Apakah pemahaman yang Anda percayai tentang Tuhan dan Injil mendorong tumbuhnya iman, atau justru menimbulkan kepasifan? Kita dapat menilai pesan yang kita dengar memang berasal dari Tuhan, atau bukan, melalui respon yang muncul dari hati kita. Pesan atau ajaran yang meninabobokan Anda sampai pada titik fatalisme alias pasrah tanpa daya dalam segala hal, bukanlah Injil. Jika Anda tergoda kurang memercayai janji-janji Allah dan lebih menerima status quo, itu bukanlah Injil.
Apakah Anda tertantang untuk bertumbuh kuat dalam iman? Jangan dengarkan suara ular yang terus berkata, “Sudahkah Tuhan berfirman. . .?”
Saat berjalan bersama Tuhan, kita harus bergerak dari iman kepada iman, bukan dari iman kepada sikap pasif dan ketidakpercayaan.
“. . . kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman; seperti ada tertulis, “Orang benar akan hidup oleh iman.” Roma 1:17 (TB).
“…….. berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” Kolose 2:7 (TB).
Ketika beberapa orang menggoda untuk menyerahkan warisan Anda di dalam Kristus, nilailah kata-kata mereka, melalui dorongan iman dari mereka di dalam diri Anda, atau justru membuat pasrah dalam keputusasaan (fatalisme).
“Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Roma 10:17 (TB).
Kepasrahan (que sera-sera/yang terjadi-terjadilah) adalah buah dari ketidakpercayaan.
[Repost ; “Faith or Fatalism?”. – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
“Tolong kasih tahu Ibu Yenny, thank you banget buat artikel-artikel yg menguatkan dan memotivasi pembaca,” ujar seorang sahabat menyampaikan komentar temannya di US, “Aku sangat diberkati oleh artikel-artikel dia. Kecuali satu, she likes Michelle Obama. Hahaha, mungkin karena aku bias ke Barak dan Michelle Obama.”
“Apa yang salah dengan Michelle Obama?”
“Dia kan mendukung aborsi”
Masa saya fans Michelle Obama? Tepok jidat sambil mengingat-ingat… Oh…. Paham saya sekarang. Oneday saya baca quotes Michelle Obama dan kata-katanya bagus, jadi saya LIKES entah di FB or Instagram. Lupa. Saya gak mengikuti pandangan-pandangan Barak dan Michelle Obama.
Pada kesempatan lain, saya di japri teman dari Jerman.
“Yenny, kamu beneran suka dengan policy Donald Trump?
“Oh… Aku gak ngikutin politik segitunya, apalagi di US. Aku cuma likes quotes Donald Trump saat itu.”
Saya suka quotes, itu masalahnya!
Dengan maraknya, investasi bodong akhir-akhir ini, ternyata Christian, putra saya melihat juga siapa yang LIKES saat peresmian produk investasi yang digagas oleh salah satu temannya. Para pemimpin likes ga?
“Memang harus hati-hati…. Baik untuk kita maupun orang2 yg look-up ke kita,” komentar Ps. Bob.
Saya sempat ngobrol dengan Ps. Bob ketika awal munculnya robot trading, curiga… Rasanya ini ponzi scheme. Ternyata dengan LIKES artinya support, menyetujui…
Selama ini, saya kerap klo lihat foto teman-teman, asal Likes saja. Apalagi teman yang di Surabaya dan luar kota yang jarang bertemu. Kangen. Klik …. Begitu saja. Gak mikir….
Sekarang saya belajar lebih hati-hati & bijak. Jangan sampai ada yang terpeleset karena saya… Kadang orang yang melihat LIKES, gak japri juga. Mereka mengambil kesimpulan sesuai pemahaman mereka sendiri.
Tidak hanya LIKES tapi mereferensikan sesuatu, kalau itu berhubungan dengan investasi itu sungguh berbahaya.
Sekitar 6 tahun yang lalu, saya pernah ikut seminar di sebuah komunitas bisnis. Sungguh terpukau, pembicaranya anak muda seumuran Christian, punya bisnis sendiri bahkan tidak hanya 1. Dahsyatnya lagi, anak muda ini sudah mengelola duit ratusan milyar. Umur 26 tahun lho…. Muncul di berbagai media pula.
Kami, puluhan pengusaha-pengusaha angkatan yang lebih tua, terpesona dengan prestasinya.
“Memang jaman sudah berubah. Yang muda-muda sungguh dahsyat! Jaman online, jaman internet, cari duit gampang…. Gak seperti kita-kita, mesti peras keringat, menabung sedikit demi sedikit. Makanya hemat. Gak sembarangan beli barang mewah,” komentar beberapa teman. Yang lain mengangguk-anggukan kepala meng-aminkan. Sambil merasa sedikit menyesal, koq gak lahir di jaman ini.
Segera saya bercerita ke anak-anak. Ketika pemuda ini mengadakan seminar di Surabaya, saya daftarkan supaya mereka ikutan. Tapi semua gak hadir, konon bersamaan acara mereka. Kecewa luar biasa…. Duh, diajarin maju koq susah. Gemes….
Nach beberapa hari lalu, koq nama yang sedang dibicarakan Chris dan William, sahabatnya, terasa familiar di telinga saya. Ternyata pemuda sukses yang 6 tahun lalu saya ikuti seminarnya, kabur bawa duit orang ratusan milyar.
Saat lihat instagramnya… Betul-betul luar biasa fotonya dengan berbagai mobil mewah, liburannya dll. Ternyata strategi Flexing memang ampuh.
“Untung aku gak hadir seminarnya. Klo gak, duitku bisa ikutan raib Ma….,” komentar Christian. Gubrraaaaakkk…. Mak Jleeeb…..
Sekarang ada google. Ketika ada tawaran seminar yang menarik, saya google dulu, siapa orang ini. Bagaimana track recordnya. Lebih cerdik…. Wkwkwk….
Bagaimana kalau namanya tidak ada di google? “Dosa klo nama kita gak keluar di google,” jargon di kalangan penyuka seminar. Lebih berbahaya lagi…. dari Antah Berantah.
Kecenderungan kita, sesuatu yang baik, berguna, ingin dibagikan. Apalagi untuk anak sendiri. Ternyata terjadi hal-hal yang tak terduga, bertahun-tahun kemudian.
Kembali ucapan syukur terucap…. Tuhan itu baik. Dia menjagai kami supaya tidak salah langkah. Akhirnya, saya kembali pada kesimpulan dasar, dalam segala sesuatu libatkan Tuhan. Nempel sama Tuhan, kayak perangko! Manusia hanya mampu melihat sejauh mata memandang tetapi Tuhan mampu melihat jauh ke depan.
Jaga motivasi hati, agar benar di hadapan Tuhan. Tanamkan prinsip-prinsip dasar dari Tuhan, dalam hati dan hidupi.
Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya. Jangan cari diluar Tuhan. Benar sekali ungkapan Raja Salomo:
Life’s blessings drench the honest and faithful person, but punishment rains down upon the greedy and dishonest. Berkat dalam kehidupan, melingkupi orang yang jujur ??dan setia, tetapi hukuman menghujani mereka yang serakah dan tidak jujur.
Bangun hubungan pribadi dengan Tuhan, dengarkan suara-Nya secara LANGSUNG. Jangan mengikuti apa kata orang, hanya karena jabatannya, penampilannya, gelarnya dsb. Tuhan yang tahu apa yang terbaik bagi masa depan kita.
Ada perlindungan supernatural ketika kita hidup dekat dengan Tuhan. Kita lebih peka dan tuntunan-Nya makin nyata. Kita hidup bersama Tuhan, langkah demi langkah, dan setiap langkah merupakan suatu mujizat.
“Intinya, dalam setiap langkah kita harus ada pelita Firman Tuhan yang meneranginya, tanpa itu, maka tersandung dan terperosoklah kita ke dalam lubang. Bukan salah apa yang menjadi batu sandungan atau yang menjadi lubangnya, tetapi salahlah kita kalau kita melangkah tanpa ada terang yang menyinari di depan kita, ” wejangan Andreas Hartanto, “Memang betul, …. setiap pagi aku berdoa kepada Tuhan agar Tuhan berjalan bersama sebagai seorang Sahabat, maka apa pun yang akan dilakukan di hari itu, libatkan Dia juga sebagai rekan sekerja dan sebagai sahabat. Menjadikan Tuhan sebagai Sahabat bukan sekedar “status doang”, tetapi benar-benar ada komunikasi dalam keseharian kita dengan Sahabat Yang Sejati tadi. Inilah yang akan menjadikan kita semakin lama semakin kuat, karena ada Allah yang bersama kita.”
Yuk kita teladani….
Knowing The Word gives you direction. Once you know God in your own way, you open the door for Him to do amazing things in your life! – Andrew Wommack Ministries
Mengenal Firman memberi Anda arahan. Begitu Anda mengenal Tuhan dengan cara Anda sendiri, Anda membuka pintu bagi-Nya untuk melakukan hal-hal menakjubkan dalam hidup Anda! – Andrew Wommack Ministries
YennyIndra TANGKI AIR & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Rahasia Agar Allah Mengubah Serangan Iblis Menjadi Keuntungan Bagi kita.
Masalah hidup datang bertubi-tubi? Itu ulah si iblis, bukan Tuhan.
Ada teman-teman yang masih salah paham, mengira masalah dari Tuhan. Lebih parah lagi, mengira masalah diijinkan Tuhan untuk membuat dia lebih rohani: lebih sabar, lebih setia dsb. Itu tipuan iblis supaya kita tidak melawannya. Kelihatannya rohani TAPI 100 % SALAH TOTAL!
Prinsip Dasar Utama: Yang BAIK dari TUHAN, Yang JAHAT dari IBLIS.
Iblis merancangkan malapetaka, masalah dan hal-hal buruk bertubi-tubi, tujuannya supaya kita menjauh dari Tuhan dan fokus pada masalahnya. Lalu jebakan iblis, agar kita buru-buru mencari solusi instan… Nach iblis bisa memakai ‘seseorang’ untuk makin membuat kita terjerumus. Why? Karena seringkali seseorang itu justru orang yang mengaku pengikut Tuhan, kristiani tetapi sesungguhnya perbuatannya, buahnya, jauuuuhhh dari buah kekristenan. Menipu, mengkhianati, menilap duit kita, tidak tahu terimakasih dll.
Akibatnya banyak yang kecewa pada ‘seseorang’ itu, lalu menyalahkan Tuhan serta meninggalkan-Nya. Ada yang takut meninggalkan Tuhan tetapi hatinya jadi pahit.
Siapa orang yang bisa menyakiti dan mengkhianati kita? Orang yang dekat, yang dikagumi atau orang yang kita percayai. Yang topengnya bak malaikat.
Karena itu, Jangan berharap kepada manusia!
Lalu bagaimana solusinya? Saya baru belajar agar mengundang Yesus masuk ke dalam masalah kita. Lho biasanya bagaimana? Saya sekedar berdoa meminta saran dari Tuhan, lalu menyelesaikannya sendiri. Kerap saya tidak 100 % melaksanakan saran-Nya tetapi di mixed dengan pendapat saya sendiri.
Pelajaran barunya, Tuhan diundang untuk memimpin dalam penyelesaian masalahnya. Tuhanlah Jenderal Perangnya. Saya yang mengikuti perintah-Nya langkah demi langkah. Mungkin dalam menyelesaikan masalah yang dibutuhkan tidak hanya saya, tetapi peran orang lain juga. Nach saat Allah Yang Mahakuasa yang memimpin, Dia bisa menggerakkan orang yang dibutuhkan muncul dengan sendirinya lalu terlibat menjadi solusi masalah kita. Dia Allah, apa yang sulit bagi-Nya?
Bahkan Tuhan dapat mengubah rancangan jahat iblis, diubah-Nya menjadi batu pijakan untuk kita naik ke tempat yang tinggi, yang tidak dapat kita capai, tanpa adanya batu itu. Tuhan mengubah serangan jahat iblis dijadikan sarana bagi kebaikan kita.
Andrew Wommack menggambarkan melawan iblis itu ibarat main catur. Iblis terus menerus menyerang untuk menghancurkan kita, merebut kerajaan kita. Tetapi ketika kita bersama Sang Master, mengambil berbagai langkah untuk menghindar bahkan mengalahkan musuh. Justru kita yang akhirnya merebut kerajaan lawan.
Apa syarat untuk bekerjasama dengan Sang Master? • Tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Yakobus 4:7 (TB) • Kasihi Allah • Berdoa syafaat dalam roh. Maka terjadilah: Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Roma 8:28 (TB)
Selanjutnya, ke depannya, dalam segala sesuatu, libatkan Tuhan, bangun diri melekat kepada Tuhan. Jangan terburu-buru mengambil keputusan, bergabung dengan berbagai tawaran apa pun dari investasi, bisnis dan sebagainya.
Dr. Andik Wijaya mengingatkan, ke depan akan lebih banyak lagi skema ponzi yang dibungkus dengan kemasan yang berbeda. Waspada dengan berbagai investasi yang menjanjikan keuntungan berlebihan.
Christian, putra saya, menjelaskan berbagai kemasan skema ponzi dari swisscash, Gold Quest, robot trading, hingga tiket pesawat, bahkan saat berdiskusi dengan teman-teman, ada pula yang berupa ziarah yang sangat murah. Apa saja yang menjanjikan sesuatu yang sangat murah, tidak wajar, waspadai.
“Ingat saja, di dunia ini tidak ada yang gratis, Ma… Kecuali Keselamatan…,” ujar Chris memberi saya prinsipnya dengan mimik lucu… Keselamatan pun tidak gratis, karena ada Tuhan Yesus yang sudah membayarnya di Kayu Salib.
Hhmmm…. Saya catat baik-baik. Saran Chris lainnya, investasi di produk yang tercatat di OJK.
“Jangan terpesona dengan teman yang menawarkan. Bisa jadi teman kita tertipu juga, justru kita yang bisa mengingatkan. Kerap kita tergoda karena yang mengajak pendeta, leader, teman gereja… Pendeta & leader gereja kan jagonya bahas Alkitab, tapi investasi & bisnis, belum tentu itu keahliannya. Ibarat dokter jantung yang bahas soal sakit gigi…”
Saya tepok jidat. Makes sense… Cengli. Klo soal sakit gigi jangan cari dokter jantung, umumnya kita paham. Tetapi logika ini kerap dilupakan ketika mau berinvestasi. Tapi bisa juga pendeta/leader/ temannya pebisnis juga. Kaya raya pula. Trus bagaimana?
Konon rumusnya, “orang tidak mau dengar saran orang, yang mobilnya lebih jelek daripada mobilnya.” Itulah sebabnya, marak Flexing, – memamerkan kekayaan berlebihan -, selalu ditampilkan foto dengan mobil-mobil super-mewah, tujuannya ya untuk menarik orang, strategi marketing.
Solusinya? Kembali ke Alkitab! Lihat motivasi hati kita. Tetapi mereka yang INGIN KAYA terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. 1 Timotius 6:9?-?10 TB
Kemarin kami jalan-jalan ke Bogor, sepakat dengan teman-teman TLW, untuk saling menjaga dan mengingatkan satu dengan yang lain. Komunitas dan teman-teman yang berpegang teguh pada kebenaran Firman Tuhan, sangatlah penting karena berbagai tawaran dunia sungguh sangat menggiurkan, memukau…. Sepakat untuk berjalan menghidupi firman Tuhan. Selalu lebih baik, mencegah daripada mengobati.
Mau? Praktik yuk…
The Bible is a flashlight for life. It illuminates the path God has for you. – Rick Warren.
Alkitab adalah lampu yang menerangi jalan kehidupan. Alkitab menerangi jalan yang Tuhan rancangkan bagi kita. – Rick Warren
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Selama ini saya kesulitan menjabarkan, mengapa dengan mengisi hati kita dengan firman Tuhan, dapat membuat kita jadi sukses, outstanding bahkan sembuh? Yang saya tahu, ketika dipraktekkan, hasilnya memang demikian. Kebetulan demi kebetulan tercipta. Menjadi orang yang tepat, pada saat yang tepat, di tempat yang tepat dan Tuhan beri pula strategi yang tepat. Kerap kali awalnya tidak terpikirkan namun seolah mengalir begitu saja.
Nach sekarang saya tahu jawabannya. Tuhan tidak butuh orang yang hebat, pintar, atau dengan berbagai kelebihannya… Tuhan butuh orang yang taat, menurut, dan bersedia bergantung kepada – Nya langkah demi langkah, dan setiap langkah merupakan suatu mujizat.
Istilah kerennya, Tuhan tidak butuh orang yang pintar, tetapi cukup orang yang bersedia meresponi kemampuan Tuhan, maka Tuhan yang akan membuat kita jadi outstanding, unggul karena Tuhan. Sehingga dari mulut kita muncul ucapan syukur untuk memuliakan nama-Nya! Tuhan yang hebat. Tuhan yang dahsyat.
Woow….. Saya terpukau!
Tahukah Anda, ketika kita mengucapkan kata-kata kehidupan, kasih dan iman, kita sedang berbicara dalam bahasanya Tuhan, dan Dia mengawasi Firman-Nya untuk melaksanakannya. Merealisasikan janji-Nya.
Rahasia menciptakan keberhasilan dalam bidang apa saja dalam hidup ini adalah sepakat dengan Tuhan dan firman-Nya. Ketika situasi yang kita hadapi, nampak berlawanan dengan firman Tuhan, apa yang keluar dari mulut kita? Ungkapan ketakutan? keluhan? Marah? Atau kita meninggikan firman Tuhan, melebihi situasi, vonis dokter, ramalan para ekonom? Kita mencipta dengan perkataan, seperti Allah. Apa yang kita ucapkan, menentukan masa depan kita. Tergantung, apakah yang terucap itu kata-kata ‘kematian’, ‘keputusasaan’, atau justru ungkapan iman dan percaya kita pada Allah dan kemampuan-Nya?
Faith is believe that God has the final say… Iman itu percaya, Tuhan yang pegang hasil akhirnya. Karena itu, jangan batasi Allah dengan pikiran kita atau put God in a box….
Seorang teman divonis dokter menderita kanker usus. Hasil lab dan berbagai laporan medis membuktikan, memang ada kanker di ususnya sehingga perlu dioperasi.
Teman-temannya berdoa meminta mujizat kesembuhan baginya. Teman ini terus menguatkan imannya dengan fokus pada janji kesembuhan Tuhan, mendeklarasikannya serta terus menerus menonton video kesaksian kesembuhan. Timbul dalam hatinya keyakinan, kalau orang lain disembuhkan, maka saya juga.
Menjelang dilakukan operasi, dokter menemukan, kankernya jauh mengecil dari ukuran semula sehingga dokter memutuskan menunggu dulu beberapa hari. Akhirnya terbukti, mujizat kesembuhan terjadi dengan tuntas.
Pelajarannya, selalu harapkan yang terbaik. Tuhan yang memegang hasil akhir. Dan bagi Tuhan, tidak ada yang mustahil.
Menarik bukan?
It doesn’t matter what it looks like. It doesn’t matter what it sounds like. It doesn’t matter who says what. If it doesn’t line up with the word of God, junk it! Only God has the final say! We may make our plans, but God has the last word.
Tidak peduli seperti apa kelihatannya. Tidak masalah seperti apa kedengarannya. Tidak masalah siapa yang mengatakan apa. Jika tidak sesuai dengan firman Tuhan, buanglah! Hanya Tuhan yang memiliki keputusan akhir! Kita mungkin membuat rencana kita, tetapi Tuhan yang menentukan hasil akhirnya.
YennyIndra TANGKI AIR & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Bagaimana Memahami Kehendak Allah Dalam Hidup Saya?
Selama ini saya selalu bertanya-tanya, apa kehendak Tuhan dalam hidup saya? Saya senantiasa berpikir bahwa kehendak Tuhan adalah tujuan yang harus saya kejar atau realisasikan. Atau sesuatu yang menjadi tujuan.
Pelajaran baru kami, Business As A Mission, oleh David Briggs, mengubah pemahaman saya. Ternyata kehendak Tuhan itu sesuatu yang dinamis, yang terus menerus berubah, sehingga kita sampai pada tujuan Tuhan dalam kehidupan kita.
Saat saya mereview ulang kehidupan saya, maka saya mendapatkan gambaran yang dimaksud oleh David Briggs.
Awal menikah, kehendak Tuhan bagi hidup saya adalah memulai bisnis dan keluarga d kota Solo. Saya bertumbuh di dalam pengenalan akan Tuhan dan kehendak-Nya.
Tuhan berjanji, bergembiralah karena Tuhan maka Aku akan memberikan keinginan hatimu. Ternyata ketika saya melekat dan bergembira di dalam Tuhan, maka Tuhan mendownload keinginan-Nya ke dalam hati kita.
Suatu ketika Tuhan menggerakkan hati P. Indra untuk pindah ke Surabaya. Kehendak Tuhan mengarahkan langkah kami selanjutnya. Saya bertumbuh lagi. Mendapat kesempatan baru belajar menulis. Bakat yang tidak pernah saya sadari, muncul dan terasah di sana. Thanks MDC!
Michelle mengambil Senior Highschool di JIS, Jakarta. Saya menemaninya stay di Jakarta. Kehendak Tuhan berubah lagi dalam kehidupan saya. Dipertemukan dengan P. Timoteus Talip dan dapat kesempatan menulis buku dengan tokoh-tokoh nasional Indonesia, bahkan sebagian tokoh international. Bergabung dengan Aspirasi dan berbagai grup lainnya. Thanks Bro Talip!
Yesuslah Jalan, BUKAN Tujuan. Selama kita melekat pada pokok anggur yang benar, maka kita akan sampai pada tujuan. Ini tidak perlu dikuatirkan.
Kadang kita bertanya-tanya, mengapa tidak ada arahan Tuhan bagi kita?
David Briggs memberikan contoh, jika dia memerintahkan putranya untuk membuang sampah dan sang putra sedang melaksanakannya, tentunya David tidak akan mengganggu konsentrasi putranya saat melaksanakan tugasnya.
Dengan cara yang sama, jika kita tidak mendapatkan arahan baru dari Tuhan, artinya kita sedang melakukan hal yang benar. Taati saja perintah Tuhan yang terakhir.
Kecuali, jika putra David tidak segera membuang sampah, justru menonton TV di ruang keluarga, maka David perlu menegurnya.
Selama tidak ada arahan baru, berarti kita on the right track, berada ditengah-tengah kehendak Tuhan karena kita melekat kepada Yesus Sang Jalan,
Yohanes 15:1-5 (TB) “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Siapa yang berbuah? Kita, ranting-ranting itu. Bukan pokok anggur yang berbuah. Tetapi ranting. Dan ranting tidak mungkin berbuah, jika tidak mendapatkan nutrisi dari Pokok Anggur Yang Benar.
Success is a journey. Sukses itu perjalanan, bukan tujuan. Perjalanan yang kita lalui bersama Yesus dari hari lepas hari.
“Those who walks with God always reach their destination.”, Mereka yang berjalan bersama Tuhan, senantiasa tiba pada tujuan hidupnya. ? Henry Ford
Siap melaksanakan? Yuk….
If you walk and talk with God, you will never miss the direction to your divine future. Be bold and offer your heart to be led by God.”? Israelmore Ayivor, Dream Big!: See Your Bigger Picture!
Jika Anda berjalan dan berbicara dengan Tuhan, Anda tidak akan pernah kehilangan arah menuju masa depan ilahi yang ditetapkan bagi Anda. Dengan berani, persembahkan hati Anda dipimpin oleh Tuhan – Israelmore Ayivor, Dream Big!: See Your Bigger Picture!
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN