Category : Articles

Articles

Sudahkah Kasih Allah Kita Aplikasikan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Sudahkah Kasih Allah Kita Aplikasikan?

“Saya sehat…lagi hepi dengan bagi-bagi berkat. Karena ga bisa masak, jadi aku minta beberapa teman belikan nasi bungkus di daerahnya, dibagi-bagi supaya mereka dan tetangganya bisa makan…,” B. Silvy, komisaris sebuah Rumah Sakit bercerita dengan ceria, saat saya menanyakan kabarnya,
“Kemarin aku borong gerobak gorengan di depan rumah sakit…siapapun yg beli gorengan, gratis…! Lalu ke mini market, tanya kuenya mana, kuborong senampan, dibagi 2 untuk satpam dan cleaning service…
Tukang ojek online kuberi masker ato uang…karena dari tiap hantaran mereka cuma dapat seribu perak … kebetulan banyak kertas/amplop bekas, kubuat kantong kecil2…kuisi 2000…memang sedikit, tapi berarti bagi mereka, kita diberkati untuk memberkati, bukan ? Hepi banget Yen, bisa berbagiii…”

Wow…. Ini tindakan nyata dari kasih Tuhan di dalam kita. Daripada tiap hari galau baca berita Covid, mengapa tidak meniru apa yang dilakukan B. Silvy?
Terbukti beliau hepi banget!

“Lhah kan hidup B. Silvy serba nyaman…”

Tidak juga. Anak, menantu, bahkan cucunya sempat kena Covid juga. Bedanya B. Silvy tidak fokus pada ‘malapetaka’ yang menimpa keluarganya, justru beliau diingatkan untuk peduli pada masyarakat di sekitarnya.

“Bu Yenny, bisnis saya gak lancar seperti biasanya… Masa mesti berbagi?”

Percayalah ketika seseorang pulang ke surga, semua harta akhirnya ditinggal di dunia. Justru tindakan kasih itu yang bisa kita bawa.
Lakukan apa yang kita bisa, sebagai persembahan kita kepada-Nya, dengan rela dan penuh sukacita karena memberi dengan terbeban, tidak menyukakan hati Tuhan.

Kasus yang sama menimpa banyak orang. Saya pun terdampak. Tetapi saya diingatkan Tuhan pada nasehat B. Lisa Wiharjo, salah satu mentor rohani saya di Kota Solo sekian puluh tahun lalu.

“Yenny, kita memberi sebagai ucapan syukur bahwa kita tidak perlu mengalami kecelakaan seperti teman kita ini. Kita cukup membagikan sebagian berkat titipan Tuhan,” ujar B. Lisa ketika mengumpulkan donasi untuk biaya operasi seorang teman yang cukup mahal, karena kecelakaan yang parah.

Ungkapan ini terngiang-ngiang di ‘telinga’. Bersyukur saya dan keluarga sehat. Ada teman-teman yang kena Covid. Rumah sakit penuh. Betapa repotnya, berjaga siang dan malam mengurus yang sakit, masih mikirin keluarga pula.
Kita bisa sekedar mengirimkan makanan, mengurangi sedikit kerepotannya.

Ada pula ortu di rumah sakit, sementara anak-anak dan sang kakek & nenek yang OTG isoman di rumah. Kita bisa memperhatikan mereka, mengirimkan apa yang mereka butuhkan, sebagai bukti kasih Allah yang ada di dalam kita. Zhang menawarkan membantu membelanjakan apa saja kebutuhannya.

P. Dolfi & B.Nini mencarikan oksigen yang langka di mana-mana, di samping obat. Mereka punya jalur. Terutama karena Tuhan yang membukakan jalan.
Terbukti Allah baik, senantiasa menjawab doa!

Pokoknya lakukan sesuatu….
Beberapa teman di daerah, kesulitan mendapatkan obat. Mungkin kita bisa membantu mencarikannya, bahkan memberinya. Kalau ada ‘obat’ atau ‘vitamin’ untuk meringankan mereka, coba tawarkan.
Transfer sedikit berkat yang kita punya, untuk teman yang sedang butuh dana pengobatan.
Ini masalah nyawa, hidup dan mati.

Nana memberi saya Avigan gratis, saat Christian membutuhkan.
Thanks Nana!
Dan kami sampai bengong, ketika mendengar, Avigan yang dulunya hanya 250rb/ strip sekarang dijual 7.5 jt rupiah/strip.
Hutang budi banget sama Nana…

Betul- betul sehat itu mahal harganya….
Oksigen kita hirup setiap hari dengan gratis, ketika harus membeli dalam tabung dan dirupiahkan, pusing kepala kita . .
Mahal banget!!!!
Langka pula….

“Ketika memberkati orang lain, aku baru sadar, ada istilah ‘pedang bermata 2’… tapi saat berbagi, kebaikan itu bermata 4 loh…yang dikasi seneng, yang bikin kuenya seneng, yang berjualan seneng, kita yang berbagi pun seneng…jadi malah geli and hepi aku…,”B. Silvy menjelaskan,
“Kemarin di persekutuan doa yang kupimpin, ku ajak nyanyi : mengasihi, mengampuni, melayani lebih sungguh….lagu lama, lalu aku minta dalam seminggu ke depan, kita semua praktek kebenaran: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku, kata Tuhan… dan jumat depan harus sharing, apa yang sudah kita lakukan di musim pandemi ini…sekecil apa pun…”

Kasih bukan cuma di bibir bukan?
Bagaimana dengan kita?
Ikutan challenge B. Silvy yuk….

“Love is the doorway through which the human soul passes from selfishness to service.” – Jack Hyles

Kasih adalah pintu yang melaluinya, jiwa manusia beralih dari keegoisan menuju ke pelayanan.” -Jack Hyles

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kriteria Wanita Cantik Ala P. Ken Sudarto.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kriteria Wanita Cantik Ala P. Ken Sudarto.

Berpuluh tahun lalu, saya membaca wawancara Alm. Bapak Kenneth Tjahjady Sudarto, terkenal dengan panggilan Ken Sudarto, Presiden Komisaris Matari Advertising Grup, di sebuah majalah wanita.
Beliau berasal dari Kebumen, kota kecil di Jawa Tengah, kampung halaman saya.

“Menurut P. Ken, wanita cantik itu seperti apa?”

“Ada wanita yang secara fisik sangat cantik. Bahkan nyaris sempurna. Tetapi ketika berbicara dengannya, dalam 5 menit, kita sudah kehabisan topik pembicaraan. Gak tau mau ngomong apalagi.”

Ungkapan P. Ken mengubah persepsi saya tentang kecantikan. Kalau diajak ngomong serba ga tahu, meski secara fisik cantik, dalam 5 menit luntur dah kecantikannya!
Blas gak menarik…. Saya paham sekarang.

P. Ken bukan orang sembarangan. Pengusaha sukses, lulusan Harvard Business School pula. Mungkin satu-satunya orang Kebumen yang lulus dari Harvard. Artinya, pendapatnya layak jadi panutan.

Mau cantik? Ayoo isi otak dan hati dengan pengetahuan dan kebenaran firman Tuhan. Wisdom itulah yang membuat kecantikan tak lekang oleh waktu.

“Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan Tuhan dipuji-puji,” pendapat Raja Salomo yang mempunyai 1000 istri.

Dengan bertambahnya usia, kecantikan fisik akan pudar tetapi kecantikan yang dari dalam, berupa kebijaksanaan, hikmat, pengertian, kepandaian, akal budi, akan terpancar dari dalam yang menyinarkan kecantikan sejati, yang menarik banyak orang di sepanjang masa.

Wanita diciptakan untuk menjadi penolong yang sepadan bagi pria. Penolong berarti wajib melebihi yang ditolong: lebih repot, lebih cerdik, lebih bijak supaya bisa menjadi penasehat yang handal, tetapi posisinya tetap yang nomor 2… Karena dia hanyalah penolong.
Unik bukan?
Itulah yang Tuhan kehendaki!

Nothing is more beautiful than a woman who is brave, strong and emboldened because of who God is in her.

Tidak ada yang lebih cantik dari seorang wanita yang berani, kuat, dan bersemangat karena siapa Tuhan yang ada di dalam dirinya.

Sesungguhnya, nilai-nilai ini tidak hanya berlaku untuk wanita saja tetapi untuk pria dan siapa saja.
Semakin lama saya hidup dan belajar, semakin sadar, yang membuat seseorang menarik adalah api semangat dan nilai-nilai hidupnya.
Wisdom alias kebijaksanaan seseorang dan semangat untuk berkarya bagi sesama, yang membuatnya menarik. ‘Membuat hidup lebih hidup’, kata iklan, bertambah ‘cantik or tampan’ pula. Kata-kata yang terucap dari mulutnya, menawarkan ‘kehidupan’. Semangatnya menarik orang mengikutinya.

Saat kita berjumpa dengan seseorang yang ‘ajubilah’ kekayaannya, tetapi itu hanyalah sisa-sisa kesuksesannya di masa lalu, tidak ada sesuatu yang menarik lagi. Ucapannya pasrah, tanpa mimpi yang hendak diraih, dan hidupnya seolah menunggu giliran dipanggil Tuhan saja.

Berbeda dengan P. Ken, sms terakhir yang dikutip oleh Blog Tokoh Indonesia, berbunyi:
“Hidup bagaikan bendera perang. Kadang-kadang berkibar megah, menantang. Kadang-kadang kotor, robek-robek, dan hampir jatuh ke tangan musuh. Tapi harus tetap dipertahankan dengan gagah berani, sampai ke tangan Tuhan”.

Wow…. Ungkapan seorang pejuang sejati yang cinta Tuhan. Imannya terpancar dalam setiap kata yang terucap. Bunda Dewi Motik pun menceritakan begitulah P. Ken yang hebat. Beliau memang bersahabat dan mengenal P. Ken secara pribadi.

Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.

Ingatlah senantiasa, selama kita masih diberi nafas oleh Tuhan, artinya masih ada tugas yang harus kita kerjakan.
Cari Tuhan sungguh-sungguh.
Apa tugas yang belum kita selesaikan?
Jadikan itu mimpi kita dan raih.
Do our best!
Itu yang membuat pribadi kita senantiasa menarik dan akan mempengaruhi orang-orang di sekitar kita dengan nilai-nilai kebenaran yang kekal.
Menjadi Terang dan Garam dunia, sehingga hidup orang-orang di sekeling kita, menjadi  lebih baik karena mengenal kita.

Saya tidak pernah mengenal P. Ken secara pribadi. Saat saya kecil, P. Ken sudah malang melintang di Jakarta. P. Ken tentu tidak menyangka, pendapatnya tentang kecantikan sudah mengubah hidup seseorang: saya…fans-nya dari jauh. Bahkan saat beliau sudah di surga, ungkapannya tetap memberkati banyak orang: pembaca Seruput Kopi Cantik YennyIndra.

Pelajaran yang saya ambil:
Kita pernah tahu, ungkapan mau pun tindakan kita akan berdampak seperti apa? Be wise… !

Sebagai penutup, inilah ungkapan Dr. Melvin Maxwell pada putranya, John Maxwell, saat beliau berusia 95 tahun:
“Son, remember… The best is yet to come – Anakku, ingat… Yang terbaik masih ada di depan sana.”

Wow… Sungguh teladan kehidupan yang berkualitas dan sangat menarik. Dr. Melvin Maxwell masih menantikan yang lebih baik lagi saat berusia 95 th. Dahsyat!

Pertanyaannya:
Sudahkah kita bermimpi dan giat meraihnya?

Becoming a woman of God does not happen overnight. To become the woman that God desires for us to be, He takes is through a lifelong journey that teaches us how to love Him with our heart, body, soul, and spirit. – Kendra Jackson.

Menjadi wanita yang berkenan kepada Tuhan tidak terjadi dalam semalam.  Untuk menjadi wanita yang Tuhan inginkan, Dia mengerjakannya di sepanjang perjalanan umur kita untuk mengajar bagaimana mencintai-Nya sepenuh hati, dengan tubuh, jiwa, dan roh kita.  – Kendra Jackson

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apa Rahasia Terciptanya Mujizat?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apa Rahasia Terciptanya Mujizat?

Ada sejumlah kunci untuk melihat mujizat Tuhan terwujud secara konsisten.  Salah satu yang paling sedikit dipahami, karena itu jarang dipraktikkan, adalah fakta bahwa *Kesembuhan berada di bawah otoritas orang percaya*. 
Tuhan telah menyediakan kuasa kesembuhan-Nya dan menempatkannya di dalam diri setiap orang percaya yang telah lahir baru.  Terserah kita untuk menggunakannya atau tidak.  *Memahami dan menggunakan otoritas kita adalah kunci untuk melihat mujizat terjadi.*

Lihatlah bagaimana Petrus dan Yohanes melayani kesembuhan orang lumpuh dalam Kisah Para Rasul 3:1-8 (TB):

“Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.
Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.
Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah.
Mereka menatap dia dan Petrus berkata: “Lihatlah kepada kami.”
Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.
Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!”
Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.
Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.”

Perhatikan Petrus *tidak berdoa* untuk orang ini.  Dia juga *tidak meminta* Tuhan untuk menyembuhkannya. 
Dia berkata, “Seperti yang telah kuberikan kepadamu.”  Ini tidak berarti bahwa Petrus adalah sumber penyembuhan ini.  Perhatikan apa yang Petrus katakan dalam Kisah Para Rasul 3:12 (TB),

“Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata: “Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri?”

Kuasa Tuhanlah yang menyembuhkan orang ini, tetapi kuasa itu berada di bawah otoritas Petrus.
Petrus melanjutkan dengan mengatakan dalam ayat 16 bahwa adalah *iman dalam nama Yesus yang telah menciptakan mukjizat ini.*

Tetapi Petrus tidak meminta Tuhan untuk menyembuhkan orang ini.  Dia percaya Tuhan telah melakukan bagian-Nya dan telah menempatkan kuasa itu di dalam dirinya.  Sekarang adalah tanggung jawab Peter untuk melepaskan kekuatan itu, dan itulah yang dia lakukan.

Tuhan tidak pernah menyuruh kita untuk berdoa bagi orang sakit dalam arti bahwa kita meminta Dia untuk menyembuhkan mereka. 
Dia menyuruh kami untuk menyembuhkan orang sakit.
Ada perbedaan BESAR antara keduanya.  Ini ada hubungannya dengan *beroperasi dalam otoritas* yang telah Dia berikan kepada kita.  Lihatlah perintah-perintah ini yang Tuhan berikan kepada murid-murid-Nya.

“Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.
Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang.” Lukas 9:1-2 (TB) 

“Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.”
Matius 10:1 (TB)

“Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”
Matius 10:7-8 (TB)

Yesus menyuruh kita untuk menyembuhkan orang sakit BUKAN mendoakan orang sakit.
Sungguh pernyataan yang radikal!  Ini akan membuat kita dikeluarkan dari kebanyakan gereja hari ini, tetapi ini adalah kata-kata yang persis, tepat yang diucapkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus. 
Dan inilah alasan tepatnya, mengapa banyak orang tidak melihat mujizat yang mereka doakan.
Mereka tidak menggunakan otoritas dan memerintah dengan kuasa Tuhan; sebaliknya, secara pasif meminta Tuhan untuk melakukan apa yang Dia perintahkan untuk mereka lakukan.

Saya tahu ini bertentangan dengan doktrin Kristen yang populer.  Kita terus-menerus diberitahu bahwa bukan kita tetapi Tuhanlah Sang Penyembuh, dan saya setuju dengan itu sepenuhnya.
Tetapi, saya juga percaya bahwa Tuhan telah menempatkan kuasa penyembuhan-Nya di bawah otoritas kita, dan terserah kepada kita untuk menggunakannya atau tidak.
Jika kita tidak mengambil otoritas kita serta berperan sebagai pemimpin (komandan) yang berkuasa, malahan memilih mengemis, minta pertolongan Tuhan, maka kekuatan Tuhan tidak akan dilepaskan. 
Perlu ada pembaharuan radikal pemikiran kita dalam menghadapi masalah ini.

Seorang teman baik saya, Dave Duell, mengadakan pertemuan di Afrika bertahun-tahun yang lalu.  Itulah pertama kalinya mereka melihat mujizat seperti orang buta dapat melihat dan orang tuli disembuhkan.  Orang-orang begitu bersemangat sehingga mereka mengerumuninya saat Dave berjalan di jalanan, mencoba menyentuhnya agar mereka bisa disembuhkan.  Pikiran pertamanya dipengaruhi oleh pemikiran religius yang saya coba ubah. 
Dia berpikir, Mereka seharusnya tidak melihat ke arahku.  Saya bukan penyembuh;  Yesuslah Sang Penyembuh.  Dia hendak menghentikan perbuatan mereka, ketika Tuhan berbicara kepadanya.  Tuhan berkata,
“Dave, apakah kamu ingat ketika Aku mengendarai keledai itu ke Yerusalem, dan semua orang meletakkan pakaian dan daun palem di jalanan serta berteriak, ‘Hosana… Hosana…’?  Apa yang akan kamu pikirkan jika keledai itu berbicara dan berkata, ‘Ini bukan saya!  Itu bukan saya’?
Sikap itu hanya akan mengungkapkan kesombongan si keledai. 
Tidak ada yang memuji keledai itu;  mereka memuji Dia yang menunggangi keledai itu.”

Ketika Dave menyadarinya, orang-orang tidak mencoba menyentuhnya tetapi menyentuh Yesus yang dia bawa, maka dibiarkannya mereka menyentuhnya semau mereka dan orang-orang disembuhkan.  Inilah yang terjadi dengan murid-murid abad pertama.  Petrus menyuruh orang-orang berbaris di jalan-jalan sehingga bayangannya menyentuh mereka pun, mereka disembuhkan (Kis. 5:15).

Lihatlah bagian Kitab Suci yang menakjubkan dalam Yesaya 45:11(TB):

“Beginilah firman TUHAN, Yang Mahakudus, Allah dan Pembentuk Israel: “Kamukah yang mengajukan pertanyaan kepada-Ku mengenai anak-anak-Ku, atau memberi perintah kepada-Ku mengenai yang dibuat tangan-Ku?

Sungguh ayat yang dahsyat! 
Apa maksud Tuhan ketika Dia menyuruh kita untuk memerintahkan Dia?  Yah, tentu tidak berarti kita lebih kuat dan lebih berkuasa dari Dia sehingga dapat memerintah-Nya.  Maksudnya, selaras dengan hal-hal yang telah dikerjakan-Nya, Tuhan ingin kita mengambil otoritas kita dan memerintahkan dengan kuasa-Nya.

Ibarat seperti listrik.  Perusahaan listrik PLN memproduksi listrik lalu mengirimkannya ke rumah kita. Tentu listrik itu bukan kekuatan kita, tetapi listrik itu berada di bawah kendali otoritas kita. 
Saat ingin menyalakan lampu, tentu kita tidak lagi menelepon PLN, meminta mereka untuk menyalakan lampu.
Tidak!  Mereka tidak akan melakukan itu. 
Mereka memproduksi aliran listrik, tetapi kekuatan listrik itu berada di bawah perintah kita. Sekarang kita cukup menekan sakelar di dinding dan memerintahkan daya listrik untuk bekerja. 
Apakah ini berarti kita adalah sumber listriknya? 
Tentu tidak! 
Kita dapat memasukkan bola lampu ke dalam mulut kita, dan itu tidak akan pernah menyala.  Kita bukanlah sumber kekuatan listriknya, tetapi kitalah yang mengendalikan apa yang dilakukan kekuatan itu. 
Kita dapat memohon kepada PLN semua yang kita inginkan, tetapi PLN tidak akan menekan tombol itu untuk kita. 
Tugas kita harus menerima otoritas  serta mengakuinya bahwa kekuatan  listrik itu berada di bawah komando kita.

Inilah yang Tuhan bicarakan. Tuhan telah menyembuhkan semua orang, yang akan membutuhkan kesembuhan di kemudian hari.  Dia telah melakukannya dua ribu tahun yang lalu ketika Yesus menanggung bilur-bilur kita di punggung-Nya.  Kemudian Dia menaruh kuasa kebangkitan-Nya di dalam setiap orang percaya (Ef. 1:19-20). 
Dia telah melakukan bagian-Nya, dan sekarang terserah kita, apakah kita melakukan bagian kita, atau tidak.  Kita perlu mengambil otoritas yang telah Dia berikan kepada kita dan menjadi komandan, bukan pengemis. 
Inilah kebenaran dahsyat yang terbukti berhasil, itulah alasan mengapa kita melihat begitu banyak mujizat. 
Kita tidak sekedar berdoa untuk orang sakit;  kita menyembuhkan mereka dalam nama Yesus.

Saya tahu pemikiran ini menimbulkan banyak pertanyaan, bukan sekedar jawaban, jadi saya telah menulis pengajaran tentang Otoritas Orang Percaya. 

Sumber: https://www.awmi.net/reading/teaching-articles/authority_releases/

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Forgiveness VS Trust.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Forgiveness VS Trust.

When we forgive someone who has hurt us, does that mean we have to jump back into relationship with them?

Ketika kita memaafkan seseorang yang telah menyakiti kita, apakah itu berarti kita harus kembali menjalin hubungan dengan mereka?,”

Let’s be clear, trust and forgiveness are NOT the same.
Mari kita perjelas, kepercayaan dan pengampunan TIDAK sama.”

Pengampunan berkaitan dengan masa lalu dan kepercayaan berkaitan dengan masa depan. 
Sedangkan Kepercayaan berarti saya akan berinvestasi lebih banyak ke dalam suatu hubungan.

Ingat: Orang dapat dipercaya karena memiliki rekam jejak yang dapat dipercaya.  Apakah mereka memiliki pola yang menunjukkan bahwa mereka peduli pada Anda?

Tulis Dr. Henry Cloud, penulis buku terkenal yang berjudul “Boundaries”, dalam wall facebooknya.


Banyak orang yang menganggap ketika dia memaafkan atau mengampuni kesalahan seseorang, berarti dia harus menjalin hubungan (relationship) kembali dengannya. Itulah alasannya mereka enggan melepaskan pengampunan.
Dr. Henry Cloud dengan tegas membedakannya!

Kita mengampuni kesalahan orang lain demi kepentingan kita sendiri. Menyimpan kemarahan atau dendam  itu sumber penyakit, stress dan kepahitan.

Resentment is like drinking poison and hoping it will kill someone else. – Kebencian itu seperti meminum racun dan berharap itu akan membunuh orang lain.

Tentu saja mustahil!
Kita sendiri yang mati….

“Enak dia dong, sudah menghina dan menyakiti seenaknya, sekarang aku yang mesti mengampuni. Dia merasa bersalah juga kagak,” protes seorang teman.

Kita memaafkan karena sayang pada diri kita sendiri. Repot-repot kita mikirin dia dengan penuh kegeraman, sambil hati tersayat-sayat, sementara dia happy-happy.
Siapa yang rugi coba?

Mengampuni, tidak berarti kita setuju dengan perlakuannya terhadap kita.
Mengampuni, artinya kita menyerahkannya kepada Tuhan, agar kita dapat melanjutkan hidup kita tanpa terbeban olehnya.

Mengampuni itu keharusan, tetapi berhubungan kembali, itu pilihan.
Itu dua hal yang berbeda!

Kalau tidak cocok, ambil saja jalan yang berbeda.
Mengampuni itu perintah Tuhan tapi tidak ada perintah Tuhan, bahwa kita harus terus menjalin hubungan lagi, jika memang merugikan dan membuat kita tidak bahagia.

Tuhan justru mengajarkan, agar cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

“Bagaimana kalau keadaan memaksa harus tetap berhubungan?”

“Batasi seperlunya. Love from a distance, kata Joel Osteen. Kasihi dari kejauhan. Menghindari ribuan pertempuran yang tidak perlu.”


Sepasang suami istri datang konseling pada Greg Mohr.

Dengan berapi-api sang suami marah karena istrinya terus menerus curiga kepadanya. Rupanya sebelum ini, sang suami ketahuan berselingkuh. Mereka sudah mengadakan rekonsiliasi.

“Istriku berkata sudah memaafkan, tetapi buktinya tetap mencurigai aku terus. Dia tidak mempercayai aku…,” ujar sang suami dengan sewotnya.

“Aku pun tidak mempercayaimu,” sergah Greg Mohr tegas,
>”Trust must be earned, kepercayaan harus diperoleh melalui pembuktian demi pembuktian. Kamu sudah mengkhianati istrimu, sekarang buktikan pertobatanmu.”

Dieeeenk….

Kita mengampuni seseorang karena Tuhan telah mengampuni kita terlebih dahulu. Dengan kekuatan kita sendiri, tentu tidak mampu. Tetapi Tuhan telah memberikan anugerah-Nya, sehingga dengan bergantung kepada kekuatan Allah, kita mampu mengampuni.

Kepercayaan tidak bisa diberikan secara gratis. Kepercayaan  yang sudah dikhianati, hilang, atau dilecehkan, hanya bisa  diperoleh kembali melalui pembuktian demi pembuktian, rekam jejak dari tindakan yang bisa dipercaya secara berulang, sedikit demi sedikit, sampai akhirnya kepercayaan bisa diraih kembali.

Love is a chance. Hate is a curse. Forgiveness is a blessing. Trust is a gift. – Adrian Rayshawn.

Cinta adalah kesempatan.  Kebencian adalah kutukan.  Pengampunan adalah berkat.  Kepercayaan adalah sebuah anugerah.  – Adrian Rayshawn.

Supaya bisa memberikan kesempatan kedua atau second chance, agar kepercayaan bisa dibangun kembali, pengampunan harus diberikan terlebih dahulu. Tanpanya, kepercayaan mustahil dibangun.

Trust can only be mended, it can never be fixed. Because people forgive, but they can never forget.

Kepercayaan hanya bisa diperbaiki, namun tidak akan pernah bisa dipulihkan seperti sediakala.  Karena orang memaafkan, tetapi mereka tidak pernah bisa melupakan.

Pelajarannya, Berpikirlah sebelum berkata-kata dan bertindak. Ada hal-hal dalam hidup, yang tidak memberi opsi second-chance.

Hidup ternyata jauh lebih mudah saat kita memahami rambu-rambunya dengan jelas.
Mari memaafkan dengan bebas, tetapi memberikan  kepercayaan dengan bijak.
Setuju?

Forgiveness must be immediate, whether or not a person asks for it. Trust must be rebuilt over time. Trust requires a track record. If someone hurts you repeatedly, you are commanded by God to forgive them instantly, but you are not expected to trust them immediately, and you are not expected to continue allowing them to hurt you. – Rick Warren

Pengampunan harus segera dilakukan, terlepas dari apakah seseorang memintanya atau tidak.  Kepercayaan harus dibangun kembali dari waktu ke waktu.  Kepercayaan membutuhkan rekam jejak.  Jika seseorang menyakiti Anda berulang kali, Anda diperintahkan oleh Tuhan untuk segera memaafkannya, tetapi Anda tidak diharapkan untuk segera mempercayainya, dan Anda tidak diharapkan untuk terus membiarkan mereka menyakiti Anda.  -Rick Warren

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Sudahkah Kita Seperti Pohon Sanobar dan Pohon Murad?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Sudahkah Kita Seperti Pohon Sanobar dan Pohon Murad?

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
Yesaya 55:8-9 (TB)

Ayat ini sangat populer dan saya pun menghafalnya tetapi ternyata pemahaman saya salah.
Dulu saya beranggapan arti ayat ini, kalau saya mau A, Tuhan maunya B karena rancanganKu bukanlah rancanganmu.
Ternyata keliru!

Sampai Mike Hoesch menjelaskan. Tuhan menyatakan, kamu terjebak dalam hidupmu yang berantakan. Itu tidak sesuai dengan rancangan Tuhan.

Mengapa semuanya bisa terjadi?
Karena kita menjalani hidup, tidak sesuai dengan jalan-jalan yang Tuhan kehendaki.

Karena itu pada ayat sebelumnya, Tuhan menyarankan agar:
Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.
Yesaya 55:7 (TB)

Hidup yang amburadul terjadi karena kita berjalan mengikuti jalannya orang yang fasik. Penerapan jaman ini, kita terseret oleh cara hidup yang duniawi.
Karena itu kembalilah kepada Tuhan, supaya belas kasihan dan pengampunan Tuhan dicurahkan.

Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!
Yesaya 55:6 (TB)

Bersegeralah cari Tuhan.
Hidup di dalam jalannya Tuhan, Itu tidak terjadi otomatis. Kita yang harus mencari Dia.
Mengikuti jalan Tuhan merupakan keputusan serta tindakan yang harus kita ambil setiap hari.
Bukan keputusan yang diambil sekali untuk selamanya.

Ibarat orang menyetir, setiap kali harus dipantau, dan setir terus menerus disesuaikan kembali agar jalannya mobil tetap lurus.

Rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11-13).

Tuhan mengingatkan, janji-janji-Nya itu membawa hari depan yang penuh harapan dan itu pasti digenapi. Asalkan setia berjalan di jalan-Nya. Jangan khawatir!

Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Yesaya 55:10-11 (TB)

Apa yang terjadi ketika janji-janji-Nya digenapi?

Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai; gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan.
Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap.
Yesaya 55:12-13 (TB)

Berkat tercurah dalam kehidupan kita. Semak duri yang tidak ada harganya, bahkan mengotori ladang, diganti dengan pohon sanobar yang mahal harganya. Pohon sanobar sejenis pohon pinus, daunnya selalu hijau, kayunya sangat bagus. Tingginya bisa mencapai 24 meter, artinya akan menonjol diantara pohon-pohon lainnya. Outstanding. Demikian juga rancangan Tuhan untuk kita.
Pohon Sanobar melambangkan kesuburan, kelimpahan, serta apa pun yang kita butuhkan, semua tersedia.

Kecubung dalam terjemahan lain ditulis sebagai onak duri, diganti Tuhan dengan pohon Murad.
Tuhan menghendaki agar kita seperti pohon Murad yang berdaun hijau, bunganya putih, pohonnya cukup tinggi. Bunganya sangat harum dan biasa digunakan untuk obat kecantikan.
Pohon Murad melambangkan Kemurahan Ilahi.
Agar hidup kita juga ‘harum’ baunya, berguna bagi orang lain serta mempermuliakan Allah.

Siap mempraktekkannya?
Belajar sama-sama yuk….

Forget the former things; do not dwell on the past. See, I am doing a new thing! Isaiah 43: 18-19.

Lupakan hal-hal yang telah lalu; Jangan terpaku pada masa lalu. Lihat, Aku melakukan hal-hal yang baru! Yesaya 43:18-19.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 231 232 233 234 235 319