Tag Archives: #seruputkopicantik #yennyindra #Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan #PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Articles

Jangan Menyalahgunakan Kebaikan…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Jangan Menyalahgunakan Kebaikan…

Niat baik bisa jadi bumerang kalau tidak dibarengi hikmat.
Banyak orang berpikir bahwa menolong = selalu memberi. Tapi kalau kita tidak hati-hati, “kasih” kita malah bisa menjerumuskan orang lain makin dalam ke dalam pola hidup yang salah.

Pernah dengar kalimat ini:
“Kalau dia tidak mau bekerja, jangan beri dia makan.”
Kedengarannya keras, ya? Tapi ini sebenarnya bentuk kasih yang benar.

Kita hidup di zaman yang suka mengaburkan batas antara baik hati dan dimanfaatkan. Di satu sisi, kita ingin membantu. Di sisi lain, ada orang yang menjadikan belas kasihan sebagai gaya hidup. Mereka bukan tidak mampu. Mereka hanya tidak mau berusaha. Dan lucunya, malah merasa itu sah-sah saja karena selalu ada yang “baik hati” menopang.

Ini bukan soal pelit. Tapi soal membangun manusia.
Menolong orang yang memang sedang jatuh, tertimpa musibah, atau benar-benar dalam masa sulit — itu wajib. Tapi “menolong” orang yang tidak mau berubah, tidak mau bertanggung jawab, justru membuat dia makin terlena.

Kebaikan tanpa batas itu bukan kasih. Itu kebodohan. Dan kalau diteruskan, bisa berubah jadi racun.

Saya pernah bertemu seorang pria muda yang selama bertahun-tahun hidup dari belas kasihan keluarganya. Setiap kali ia datang, ia bawa cerita sedih dan wajah penuh harap. Semua tergerak. Semua membantu. Tapi… tidak ada perubahan.
Tidak bekerja, tidak belajar, tidak bergerak.
Saat ditanya, jawabannya sederhana:
“Rejeki saya lewat orang-orang yang peduli.”

Sekilas terdengar rohani. Tapi itu manipulasi.
Kalimat manis yang dibungkus supaya orang lain terus membiayai kemalasannya.

Menolong tanpa membangun tanggung jawab = jebakan.
Itu bukan pertolongan. Itu pembiaran.
Dan sering kali, justru orang yang merasa menolong itu yang sedang menghalangi proses pendewasaan yang sedang terjadi dalam hidup si penerima.

Satu kalimat yang membekas dalam hidup saya:
“Kalau kamu menolong seseorang yang sebenarnya sedang diproses hidupnya, kamu bisa merusak proses itu.”

Jadi apa solusinya?
Tetap menolong — tapi dengan hikmat.
Alih-alih kasih uang, ajak ngobrol.
Daripada kasih bantuan terus-menerus, tawarkan pelatihan.
Daripada jadi penolong instan, jadilah sahabat yang berani menegur.

Orang malas bukan butuh kasihan, tapi butuh arahan.
Butuh dorongan untuk bangkit, bukan disuapi terus-menerus.
Karena kadang, cinta sejati justru muncul dalam bentuk ketegasan.

*Kebaikan bukan soal berapa sering kita memberi. Tapi seberapa jauh kita membangun manusia di baliknya.*

Mari jadi orang yang tetap murah hati, tapi cerdas.
Punya hati yang lembut, tapi tidak mudah dimanfaatkan.
Berani menolong, dan berani menolak — saat itu memang bentuk kasih yang lebih besar.

Karena tujuan kita bukan bikin orang nyaman dalam kondisi lama,
tapi membantu mereka keluar dari zona itu, bertumbuh, dan hidup dengan martabat.

Setuju?

“You are ridiculously in charge of your life.” – Dr. Henry Cloud.

“Hidupmu sepenuhnya tanggung jawabmu – suka tidak suka, kamu yang memegang kendalinya”. – Dr. Henry Cloud.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Yang Pahit Bisa Jadi Manis di Tangan Tuhan.


Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Yang Pahit Bisa Jadi Manis di Tangan Tuhan.

Ada masa lalu yang indah dan manis dikenang. Tapi ada juga yang pedih, pahit, bahkan meninggalkan luka yang dalam. Dikhianati orang terdekat, gagal dalam usaha, mengalami pelecehan, kehilangan orang yang dikasihi, dihina, dianggap tak berguna, atau diperlakukan semena-mena… semua itu meninggalkan bekas.

Namun satu hal yang perlu kita pegang teguh:
Masa lalu bisa membentuk kita, bahkan mungkin pernah menghancurkan sebagian dari diri kita… tetapi masa lalu bukan penentu akhir kisah hidup kita.

Tuhan tidak pernah memandang seseorang berdasarkan masa lalunya. Lihat perempuan Samaria—menikah lima kali dan kini tinggal dengan pria yang bukan suaminya. Tapi justru dialah yang dipilih Tuhan untuk menerima pewahyuan bahwa Dia adalah Mesias pertama kalinya. Bukankah itu luar biasa?

Luka di tangan Tuhan bisa jadi senjata.
Reruntuhan hidup bisa jadi batu pijakan menuju masa depan yang lebih baik.

Yang jadi masalah justru sering kali… kita sendiri.

Kita terjebak di masa lalu. Kita merasa tidak layak, malu, takut dihakimi. Kita hidup dalam bayang-bayang kesalahan, trauma, dan kegagalan. Kita biarkan suara masa lalu memvonis masa depan kita.
Padahal, Tuhan tidak pernah menulis akhir cerita hidup kita di tengah babak yang kacau.

Setiap pengalaman, baik maupun buruk, menyimpan pelajaran.
Pengalaman buruk dirancang iblis untuk menjatuhkan, tetapi
Tuhan bisa memakai semuanya untuk membentuk kita menjadi pribadi yang lebih dewasa, lebih kuat, lebih bijak, dan lebih serupa dengan-Nya.

Kuncinya: Jangan biarkan masa lalu mengucapkan kata terakhir.

Pemulihan dimulai ketika kita berhenti menyandarkan identitas kita pada masa lalu.
Bahkan, luka dan air mata bisa menjadi jembatan menuju pengharapan, kalau kita mau menyerahkannya ke tangan Tuhan.
Iblis kecewa….
Yang dipikir iblis untuk menghancurkan kita, tetapi bersama Tuhan, kita justru keluar sebagai pemenang yang membuat dunia terpukau!

“Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.”
Bukan hanya dalam hal baik—segala sesuatu! Termasuk kesalahan dan kegagalan kita.

Kita tidak ditentukan oleh apa yang pernah terjadi, tetapi oleh apa yang kita pilih hari ini.
Kita bisa memilih untuk sembuh. Kita bisa memilih untuk bangkit. Kita bisa memilih untuk maju.
Tidak mudah, tapi mungkin. Karena Tuhan berjalan bersama kita.

Mungkin hari ini kita masih menyusun kepingan yang berserakan. Tapi percayalah, Tuhan itu Ahli dalam merangkai mozaik indah dari pecahan-pecahan hidup kita.
Tidak ada yang sia-sia ketika kita menyerahkan semuanya pada-Nya.

Lepaskan masa lalu.
Terima kasih atas pelajarannya—tapi itu bukan tempat tinggal kita.
Kita bukan korban dari masa lalu, kita adalah penulis masa depan bersama Tuhan.

Mari kita bangun hari ini dengan harapan.
Kita tidak harus sempurna untuk punya masa depan yang luar biasa.
Cukup bersedia percaya, berjalan bersama Tuhan, dan mengizinkan-Nya memakai seluruh hidup kita—termasuk bagian yang rusak—untuk menyatakan kemuliaan-Nya.

“Luka masa lalu adalah pintu masuk bagi kasih Tuhan untuk menyembuhkan, jika kita berhenti mengasihani diri sendiri dan mulai percaya bahwa Dia sanggup menebus segalanya.”

Jangan takut melangkah.
Hari esok bisa jadi indah… asal kita tidak menyeret masa lalu terus-menerus bersamanya.
Karena masa depan yang Tuhan siapkan bukan sekadar kelanjutan dari masa lalu—itu adalah sesuatu yang baru.

Selamat menulis babak baru dalam hidup, bersama Tuhan yang memulihkan.

“Your past mistakes are meant to guide you, not define you.”- Ziad K. Abdelnour

“Kesalahan di masa lalu dimaksudkan untuk menjadi penuntun, bukan penentu siapa dirimu.” – Ziad K. Abdelnour.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN


#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Strategi Iblis Sejak Awal: Mengganggu Kesepakatan Kita dengan Tuhan

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Strategi Iblis Sejak Awal: Mengganggu Kesepakatan Kita dengan Tuhan

Salah satu senjata paling ampuh iblis sejak di Taman Eden sampai hari ini adalah pikiran.

Iblis tidak datang dengan argumen konyol. Ia tidak berkata, “Tuhan itu jahat” atau “Jangan percaya Tuhan.” Terlalu mencolok. Ia datang dengan suara-suara yang terlihat masuk akal. Tampaknya logis. Bahkan kadang terdengar sangat rohani.

Tapi ada satu hal yang perlu kita pahami: Tidak semua pikiran berasal dari kita sendiri.

Kita sering merasa semua yang muncul dalam benak adalah hasil pemikiran kita. Padahal, tidak demikian.
Pikiran bisa berasal dari tiga sumber: Tuhan, iblis, atau diri kita sendiri.

Tuhan berbicara kepada roh kita. Ia menaruh kebenaran-Nya dalam batin kita yang sudah dilahirkan kembali. Apa yang Dia sampaikan, harus naik dan mengalir ke pikiran supaya kita bisa meresponsnya. Maka kadang, roh kita sudah tahu, tapi pikiran kita belum sepakat. Di sinilah konflik sering terjadi.

Kita hidup dari dalam ke luar. Bukan dari luar ke dalam.

Tuhan bekerja dari roh — menyinari pikiran — memengaruhi tindakan — dan mengubah keadaan.

Tetapi iblis? Sebaliknya. Ia bekerja dari luar — menekan pikiran — membuat kita merasa tidak yakin — lalu tubuh ikut bereaksi — dan akhirnya kita mengambil keputusan yang salah.

Iblis menekan pikiran kita dengan pikiran yang kelihatan benar… tapi menyesatkan. Kalau kita tidak berhati-hati, kita akan mulai mengiyakan pikiran-pikiran yang berasal dari luar ini. Kita mulai bimbang. Pelan-pelan, kita keluar dari kesepakatan dengan Tuhan.

Yes, kesepakatan dengan Tuhan.

Hidup dalam Tuhan artinya hidup dalam kesepakatan dengan Firman-Nya.

Kita bisa memilih untuk hidup dalam sikap seperti ini:
“Apapun yang Tuhan katakan, saya akan setuju. Titik.”

Sikap ini membuat kita stabil. Ketika Tuhan berbicara, kita tidak sibuk berdebat. Kita sudah sepakat duluan. Karena itu kita tidak goyah ketika pikiran-pikiran aneh atau keraguan menyerang dari luar.

“Jangan biarkan dunia di sekitarmu menekankan kamu ke dalam bentuknya sendiri, tetapi biarkan Allah membentuk kembali pikiranmu dari dalam, sehingga kamu dapat membuktikan dalam praktik bahwa rencana Allah bagimu itu baik, memenuhi semua tuntutan-Nya, dan mengarah pada tujuan kedewasaan sejati.”

Apa artinya?
Pikiran kita perlu diperbarui. Bukan untuk menilai mana janji Tuhan yang bisa dipercaya dan mana yang tidak. Tapi agar bisa selaras dengan iman yang sudah Tuhan tanamkan di roh kita.

Tuhan memberi kita otak bukan untuk dipakai membantah kehendak-Nya. Tapi supaya kita bisa bernalar dengan Firman-Nya, dan menyelaraskan cara pikir kita dengan kebenaran-Nya. Berpikir dengan pikiran Tuhan.

Ada orang bilang, “Kan Tuhan beri kita akal sehat.” Benar. Tapi akal sehat bukan untuk dipakai menolak iman. Justru supaya kita bisa mempercayai Tuhan dengan lebih dewasa.

Pikiran memang perlu diberi tempat. Tapi bukan tahta. Tempatnya di bawah kebenaran Firman.

Karena itu, setiap kali kita merasa bimbang, cemas, atau ragu, tanyakan:
“Apakah ini suara dari dalam roh saya?” Atau “Ini tekanan dari luar?”
Kalau dari luar, dan bertentangan dengan Firman, tolak.

Jangan ijinkan iblis mencuri kesepakatan kita dengan Tuhan hanya karena pikirannya terdengar logis. Hati-hati… suara yang logis bisa mengalihkan kita dari suara yang kudus.

Kalau kita mau menang dalam hidup, kita perlu belajar berpikir dari dalam—bukan dari luar. Dan itu hanya terjadi ketika kita terus memperbarui pikiran kita, agar selalu setuju dengan suara Tuhan di roh kita.

Itulah hidup dalam Tuhan. Setuju duluan dengan Firman.

“The battle is in the mind. The Word must be the final authority.” – Kenneth Copeland.

“Pertempuran terjadi di pikiran. Firman harus menjadi otoritas terakhir.” – Kenneth Copeland.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Nonna Anna: Barista 100 Tahun & Bukti Bahwa Tua Itu Babak Baru yang Indah.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Nonna Anna: Barista 100 Tahun & Bukti Bahwa Tua Itu Babak Baru yang Indah.

Di usia 100 tahun, Anna Possi—akrab disapa Nonna Anna—masih aktif bekerja sebagai barista di Bar Centrale, kafe miliknya di Nebbiuno, Italia.

Sejak 1958, ia membuka tokonya setiap hari, bahkan saat Natal dan Paskah. “Orang juga ingin minum kopi saat hari raya,” ujarnya sambil tersenyum.

Rahasia semangatnya?
Berada di tengah orang lain dan merasa berguna. Ia membaca berita dan memantau bursa saham dari komputernya setiap pagi. Rutinitas dan interaksi sosial membuatnya tetap sehat, tajam secara mental, dan penuh sukacita.

Nonna Anna menolak pensiun. Ia ingin terus bekerja hingga usia 105 tahun, selama tubuhnya masih kuat. Baginya, bekerja bukan sekadar mencari nafkah, tapi bagian dari hidup yang bermakna. Kisahnya viral di Instagram dan menginspirasi banyak orang. Ia membuktikan bahwa umur hanyalah angka, dan hati yang melayani tak pernah tua.

“Saya akan terus bekerja selama saya sehat,” katanya.
Dan kita pun belajar: semangat hidup itu menular.

******

Saya jadi teringat sebuah artikel yang menyentuh hati:
“Penuaan Bukan Penyakit, Tapi Proses Alami yang Harus Dihormati.”

Seorang direktur rumah sakit ternama di Beijing berkata,

“Ini bukan penyakit, kamu hanya menua.”
Kalimat sederhana, tapi penuh makna.

Kita sering panik saat tubuh berubah. Lupa kunci, kaki lemah, tidur tak nyenyak, badan pegal—langsung khawatir. Padahal itu belum tentu tanda sakit. Bisa jadi itu sinyal alami bahwa tubuh kita sedang menua.

Lupa sesekali bukan berarti Alzheimer. Otak punya mekanisme pelindung—ia memilih menyimpan hal penting dan melepas yang sepele. Jika kita lupa sesuatu, tapi masih bisa mengingatnya sendiri kemudian, itu bukan demensia. Itu wajar.

Otot lemah bukan selalu stroke.Otot memang perlahan melemah. Yang kita butuhkan bukan obat, tapi gerak. Bergerak perlahan setiap hari lebih berharga daripada minum pil setiap pagi.

Tidur tidak nyenyak bukan berarti insomnia yang butuh obat keras. Ritme tidur memang berubah. Obat tidur justru bisa memperburuk keadaan: menurunkan fungsi otak, meningkatkan risiko jatuh.
Solusinya?
Jemur diri di bawah matahari pagi, atur jadwal tidur tetap, hindari tidur siang terlalu lama.

Bahkan nyeri badan bisa jadi hanyalah perubahan sistem saraf, bukan rematik. Sistem saraf kita memang berubah. Rasa sakit menjadi lebih terasa karena sinyalnya lambat. Daripada buru-buru minum pereda nyeri, cobalah pijat ringan, kompres hangat, dan rendam kaki sebelum tidur.

Semua itu bisa diatasi tanpa harus tergesa-gesa minum obat.

Bahkan hasil lab pun harus ditafsirkan bijak. Kolesterol sedikit tinggi misalnya, justru membantu memperkuat imun orang lanjut usia.

Sayangnya, banyak lansia takut akan penuaan. Padahal justru rasa takut itu yang memperparah keadaan. Dokter itu menegaskan:

“Hal terpenting bukan membawa orang tua ke rumah sakit, tapi mengajak mereka berjalan, makan bersama, dan ngobrol.”

Penuaan bukan musuh. Bukan kutuk.
Penuaan adalah proses indah yang harus dijalani dengan hati yang tenang.

Kita perlu mengubah cara pandang. Jangan memandang setiap perubahan sebagai penyakit. Ubah reaksi kita dari “mengeluh” menjadi “menerima dan menyesuaikan”.

Anak-anak, orang tua kita bukan beban. Mereka hanya ingin kita hadir. Mungkin tidak minta banyak, tapi ingin didengar, ditemani, dan dihormati.

Dan buat kita yang juga sedang menua, mari hadapi proses ini dengan tenang. Rawat tubuh seperti merawat sahabat lama. Dengarkan sinyalnya. Jangan langsung takut. Tidak semua ketidaknyamanan perlu disembuhkan. Beberapa hanya perlu diterima dan dilalui bersama.

Penuaan itu karunia, bukan kutukan.
Penuaan itu anugerah, bukan penyakit.

Definisi yang kita sematkan, akan menentukan tindakan kita selanjutnya.
Saat dianggap penyakit, mengkonsumsi obat-obat yang kerap justru menimbulkan penyakit baru.

Mengapa kita tidak bertanya pada-Nya yang menciptakan kita?

Tuhan membukakan jalan bagi saya, penyembuhan melalui Intermittent Fasting (IF).
Mungkin ada penyembuhan lain untuk masalah yang berbeda.
Tetapi yang terpenting:
Bertanyalah pada Tuhan!

Kuncinya bukan apa yang kita lakukan tetapi hubungan intim kita dengan Sang Pencipta sehingga Dia bisa mengarahkannya. Dia tahu yang terbaik!

Satu hal lagi yang saya amati:
Orang-orang yang konsisten membaca Firman Tuhan, hidupnya lebih damai, jarang pikun, dan lebih bahagia.

Firman itu seperti ‘obat’ terbaik—bukan hanya untuk hati, tapi juga untuk pikiran dan tubuh.
Bukankah dengan Firman itulah Tuhan menciptakan dunia?

Dan sampai hari ini…
Firman yang sama masih menyegarkan dan memperbarui kita setiap hari.

Setuju?

“Old age is not a punishment but a blessing, if we live it for the glory of God.” – Billy Graham.

“Usia tua bukan hukuman, tapi berkat-jika kita menjalaninya untuk kemuliaan Tuhan” – Billy Graham.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Kombinasi Doa & Intermittent Fasting (IF)

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kombinasi Doa & Intermittent Fasting (IF)

Yeaaayyy hari ini adalah hari istimewa bagi saya.
Why?
3 bulan saya Intermittent Fasting (IF) dan lulus!

Gitu saja koq istimewa?
Tentu saja.
Saya sudah membaca dan berulangkali melihat video pendek tentang IF tetapi selalu berpikir: mana tahan berpuasa 18 jam?

Apalagi ketemu Imam, prinsipnya: “Kan diet starts tomorrow” 🙂

Sampai saat tur ke Nepal & Bhutan, bertemu dengan Mei Tjien yang menjelaskan tentang IF. Dan terus memotivasi untuk mencoba dan video demi video dikirimkan. Jadilah saya bersemangat menjalaninya.

“IF itu supaya sehat dan langsing itu bonusnya. Tujuannya bukan langsing”, Mei Tjien meyakinkan.

Lapar dong?
Gak segitunya sich karena boleh minum air putih, kopi dan teh TANPA gula.

Ada strateginya juga. Biasa bangun jam 4 pagi, minum air putih 2 gelas plus kopi panas. Lalu pk 7 pagi minum 2 gelas air putih, dan pk. 10 minum 3 gelas air. Kenyang koq sampai sekitar pk. 11, 12 or 1 siang. Pokoknya, boleh makan selama 5-6 jam lalu stop.

Tantangan besar saat akan tur ke Mohe. Sudah dapat bocoran dari teman-teman yang berangkat sebelumnya, makanannya enak-enak. Duh…

Kembali Mei Tjien memotivasi,
“Bisa koq…. skip sarapan saja. Nanti lunch sekitar jam 12 – 1 siang. Lalu dinner jam 6-7 malam. Lalu lauknya banyak sayur juga, jadi gak perlu makan nasi sudah kenyang.”

Mei Tjien menjadi peta jalan sehingga meski breakfastnya menarik, bervariasi, enak kata P. Indra…. namun mampu bertahan.

Koq bisa?
Saat ke Mohe Tour, saya sudah IF selama 1½ bulan. Klo jebol, berarti harus mulai dari awal lagi…. duh, malesnya. Belum tentu bersemangat mulai lagi. Toh tinggal 1½ bulan lagi.

Dari pengalaman, saat gagal bertahan, rasanya menyesaaaal sekali dan yang lebih berat lagi, saya gak bangga dengan diri sendiri. Koq ga mampu mempertahankan janji meski hanya janji pada diri sendiri.

Untunglah B. Rita Tx Travel, IF juga, jadi ada teman yang membuat saya mampu bertahan.

Beberapa kali saya komplain, berat badan koq ga turun-turun? Timbangan tetap sama tetapi memang size baju menurun.
“Tunggu 3 bulan baru mulai kelihatan hasilnya… badan enteng dan mengecil,” Mei Tjien menjelaskan.

Lalu apa hasilnya setelah 3 bulan?
Hasil check lab nyaris semua bagus. Yang lebih menggembirakan, sebelumnya konon saya ‘Fatty Lever’ SGPT, SGOT & Gamma GT berbintang tetapi hasil check terakhir normal. Yeeeaaaayyy….

Dulunya tengah malam kerap terbangun untuk buang air kecil hingga 2-3 kali, setelah IF, tidur nyenyak hingga pagi.
BAB lancar….
Asam lambung dulu kerap naik, tenggorokan radang tetapi sekarang sembuh.
Perut mengecil dan lemak-lemak di tubuh berkurang, Body Fat Mass turun.
Wow…. worth it sekali.

Mengapa bisa begitu?
Saat kita menjalani Intermittent Fasting—puasa berkala tanpa asupan makanan selama 18 jam—tubuh masuk ke fase autofagi. Artinya: tubuh “membersihkan diri” dengan cara mengurai dan mendaur ulang sel-sel rusak, toksin, dan protein yang tidak berfungsi.
Sel-sel lama dihancurkan, diganti dengan sel baru yang lebih sehat.

Hasilnya?
Peradangan berkurang
Sistem imun membaik
Fungsi otak meningkat
Proses penuaan melambat

Tubuh tidak hanya membakar lemak saat IF, tapi juga memperbaiki dirinya. Inilah desain Tuhan yang luar biasa—di saat kita berhenti makan, tubuh malah bekerja menyembuhkan!

Thanks Mei Tjien sudah memperkenalkan IF plus jadi mentor & inspirator saya.

Pelajarannya, tidak ada orang yang bisa naik ke atas sendirian. Selalu ada orang-orang yang berjasa membawa kita naik dan memampukan kita bertahan di sana.

****
Saya pun menyadari bahwa IF ini sesungguhnya menjadi sarana mempertahankan jawaban doa.

Kerap kita berdoa minta kesembuhan dari Tuhan dan Dia mengabulkannya.
Tuhan itu Allah yang Maha-baik.

Tetapi saat kita tidak mengubah gaya hidup lama yang menyebabkan sakit, tentunya penyakit itu akan kembali lagi bukan?

Masih ingat tentang P. Ashang, teman yang sembuh 99% dari stroke berat selama 5 tahun? Sekarang bisa berjalan normal bahkan mereparasi jam yang butuh ketrampilan tangan.

P. Ashang pribadi yang full firman dan setia pada Tuhan. Dulu saya berpikir cukup didoakan dan dibereskan secara rohani, hubungan seseorang dengan Tuhan untuk memperoleh manifestasi kesembuhan, ekonomi dst.

Kemudian saya sadar, kita masih hidup di dunia yang sudah jatuh ke dalam dosa. Artinya, dunia penuh dengan hal-hal yang merusak. Makanan yang tidak sehat, buah & sayur yang penuh rekayasa genetika dsb.
Tentunya mempengaruhi sel-sel tubuh kita.

Selain itu, kebiasaan makan makanan tidak sehat secara berlebihan. P. Ashang bercerita, dulu buka resto. Jika ada masakan yang tidak habis, dia yang menghabiskan. Kadang makan babi kecap sampai sepanci.
Tentu saja penyakit stroke akhirnya datang.

P. Ashang sembuh dan semakin hari semakin sehat, itu karena doa dan firman tentu saja, tetapi ada hal natural yang dilakukannya: IF dan melatih otot.
P. Ashang mengubah pola hidupnya dari kebiasaan yang tidak sehat menjadi kehidupan yang sehat. Membutuhkan tekad dan pengendalian diri yang bijaksana. Pengendalian diri itu buah roh.
Maka kesembuhannya makin sempurna.

Yang rohani dan yang natural berjalan beriringan.
Setuju?

*”Your body is the vehicle of your soul. Take care of it wisely to fulfill your divine purpose.”- Dr. Caroline Leaf*

*”Tubuhmu adalah kendaraan jiwamu. Rawatlah dengan bijak agar bisa menyelesaikan tujuan ilahi.” – Dr. Caroline Leaf*

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
1 5 6 7 8 9 10