Category : Articles

Articles

Apakah Tuhan memuliakan Kita?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apakah Tuhan memuliakan Kita?

Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”
Yakobus 4:6 (TB)

Saya telah menulis sebelumnya tentang bagaimana anugerah dilipatgandakan bagi kita. Anugerah dan damai sejahtera dilipatgandakan melalui pengetahuan kita tentang Tuhan (2 Pet. 1: 2)
Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada orang yang suka memberi dengan penuh sukacita.
2 Korintus 9:8 (TB)

Ketika kita memahami, ‘anugerah’ adalah persediaan, kekuatan dan otoritas yang diberikan-Nya, sangatlah menarik membaca bahwa Dia memberi ‘lebih banyak lagi anugerah!’
Siapa yang menerima lebih banyak anugerah dari Tuhan?
Yang rendah hati.
Tuhan memberikan anugerah kepada orang yang rendah hati.
(Yakobus 4: 6)

Tapi, Tuhan menolak orang sombong!
Dengan kata lain, kesombongan adalah penghalang untuk penyediaan Tuhan.

Kesombongan yang ditentang Tuhan adalah orang yang angkuh dan mereka yang berusaha untuk berada di atas orang lain. Mereka adalah orang yang tidak bersedia melayani, memberi, mengampuni dan berkorban untuk orang lain.

Bagaimana rasanya dilawan oleh Tuhan? Nampaknya setiap pintu tertutup, setiap kesempatan menguap, setiap berkat lenyap dan penyediaan ilahi terhenti. Dia sendirian.

Orang yang rendah hati adalah mereka yang tidak mempromosikan diri sendiri, bersedia memberikan nyawanya bagi orang lain, yang berusaha untuk melayani dan bahkan tetap anonim alias melakukannya tanpa mencari pujian.
Tuhan memberikan lebih banyak anugerah, lebih banyak kekuatan, persediaan dan otoritas bagi mereka yang rendah hati.

Yesus berkata:
“Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”
Lukas 14:11 (TB)

Yakobus menyatakan:
“Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.”
Yakobus 4:10 (TB)

Seperti apa rasanya dimuliakan dan ditinggikan oleh Tuhan? Saat kita berjalan dengan kerendahan hati dan menerima lebih banyak anugerah, akan ada bukti aliran berkat Tuhan dalam hidup kita. Orang lain akan melihat buah dari hubungan kita dengan Dia. Kita akan berjalan dalam perkenanan dan berkat-berkat-Nya.
Akan ada perjumpaan ilahi dan pintu-pintu yang terbuka. Pengaruh kita pun akan meningkat.

Sikap kitalah yang menentukan, seberapa banyak anugerah yang akan kita alami.
Anugerah-Nya tersedia berlimpah-limpah!
Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
1 Petrus 5:6 (TB)

[Is God Exalting You? – Barry Bennett. Diterjemahkan oleh: YennyIndra]

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Anugerah Penugasan, Rahasia Sukses Yang Penuh Damai Sejahtera.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Anugerah Penugasan, Rahasia Sukses Yang Penuh Damai Sejahtera.

Saat kecil mama berusaha memotivasi saya dengan membandingkan dengan Susi misalnya, yang jagoan di bidang A. Lalu membandingkan lagi dengan Nani yang jago di bidang B. Jadilah saya selalu kalah dibanding orang lain.
Maklumlah orang jaman dahulu, beliau berpikir agar putrinya bisa apa saja. Akibatnya membingungkan. Tidak banyak buku-buku bagus yang membahas tentang pendidikan seperti sekarang.

Greg Mohr mengajarkan bahwa setiap orang memiliki Anugerah Penugasan yang berbeda dari Tuhan. Setiap penugasan itu unik dan tak tergantikan. Apa pun kebutuhan di dalam area penugasan itu, Tuhan akan menyediakan dan mencukupkan. Bahkan yang bagi kita terasa mustahil.
Jika Tuhan yang berkehendak, semua akan tersedia.

Dalam area bisnis pun demikian. Apakah bisnis yang kita geluti memang dalam area penugasan yang Tuhan berikan?
Jika Ya, jangan kuatir, seberat apa pun tantangannya, Tuhan pasti menyertai. Semua yang dibutuhkan tersedia tepat pada waktunya.

Teringat Wolfgang Von Goethe selalu bilang, setiap orang punya peran khusus yang tak tergantikan, yang menjadi tujuan hidup yang ditetapkan Tuhan sejak awalnya. Istilah Greg Mohr, Anugerah Penugasan.

Nach… yang kerap terjadi, kita cenderung memandang rendah apa yang kita miliki dan menginginkan apa yang dimiliki orang lain.
Enak sekali ya… Bisnis itu. Kita tergoda!
Rumput di halaman tetangga, selalu nampak lebih hijau daripada rumput di halaman sendiri.
Jadilah kita kerap terpesona ikut-ikutan berbisnis, berinvestasi di bidang yang sesungguhnya bukan di area Anugerah Penugasan kita. 
Strugle, penuh perjuangan dan kerap justru menimbulkan kerugian.
Pusing, stress dan berbeban berat.

Yang lebih parah lagi, berdoa pun tidak, saat akan memasuki bisnis tsb. Hanya tergoda keuntungannya. Sedang trend. Tetapi saat menghadapi masalah, merasa kecewa, koq Tuhan tidak menolong?

Firman Tuhan mengajarkan agar kita menimbang-nimbang dan membuat rencana sebelumnya.

Tuhan sudah memberikan berbagai nasihat dalam firman-Nya.  Bahkan Raja Sulaiman / Salomo menulis,
Hikmat atau wisdom, berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya, di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya.

Asalkan kita mau belajar, hikmat tersedia di mana-mana. Baik dari firman, buku dan orang-orang yang lebih berpengalaman dalam bidang tersebut dibanding kita. Bahkan billboard di tepi jalan tertulis, “Jangan Merokok,” itu hikmat supaya jangan terkena berbagai penyakit. Kitab Amsal yang ditulis Raja Salomo, berisi nasehat-nasehat bijak dalam menyikapi kehidupan.

UmatKu binasa karena kurang pengetahuan, kata Tuhan.
Artinya, kita celaka kalau tidak mau belajar berhikmat.

Jangan serakah. Masuk bidang yang kita tidak paham. Saya mengalami kerugian berulang kali saat mencoba berinvestasi di bidang yang saya tidak paham.
Akhirnya, saya belajar lebih bijak.
Masuk di bidang yang memang merupakan anugerah penugasan saya.
Bijak memanage keuangan. Pisahkan seberapa banyak uang yang akan diinvestasikan dengan high risk – high return, – ini jumlah uang yang direlakan hilang jika terjadi sesuatu.
Dipisahkan pula mana yang medium dan low risk serta mana uang yang untuk cadangan.
Dalam bisnis, hal-hal tak terduga bisa terjadi, seperti Covid yang tiba-tiba melanda. Wajib punya cadangan saat hal-hal mendesak terjadi.

Dengan pengelolaan yang bijak, kita bisa menghidupi firman Tuhan:
Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang yang menolak Tuhan, akan roboh dalam bencana.
Tuhan menopang sehingga kita bisa bangun kembali, melalui hikmat yang diajarkan-Nya.

Itulah yang disebut hidup dalam berkat. Kita bertumbuh makin bijak dan berhikmat. Mengikuti tuntunan Tuhan senantiasa. Dalam segala sesuatu, melibatkan Tuhan dan menjadikan keputusan Tuhan yang utama.

Tuhan bisa memberkati kita dengan cara apa saja. Lebih penting mentaati-Nya daripada mengandalkan kekuatan sendiri.
Tuhan bisa menciptakan dunia, hanya dengan sepatah kata. Tentunya mampu memberkati kita pula dengan cara-Nya.
Mungkin saja bidang yang kita geluti nampak sederhana, tidak heboh, bukan brand yang gebyar-gebyar tetapi dengan memiliki perkenanan Tuhan, alias God’s Favor , maka yang nampak biasa menjadi aliran sungai berkat yang tidak pernah kering.
Sehingga dalam prosesnya, kita bisa merasakan damai sejahtera serta ketenteraman. Dilengkapi dengan karunia untuk menikmatinya.
Menyenangkan bukan?
Makan enak dan tidur lelap. Bebas dari kecemasan dan berbagai pertempuran yang tidakperlu.
Hidup hanya sekali, buat apa cari susah?
Taati Tuhan yuk…
Setuju?

Whoever heeds correction is on the pathway to life, but someone who ignores exhortation goes astray.

Siapa memperhatikan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Bagaimana tanggapan Yesus terhadap Ayub?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Bagaimana tanggapan Yesus terhadap Ayub?”

Kitab dalam Alkitab yang lebih banyak digunakan dan disalahgunakan, sehingga mencuri iman orang percaya dan membuat mereka terikat pada penderitaan yang tidak perlu, adalah kitab Ayub. 

Meskipun Ayub  mengungkapkan kesia-siaan hidupnya yang dihidupi dalam ketakutan dan ketidaktahuan, namun kitab itu bukanlah kitab yang melengkapi orang percaya yang telah lahir baru untuk hidup yang berkemenangan. 
Di akhir kitabnya, Ayub bertobat karena ketidaktahuannya dan Tuhan memulihkannya. Tetapi itu bukanlah siapa kita di dalam Kristus.

Jika kita berada di dalam Kristus, kita adalah “ciptaan baru” yang diciptakan dalam kebenaran. Kita “diterima di dalam kasih”. duduk bersama Dia di tempat surgawi. Kita dipanggil untuk melakukan pekerjaan-Nya dan pekerjaan yang lebih besar. Tuhan tidak memperhitungkan dosa kepada kita. Kita memiliki hubungan yang penuh damai sejahtera dengan Tuhan, dan diberi otoritas untuk mengalahkan pekerjaan musuh. 

Kita memiliki perjanjian yang lebih baik
(Note: karena kita hidup dalam Perjanjian Baru, Yesus sudah mati di kayu Salib dan bangkit. Roh Kudus sudah diberikan dalam hati kita yang percaya kepada-Nya dan lahir baru. Sedangkan Ayub tidak memiliki perjanjian itu. Ayub hidup di Perjanjian Lama. Jauh sebelum Yesus datang ke dunia). 

Kita menyembah dalam Roh dan Kebenaran. 
Ayub menyembah dalam ketakutan.
Daftar ini terus berlanjut tentang perbedaan antara orang percaya yang telah lahir baru dan Ayub. Tetapi mari kita lihat beberapa ajaran Yesus untuk melihat perbedaannya dari kitab Ayub.

Dalam kisah tentang dua orang, dua rumah, dua fondasi, satu badai, dan dua akibat (Matius 7:24-27), bukan Tuhan yang mengirimkan badai yang menghancurkan itu. Tuhanlah yang memberikan Firman-Nya, yang seorang adalah pelaku Firman sementara yang lainnya mendengar Firman tetapi tidak melakukannya. 
Kisah ini jauh lebih relevan bagi orang percaya daripada kitab Ayub. 
Orang yang kehilangan segalanya bisa dengan mudah mengeluh, “yah, saya kira saya seperti Ayub.” 
Tapi sesungguhnya tidak. 
Dia hanyalah orang percaya yang malas dan gagal bertindak berdasarkan Firman Tuhan.

Ketika murid-murid berada di perahu di tengah badai sementara Yesus tidur (Markus 4:35-41), mereka tersinggung dan menuduh Dia tidak peduli seandainya mereka binasa (seperti halnya Ayub). 
Bagaimana tanggapan Yesus? 
“Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”
Markus 4:40 (TB)

Bagi Ayub, iman yang benar tidaklah memungkinkan. 
Dia hanya mendengar tentang Tuhan dari catatan tangan kedua. Dia tidak memiliki persekutuan pribadi dengan Bapa.( Note: Kita memiliki Roh Kudus yang ada di dalam hati kita dan senantiasa membimbing kita. Kita berhubungan secara langsung dengan Tuhan).
Sayangnya, banyak orang percaya (note:yang hidup dalam Perjanjian Baru) namun hidup dengan cara yang sama dengan Ayub hari ini.
(Note:Hidup ala Perjanjian Lama)

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
Yohanes 14:27 (TB)

Ayub tidak memiliki janji perdamaian seperti itu. 
Ceritanya dipenuhi dengan ketakutan, kekacauan, kemarahan, pelanggaran dan diakhiri dengan pengakuan dan pertobatan.
Hidup kita sebagai orang percaya harus dipenuhi dengan kedamaian, bebas dari rasa takut dan tersinggung terhadap Tuhan, serta teguh berdiri dalam melakukan Firman Tuhan. Inilah tanggapan Injil terhadap kitab Ayub.

[Repost ; “How would Jesus respond to Job?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Mengapa Perlu Berdoa? Padahal Itu Kehendak Tuhan!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mengapa Perlu Berdoa? Padahal Itu Kehendak Tuhan!

“Tuhan kan Mahatahu, buat apa saya harus berdoa? Katanya Tuhan mengasihiku dan kesembuhan itu kehendak Tuhan?,” komentar seorang teman.

Pertanyaan yang sama dulu kerap membuat saya bingung juga. Lalu saya belajar dari guru saya, Greg Mohr.

Semua orang diselamatkan, itu kehendak Tuhan.
Semua orang disembuhkan, itu juga kehendak Tuhan.
Semua orang diberkati, sama juga, itu kehendak Tuhan.
Tetapi buktinya, tidak semua orang selamat, disembuhkan dan diberkati.
Why?
Karena kehendak Tuhan tidak terjadi secara otomatis!
Ada bagian yang harus dikerjakan oleh manusia.
Nach inilah istimewanya kedudukan manusia ciptaan Tuhan.

Ketika Tuhan hendak menghancurkan Sodom dan Gomora, Tuhan merasa perlu sharing dengan Abraham, sahabat-Nya.
Bahkan Abraham boleh menawar, kalau ada 50 orang benar, jangan dihancurkan ya…
Dan Tuhan mengiyakan.
Terus menerus ditawar, sampai akhirnya Abraham menawar, kalau ada 10 orang benar, agar jangan dihancurkan. Tuhan pun setuju.
Ternyata 10 pun ga ada.
Sodom dan Gomora dihancurkan. Terlalu banyak dosa.

Tuhan bekerjasama dengan manusia, agar kita mendoakan, mendeklarasikan serta menubuatkan apa yang menjadi kehendak-Nya sehinga dengan demikian, kehendak Allah terjadi di dunia ini.

Saya baru paham, inilah sebabnya kita perlu berdoa syafaat untuk keamanan dan kesejahteraan kota atau negara di mana kita tinggal. Mendoakan para pemimpin agar hikmat Tuhan senantiasa menyertai mereka, sehingga negara dan kota tempat kita berada menjadi baik dan makmur.
Dengan alasan yang sama, kita seharusnya mendoakan pemimpin perusahaan, pemimpin tempat di mana kita beribadah, mendoakan suami, anak-anak dll.
Supaya kehendak Tuhan terjadi dalam hidup mereka.

Yang sering terjadi, bukannya mendoakan tetapi kita sibuk mengkritik, menyalahkan dan bergossip mengungkapkan ketidakpuasan kita terhadap para pemimpin.
Entah di pemerintahan, di kantor, di keluarga dsb.

Yang kita lupa, setiap perkataan yang kita lontarkan itu adalah benih.
Dan tidak ada yang gratis.
Setiap benih akan tumbuh, berkembang serta berbuah sesuai jenisnya.
Kalau benih yang kita tabur itu benih negatif, jangan heran kalau hidup kita jadi amburadul. Lingkungan sekitar kita jadi berantakan.
Banyak yang protes, merasa tidak puas, tapi lupa bahwa dia sedang menuai apa yang ditaburnya.

Suatu ketika saya dan teman-teman sedang mendiskusikan sebuah peristiwa yang betul -betul gak adil. Mbocengli, kata orang chinese.
Menggemaskan pokoknya…

Ada seorang teman yang menunjukkan apa yang ditulis oleh orang yang mbocengli itu.
Ketika saya hendak membacanya, Puji mengingatkan,
” Jangan dibaca kak… Itu benih negatif lho… Buahnya pasti tidak baik.”

Wow… Benar juga. Padahal selama ini berita gossip seperti itu, sangat mengasyikkan untuk dibaca. Tidak heran hampir separuh berita di sosmed berupa hoax. Tidak benar tapi disukai, laris banyak pembacanya.
Saya pun belajar.
Thanks Puji!

Ingin hidup diberkati, bisnis sukses, hidup penuh sukacita dan damai sejahtera?
Mari kita berdoa, deklarasikan janji Tuhan, menubuatkannya dan jaga baik-baik apa yang kita lihat, dengar, baca serta ucapkan. Pastikan semuanya selaras dengan apa yang kita harapkan. Semua itu benih, yang akan berbuah sesuai jenisnya.

Kita menanam biji mangga pasti buahnya mangga, bukan durian.
Setuju?

 If we present any request agreeable to his will, he will hear us.

Jika kita meminta sesuatu menurut kehendak-Nya, Tuhan mendengarkan kita.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://instagram.com/mpoinpipaku.id?igshid=rjebfgas4dec

Or

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan

Read More
Articles

“Injil Klise # 5 Tuhan bekerja dengan cara yang misterius.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Injil Klise # 5 Tuhan bekerja dengan cara yang misterius.”

Pusat dari semua injil klise, mungkin yang satu ini.
Idenya, bahwa Tuhan itu misterius dan kita hanyalah bidak atau pion sederhana dalam permainan catur surgawi-Nya.
Hak apa yang kita miliki untuk memahami sesuatu?
Dia mengatur segala sesuatu di bawah kendalinya.
Segala hal terjadi untuk sebuah alasan.
Dia mengijinkan kejahatan.
Dia memberi dan mengambil, dan, hanya untuk memastikan, dengan kepercayaan klise ini, kita bisa cuci tangan alias terbebas dari semua tanggung jawab dengan menyatakan, “Tuhan bekerja dengan cara yang misterius.”

Namun demikian, Yesus menjelaskan, jika kita telah melihat Dia, kita telah melihat Bapa (Yohanes 14:9).
Yesus adalah Tuhan dalam daging. Kata-kata dan tindakan-Nya dengan sempurna mengungkapkan pribadi Bapa.
Tidak ada lagi misteri!
Jika kita ingin tahu seperti apa Bapa itu, lihatlah Yesus. Dia pergi melakukan kebaikan dan menyembuhkan semua orang karena Bapa menyertai-Nya (Kisah Para Rasul 10:38).
Dimana Tuhan Yesus berada, kebaikan dan kesembuhan ada di sana

Misteri yang sesungguhnya berada di hati orang-orang, yang mengabaikan pengetahuan dan justru memilih fatalisme.
Mereka menolak diubahkan oleh pembaharuan pikiran mereka. (Roma 12:2).
Mereka tidak mencari hikmat dan pemahaman rohani.
(Efesus 1:17-18).
Pemikiran agar menerima tanggung jawab supaya dapat memerintah dalam hidup, membuat mereka kewalahan. Hidup dengan alasan klise, jauh lebih mudah.

Harapan-harapan kita dalam hidup akan selaras dengan keyakinan inti yang kita percayai. Jika kita percaya bahwa Tuhan itu skizofrenia alias sakit mental dan misterius, maka kita mengharapkan kehidupan yang penuh pertanyaan dan kehilangan. Injil klise menjadi satu-satunya solusi bagi kita.

Saat kita memahami bahwa Tuhan telah memberi kita :
Nama-Nya,
darah-Nya,
Roh-Nya,
Firman-Nya,
Perjanjian-Nya yang lebih baik,
janji-janji-Nya,
perlengkapan senjata-Nya,
iman-Nya dan
kunci-kunci kerajaan-Nya,
maka kita mulai bekerja sama dengan-Nya dan menegakkan kehendak-Nya, didalam kehidupan kita.

Inilah saatnya mengharapkan berkat Tuhan tercurah dalam hidup kita.
Inilah waktunya untuk melakukan pekerjaan Tuhan.
Inilah waktunya melawan musuh.
Inilah waktunya berjalan dalam otoritas ilahi kita, mengatasi musuh, penyakit, dan kerugian.
Hilangkan kepercayaan klise dan kenalilah Tuhan.
Dia telah memberi kita kekuasaan.
Jangan memberikannya kepada iblis!

[Repost ; “Cliché #5 God moves in mysterious ways”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 258 259 260 261 262 319