Category : Christianity

Articles, Christianity

“Pohon Kehidupan.”

“Pohon Kehidupan.”

Apa yang diwakili oleh Pohon Kehidupan?
Adam dan Hawa diijinkan oleh Allah untuk makan dari Pohon Kehidupan (meskipun mereka tidak memakannya), tetapi Dia tidak mengijinkan mereka makan dari Pohon Pengetahuan yang Baik dan yang Jahat. Semua kejahatan yang telah dilepaskan ke dalam dunia, tidak diijinkan oleh Tuhan. Semua dilepaskan oleh pemberontakan Adam.

Read More
Articles, Christianity

“Pohon Pengetahuan yang Baik dan Jahat”

“Pohon Pengetahuan yang Baik dan Jahat”

Sistem kepercayaan yang muncul dari Pohon Pengetahuan tentang yang Baik dan yang Jahat telah membentuk kehidupan selama ribuan tahun.

Dalam kepercayaan ini, Tuhan tidak lagi menjadi sumber kasih, sukacita, kedamaian, dan penyediaan. Dalam pikiran orang-orang yang sudah jatuh dalam dosa, Tuhan adalah hakim yang misterius dan pemarah. Dia bukan lagi sebagai sang pemberi kehidupan, tetapi menjadi pencabut nyawa. Dia harus disalahkan atas penderitaan manusia, dan segala sesuatu yang terjadi di dunia.

Pendekatan untuk memahami mengenai Allah, ditemukan dan dibungkus dalam Hukum-hukum Musa.
Hukum itulah puncak dari pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Itu merupakan perjanjian yang mengatur perilaku manusia, yang sesungguhnya tidak pernah dimaksudkan menjadi cara bagaimana Allah berhubungan dengan manusia. Karena manusia memilih terpisah secara rohani dari Tuhan, mereka tidak dapat mengenal Dia sebagai Sang Pemberi Kehidupan. Pewahyuan itu hilang. Sekarang Tuhan menjadi hakim yang misterius. Bukan karena Tuhan telah berubah. Tuhan tetap memberi hal-hal yang baik dan itu tidak pernah berubah. Tetapi justru manusia yang telah berubah, sehingga mengharuskan Allah mengubah cara-Nya dalam berhubungan dengan mereka.

Bahkan dalam sistem kepercayaan Kristen, kita berpegang teguh pada visi bahwa Tuhan adalah hakim yang misterius dan suka mengendalikan, memberkati dan mengutuk sesuai keinginan-Nya.

Pohon Pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, merupakan sumber di mana perasaan suka, tidak suka, pendapat, kritik, kecemasan, kekhawatiran, kepahitan, perselisihan dan berbagai emosi manusia lainnya. Yang membingungkan, pohon itu memiliki pengetahuan tentang apa yang “baik” tetapi juga tentang apa yang “jahat”.

Banyak orang yang mencoba hidup dari pengetahuan tentang yang baik, namun itu pun tidak membawa kehidupan.
Kita mencoba menggantikan kejahatan di dunia (misalnya penyakit) dengan pengetahuan tentang kebaikan (obat-obatan), tetapi itu tidak pernah cukup.
Kita mencoba menggantikan kemiskinan dengan uang, tetapi itu pun tidak pernah cukup.
Kita mencoba menggantikan kesalahan dengan agama, tetapi itu juga tidak pernah cukup.
Dan ketika kita bosan dengan upaya ini, lalu mengangkat tangan dan menyalahkan Tuhan.
“Tuhan yang mengatur.”
“Ya Tuhan!”
“Segala hal terjadi karena suatu alasan.”
“Tuhan membiarkan virus membunuh tanpa pandang bulu.”

Itulah saatnya beberapa orang beralih ke Alkitab dan mencari ayat-ayat penghakiman dan murka untuk mendukung visi mereka tentang Allah.
Rasa bersalah dan ketidaktahuanlah yang membawa kita ke tempat ini. Kita perlu menyalahkan seseorang, dan Tuhan adalah sasaran yang baik untuk memulai. Lagipula, bukankah Dia yang mengirim tulah di masa lalu? Bukankah Dia menempatkan Ayub di ‘neraka’?

Ketika kita makan dari pohon yang salah, kita pun sampai pada kesimpulan yang salah.

Besok kita akan melihat pohon yang lain, Pohon Kehidupan. Inilah saatnya memahami Kehidupan.

[Repost ; “The Tree of the Knowledge of Good and Evil”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra, design oleh Denny Christian].

Read More
Christianity, Quotes

Quote: Rahasia Doa

Seruput kopi cantik YennyIndra:

Doa bukanlah sekedar meminta,

Karena seringkali kita juga tidak tahu apa yang kita minta.

Apa yang hari ini kita anggap baik,

Mungkin saja menjadi malapetaka di kemudian hari.

Doa adalah meletakkan hidup kita ke tangan Allah,

Mempercayakan diri bahwa kehendak-Nya yang terbaik,

Bahkan melebihi apa yang bisa kita harapkan mau pun impikan,

Menikmati kebersamaan dengan-Nya,

Mendengarkan suara-Nya,

Melalui kedalaman hati kita,

Mengijinkan Dia,

Memakai hidup kita sesuai rencanaNya.

Read More

How Can I Feel Good?

Semua orang merindukan rasa nyaman,

Rasa aman….

Sesungguhnya hanya ada satu cara untuk merasa aman dan nyaman:

Jika kita terhubung dengan Tuhan,

Dan ‘saluran’ yang menghubungkan itu bersih dan lancar,

Bebas dari segala hambatan.

 

How Can I Feel Good?

=

How Can I Feel GOD?

Sesungguhnya manusia adalah makhluk spiritual,

Yang sedang mencicipi kehidupan dunia untuk sementara.

Karena itu pepatah Jawa mengatakan,

“Wong urip iku mung mampir ngombe”

(Orang hidup itu sekedar mampir minum = hanya sebentar di dunia ini),

 

Sejak awal manusia diciptakan di dunia,

Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.

Yang membuat tidak baik adalah dosa,

Penghalang dan hambatan dalam saluran menuju pada Tuhan,

Menimbulkan rasa takut, cemas, kemarahan, egoisme ,

Perasaan bersalah, penghakiman dan sebagainya.

 

How Can I Feel Good?

“Mendekatlah kepada-Ku, dan Aku akan mendekat kepadamu”,

Kata Tuhan.

Berpikir, merasakan dan bertindak,

Sesuai dengan prinsip-prinsip-Nya.

Tumbuh keyakinan apa pun yang kita perlukan,

Akan tersedia tepat pada waktunya.

Kembali pada kualitas hubungan saat manusia diciptakan pada mulanya.

Rasa aman, damai, sukacita dan nyaman secara alami melingkupi hidup kita.

Bagaimana pendapat Anda???

YennyIndra

Masih ingat saat kita belajar mengendarai sepeda?

Kita mulai duduk di atas sadel,

belajar mengayuhnya,

oh… jatuh… kita mencoba lagi,

hari demi hari,

hingga kita fasih mengendarai sepeda.

 

Kita tidak dapat belajar mengendarai sepeda,

Hanya dengan membaca teori bersepeda.

Kita harus melakukannya.

 

Demikian pula kita tidak bisa mengenal Tuhan,

Hanya dengan membaca Kitab Suci.

Ketika menyelesaikan masalah-masalah yang menerpa,

Kita belajar menerapkan pengetahuan tentang Dia,

Dan melalui pengalaman demi pengalaman,

Kita mengenal-Nya,

Bukan lagi dari apa kata orang,

Tetapi kita mengenal-Nya secara pribadi.

Ini yang membuat iman kita tak tergoyahkan.

Itulah gunanya masalah-masalah kehidupan.

Siap terima tantangan?

 

YennyIndra
1 2 3 4