Articles

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Ucapkan Sepatah Kata Saja.”

Ijinkan saya berbagi dengan Anda tiga kebenaran rohani dari kisah tentang seorang pria yang mencari kesembuhan …

Dalam Lukas 7:2-7, seorang perwira Romawi memiliki seorang pelayan yang istimewa baginya dan berada di ambang kematian. Perwira ini adalah orang kaya yang telah membangun sinagoga (tempat ibadah) bagi orang Yahudi. Tentunya dia akan membayar dokter terbaik untuk menyembuhkan pelayan yang sangat disayanginya, tetapi nampaknya mereka tidak berhasil menolongnya.

Seseorang pasti telah memberitahunya tentang Yesus, dan berbagai mujizat kesembuhan yang telah dilakukan-Nya. Karena dia begitu murah hati terhadap orang Yahudi, menyukai mereka maka dimintanyalah mereka membawa Sang Penyembuh ini ke rumahnya, supaya dapat menyembuhkan pembantunya. Meski pun para tua-tua Yahudi pergi kepada Yesus dan mencoba meyakinkan Dia agar datang berdasarkan perbuatan baik perwira itu, saya tidak percaya Yesus datang karena alasan itu. Saya percaya Yesus menanggapi iman perwira itu.

Kebenaran # 1: Yesus selalu menanggapi orang-orang yang mendengar tentang Dia dan meminta kesembuhan.

Sebelum Yesus sampai di rumahnya, perwira ini menerima pewahyuan. Dia telah memikirkan sesuatu seperti ini :
“Saya meminta Yesus untuk datang dan menyembuhkan hambaku karena saya percaya Dia memiliki otoritas menyembuhkan kondisi kesehatan yang buruk serta penyakit. Saya mengerti bagaimana cara otoritas bekerja. Saya seorang yang hidup di bawah otoritas dan saya memiliki beberapa tentara dan pelayan di bawah otoritas saya. Yang saya perlukan untuk menjalankan otoritas saya, hanyalah berbicara memerintahkan kepada salah satu hamba, maka mereka mematuhi saya tanpa pertanyaan. Jika Yesus benar-benar memiliki otoritas atas penyakit, maka Dia tidak harus datang ke rumah saya untuk mengatasi penyakit itu .Yang diperlukan hanyalah Dia mengucapkan Firman pada penyakit dan penyakit akan menuruti Dia tanpa pertanyaan.”

Yesus menanggapi pewahyuan perwira ini, yang mendeklarasikan kepercayaannya pada firman Yesus semata untuk menyembuhkan hamba-Nya, dipujinya sebagai iman yang besar. Dan hambanya disembuhkan oleh Yesus, hanya dengan mengucapkan Firman untuknya. Terlalu sering kita memperumit kekuatan penyembuhan Tuhan. Ketika kita memahami apa yang dipahami orang ini, kita akan melihat hasil yang sama.

Kebenaran # 2: Katakan saja Firman itu.
Meninggikan kebenaran Firman Tuhan diatas fakta-fakta yang kita lihat di alam semesta.

Semua yang kita lihat secara fisik bersifat sementara dan dapat berubah. Firman Tuhan itu kekal dan tidak berubah. Ketika kita mengucapkan Firman, maka penyakit, kesehatan yang buruk, setan, dan kekurangan harus lari.

Kebenaran # 3: Firman di bibir kita memiliki otoritas final untuk mengatasi keadaan tergelap kita.

Ucapkan Firman dengan berani ke dalam setiap situasi yang bertentangan dengan kehendak Tuhan dalam hidup kita dan orang yang kita kasihi. Surga akan mendukung kita dengan otoritas yang sama seperti saat Yesus berjalan di bumi, ketika kita mengucapkan Firman!

[Repost ; “Speak the Word Only”, – Greg Mohr, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Legalisme [agamawi] bukan…..”
“[Allah] Berdaulat?”