Category : Christianity

Banyak yang mengeluh,
Sudah berdoa tetapi tidak terjawab.
Di mana letak kesalahannya?

Seseorang berdoa,
Agar pasangannya memperlakukannya dengan hormat,
Atau anaknya menjadi anak yang lebih rajin,
Namun…
Setiap hari mengomel atau menceritakan,
Bagaimana pasangannya tidak menghargainya,
Atau betapa malas anaknya!

Prinsipnya:
Selama kita masih memegang sesuatu yang lama,
Maka tidak ada tempat untuk sesuatu yang baru hadir.

Berdoa MEMINTA apa yang DIINGINKAN (solusi),
Tetapi terus FOKUS memikirkan apa yang TIDAK DIINGINKAN (masalah),
Itu sama saja tidak berdoa.

Lalu bagaimana mengubahnya?
Katakan selalu selaras apa yang kita doakan,
-Meski faktanya berlawanan-
Bayangkan saat doa sudah terjawab,
Rasakan sukacita dan syukur yang mengalir dari hati kita,
Berbuatlah SEOLAH-OLAH doa kita sudah terjawab SEKARANG.
Yakinlah bahwa jawaban doa sedang dalam perjalanan,
Maka tinggal tunggu waktu jawaban doa segera terealisasi.
Setuju?
Mari kita sama-sama belajar!

YennyIndra

Suatu saat kekeringan sudah berlangsung 3.5 tahun,
Semua orang membutuhkan air,
Apa yang dilakukan Elia?
Dia berdoa MENGUCAP SYUKUR!
Lalu meminta bujangnya melihat
apakah ada awan yang muncul,
Ternyata tidak ada.
Elia berdoa lagi mengucap syukur,
Demikian terus berulang,
Hingga pada kali ke 7 bujangnya melihat,
ada awan sebesar telapak tangan.
Tidak lama kemudian hujan lebat turun…

Kesimpulannya:
Kunci terjadinya mujijat adalah PENGUCAPAN SYUKUR,
Meski seolah tidak ada sesuatu yang terjadi,
Namun sesungguhnya setiap ucapan syukur yang dipanjatkan,
menciptakan bagian-bagian awan mujijat dan jawaban doa.

Hati Tuhan tergerak oleh iman,
Bukan oleh sekumpulan keluhan kita.
Mari mengucap syukur atas apa yang sudah kita terima!

YennyIndra
Christianity, Quotes

Quote 10.07.15: Manfaat Takut akan Tuhan.

Mungkin kita tergoda berpikir,
Apa gunanya hidup takut akan Tuhan dan beribadah kepada-Nya?
Bukankah hujan dan panas yang sama,
menimpa orang yang cinta Tuhan mau pun yang tidak?
Lalu, apa bedanya?

Memang benar,
Hujan dan panas,
Musim semi dan musim gugur,
Bahkan badai yang sama menimpa orang benar dan yang tidak.
Namun,
Orang yang cinta Tuhan,
Bagaikan mendirikan rumah di atas batu karang yang teguh,
Sementara yang hidup menuruti keinginan nafsu kedagingan,
Bagaikan mendirikan rumah di atas pasir,
Saat badai berlalu,
Rumah di atas karang tetap berdiri tegak,
Sedangkan rumah di atas pasir hanyut terbawa badai.

Setelah panas hujan datang silih berganti,
Orang yang cinta Tuhan justru keluar sebagai pemenang dan makin kuat.
Dan bukannya menjadi pecundang dan hancur.

Tuhan menopang orang yang cinta kepada-Nya,
Dengan tangan kanan-Nya yang membawa kemenangan!!!
Jika Tuhan di pihak kita,
Siapa dapat melawan kita?

Read More

Sebagian besar dari kita hidup terlalu sibuk,
Tergesa-gesa,
Diburu dengan berbagai kewajiban dan keharusan,
Sehingga kita tidak pernah menyadari,
Sesungguhnya hidup ini dikelilingi berbagai ‘mujijat’.

Kebetulan demi kebetulan…
Kebetulan dapat tempat parkir yang nyaman,
Kebetulan bertemu orang yang tepat sehingga berkat mengalir.
Karya kita yang rasanya biasa saja,
Menjadi berkat dan dihargai orang lain…
Semuanya serba ‘kebetulan’
Sesungguhnya,
Itu hanyalah cara Tuhan menyatakan kasih-Nya,
Perhatian-Nya …
Bahwa Dia senantiasa hadir dan siap menolong,
Hanya saja kita terlalu sering mengabaikan-Nya…

Jika saja kita bersedia berdiam sejenak dan merenungkannya,
Lalu memberi-Nya kesempatan untuk menguasai seluruh hidup kita,
-Bukannya berjalan menurut kemauan kita sendiri-
Maka hidup akan jauh lebih mudah,
Bebas dari jutaan kekuatiran yang tidak perlu.
Bagaimana pendapat Anda?

YennyIndra

Waktu yang kita manfaatkan untuk merenungkan firman Tuhan,
Tidak pernah sia-sia.

Hidup berjalan detik demi detik,
Tanpa terasa,
Begitu sibuknya sampai kita lupa,
Apa tujuan hidup ini,
Dan ke mana kita akan pergi?
Bagaimana kita akan menghidupi hidup ini?

Begitu banyak orang yang baru sadar,
Saat mereka sedang meregang nyawa,
Menanti sesaat lagi pulang …ke surga.

Firman Tuhan membuat kita sadar,
Akan tujuan dan makna hidup ini.
Kita bisa menjalaninya dengan
cara pandang dan pola pikir yang berbeda,
hidup kita menjadi berarti,
berkualitas dan penuh damai,
meski kadang badai gelombang menerpa,
tetapi kita tahu Tuhan ada di kapal bersama kita.
Badai, angin dan danau pun taat kepada-Nya.
Melegakan sekali!

Pertanyaannya:
Sudahkah kita merenungkan firman-Nya?

YennyIndra
1 2 3 4