Category : Articles

Articles, Relationship, Self Motivation

Getting To The Next Level!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Getting To The Next Level!

Pernahkah kita menyadari, Tidak Ada Orang Yang Bisa Naik ke Atas Sendirian!?
Sejak lahir, ada orang-orang yang berjasa merawat, mengajar, melatih dan membawa kita naik, terampil dan bisa menjadi seperti sekarang ini.
Orangtua, kerabat, guru bahkan pengasuh kita, jelas sangat berjasa. Tetapi ada hal-hal sederhana pula, yang kerap kita anggap biasa saja, padahal sesungguhnya kita berhutang budi lho….

Saya bisa sekolah Charis, karena ada Imam yang membuat saya curious dengan buku “Otoritas Orang Percaya”- Andrew Wommack. Lalu di info ada sekolahnya. Yang akhirnya berlanjut ikut coba kelas lalu sekolah. Hidup saya pun berubah. Naik kelas. Berkualitas.

Naik cruise pertama kali sekian puluh tahun lalu, karena ada P. Vincent & B. Sukinawa yang mengajak join Celebrity Cruise ke Turki & Yunani. Mereka membukakan jalan, mengajari kami bagaimana caranya, hingga sesudahnya, kami puluhan kali naik cruise sendiri ke berbagai destination. Termasuk join *Allure of The Seas*, cruise terbesar di dunia beberapa tahun lalu. Karena B. Sukinawa rajin info dan memotivasi untuk mencobanya.

Bahkan saat ke Alaska, kebanyakan orang ambil cruise dari Seatle, kembali ke Seatle. Atau dari Vancouver, kembali ke Vancouver. Karena info dari B. Sukinawa, kami ambil cruise dari Vancouver turun ke Anchorage, dengan konsekuensi kami mesti beli tiket pesawat extra lagi dari Anchorage kembali ke Vancouver. Langka yang ambil rute ini, tetapi ini pengalaman betul-betul di Alaska.
Dari Anchorage, kami ambil landtour lagi beberapa hari.
Yeaaayyyy….. keren ya?

Merasakan real Alaska, beneran Alaska yang sesungguhnya, di mana beruang masih berkeliaran, kambing hutan di tebing-tebing di sisi jalan dan bertemu dengan orang-orang yang awalnya hanya berencana liburan musim panas di sana, tetapi berakhir dengan menetap di Alaska berpuluh-puluh tahun.

“Apa yang menarik?”, tanya saya pada mereka.
“Di sini bagaikan dunia yang berbeda. Tenang… tidak terburu-buru seperti di New York atau di kota-kota besar lainnya. Tidak ada saling jegal. Life is so simple…”

Lalu meluncurlah cerita-cerita manis, orang-orang yang mengisi hidupnya dengan melakukan hal-hal yang disukainya. Banyak yang gemar memancing di alam yang masih perawan, cantik bak surga dunia. Enjoy Life.
Wow…
Saya mengalami pengalaman langka berkesan ini, karena ada B. Sukinawa yang memotivasi, menginspirasi dan menunjukkan jalannya.

Beberapa teman senang diajak ke tempat yang unik dan cantik atau dipromosiin bisnisnya, jadi sukses. Tetapi saat mereka pergi ke tempat yang oke, belum tentu ingat kita. Itu sudah biasa…..
Jarang yang seperti B. Sukinawa.
Ada teman-teman baik, yang gak mau merugikan kita, tapi sebagian ga ingin kita naik level karena ga mau tersaingi, yang lain ga peduli dan ga punya waktu mikirin kita.
“Apa untungnya buat saya?”

That’s why jika ada teman-teman yang mau menunjukkan jalan bagi kita dan betul-betul bersedia membimbing kita ‘naik kelas’, hargai sungguh-sungguh.
Jangan pernah lupakan kebaikan dan jasa orang lain.
“Hutang budi dibawa mati,” kata mama.

Gak usah sakit hati, tersinggung atau terluka jika ada teman-teman yang hanya ingin memanfaatkan, mengambil keuntungan dan baik klo ada butuhnya saja.

Ssstt…. sejujurnya dulu saya sebel abis juga.
Tetapi setelah Sekolah Charis jadi sadar, justru karena orang-orang di luar sana seperti itu, kita bisa belajar jadi berbeda: tulus tanpa ada udang di balik batu.
Nach…. ‘dunia’ di sekeliling kita merasakan perbedaannya, mereka bisa melihat Allah dalam kehidupan kita.
Hhhmmm… ternyata karena cinta Tuhan sehingga bisa baik & tulus…
Bukankah itu kehendak Tuhan, agar dunia melihat kita menjadi demonstrasi kebaikan-kebaikan-Nya…. koq hoki terus, dikejar-kejar hal-hal baik dan hidup kita jadi cermin kebaikan-Nya?

********

Kebanyakan orang saat mendengar kata ‘Memberi’, maka yang dipikir selalu memberi uang atau hal-hal yang bersifat materi.
Tidak sedikit yang alergi mendengarnya…. wkwkwk… cape selalu ditodong sumbangan atau diharapkan beli ini atau itu.

– Suatu ketika kami mengalami kesulitan berkaitan dengan sebuah perusahaan besar yang sudah Go Public. Mengajukan keberatan, komplain atas masalah yang kami alami, ditanggapi oleh customer service, dilaporkan ke atasannya, hingga ke atasannya lagi. Bertele-tele, gak selesai-selesai, intinya gak berani ambil keputusan.
Ketika saya bercerita dengan sorang sahabat, ternyata dia kenal pemiliknya. Langsung diperkenalkan, sang pemilik menelpon bawahannya, dalam 2 hari tuntas dan menghemat banyak sekali dana.

– Saya bisa menulis, karena MDC Surabaya memberi kesempatan sehingga artikel saya diperkenankan mengisi Warta Jemaat selama 5 tahun, hingga format warta jemaat jadi 3 bulanan.
Musim berganti. Saatnya saya melangkah maju tetapi tanpa MDC Surabaya, tidak ada YennyIndra & Seruput Kopi Cantik hari ini.

Demikian juga dengan TLW & Sekolah Charis yang memberi kesempatan saya belajar, berlatih, bertumbuh serta menerima dengan kasih dalam prosesnya.
Saat kita cantik, manis, menyenangkan… semua bisa menerima dengan tangan terbuka … tetapi saat sedang berproses, bertumbuh bagaimana mengalahkan diri sendiri, itu beneran ‘mbencekno’ dan tidak manis….
Dan mereka menerimanya dengan penuh kasih, hingga lulus.
Nach ini tidak mudah… bersyukur saya memiliki ‘keluarga’ yang sungguh-sungguh melayankan kasih Allah.
Pemberian yang tidak ternilai harganya….

Belajar dari kisah di atas, kita bisa Memberikan Ide, Inspirasi, Motivasi, Solusi apik, kesempatan, penerimaan tanpa syarat dll, tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun.
Membawa naik kelas lho!
Percayalah, tidak semuanya harus dinilai dengan uang….
Makes sense?

Yuk kita berlomba-lomba memberi dengan kasih…. apa saja yang kita bisa, termasuk uang & materi, jika diperlukan.
Wong kita kan cuma pengelola, semua yang kita miliki, sejatinya adalah milik Tuhan.
Setuju?

Getting to the next level always requires ending something, leaving it behind, and moving on. Growth demands that we move on. Without the ability to end things, people stay stuck, never becoming who they are meant to be, never accomplishing all that their talents and abilities should afford them. – Henry Cloud.

*Untuk mencapai level berikutnya selalu membutuhkan akhir dari sesuatu, meninggalkannya, dan terus maju. Pertumbuhan menuntut kita untuk terus maju. Tanpa kemampuan untuk mengakhiri sesuatu, orang akan terjebak, tidak pernah menjadi seperti yang diharapkan, tidak pernah mencapai semua yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya. – Henry Cloud.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

Serba-Serbi Kesembuhan…


Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Serba-Serbi Kesembuhan…

“Bu Yenny, bagaimana caranya agar kesembuhan saya segera bisa termanifestasi? Saya sudah stress bu… tolong beritahu caranya…”

“Pak, yang jelas kesembuhan sudah tersedia di dalam roh orang percaya yang sudah lahir baru. Kesembuhan itu milik kita, tetapi untuk memanifestasikannya, dibutuhkan respon iman.
Asalkan persyaratan ini dipenuhi, Manifestasi itu Pasti. Tetapi tidak ada yang memastikan berapa lama?
Kesembuhan itu Bukan Formula, Tuhan Yesus berulangkali menyembuhkan orang buta dan caranya tidak pernah sama.
Tetapi ada ciri khas yang sama, semuanya membutuhkan respon iman. Ada tindakan iman yang dilakukan.”

Lilian B. Yeomans (1861-1942), seorang dokter Kanada, menjadi salah satu penginjil penyembuhan yang paling terkemuka di awal gerakan Pentakosta. Pelayanannya yang luar biasa merupakan hasil dari pembebasannya dari kecanduan narkoba. Setelah Lilian menemukan kesembuhan rohani dan jasmani melalui kuasa Yesus Kristus, dia berkomitmen untuk memperkenalkan orang lain kepada “Sang Tabib Ajaib.”

Saat tengah berusaha memanifestasikan kesembuhannya, Lilian terus menerus fokus menggali firman-firman tentang kesembuhan dan berusaha sembuh secepatnya. Namun tidak kunjung ada hasilnya.
“Mengapa Tuhan?”, tanyanya galau.

Hingga suatu ketika, Lilian mendapatkan pewahyuan yang baru. Sekarang dia menggali firman Tuhan dan fokus, BUKAN sekedar mengejar kesembuhan, tetapi karena Rindu Mengenal Tuhan.

Hari demi hari berlalu, Lilian menenggelamkan diri dalam hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan, serta menikmatinya. Damai sejahtera yang melampaui segala akal memerintah dalam hati dan pikirannya.
Lilian nyaris lupa pada penyakitnya. Hatinya yang Full Firman, mengarahkan pikirannya hanya tertuju pada Yesus.
Hingga suatu ketika dia sadar, ternyata kecanduannya sudah lenyap.

*******

Kebanyakan orang saat ingin sembuh, perhatiannya tertuju pada symptom penyakitnya.
Jika ‘tanda-tanda’ penyakitnya masih ada, merasa belum sembuh.

Kebenaran yang sejati, orang percaya yang sudah lahir baru itu orang sehat, orang yang SUDAH disembuhkan oleh Yesus di kayu salib 2000 tahun yang lalu.

Jika ada symptom muncul: bersin, pusing atau tanda-tanda penyakit lainnya, cara berpikir yang benar adalah ini tanda si musuh berusaha mencuri kesehatan kita.
Respon apa yang harus kita lakukan?
Gunakan otoritas kita sebagai orang percaya untuk memerintahkan symptom itu pergi.

Markus 11:23 (TB) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.

Tetapi yang umum terjadi, begitu symptom muncul, justru diterima.
“Oh, aku flu nich… tenggorokan sakit dan bersin-bersin”
Gubbbrrraaakkk…….
Alamak…… koq diterima, bahkan lebih parahnya lagi, justru sepakat dengan si musuh, setuju bahwa dia sakit.
Gak heran sakit beneran! Iblis diberi pijakan sich …. merajalela dia…
Terjadilah menurut imanmu…..

******
Cara termudah untuk sembuh dan hidup sehat, dengan cara memprogram diri kita Full Firman Tuhan.
Why?
Firman Tuhan itu Allah sendiri, Pikiran Allah, Wisdom Allah, Jalan Kebenaran yang membawa kepada kepenuhan hidup yang sejati, termasuk sembuh & sehat. Divine Health.

Yohanes 6:63 (TB) Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

Dengan Full Firman, apa pun yang terjadi, yang meluap dari kita ya…. Firman. Lha wong isinya semua firman.

Dahsyatnya, Firman itu roh dan hidup, berkuasa mencipta pula. Tuhan mencipta alam semesta dengan firman-Nya.
Bisakah kita membayangkan, bagaimana jadinya jika setiap perkataan kita adalah firman yang mencipta?
Wow….
Dengan full firman, mencegah kita dari Wrong Thinking-Pikiran Salah, yang membuka celah bagi si musuh. Menghindarkan kita dari ribuan pertempuran yang tidak perlu. Hidup jauh lebih efisien dan berkualitas.
Menarik bukan?
Yuk…. kita praktikkan.

We serve a Miracle-Working God who says we have Nothing To Fear” – Ps. John Hagee.

“Kami melayani Tuhan Pembuat Mukjizat yang mengatakan bahwa Kita Tidak Perlu Takut” – Ps. John Hagee.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Doa!


Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Doa!

“Bu Yenny, saya klo berdoa terus menerus sama. Mendoakan anak, menantu, cucu, bisnis dan teman-teman…lengkap pokoknya. Kuatir gak diberkati jika kelupaan. Itu betul gak ya bu cara saya berdoa?”, tanya seorang ibu.

Dulu saya pun begitu. Bertahun-tahun saya mendoakan doa dalam buku “Kuasa doa seorang istri” dan “Kuasa doa ayah bunda”, tulisan Stormie Omartian. Pokoknya merasa berhutang, jika belum semuanya di doakan.

Padahal jika dipikir lagi, bukankah Allah Maha-tahu?
Bahkan Raja Daud berkata,
“Sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.”

Hingga semakin hari hubungan pribadi dengan Tuhan makin bertumbuh, demikian pula pengenalan saya akan Dia.
Tuhan itu amat sangat mengasihi saya, bahkan lebih daripada saya dapat mengasihi diri saya sendiri.
Kerap saya ingin memastikan anak-anak aman, mendapatkan yang terbaik…. sampai saya mengenal Tuhan lebih dalam dan lebih dalam lagi…. lalu menyadari, betapa Tuhan mengasihi anak-anak cucu-cucu saya jaauuuhhh melampaui saya mengasihi mereka….
Speechless….
Terbersit dalam benak ini, mengapa saya tidak menyerahkan setiap aspek hidup saya sepenuhnya saja kepada yang sudah terjamin: Allah saya yang Maha-Kasih, Maha-peduli, Maha-kuasa???

Semakin merenungkan kebaikan dan kasih-Nya, semakin merasa betapa hidup ini sebenarnya so simple….
Ikuti saja arahan-Nya seperti seorang anak kecil yang mempercayakan hidupnya kepada Papanya.
Tuhan pasti memberikan yang the best.
“Gitu aja koq repot”, meniru ungkapan Gus Dur.

Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,
atau memberi ular, jika ia meminta ikan?
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

Kurang apalagi klo sudah ada jaminan begini?
Yeaaayy…..

Jangan-jangan klo saya ‘mendikte’ Tuhan dengan segala keinginan saya, bisa jadi itu justru bukan yang terbaik, malahan sesuatu yang berbahaya.
Kita hanya bisa melihat sejauh mata memandang, Tuhan mampu melihat hingga apa yang akan terjadi puluhan tahun mendatang.

Suatu ketika Joel Osteen naik pesawat. Di samping kursinya ada pegangan yang dipikirnya itu adalah tarikan untuk meja.
Ditarik, tidak terbuka. “Tuhan, tolong….”, doanya dalam hati.
Tetap tidak terbuka.
Sampai akhirnya sang pramugari mengingatkan, itu pegangan pintu darurat.
Untunglah Tuhan tidak menjawab doanya…. Dia menjaga dan menyelamatkannya.
Bukankah kita pun kerap demikian?
Protes, mengapa Tuhan tidak mengabulkan doa kita?
Nach lho….

“Lalu bagaimana jika ingin menyampaikan permohonan Bu Yenny?”
“Saya biasa menceritakan kepada-Nya. Diskusi dan ceritakan saja seperti anak dengan papanya. Bahkan saya kerap bertanya dan minta penjelasan-Nya tentang firman-Nya, atau hal-hal lain yang tidak saya mengerti… dengan cara-Nya yang unik, Tuhan akan menjawab dan membuat saya mengerti.”

Akhir-akhir ini, saya justru meminta Tuhan agar saya dapat menggenapi Plan-rencana-Nya agar dapat digenapi dalam kehidupan saya. Bukankah untuk itulah saya diciptakan di dunia ini?
Ada tujuan Tuhan dan misi-Nya yang tak tergantikan bagi saya. Hanya dengan menggenapi tujuan Tuhan dalam menciptakan kita, hidup saya dan setiap kita, menjadi puas, penuh serta utuh. Whole.

Lalu apa yang dilakukan?
Fokus untuk terus memandang Tuhan dan cahaya kemuliaan-Nya, sehingga bayangan kita pun dapat menyembuhkan orang yang sakit.
Penuhi pikiran serta hati kita dengan firman-Nya.
Why?
Karena firman itu adalah Allah sendiri.
Firman Allah adalah pikiran Allah, hikmat (wisdom) Allah. Firman juga menunjukkan jalan-jalannya Allah.

Dengan berpikir, berkata-kata & bertindak sesuai Firman Tuhan kita dapat memanifestasikan segala kekayaan dan anugerah-Nya yang tersimpan di dalam roh kita.

Ketika hidup full firman, ibarat hidup kita diisi full jeruk, saat ditekan oleh keadaan, situasi yang sulit dan menekan, yang keluar pun jeruk.
Inilah yang ingin dilihat oleh dunia…. hidup yang sungguh-sungguh mencerminkan Allah. Terang dunia….

Belajar sama-sama yuk….

*We are the ones who determine our level of intimacy with The Lord – John Bevere.*

*Kitalah yang menentukan tingkat keintiman kita dengan Tuhan – John Bevere.*

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

Mau Sembuh Supernatural? Ini Rahasianya!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Mau Sembuh Supernatural? Ini Rahasianya!

“Bu Yenny, saya sudah deklarasi janji kesembuhan Tuhan setahun terakhir ini, tetapi tidak ada hasilnya. Saya tidak minum obat karena percaya Tuhan. Mengapa Tuhan tidak menjawab saya? Stadium penyakit saya justru meningkat, tanda makin parah”, ujar seorang ibu dengan kecewa.
Familiar dengan kisah ini?

– Pertama, Ignore alias mengabaikan tanda-tanda penyakit, BUKAN IMAN.
Ada orang-orang yang meninggal prematur, sebelum waktunya, karena mengabaikan tanda-tanda yang diberikan oleh Roh Kudus.
Jika ada tanda-tanda tidak beres, check ke dokter bukan dosa. Dokter dan medis itu salah satu sarana yang dipakai Tuhan untuk menolong kita semua.
Dengan demikian kita tahu apa yang salah dan bagaimana kondisi kita secara medis. Dan dengan bijak kita bisa membereskannya. Itu disebut berhikmat. Wisdom.

– Setelah itu, datang kepada Tuhan, 1 Petrus 5:7 (TB) Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
Berhenti kuatir tetapi depend on God, bergantung kepada cara Tuhan dalam menyelesaikan permasalahan ini.

– Tanya kepada Tuhan, Dia akan menyembuhkan secara natural atau supernatural?
Caranya?
Dengarkan suara di dalam hati kita.
Hati = roh + jiwa ( pikiran, emosi, kehendak & imajinasi).
Kita tahu saat lahir baru, kesembuhan sudah tersedia di dalam roh kita karena Tuhan Yesus sudah membayarnya di kayu salib 2000 tahun yang lalu.
Nach sekarang masalahnya ada di jiwa, apakah jiwa kita sepakat dengan Tuhan?
Istilah sederhananya, apakah iman kita sudah sampai untuk memanifestasikan kesembuhan yang ada di dalam roh kita?

Yakobus 1:5 (TB) Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit —, maka hal itu akan diberikan kepadanya.

– Guru-guru di Charis bercerita, kerap ada orang yang datang bertanya kepada mereka,
“Pastor, apakah saya harus ke dokter dan minum obat, atau tidak usah?”

“Pergi ke dokter dan minum obat”

Why?
Kalau seseorang bertanya demikian, artinya dia ragu-ragu.

Iman sejati itu iman karena mendengar suara Tuhan. Bisa melalui firman yang dihidupkan, seolah-olah firman yang kita baca melompat dan membuat hati kita berkobar-kobar, percaya dan antusias. Atau melalui Knowing…. tahu saja apa yang Tuhan mau dan mendapatkan keyakinan yang tak tergoyahkan.
Iman yang sejati itu, meski dunia mengatakan itu mustahil, tetapi hati kita yakiiiiinnnn sekali karena jiwa kita menyatu dengan roh dan sepakat.
Inilah Iman yang Tidak Pernah Gagal

– Jangan merasa ‘kurang rohani’ jika iman kita masih belum sampai.
Apa tandanya?
Kita ‘BERUSAHA’ beriman…. ada keraguan, takut, galau…

Jangan merasa tertuduh, kedewasaan rohani itu proses.
Jangan pula ikut-ikutan orang lain, karena level iman setiap orang itu berbeda.
Berita baiknya, Tuhan menemui kita di setiap level iman yang kita miliki.

Dulu saat awal saya kena hipertiroid juga begitu, berat badan saya tinggal 45 kg. Karena saya sudah mulai sekolah Charis, saya paham teorinya bahwa kesembuhan sudah ada di dalam roh saya, tinggal dimanifestasikan.
Saya stop obat, berat badan saya sudah naik sd 49 kg. Pertanda membaik, karena ciri hipertiroid berat turun terus.
Suatu hari dengar teman meninggal, saya takut, dalam 3 hari berat saya turun 45 kg lagi. Iman saya belum sampai.

Saya minum obat lagi. Tetapi selama proses itu, terus menerus membangun iman, apalagi saya sekolah di Charis, siang malam hidup full firman. Ketika iman makin bertumbuh, saya stop obat sembuh total, normal hingga kini, tanpa operasi, dan hasil check laboratorium berulangkali membuktikan saya normal.

– Baik dalam proses memanifestasikan kesembuhan secara natural mau pun supernatural, kita perlu mendeklarasikan firman dan berdiri teguh di atas firman Tuhan.

Sesungguhnya, kita sakit karena ada celah yang terbuka, sehingga iblis bisa punya pijakan, membuat sakit.

Banyak orang yang asal mengambil firman Tuhan lalu mendeklarasikan dan mencoba berdiri di atas firman itu.
Itu bisa diibaratkan asal ambil obat, tidak peduli apa penyakitnya.
Ambil betadine untuk mengobati diare, misalnya, gak mungkin sembuh bukan?
Dengan cara yang sama, inilah alasannya mengapa banyak yang deklarasi firman Tuhan dan tetap sakit.

Jika kita melakukan sesuatu dan tidak mendapatkan hasil: STOP!
Kembali kepada Tuhan dan bertanyalah: Tuhan di mana saya membuka celah dan bagaimana cara menutupnya?

Ada yang sakit karena kurang istirahat, makan makanan yang salah, tubuh di ‘abuse’ mengkonsumsi obat-obatan terlarang dll.
Tetapi ada yang sakit karena kepahitan, sakit hati, membiarkan emosi terus menerus meledak, mendengarkan atau menonton hal-hal yang membuat hati serta pikirannya berkecamuk, akibatnya terjadi kelelahan secara mental.
Ada pula yang hobinya meng-entertain ketakutan, kemungkinan buruk, terus menerus berpikir negatif.

Nach… dengan bertanya, Roh Kudus akan menunjukkan di mana celah terbuka, memberikan hikmat bagaimana cara menutupnya serta firman mana yang harus dideklarasikan & kita harus berdiri teguh di atasnya.
‘Resep yang tepat untuk penyakit yang diderita’.
Dengan demikian kesembuhan secara supernatural mau pun saat masih minum obat pun bisa tercipta.

– Bagaimana jika kita bertanya kepada Tuhan dan ‘seolah’ tidak mendapat jawaban?

Itu artinya hikmat/wisdom dan pengertian kita cukup untuk mengambil keputusan yang baik.
Ambil keputusan yang terbaik, sesuai pertimbangan kita.
Bukankah Allah tinggal di dalam kita?

Kita sudah menjadi ciptaan baru (2 Kor 5:17), dipimpin oleh Roh Kudus (1 Kor 6:17), as He is so are we in this world (1Yoh 4:17).
Ketika kita menjadi satu dengan Dia, pertimbangan dan keinginan hati kita pun dipimpin oleh-Nya, selama itu selaras dengan firman-Nya.

Suatu ketika Barry Bennett matanya bermasalah. Jadi beliau berdoa bertanya kepada Tuhan tetapi seolah Tuhan diam.
Mengingat masa liburan hampir selesai dan Barry harus mengajar lagi, dengan mata bermasalah, akan menyulitkannya.
Barry pun memilih operasi dan hasilnya sangat baik.

Penting dicatat, pertimbangan utamanya, bukanlah ke dokter atau tidak, namun apakah kita mengerjakan segala sesuatu dengan iman?

Ibrani 11:6 (TB) Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Siap praktik? Yuk…..

Jesus used His Faith by His Words.” – Kenneth Copeland.*

Yesus menggunakan Iman-Nya melalui Perkataan Firman-Nya.” – Kenneth Copeland.*

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

*We Have Power To Control It.*

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

*We Have Power To Control It.*

Seorang teman merasa kecewa, saat dalam sebuah permainan, mendapati tokoh yang selama ini dikaguminya, ternyata melakukan ‘kecurangan’ kecil demi memenangkan pertandingan.
Konon jika ingin melihat karakter seorang pria, lihatlah di dalam permainan.
Semua orang ingin menang… ?
Itu hal yang lumrah dan wajar ala dunia.

*****
Namun saat kita mengenal Allah secara pribadi, dan menyadari bahwa kita memiliki roh, jiwa dan tubuh, itu mengubah banyak hal lho…
Awalnya pemahaman ini hanyalah sebagai teori yang semata sebagai pengetahuan di kepala, namun saat dipraktikkan, ternyata menjadi kekuatan yang tak terduga.
Semakin kita konsisten mengisi pikiran dan hati kita dengan firman-Nya, semakin kita menyerap karakter, ketenangan, hikmat-Nya yang tanpa disadari, mengubah cara kita meresponi berbagai hal dalam kehidupan kita.

Ada kalanya kita kewalahan menghadapi beratnya masalah yang seolah meneror dari segala jurusan.
Menggoda agar segera bereaksi, mengambil sikap secara otomatis, mengikuti perasaan saat itu.
Itu normalnya respon kita dulu.

Dengan memahami pengertian roh, jiwa dan tubuh, kemudian kita disadarkan,
“Oh, emosi… kemarahan ini artinya yang beroperasi itu jiwa kita. Jiwa terdiri dari pikiran, emosi, kehendak dan imajinasi.
Jika saya meresponi dari jiwa, berarti tidak berjalan bersama Tuhan dong… Allah itu roh, jika berespon selaras dengan Tuhan, maka seharusnya kita berespon sesuai dengan roh, bukan jiwa.
Buah roh itu apa saja?
Kasih, sukacita, damai Sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.
Hhhmmm… berarti respon emosi, marah, tersinggung itu di luar Tuhan.”

Dengan menyadari hal ini, kita bisa mundur dulu beberapa langkah, melihat dan mempertimbangkan kembali, sebelum mengambil keputusan.
Dan teknik sederhana ini, menghindarkan kita dari ribuan pertempuran yang tidak perlu.

Tentu saja semua itu tidak terjadi begitu saja, perlu latihan.
Bahkan meski sudah sukses mengendalikan diri selama berkali-kali, tidak berarti akan sukses selamanya.
Kadang kita bisa tergoda untuk kembali berespon dari jiwa, saat lelah, kurang nyaman dan berbagai penyebab lainnya.
Komplain untuk urusan kecil-kecil…. rasanya wajar koq..
Ah, lupa…. hidup kita itu dilihat orang lain dan diharapkan menjadi teladan.
Nach lho!

Jadi kita tidak bisa menyombongkan diri, sudah menjadi pribadi yang dewasa rohani. Segala pencapaian itu bisa diraih, jika kita terus menerus di dalam Tuhan, bukan karena hebatnya kita.

*******

Teknik untuk menguasai diri adalah Fokus pada apa yang bisa kita kontrol.

– Kita hanya bisa mengontrol kata-kata kita, dan tidak bisa mengontrol kata-kata orang lain.

Saat orang lain melontarkan kata-kata negatif, tuduhan dll, entah benar atau tidak, pilihan di tangan kita: respon apa yang kita ambil?
Dilawan, dibiarkan atau ditanggapi nanti setelah suasana lebih kondusif?

– Kita hanya bisa mengontrol sikap kita dan tidak bisa mengontrol sikap orang lain.

Semakin kita mengenal Tuhan, ke mana pun kita pergi, diharapkan agar saat orang melihat kita, mereka melihat Tuhan di dalam kita. Wow…. ini benar-benar tanggungjawab yang tidak mudah. Tanpa menempel erat pada Tuhan, nyaris mustahil untuk dicapai.

– Kita hanya bisa mengontrol keputusan kita, bukan keputusan orang lain.

Cengli or gak cengli. Masuk akal atau tidak, jika itu keputusan orang lain, kita tidak bisa memaksanya berubah. Kita hanya bisa mempengaruhi seseorang, tetapi keputusan ada di tangan masing-masing.
Nach sekarang tergantung kita dalam menanggapinya, ending seperti apa yang yang hendak diambil, di tengah kondisi yang mungkin saja tidak menyenangkan hati kita.

– Kita tidak bisa mengontrol pendapat orang tentang kita, tetapi kita dapat mengontrol pendapat kita tentang diri kita sendiri.

Kerap orang terluka dengan label dan pendapat orang lain tentang dia. Entah pendapat itu benar atau tidak. Kita tidak bisa mengontrolnya.
Ada teman yang sangat terluka dengan ayahnya, dilabeli ‘bodoh’ hanya karena kurang jago matematika. Tetapi teman ini seorang pemain musik yang handal.
Sesungguhnya, monyet tidak bisa berenang dan ikan tidak bisa memanjat.
Teman ini tidak bisa memaksa ayahnya mengubah pendapatnya, tetapi dia bisa membangun kepercayaan dirinya, dengan menyadari Tuhan nenciptakannya secara khusus dan berbeda dengan saudaranya yang lain. Setiap orang punya keunikan dan kelebihan masing-masing.
Tuhan tidak pernah salah!
Dengan membangun pemahaman siapa jati dirinya di dalam Tuhan, teman ini dapat meraih prestasi besar di dalam Tuhan, sehingga pada waktunya, ayahnya dapat menghargainya.
Bukan dengan memaksa, terluka, mengasihani diri lalu menanggapinya secara emosi. Jangan menunggu penerimaan orang lain.

Kita sendiri yang menentukan pendapat kita tentang diri kita sendiri dan merealisasikannya. Tuhan menciptakan setiap kita menjadi pribadi yang unik, limited edition, ga ada duanya di dunia ini. Seberapa tinggi kita naik, tidak ada yang bisa menghalanginya, asalkan kita berkolaborasi dengan Tuhan.
Berita baiknya, lakukan saja yang terbaik yang kita bisa, Tuhan akan menjadikannya luar biasa saat kita depend on God, bergantung kepada-Nya.
Setuju?
Yuk…. jadi pribadi terbaik yang kita bisa. Hidup hanya sekali dan tidak bisa diulang. Jangan disia-siakan!

Make sure you don’t see yourself through the eyes of those who don’t value you. Know your worth even if they don’t. – Thema Davis.

Pastikan Anda tidak melihat diri Anda dari sudut pandang orang yang tidak menghargai Anda. Ketahuilah nilai Anda meskipun mereka tidak melakukannya. – Tema Davis.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 86 87 88 89 90 319