Category : Articles

Articles

Pintu Tertutup? Mengapa Tuhan? Tidak Adil!

Seruput Kopi Cantik

?Yenny Indra?

Pintu Tertutup? Mengapa Tuhan? Tidak Adil!

Seorang pengusaha hotel berpengalaman, langsung melihat strategisnya tanah yang menghadap Central Park, New York City yang terkenal. Insting bisnisnya mendorongnya u segera mendirikan hotel cantik di sana.

Dia sudah membayangkan tentu sangat menguntungkan hotel baru ini, dan tentu saja biayanya sangat besar sehingga dia perlu menggandeng investor lain, sekaligus mengajukan pembiayaan dari Bank.

Perijinan tidak mudah. Menyiapkan design, rancangan, proposal dan sebagainya membutuhkan waktu lama. Sempat Bank yang satu membatalkan kreditnya, jadi harus mencari lagi pembiayaan dari Bank lain.

Uh… Sungguh tidak mudah. Proyek besar, memang tidak mudah.

Tanpa terasa 2 tahun telah berlalu. Persis menjelang proyek hendak direalisasikan, tiba-tiba rekan investornya mundur!

Sungguh tidak masuk akal!

Sangat mengecewakan!

Why Lord?

Tuhan sungguh Tidak Adil!

Tiga bulan berlalu, wabah Virus Covid-19 merajalela di mana-mana. Dan New York City yang terkena dampak paling parah.

Pengusaha ini sekarang bersyukur kepada Tuhan untuk Pintu yang Tertutup.

Tuhan menyelamatkannya.

Seandainya proyek itu tetap berjalan, maka dia akan kesulitan keuangan bahkan bisa  mengakibatkan dia kehilangan aset-asetnya yang lain.

Kisah yang diceritakan oleh Joel Osteen sungguh sangat menyentuh dan membukakan pikiran saya.

Ada doa yang tak kunjung terjawab.

Haruskah kecewa?

Tidak!

Kisah ini mengajarkan saya untuk tetap percaya, Tuhan tahu yang terbaik!

God’s timming is perfect.

Waktu Tuhan itu sempurna.

Dia mengasihi saya, melebihi saya mengasihi diri saya sendiri.

Ada hal-hal yang tidak kita mengerti terjadi dalam hidup ini. Serahkan hidup kita kepada-Nya. Biarkan diri kita dipimpin dan bersedia dibentuk oleh-Nya. Seperti kalau kita ikut tour, guide akan mengarahkan rute perjalanan dan pengaturan waktu secara efisien.

Tuhan adalah Guide hidup kita. Jika kita mengikuti arahan-Nya, maka hidup kita akan efisien, sampai tujuan sesuai dengan rencana. Namun jika kita menolak mengikuti-Nya , mau jalan sesuai selera kita sendiri maka tidak salah, hidup jadi kacau balau.

Kesimpulannya:

Mari kita hidup taat mengikuti arahan Tuhan.

God  designed you for Success. He made you to be a Winner! – Andrew Wommack

Tuhan mendesain Anda untuk Sukses. Dia membuat Anda menjadi Pemenang! – Andrew Wommack

YennyIndra

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC

MPOIN PLUS & PIPAKU

PRODUK TERBAIK

PEDULI KESEHATAN

Read More
Articles

“Pilihan Ada Di Tangan Anda!”

“Pilihan Ada Di Tangan Anda!”

Kita dapat memilih masa depan dan takdir kita sendiri.
Kita bisa memilih mengijinkan Roh mengasihi dan melalui hidup kita. Kita dapat memilih menerima sukacita Tuhan, memperbaharui pikiran, berdoa dalam Roh, menjadi pelaku Firman, memberi dan mengampuni serta hidup oleh iman.

Tuhan bukanlah variabel dalam hidup kita. Anugerah adalah penyediaan terus menerus serta berkelimpahan bagi setiap kebutuhan. Variabelnya adalah keinginan kita. Kita sendiri yang memilih untuk pasif atau aktif dalam membangun persekutuan kita dengan Tuhan.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.
Markus 11:23 (TB)

Kitalah yang dimaksud dengan “Barangsiapa!”
Kita bisa menjadi seperti yang Tuhan inginkan serta berjalan dalam kemenangan sebanyak yang kita inginkan!
Seberapa penting bagi kita, kehidupan Allah yang berkelimpahan?

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Yohanes 3:16 (TB)

Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”
Yohanes 4:14 (TB)

Daripada terganggu dan dibutakan oleh keadaan serta perasaan, setiap kita dapat berfokus pada kebaikan Tuhan, menepati janji-Nya, dan menghindari kerusakan yang ada di dunia. Kasih karunia Tuhan adalah penyediaan-Nya untuk setiap kebutuhan kita. Kita bisa memilih menjadi pendatang yang aktif atau justru korban yang pasif.

……. Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.
Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.
2 Petrus 1:3-4 (TB)

[Repost ; “The Choice Is Yours” – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

Read More
Articles

Ketika Kabut Tebal Melingkupi Hidup…. Apa Yang Harus Dilakukan?

?Seruput Kopi Cantik?
?Yenny Indra?

Ketika Kabut Tebal Melingkupi Hidup…. Apa Yang Harus Dilakukan?

Don & Jim adalah dua orang pria yang hobi memancing. Mereka berdua sudah berkelana memancing ikan ke berbagai tempat. Sangat berpengalaman.

Pada suatu ketika mereka akan memancing di sebuah tempat yang luas dan cantik. Cuaca pagi cukup cerah, namun ramalan cuaca tidak terlalu bagus.
Saat sedang bersiap-siap, Jim mengobrol dengan seorang nelayan tua di sana.

“Kalau kalian kehilangan arah, ingatlah terus berjalan ke arah utara dan kalian akan kembali ke tempat ini,” ujar sang nelayan.

Jim berterima kasih dan segera mereka berangkat. Segala sesuatu berjalan baik dan menyenangkan. Tangkapan ikan banyak dan pemandangan indah. Semuanya lancar.

Hingga saat mereka akan pulang, tiba-tiba kabut putih tebal menutupi daerah itu.
Mereka kehilangan arah.
GPS agak bermasalah, rasanya arah yang ditunjukkan tidak terlalu meyakinkan. Don merasa mereka harus ke arah selatan.
Tetapi Jim ingat kata-kata sang nelayan, harus ke arah utara.

Kapal pun dibawa ke arah utara, namun tidak ada tanda-tanda bahwa arah mereka itu benar. Galau, Don & Jim sempat berdebat ke arah mana yang harus diambil.
Perasaan mengatakan arah mereka salah tapi entah mengapa, kata-kata sang nelayan tua terus terngiang di telinga. Jim menguatkan hatinya, bersikukuh tetap ke utara. Beberapa jam kemudian, mulailah kelihatan tanda-tanda bahwa memang arah yang mereka ambil itu benar.
Tidak lama kemudian, tibalah mereka dengan selamat.

Kadang hidup pun seperti itu. Masalah besar menimpa, doa pun sudah tekun dipanjatkan. Namun belum ada tanda sedikit pun bahwa jawaban akan tiba.
‘Kabut’ tebal seolah melingkupi, tidak kelihatan apa pun. Gelap. Pekat.

Seperti juga Jim, kita harus berpegang pada janji firman Tuhan yang kita terima terakhir.
Bagi Jim petunjuk tetap ke utara, ketika dia taat, dia pun tiba di tujuan.

Saat Tuhan memberi Firman-Nya untuk kita, kuncinya terus pegang erat… Yang terjadi, kita kerap tergoda dengan pendapat orang lain di sekitar kita, yang mengatakan arah kita salah.
Mereka memberi saran yang ‘logis’, masuk akal secara manusia.

Oleh sebab itu, sangatlah penting menentukan siapa orang-orang yang ada di sekeliling kita. Mau tidak mau, disadari atau tidak, pendapat mereka akan mempengaruhi kita.

Ingat Firman Tuhan diberikan kepada kita, berarti arahan untuk kita, bukan orang lain.
Orang lain tidak akan paham akan hal itu. Meski nampak tidak masuk akal, tetapi rancangan Tuhan tidak pernah gagal.

“Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu,” demikian kata Tuhan

Belajar dari kisah ini, sangatlah penting untuk membaca, menyimpan dan merenungkan firman Tuhan ketika keadaan sedang berjalan baik dan lancar.
Karena firman itulah yang akan menjadi penuntun dan pegangan pada saat krisis.

Apa yang kita simpan saat keadaan baik, akan menentukan, apakah kita akan berkemenangan atau justru gagal ketika menghadapi krisis.
Mari kita terus fokus pada Tuhan dan firman-Nya, yang menjadi pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita.
Setuju?

God is saying to you today… “Everything will work out. I’m in complete control. I know what the medical report says. I know what the financial situation looks like.I see the people who are coming against you. I know how big your dreams are. And hear me clearly: I WILL NOT FAIL YOU. – Joel Osteen.

Tuhan berkata kepadamu hari ini … “Semuanya akan beres. Aku memegang kendali penuh. Aku tahu apa yang dikatakan dalam laporan medis. Aku tahu seperti apa situasi keuanganmu. Aku melihat orang-orang yang menyerangmu. Aku tahu seberapa besar impianmu. Dan dengarkan dengan jelas: AKU TIDAK AKAN MENGECEWAKANMU” – Joel Osteen.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Read More
Articles

Yesus, Sang Benih.”

“Yesus, Sang Benih.”

Ketika kita mendapatkan pewahyuan tentang prinsip benih dalam penebusan, segala hal lain yang berhubungan dengan kerajaan Allah menjadi mudah untuk dipahami.

Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Yohanes 12:23-24 (TB)

Yesus menyebut diri-Nya sebagai benih yang harus ditabur jatuh ke tanah dan mati, supaya Kerajaan Allah berbuah.
Anda dan saya merupakan bagian dari panen itu. Kita lahir baru sesuai dengan prinsip tabur dan tuai. Tuhan adalah Sang Pemberi yang menabur Anak-Nya, supaya dapat menuai diri kita!

Ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.
Matius 13:38 (TB)

Bahkan ketika berbicara tentang kemanusiaan, Yesus menyebut anak-anak kerajaan dan anak-anak orang fasik sebagai hasil panen dari benih yang ditabur.
“Benih yang baik” menggambarkan anak-anak kerajaan. Anda dan saya, merupakan benih yang membawa kehidupan Tuhan dan memiliki potensi untuk menaburkannya kepada orang lain!

Kita dilahirkan kembali oleh benih Firman Tuhan yang tidak dapat binasa. Anak-anak orang fasik adalah mereka yang telah memilih untuk memercayai kata-kata yang merupakan benih dari “bapak segala dusta” (iblis).
Kata-kata yang kita percayai, merupakan benih, yang menentukan tujuan kekal kita.

Begitu kita memahami cara kerja Kerajaan Allah, mudah sekali bagi kita beralih mengikuti cara Tuhan dalam melakukan segala sesuatu.
Setiap pikiran, perkataan dan tindakan adalah sebuah benih, dan setiap benih berkembang biak sesuai dengan sifatnya. Kita dapat melihat peningkatan besar dalam hidup kita jika kita secara sadar mengaktifkan kekuatan prinsip benih ini.

[Repost ; “Jesus, the Seed”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

Read More
Articles

Sepeda dan Tuhan. Apa Korelasinya?

Seruput Kopi Cantik

Yenny Indra

Sepeda dan Tuhan. Apa Korelasinya?

Sudah puluhan tahun saya tidak pernah naik sepeda. Nah gara-gara ikut liburan ke Tanjung Lesung dengan P. Anton Thedy dan Bu Rita Tx Travel nich, salah satu acaranya bersepeda ria dari resort ke pantai. Jadilah kami ramai-ramai mengendarai sepeda. Asyiiik juga ternyata… Biar pun tegang juga, kelamaan gak naik sepeda.

Nach pulang dari Tanjung Lesung, P. Indra jadi ingin beli sepeda.

Kami belum lama menempati rumah di BSD. Dan banyak penghuni yang suka berolahraga, salah satunya: bersepeda. Terutama di Botanical Garden yang luasnya 10 hektar. Meski baru jadi sebagian, sudah cantik dan nyaman sekali untuk berolahraga.

Terutama di sekeliling kolam dengan bunga teratai berwarna-warni….

Tidak lupa, foto dulu ah ….

Jadilah kami ikutan beli sepeda….

Yeaaay dapat sepeda baru.

Ssst… Sepedanya pakai battery jadi gak cape…

Ingat komentar Sari, sahabat disekolah, pepatah yang terkenal, godaan manusia itu Harta, Tahta dan Wanita

Sekarang ganti:

Harta, Tahta dan Sepeda….

Pemikiran ini muncul pertama kali saat kami tengah bersepeda ramai-ramai di Tanjung Lesung. Lalu terulang lagi kemarin sore ketika saya tengah bersepeda berdua dengan P. Indra.

Ketika sedang mengayuh sepeda, Tuhan berkata dalam hati,

“Yenny, sadar gak sebetulnya kamu itu hidup sendirian, biar pun kelihatannya sedang beramai-ramai dengan orang lain. Hanya Aku satu-satunya yang selalu bersamamu.’

Saya terkejut. Kemarin sore Tuhan mengingatkan kembali hal ini.

Saya pun merenung.

Memang sich kelihatannya saya bersepeda berdua dengan P. Indra, tetapi masing-masing mengendarai sepedanya sendiri.

Apalagi saat bersepeda di jalan raya… Saya suka ngeri kalau menyeberang di jalan raya. Banyak mobil dan motor berseliweran.

Meski P. Indra selalu memandu di depan saya, tetap ada jeda antara sepeda saya dan sepeda P. Indra.

Artinya, resikonya juga sendiri-sendiri.

Siapa yang selalu bersama saya?

Tuhan.

Dia ada di dalam roh saya, tidak pernah meninggalkan saya.

Janji-Nya,

“Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”

Ketika meninggal nanti, kebanyakan orang juga sendirian. Pasangan, teman, keluarga juga akan berpisah.

Hanya bersama Tuhan, roh kita menuju ke kekekalan.

Pemahaman ini menyadarkan, bahwa seharusnya kita sungguh-sungguh serius dalam membangun hubungan dengan Tuhan.

Kita wajib mengenal-Nya dengan karib dan memahami Pribadi yang akan selalu berada bersama kita, tidak hanya di dunia bahkan sampai di kekekalan nantinya.

Pemahaman yang benar tentang karakter Tuhan dan kehendak-Nya pula yang akan menentukan kualitas hidup kita.

Seberapa baik kita mengenal-Nya, akan menentukan kita dapat mengandalkan-Nya atau tidak?

Takut itu tercipta karena kita merasa apa yang menakutkan kita, seolah lebih besar daripada Tuhan.

Dikarenakan kita tidak benar-benar mengenal-Nya secara pribadi.

Pikiran di kepala tahu, Tuhan Mahabesar tetapi jika tidak punya pengalaman pribadi bersama-Nya, hati mudah goyah.

Benarkah janji-Nya bisa dipercaya?

Iman sejati dalam hati tercipta karena mengenal dan memperoleh bukti dari pengalaman bersama-Nya selama ini. Sehingga kita bisa Rest alias beristirahat dan berserah.

Semakin kita mengenal karakter Allah yang sesungguhnya, semakin kita yakin bahwa rancangan-Nya yang terbaik untuk kita, kasih-Nya tanpa syarat dan He is The best!

Kita mengenal-Nya bukan hanya di kepala, namun tertanam dalam hati.

Tidak ada kesalahpahaman, komunikasi dengan-Nya lancar dan hidup jauh lebih aman, nyaman dan tenteram.

“Umatku binasa karena tidak mengenal Allah,” kata Tuhan.

Mari kenali Dia sepenuh hati dengan menggali dan merenungkan firman-Nya karena Allah = Firman-Nya.

*We arenn’t created to go with the flow- Aaron Purdue.*

*Kita tidak diciptakan untuk mengikuti arus- Aaron Purdue.*

YennyIndra

TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC

MPOIN PLUS & PIPAKU

PRODUK TERBAIK

PEDULI KESEHATAN

Read More
1 276 277 278 279 280 319