Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Sadarkah Kita, Titipan Tuhan Harus Dipertanggungjawabkan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Sadarkah Kita, Titipan Tuhan Harus Dipertanggungjawabkan?

“Bu Yenny, bukannya kalau kita memberi, seharusnya apa yang diberikan tangan kanan, tangan kiri tidak boleh tahu? Bu Yenny gak sungkan bercerita di Seruput Kopi Cantik, menjadi salah satu donatur Pondok Hayat dan Sekolah Gratis Pelita Permai? Kalau saya, gak berani cerita ke orang lain. Takut dikira sombong atau pamer,” komentar seorang teman.

“Menurut saya, tergantung motivasinya. Saya beberapa kali bercerita, dana sosial saya tidak besar, karena itu saya memastikan disalurkan ke tanah yang subur. Nach saya yakin Pondok Hayat, Sekolah Pelita Permai dan pelayanan lain yang dikelola Monica dan B. Liana itu betul-betul dikelola dengan baik. Terbukti 3 anak Pondok Hayat akan dikirim melanjutkan S1 di Taiwan, bekerja sama dengan MB-Gen. Adalagi anak dari bimbel yang mereka kelola juga dan beberapa anak lainnya.

Bagi saya pribadi, anak-anak Pondok Hayat, contohnya, bisa kuliah ke luar negeri, itu bukti sekali ini yayasan yang bagus dan dikelola dengan sangat baik.
Jangan lupa, sebelum lahir, mereka itu nyaris digugurkan dari kandungan lho… Untung ada Pondok Hayat yang memberi tempat sehingga ibu yang hamil di luar nikah punya tempat berlindung. Anak-anak dibesarkan di sana.

Saya sangat terharu, anak-anak bisa bertumbuh, baik dalam pendidikan formal, karakter dan cinta Tuhan.
Potensi mereka luar biasa.
Monica menganggap anak-anak sebagai anaknya sendiri.
‘My kids’, demikian Monica menyebut mereka.

Yayasan seperti mereka itu butuh support dana, volunteer, fasilitas dsb.
Saya betul-betul tersentuh ketika Tuhan mendorong saya mencantumkan nomor HP B. Liana, terbukti benar-benar Tuhan yang membangunkan saya di tengah malam…
Saya tahu, saya di jalur yang benar.

Sekolah Pelita Permai, dengan ratusan anak dan orang tua yang mereka layani, belum ada gedung sendiri. B. Liana sudah kebingungan, bagaimana saat sekolah tatap muka dimulai. Ini menyangkut kebutuhan ratusan anak bahkan dengan kepentingan ortunya bertambah banyak lagi.
Kebutuhan dalam jumlah milyaran rupiah. Perlu gotongroyong dengan banyak orang.

Joice Meyer berkata,
Setiap kita diberi Tuhan Tujuan Hidup dan Talenta. Itu TITIPAN TUHAN. Talenta, kemampuan, di mana kita dilahirkan, dibesarkan, tinggal dll itu semua bukan kebetulan. Segala sesuatu dipersiapkan Tuhan dengan detil, agar kita mampu menggenapi rancangan Tuhan dalam kehidupan kita. Jangan lupa, saat bertemu Tuhan nanti, kita dimintai pertanggungan jawab atas titipan Tuhan ini.”

Tuhan sudah menitipkan saya talenta menulis. Dengan berjalannya waktu, Tuhan sudah memberi saya sarana hingga Seruput Kopi Cantik dibaca banyak orang. Itu bukan untuk ketenaran saya pribadi. Tetapi Tuhan ingin agar melalui Seruput Kopi Cantik, saya bisa menyalurkan kebaikan yang harus diterima oleh orang-orang yang membutuhkan. Itu hak mereka, yang penyalurannya melewati saya.

Kalau tidak menceritakannya, ibarat saya menyembunyikan pelita di bawah tempat tidur. Padahal tujuan Tuhan menciptakan pelita, untuk menerangi ruangan.
Jika hak orang-orang yang membutuhkan, tidak tersampaikan,
Bagaimana saya mempertanggungjawabkan kelak di hadapan Tuhan?


Saya bercerita bukan untuk menyombongkan diri, tetapi memberikan informasi, jika ada yang punya dana sosial, gak tau mau disalurkan ke mana, ini lho ada yayasan bagus dan hasilnya terbukti. Sedang butuh dana beli gedung.
Saya tidak mungkin mendorong orang lain menyalurkan dana ke sana, kalau saya sendiri tidak ambil bagian, berdonasi.
Makes sense?

Ada teman-teman yang saya tidak mengenalnya, mengirimkan dana untuk pembelian gedung. Puji Tuhan!
Beberapa menelpon atau japri saya sebelum mengirimkan donasinya.
Sekolah Pelita Permai harus mencicil 75 juta/ bulan untuk melunasi sisa pinjaman pembelian gedung sebesar +- 2 Milyar.

Ada seorang sahabat lama yang spesial menelpon saya, bertanya tentang Sekolah Pelita Permai. Saya bercerita sudah lebih dari 10 tahun menjadi donatur tetap. Menurut istilah Andrew Wommack, menjadi partner. Tidak banyak tetapi rutin. Karena saya mendengar, yayasan seperti itu, saat hari raya tertentu, banyak sekali sumbangan. Tetapi hari-hari biasa, sepi. Saya memberi tidak banyak, tetapi bisa diharapkan. Tepat tanggal sekian pasti ada dana sekian masuk. Jadi mempermudah yayasan mengelolanya.

Apa yang terjadi?
Sahabat saya mengirimkan 2 macam donasi. Untuk pembelian gedung dan untuk operasional.
Wow…. Puji Tuhan!

Teman-teman tidak mengenal Monica dan B. Liana. Sehingga mereka ingin mendapatkan info dari saya tentang mereka..
Kredibilitas saya menentukan, sejauh mana mereka bisa mempercayai apa yang saya katakan. Yang pada akhirnya akan menentukan, seberapa besar bisa membantu Sekolah Pelita Permai dan memenuhi kebutuhan murid-murid.

Nama baik itu juga titipan Tuhan yang harus dipelihara. Jika kita bisa menjaga nama baik, maka Tuhan ikut dipuji.
Ketika dipercaya, nama kita bisa menjadi jaminan sehingga orang lain tertarik ikut memberikan donasi.

Sebaliknya, jika mengaku cinta Tuhan, hutang gak bayar, suka memanfaatkan orang lain dsb, tentu akan dicemooh.
Orang lain tidak tertarik pada Tuhan kita. Apalagi kirim donasi.
Ini pun harus kita pertanggungjawabkan saat bertemu Tuhan kelak. Koq gak jadi duta Allah yang baik?

Nach Lho… Memikirkan hal ini, saya pun tepok jidat.
Mesti lebih hati-hati… Yenny…
Ingat ini bukan tentang YennyIndra , tetapi membawa reputasi Tuhan.
Jangan main-main!

Itulah sebabnya Andrew Wommack menekankan, Jaga Intergritas. Karena KEPERCAYAAN itu harus DIRAIH (EARN).
Sekali kepercayaan hancur, sulit sekali untuk memperolehnya kembali.

It takes 20 years to build a reputation and five minutes to ruin it. If you think about that, you’ll do things differently – Warren Buffett. (Orang terkaya nomor 3 di dunia.)

Dibutuhkan 20 tahun untuk membangun reputasi dan hanya perlu lima menit untuk menghancurkannya. Jika Anda memikirkannya, Anda akan melakukan banyak hal dengan cara yang berbeda – Warren Buffett.


Tahukah kita bahwa apa yang kita lakukan itu menular?
Jangan pernah ragu berbagi kisah kebaikan-kebaikan kecil yang dilakukan. Kita tidak pernah tahu, seberapa besar dampaknya pada orang lain.

Pernah dengar Pay It Forward?
Kisah seorang guru IPS yang memberikan tugas kepada siswa SMP-nya untuk memikirkan sebuah ide yang mengubah dunia menjadi lebih baik, kemudian mewujudkannya. Ketika itu seorang siswa, Trevor namanya, membuat rencana untuk “membayar kepada orang berikutnya, Pay It Forward.”

Kira-kira begini skenarionya;
Trevor akan berbuat baik kepada tiga orang.
Kebaikannya bersyarat. Setiap orang yang telah ditolong Trevor, harus berjanji untuk menolong tiga orang lainnya. Dan begitu seterusnya.
Tanpa diduga, Trevor menggerakkan gelombang kebaikan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kebaikan ini terus berkembang menjadi fenomena nasional yang dahsyat. Hingga kisahnya difilmkan. Tidak disangka bukan?

Berbuat baik yuk…
Karena semua titipan Tuhan yang harus dipertanggungjawabkan kelak.

“A life lived for others is the only life worth living.” – Albert Einstein.

Kehidupan yang dijalani untuk orang lain adalah satu-satunya kehidupan yang layak dijalani.” -Albert Einstein.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Tuhan yang Mengendalikan?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Tuhan yang Mengendalikan?”

Inilah tanggapan khas dari kebanyakan orang Kristen terhadap berbagai peristiwa yang tampaknya tragis atau tidak dapat dipahami di dunia. Pendapat Ini bermaksud menyampaikan, berbagai peristiwa yang terjadi di dunia, seperti tragedi, penyakit dan kematian mungkin misterius bagi kita, namun kita mendapat penghiburan karena segalanya terjadi di bawah kendali Tuhan.

Inilah kesalahpahaman mendasar yang mengarah pada fatalisme, kepasifan, dan pandangan yang salah tentang Tuhan. Saya ingin menegaskan, bahwa segalanya di bawah kendali Tuhan, itu akan terjadi ketika nanti kita sudah berada di surga/langit baru, bumi baru, karena setiap orang dan segala sesuatunya akan diserahkan sepenuhnya kepada-Nya.
Di bumi ini, bagaimanapun, kita akan melihat korupsi, kematian, tragedi dan kegelapan. Tuhan tidak mengendalikan hal-hal ini.

Mengapa kita dengan entengnya menuduh Tuhan memegang kendali, padahal Dia saja tidak pernah mengendalikan kita yang mengaku dipenuhi Roh-Nya?
Apakah Tuhan memaksa kita mematuhi hukum, membayar pajak, mendorong kita mentaati batas kecepatan mengemudi serta menyangkal daging?
Meski demikian, kita percaya bahwa Tuhan memegang kendali terhadap “segala sesuatu yang lain”?

Allah memberikan bumi kepada manusia (Kej. 1:26-28, Mzm 115:16, Mzm 8:4-6).
Kebenaran ini adalah dasar untuk memahami sifat alami Allah, sifat alami manusia dan tujuan penebusan.
Manusia diciptakan menurut gambar Allah dan diciptakan untuk berkuasa atas ciptaan Allah.
Dosa memisahkan manusia dari kehidupan dan tujuan Allah. Manusia menyerahkan bumi pada kekuasaan iblis (2 Kor. 4:4, 1 Yoh. 5:19).

Pernyataan bahwa Tuhan mengendalikan segala sesuatu, sama dengan menempatkan tanggung jawab penuh atas terjadinya penyakit, kematian, tragedi, perang, bencana alam, pelecehan anak dan setiap kejahatan lainnya ke dalam pangkuan-Nya. Itu sama dengan menuduh Tuhan sebagai pembunuh di balik penderitaan manusia.

Ketika kita mendapatkan pewahyuan bahwa Tuhan memberikan kekuasaan kepada manusia, kita bisa mulai bekerja sama dengan tujuan-Nya di bumi.
Kita dipanggil untuk memerintah dalam hidup! (Rom. 5:17)
Kita dipanggil untuk meredakan badai, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, dan memperluas Kerajaan-Nya (Yoh. 14:12).
Kita tidak dipanggil hanya duduk dan menanggapi dengan klise setiap penderitaan yang terjadi di sekitar kita atau dalam hidup kita sendiri.
Kini saatnya untuk menerima pengetahuan yang benar tentang Tuhan, melawan iblis, dosa serta hal yang merusak, dan memerintah dalam hidup! (Yakobus 4:7).

[Repost ; “God is in control?”, – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC

MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Gak Berani Bermimpi? Jangan Takut. Mimpilah!


Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Gak Berani Bermimpi? Jangan Takut. Mimpilah!

Hanna, sahabat yang setia antar jemput saya ke sekolah. Hanna memiliki mobil dan dijadikan taxi online. Dalam perjalanan, kami selalu sharing materi pelajaran di Charis dan betapa dahsyatnya Tuhan dalam kehidupan kami.
Hanna sudah lulus Charis level satu.

“Hanna, ada MB-Gen yang memberi beasiswa bagi anak-anak yang mau belajar ke Taiwan. Di sana mereka bisa 3 bulan sekolah dan 3 bulan kerja. Ortu gak perlu kirim uang lagi. Penghasilannya cukup untuk hidup dan bayar uang sekolah. Bahkan tahun pertama, anak-anak diharuskan menabung, supaya tahun berikutnya bisa membiayai mamanya datang ke Taiwan. Melihat kegiatan mereka di sana,” ujar saya memberikan informasi kepada Hanna.

Wow… Hanna excited dan bersemangat sekali. Dia ingin mengirimkan Stevan anaknya yang ke dua, belajar di SMK di Taiwan. Kebetulan Stevan tertarik pada jurusan food & beverage. Dan membayangkan bisa mengirim Stevi, putri sulungnya ambil S2  setelah lulus kuliah.
Sayangnya Stevan tidak tertarik.

“Kita bawa dalam doa saja Hanna. Kalau ini yang terbaik untuk Stevan, Tuhan bisa mengubah hati Stevan,” hibur saya.

Hanna seorang ibu yang baik. Meski putranya tidak tertarik, dia tetap ikut berbagai zoom acara MB-Gen, sehingga dia mendapat informasi yang mumpuni.

Sekitar sebulan kemudian, Hanna dengan ceria memberi kabar,
“Stevan sekarang tertarik ikut MB-Gen. Dia rajin ikut zoom. Sayangnya, Stevan sudah terlambat jadi bisanya ikut rombongan yang berangkat tahun 2023. Rombongan yang berangkat 2022 sudah tutup.”

“Gapapa Hanna, kita bawa dalam doa saja. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Dan lagi Tuhan pasti mengatur yang terbaik bagi Stevan.”

“Iya… Saya terus berdoa, fokus pada firman Tuhan dan deklarasi janji-janji-Nya.”

Beberapa minggu kemudian, kebetulan saya ada meeting dengan Coach Kaki, CEO & Founder MB-Gen. Di tengah perbincangan, kami menyinggung tentang Stevan. Coach Kaki tertarik untuk interview Stevan.

Yang belum kenal Coach Kaki, ini linknya:
https://yennyindra.com/2021/06/coach-kaki-mb-gen/

Dengan antusias Hanna bercerita,
“Coach Kaki sudah interview Stevan, Ci Yenny… Asalkan Stevan disiplin mengikuti program MB-Gen, Stevan dipertimbangkan bisa diberangkatkan ikut rombongan tahun 2022.”

Yeaaayyyy…..

Beberapa bulan kemudian, berita baik pun tiba lagi.
Stevan terpilih menjadi salah seorang murid yang bisa berangkat ke Taiwan tahun 2022.
Dengan wajah ceria, Stevan secara khusus menemui dan mengucapkan rasa terimakasihnya kepada saya.

Saya sungguh terharu.
Apa sich yang saya lakukan?
Hanya memberikan informasi dan ternyata ini menjadi sarana bagi Stevan bisa bertemu Coach Kaki dan sekolah ke Taiwan.
Tuhan…. Saya merasa terhormat.
Air mata pun siap menetes….
Dahsyatnya Tuhanku…

Tiba saatnya Stevan harus mengumpulkan paspor. Hanna segera mencari travel agent untuk membuat paspor Stevan.
Semua berjalan lancar, hingga saat pengambilan foto paspor.
Petugas imigrasi, menginterview Stevan.
Ketika sang petugas tahu papa dan mama Stevan sudah bercerai, maka dia berkata,
“Seharusnya papanya yang datang. Kecuali mamanya membawa surat cerai.”

Hanna chat saya. Segera saya telpon balik.
“Saya gak urus surat cerai karena saya ga ada pikiran untuk menikah lagi. Gak pentinglah, pikir saya.”

“Hanna saya juga gak tahu solusinya. Tetapi Tuhan tahu. Kita berdoa sepakat saja, minta pertolongan Tuhan. Kita sehati percaya dan deklarasi, Tuhan yang sudah memulai, maka Tuhan yang akan menyelesaikan dengan sempurna. Tuhan tidak pernah mempermalukan orang-orang yang menaruh harap kepadanya. Jangan lupa terus berdoa dalam roh.”

Hanna segera berangkat ke kantor Pengadilan Negeri. Menunggu cukup lama, bersamaan dengan jam makan siang. Saat petugas datang, ternyata prosesnya lama. Dari mulai mengajukan permohonan hingga dapat surat cerai memakan waktu setidaknya sebulan lebih.
Oh…
Tidak bisa… Terlambat. Tinggal beberapa hari lagi pengumpulan paspor ditutup.

Tiba-tiba muncul di kepala Hanna hikmat Tuhan. Kan papa Stevan punya surat cerainya, mengapa tidak pinjam saja? Jauh lebih cepat.
Hanna minta tolong Stevi untuk ambil surat cerai papanya.

Setelah menerima surat cerainya, Hanna galau lagi.
“Ci, di surat cerai ternyata di ujung kanan atas tertulis:
“Untuk Suami.” Bagaimana ya?”

“Kita berdoa sepakat saja supaya Tuhan butakan mata petugas, sehingga tidak melihat tulisan” Untuk Suami.” Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.”

Keesokan harinya, Hari Senin, Stevan foto paspor tanpa masalah. Petugas betul-betul tidak melihat tulisan itu. Tuhan baik.
Duh, leganya hati Hanna.

Saat bertemu Hanna lagi, ada cerita baru lagi.
“Saya mesti bayar extra 300 ribu rupiah. Ternyata paspor Stevan E-paspor.”

“Saya kalau bikin paspor, selalu minta E-paspor. Enak gak usah ngantri. Di airport besar, seperti Soekarno-Hatta, bisa scan langsung keluar,” saya menjelaskan,
“Kalau punya E-paspor, mengurus Visa Jepang 1x berlaku 3 tahun. Bisa ke Jepang anytime. ‘Kekeliruan’ ini nubuatan untuk Stevan nanti bisa ke Jepang dan negara-negara lain Tuhan sudah mempersiapkan masa depan yang dahsyat untuk Stevan.”

Kami semua makin excited. Siap meraih masa depan yang penuh harapan bagi Stevan dan Hanna sekeluarga.
Dana untuk keberangkatan pun sudah disediakan adik Hanna. Tuhan menjamah adik Hanna dan memperlengkapi apa pun yang dibutuhkan Stevan.

Minggu lalu, Hanna mendatangi saya,
“Coach kaki sudah memastikan Stevan berangkat Juli 2022, Ci Yenny. Saya mimpi pun tidak, bisa menyekolahkan anak ke luar negeri…,” ucap Hanna dengan penuh syukur.

Kami semua bersukacita sekaligus terpesona….
Hanna tidak pernah bermimpi bisa menyekolahkan Stevan ke luar negeri, tetapi mimpi Tuhan bagi Hanna lebih besar.
Tidak hanya mimpi, tetapi Tuhan menyediakan apa pun yang dibutuhkan, melebihi harapan Hanna.

God is good all the time.
All the time, God is good.

Allah kita adalah Allah yang adil. Tidak pilih-pilih atau memandang muka.
Tidak hanya Hanna yang diberi kesempatan dan mujizatnya, tetapi setiap kita.
Pertanyaannya:
Bersediakah kita meresponi Dia dan terus bergantung kepada- Nya seperti Hanna?

The lovers of God who chase after righteousness, will find all their dreams come true: an abundant life drenched with favor.

Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Apakah Anda Siap Untuk Berjuang?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apakah Anda Siap Untuk Berjuang?”

“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal.”
1 Timotius 6:12 (TB).

Jika semua yang kita inginkan dalam hidup terjadi secara instan, tidak perlu lagi ada iman.
Anugerah membuat semua berkat Tuhan tersedia, tetapi dengan iman kita bisa menerimanya.
Kadang-kadang keadaan atau serangan musuh dapat menghalangi apa yang telah dijanjikan. Jika hal itu terjadi pada Paulus, hal yang sama bisa terjadi pula pada diri kita.

“Sebab kami telah berniat untuk datang kepada kamu — aku, Paulus, malahan lebih dari sekali —, tetapi Iblis telah mencegah kami.”
1 Tesalonika 2:18 (TB).

Pada akhir hidup Paulus, dia menyatakan :
“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
2 Timotius 4:7 (TB).

Iman kita yang teguh, merupakan buah dari hubungan kita yang kuat dengan Tuhan. Di luar Dia, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Bersama-Nya kita dapat melakukan segala perkara.
Jika kita menyerah, itu karena kita memilihnya, bukan karena keadaan yang terlalu berat atau musuh terlalu kuat. Keadaan bersifat sementara, lalu musuh pun dikalahkan!
Kita bisa tetap beriman.

Apa pun yang mungkin kita hadapi, justru merupakan kesempatan untuk memberikan kesaksian atas kemenangan yang kita raih.
Angkatlah perisai iman.
Bangkitkan karunia yang ada dalam diri kita.
Deklarasikan kemenangan.
Bersukacitalah di dalam Tuhan!
Dia Yang Besar tinggal didalam kita!

“Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.”
2 Petrus 1:4 (TB).

[Repost ; “Are you up for a fight?”, – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Pemuda-Pemuda Penuh Potensi, Yang Nyaris Dibunuh.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Pemuda-Pemuda Penuh Potensi, Yang Nyaris Dibunuh.

Dengan penuh syukur, Monica menceritakan tentang ‘anak-anaknya’ di Pondok Hayat, yang akan berangkat ke Taiwan mengambil S1: Jack, Moses, Donny.

“Tidak ada seorangpun yg lahir di dunia secara kebetulan, tetapi lahir dengan tujuan. Bahkan hari-hari mereka sudah ditulis oleh Allah. Itulah sebabnya, sejak kecil yang ditanamkan kepada anak-anak: ‘kalian adalah anak-anak pilihan Tuhan, anak yg direbut dari kematian supaya apa yang menjadi tujuan Tuhan bisa tergenapi’. Mereka menerima realita tidak memiliki orangtua kandung.

Steve (alm suami monica) dan aku yang jadi orangtua mereka. Anak-anak dekat dengan kami dan juga dengan Daniel serta Ariel, anak-anak kandungku yang jadi kakak mereka. Kalau ada pergumulan, mereka ingin curhat, tidak jarang ke rumah, langsung bilang: Ma aku perlu ngomong, atau langsung curhat ke Daniel atau Ariel,” demikian Monica memulai kisahnya.

Tetapi bagaimanapun, dampak penolakan dan percobaan aborsi itu ada. Waktu masih balita, Donny kerap marah meledak-ledak, tantrum, kursi, meja, pintu sekolah ditendang, barang dirusak. Bahkan kerap berteriak “Aku anak setan…” Mengajari saudara-saudaranya, kalau mau menang, kamu harus marah!

Padahal anak-anak sejak kecil sudah diterima, didoakan dan dikasihi. Tapi Puji Tuhan, dengan berjalannya waktu, karena kasih, penerimaan, pembinaan serta anugerah Allah, Donny bertumbuh jadi anak yang sweet sekali.
Berhasil di sekolah, bisa berteman dengan baik, aktif pelayanan dan main musik. Kalau ada tamu-tamu Pondok Hayat dari luar negeri Donny yang menterjemahkan dan kerap bersaksi pula.

Di Imet ini, soft skill Donny diasah. Dia kerap dipilih menjadi MC atau memimpin event-event. Mengajar leadership dan digital sport untuk teman-temannya. Donny anak yang ringan tangan, penuh empati dan sweet. Perubahan yang sangat drastis kalau aku ingat masa kecilnya.


Semua anak-anak Pondok Hayat sejak kecil sudah dilatih bermain musik dan olah raga (futsal, sepak bola, frisbee) dll.
Supaya bisa melayani dan menemukan bakatnya.

Yang berangkat lagi, Jack, anak yang manis waktu kecil, dan bersyukur melewati masa pubertasnya dengan baik. Jack bagus di matematika tetapi dia masuk IPS. Jack anak yang setia dan aktif pelayanan. Di Imet, Jack mengurus dokumentasi.

Jack menulis:

“Pertama kali ikut Imet disuru memilih ICom, saya memilih travel tourism. Awalnya karena ga ada senior, kami menyebar kesana kemari saat tiba waktu diskusi. Lalu saya minta OC (online consultation) dengan CK(Coach Kaki, founder & CEO MB-Gen).
Saya bertanya bagaimana cara menjalankan travel tourism. Lalu CK bilang jalanin dulu aja dengan anggota yang ada. Akhirnya saya maju jadi wakil ketua di travel tourism.

Awalnya minder ga percaya diri. Karena diingatkan sama budaya ImET “Lo Mau OKeH aja!”

  1. Loyal
  • Taat
  • Setia
  1. Mau diajar
  2. Komunikatif
    Orang Tua
  • Hindari 2 hal
  • Berdiam diri (untuk menyelesaikan masalah sendiri.)
  • Paksa diri (menyelesaikan masalah sendiri.)

Saya pun jadi berani. Saya mengajak para anggota travel tourism, bersama-sama membahas materi2 yang diberikan oleh admin. Dan Puji Tuhan sampai sekarang ICom Travel Tourism (T2) berjalan lancar, dan tentu ketua dan wakil bergiliran.”


Yang ketiga, Moses, pribadi yang sejak kecil selalu ringan tangan, rapi, rajin sekali mengerjakan tugas harian. Nomor satu untuk hal itu. Moses itu punya kemampuan dan ketekunan untuk memelihara binatang.
Di Imet, Moses banyak mengerjakan editing.

“Pertama ikut Imet, saya merasa takut untuk mengikuti dan berpartisipasi seperti teman-teman lain. Tapi seiring berjalannya waktu, saya menberanikan diri untuk berpartisipasi dan mengikuti komunitas dalam group IMeT tersebut, yaitu mengikuti group konten yang bertugas mengedit video2 untuk acara2 besar IMeT.

Di situ saya belajar mengedit sambil terus meningkatkan diri menjadi lebih baik. Akhirnya bisa, dan di percayakan untuk menjadi ketua di group konten tersebut, memimpin teman-teman yang lain.
Dan Puji Tuhan saya dapat mendorong teman-teman agar belajar mengedit juga.”


Yang paling aku syukuri dan bangga dari semuanya, anak-anak mampu menghandle bullying dari teman-temannya, tetapi tanggapan mereka baik sekali. Karena mereka memiliki rasa percaya diri dan paham identitas mereka di dalam Tuhan, sehingga hal-hal dari luar tidak terlalu mengganggu,” Monica menutup ceritanya.
Monica menjadi Coach juga di Imet by MB-Gen.

Hati saya bercampur aduk antara terharu, bangga, berbunga-bunga, melihat Donny, Jack dan Moses.

Kisah ini bagi saya menunjukan betapa Pondok Hayat tidak hanya dikelola dengan sangat baik, tetapi berhasil memulihkan serta mendidik anak-anak menjadi calon pemimpin di masa depan.

Melalui artikel ini, ada sebuah pesan sederhana yang ingin sampaikan kepada masyarakat:
Jangan pernah ada yang menggugurkan kandungan. Mengaborsi berarti menyabotase rencana Allah.
Setiap anak diciptakan Tuhan dengan tujuan khusus, unik dan tak tergantikan.

Lihatlah Donny, Jack dan Moses…
Mereka nyaris digugurkan saat dalam kandungan, tetapi mari kita lihat sekarang…
Pemuda-pemuda cerdas penuh potensi, cinta Tuhan, baik sikap, perilaku mau pun kepribadiannya so sweet.
Merekalah calon-calon pemimpin besar di masa depan.

Yuk kita sebarkan kisah ini…
Kalau sudah terlanjur hamil, jangan digugurkan. Ada tempat untuk mereka bernaung hingga melahirkan, yaitu Pondok Hayat. Setelah lahir, lalu berubah pikiran, sang bayi ingin dibesarkan oleh ibunya, dengan senang hati.
Tidak mau memelihara?
Biarkan Pondok Hayat yang membesarkannya.
Jangan digugurkan!

Mari kita ambil bagian untuk menyelamatkan calon-calon pemimpin di masa depan.

“Abortion kills twice. It kills the body of the baby and it kills the conscience of the mother. Abortion is profoundly anti-women.” – Mother Teresa.

“Aborsi itu dua kali pembunuhan. Membunuh tubuh sang bayi dan membunuh hati nurani si ibu. Aborsi sangat anti-perempuan.” – Mother Teresa.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 204 205 206 207 208 416