Articles

Apa Rahasia Bebas Dari Malapetaka Dan Penyakit Menular?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Rahasia Bebas Dari Malapetaka Dan Penyakit Menular?

Ada nyanyian gubahan Raja Daud yang sangat terkenal, dihafalkan banyak orang semasa pandemi Covid 19, yaitu Mazmur 91.

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN:
“Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”
Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.
Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.
Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.
Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.

Janji perlindungan yang sangat dahsyat, sementara begitu banyak orang-orang di sekeliling kita, yang pulang ke surga.
Banyak orang yang berharap dengan menghafalkan nyanyian ini, bisa selamat dari Covid.
Ternyata tidak!
Lalu di mana kesalahan dan rahasianya? Bukankah janji Tuhan Ya dan Amin?

Andrew Wommack mengupas rahasia ini.
Orang yang berhak mendapatkan realisasi janji-janji ini adalah orang yang duduk dan bermalam dalam naungan yang Maha-kuasa.
Dalam Bahasa Inggrisnya: to dwell, remain, sit, abide, artinya berdiam, tetap tinggal, duduk, melekat.
Orang yang pikirannya senantiasa tertuju dan fokus kepada Tuhan, merenungkan firman-Nya siang dan malam, serta menghidupinya!
Bukan sekedar visit, alias mampir. Datang sebentar, lalu pergi lagi.

Oh… Ternyata ini rahasianya. Paham sekarang.

Tuhan tidak menginginkan orang yang ‘convert’, dari tidak kenal Tuhan, lalu sekedar berubah jadi kenal tapi ya kenal begitu-begitu saja.
Beribadah setiap minggu. Baca Firman sekali-sekali… kalau ingat.
Tidak benar-benar mengerti kehendak-Nya dan aturan main yang ditetapkan-Nya.

Banyak orang yang maunya hanya berdoa, minta sesuatu menurut keinginannya dan mengatur Tuhan sesuai caranya sendiri.
Tuhan yang disuruh-suruh atau sekedar jadi tukang stempel.
Maunya hidup My Way…. Kelompok pengikut Frank Sinatra, yang menyanyikan lagu lawas, “I did it my way.”

“Kehendak Tuhan bukan seperti itu.
Tuhan ingin kita menjadi murid-Nya seumur hidup .”

Lalu saya membayangkan putri bungsu saya yang sedang kuliah di Boston. Setiap kali ditelpon,
“Sedang mengerjakan PR”, atau “Besok ada ujian, Ma ..” dst.
Sekolah dan belajar, menjadi prioritas kehidupannya. Kegiatan Michelle lainnya, menyesuaikan dengan agenda sekolah.

Demikian juga dengan cara hidup kita.
Tuhan ingin kita menjalani hidup bersama-Nya. Setiap langkah dalam tuntunan-Nya. Ibarat naik mobil, Tuhan justru ‘Sopir’nya, sementara kita duduk di kursi penumpang mengikuti-Nya.
Mempercayai perkataan Allah melebihi perkataan dunia.
Hidup menurut God’s way…

Perhatikan nyanyian Raja Daud di atas, selain dudukdalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa,  akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

Artinya, orang yang secara verbal terus menerus mengakui bahwa Tuhanlah tempat perlindungan dan kubu pertahanannya.

Betapa seringnya kita lupa mendeklarasikan kepercayaan kita kepada Tuhan, tetapi justru menggunakan mulut untuk berkeluh kesah, berulang-ulang menceritakan vonis dokter tentang penyakit yang diderita, mendeskripsikan ketakutan serta kemungkinan buruk yang mungkin terjadi, secara mendetil.
Tidak heran jika iblis memiliki pijakan untuk masuk dalam kehidupan anak-anak Tuhan, karena mereka membuka celah tanpa disadari!

Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?

Jika ingin hidup dalam perlindungan-Nya, pastikan apa yang keluar dari mulut kita adalah janji kemenangan dari Allah. Kita mencipta masa depan, melalui perkataan yang keluar dari mulut kita.

Jika syarat ini kita penuhi, maka janji bahwa tulah (malapetaka), penyakit sampar, penyakit menular tidak akan mendekat ke rumah kita, akan terpenuhi.
Demikian pula, seribu orang rebah di sisi kita dan sepuluh ribu di sebelah kanan kita tetapi itu tidak akan menimpa kita, akan terealisasi.

Saya paham sekarang.
Setiap janji ada syaratnya. Jika syarat dipenuhi, maka hasil akan terjadi secara natural.
Menarik bukan?

Saya pun belajar.
Bagaimana dengan Anda?

God’s will and desire for us is to live in the blessing, but when a miracle is needed, thank God a miracle is there. – Daniel Amstutz.

Kehendak dan keinginan Tuhan bagi kita supaya kita hidup dalam berkat, tetapi ketika mukjizat dibutuhkan, puji Tuhan mukjizat pun ada di sana.  – Daniel Amstutz.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Living Content- Hidup Memuaskan. Mungkinkah?
Mission Trip Yang Tak Terlupakan.
Jika Tuhan Berdaulat….