Apakah kemakmuran itu? Bagi pemikiran Barat, kemakmuran biasa disamakan dengan kekayaan materi. Pada kenyataannya, banyak yang memiliki kekayaan materi namun sangat miskin dalam kehidupan serta hubungan mereka dengan sesama. Di gereja banyak yang tersinggung dengan topik kemakmuran, karena hal itu dianggap sebagai keserakahan rohani.
Apakah ada sesuatu yang lebih sehubungan dengan topik ini dan pendekatan yang seimbang dari kemakmuran yang sejati?
Uang hanyalah salah satu perpanjangan hati. Memusatkan perhatian hanya pada uang, serta mengabaikan aspek-aspek kemakmuran lainnya, adalah sikap yang salah. Kemakmuran meliputi kemakmuran rohani, mental, emosional, fisik, hubungan dengan sesama, serta materi. Kemakmuran materi saya hanyalah perpanjangan dari kemakmuran saya di setiap bidang lainnya dalam hidup saya.
Orang lain mungkin memiliki lebih banyak kekayaan materi daripada saya, tetapi kemakmuran saya menjangkau setiap aspek hidup saya. Jika saya berjalan dalam kemakmuran roh, pikiran, tubuh, hubungan dan emosi saya, maka sumber daya saya diberkati oleh Tuhan dan dapat dilipatgandakan dalam mengerjakan pekerjaan Tuhan. Jika saya mengurangi subyek kemakmuran, hanya fokus pada uang, sementara di dalam jiwa, pikiran, emosi, dll., tidak merasakan sejahtera, maka tidak akan ada berkat yang setara pada keuangan saya pula.
Yesus memberi kita kunci Kerajaan-Nya. Kunci-kunci itu mencakup janji-janji-Nya, yang dengannya kita diciptakan, sehingga mengambil bagian pada sifat alamiah-Nya dan menghindarkan kita dari kerusakan yang ada di dunia. Kerusakan itu termasuk penyakit dan kekurangan.
Sungguh bodoh jika membuang kunci: memberi dan menerima, menabur dan menuai dan janji-janji iman, yang merupakan manifestasi dari jiwa yang makmur.
Menjadi tindakan yang bodoh pula, saat menggunakan tindakan memberi, sebagai metode agar menjadi kaya, namun tanpa mengalami kemakmuran pada aspek-aspek lain dalam hidup kita. Memberi bukanlah formula. Kemakmuran bukanlah angka di rekening bank.Semakin kita makmur dalam roh, pikiran, emosi, hubungan dan dalam tubuh kita, semakin banyak kemakmuran itu akan melepaskan anugerah pada sumber daya kita.
Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. 2 Korintus 9:8 (TB)
[Repost ; “True Prosperity”. – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Bagaimana Orang-Orang Hebat Berdoa & melayani-Nya?
Semua orang merasa tau cara berdoa. Bahkan yang atheis pun, berdoa saat terjepit. Tidak ada atheis di lubang serigala, kata pepatah terkenal.
Lalu apa isi doanya? Kebanyakan meminta. Entah pertolongan dari masalah, disembuhkan dari penyakit, minta solusi, minta bantuan untuk memilih dsb. Sebagian lagi mendoakan orang lain.
Delron Shierley, guru saya, bercerita bahwa banyak orang yang bekerja keras melayani Tuhan, melakukan berbagai hal untuk Tuhan. Tetapi ternyata hatinya menjadi keras.
Sebegitu sibuknya orang itu bekerja untuk ‘menyenangkan’ hati Tuhan, tetapi saking sibuknya, begitu banyak jadwal untuk melayani, orang itu tidak lagi membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan. Akhirnya, Tuhan tidak berkenan. Hati orang itu menjadi keras. Pelayanan itulah yang menjadi ‘allahnya’.
Arthur Meintjes mengaku kagum kepada Andrew Wommack, karena Andrew tidak terbeban untuk menyenangkan orang lain. Tanpa merasa bersalah, Andrew menolak pelayanan, yang dia merasa itu bukan kehendak Tuhan. Baginya, hubungan dengan Tuhan itu prioritas. Dia mengikuti tuntunan Tuhan, ke mana dia harus melangkah. Andrew bercerita, dia berdoa untuk mengenal Tuhan dan mengikuti petunjuk-Nya. Bukan berdoa untuk kepentingannya sendiri.
Crefo Dollar tokoh yang sangat terkenal. Suatu ketika dia membaca buku Andrew dan merasa sangat diberkati. Crefo memberikan persembahan dalam jumlah besar pada Andrew Wommack Ministry. Tetapi Andrew menolak untuk menghubungi atau memanfaatkan hal ini untuk keuntungan ministrynya. Andrew menanti hingga beberapa tahun kemudian Tuhan mempertemukannya dengan Crefro Dollar dan mereka bersahabat baik hingga kini. Andrew melayani sesuai cara Tuhan, God’s way, bukan caranya sendiri. Tidak mengandalkan pemikiran dan strategi menurut cara manusia pada umumnya.
Delton Shierley bercerita, bertahun-tahun lalu dia berkesempatan secara rutin mengikuti doa pagi bersama Lester Sumrall. Tokoh besar yang mendunia. Kerap hanya mereka berdua yang datang untuk doa pagi. Dan apa yang didoakan Lester Sumrall? Doanya hanya satu, “Tuhan bawa aku untuk mengenal-Mu.” Itu saja doanya. Dan apa hasilnya?
Lester Sumrall mendirikan LeSEA (Lester Sumrall Evangelistic Association), sebuah pelayanan yang kemudian melahirkan lebih dari seratus buku dan panduan belajar, sebelas stasiun televisi, sebuah pelayanan satelit, tiga stasiun radio FM, lima stasiun gelombang pendek yang menjangkau lebih dari sembilan puluh persen populasi dunia, dan majalah triwulanan. Pada 2018, LeSEA Broadcasting berganti nama menjadi Family Broadcasting Corporation (FBC).
Yang lebih hebat lagi, pada tahun 1987, di usia 74 tahun, Dr Sumrall mendirikan LeSEA Global Feed The Hungry, yang bertujuan menghapus kelaparan di antara mereka yang berjuang untuk bertahan hidup di tengah kemiskinan, kelaparan, bencana, dan perang.
Yayasan ini memberi makan jutaan orang di seluruh dunia. Lester Sumrall melayani hingga 110 negara di dunia. Memiliki kapal dan pesawat untuk mengangkut bahan-bahan pangan disalurkan ke negara-negara yang miskin dan kelaparan. Karya nyata yang dapat dinikmati jutaan orang di seluruh dunia. Menjadi jawaban kebutuhan banyak orang.
Kita pun bisa berdoa, minta agar bisa mengenal Tuhan dengan lebih lagi. Kita tidak pernah tahu, apa rencana besar Tuhan bagi hidup kita. Tidak usah bingung memikirkannya, itu urusan Tuhan. Urusan kita adalah mengikuti-Nya, langkah demi langkah, sesuai arahan-Nya. Kita hanya alat-Nya. Jadi saat ada prestasi dan pujian, itu prestasi dan pujian untuk Tuhan. Bukan kita. Life is so simple…
Ah… Kalau begitu, kita juga bisa ya… asalkan kita mau. Melangkah bersama-Nya setiap hari, setiap saat… membiarkan Tuhan yang memimpin dan mengendalikan hidup kita. Belajar sama-sama yuk…
Not all of us can do great things. But we can do small things with great love. -Mother Teresa.
Tidak semua dari kita bisa melakukan hal-hal hebat. Tapi kita bisa melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar. -Mother Teresa.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Iman dipahami dengan mendengarkan Firman Tuhan dalam roh kita. Hingga kita memiliki pewahyuan tentang kebenaran Firman Tuhan di dalam diri kita, sebelum itu, iman akan tetap pada pemahaman tingkat manusia. Ini akan menjadi pergumulan yang membutuhkan kekuatan pikiran dan formula.
Namun begitu kita bisa mendengar dari Tuhan (memperoleh pewahyuan berupa pengetahuan, “melihat” jawabannya, sesuatu yang menghidupkan roh kita, dll.), Iman akan diaktifkan. Iman itu datang dari pendengaran! Kita tahu bahwa kita telah mendengar dari Tuhan, ketika iman menjadi hidup.
Seringkali kita hanya tahu bahwa kita telah mendengar Tuhan, karena kita memiliki iman untuk sesuatu. Mendengar, mungkin saja bukan kejadian yang disengaja, tetapi suatu pagi ketika bangun tidur, kita memiliki semangat untuk sesuatu yang sebelumnya nampak mustahil. Mungkin Roh memberikan kesaksian pada roh kita saat kita terlelap. Beberapa benih Firman yang ada di tanah hati kita bermunculan dan iman pun bertunas.
Iman dilepaskan dengan cara bertindak berdasarkan pendengaran rohani itu. Ketika iman diaktifkan, kita akan tahu apa yang harus dilakukan. Kita tahu apa yang harus dikatakan. Kita tidak akan berjalan di alam keraguan lagi. Mungkin kita tidak melihat akhir dari awal, tetapi akan melihat langkah selanjutnya. Memiliki sukacita Tuhan. Memiliki damai sejahtera yang melampaui segala akal. Mungkin ada rintangan di jalan yang kita lalui, tetapi ketika iman hidup, rintangan itu sekarang hanya berupa gundukan kecil, bukan gunung.
Dengan pengetahuan menurut akal manusia, perlu menggunakan segenap kekuatannya, justru membawa kita terjebak di alam nyata. Berbeda dengan Iman yang membawa kita kepada yang tak terlihat. Itu adalah bukti dari hal-hal yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1). Melihat yang tak terlihat dan bertindak seolah-olah itu sudah tercipta.
Persetujuan secara mental bukanlah iman. Nampaknya seperti iman, banyak yang tidak bisa membedakannya. Persetujuan secara mental menyatakan bahwa Firman itu benar dan Alkitab adalah kehendak Tuhan bagi manusia. Persetujuan secara mental mungkin mengakui kebenaran Firman Tuhan tetapi tidak bertindak berdasarkan itu. Indra alamiah kita tidak dapat melihat kedalam alam Roh. Hanya iman yang bisa melakukan itu.
Iman diaktifkan dengan mendengarkan Firman Tuhan dalam roh kita. Sampai kita bisa mencapainya, sebelum itu, kita hanya bergumul dengan iman manusiawi kita sendiri.
[Repost ; “Is Your Faith Activated?” – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU ? PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
“Sudah Selesai (It Is Finished)’ yang mana yang lebih kita sukai?”
Ungkapan “Sudah Selesai (It Is Finished)” muncul dua kali dalam Perjanjian Baru. Muncul pertama kalinya, saat pernyataan Yesus yang mengacu pada pemenuhan hukum Taurat, penghancuran kuasa dosa, sakit penyakit dan kuasa iblis, serta terbukanya pintu bagi Allah untuk hidup di dalam manusia.
“Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: ‘Sudah selesai.’ Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.” Yohanes 19:30 (TB)
Pada pernyataan inilah terletak semua kebenaran Injil yang mulia! Mereka yang percaya, tidak perlu lagi mencari cara, agar bebas dari dosa, kita telah BEBAS dari kuasa dosa. Kita tidak lagi mencari kesembuhan, kita TELAH disembuhkan oleh karya penebusan Yesus di kayu salib. Semua yang percaya Kabar Baik ini telah diampuni, dibebaskan dari kuasa kegelapan, dan telah duduk bersama-Nya di tempat surgawi di dalam Kristus.
Kita tidak perlu lagi memohon kepada Tuhan, supaya melakukan apa yang sudah dilakukan. Iman hanyalah menerima apa yang telah diselesaikan (oleh Tuhan Yesus di kayu Salib). Sudah selesai (It Is Finished)!
Tetapi ada penggunaan lain dari frasa ini yang mungkin Anda lewatkan.
“Kemudian ketika nafsu telah mengandung, itu membawa dosa: dan dosa, ketika SELESAI (It Is Finished), membawa kematian.” Yakobus 1:15 (KJV).
Tahukah kita, meski pun kita bebas dari kuasa dosa dan kita dapat menguasai nafsu daging, jika kekuasaan itu tidak dijalankan, dosa masih dapat dilepaskan dalam hidup kita. Dan, jika dosa ‘selesai’, maka akan mendatangkan kematian didalam hidup kita. Bukan berarti kita akan jatuh dalam keadaan mati, tetapi kecurangan, kehilangan, kebingungan, kelemahan, rasa bersalah dan penyakit akan memiliki kesempatan untuk bekerja dalam kehidupan kita.
Untuk menghindari dosa “sudah selesai”, sangatlah penting bahwa kita berjalan pada “sudah selesai” yang terjadi di kayu salib. Latih kuasa yang kita miliki. Akses anugerah Tuhan dalam setiap keadaan dan putuskan bahwa kuasa kebangkitan-Nya lebih besar dari kuasa dosa yang ada di dunia.
[Repost ; “Which ‘it is finished’ do you prefer?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Mau Hidup Berkemenangan Di Tengah Pandemi Covid? Ini Rahasianya!
Pulang ke Surabaya, wajib test antigen, PCR sebelum bertemu anak-anak. Oh .. ? hidup normal masa kini. Bertemu pula dengan teman-teman yang sedemikian phobia dengan covid, hingga sudah setahun tidak berani keluar rumah. Menjaga kebersihan dengan super ketat.
Akhir-akhir ini beberapa teman dan orang yang saya kenal, meninggal dan beberapa yang lain bertumbangan. Membuat Covid kelihatan begitu nyata. Meneror dari jarak dekat.
Teringat post dr. Paulus Rahardjo di fb 3 Juli 2020: Masih ada yang tertarik rekor? 1624 kasus positif dalam sehari (2 Juli 2020). Tidak terasa karena bukan kita! Tulisan yang menusuk.
Sempat timbul pertanyaan dalam hati kecil saya: Betulkah prinsip saya, karena Tuhan tinggal di dalam roh saya dan selama saya mengutamakan Dia, mengijinkan Dia menjadi Tuhan atas hidup saya, maka kami akan diluputkan dari segala malapetaka, termasuk covid?
Saya masih hidup normal dengan menjaga protokol kesehatan. Dan bahagia! Menjaga jarak dengan berita-berita negatif yang membombardir, memilih fokus pada Tuhan dan firman-Nya.
Tuhan Maha-baik. Saat saya bertanya, Dia pun menjawab. Chat Mega dari Samarinda, teman saat mengikuti seminar EQ P. Anthony Dio Martin, masuk.
“Pagi Bu Yenny.. Saya Mega mengucapkan terimakasih atas semua tulisan Bu Yenny selama 2020. Menguatkan iman saya dan membuat semakin dekat dengan Tuhan,” tulis Mega, “Yg saya rasakan selama pandemi, seperti yang Bu Yenny tuliskan: *Tuhan mengasihi.* Itu semua yang saya tanamkan di dalam pikiran saya. Pikiran negatif dan segala ketakutan dengan banyaknya berita berita negatif juga menyerang saya. Kemudian yang menakutkan, banyak kenalan- kenalan, teman mama atau papa yg meninggal karena covid-19. Tetapi yg selalu saya ingat semua tulisan Bu Yenny: *cukup mempercayai firman Tuhan. Yang baik selalu datang dari Tuhan.*
Hari hari saya lewati dengan mempercayai firman-Nya. Semua terasa ringan. Tetap jaga 3M. Liburan tetap jalan sambil percaya. Kami berbagi kebahagiaan bersama karyawan seperti biasa. Karyawan yang membutuhkan, kami berikan bantuan. Tadi malam kami buka 15 kamar untuk kepala toko, supervisor, karyawan agar mereka bisa merasakan Tahun Baru 2020 bersama pasangan dan anak anak mereka Tidak ada ketakutan sedikit pun..
Ini semua karena saya rajin membaca setiap tulisan yang Bu Yenny bagikan Itu yang saya taruh di pikiran saya: *Dengan mempercayai firman Tuhan.* *Cukup percaya saja???* Tuhan baik, kirim Bu Yenny bagi kita semua??? saya bersyukur Bu Yenny sangat berarti bagi saya?.”
Wow… Saya terpukau. Mega tentunya tidak menyangka, kali ini chatnya justru dipakai Tuhan untuk meneguhkan saya, bahwa Allah itu setia. Allah senantiasa bisa diandalkan. Hati saya semakin mantap dengan prinsip yang saya pegang.
Kadang timbul godaan, iblis berujar, “Tuh temanmu si A rajin beribadah, cinta Tuhan, buktinya kena Covid juga.”
Saya menjawab, “Bukan tugas saya mengurusi orang lain, iblis. Yang saya tahu, Allahku setia. Tugasku percaya, titik. Selebihnya, Tuhan yang pegang kendali. Kalau Tuhan di pihakku, kamu kalah iblis!” Itu yang terjadi dalam hidup saya selama ini. Tuhan menuntun, mengarahkan dan saya mentaati, hasilnya happy ending. Berkemenangan.
Saya menolak merasa takut, karena rasa takut menjadi pijakan iblis untuk menyerang kita. Selain itu, Andrew Wommack mendefinisikan, *Fear is believing something or someone other than God. Ketakutan adalah mempercayai sesuatu atau seseorang, selain Tuhan.* Di sini iman kita diuji. Benarkah kita sungguh-sungguh mempercayai-Nya?
Penasaran, saya scroll chat Mega sebelumnya, 28 Juni 2020. “Pagi Bu Yenny ..Saya mau mengucapkan terimakasih semua artikel yg Bu Yenny tulis, walaupun ga komentar, saya baca ? Bu Yenny telah menguatkan saya pada saat awal corona. Ini sudah berjalan 3 bulan Saya merasa damai, karena mengandalkan Tuhan. Bu Yenny ajarkan kami untuk berbagi di masa kesesakan. Di masa corona, bisnis sama sekali tidak turun, bahkan naik 4 persen di banding tahun lalu. Terimakasih Bu Yenny dr awal corona sangat menginspirasi saya Sehingga saya kuat dan dapat menolong suami saya ???.”
Chat 26 Agustus 2020, “Puji Tuhan Bu Yenny Saya bersama suami terus melangkah. Tanpa terasa toko kami sudah 4 cabang, mempekerjakan 140 karyawan. Melewati pandemi tanpa PHK. ??? Berkat semua artikel-artikel Bu Yenny yang sangat menguatkan hidup saya ? Tiap hari selalu saya sempatkan baca artikel bu Yenny. Tanpa disadari, Bu Yenny sudah membuat hidup saya diberkati. Terimakasih banyak yaaa Saya tidak takut lagi. Just do it ???Tuhan memberkati Bu Yenny, Pak Indra and fam Happy Holiday yaa Holidaynya so much fun Yg baca aja senang ???”, mengomentari liburan kami bersama P. Anton Thedy TX Travel dan Bu Rita ke Tanjung Lesung saat itu.
*Apa yang dialami Mega, menjadi bukti nyata, hidup itu pilihan. Terserah kita mau hidup mengikuti Hukum Dunia atau Hukum Kerajaan Allah?*
Ketika 10 tulah terjadi di Mesir, – dari hujan es, serangan lalat pikat, air di seluruh negeri berubah menjadi darah, hingga semua anak sulung orang Mesir dan ternaknya, mati,- namun Musa dan bangsanya tetap aman damai di Gosyen. Padahal Gosyen itu merupakan bagian dari Mesir juga. *Tuhan meluputkan mereka. Tuhan mengadakan perbedaan.*
“Mama itu apa-apa cuma bilang percaya saja sama Tuhan, tapi aku itu butuh jawaban praktis yang masuk logika,” kata Christian, putra saya dalam beberapa kesempatan.
Banyak hal dalam hidup, yang saat ditanya, saya betul-betul tidak tahu jawabannya. Saya cuma modal percaya pada Tuhan, menyerahkan permasalahan kepada-Nya serta baca firman. Karena *firman itu surat cintanya Tuhan dan sekaligus Allah itu sendiri.*
Tetapi dalam perjalanannya, Tuhan akan membukakan satu persatu, selangkah demi selangkah, hingga bertemu solusinya. Dan setiap langkah itu merupakan suatu mujijat. Saya tidak perlu tahu semua rencana perjalanannya, justru nanti stres dan bingung. Otak saya yang sebesar genggaman tangan, tidak paham rencana Tuhan yang Maha-dahsyat. Asalkan mengikuti-Nya terus menerus, saya akan tiba di tujuan.
Jika selama berpuluh-puluh tahun resep ini sudah terbukti, saya yakin resep yang sama akan menjadi jawaban pula untuk menyelesaikan tantangan masa kini hingga masa depan.
Bagaimana pendapat Anda?
Instead of praying for the new year to be a better one, pray to be a better person in the new year-David Jeremiah.
Daripada berdoa supaya tahun yang baru menjadi yang lebih baik, berdoalah untuk menjadi seseorang yang lebih baik di tahun yang baru-David Jeremiah.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK- PEDULI KESEHATAN