Apakah damai sejahtera itu? Kata damai dalam Alkitab adalah Shalom = kesejahteraan, kesehatan, kemakmuran, kedamaian.
Yang hatinya teguh [pikirannya tertuju kepada Tuhan (KJV)] Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. Yesaya 26:3 (TB).
Dengan kata lain, ketika pikiran kita dibangun dalam kasih, pengampunan dan tujuan-Nya, maka kesehatan, kemakmuran dan kedamaian mengikutinya.
Kita melihat nasihat serupa dalam Roma 12. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Roma 12:2 (TB).
Kita bisa mengetahui apakah kita menjadi serupa dengan dunia ini, jika kita kekurangan damai sejahtera. Kekhawatiran dunia ini mencekik Firman. Tetapi pikiran yang diperbaharui adalah pikiran yang berfokus pada tujuan-Nya; yang merupakan kehendak Tuhan yang baik, berkenan dan sempurna.
Kekhawatiran merupakan hasil karena mencoba hidup di masa depan. Penyesalan adalah hasil karena mencoba hidup di masa lalu. Sedangkan Damai sejahtera tercipta karena hidup di dalam Dia.
Sulit untuk merasakan damai sejahtera, jika kehendak dan tujuan Tuhan masih merupakan misteri bagi kita. Kehendak-Nya mencakup kesehatan di setiap bidang kehidupan kita. Tujuan-Nya termasuk umur panjang dan bagaimana caranya merealisasikan tujuan hidup kita. Arahkan pikiran kita pada kehendak dan tujuan-Nya dan biarkan ‘shalom’-Nya mengalir ke dalam diri kita.
[Repost ; “Do you have peace?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].
??YennyIndra?? TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC ?? MPOIN PLUS & PIPAKU ?? PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
“Siapa Yang Memberitahu Anda Bahwa Anda Telanjang?”
Muncul foto bunga anggrek cantik dengan quotes apik di Instagram Ellies, sahabat saya: “Flowers don’t worry about how they’re going to bloom. They just open up and turn toward the light and that makes them beautiful.” – Jim Carrey.
“Bunga tidak perlu khawatir, bagaimana mereka akan mekar. Mereka cukup membuka dirinya dan berpaling ke arah cahaya (Tuhan) dan itu membuatnya menjadi cantik. ” – Jim Carrey
Saya terpana.. Sesungguhnya sesederhana itu cara kita seharusnya menjalani hidup ini, tetapi manusia begitu mempersulitnya.
Awalnya hidup Adam & Hawa begitu nyaman dan bahagia. Segala sesuatu sudah tersedia dan tercukupi.
Manusia begitu sibuk ingin mengendalikan hidupnya sendiri. Enggan bergantung kepada Sang Pencipta. Ketika iblis menggoda, hawa pun tergelitik hatinya… Dosa sejak jaman Adam dan Hawa, karena mereka ingin menjadi seperti Allah. Mereka percaya tipuan iblis dan tidak percaya, bahwa sesungguhnya mereka Sudah seperti Allah.
Begitu jatuh dalam dosa, mereka sadar bahwa mereka telanjang… Malu. Mereka pun bersembunyi dan mengambil daun untuk menutupi ketelanjangannya.
Apakah sebelum jatuh dalam dosa mereka tidak telanjang? Telanjang! Tetapi karena fokus mereka kepada Allah, mereka tidak menyadari ketelanjangannya.
Apa yang berubah setelah manusia jatuh dalam dosa? Mereka sibuk melihat dirinya sendiri! Malu, merasa kurang, tidak percaya diri, perlu membalut dirinya dengan berbagai aksesoris untuk menutupi kekurangannya. Mengasihani diri sendiri, memanjakan perasaan … Padahal perasaan itu akibat dari apa yang kita pikirkan.
Tidak suka dengan apa yang kita rasakan? Ubah pikiran, maka perasaan akan mengikutinya.
Tidak sedikit konselor yang mengajarkan untuk menerima berbagai perasaan negatif. Mengakuinya, fokus membenahinya dsb. Dulu saya juga membaca dan belajar dari buku- buku semacam itu. Akibatnya, merasa orangtua salah memperlakukan kita, guru, teman bersikap negatif. Pokoknya seluruh dunia bersalah, kecuali kita, dan menuduh dunia yang membuat kita terpuruk.
Pada kenyataannya, dunia yang sudah jatuh dalam dosa, itu memang kejam. Kalau mau cari keadilan, semua yang serba baik dan sempurna, itu mustahil bin mustahal. Gak bakalan ketemu.
Tidak ada orangtua, guru, teman, lingkungan yang sempurna di dunia ini.
“Tidak ada gereja yang sempurna. Kalau pun ada gereja yang sempurna, begitu Anda masuk, gereja itu menjadi tidak sempurna lagi”, ujar seorang pendeta. Karena kita sendiri yang tidak sempurna.
Kita tidak bisa memaksa dunia menuruti keinginan kita, tetapi sebaliknya kitalah yang harus dengan cerdik memanfaatkan apa yang ditawarkan dunia.
Orangtua yang terlalu memanjakan dan melindungi anak-anaknya, terbukti membuat anaknya lumpuh. Tidak bisa berprestasi dengan baik. Hidup sekedar hidup, tanpa mampu menjadi pribadi sesuai rancangan Tuhan. Tuhan ingin setiap anak-Nya menjadi pribadi yang outstanding dan memancarkan kemuliaan Allah. Hidup memang berat dan kejam. Anak-anak perlu dilatih dan ‘dipaksa’ untuk menaklukkannya.
Tepung, telur mentah, coklat.. saat dimakan sendiri-sendiri memang tidak enak. Serahkan pada Tuhan. Ijinkan Tuhan mengocok, meramu dan memanggangnya menjadi ‘kue kehidupan’ yang lezat. Tidak ada kesuksesan dicapai dengan cara yang mudah!
Andrew Wommack mengajarkan, kembali kepada rumus awal Tuhan menciptakan kita: pandang dan fokus pada Tuhan. Kita akan menjadi seperti apa yang kita fokuskan. Itu namanya Hukum Fokus.
Amdrew membahas secara detil dalam bukunya, “Who told you that you were naked?” “Siapa yang memberitahu Anda bahwa Anda telanjang?”
Ketika kita berubah, dunia pun ikut berubah! Like attacts like. Orang akan menarik sejenisnya. Kalau kita orang yang positif, orang-orang yang tertarik pada kita, juga orang yang positif. Demikian pula sebaliknya.
Kejar nilai-nilai sejati dari Tuhan. Itu yang membuat kita merasa penuh, utuh dan puas. Dunia mengajarkan, jadilah yang paling top, dikenal orang, dengan cara apa pun… Miliki semuanya untuk diri sendiri, tidak peduli jika itu menginjak kaki orang lain. Pokoknya heboh dan membanggakan.
Peter Drucker, bapak management modern mengingatkan, jangan sampai kita memasang tangga di dinding yang salah. Sudah sampai di puncak, pada akhir hidup baru menyadari, kita berada pada sisi yang keliru.
“Di atas langit, ada langit”, pepatah cerita silat yang terkenal. Di atas jagoan paling top di dunia, ada yang lebih jago lagi.
Tidak ada kebahagiaan sejati di luar Tuhan. Kita akan merasa puas, penuh dan utuh saat kita menggenapi rencana Tuhan dalam hidup kita. Itulah alasan mengapa kita diciptakan di dunia ini. Semua dicapai bukan dengan kekuatan kita sendiri, tetapi merealisasikan setiap langkah demi langkah bersama Sang Pencipta. Diberkati untuk menjadi berkat. Mendemonstrasikan kebaikan Allah.
Tidak perlu menjadi paling heboh di dunia, tetapi lebih membahagiakan saat kita menyadari, apa pun yang kita butuhkan tidak sekedar tercukupi, tetapi Tuhan menganugerahkan yang terbaik bahkan melebihi our wildest dream, kata orang bijak. Melebihi apa yang kita pikirkan dan doakan. Mimpi kita saja gak sampai ke sana, tapi Tuhan beri lebih lagi.
Sehingga setiap merenungkan kebaikan Tuhan kita bisa berkata, ” Siapakah aku ini Tuhan, jadi biji mata-Mu?”
Tidak ada yang lebih membahagiakan seorang manusia, melebihi kesadaran: Tuhan mencintaiku dan berada di pihakku. Jika Allah di pihakku, siapa dapat melawanku? Dan kita bahagia saat sadar kita mempengaruhi orang lain agar hidupnya menjadi lebih baik, dengan cara mendekat kepada Tuhan.
Life is good. I love You, Lord!
When your life is in God’s hands, every day is your best day -Roy Lessin.
Waktu hidup Anda berada di tangan Tuhan, setiap hari adalah hari terbaik Anda -Roy Lessin.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Dapatkah kita membayangkan seperti apa hidup kita, jika saja kita membicarakan masalah yang kita hadapi, hanya dengan kata-kata yang lahir dari Roh, dan dengan berdiri di atas ayat-ayat firman Tuhan yang memberi hidup? Dan bukan dengan cara mengeluh serta ketakutan?
Apakah kita percaya bahwa kita dapat memiliki apa yang kita katakan? Nah, jika kelimpahan hati kita, sungguh-sungguh diisi dengan kelimpahan hati Tuhan, maka kita pasti mendapatkannya! Dari kelimpahan hati kitalah, maka kita dapat berbicara, mendeklarasikan, dan memerintahkan firman Tuhan kepada gunung-gunung (masalah) kehidupan yang kita hadapi, dan kata-kata itu akan menyelesaikan tujuan-Nya!
Firman Tuhan itu hidup, kekal dan tersedia untuk diucapkan oleh mereka yang telah mendengarnya. Jika kata-kata itu ada di dalam hati kita, maka yang ada hanyalah tinggal memberi mereka tugas dengan cara berbicara.
Tuhan Yang Mahakuasa tinggal di dalam diri kita, dan firman-Nya hidup serta aktif dalam diri kita dengan kekuatan penuh, menunggu diberi tugas. Begitulah cara Tuhan menciptakan alam semesta, dan begitulah pula cara yang Tuhan inginkan, agar kita bertanggungjawab dalam mengatur hidup kita sendiri.
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.” Markus 11:23 (TB).
[Repost ; “The Power of Words”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Napoleon Bonaparte Kalah Perang Karena Gunung Tambora di Indonesia????? Lhah Bagaimana Mungkin?
Masih ingat Napoleon Bonaparte? Raja Perancis yang sangat terkenal. Ternyata ada kisah menarik yang tak terduga: Napoleon Bonaparte kalah karena ‘serangan dari Sumba, Indonesia’.
Lho apa hubungannya? Bukannya Perang Waterloo terjadi di Belgia? Nach ini dia kisah uniknya!
Napoleon Bonaparte naik pangkat dari tentara Prancis selama Revolusi Prancis, menguasai pemerintahan Prancis pada 1799 dan menjadi kaisar pada 1804. Melalui serangkaian perang, ia memperluas kerajaannya di seluruh Eropa barat dan tengah.
Pertempuran terakhir Napoleon, terjadi di Waterloo, Belgia pada tanggal 18 Juni 1815. Napoleon sudah merancangkan dengan sangat cerdik, memilih berperang di musim panas sehingga cuaca dan kondisi tanah kering dan cocok untuk pertempuran besar.
Tanpa dinyana, Gunung Tambora di Sumba meletus. Salah satu letusan gunung berapi terkuat dalam sejarah yang pernah tercatat. Menewaskan tidak kurang dari 100.000 orang, dan memuntahkan sejumlah besar abu, letusannya hingga 43 kilometer (27 mil) ke atmosfer menyelimuti dunia, sehingga mengabitkan peristiwa terkenal yang disebut Tahun Tanpa Musim Panas di Eropa.
Di musim yang seharusnya panas, turun hujan deras. Kesalahan terbesar Napoleon dalam situasi kritis ini, dia menunggu sampai tengah hari, untuk memberikan perintah penyerangan karena menunggu, agar tanah yang tergenang air mengering setelah hujan badai terjadi pada malam sebelumnya. Penundaan itu memberi kesempatan pasukan musuhnya, Blucher, yang tersisa, yang berjumlah lebih dari 30.000, memiliki waktu untuk berbaris ke Waterloo dan bergabung dalam pertempuran hari itu. Pertempuran Waterloo, di mana pasukan Napoleon dikalahkan oleh Inggris dan Prusia, menandai akhir pemerintahan dan dominasi Prancis di Eropa.
Dr Genge menambahkan: “Victor Hugo dalam novel Les Miserables berkata tentang Pertempuran Waterloo: ‘langit yang mendung di luar musim sudah cukup untuk menyebabkan runtuhnya dunia’.
Sekarang kita selangkah lebih dekat untuk memahami peran Tambora dalam pertempuran dari belahan dunia lain. “
Membaca kisah ini, saya terpana. Betapa sering manusia mengandalkan kekuatan, kepintaran dan kemampuannya sendiri. Tetapi siapa yang menyangka, Gunung Tambora di Indonesia, yang berjarak ribuan kilometer dari Belgia, mampu menggagalkan rencana Napeon Bonaparte di Waterloo, Belgia. Dan menyebabkan kekalahannya.
Berapa kali Eropa mengalami *tahun tanpa musim panas* dalam kurun berabad-abad? Langka! Bahkan mungkin satu-satunya.
Belajar dari sejarah ini, alangkah baiknya jika dalam merancangkan segala sesuatu, kita membawanya kepada Tuhan, yang Mahatahu. Tuhan sudah tahu dan memperhitungkan kalau Tambora akan meletus dan seberapa besar pengaruhnya.
Tuhan menggunakan fenomena alam yang terbukti menurut science, membuat Laut Merah terbelah sehingga Musa dan bangsanya, lolos dari kejaran Firaun dan tentaranya yang berkereta dengan senjata lengkap. Justru Firaun dan tentaranya, yang mati tenggelam saat mengejar Musa. Solusi ajaib yang hanya sekali terjadi di sepanjang sejarah umat manusia.
Dengan cara yang sama, Tuhan mampu meluputkan Napoleon Bonaparte dan kita juga, jika saja kita menyertakan Tuhan dan bergantung kepada-Nya.
Mengalami masalah berat tanpa solusi? Datang kepada Tuhan dan serahkan segala kekhawatiran kita kepada-Nya. Kita tidak tahu solusinya, tapi Tuhan tahu. Dia tahu apa yang sedang terjadi saat ini, posisi kita sesungguhnya dan apa akan terjadi di masa depan. Dengan demikian, strategi terbaik sudah diatur-Nya. Tugas kita hanyalah percaya dan beriman.
Tuhan membutuhkan iman, agar dapat bekerja dalam hidup kita. Sementara iblis butuh ketakutan, agar dapat merusak hidup kita,ujar Yuliadi mengutip Crefo Dollar.
Tapi gak masuk akal….? Don’t worry about how God will work things out… you just focus get closer to Him, and He will handle the rest.- Joel Osteen.
Jangan khawatir tentang bagaimana Tuhan akan menyelesaikan semuanya … Anda hanya fokus lebih dekat dengan-Nya, dan Dia akan menangani sisanya. – Joel Osteen.
Otak kita yang sebesar kacang, kata Greg Mohr, memang tidak bisa memahami jalannya Tuhan. Kembali saya diingatkan, jika Gunung Tambora di Sumba, Indonesia, bisa menentukan pertempuran Waterloo, tentunya banyak hal tak terpikirkan bisa menciptakan solusi.
When it seems everything is falling apart, God’s hidden work always remains – Angela Thomas.
Waktu semuanya sepertinya berantakan, pekerjaan Tuhan yang tersembunyi selalu tetap ada -Angela Thomas.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Pertanyaan yang beberapa kali dilontarkan dan saya pun tidak tahu jawabannya.
“Padahal kami sekeluarga sudah berdoa, agar saudara kami bisa diselamatkan, tetapi tetap meninggal,” ujar seorang sahabat dengan sedih, “Di mana Tuhan saat kecelakaan itu terjadi? Mengapa Dia membiarkannya? Tuhan kan Mahakuasa, mampu meluputkan apa saja.”
Sampai saya Sekolah di Charis dan guru saya, Greg Mohr menjelaskannya.
Karena Adam memilih memberontak terhadap Allah di Taman Eden, sehingga kuasa atas dunia yang diberikan Allah kepada Adam, sekarang diserahkan Adam kepada si iblis. Dunia jatuh dalam dosa, dibawah kuasa jahat si iblis. Malapetaka dan berbagai kejadian buruk adalah strategi iblis untuk mencuri, membunuh dan membinasakan manusia.
Greg menegaskan bahwa Allah senantiasa berbicara dan membimbing kita. Permasalahannya, apakah kita mau mendengarkan Dia? Ketika kita tidak pernah atau jarang bergaul dengan seseorang, maka kita tidak mengenali suara-Nya. Terdengar asing di telinga. Inilah permasalahan utama, mengapa manusia tidak tanggap terhadap ‘alarm bahaya’ dari Tuhan.
“Jika hewan saja dapat mengikuti insting mereka dan bergerak ke tempat yang lebih tinggi sebelum terjadinya tsunami, tidakkah lebih lagi orang-orang yang dipenuhi Roh Tuhan memperoleh perlindungan dari tsunami keuangan, kesehatan, hubungan dan tsunami-tsunami lain dalam hidup mereka?” cuplikan pelajaran Greg Mohr, “Banyak orang yang bekerja di Menara Kembar tidak berada di tempat pada tanggal 11 September sebab ada “sesuatu” mencegah mereka menjalankan jadwal normal mereka.”
Fakta yang mengejutkan, ketika terjadi peristiwa 9/11 di WTC, hanya 1/3 orang yang hadir di tempat kerjanya. 2/3 sisanya, dengan berbagai alasan tidak hadir. Ada yang mobilnya bermasalah, merasa tidak enak badan dan banyak yang bersaksi seolah-olah ada dorongan untuk tidak berangkat ke tempat kerja.
Sedangkan salah satu pesawat yang diterbangkan untuk menabrak menara WTC, hanya terisi 13 orang. Seberapa sering sebuah pesawat diterbangkan hanya sesedikit itu penumpangnya?
Kebetulan? Sesungguhnya tidak. Itu dorongan Tuhan yang mengingatkan, agar para penumpang dan para korban yang selamat, terhindar dari masalah. Tergantung kita: peka atau tidak? taat atau tidak?
Suatu pagi Greg merasa hatinya berbeban berat. Maka dia memberitahu anak-anaknya, tidak berangkat ke sekolah. Lalu Greg dan Janice, istrinya, berdoa dalam roh sekitar 45 menit – 1 jam. Hingga hatinya merasa lega. Segera Greg memanggil anak-anaknya untuk berangkat ke sekolah. Anak-anak pun protes, mengira bisa membolos sekolah hari itu. Dalam perjalanan ke sekolah, mereka melalui toll dan ternyata ada kecelakaan beruntun 20 mobil berderet di sana. Seandainya pagi tadi Greg mengabaikan peringatan Tuhan, maka mobilnya akan berada di antara mobil-mobil yang kecelakaan. Karena jam kejadiannya, bertepatan dengan jam biasanya Greg mengantarkan anak-anak ke sekolah. Greg Mohr mengajarkan, jangan mengabaikan tanda-tanda yang diberikan Tuhan.
Menjelang Michelle akan kembali ke Amerika pertengahan Januari lalu, sebelum ke airport, kami mampir membeli misua seafood kuah. Take away karena waktunya mepet. Kebetulan mama bilang ingin misua kuah.
Resto ini favorit kami. Beberapa waktu sebelumnya, kami menjamu teman makan di sana, tamu kami memuji misua kuah susunya sangat enak. Tidak kalah dengan Singapore. Ketika order take away 2 mangkuk, sang penjual bertanya, “Kuah susu atau kuah bening?”
Saya sempat ragu-ragu, mama suka yang mana ya? Ada dorongan kuah bening saja. Teringat pujian tamu kami, maka saya memilih kuah susu semua.
Habis check in, Michelle makan dulu sebelum masuk ke ruang tunggu. Suka sekali dengan kuah susunya, apalagi seafoodnya lengkap dari kerang, udang, ikan, bakso ikan, cumi dll. Mantap!
Tiba di rumah misua pun disajikan. Mama protes. “Ini kuah santan?” “Bukan Ma, kuah susu… Enak sekali. Ayoo coba dimakan.” Tapi mama hanya mau makan seafoodnya saja, sambil terus menerus protes, “Biasanya misua itu kuahnya bening, pakai kaldu ayam…” ?
Saya review ulang, saat order sebetulnya sudah terbersit dalam hati, punya mama kuah bening saja. Tetapi logika dan pikiran ini mengingatkan, yang dipuji-puji kuah susu lho, jadilah pilih kuah susu.
Saya pun belajar. Kerapkali sesungguhnya secara naluri kita sudah tahu… Tetapi tidak taat dan lebih memilih mempercayai nalar. Ternyata itulah ‘suara’ bimbingan Tuhan.
Mendengarkan itu kuncinya! “Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar,” kata Tuhan.
Saya pun memutuskan untuk belajar lebih dekat dengan-Nya dan melatih diri untuk mendengarkan, lebih peka serta lebih taat. Bagaimana dengan Anda?
God is speaking ALL the time, but how many of us aren’t listening because it doesn’t sound the way we want it to.
Tuhan SELALU berbicara SEPANJANG WAKTU, tetapi banyak dari kita yang tidak mendengarkan, karena suara-Nya tidak seperti yang kita inginkan.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN