Tag Archives: #seruputkopicantik #yennyindra #Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan #PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Articles

Mengapa Charis? Hidupku Berubah!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mengapa Charis? Hidupku Berubah!

Adik-adik kelas lulus dan di wisuda. Amy Swenson, Regional Director – Asia Pacific
Andrew Wommack Ministries
hadir.
Teman-teman dan saya berkesempatan bertemu dalam Partners Dinner.

Senangnya…. saya jadi ingat artikel ini yang saya tulis beberapa tahun lalu.

“Ce Yenny, saya ingin ajak teman sekolah di Charis, tapi saya gak tahu harus jelasin gimana. Hidup saya berubah total… itu aja!” kata Elisah.
Dan saya paham betul maksudnya.

Sekolah Charis bukan sekadar sekolah biasa. Tapi tempat di mana kita diajar untuk mengenal Tuhan secara pribadi dan belajar hidup dari perspektif-Nya. Setelah saya sendiri menjalani prosesnya, saya bisa berkata: hidup saya benar-benar berubah!

Awalnya, saya juga bertanya-tanya.
Banyak orang percaya Tuhan rajin beribadah dan berdoa, tapi hidupnya tetap galau, frustrasi, bahkan penuh masalah seperti yang tidak mengenal Tuhan. Kenapa bisa begitu?

Jawabannya saya temukan di Charis.

Convert vs Bertobat.
Banyak orang jadi percaya yang hanya ganti status. Dulu atheis, sekarang beribadah. Tapi cara pikir dan responnya tetap seperti dunia.
Tanpa pembaharuan pikiran yang diselaraskan dengan Firman Tuhan, hidupnya tetap seperti dulu.

Di Charis, kami belajar Firman secara konsisten. Bukan hanya tahu ayat, tapi diajar menggali sendiri dan menerapkannya. Bukan sekadar belajar teori, tapi hidup yang dipraktikkan.

Kami dilatih mendengar suara Tuhan secara pribadi. Kalau minta didoakan, malah ditanya:
“Tuhan bicara apa padamu?”
Karena Tuhan rindu berbicara langsung, bukan lewat orang lain.

Tuhan sudah bilang: “Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku.”
Kalau kita gak dengar, berarti ada gangguan. Terlalu bisingkah lingkungan kita? Atau kita terlalu sibuk mendengar suara lain?

***

Suasana Charis sangat mendukung. Obrolan di kelas, di lorong, bahkan sambil olahraga pun isinya Firman. Kami saling sharing pengalaman dan belajar satu sama lain.
Yang kami fokuskan, itulah yang membesar. Karena itu, Tuhan dan Firman-Nya makin nyata dalam hidup kami.

Saat pikiran diperbarui, cara pandang pun berubah.
Saya menyebutnya: “Ganti kacamata.”
Dari kacamata dunia ke kacamata Allah.

Kalau melihat masalah dari bawah, semuanya tampak besar dan berat. Tapi begitu melihat dari atas— *dengan sudut pandang Tuhan* —semuanya jadi berbeda. Tenang. Damai.
Masalah mungkin belum selesai, tapi respon kita berubah.
Dan di situlah kemenangan dimulai.

Yang paling berkesan buat saya adalah pengenalan akan identitas kita di dalam Tuhan.
Kami belajar bahwa kita sudah dikasihi, sudah diberi otoritas, dan sudah diperlengkapi.
Bukan lagi fokus pada dosa, tapi fokus pada kasih Tuhan dan rencana-Nya.

Segala dosa kita—masa lalu, sekarang, maupun masa depan—sudah diampuni. Tuhan sudah pergi ke masa depan kita dan menyediakan jalan.
Wow…..

Sebelum sekolah Charis, saya sering ‘membantu Tuhan’. Doa dipaksakan agar cepat dijawab.
Tapi saya belajar bahwa kupu-kupu yang dibantu keluar sebelum waktunya justru cacat.
Sekarang saya belajar sabar dan percaya: waktu Tuhan selalu sempurna.

Charis membantu saya mengenal Tuhan lebih dalam.
Dan ketika kita hidup dalam hubungan dengan-Nya, hidup kita akan masuk ke dalam alam supernatural-Nya.
“Jika hidup kita biasa-biasa saja, tidak supernatural, berarti kita belum cukup mengenal-Nya”, kata Andrew Wommack.

Itulah sebabnya saya menulis artikel ini.
Bukan promosi. Saya tidak menerima komisi apa pun.
Saya hanya ingin lebih banyak orang mengalami hidup berkualitas karena mengenal Tuhan dengan benar.
Dan saya percaya, satu hari nanti, seperti kata Andrew Wommack, banyak orang berbaris di surga menyambut karena saya memperkenalkan mereka pada kebenaran ini.

Dan berita baiknya, bulan Juli ada salah satu instruktur dari Andrew Wommack Ministry & Charis pusat di Colorado: Daniel Amstutz datang ke Indonesia. (Lihat foto di atas)

Healing Worship Tour

JAKARTA
SABTU 12 JULI 2025
10.30 WIB
Menara Kuningan Ballroom
Karet Kuningan, Jaksel

SEMARANG
SENIN 14 JULI 2025
18.00 WIB
IFGF
Jl. Kompol Maksum no 195 Smg

SURABAYA
RABU 16 JULI 2025
18.00 WIB
Ballroom 89
Ciputra World Mall, Sby.

BALI
JUMAT 18 JULI 2025
18.00 WITA
ICCB Mall Bali Galeria, Parking Building lt 4, Jl. Bypass Ngurai Rai gg. Dewaruci, kab. Badung.

Daniel Amstutz itu Direktur Worship & Healing School di Colorado.
Beliau mencipta berbagai lagu yang terkenal dan juga berkolaborasi dengan Don Moen.

Healing Schoolnya sangat terkenal. Berbagai penyakit langka, berat yang secara medis sulit disembuhkan, berhasil sembuh…
Yeaaay…..

Jangan lupa hadir dalam acara ini… catat tanggalnya.
Dan… Free of Charge alias Gratis!

Mari terus bertumbuh bersama dan berjalan dalam rencana-Nya yang luar biasa.
Jiayou!

The greatness of a man is not how much wealth he acquires, but in his integrity and ability to affect those around him positively – Bob Marley

Kehebatan seseorang bukan terletak pada seberapa banyak kekayaan yang diperolehnya, namun pada integritasnya dan kemampuannya memberikan pengaruh positif pada orang disekitarnya – Bob Marley

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Apa yang Kita Simpan di Lumbung Hati Kita?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa yang Kita Simpan di Lumbung Hati Kita?

Hidup itu seperti musim. Ada masa kelimpahan, ada juga musim kekeringan. Tapi apakah kita sudah siap menghadapinya?

Yusuf, anak Yakub, dikenal karena hikmatnya. Ketika Mesir mengalami masa kelimpahan selama tujuh tahun, Yusuf tidak terlena. Ia tahu, masa paceklik akan tiba. Maka ia menyimpan gandum dalam jumlah besar sebagai persiapan untuk musim sulit yang akan datang. Apa yang ia lakukan bukan hanya cerdas secara ekonomi, tetapi mencerminkan prinsip rohani yang penting: apa yang kita simpan sekarang, itulah yang akan menjadi makanan kita nanti.

Kita pun begitu. Setiap hari, kita sedang menyimpan sesuatu di “lumbung hati” kita. Pertanyaannya: apa yang sedang kita kumpulkan?
Apakah Firman Tuhan yang meneguhkan hati, atau justru berita-berita negatif, keluhan, komentar toxic di media sosial yang tanpa sadar kita serap?

“Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.”.
Hati kita adalah gudang, tempat di mana benih Firman Tuhan bisa tumbuh, atau sebaliknya—menjadi tempat sampah emosi, kekhawatiran, dan ketakutan.

Firman Tuhan ibarat gandum. Kalau kita rajin mengisi hati dengan Firman, saat kesulitan datang, kita punya stok iman, pengharapan, dan ketenangan. Kita bisa berkata dengan yakin seperti Pemazmur, “Aku tidak akan takut, sekalipun aku harus berjalan dalam lembah kekelaman.”

Sebaliknya, kalau hari-hari ini kita hanya dipenuhi berita politik yang panas, kecemasan soal ekonomi, dan keluhan hidup, maka waktu masalah datang, yang muncul dari dalam kita adalah kepanikan, kekecewaan, dan ketidakberdayaan.

Garbage in, garbage out…

Yusuf tidak menyimpan gandum pada saat musim paceklik. Ia menyiapkannya jauh sebelum bencana itu datang. Saat kelimpahan, Yusuf menabunh. Itu kuncinya.

Banyak orang baru membaca Firman Tuhan ketika sedang mengalami masalah. Itu tidak salah, tetapi sangat terbatas. Kalau kita sudah menyimpan lebih dulu, saat badai datang, kita tidak panik, karena kita tahu bahwa Tuhan yang menggandeng kita di masa kelimpahan, adalah Tuhan yang sama di musim sulit.
Kita sudah punya pengalaman dan terampil mengatasinya.

“Ia akan menjadi keamanan pada zamanmu, persediaan yang berlimpah-limpah akan keselamatan, hikmat dan pengetahuan; takut akan TUHAN, itulah harta benda Sion.”

Perhatikan: persediaan yang berlimpah-limpah akan keselamatan, hikmat, dan pengetahuan. Tuhan ingin kita punya cadangan iman, bukan panik mendadak waktu masalah muncul.

Anugerah Tuhan itu seperti udara. Selalu tersedia setiap saat. Kalau hari ini kita belajar mengandalkan Tuhan, mempercayai kebaikan-Nya, maka esok hari pun—yang akan menjadi hari “sekarang” saat tiba waktunya—kita akan tetap menemukan anugerah-Nya bekerja.

Daud memuji Tuhan, “Pada masa bencana mereka tidak akan mendapat malu, dan pada masa kelaparan mereka akan dikenyangkan.”
Ini bukan janji kosong. Inilah warisan bagi mereka yang mengandalkan Tuhan dan memelihara hati mereka dengan Firman.

Jadi yuk, kita isi lumbung hati kita dengan Firman Tuhan. Tidak perlu menunggu waktu khusus atau seminar besar. Mulailah dari membaca satu ayat sehari, merenungkannya, dan mengizinkan Roh Kudus menanamkan kebenaran itu di dalam hati. Sedikit demi sedikit, itu akan menjadi cadangan rohani yang kaya.

Dan ketika nanti musim paceklik datang, kita tidak akan goyah. Karena kita tahu, Tangan Tuhan tetap menggandeng kita, dan kita memiliki bekal cukup untuk tetap kuat dan berdiri tegak.

Karena seperti kata pepatah, “Waktu terbaik menanam pohon adalah 20 tahun lalu. Waktu terbaik kedua adalah hari ini.”

Selamat menanam!
Seruput kopi cantik sambil mengisi hati dengan kebenaran….

God is too good to be unkind and He is too wise to be mistaken. And when we cannot trace His hand, we must trust His heart.” – Charles Spurgeon

“Allah terlalu baik untuk menjadi tidak ramah dan terlalu bijak untuk berbuat salah. Dan ketika kita tidak dapat melihat tangan-Nya, kita harus mempercayai hati-Nya – Charles Spurgeon.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN


#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Lima Danau Berantai Bak Planet Mars!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Lima Danau Berantai Bak Planet Mars!

Acara hari ini kami ke Wudianchi Scenic Area mengunjungi danau-danau vulkanik yang terbentuk akibat aktivitas gunung berapi. Ditetapkan sebagai Taman Geologi Global UNESCO pada 2004 karena nilai ilmiah dan keindahannya.

Wudianchi artinya “Lima Danau Berantai”.
Terbentuk dari letusan gunung berapi ratusan tahun lalu, wilayah ini memiliki lima danau saling terhubung mirip rantai yang indah dikelilingi gunung dan pepohonan yang hijau.

Salah satu daya tarik paling mencolok di Wudianchi Scenic Area adalah pemandangannya yang dramatis dan nyaris seperti dunia asing, kerap dibandingkan dengan permukaan bulan atau planet Mars. Karena minimnya tanaman di area tertentu dan dominasi batuan gelap, NASA bahkan pernah mempelajari wilayah ini sebagai analog permukaan bulan dan Mars!
Konon saat matahari terbenam, bayangan panjang di hamparan batuan hitam menciptakan pemandangan seperti di planet lain.

Batuan Vulkanik Hitam membentuk Lava Fields, Lava Beku yang Luas, terhampar di seluruh area, dipenuhi batuan vulkanik hitam yang terbentuk dari aliran lava gunung berapi purba. Batuan ini membentuk hamparan luas seperti “lautan beku” yang disebut “Lava Sea”.
Teksturnya Unik karena di permukaan batuan memiliki pola retakan khas (columnar jointing) dan lubang-lubang bekas gelembung gas vulkanik, menciptakan pemandangan yang kasar dan eksotis. Perpaduan danau dan bebatuan vulkanik hitam, itu membentuk formasi geologis yang dramatis, menciptakan lanskap menyerupai bulan.

Beberapa gunung berapi seperti Gunung Laohei dan Gunung Huoshao memiliki kawah yang masih jelas terlihat, dengan lereng curam berwarna hitam kemerahan.
Di beberapa zona, terdapat bebatuan vulkanik besar akibat bom vulkanik yang terlempar saat letusan, serta lapili, kerikil vulkanik yang menyebar di sekitarnya.

Nach yang keren karena fenomena alam ini terbentuklah “Air Mineral Penyembuh”– sumber airnya kaya mineral dan diyakini memiliki khasiat kesehatan, menarik banyak pengunjung untuk terapi alami. Konon membuat kulit mulus dan menyembuhkan berbagai penyakit kulit.
Rasanya seperti air yang mengandung soda, sedikit pahit, segar dan dingiiin sekali. Ada sedikit bau besi.
Kami berjumpa dengan penduduk lokal yang membawa jerigen untuk mengambil air penyembuh ini, untuk dikonsumsi sehari-hari.

Meski terlihat gersang, tanah di sini sangat subur karena mineral vulkanik, sehingga ditumbuhi tanaman hijau yang kontras dengan batuan hitam.
Pohon-pohon tinggi kelihatan kurus tetapi ternyata menurut Eric, local guide kami, sudah berusia ratusan tahun. Akibat lava, batangnya tidak bisa besar.
Tanaman padi hanya bisa panen setahun sekali, full vitamin dan mineral, tidak heran nasinya enaak sekali… pulen. Butiran jagungnya rasanya seperti ketan.

Pada saat musim dingin di daerah utara, seperti kota Mohe, bisa mencapai suhu hingga minus 40-50 derajad….
Bbbbrrrrr…… seperti apa tuh dinginnya!

Samping hotel kami, ada sederet toko lokal. Barang-barang yang dijual, kebanyakan diimpor dari Rusia, justru bukan produk China.

Sejarah Cakwe… yang dicertakan Hendry, Tour Leader kami, sungguh menggelitik
Sadar gak mengapa cakwe selalu dijual sepasang?
Camilan sederhana ini punya latar belakang sejarah yang gelap dan dipenuhi kemarahan serta dendam.
Jadi, ceritanya bermula di zaman Dinasti Song Selatan (1127-1279 M), saat Tiongkok sedang kacau balau.

Yue Fei, jenderal legendaris yang sangat dicintai rakyat karena keberaniannya. Konon di badan Yue Fei sejak kecil sudah di tatto oleh ayahnya, agar selalu cinta negara.
Sementara ada Qin Hui, perdana menteri licik yang berkhianat dan merencanakan eksekusi Yue Fei.
Caranya? Dengan memfitnah Yue Fei pada raja, bahwa Yue Fei hendak merebut tahta kerajaan.

Nah, saat rakyat tahu sang pahlawan dibunuh oleh Qin Hui dan istrinya, mereka ngamuk berat! Tapi karena gak bisa langsung menghukum sang pengkhianat, dan jaman itu belum ada demo, apa yang mereka lakukan?
Mereka menciptakan simbolik balas dendam lewat… makanan!

lya, beneran! Rakyat membuat adonan berbentuk dua manusia, yang mewakili Qin Hui dan istrinya, lalu… digoreng dalam minyak panas! Bayangin aja, tiap gigitan ke “tubuh” adonan itu seperti bentuk hukuman buat si pengkhianat.
Unik banget ya?
Jadi saat menggoreng mestinya sambil marah-marah…
“Kapok ya … Qin Hui dan istri yang jahat…”, sambil gemas, menggunakan sumpit, kepala cakwe diputar, membayangkan seperti memutar kepala Qin Hui dan istrinya.
Itulah sejarahnya, mengapa cakwe dalam bahasa Mandarin disebut Youtiao artnya “Batang Goreng”
Wkwkwk…..

Liburan itu selalu menyenangkan.

“Nature is the source of all true knowledge.” – Leonardo da Vinci.

“Alam adalah sumber segala pengetahuan sejati.”- Leonardo da Vinci.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Benarkah Firman Tuhan Mengubah Takdir? Hmmm.. Simak Ini!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Benarkah Firman Tuhan Mengubah Takdir? Hmmm.. Simak Ini!

Siapa yang tak ingin mujizat? Kita semua pasti rindu melihat terobosan, kesembuhan, pertolongan Tuhan yang nyata.
Saat masalah besar menimpa, bak badai menggelora…. kita rindu solusi instan.

Dan ternyata, Tuhan mau juga lho memberi solusi instan …
Yeaaaayyyyy…..

Alkisah Yoram, anak Raja Ahab, menjadi raja di Samaria. Setelah ayahnya meninggal, raja Moab memberontak. Ia enggan membayar upeti seratus ribu anak domba dan bulu dari seratus ribu domba jantan.

Lalu Raja Yoram mengajak Yoram, raja Yehuda dan raja Edom bersekutu, memerangi raja Moab.
Mereka sudah siap berperang, tetapi tersesat di padang gurun selama tujuh hari, tanpa air. Lapar, haus, letih—bahaya besar mengintai.

Raja Yoram, anak Ahab, panik dan mulai menyalahkan Tuhan, “Apakah Tuhan membawa kita ke sini untuk membunuh kita?”

Tapi Yosafat, raja yang mengenal Allah, berkata,
“Dengar, aku tahu apa yang kamu katakan. Aku tidak menyangkal situasinya. Aku tahu kita kehabisan air. Aku tahu kita tidak punya persediaan. Tapi… apakah ada nabi Tuhan di sini?”
Ia tahu:satu Firman dari Tuhan dapat mengubah segalanya.

Mereka mendatangi Elisa. Dan saya suka bagaimana Elisa merespons. Ia berkata, “Seandainya bukan karena hormatku pada Yosafat, aku tidak akan memandangmu.” Tapi karena ada orang benar di sana—ada iman—maka Firman Tuhan turun.

Elisa berkata, “Bawakan aku pemetik kecapi.” Ketika pujian dinaikkan, hadirat Tuhan turun… dan Firman Tuhan datang! Bukan strategi militer, bukan motivasi kosong—tapi perkataan langsung dari Tuhan!

“Lembah kering ini akan dipenuhi air. Kamu tidak akan melihat angin atau hujan, tetapi tiba-tiba… air akan muncul!”

Tidak ada air di mana pun. Ternak akan mati, kuda akan mati, semua orang akan mati… tapi Tuhan berkata: “Lembah yang kering ini, situasi keringmu, akan segera berubah!”
Mungkinkah?

Iman datang dari pendengaran—bukan hanya mendengar Firman tertulis, tapi Rhema, Firman Allah yang spesifik dan hidup! Saat Firman itu datang, musim bisa berubah, keadaan bisa berubah dan yang paling mustahil pun bisa terjadi.

Inilah firman Tuhan: Lembah kering ini akan dipenuhi air. Engkau tidak akan melihat angin atau hujan, tetapi lembah ini akan penuh dengan air.” Engkau dan ternakmu dan semua hewanmu akan punya air dalam kelimpahan. Bukan hanya tetesan. Tuhan selalu memberi dengan berlimpah. Dia adalah Allah yang lebih dari cukup. Dia tidak memberi seadanya.

Wow……. Dahsyat!

Mujizat terjadi. Tetapi mari kita renungkan: semua itu dimulai dari Firman Tuhan. Bukan karena kepintaran manusia. Bukan karena kekuatan. Tapi karena suara Tuhan diikuti dengan ketaatan.

Dan perhatikan: mujizatnya “tiba-tiba” muncul. Tidak ada awan. Tidak ada angin. Tapi esok paginya, air mengalir dari Edom. Bumi yang kering menjadi kolam!

Tapi jangan berhenti di situ.

Tuhan memang sanggup melakukan mujizat. Tapi jangan terpukau oleh mujizat. Kejar Firman-Nya!

Banyak orang hanya mengejar mujizat—seperti penonton yang bersorak karena sulap—tapi hidupnya tetap kacau karena tidak pernah membangun fondasi di atas Firman.
Mujizat bisa memulai perubahan, tapi hanya Firman yang bisa menjaga, memperkuat, dan memperbesar hidup kita.

Saya belajar: Firman Tuhan itu kekuatan Tuhan.
God’s Power!

Dia menciptakan dunia dengan Firman. Tuhan menyembuhkan dengan Firman. Firman itulah dasar iman kita.

Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Tuhan.
Tapi bukan sekadar membaca atau mendengar biasa. Kita butuh *Rhema—Firman hidup yang dinyatakan secara pribadi dalam hati kita.*

Dan satu Firman Rhema dari Tuhan, jika kita tangkap, percaya, dan lakukan, itu bisa mengubah takdir kita.
Tetapi kalau hanya didengar tanpa tindakan?
Tidak akan terjadi apa-apa.

Firman tidak bekerja otomatis. Tuhan butuh iman dan respon kita. Tanpa tindakan, takdir tidak berubah.

“Diberkatilah dia yang percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan akan digenapi.”
Penggenapan hanya terjadi bagi orang yang percaya dan bertindak.

Mujizat bisa menarik perhatian kita. Tapi Firman yang akan menopang kita sampai garis akhir.

Jadi hari ini, jika hati kita sedang gersang, jika hidup seperti lembah kering—jangan hanya berdoa minta keajaiban. Cari Tuhan, kejar Firman-Nya, dengar suara-Nya, lalu bertindak sesuai petunjuk-Nya.

Firman-Nya tidak akan gagal.

Mujizat itu luar biasa, tetapi Firman adalah fondasi. Pegang Firman itu dan lihat bagaimana Tuhan mengubah lembah keringmu jadi kolam berkat yang melimpah. Kita pun hidup dalam berkat.

Siap praktik? Yuk…..

*”Miracles come by hearing the voice of God and obeying it.” – Oral Roberts.*

*”Mujizat datang dengan mendengar suara Tuhan dan menaati-Nya. – Oral Roberts.*

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Mau Hidup Berkemenangan? Ini Rahasianya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mau Hidup Berkemenangan? Ini Rahasianya!

“Mengapa hidup naik-turun terus, kadang semangat, kadang hancur lebur?”
Seringkali kita bertanya seperti itu, tanpa menyadari bahwa jawabannya ada pada siapa yang memimpin hidup kita—roh kita yang sudah lahir baru, atau pikiran dan perasaan kita yang belum dilatih.

Perasaan itu ciptaan Tuhan. Indah! Menjadikan hidup berwarna, menarik, penuh dinamika. Tetapi BUKAN untuk menjadi pemimpin. Kalau perasaan dijadikan kompas hidup, hasilnya adalah kebingungan, ketidakstabilan, dan kekalahan.

Firman Tuhan mengajarkan, kunci utama untuk hidup berkemenangan adalah pikiran yang diperbaharui.
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu…”.

Pikiran yang diperbarui = cara berpikir yang benar = senjata melawan tipu daya iblis.

Iblis sudah kalah. Dilucuti kuasanya. Tapi dia masih punya satu senjata: kata-kata.
Dia melemparkan sugesti, ancaman, tuduhan, dan ketakutan ke dalam pikiran kita. Ia adalah pendakwa, kalau kita tidak terlatih mengelola pikiran, hidup kita bisa disabotase oleh suara-suara itu. Bukan karena iblis kuat, tapi karena kita mengijinkan.

Iblis suka mengetuk “pintu pikiran” kita dengan keras—dengan tuduhan seperti,
“Kamu gagal,”
“Kamu nggak layak,”
“Kamu akan kehilangan semuanya.”
Tetapi pertanyaannya: apakah kita membuka pintunya?
Ketukan yang keras tidak sama dengan masuknya ancaman. *Kita yang memutuskan pikiran mana yang boleh masuk dan tinggal.*

Bahkan ketika muncul godaan untuk tersinggung, marah, merasa dicurangi, atau diperlakukan tidak adil, kita tetap punya pilihan. Tersinggung itu pilihan!
Kita bisa memilih untuk menyimpan sakit hati dan membiarkan amarah mengambil alih, atau kita memilih berkata, “Aku percaya kebenaran Tuhan akan membelaku.”

Saat kita memilih untuk menolak tersinggung, kita sedang berkata: “Aku menolak dipimpin oleh perasaanku. Aku memilih dipimpin oleh rohku dan kebenaran Firman Tuhan.”

Hidup ini sepenuhnya di tangan kita. Bukan soal apa yang terjadi di luar, tapi bagaimana kita memilih menghidupinya.

Kita harus dilatih menguasai diri. Disiplin.
Pernah melihat anak yang tidak terlatih? Begitu susah mengaturnya….
Bayangkan kalau pikiran kita tidak pernah dilatih?
Takut, cemas, dan depresi merupakan hasil dari pikiran yang liar dan tidak diperbaharui.

Kita sering diajari untuk mendeklarasikan Firman, dan itu benar.
Tapi itu belum cukup.
Jika pikiran melanglang buana, apa yang dideklarasikan tidak akan termanifestasi. Tidak ada iman di sana!
Kita juga harus mendisiplinkan pikiran kita.
Belajar berkata: “Hei, kamu pikiranku, dan kamu pelayan dari rohku! Bukan aku yang ikut kamu, tapi kamu yang harus tunduk kepada kepada rohku. Tunduk dan selaras dengan Firman Tuhan.”

Tuhan sudah memberi kita roh yang baru—roh yang kuat, kudus, dan pemenang.
Tetapi pikiran dan tubuh?
Itu bagian kita.
Kita yang harus mendidik pikiran agar tunduk pada roh. Kita yang harus membuat tubuh menjadi hamba, bukan tuan. Kalau tubuh atau pikiran yang memimpin hidup kita, mereka akan menyeret kita menuju kehancuran.

Hidup yang dipimpin oleh roh adalah hidup yang berkemenangan.
Roh kita—yang bersatu dengan Roh Tuhan—selalu tahu apa yang benar. Tapi suara roh itu lembut. Ia tidak teriak. Maka perlu latihan untuk mendengarnya, dan keberanian untuk mentaatinya.

Mulailah hari ini: melatih pikiran kita untuk berpikir sesuai Firman, bukan perasaan.

Saat takut datang, ucapkan, “Aku tidak menerima pikiran ini. rohku percaya kepada Tuhan!” Saat tuduhan datang, ucapkan, “Tidak ada penghukuman bagi yang ada di dalam Tuhan.”
Saat ingin tersinggung, berkata, “Aku serahkan semua kepada Tuhan. Aku tidak akan kehilangan damai hanya karena emosi sesaat.”

Kemenangan kita bukan karena dunia tenang, tapi karena pikiran kita tunduk pada roh.
Dan roh kita—bersama Tuhan—selalu menang!

Yuk, ambil kendali atas pikiran dan perasaan kita.
Karena dari situlah hidup yang berkemenangan dimulai.
Siap?

“Your life is going the direction of your most dominant thoughts.” “Hidupmu sedang menuju ke arah dari pikiranmu yang paling dominan.” – Andrew Wommack.

Hidupmu sedang bergerak ke arah yang ditentukan oleh pikiranmu yang paling dominan.” – Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
1 6 7 8 9 10