa merasakan bahwa kita manusia biasa, yang tidak lepas dari permasalahan, yang kurang lebih serupa dengan yang mereka alami.
Mereka bisa belajar dari pergumulan kita juga.
Apalagi sampai mati pun kita tidak akan pernah sempurna karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.

Greg selain mengajar di Charis, memuridkan beberapa orang. Dia memberikan dirinya untuk menjadikan mereka para pemimpin yang handal.
Meluangkan waktu, mendidik, menyemangati dan membawa mereka saat Greg melayani. Dengan cara demikian, mereka bisa meneladani dan merasakan transfer spirit Greg dalam memberikan hidupnya bagi pelayanannya.
Diantara mereka yang dimuridkan, ada seorang pemuda bernama Donald.

Donald yang usianya 15 tahun lebih tua dari Brian, tergerak untuk memberikan diri memuridkan Brian.
Donald mendekati Brian, mengajaknya berburu, mengajaknya makan malam, meluangkan waktu untuk menemaninya dan membagikan hidup serta nilai-nilai yang dipegangnya kepada Brian.
Dalam waktu 3 bulan, Allah mengubah Brian menjadi pemuda yang luar biasa.

Pemuda yang selama 6-7 tahun ‘hilang’, sekarang menjadi pemimpin dalam keluarga Greg Mohr, mengajar di Sekolah Bisnis Charis, juga menjadi suami serta ayah yang luar biasa bagi keluarganya.

Wow…. Sungguh menginspirasi!

Salah satu yang membuat saya jatuh cinta pada Sekolah Charis, karena guru-gurunya mengajar bukan sekedar teori tetapi mereka membagikan hidup, pengalaman: baik kegagalan, kesuksesan serta bagaimana proses serta cara mereka mengatasinya.
Relate dengan kehidupan kita sehari-hari.


Dr. Caroline Leaf memberikan saran yang sama dalam bukunya:
Jika punya masalah, bantulah orang lain menyelesaikan masalahnya. Dengan cara yang tak terduga, masalah kita akan menemukan solusinya secara alami.

Kembali terbukti Hukum Tabur Tuai…

Saya terhibur…
Pernah terbersit, buat apa repot-repot menulis Seruput Kopi Cantik? Butuh effort, konsisten, tenaga dan waktu…
Secara materi tidak ada keuntungan apa-apa, justru banyak dana yang dikeluarkan untuk berbagi.

Tetapi ingat:
Apa pun benih yang kita tabur, tidak akan pernah sia-sia…
Bahkan segelas air putih yang kita berikan, Tuhan perhitungkan…

Terbukti dari Seruput Kopi Cantik saya mengenal teman-teman yang luar biasa, yang tidak mungkin saya kenal tanpa menulis Seruput Kopi Cantik, dan saya justru yang merasa diberkati.
Banyak hal saya belajar dari para pembaca…

Saya membagikan apa yang saya pelajari di sekolah mau pun dari pengalaman kehidupan, dan saya menerima kembali berlimpah-limpah.
Teman, sahabat, perhatian, kasih, kebaikan dan banyak lagi…

Dan yang paling membuat terharu, jika ada teman-teman yang hidupnya menjadi lebih baik karena membaca Seruput Kopi Cantik atau mengenal saya. Itulah tujuan Tuhan menciptakan saya di dunia ini.

Tidak ada kebahagiaan yang melebihi kesadaran bahwa kita benar-benar berada di tengah-tengah kehendak Tuhan, mengerjakan visi-Nya.

Hhhmmmm…. Menyenangkan bukan?
Kita diberkati untuk menjadi berkat bagi sesama. Sesuai Visi grup yang dibentuk oleh sahabat saya, Sis Elma Roux.

Mari kita berlomba-lomba berbuat baik, menjadi berkat bagi sesama. Kebaikanmu tidak pernah sia-sia.

When you focus on being a blessing, God makes sure that you are always blessed in abundance.” — Joel Osteen

“Ketika Anda fokus menjadi berkat bagi orang lain, Tuhan memastikan, Anda selalu diberkati dalam kelimpahan.” — Joel Osteen.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Inner Healing.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Inner Healing.

Bertahun-tahun yang lalu saya juga mempelajarinya. Sibuk mencari-cari, apa kesalahan-kesalahan saya, orangtua, bahkan nenek moyang.
Makin dicari-cari, makin frustrasi saya….
Lelah… Kehabisan tenaga….

Pemberesan satu persatu. Diakui, minta ampun lalu didoakan. Rasanya lega sich…
Tapi ada lagi dan ada lagi. Koq ga habis-habisnya…
Lalu dilanjutkan pula, mengenakan perlengkapan senjata Allah, dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Dilakukan tiap hari… Takut diserang musuh kalau tidak melakukannya.

Apa yang kita fokuskan membesar… Justru fokus pada apa yang salah.

23 Januari lalu, dalam acara Healing, P. Irwan, direktur Charis menegaskan, mencari-cari apa yang salah di dalam diri kita, itu Tidak Alkitabiah. Perhatikan, Tuhan Yesus saat menyembuhkan orang-orang yang sakit, tidak pernah sekali pun mempersoalkan dosa atau kesalahan mereka.

Yesus hanya berpesan, “Jangan berbuat dosa lagi.”

Sekarang berfokus padaYesus, firman dan kemampuan-Nya. Apa yang kita fokuskan membesar… Jadilah Yesus makin besar, dan masalah pun tidak nampak lagi.


Semua dosa kita baik dahulu, sekarang mau pun yang akan datang, sudah dibayar lunas oleh Yesus di atas Kayu Salib.
Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, dengan cara mengaku dengan mulut kita bahwa Yesus itu Tuhan dan percaya dalam hati bahwa Allah telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, (Roma 10:9) maka kita diselamatkan dan lahir baru.

Dosa Tidak mempengaruhi posisi kita di hadapan Allah.
Posisi kita tetap benar karena kita mengenakan kebenaran diri Kristus yang ada di dalam kita.

“Kalau begitu enakan berbuat dosa dong Bu Yenny? Kan tidak mempengaruhi posisi saya di hadapan Tuhan?”

Nanti dulu…. ingat:
Setiap dosa ada konsekuensinya.
Hukum Kerajaan Allah: tabur dan tuai.
Mencuri, narkoba ya berpotensi masuk penjara.
Jika kata-kata kita sembarangan, pasangan & anak bisa kabur.

Dan iblis memanfaatkan setiap celah yang terbuka, karena dosa yang dilakukan, untuk menghancurkan kita.

Saat seseorang terjerumus dalam dosa, makin lama dia makin menjauh dari Tuhan, hatinya menjadi keras. Suatu ketika tanpa disadarinya, dia sudah meninggalkan keselamatannya.
Oh… Mengerikan sekali…

Hidup dalam dosa tentu tidak ada damai sejahtera dan sukacita. Dihantui perasaan berdosa dan tertuduh.
Mana enak sich hidup seperti itu???


Setiap kita masih dalam proses agar semakin serupa dgn Kristus. Tidak orang yang menangkap pewahyuan ini dalam sekali kesempatan. Awalnya kita masih sering terjatuh kembali kepada kedagingan.
Tetapi jangan merasa bersalah, tertuduh lalu menjauh dari Tuhan, sebaliknya datang kepada Roh Kudus, roh penolong kita.
Dgn jujur sampaikan ketidakmampuan kita, lalu minta pertolongan-Nya untuk mengatasi tantangan yang kita hadapi.

Tuhan itu Allah yang menjawab doa. Dia yang memampukan kita untuk mengatasi apa yang kita tidak bisa.

Semakin kita banyak menyimpan firman Tuhan dalam hati, sesuai Roma 12:2, menyelaraskan pikiran dengan firman-Nya, semakin hari kita semakin menyerupai Kristus.
Berjalan dari satu kemuliaan kepada kemuliaan lainnya.
Inilah sorga di dunia…


Seorang teman, sebut saja X, bersaksi bahwa sejak SMP dia kecanduan pornografi. Berulang kali dia melakukan pemberesan, didoakan oleh pendeta-pendeta terkenal, tetapi terulang dan terulang lagi.
Dia tidak mampu melepaskan kecanduannya.

Semakin mencari-cari kesalahan di dalam dirinya, makin merasa tertuduh, malu, tidak layak dan lari menjauh dari Tuhan. Terjerat lagi dalam kecanduannya. Makin parah pula..

Greg Mohr mengajarkan, semua kecanduan sumbernya bukanlah kecanduan itu.
Baik itu rokok, alkohol, pornografi, narkoba dll. Kecanduan apa saja.
Kecanduan itu hanya symptoms atau gejala, yang perlu dibereskan adalah akarnya. Penyebab kecanduannya.

X bersaksi, ketika dia belajar tentang Kasih Bapa dan memahami Life Foundations yang diajarkan di Sekolah Charis, dia sembuh dari kecanduannya.
Sama sekali tidak ada keinginannya untuk nonton pornografi lagi.

Kesadaran dan pemahaman akan Kasih Bapa bahwa setiap kita diterima dan diampuni dosanya, tanpa syarat, itu sungguh memerdekakan.

2 Korintus 5:17 (TB) mengatakan, Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Kita yang lahir baru itu benar-benar ciptaan yang baru!
EXCHANGED LIFE!

Kehidupan Kristen bukanlah sekedar kehidupan lama yang diperbaiki, tetapi kehidupan yang dipertukarkan.
Kita menukar kepercayaan terhadap diri sendiri, menyerahkan hidup kita, lalu membiarkan Kristus hidup di dalam dan melalui kita.

Melegakan bukan?
Itulah sebabnya di Charis, Life Foundations diulang-ulang dan dijabarkan kembali penerapannya di berbagai pelajaran lainnya.

Demikian juga Dicipleship Evangelism yang kerap disebut DE, pelajaran gratis dari sekolah, untuk siapa saja yang ingin belajar dan hidupnya dimerdekakan, mengajarkan tentang Kasih Bapa dan fondasi kekristenan.
Tunggu launchingnya. Sekarang sedang dipersiapkan.

Jika fondasinya benar dan kokoh, badai topan menerpa pun tidak akan roboh.

Ingin hidup merdeka dan berkemenangan?
Mari kita bertumbuh dengan sehat di dalam Tuhan.

Therefore I exhort you, brothers and sisters, by the mercies of God, to present your bodies as a sacrifice – alive, holy, and pleasing to God – which is your reasonable service. Do not be conformed to this present world, but be transformed by the renewing of your mind, so that you may test and approve what is the will of God – what is good and well-pleasing and perfect.

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Saya Menemukan Rahasianya….!!!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Saya Menemukan Rahasianya….!!!

YEAAAAAYYYY…….

Masih ingat artikel saya yang berjudul “There Is No Formula To Relationship ….”?
Hubungan dengan Tuhan, itu bukan formula.

Saya bertanya-tanya dalam hati, bisakah pembaca Seruput Kopi Cantik menerimanya?
Dan Allah kita adalah Allah yang menjawab doa!

Andrew Wommack membukakan rahasia besar ini:

Saya mendorong Anda, inilah hal terbesar yang bisa Anda lakukan, agar Anda dapat membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, mengalami pertumbuhan rohani serta memperbesar kapasitas Anda untuk menerima apa yang Tuhan sediakan, adalah dengan menanamkan benih Firman Tuhan ke dalam hatimu. Ketika Anda melakukannya dengan setia, maka secara ajaib, miraculously, kata Andrew, apa yang menjadi kebutuhanmu akan tercipta dan tersedia.

Sama seperti kami menanam biji pepaya, ya sudah… Ditaburkan di tanah, lalu didiamkan. Disiram tukang kebun.
Bagaimana bertumbuhnya dan bagaimana cara pohon pepaya berbuah, tidak paham juga. Pokoknya tumbuh, makin besar, berbuah lebat dan manis.

Dengan cara yang sama, saat kita menanam benih firman Tuhan, kita tidak tahu bagaimana caranya, pokoknya berbuah, firman-Nya digenapi.
Terbukti terjadi dalam hidup teman-teman di Charis dan dalam hidup saya juga.

Bukti BUKAN janji….
Itulah sebabnya kami semangat sekali untuk sekolah.


Kita menanam atau menuliskan firman dalam hati dengan cara mendengar atau membaca lalu memperkatakannya.

Koq bisa?
Firman itu Roh dan Hidup. Firman itu Allah sendiri.
Allah mencipta langit, bumi, cakrawala, binatang dll dengan perkataan-Nya. Bahkan bumi pun ditopang oleh firman-Nya.
Apa sich yang mustahil bagi-Nya?

Tuhan berkomunikasi dengan kita, bahasa yang digunakannya adalah firman.
Semakin kita punya banyak stok firman, ibarat berbicara dalam bahasa Inggris…
Semakin banyak vocabulary-nya, perberdaharaan kata yang kita kuasai, komunikasi makin lancar. Tidak salah paham, salah mengartikan, yang mengakibatkan kita salah bertindak.
Nach kalau Tuhan berbicara, kita bertindak tepat sasaran, tentunya kesuksesan dan keberhasilan terjadi secara alami bukan?

Make sense?


Ah, koq terus-terusan tentang benih dan panen?
Memang itulah prinsip kehidupan. Apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai.
Masalahnya, banyak yang mau panen- hanya mencari berkat Tuhan-, tanpa bersedia menabur benih, dan memeliharanya dengan konsisten.

Setia atau konsisten itu yang tidak mudah di jaman yang serba instan seperti sekarang ini.
Banyak orang yang baru saja menanam benih tadi pagi, sore hari sudah dikorek-korek lagi, untuk dicari buahnya.
Tentu tidak ada!

Semakin dikorek-korek, maka benih tidak punya kesempatan untuk bertumbuh. Justru mati.
Perlu waktu.
Tanam dan percaya serta beriman, suatu ketika berbuah lebat.
Tergantung benih apa kan?

Kalau cabe, cepat tumbuh dan berbuah. Tapi berbuah beberapa kali lalu mati.
Kalau biji mangga, lama tumbuh dan berbuahnya, tetapi setiap musim mangga, panennya banyak hingga berpuluh-puluh tahun kemudian.

Belajar dari petani, menanam benih itu butuh waktu, perlu konsisten menyiram dan merawatnya. Tetapi petani tidak kuatir, dia tahu akan tiba masanya untuk panen. Itulah siklus kehidupan.
Segala sesuatu yang dipaksa untuk masak sebelum waktunya, hasilnya tidak maksimal.

Kami cinta sekali pada buah pepaya di kebun kami. Meski buahnya tidak besar, karena memang jenisnya pepaya manila, tetapi manisnya…. Alamak! Luar biasa…

Berbeda dengan pepaya yang dibeli di supermarket. Kebanyakan dipetik saat belum betul-betul matang. Bahkan sekarang banyak yang diberi cairan agar bisa segera matang. Tentu kualitasnya berbeda dengan pepaya di kebun kami yang masak di pohon.

Demikian juga dengan kehidupan kita. Jika ingin kehidupan yang manis dan bebas stres, ikuti cara Tuhan ibarat pepaya, ikuti siklus alam, biarkan benih bertumbuh subur dan buahnya matang di pohon, maka hasilnya pasti excellent.

Setuju?
Praktik yuk…

When you speak words of life, love and faith you are speaking God’s language, and He watches over His Word to perform it.

Ketika Anda mengucapkan kata-kata kehidupan, kata-kata penuh kasih dan iman, Anda berbicara dalam bahasanya Tuhan, maka Dia mengawasi Firman-Nya untuk melaksanakannya.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 211 212 213 214 215 416